KAJIAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Objek
2. Kurikulum Sekolah Tinggi Jurusan Tata Boga
Sistem pendidikan tinggi dilihat sebagai sebuah prosesnya memiliki empat tahapan pokok yaitu (1) Masukan (2) Proses (3) Luaran dan (4) hasil ikutan (outcome). Yang termasuk dalam katagori masukan antara lain adalah dosen, mahasiswa, buku, staf administrasi dan teknisi, sarana dan prasarana, dana, dokumen kurikulum, dan lingkungan. Dalam katagori proses adalah proses pembelajaran, proses penelitian, proses manajemen. Yang dikatagorikan luaran adalah lulusan, hasil penelitian dan karya IPTEKS lainnya, sedang yang termasuk dalam katagori hasil ikutan (outcome) antara lain adalah penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap luaran perguruan tinggi, kesinambungan, peningkatan mutu hidup masyarakat dan lingkungan. Sistem pendidikan yang baik didukung oleh beberapa unsur yang baik pula, antara lain : (1) Organisasi yang sehat (2) Pengelolaan yang transparan dan akuntabel (3) Ketersediaan Rencana Pembelajaran dalam bentuk dokumen kurikulum yang jelas dan sesuai kebutuhan pasar kerja; (4) Kemampuan dan Ketrampilan sumberdaya manusia di bidang akademik dan non akademik yang profesional (5) Ketersediaan sarana-prasarana dan fasilitas belajar yang memadai, serta lingkungan akademik yang kondusif.
Dengan didukung kelima unsur tersebut, perguruan tinggi akan dapat mengembangkan iklim akademik yang sehat, serta mengarah pada ketercapaian masyarakat akademik yang professional. Namun sebagai sebuah sistem yang terbuka, perguruan tinggi juga dituntut bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi lain baik didalam maupun diluar Indonesia, sehingga dapat berperan serta dalam pengembangan IPTEKS dan perkembangan masyarakat dunia.
Setelah melalui proses pembelajaran yang baik, diharapkan akan dihasilkan lulusan PT yang berkualitas. Beberapa indikator yang sering dipasang untuk menengarai mutu lulusan adalah (1) IPK; (2) Lama Studi dan (3) Predikat kelulusan yang disandang. Namun untuk dapat mencapai keberhasilan, perguruan tinggi perlu menjamin agar lulusannya dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan mengisi dunia kerja. Keberhasilan PT mengantarkan lulusannya diserap dan diakui di dunia kerja dan masyarakat, akan menimbulkan pengakuan dan kepercayaan di masyarakat terhadap mutu PT tersebut. Yang akhirnya dapat berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas calon mahasiswa yang akan masuk ke PT ini. Proses ini akan berputar sebagai sebuah siklus. Aspek internal lain yang berperan dalam menghasilkan luaran yang bermutu adalah penciptaan iklim masyarakat dan lingkungan akademik yang kondusif , serta terjaminnya sistem monitoring dan evaluasi secara internal di PT. Oleh karena itu, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional, mensyaratkan bahwa PT harus melakukan proses penjaminan mutu secara konsisten dan benar agar dapat dijamin menghasilkan lulusan yang selalu berkualitas dan berkelanjutan.
Kurikulum adalah sebuah program yang disusun dan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Jadi kurikulum bisa diartikan sebuah program yang berupa dokumen program dan pelaksanaan program. Sebagai sebuah dokumen kurikulum (curriculum plan) dirupakan dalam bentuk rincian matakuliah, silabus, rancangan pembelajaran, sistem evaluasi keberhasilan. Sedang kurikulum sebagai sebuah pelaksanan program adalah bentuk pembelajaran yang nyata-nyata dilakukan (actual curriculum).Kurikulum yang akan digunakan pada Sekolah Tinggi Jurusan Tata Boga Spesialis Vegetarian ini adalah dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu(telaubanua,2013). Dengan demikian, implementasi kurikulum dapat menumbuhkan tanggung jawab, dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum (public policy), serta memberanikan diri berperan serta dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun dimasyarakat. kurikulum ini bertujuan untuk menciptakan tamatan yang kompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya dan bangsa.
Materi pokok atau materi pembelajaran, yaitu pokok suatu bahan kajian yang dapat berupa bidang ajar, isi, proses, keterampilam, serta konteks keilmuan suatu mata pelajaran. Sedangkan indikator pencapaian dimaksudkan adalah
kemampuan-kemampuan yang lebih spesifik yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai ketuntasan belajar. Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada mengeksplorasi kemampuan/potensi mahasiswa secara optimal, mengkonstruksi yang dipelajari dan mengupayakan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kurikulum berbasis kompetensi berupaya mengkondisikan setiap mahasiswa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sehingga proses penyampaiannya harus bersifat kontekstual dengan mempertimbangkan faktor kemampuan, lingkungan, sumber daya, norma, integrasi dan aplikasi berbagai kecakapan kinerja, dengan kata lain KBK berorientasi pada pendekatan konstruktivisme. Kurikulum ini dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, pengalaman belajar yang membangun integritas sosial, serta membudayakan dan mewujudkan karakter nasional.
Berdasarkan Kepmen 045/U/2002, terdapat lima unsur pokok kompetensi dan empat gugus utama kompetensi. Adapun lima unsur pokok kompetensi tersebut adalah: 1) Pengembangan Kepribadian (MK), 2) Pengembangan Keahlian Keilmuan (MKK), 3) Pengembangan Keahlian Berkarya (MKB), 4) Pengembangan Perilaku Berkarya (MPB), dan 5) Pengembangan Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Sedangkan empat gugus utama kompetensi meliputi: 1) factual knowledge, 2) conceptual knowledge, 3) procedural knowledge, dan 4) metacognitive knowledge. Bila unsur-unsur kompetensi utama ini diwujudkan ke dalam sebuah matrik, maka akan seperti berikut:
Agar dapat dengan mudah dimengerti, kurikulum berbasis kompetensi ini dijabarkan dalam tabel 2.2 sebagai berikut ini:
MATA KULIAH KETERAMPILAN, PRAKTEK
Dasar-dasar memasak 3 sks Baking basics 2 sks
Aneka roti 3 sks
Aneka kue 3 sks
Dough dan quick breads 3 sks Confectionary and show works 3 sks
Kue nusantara 3 sks Dapur dingin 3 sks Magang 3 sks Catering 3 sks Tata hidang 4 sks Vegan 4 sks Lakto vegetarian 4 sks Lakto ovo vegetarian 4 sks
Pesco 4 sks
Frutarian 4 sks
Pastry 4 sks
Kurikulum yang ada dalam desain Sekolah Tataboga Spesialis Vegetarian di Kota Malang ini mencangkup dalam mata kuliah tersebut diatas. Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlahnya 113 SKS dalam standart permenristekdikti untuk D3 minimal 108 SKS. Kurikulum juga dijadikan pedoman untuk analisis
Tabel 2.1 unsur-unsur kompetensi utama dalam KBK
Sumber: Dwi Rahdiyanta (2012)
kebutuhan ruanng dalam Perancangan Sekolah Tinggi Spesialis Vegetarian di Kota Malang.