AKADEMI KEBIDANAN INDRAGIRI 2013
SUSUNAN TIM
V. KURIKULUM, PEMBELAJARAN & SUASANA AKADEMIK
5.1 Kurikulum
Kurikulum kebidanan dikeluarkan oleh pusat pendidikan tenaga kesehatan sebagai kurikulum nasional yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga dapat menggambarkan semua kompetensi yang harus dicapai seorang bidan sebagai tenaga profesional dan mampu memberikan pelayanan sesuai dengan tuntutan masyarakat, serta dilakukan adanya penyesuaian dengan Kepmen Diknas No. 232/U/ 2000 tentang Pedoman Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi Perguruan tinggi dan Kepmen Diknas No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti(60%) dan Institusional (40%) pendidikan Tinggi. Mata kuliah pendukung (kurikulum institusional) terdiri dari 10 SKS yang dirumuskan kedalam muatan lokal. Muatan lokal ini disusun berdasarkan hasil evaluasi untuk menghasilkan lulusan bidan yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat.
Pelaksanaan kurikulum dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan telah sesuai, namun perlu ada penyesuaian dengan Relevansi serta tuntutan dan kebutuhan stakeholders sehubungan dengan adanya perubahan kurikulum DIII Kebidanan pada tahun 2012 dari kementerian kesehatan. Hal ini terkait dengan penekanan kepada
15
Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan yaitu etika legal dan keselamatan klien, komunikasi efektif, promosi kesehatan, asuhan kebidanan, manajerial dan leadership serta pengembangan diri dan profesionalisme. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin) pada kurikulum yang akan diberlakukan sangat sesuai karena relevan dengan 6 area kompetensi yang harus dimiliki sehingga lulusan akademi kebidanan Indragiri nanti siap menghadapi uji kompetensi profesi setelah menyelesaikan pendidikan.
Kurikulum lokal terdiri dari Aplikasi Komputer 2 sks, Bahasa Inggris 2 sks, Ilmu Penyakit 2 sks,Etika Perilaku 2 sks dan Praktek Klinik kebidanan 2 sks.Mata kuliah pilihan tidak disediakan pada kurikulum Akademi Kebidanan Indragiri.
Dalam rangka penyelesaian pendidikan setiap mahasiswa diwajibkan membuat karya tulis ilmiah.
Diberlakukannya uji kompetensi bagi lulusan pendidikan bidan yang diberlakukan mulai tahun 2013 perlu peningkatan persiapan kemampuan mahasiswa oleh institusi.
Distribusi kurikulum selama mengikuti perkuliahan adalah sebagai berikut : \
Semester I
No Kode MK Nama Mata Kuliah SKS
1 MPK 0100 Pendidikan Agama 2
2 MPK 0102 Pendidikan Kewarganegaraan 2
3 MPK 0104 Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah 2
4 MPB 0100 Konsep Kebidanan 4
5 MKK 0100 Anatomi 2
6 MKK 0101 Fisiologi 2
7 MKK 0102 Biologi Reproduksi 3
8 MKK 0103 Mikrobiologi 2
9 MKK 0104 Keterampilan Dasar Praktik Kebidanan (KDPK) 3
10 MPK 0103 Bahasa Inggris 2
Semester II
No Kode MK Nama Mata Kuliah Sks
1 MBB 0200 Ilmu Sosial Budaya Dasar 2
2 MKK 0206 Fisika Medik 2
3 MKK 0205 Biokimia 2
4 MKK 0209 Kesehatan Reproduksi 2
5 MKB 0201 Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 4
6 MKK 0207 Obstetri 3
7 MPB 0201 Komunikasi dan Konseling Kebidanan 2
8 MKK 0210 Farmakologi Kebidanan 2
9 MKK 0208 Psikologi 2
10 MKB 0200 Praktik KDPK 2
Jumlah total sks 23
Semester III
No Kode MK Nama Mata Kuliah Sks
1 MKB 0305 Dokumentasi Kebidanan 2
2 MPB 0302 Etika Profesi dan Hukum Kesehatan 2
3 MKB 0302 Asuhan Kebidanan II (Persalinan) 5
4 MKB 0303 Asuhan Kebidanan III (Nifas) 2
5 MKB 0304 Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita 4
6 MKK 0312 Ilmu Kesehatan Anak 2
7 MKK 0311 Ginekologi 2
8 MKK 0313 Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 2
9 MKK 0314 Teknologi Informasi Kesehatan 2
17
Semester IV
No Kode MK Nama Mata Kuliah Sks
1 MBB 0402 Promosi Kesehatan 2
2 MKB 0406 Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan) 5
3 MKB 0408 Pelayanan KB 3
4 MBB 0401 Ilmu Kesehatan Masyarakat 2
5 MKB 0407 Asuhan Kebidanan V (Komunitas) 5
6 MKB 0409 Praktik Klinik Kebidanan I 4
7 MKK 0415 Epidemiologi 2
Jumlah total sks 23
Semester V
No Kode MK Nama Mata Kuliah Sks
1 MPB 0503 Mutu Layanan Kebidanan 2
2 MPB 0504 Metodologi Penelitian 2
3 MBB 0503 Organisasi Manajemen Pelayanan Kebidanan 2
4 MKB 0512 Kegawatdaruratan Kebidanan 2
5 MKK 0516 Biostatistik 2
6 MKB 0516 Praktik Klinik Kebidanan II 5
Jumlah total sks 15
Semester VI
No Kode MK Nama Mata Kuliah Sks
1 MKB 0611 Praktik Klinik Kebidanan III 6
2 MPB 0605 Karya Tulis Ilmiah 3
Peluang mahasiswa untuk melanjutkan studi sangat besar karena sudah adanya D4 Kebidanan dan S1 Kesehatan masyarakat di propinsi Riau dan S1 Kebidanan di propinsi tetangga yaitu sumatera Barat. Mahasiswa mengembangkan pribadi melalui kegiatan kemahasiswaan yang dikelola oleh badan eksekutif mahasiswa dengan arahan Pembantu Direktur III. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan memahami materi khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan keterampilan yang dapat ditransfer dengan adanya praktek pada setiap mata kuliah dan bimbingan praktek dengan dosen pembimbing akademik masing-masing, sehingga keterampilan yang dimiliki mahasiswa terorientasikan ke arah karir dan pemerolehan pekerjaan sesuai dengan pendidikan vokasi yang dilaluinya.
Misi pembelajaran agar sesuai dengan kurikulum baru ini perlu dilakukan pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan sehingga dapat tercapai Efisiensi pelaksanaan kurikulum baik internal dan eksternal. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah masing-masing namun dievaluasi pada setiap akhir semester. Relevansi dengan GBPP cukup Efektif. Penggunaan teknologi informasi terdapat pada setiap mata kuliah.
Mahasiswa terlibat secara aktif dalam perkuliahan baik melalui Tanya jawab maupun melalui diskusi kelompok yang ditugaskan oleh dosen pengampu mata kuliah. Peraturan dan data mengenai kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa setiap tahun di dokumentasikan oleh bagian akademik. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa mengacu pada penilaian acuan norma (PAN). Penentuan yudisium dilaksanakan setiap akhir semester. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh institusi.
Terdapat Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen –mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/professional namun belum sesuai dengan kapasitas sivitas akademik yang ada.
Mutu dan kuantitas kegiatan interaksi akademik dosen, mahasiswa, dan civitas academica lainnya m dan pertandingan melalui kegiatan keagaamaan dan olahraga yang dikoordinir oleh badan eksekutif mahasiswa.
19
Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terdapat pada rencana induk pengembangan.
Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar, simposium, diskusi, ekshibisi) di kampus sudah ada namun belum mencapai 50% Pengembangan kepribadian ilmiah dilakukan melalui penugasan-penugasan, pengabdian masyarakat dan penelitian namun belum menjadi kebiasaan pada setiap diri individu sivitas akademika.
Analisis SWOT
1 Kekuatan :
Kurikulum yang di gunakan, kurikulum yang berbasis kompetensi, dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pasar, struktur dan isi kurikulum sesuai dengan pusdiknakes
2 . Kelemahan
Kurang optimalnya para praktisi dalam pengembangan kurikulum.
Belum tersedia tim yang secara spesifik bertugas untuk melakukan pengembangan kurikulum dalam upaya menyesuaikan dengan tuntutan globalisasi dan kebutuhan pasar.
3. Peluang
Kurikulum yang digunakan menjadi acuan bagi seluruh institusi kebidanan sehingga dapat dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi kebidanan sesuai dengan kondisinya.
4. Tantangan
Terdapatnya perubahan kurikulum secara nasional sehingga perlu adanya penyesuaian.
5.2 Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran pada program Diploma III kebidanan terdiri dari 110 SKS ditambah muatan lokal maksimal 10 sks yang dilaksanakan dalam 6 semester sampai maksimal 10 semester. Pelaksanaan proses pembelajaran sudah diterapkan berbagai metode pembelajaran khususnya yang mendukung partisipasi aktif mahasiswa untuk memaksimalkan proses penerimaan mahasiswa terhadap setiap
materi yang disampaikan. Proses pembelajaran ditunjang oleh media pembelajaran yang interaktif seperti multi media, laptop, infokus, OHP, flipchart dan alat peraga, serta didukung oleh referensi buku- buku di perpustakan, laboratorium dan tersedianya jaringan internet.
Kegiatan pratikum menjadi kegiatan yang utama, karena 60 % dari proses pembelajaran adalah praktik. Pratikum dapat dilakukan di laboratorium kebidanan, dan kedokteran dasar (mikrobiologi dan anatomi ), lapangan dan klinik .
Dalam kegiatan pratikum mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok sehingga memaksimalkan penerimaan mahasiswa terhadap keterampilan yang ingin dicapai. Kurikulum penyelenggaraan DIII Kebidanan telaah mengalami perubahan, dari kurikulum nasional 2002 menjadi kurikulum nasional 2011. Perubahan ini merupakan komitmen pendidikan DIII Kebidanan secara nasional untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan dari kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum 2011 terjadi perubahan dalam hal pengintegrasian mata kuliah yang sesuai, sehingga lebih efektif dan tidak tumpang tindih dengan mata kuliah yang lain.
Analisis SWOT :
1. Kekuatan
kurikulum berbasis kompetensi yang didukung oleh berbagai penunjang proses pembelajaran seperti : media, pustaka, laboratorium dan internet, sehingga proses pembelajaran berlangsung sinergis.
2. Kelemahan :
Kurangnya minat mahasiswa untuk memanpaatkan fasilitas pembelajaran yang tersedia .
Banyak dosen tidak tetap yang belum melaksanakan pembelajaran dengan metode yang variatif dan berorientasi pada pencapaian kompetensi
Tingkat kenyamanan ruang belajar belum optimal
Tingkat kedisiplinan dosen baik dosen tetap maupun tidak tetap terhadap jadwal yang telah ditetapkan masih kurang
Kemampuan komunikasi interpersonal dosen, khususnya dosen tetap masih kurang.
21
3. Peluang :
Komitmen institusi untuk selalu mengembangkan peralatan laboratorium, pustaka dan IT
4. Tantangan :
Kurang motivasi mahasiswa dalam proses perkuliahan.
Perubahan kurikulum yang memerlukan adaptasi dari dosen dan mahasiswa.
5.3 Suasana Akademik
Suasana akademik dibangun melalui interaksi antara dosen dan mahasiswa yang membentuk simbiosis mutualisme dalam pengembangan ilmu dan keterampilan. Dosen hendaknya menempatkan diri sebagai rekan dalam memberikan wawasan, melibatkan mahasiswa dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan dalam setiap permasalahan akademik dan menampung aspirasi semua pihak.
Interaksi antara dosen dan mahasiswa terjadi melalui kegiatan tatap muka dikelas, kegiatan praktikum, kegiatan bimbingan akademik dan kegiatan pengabdian di masyarakat.
Analisis SWOT
1. Kekuatan
Ketersedian ruang kelas dan laboratorium yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar dan praktikum, disetiap ruang kelas dilengkapi dengan alat penunjang pembelajaran seperti; multimedia, infokus, Screen, OHP, whiteboard, kipas angin dan pendingin udara.
2. Kelemahan
Proses pembimbingan akademik masih belum optimal.
Volume kegiatan ilmiah baik yang dilaksanakan oleh program studi maupun melalui organisasi kemahasiswaan masih kurang
Law enforcement terhadap pelanggaran tata tertib dan kode etik dosen dan mahasiswa belum optimal
Motivasi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan ilmiah masih rendah
3. Peluang
Adanya sarana menyampaikan aspirasi oleh dosen melalui senat akademik dan oleh mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
4. Tantangan
Untuk membangun suasana akademik memerlukan waktu dan kerja keras, karena adanya paradigma klasik yang berkembang di perguruan tinggi di Indonesia bahwa dosen mendominasi hubungan antara mahasiswa dan dosen.
VI. PEMBIAYAAN, SARANA & PRASARANA, SERTA SISTEM