1.321.800.806 3.869.015.343 Pajak Pembangunan
31. LABA PER SAHAM
Pada tanggal 30 September 2013 dan 30 September 2012 "laba per saham dasar" sesuai dengan PSAK No.56 dan perhitungan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar adalah sebagai berikut:
Akun ini merupakan piutang tanpa bunga dan jaminan, yang timbul dari transaksi beban operasional pihak-pihak berelasi yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Grup.
Berdasarkan Perjanjian Utang dan Rencana Pembayaran tanggal 31 Desember 2009, piutang dari PT Sietek Nusantara Finance dan PT Sierad Land akan dilunasi secara angsuran selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak bulan Mei 2010.
Rincian sifat hubungan istimewa Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Stock Financing Agreement
Pada tanggal 1 Januari 2001, Perusahaan menandatangani stock financing agreement dengan Toepfer International - Asia Pte. Ltd., Singapura (Toepfer). Perjanjian ini telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan amandemen kedua pada tanggal 10 Januari 2002. Perjanjian ini berakhir bila salah satu pihak menyatakan pembatalan perjanjian ini secara tertulis, yang berlaku efektif 60 (enam puluh) hari setelah pernyataan tertulis tersebut.
Dalam perjanjian ini Toepfer bersedia untuk menyediakan dan menjual bahan baku berupa yellow corn, soyabeanmeal, soyabean dan corn glutten meal kepada Perusahaan dengan harga yang kompetitif.
Fasilitas yang diberikan Toepfer ini adalah sebesar 85% dari harga pembelian. Adapun detail jenis barang, kuantitas, uang muka maupun spesifikasi bahan baku akan dituangkan dalam sales contract per pengiriman barang.
Kepemilikan barang dengan fasilitas stock financing ini akan tetap pada Toepfer sampai dengan Perusahaan membayar penuh harga pembelian, biaya perolehan (carrying cost) dan Collateral Management Agreement (CMA) fee. Selain biaya perolehan dan CMA fee, Perusahaan juga menanggung semua biaya pengadaan barang import tersebut termasuk susut pengiriman.
Toepfer selanjutnya menunjuk Sucofindo atau pihak lain sebagai kustodian yang mengelola barang tersebut sesuai dengan CMA. Dalam hal Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas yang diatur dalam perjanjian (“even of default”), Toepfer tidak lagi berkewajiban menyediakan barang kepada Perusahaan, dan Toepfer sebagai pemilik barang berhak menarik kembali barang dari gudang dan Perusahaan harus menanggung beban penarikan dan kerugian atas perbedaan kuantitas jika ada.
b. Kontrak Kerjasama Kemitraan
Perusahaan melakukan kerjasama dengan pola kemitraan dengan masyarakat pemilik atau penyewa lahan tanah dan bangunan kandang ayam (anggota mitra) yang merupakan kerjasama saling ketergantungan dan saling menguntungkan antara Perusahaan dengan anggota mitra, dengan pendekatan agribisnis untuk menangani seluruh segmen agribisnis dengan pengadaan/penyaluran sarana produksi peternakan penyediaan bibit ayam pedaging umur sehari (DOC Broiler), pakan ternak, obat, vaksin (sapronak) serta pengolahan termasuk pemasaran hasil ternak. Kerjasama ini terutama ditujukan untuk menjaga kontinuitas pasokan bahan baku untuk industri pemotongan ayam Perusahaan (slaughter house) serta menjaga stabilitas pasar untuk produk DOC dan pakan ayam yang diproduksi oleh Perusahaan.
Pada kerjasama kemitraan, Perusahaan akan menyediakan seluruh kebutuhan bahan-bahan peternakan ayam yang terdiri dari bibit (DOC), pakan ternak, obat-obatan dan vaksin (sapronak) dengan harga tertentu yang akan diperhitungkan pada saat penjualan hasil dilakukan. Selain itu, Perusahaan juga akan memberikan bimbingan teknis produksi administrasi, bantuan akses pasar, konsultasi tenaga kerja, sebagai mediator terhadap sumber-sumber pembiayaan, manajemen produksi dan kontrol kualitas bagi anggota mitra.
b. Kontrak Kerjasama Kemitraan (Lanjutan)
Kerjasama kemitraan ini terbagi atas dua wilayah operasi yaitu Wilayah Barat yang meliputi Jawa Barat dan Banten serta Wilayah Timur yang meliputi Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan jumlah mitra per 30 September 2013 sebesar 3.511 mitra, nilai penjualan sapronak Perusahaan kepada para anggota mitra per 30 September 2013 dan 30 September 2012, masing-masing sebesar Rp 576.297.530.813 dan Rp 752.580.275.042. Penjualan ayam ternak yang berasal dari kerjasama kemitraan ini masing-masing sebesar Rp 638.959.673.963 dan Rp 629.272.581.557 untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2013 dan 30 September 2012.
Anggota kemitraan akan memasarkan ayam hasil panen yang telah dibudidayakan dan Perusahaan membantu mitra dalam memasarkan hasil ternak tersebut. Bila harga kesepakatan lebih kecil dari harga pasar, Perusahaan akan memberikan bonus dan bila harga kesepakatan lebih besar dari harga pasar, Perusahaan akan mengganti sesuai dengan kesepakatan.
Pemilik lahan ternak bertanggung jawab atas segala risiko kegagalan pemeliharaan, perawatan dan pengembangan ayam sampai panen.
Untuk menjamin pembayaran dari usaha kemitraan baik wilayah barat dan wilayah timur, Perusahaan menerima jaminan aset yang disertai dengan surat kuasa sebesar nilai kontrak yang telah disepakati.
Jaminan tersebut berupa tanah, bangunan, deposito dan kendaraan dengan nilai jaminan keseluruhan pada 30 September 2013 adalah sebesar Rp 366.577.452.037 (30 September 2012: Rp Rp 252.037.561.149)
Jaminan aset yang diterima Perusahaan tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan Perusahaan.
Jaminan ini akan dikembalikan bila kerjasama kemitraan ini diakhiri.
Perjanjian kerjasama ini dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun sejak ditanda-tanganinya surat perjanjian, dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan antara Perusahaan dan pemilik lahan ternak.
Informasi mengenai segmen operasi Grup adalah sebagai berikut:
Pakan Ternak Ayam Umur Ayam Potong Kemitraan Lain-lain Jumlah Eliminasi Konsolidasian
Sehari Pendapatan
Pihak eksternal 1.237.547.107.906 243.053.697.551 41.251.654.397 1.159.173.778.505 392.537.198.905 3.073.563.437.264 -- 3.073.563.437.264 Antar segmen 814.964.927.491 122.204.478.513 187.228.311.815 104.676.339.533 25.389.780.377 1.254.463.837.729 (1.254.463.837.729) -- Jumlah Pendapatan 2.052.512.035.397 365.258.176.064 228.479.966.212 1.263.850.118.037 417.926.979.281 4.328.027.274.993 (1.254.463.837.729) 3.073.563.437.264 HASIL
Hasil segmen 352.175.816.122 11.333.199.963 5.292.894.900 (18.031.570.882) 95.030.090.534 445.800.430.637 -- 445.800.430.637 Beban usaha (111.125.727.788) (53.117.395.916) (7.898.391.102) (33.405.713.888) (22.496.158.066) (228.043.386.760) (228.043.386.760) Beban Usaha yang
tidak dapat dialokasi -- -- -- -- (100.774.499.610) (100.774.499.610) -- (100.774.499.610)
Laba (Rugi) Usaha 241.050.088.334 (41.784.195.953) (2.605.496.202) (51.437.284.770) (28.240.567.142) 116.982.544.267 -- 116.982.544.267 Beban keuangan (22.786.707.359) (36.256.526.567) (15.586.278.519) (25.819.013.340) (11.817.174.680) (112.265.700.465) -- (112.265.700.465) Pendapatan (beban) lain-lain 1.552.135.111 1.871.724.988 1.380.138.906 1.133.504.701 (149.778.822) 5.787.724.884 -- 5.787.724.884 Laba sebelum Pajak 219.815.516.087 (76.168.997.532) (16.811.635.815) (76.122.793.410) (40.207.520.644) 10.504.568.686 -- 10.504.568.686
Beban pajak -- -- -- -- (3.650.212.325) (3.650.212.325) -- (3.650.212.325)
Laba Setelah Pajak 219.815.516.087 (76.168.997.532) (16.811.635.815) (76.122.793.410) (43.857.732.969) 6.854.356.361 -- 6.854.356.361
Aset Segmen 1.889.768.498.343 945.782.047.269 791.195.540.412 399.846.075.375 1.439.299.641.629 5.465.891.803.028 (2.766.719.054.013) 2.699.172.749.015 Investasi Pada
Perusahaan asosiasi -- -- -- -- 64.585.875.418 64.585.875.418 (64.585.875.418) --
Aset tidak dapat dialokasi -- -- -- -- 492.784.551.561 492.784.551.561 -- 492.784.551.561
Jumlah Aset 1.889.768.498.343 945.782.047.269 791.195.540.412 399.846.075.375 1.996.670.068.608 6.023.262.230.007 (2.831.304.929.431) 3.191.957.300.576 Liabilitas segmen 748.211.188.269 877.270.076.859 233.625.096.719 646.999.509.353 1.748.279.638.153 4.254.385.509.352 (2.804.831.888.683) 1.449.553.620.670
Liabilitas tidak dapat dialokasi -- -- -- -- 458.806.556.391 458.806.556.391 458.806.556.391
Jumlah Liabilitas 748.211.188.269 877.270.076.859 233.625.096.719 646.999.509.353 2.207.086.194.544 4.713.192.065.744 (2.804.831.888.683) 1.908.360.177.061 Pengeluaran barang modal 8.117.132.062 84.393.591.766 247.131.363 29.742.113.227 87.021.408.217 209.521.376.635 -- 209.521.376.635
30 September 2013
Krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997, yang terutama disebabkan oleh melemahnya kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang asing lainnya dan tingginya tingkat suku bunga pinjaman, ketatnya likuiditas, serta menurunnya tingkat kepercayaan investor, telah memberikan dampak buruk terhadap kinerja keuangan Perusahaan hingga memiliki saldo defisit yang signifikan pada neraca konsolidasian Perusahaan sebesar Rp 2.377.518.090.350 per tanggal 30 Juni 2009 (sebelum kuasi-reorganisasi). Meskipun saldo defisit Perusahaan masih berjumlah signifikan, Perusahaan telah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 100.587.151.864 sejak tahun 2006 hingga 30 Juni 2009.
Manajemen berkeyakinan Perusahaan memiliki prospek usaha yang baik yang ditandai dengan keberhasilan Perusahaan dalam memperoleh hasil kinerja operasi yang positif selama beberapa tahun terakhir. Agar neraca konsolidasian Perusahaan dapat menunjukkan nilai sekarang dan tanpa dibebani oleh defisit, maka Perusahaan melaksanakan kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2009 sesuai dengan peraturan yang berlaku dan PSAK No. 51 (Revisi 2003) tentang ”Akuntansi Kuasi-Reorganisasi”.
Dalam kuasi-reorganisasi, aset dan liabilitas telah dinilai kembali yang menghasilkan kenaikan ekuitas sebesar Rp 108.380.711.649. Perhitungan eliminasi atas saldo defisit Perusahaan dengan urutan prioritas adalah sebagai berikut:
30-Jun-09 Rp
Eliminasi saldo defisit (2.377.518.090.350)
Eliminasi kenaikan ekuitas dari selisih penilaian aset dan kewajiban 108.380.711.649
Tambahan modal disetor- bersih 237.474.479.595
Jumlah sisa saldo defisit (2.031.662.899.106)
Selisih penilaian aset dan liabilitas merupakan selisih antara nilai tercatat aset dan liabilitas berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan per tanggal 30 Juni 2009 yang telah diaudit dibandingkan dengan nilai wajar aset dan liabilitas per tanggal 30 Juni 2009 berdasarkan laporan penilai independen.
Karena komponen ekuitas selain modal saham di atas tidak mencukupi untuk mengeliminasi saldo defisit, maka Perusahaan harus mereklasifikasi sebagian modal sahamnya menjadi tambahan modal disetor. Reklasifikasi ini dilakukan melalui penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham beredar (penurunan modal saham). Kelebihan modal saham sebagai hasil dari penurunan nilai nominal saham tidak dikembalikan kepada pemegang saham, namun dicatat sebagai tambahan modal disetor. Rincian penurunan nilai nominal saham adalah sebagai berikut:
Dampak penurunan nilai nominal saham Perusahaan di atas terhadap modal saham disetor adalah sebagai berikut:
30-Jun-09 Rp
Modal disetor sebelum penurunan nilai nominal 3.184.291.525.400
Modal disetor setelah penurunan nilai nominal 1.152.627.869.455
Tambahan modal disetor dari penurunan nilai nominal saham 2.031.663.655.945
Pelaksanaan kuasi-reorganisasi secara hukum ini telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 22 Desember 2009 tentang pelaksanaan kuasi-reorganisasi dan penurunan modal disetor dengan cara menurunkan nilai nominal saham yang didokumentasikan dalam akta No. 223 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, SH, MSi, Notaris di Jakarta.
Penggunaan penurunan nilai nominal saham tersebut terhadap sisa saldo defisit di atas adalah sebagai berikut:
30-Jun-09 Rp
Tambahan modal disetor dari penurunan nilai nominal saham 2.031.663.655.945
Eliminasi terhadap sisa saldo defisit (2.031.662.899.106)
Tambahan modal disetor-bersih 756.839
Sisa agio saham dari penurunan nilai nominal saham sebesar Rp 756.839 disajikan sebagai tambahan modal disetor – bersih pada laporan posisi keuangan.
Posisi keuangan Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 sebelum dan setelah kuasi-reorganisasi adalah sebagai berikut:
Sebelum Kuasi- Setelah Kuasi-Reorganisasi Reorganisasi
Rp Rp