• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut

Dalam dokumen PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk (Halaman 40-55)

Dolar Amerika Serikat

Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut

Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut

laporan laba rugi 8.435.294

3.284.203

Beban pajak penghasilan berdasarkan tarif

pajak yang berlaku 2.108.825

- Pengurangan yang tidak diperkenankan 3.723 29.848

- Amortisasi atas biaya emisi saham ( 723.287 ) ( 75.945 )

- Penyesuaian atas perubahan tarif pajak - -

Penggunaan akumulasi rugi fiskal yang tidak diakui

sebagai aktiva pajak tangguhan - -

Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi 1.408.453

891.032

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perseroan menghitung. menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jendral Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak saat terhutangnya pajak atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.

Pada tanggal 2 September 2008, Pemerintah telah mengumumkan adanya perubahan terhadap pajak penghasilan yang akan berlaku sejak 1 Januari 2009. yang menyatakan bahwa pajak penghasilan untuk perusahaan akan ditetapkan sebesar 28% sejak 2009 dan akan berkurang menjadi 25% sejak 2010.

17. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN KEWAJIBAN LAIN-LAIN

31 Maret 2010 31 Maret 2009

Hutang bunga 8.272.257 6.230.941

Setoran jaminan 4.399.561 3.331.709

Biaya yang masih harus dibayar 1.966.376 44.051.459

Lain-lain 428.628 883.000

Jumlah 15.066.822 54.497.109

Ekshibit E/32

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. PENCADANGAN IMBALAN PASCA-KERJA

Bank membentuk pencadangan imbalan pasca-kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Pencadangan imbalan pasca-kerja tersebut diestimasi oleh manajemen berdasarkan perhitungan aktuaria yang disiapkan oleh PT Jasa Aktuaria Tiwikrama, aktuaris independen, dalam laporan tertanggal 14 Januari 2009 dan 29 Pebruari 2008 untuk menghitung kewajiban imbalan dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit".

Nilai kewajiban yang diakui di neraca :

31 Maret 2010 31 Maret 2009

Nilai kini kewajiban imbalan pasti 201.958 339.111

Nilai yang belum diakui:

(Keuntungan) kerugian aktuaria-bersih 387.239 50.378

Kewajiban pada neraca 589.197 389.489

Asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut, antara lain :

31 Maret

Tingkat kenaikan gaji tahunan 6% 6%

Usia pensiun 55 tahun 55 tahun

Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program imbalan kerja tersebut.

19. MODAL SAHAM

Rincian pemilikan saham pada tanggal 31 Maret 2010 dan 31 Maret 2009 (berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Ficomindo Buana Registrar) adalah sebagai berikut :

31 Maret 2010 Jumlah saham

ditempatkan dan Persentase

Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah

Ekshibit E/33

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. MODAL SAHAM (Lanjutan)

31 Maret 2009 Jumlah saham

ditempatkan dan Persentase

Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah

Danny Nugroho 983.634.709 65,10% 98.363.471

PT Millenium Danatama Sekuritas 84.189.500 5,57% 8.418.950

Publik – masing-masing di bawah 5% 443.057.999 29,33% 44.305.800

Jumlah 1.510.882.208 100,00% 151.088.221

Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 6 September 2008, yang diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 25 tanggal 6 September 2008, para pemegang saham Bank telah menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan dari sebesar Rp 400.000.000 menjadi Rp 600.000.000 Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-65110.AH.01.02.TH.2008 tanggal18 September 2008. serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.13 tanggal 13 Pebruari 2009, tambahan No. 4349.

Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2009, yang diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 76 tanggal 24 Juni 2009, para pemegang saham Bank telah menyetujui untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I disertai dengan Penerbitan Waran Seri I dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 24 Juni 2009, yang diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 1 tanggal 3 Agustus 2009 dan surat Ketua BAPEPAM No. S-5535/BL/2009 tanggal 24 Juni 2009, jumlah saham yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I adalah sejumlah 3.021.764.416 (tiga miliar dua puluh satu juta tujuh ratus enam puluh empat ribu empat ratus enam belas) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp 101 (seratus satu Rupiah) setiap saham, dengan demikian meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dari 1.510.882.208 (satu miliar lima ratus sepuluh juta delapan ratus delapan puluh dua ribu dua ratus delapan) saham atau seluruhnya sebesar Rp 151.088.220.800 (seratus lima puluh satu miliar delapan puluh delapan juta dua ratus dua puluh ribu delapan ratus Rupiah) menjadi 4.532.646.624 (empat miliar lima ratus tiga puluh dua juta enam ratus empat puluh enam ribu enam ratus dua puluh empat) saham atau seluruhnya sebesar Rp 453.264.662.400 (empat ratus lima puluh tiga miliar dua ratus enam puluh empat juta enam ratus enam puluh dua ribu empat ratus Rupiah).

20. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH

Akun ini terdiri dari agio saham dan biaya emisi saham sebagai berikut :

31 Maret 2010 31 Maret 2009

Agio Saham 25.000.000

25.000.000

Peningkatan modal disetor dalam rangka penerbitan saham 3.021.764

-

Biaya emisi saham ( 20.499.354 ) (

4.339.723

)

Jumlah 7.522.410 20.660.277

Agio saham dan biaya emisi saham berasal dari penawaran umum saham perdana yang dilakukan pada tanggal 20 September 2007 dan dari Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan pada tanggal 9 Juli 2009.

Ekshibit E/34

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. PENGGUNAAN LABA BERSIH

Pada tanggal 24 Juni 2009, Bank mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, yang diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 75 tanggal 24 Juni 2009, dimana para pemegang saham telah menyetujui alokasi sebesar Rp 4.250.000 ke cadangan umum yang berasal dari laba bersih tahun 2008 dan sisanya dialokasikan sebagai laba yang ditahan.

22. CADANGAN UMUM

Bank telah membentuk penyisihan cadangan umum dengan jumlah sebesar Rp 4.250.000 pada 31 Desember 2009, sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas, yang mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk membuat penyisihan cadangan umum sebesar sekurang-kurangnya 25% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut.

23. KOMITMEN DAN KONTINJENSI

Bank memiliki tagihan dan kewajiban komitmen dan kontinjensi dalam rangka pemberian fasilitas garansi dan pemberian kredit kepada nasabah, sebagai berikut :

31 Maret 2010 31 Maret 2009

Kewajiban komitmen

Fasilitas kredit kepada nasabah

yang belum digunakan

- Committed -

-

- Uncommitted 103.707.175

30.388.900

Jumlah 103.707.175 30.388.900

Kewajiban kontinjensi

Bank garansi 108.337.932 44.197.105

Titipan kliring 641.352 440.987

L/C domestic 19.584.305

16.658.495

Bunga kredit dalam penyelesaian 445.744

1.004.356

Jumlah 129.009.333 62.300.943

Tidak terdapat kewajiban komitmen dan kontinjensi dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Maret 2010 dan 31 Maret 2009.

Fasilitas bank garansi umumnya dijamin berupa deposito berjangka.

Jangka waktu bank garansi adalah antara 3 (tiga) bulan sampai dengan 36 (tiga puluh enam) bulan.

Ekshibit E/35

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. PENDAPATAN BUNGA

Pendapatan bunga diperoleh dari :

31 Maret 2010 31 Maret 2009 (3 Bulan) (3 Bulan)

Kredit yang diberikan

- Akseptasi 38.178.699 24.591.818

- Angsuran berjangka 1.420.211 707.501

- Rekening Koran rupiah 602.639 650.232

- Kredit kepemilikan rumah 320.396 450.506

- Akseptasi valas 924.739 137.020

- Kredit kepemilikan mobil 4.307 56.575

- Cerukan 1.133.736 346.423

Efek-efek 18.678.319 17.995.439

Penempatan pada bank lain 5.965.338 170.322

Penempatan pada Bank Indonesia 14.645.221 952.775

Jumlah 81.873.605 46.058.611

25. PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI

31 Maret

2010 31 Maret 2009 (3 Bulan) (3 Bulan)

Pendapatan provisi kredit

- Provisi pinjaman aksep 3.209.350 1.719.333

- Provisi pinjaman aksep - valas - 56.550

- Provisi pinjaman angsuran berjangka 140.000 -

- Provisi pinjaman rekening koran 35.825 67.200

- Provisi pinjaman lainnya 25.000 -

Pendapatan provisi lainnya

- Provisi bank garansi 8.123 3.384

Pendapatan komisi

- Pendapatan komisi asuransi 11.621 9.340

- Pendapatan komisi bank garansi 8.296

-- Pendapatan komisi notaris - 13.083

- Pendapatan komisi sindikasi - 115.492

- Pendapatan komisi Outgoing Trf Valas 56.286 6.048

Ekshibit E/36

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. BEBAN BUNGA DAN PEMBIAYAAN LAINNYA

31 Maret

2010 31 Maret 2009 (3 Bulan) (3 Bulan)

Simpanan nasabah 49.486.989 27.259.422

Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 5.728.643 5.676.105

Simpanan dari bank lain 1.012.531 2.466.777

Premi penjaminan 1.183.573 659.087

Beban lainnya - 1.102

Jumlah 57.411.736 36.062.493

27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

31 Maret

2010 31 Maret 2009 (3 Bulan) (3 Bulan)

Penyusutan 2.997.744 2.311.994

Promosi 898.683 428.351

S e w a 1.678.954 806.404

Telepon, teleks, dan faks 279.597 276.163

Pemeliharaan gedung 506.405 276.446

Kendaraan 314.909 159.028

Jasa profesional 166.062 58.900

Lain-lain 2.960.352 987.940

Jumlah 9.802.706 5.305.226

28. GAJI DAN TUNJANGAN

31 Maret

2010 31 Maret 2009 (3 Bulan) (3 Bulan)

Gaji dan upah 4.521.749 2.375.624

Tunjangan karyawan 1.274.320 1.155.205

Lain-lain 842.035 389.998

Jumlah 6.638.104 3.920.827

Ekshibit E/37

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. PENYISIHAN (PEMULIHAN) PENYISIHAN PENGHAPUSAN ASET PRODUKTIF

31 Maret

Jumlah 1.018.353 119.313

Mutasi penyisihan penghapusan aset produktif :

31 Maret

selama periode berjalan 1.018.353 ( 119.313 )

Saldo akhir ( 12.927.365 ) ( 10.494.899 )

Laba bersih untuk perhitungan laba

per saham dasar 7.026.841 2.393.171

Jumlah saham

Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa

untuk perhitungan laba 4.532.646.624 1.510.882.208

Laba per saham dasar (Rupiah penuh) 1,55 1,58

31. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut :

Transaksi-transaksi tersebut dilaksanakan dengan persyaratan yang sama dengan yang diberlakukan bagi pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa.

Ekshibit E/38

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (Lanjutan)

Saldo dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

31 Maret 2010 31 Maret 2009 Kewajiban

Deposito

Direksi dan karyawan 1.084.306 38.617

G i r o

Direksi dan karyawan 1 -

Tabungan

Direksi dan karyawan 78.705 5.738

1.163.012 44.355

Persentase terhadap jumlah kewajiban 0,043% 0,003%

31 Maret 2010

31 Maret 2009 Beban Bunga

Direksi dan karyawan 8.884 824

8.884 824

32. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Posisi aset (sebelum dikurangi dengan penyisihan penghapusan aset) dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal neraca adalah sebagai berikut :

31 Maret 2010 SGD USD

Ekshibit E/39

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING (Lanjutan)

31 Maret 2009 SGD USD

(Penuh) (Penuh) Rupiah A s e t

K a s - 40.250,00 465.089

Giro pada Bank Indonesia - 154.985,00 1.790.852

Giro pada bank lain 4.574,16 4.121.708,37 47.661.102

Efek - efek - 5.791.500,00 66.920.782

Kredit yang diberikan - 1.000.000,00 11.555.000

Aset lain-lain - 364.819,53 4.215.489

132.608.314

Kewajiban

Simpanan nasabah - 6.214.394,10 71.807.324

Kewajiban pada bank lain - 500.000,00 5.777.500

Hutang pajak - 5.016,01 57.960

Biaya yang masih harus dibayar dan kewajiban lain-lain - 4.058.907,85 46.900.680

124.543.464

Aset bersih 8.064.850

Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2010 dan 31 Maret 2009 adalah kurs spot Reuters pukul 16:00 WIB pada tanggal-tanggal tersebut.

33. RISIKO KREDIT

Kebijakan perkreditan Bank digunakan sebagai pedoman utama dalam pemberian kredit. Pemahaman dan kedisiplinan penerapan atas kebijakan tersebut juga menjadi faktor utama bagi seluruh jajaran pejabat Bank yang terkait dengan perkreditan. termasuk Komisaris dan Direksi dalam melakukan aktivitas perkreditan.

Penetapan arah dan strategi perkreditan dirancang dan ditetapkan oleh Komite Manajemen Risiko dan Kebijakan Kredit.

yang juga bertanggung jawab untuk mengelola portofolio dan risiko kredit.

Setiap pemberian kredit harus senantiasa mengacu kepada kebijakan. termasuk. namun tidak terbatas pada. ketentuan mengenai kualitas kredit. Komite kredit melakukan evaluasi dan memberikan keputusan untuk transaksi-transaksi kredit dalam jumlah besar sesuai dengan batas wewenangnya.

Faktor utama yang dapat berperan besar untuk mengendalikan dan mengurangi risiko kredit adalah kemampuan dan kematangan satuan kerja perkreditan dalam membuat analisa kredit. sehingga pada akhirnya tercapai suatu keseimbangan antara pengelolaan risiko dengan pengembangan bisnis.

Ekshibit E/40

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. RISIKO LIKUIDITAS

Risiko likuiditas adalah potensi timbulnya kerugian akibat dari ketidakmampuan Bank dalam membayar penarikan oleh nasabah. mendanai pertumbuhan aset dan memenuhi kewajiban sesuai kontrak melalui akses tak terbatas untuk pendanaan pada tingkat suku bunga pasar yang layak pada umumnya.

Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari aset dan kewajiban menjadi arus kas masuk atau keluar.

31 Maret 2010

Tidak

mempunyai Kurang

Nilai kontrak dari 1 – 3 3 – 6 6 – 12 1 – 2 2 – 3 Lebih dari tercatat jatuh Tempo 1 bulan bulan bulan bulan tahun tahun 3 tahun

A S E T

K a s 6.581.671 6.581.671 - - - -

Giro pada Bank Indonesia 145.245.506 145.245.506 - - - -

Giro pada bank lain 116.273.087 116.273.087 - - - -

Penempatan pada

Bank Indonesia dan

bank lain 575.933.345 - 575.933.345 - - - - - -

Efek-efek 1.466.365.346 843.458.619 281.393.342 18.200.000 130.161.544 193.151.841

Kredit yang diberikan 1.328.959.603 72.895.312 111.437.657 231.213.655 900.870.386 489.068 12.053.525

Aset tetap 86.936.793 86.936.793

Aset pajak tangguhan 454.409 454.409

Aset lain-lain 31.176.870 31.176.870

3.757.926.630 386.668.336 1.492.287.276 392.830.999 231.213.655 900.870.386 18.689..068 130.161.544 205.205.366

Penyisihan penghapusan ( 11.102.656 ) 3.746.823.974

Ekshibit E/41

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 34. RISIKO LIKUIDITAS (Lanjutan)

31 Maret 2010

Tidak

mempunyai Kurang

Nilai kontrak dari 1 – 3 3 – 6 6 – 12 1 – 2 2 – 3 Lebih dari tercatat jatuh tempo 1 bulan bulan bulan Bulan tahun tahun 3 tahun KEWAJIBAN

Simpanan nasabah 2.695.515.883 365.956.051 1.685.820.374 408.873.360 110.833.408 124.032.690 Simpanan dari bank lain 264.538.910 4.678.911 259.110.000 750.000 - -

Efek yang dijual dengan janji

dibeli kembali 249.039.301 - 135.217.362 113.821.939 - -

Hutang pajak 9.616.326 - 9.616326 - - -

Estimasi kerugian komitmen

dan kontijensi 918.367 - 918.367 - - -

Biaya yang masih harus dibayar dan kewajiban

lain-lain 15.066.822 10.667.261 1.011.672 3.075.952 311.937 - Pencadangan imbalan pasca-

Kerja 589.197 589.197 -

3.235.284.806 381.891.420 2.091.694.101 526.521.251 111.145.345 124.032.690

Perbedaan jatuh tempo 522.641.823 4.776.917 ( 599.406.826)( 133.690.253) 120.068.310 776837.696 18.689.068 130.161.544 205.205.366

Posisi neto setelah penyisihan

penghapusan 511.539.168

Ekshibit E/42

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. RISIKO LIKUIDITAS (Lanjutan)

31 Maret 2009

Tidak

mempunyai Kurang

Nilai kontrak dari 1 – 3 3 – 6 6 – 12 1 – 2 2 – 3 Lebih dari tercatat jatuh Tempo 1 bulan bulan bulan bulan tahun tahun 3 tahun

A S E T

K a s 3.320.708 3.320.708 - - - -

Giro pada Bank Indonesia 47.728.311 47.728.311 - - - -

Giro pada bank lain 50.729.744 50.729.744 - - - -

Penempatan pada

Bank Indonesia dan

bank lain 110.800.000 - 110.800.000 - - - - - -

Efek-efek 971.498.844 - 229.792.443 - - 5.560.500 6.629.574 10.977.250 718.539.077 Kredit yang diberikan 559.183.885 - 26.963.446 97.540.255 119.854.796 292.624.769 9.580.005 6.770 12.613.844

Tagihan lainnya - - - - -

Aset tetap 74.258.654 74.258.654 - - - -

Aset pajak tangguhan 248.653 248.653

Aset lain-lain 18.477.211 1.403.169 27.464 72.931 587.178 863.232 15.416.306 - 106.931

1.836.246.010 177,689,239 367.583.353 97.613.186 120.441.974 299.048.501 31.625.885 10.984.020 731.259.852

Penyisihan penghapusan ( 10.494.891 )

1.825.751.119

Ekshibit E/43

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 34. RISIKO LIKUIDITAS (Lanjutan)

31 Maret 2009

Tidak

mempunyai Kurang

Nilai kontrak dari 1 – 3 3 – 6 6 – 12 1 – 2 2 – 3 Lebih dari tercatat jatuh tempo 1 bulan bulan bulan Bulan tahun tahun 3 tahun KEWAJIBAN

Simpanan nasabah 970.220.639 39.455.404 580.774.353 210.454.295 44.994.434 94.542.153 - - - Simpanan dari bank lain 173.499.886 4.322.386 145.777.500 23.400.000 - - - - - Efek yang dijual dengan janji

dibeli kembali 426.931.150 - 395.629.184 - 31.301.966 - - - - Setoran jaminan 3.331.709 1.018.111 1.242.498 1.071.102

-Hutang pajak 2.005.324 - 2.005.324 - - - -

Estimasi kerugian komitmen

dan kontijensi 265.185 265.185 - - - -

Kewajiban pajak tangguhan - - - -

Biaya yang masih harus dibayar dan kewajiban

lain-lain 53.679.877 3.578.382 50.101.495 - - - -

Pencadangan imbalan pasca-

Kerja 389.489 389.489 - - -

1.630.323.259 48.010.846 1.175.305.967 235.096.793 77.367.502 94.542.153 - - -

Perbedaan jatuh tempo 205.922.751 129.171.096 ( 807.722.614)( 137.483.607) 43.074.474 204.506.348 31.625.885 10.984.020 731.259.852

Posisi neto setelah penyisihan

penghapusan 195.427.860

Ekshibit E/44

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

35. RISIKO TINGKAT BUNGA

Risiko tingkat bunga terjadi dari bermacam-macam layanan perbankan kepada nasabah termasuk deposito dan kredit yang diberikan. fasilitas giro. dan instrumen rekening administratif.

Manajemen Bank bertanggung jawab dalam menetapkan. melaksanakan. serta menjaga kebijakan pengelolaan risiko tingkat bunga sesuai dengan pedoman umum Bank. Tujuan utama manajemen Bank adalah memaksimalkan hasil usaha Bank dengan tetap memperhatikan batasan-batasan risiko kebijakan yang ditetapkan.

Selain itu. risiko tingkat bunga dapat pula terjadi dari portofolio perdagangan surat berharga. Manajemen Bank secara berkala mengkaji ulang tingkat risiko pada portofolio surat berharga dan menetapkan kebijakan. batasan-batasan perdagangan yang dapat diterima. serta strategi manajemen risiko tingkat bunga pada trading book berdasarkan prinsip kehati-hatian.

Batasan-batasan perdagangan ini dipantau berdasarkan kondisi pasar (mark-to-market). pengukuran potensi kerugian melalui pendekatan value-at-risk (VAR). serta ketaatan terhadap batasan-batasan yang telah ditetapkan.

36. RISIKO OPERASIONAL

Risiko operasional adalah risiko kerugian langsung ataupun tidak langsung yang terjadi karena tidak memadainya atau karena adanya kegagalan proses internal. kesalahan manusia. kegagalan sistem. atau adanya masalah eksternal yang dapat mempengaruhi operasional Bank.

Proses pengkajian risiko dilakukan untuk menilai kecukupan pengawasan internal serta proses identifikasi dan pengukuran risiko untuk setiap proses dan produk masing-masing unit kerja untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan. peraturan. dan batasan-batasan yang dibuat oleh manajemen Bank.

Unit pengawasan intern melakukan pemantauan yang cermat atas proses di setiap level atau unit. yang berlangsung sebelum dan sesudah dilakukannya transaksi.

Pengelolaan risiko operasional juga dilakukan dengan memperkuat aspek keamanan dan kehandalan operasi teknologi informasi sehingga kesalahan manusia dan fraud. kesalahan proses. dan potensi kegagalan sistem yang menyebabkan terganggunya kelangsungan bisnis dapat ditekan.

37. RISIKO MANAJEMEN

PT Bank Capital Indonesia Tbk. telah mengimplementasikan prosedur manajemen risiko sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi bank umum No. 5/8/PBI/2003 dan Surat Edaran BI No.

5/21/DPNP tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi bank umum. Menurut surat edaran tersebut. penerapan manajemen risiko harus dilakukan tidak hanya pada risiko kredit. risiko pasar maupun risiko operasional. namun juga untuk risiko likuiditas. risiko hukum. risiko reputasi. risiko strategis dan risiko kepatuhan.

a. Risiko Hukum

Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. antara lain yang disebabkan adanya tuntutan hukum. ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung aktivitas atau produk Bank.

atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.

Ekshibit E/45

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. RISIKO MANAJEMEN (Lanjutan) a. Risiko Hukum (Lanjutan)

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi risiko hukum: karakter nasabah yang negatif. dokumen legal yang lemah. konflik dengan nasabah atau pihak lain yang tidak diselesaikan dengan baik. dan keluhan nasabah yang tidak diselesaikan dengan memuaskan.

Guna menghindari kemungkinan litigasi atau gugatan hukum. group legal bertugas untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum yang terjadi. menatausahakan setiap events yang terkait dengan hukum termasuk potensi kerugian.

Bank melakukan manajemen risiko hukum dengan melakukan penanganan proses hukum secara profesional dan jika diperlukan membuat pencadangan biaya kerugian hukum.

b. Risiko Strategik

Risiko strategik adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank dan pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi risiko strategis: visi Bank. rencana strategis. perubahan kepemilikan. dan peluncuran produk baru.

Pelaksanaan strategi. visi. dan misi Bank yang tidak tepat serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak sejalan dengan perubahan eksternal dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis Bank.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut di atas. Bank telah membentuk. merumuskan. menyusun. dan memantau pelaksanaan strategi termasuk yang disajikan dalam business plan Bank.

Selain itu Bank menetapkan sejumlah indikator penting yang disesuaikan dengan kecukupan aset. permodalan dan kondisi perubahan pasar agar bisnis Bank tetap tumbuh dan terus meningkatkan kepercayaan bagi para stakeholder dan shareholder.

c. Risiko Reputasi

Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko reputasi antara lain : citra (image). harga saham. dan konflik internal.

Bank melakukan manajemen risiko reputasi dengan melakukan aktivitas public relation. CSR (Corporate Social Responsibility). respon yang cepat terhadap keluhan nasabah. dan penerapan Good Corporate Governance yang konsisten.

Pengelolaan risiko dilakukan dengan memantau publikasi negatif dari media cetak baik surat pembaca maupun artikel termasuk didalamnya keluhan nasabah.

d. Risiko Kepatuhan

Risiko kepatuhan adalah risiko yang terjadi karena Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan. Pada prakteknya risiko kepatuhan melekat pada risiko Bank yang terkait pada peraturan perundang-undangan. ketentuan kehati-hatian dan ketentuan lain yang berlaku seperti :

Ekshibit E/46

PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2010 DAN 31 MARET 2009

(disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. RISIKO MANAJEMEN (Lanjutan) d. Risiko Kepatuhan (Lanjutan)

- Risiko kredit terkait dengan ketentuan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aset Produktif, Pembentukan Penyisihan Aset Produktif (PPAP) dan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

- Risiko pasar terkait dengan ketentuan Posisi Devisa Neto (PDN).

- Risiko strategis terkait dengan ketentuan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) Bank.

- Risiko lain yang terkait dengan ketentuan eksternal dan internal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko kepatuhan adalah : perubahan peraturan eksternal. komunikasi internal.

budaya disiplin karyawan. dan infrastruktur.

Bank melakukan manajemen risiko kepatuhan dengan beberapa cara :

- Sanksi terhadap karyawan yang melakukan pelanggaran atas ketentuan kepatuhan.

- Sosialisasi peraturan dan perundang-undangan.

- Pelatihan semua karyawan yang terkait dengan risiko kepatuhan.

- Memelihara hubungan baik dengan regulator.

- E-Regulation (kemudahan akses oleh karyawan terhadap peraturan-peraturan eksternal).

38. INFORMASI SEGMEN

Informasi segmen Bank disajikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya, yakni pemasaran, kredit dan treasuri. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Bank sebagai berikut:

Informasi Segmen

Pemasaran Kredit Treasuri Jumlah

31 Maret 2010

A s e t

Aktiva Segmen 7.387.615 1.315.528.837 2.310.276.472 3.633.192.924

Aktiva yang tidak dpt dialokasikan 113.631.050

3.746.823.974 Kewajiban

Kewajiban Segmen 2.719.259.764 5.317.928 499.812.086 3.224.389.778

Kewajiban yg tidak dpt dialokasikan 10.895.028

3.235.284.806

Dalam dokumen PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk (Halaman 40-55)

Dokumen terkait