1.321.800.806 3.869.015.343 Pajak Pembangunan
21. UTANG MURABAHAH
a. PT. Bank Syariah Mandiri
i. Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 7 tanggal 17 Pebruari 2010 yang dinyatakan dalam akta Notaris Efran Yuniarto, SH, M.Kn, Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh pembiayaan Al Musyarakah dan/atau Al Murabahah (Switchable all scheme) dari PT Bank Syariah Mandiri (Bank BSM) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 40.000.000.000. BSM akan melakukan pembelian komoditi jagung atas nama Perusahaan dan akan dijual kembali ke Perusahaan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati.
Berdasarkan akta Addendum I No. 16 dan Addendum II No. 17 tanggal 16 Juni 2011, fasilitas tersebut diatas telah diperpanjang untuk jangka waktu 12 bulan dan terdapat perubahan tujuan pembiayaan yaitu menjadi modal kerja pabrik pakan ternak sebesar Rp 40.000.000.000. Disamping itu, Perusahaan memperoleh tambahan pembiayaan modal kerja untuk pabrik pakan ternak sebesar Rp 100.000.000.000 sehingga total menjadi Rp 140.000.000.000.
a. PT. Bank Syariah Mandiri (Lanjutan)
ii. Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 4 tanggal 2 September 2010, yang dinyatakan dalam akta Notaris Efran Yuniarto, SH, M.Kn, Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh pembiayaan Al Musyarakah dan/atau Al Murabahah (Switchable all scheme) dari BSM dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20.000.000.000 digunakan untuk modal kerja bisnis rumah potong ayam (RPA). Pinjaman ini dengan sistem pola bagi hasil dan ditentukan pada saat pencairan. Perjanjian Kredit ini mengalami perubahan berdasarkan akta Addendum I No. 24 tanggal 16 Juni 2011 berkaitan dengan penambahan nilai jaminan. Fasilitas ini berlaku selama 12 bulan. Berdasarkan surat No. 14/060A-3/ADD-SP3/CRD tanggal 3 September 2012, fasilitas tersebut telah diperpanjang hingga 16 Desember 2012.
iii Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan (SP3) No.15/025-3/SP3/CRD dari Bank Syariah Mandiri (BSM) tanggal 26 Februari 2013 terdapat penggabungan plafond pembiayaan sebagai berikut:
Fasilitas Al Murabahah/Al Musyarakah (swichable seluruh skim) dengan limit pembiayaan semula sebesar Rp 140.000.000.000 dan Rp 20.000.000.000 dengan tujuan untuk modal kerja pabrik/rumah potong ayam digabungkan menjadi pembiayaan dengan plafond Rp 160.000.000.000 tujuan untuk modal kerja seluruh unit bisnis yang dikelola oleh Perusahaan yang terdiri dari modal kerja pabrik pakan ternak, pabrik pembibitan ayam, rumah potong ayam, dan commercial farm.
Jangka waktu fasilitas tersebut adalah hingga 16 Juni 2014.
Pada 30 September 2013 saldo utang murabahah atas akad ini adalah sebesar Rp 163.018.750.000 (31 Desember 2012: Rp 141.455.555.556).
iv. Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 5 tanggal 2 September 2010 yang dinyatakan dalam Akta Notaris Efran Yuniarto, SH, M.Kn, Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh Al Murabahah dari BSM dengan jumlah maksimum sebesar Rp 14.000.000.000. BSM akan melakukan pembelian peralatan dan sarana penunjang Rumah Potong Ayam atas nama Perusahaan dan akan dijual kembali ke Perusahaan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati.
Perjanjian Kredit ini mengalami perubahan berdasarkan akta Addendum I No. 18 tanggal 16 Juni 2011 berkaitan dengan penambahan nilai jaminan. Fasilitas ini berlaku selama 60 bulan dan pada tanggal 30 September 2013, saldo utang murabahah atas akad ini adalah sebesar Rp 12.730.266.045 (31 Desember 2012: Rp 16.282.924.039).
v. Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 6 tanggal 2 September 2010 yang dinyatakan dalam akta Notaris Efran Yuniarto, SH, M.Kn, Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh pembiayaan Al Murabahah dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000.000.000. BSM akan melakukan pembelian mesin dan peralatan outlet penjualan ayam potong
“Belmart” atas nama Perusahaan dan akan dijual kembali ke Perusahaan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati. Perjanjian Kredit ini mengalami perubahan berdasarkan akta Addendum I No. 19 tanggal 16 Juni 2011 berkaitan dengan penambahan nilai jaminan. Fasilitas ini berlaku selama 60 bulan dan pada tanggal 30 September 2013 saldo utang murabahah atas akad ini adalah sebesar Rp 27.155.844.951 (31 Desember 2012: Rp 35.882.744.478).
a. PT. Bank Syariah Mandiri (Lanjutan)
vi. Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan (SP3) No. 15/025-3/SP3/CRD dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) tanggal 26 Februari 2013, Perusahaan mendapat tambahan fasilitas baru berupa fasilitas Al Musyarakah dengan limit pembiayaan sebesar Rp 30.000.000.000 dan jangka waktu 24 bulan yang akan digunakan untuk modal kerja Perusahaan.
Pada tanggal 30 September 2013, saldo utang atas akad ini adalah sebesar Rp 35.641.653.633.
vii. Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan (SP3) No. 15/025-3/SP3/CRD dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) tanggal 26 Februari 2013, Perusahaan juga mendapat tambahan fasilitas baru berupa fasilitas Al Murabahah dengan limit pembiayaan sebesar maksimal Rp 7.700.000.000 dan jangka waktu 60 bulan yang akan digunakan untuk pembiayaan pembelian mesin hatchbrood (mesin penunjang pabrik penetasan telur ayam).
Pada tanggal 30 September 2013, saldo utang atas akad ini adalah sebesar Rp 4.818.827.889.
Beban Murabahah Ditangguhkan disajikan sebagai pengurang (contra account) Utang Murabahah.
Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari BSM dijamin dengan jaminan:
Sebidang tanah yang terletak di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung dengan SHGB No. 196 atas nama Perusahaan yang diikat dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 38.000.000.000;
8 bidang tanah dan bangunan yang terletak di Desa Cikujang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat yang saat ini dalam proses penerbitan sertifikat tanda bukti hak tanah ke atas nama Perusahaan dengan nilai pertanggungan Rp 13.000.000.000;
2 bidang tanah dan bangunan yang terletak di Desa Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah dengan SHGB No. 380 dan No. 381 atas nama Perusahaan dengan nilai pertanggungan Rp 700.000.000;
Mesin-mesin pabrik yang terletak di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung dengan nilai jaminan sebesar Rp 10.000.000.000;
Mesin-mesin pabrik, outlet dan peralatan diikat fidusia dengan nilai penjaminan Rp 36.000.000.000;
Persediaan diikat dengan fidusia dengan nilai penjaminan Rp 6.000.000.000; dan
Piutang Dagang diikat fidusia dengan nilai penjaminan Rp 168.000.000.000.
Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan (SP3) No. 15/025-3/SP3/CRD dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) tanggal 26 Februari 2013, atas fasilitas baru yang diperoleh dari BSM, Perusahaan menambahkan jaminan berupa:
Mesin Hatchbrood yang akan dibiayai oleh Bank senilai Rp 8.634.000.000 yang akan diikat dengan Fiduciare Eigendom Overdracht sebesar Rp 4.317.000.000;
Persediaan senilai Rp 300.000.000.000 akan diikat dengan Fiduciare Eigendom Overdracht sebesar Rp 90.000.000.000; dan
Piutang usaha senilai Rp 150.000.000.000 akan diikat dengan Fiduciare Eigendom Overdracht sebesar Rp 45.000.000.000.
a. PT. Bank Syariah Mandiri (Lanjutan)
Fasilitas tersebut mensyaratkan antara lain Perusahaan tidak diperkenankan untuk:
Mengubah anggaran dasar kecuali, susunan pengurus dan struktur modal;
Membagikan dividen kepada pemegang saham;
Mengeluarkan pernyataan berutang dalam bentuk pinjaman, penyewaan atau garansi kepada pihak lain;
Meminta pembiayaan baru atau tambahan dari bank atau lembaga keuangan pembiayaan lainnya untuk proyek yang sama;
Melakukan merger dengan perusahaan lain;
Melakukan penjualan atau mengalihkan kepemilikan minimal Rp 1 milyar aset Perusahaan; dan
Menjaminkan, menjual atau membebani dengan liabilitas atas aset yang menjadi jaminan bank.
b. PT. Bank Muamalat Indonesia
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit No.252/OL/301/XI/11, Perusahaan mendapatkan Fasilitas Pembiayaan Wa'd Al Murabahah dari PT. Bank Muamalat Indonesia sebesar Rp 100.000.000.000 yang akan digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan peralatan untuk pembangunan 4 unit commercial farm. Jangka waktu fasilitas adalah 60 bulan sejak penarikan pertama dan pada tanggal 30 September 2013 saldo utang murabahah atas akad ini adalah sebesar Rp 33.482.107.800 (31 Desember 2012: Rp 9.141.397.831).
Atas fasilitas pembiayaan ini Perusahaan harus menyerahkan jaminan berupa Tanah dan Bangunan (4 Commercial Farm) yang akan dibangun dengan dana pembiayaan dari PT Bank Muamalat Indonesia.
Beban Murabahah Ditangguhkan disajikan sebagai pengurang (contra account) Utang Murabahah.