Pasal 29 1. Pemerintah
dan Pemerintah
l
Daerah melakukan pembinaan dan•
pengawasan umum terhadap usaha ketenagalistr ikan sesuai dengan kewenangan nya masing-masing.
Keterangan : t Pembinaan da~
~
pengawasani
F-TNl/POLRI
UsuJ Perubahan : Menjadi Pasal 32 Penambahan kata
"Pusat" menjadi
"Pemerintah Pusat", serta kata
"keadaan penyediaan tenaga listrik"
setelah kata
"dengan".
Setelah Perubahan :
Pasal 32
(1) Pemeri
ntah Pusat, Pemerintah Daerah dan Sadan · Pengatur melakukan pembinaan dan pengawasan um um terhadap usaha ketenagalistn'ka
n sesuai
dengan keadaan penyediaan tenaga listrik ke\venanganny a m3sing-masing.
F-PSB .
I
Usul Perubahan:
Hornor urut pasal berubah menjadi pasal 31 ayat (1) untuk jelasnya di-gunakan kata 'Pemerintah Pu-sat', karena istJlah pemerintah berarti ketiga-tiganya (Pemerintah · Pu-sat, Pemerintah Daerah dan Sa-dan Pengatur).
Usaha Ketenaga-listn'kan tetap digunakan karena memang yang di-maksudkan selain usaha penyedia-an juga usaha penunjang te-naga listrik.
Setelah Perubah-an:
Pasal 31 ( 1 )Pemerintah Pusat, Peme -rintah Daerah dan Bad an Pengatur me-lakukan pem-binaan dan pengawasan umum terhadap usalia ketenaga
f·PDKB ,;~_o:
~-- -- ·- -·"' :-,,._- ___
j":K~-~-UsuJ Perubahan:
Pasal 29 menjadi pasal 25 Catalan:
lkrtuk jelasnya digunakan kata
"Pemerintah Pusat', karena istJlah Pemerin-tah berarti ke-tiga·
tiganya (Pemerintah Pusat, peme-rintah Daerah dan Sadan Pengatur).
Us aha
ke-tenagalistrikan tetap digunakan karena memang yang dimak-sudkan selain usaha penye-diaan jug a usaha penunjang tenaga listrik.
Setelah Perubahan Pasal 25 ( 1 }Pemerintah
Pusat, Peme-rintah Daerah dan Bad an Pengatur me-lakukan pem-binaan dan pengawasan
152
NO. DRAFT RUU F-POIP F-PG F-PPP F-PKB F-REF F-TNl/POLRI F-PBB F-KKI F-PDU F-PDKB
lasan mengenai cukup oleh listrikan sesuai Umum
ter-"Pembinaan dan Pcmerintall dengan keadaan hadap usaha
Pengawasan• agar (Pemda). penyediaan
ketenaga-tidak di- tenaga ristrik dan listrilan sesuai
salahgunakan da- ke-wenangannya dengan
keada-lam implementasi masing-m:ising. an penyediaan
nya. "Pembinaan• tenaga listnlc
dan "Pengawasan dan
kewenang-umum" harus di- amya
masing-cegah agar tidak masing.
menjadi 3fasan
I
intervensi dalamrangka KKN tapi dapat dimengerti sebagai bagian
dari upaya
optimalisasi qan maksimalisasi.
174. (2) Pembinaan dan pengawasan umum Usul Perubahan: - - Tetap - Tetap
-
Tetap Tetapsebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 )
terutama meliputi : Setelah kata
umum d~ambah
kalimat "dalam rangka optimali-sasi dan maksi-ma6sasi."
I
Setelah perubah- ·
an:
I
I
(2)Pembinaan dan pengawasanI i
II
II
umum dalam rangka op-timalisasi dan maksimalisasi sebagaimana dimaksud
da-NO. DRAFT RUU F-PDIP F-PG F-PPP F-PKB F-REF F-TNl/POLRI F-PBB F-KKI F-PDU F-POKB
lam ayat (1)
!erutama me-
I
liputi:
175. a. keselamatan pada keseluruhan - - Tetap Tetap
-
Tetap-
Tidak ada per- Tetapsistem penyediaan tenaga listrik; ubahan.
b. pengembangan usaha;
c. optimasi pemanfaatan sumber energi domestik, termasuk
I
pemanfaatan energi terbarukan;
d. aspek lindungan lingkungan; I
e. pemanfaatan proses teknologi
!
yang bersih, ramah lingkungan dan berefisiensi tinggi pad a pembangkitan tenaga listrik;
i
I. pemanfaatan barang dan jasa
dalam negeri, termasuk i
kompetensi enjiniring dan tenaga teknik;
I
g. keandalan dan kecukupan penyediaan tenaga listrik; dan h. tercapainya standardisasi dalam
bidang ketenagalistrikan.
176. Penambahan
I
butir:
i. per!indungan kepada konsumen dan daerah
I
yang be/umI
I mampu bers,;i,;g.
I
II I I I
Setalah penambahan : i per/indungan
kepada
NO. DRAFT RUU F-PDIP F-PG F-PPP F-PKB F-REF F-TNl/POLRI F-PBB F-KKI F-PDU F-PDKB konsumen I
dan daerah · yang belum mampu bersaing.
177. (3) Tata cara pembinaan dan pengawasan Usul Perubahan:
-
Tetap Tetap-
Tetap-
. Ayat (3) tidak ada Tetapumum sebagaimana dimaksud dalam perubahan
ayat (1) dan (2) diatur dengan Setelah kata
Peraturan Pemerintah. Pemerintah
di-tam bah kalimat
"dengan kewajib-an
mempertim-I
bangkan masuk-an dari pihak Masyarakat,
ka-langan pro- I I
•
lesional dan perguruan tinggi."
Set el ah Perubah-an:
(3)Tata cara pembinaan dan pengawasan
umum
se-I
bagaimana
di-maksud dalam I
ayat (1) dan (2) diatur dengan
I
Peraturan PemerintaflI
dengan kewajiban
I
mempertim-
!
II
bangkan !!la·
sukan dari pihak m3syarakat, kalangan profesional dan perguruan tinggi.
NO. DRAFT RUU F-PDIP F-PG F-PPP F-PKB F-REF F-TNl/POLRI F-PBB F-KKI f-PDU F-PDKB
178. BABXI
-
Usul Perubahan:-
Tetap Usul Perubahan: Usul Perubahan : Usul Perubahan: Usul Perubahan:BADAN PENGAlUR Menjadi BAB XII
lstilah Sadan Nomer BAB di- Dengan isi tetap Ada perubahan Tetzp
Pengatur diganti sesuaikan men- Setelah Perubahan nomor BAB Bab XI menjadi
menjadi Sadan jadi BABX : menjadi BAB XII Bab X
Listn'k Nasional. Judul · tidak ada
BABXll perubahan
Setelah
Perubah-ban: Tetap Set el ah
perubah-BABXI an:
SADAN USTRIK
NASIONAL BABXll
BADAN PENGATUR
179. Paoal 30 Usul Perubahan: Usul Perubahan: Tetap Tetap Usul Perubahan: Usul Perubahan : Keterangan : Usul Perubahan: Usul Perub~han:
Menjadi Pasal 3 3
(1) Untuk mengatur dan mengawasi Setelah kata lstilah Sadan Nomer Pasal di- Dengan isi tetap Karena ' Listrik Nomor pas al Tetap
terselenggaranya kompetisi Pengatur Pengatur diganti sesuai~n men- Setelah Perubahan adalah berubah dari pasal
penyediaan tenaga listrik, dibentuk ditambah kalimat menjadi Sadan jadi Pasal 29 : menyangkut hajat 30 menjadi psi 32, Pasal 30 menjadi
B<!dan Pengatur. 'yang personalia- Listn'k Nasional. hid up orang ayat ( 1) tidak ada Pasal 26
nya terdiri dari Pasal 33 ban yak, maka per-ubahan
kalangan Peme- Setelah Perubah- dalam hal
rintah, Perguruan ban: Tetap pembentukan
fmggi, Proiesio- {1 )lkttuk meng- Sadan Pengatur
nal, serta Masya- atur dan yang dipersiapkan
rakat di Pusat dan mengawasi oleh DESDM,
Daerah.' terselenggara harus
Perlu dibuat r.ya kompetisi dikonsultasikan
Penjelasan ten- penyediaan
I
dan disetujui oleh
tang jumlah per- tenaga listrik, : Dewan Perwakilan
! sona6anya dibentuk Ba- Rakyat.
I I
I I
sebanyak-91
d<:n .listrikI I I
I
banyaknya (sembilan) orang Nasional. II
II
dan kriteria calon untuk disetujui DPR sebelum
d~etapkan deng-an Keppres.
NO. DRAFTRUU F-POIP F-PG F-PPP F-PKB F-REF F-TNl/POLRI F-PBB F~KKI F-PDU J~J'D~B
·~=~-,:-~·;,_-~· :.T~·;;--·· ·.,:_;.·,,-.ff'.' ·1.~ .· .
Penjelasan ini dapat jug a di-integrasikan dengan Pasal 34.
Setelah Peru bah-
.
an:
(l)Untuk atur dan
meng-awasi
ter-selenggaranya kompetisi pe-1 nyediaan