• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1.4. Luas Lahan

Luas lahan salah satu modal kerja dalam usahatani adalah luas lahan garapan. Luas pengusaan lahan selalu berhubungan dengan pemanfaatan lahan secara optimal guna menghasilkan manfaat ekonomi. Hasil ini tidak terlepas dari teknologi yang diterapkan. Untuk mengetahui jumlah petani responden berdasarkan luas lahan pada petani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dilihat pada Tabel 8

Tabel 8. Jumlah Petani Responden Berdasarkan Luas Lahan Pada Petani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto.

Luas Lahan Jumlah (Orang) Persentase (%)

0,1 – 0,2 6 35

0,3– 0,4 7 41

0,5 – 0,7 4 24

Jumlah 17 100

Sumber: Data primer setelah diolah, 2014

24 Petani responden di Desa Datara yang memiliki luas lahan tertinggi sebesar 0,3– 0,4 hektar sebanyak 7 orang petani responden (41 %) jumlah luas lahan akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pelaksanaan suatu usahatani.

5.1.5. Tanggungan Keluarga

Jumlah tanggungan keluarga petani responden mempunyai peranan yang cukup besar terhadap ketersediaan tenaga kerja, tetapi dilain pihak menyebabkan tingginya biaya hidup yang harus dilakukan setiap harinya. Jumlah tanggungan keluarga dapat mendorong petani terutama pada usahatani yang masih bertujuan untuk mencukupi kebutuhan untuk selalu mengarahkan produksinya pada pemenuhan kebutuhan keluarga dengan demikian jumlah tanggungan keluarga merupakan salah satu pendorong bagi petani untuk meningkatkan usahataninya.

Untuk mengetahui jumlah petani responden berdasarkan tanggungan keluarga pada petani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Jumlah Petani Responden Berdasarkan Tanggungan Keluarga Pada Petani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto

Tanggungan Keluarga Jumlah (Orang) Persentase (%)

2 – 4 12 64,00

5 – 6 3 18,00

7 – 8 2 18,00

Jumlah 17 100,00

Sumber: Data primer setelah diolah, 2014

Tabel 9 menunjukkan bahwa petani responden terbanyak berdasarkan jumlah tanggungan keluarga di Desa Datara antara 2-4 adalah 11 petani responden (64% ) Jumlah tanggungan keluarga akan berpengaruh terhadap pengalambilan keputusan pelaksanaan suatu usahatani dan jumlah tanggungan

25 keluarga merupakan potensi tenaga kerja usahatani apabila tenaga tersebut merupakan tenaga yang produktif, namun sebaliknya dapat pula sebagai beban bagi keluarga apabila tenaga tersebut bukan tenaga kerja produktif.

5.2. Analisis Usahatani Cabai Rawit 5.2.1. Penerimaan Usahatani Cabai Rawit

Semua komponen penerimana pada usahatani cabai rawit dapat diperoleh dari jumlah produksi yang dihasilkan dikali dengan harga jualnya namun karena di Desa Datara sistem jualnya perkilo sehingga petani langsung dari hasil tawar menawar antara petani dengan pedagang pengumpul. Penerimaan yang diperoleh petani untuk setiap hektarnya bervariasi tergantung dari kualitas cabai rawit yang dihasilkan serta tergantung dari harga jual cabai rawit, artinya meskipun lahan yang di tanami cabai rawit luas tetapi cabai rawit yang dihasilkan itu kualitasnya rendah (terlalu masak dan cepat membusuk) maka akan mengurangi harga beli cabe rawit (dibeli dengan harga murah) , sebaliknya ketika luas lahan yang ditanami cabai rawit sempit tetapi kualitas cabai rawit bagus maka akan dibelidengan harga tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya rata-rata penerimaan Usahatani Cabe Rawit di Desa Datara berkisar Rp 14,882,352.94.

5.2.2. Biaya Produksi Usahatani Cabai Rawit

Biaya produksi adalah seluruh pengeluaran untuk membiayai proses produksi dalam usahatani cabai rawit. Biaya yang dihitung dalam penelitian ini adalah biaya yang dikeluarkan selama satu kali tanam yang digolongkan ke dalam biaya tetap dan biaya variable.

26 1. Biaya variabel

Biaya variable yaitu biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh hasil produksi. Biaya ini meliputi, biaya ini meliputi, biaya pengadaan benih, biaya pupuk, dan alat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 10. Rata-rata biaya variable petani responden pada usahatani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto.

No Jenis Biaya Nilai Rata-rata (Rp)/Petani

1 Benih 37.050

2 Pupuk 724.764,71

3 Biaya tenaga kerja 3.008.823,52

Total Rata-rata biaya variabel 3.770.638 Sumber: data primer setelah diolah, 2015

Pada tabel 10, menunjukkan rata-rata biaya variable usahatani cabai rawit/petani adalah Rp 3.770.638 Petani cabe rawit selama satu kali tanam mngeluarkan biaya untuk pengadaan benih sebesar Rp 37.050 Biaya pupuk sebesar Rp 724.764,71 biaya tenaga kerja sebesar Rp 3.008.823,52

2. Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang dipergunakan tidak habis dalam satu kali tanam dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit, bsar biaya tidak tergantung pada besar kecilnya biaya produksi yang diperoleh, yang termasuk biaya tetap yaitu pajak serta penyusutan alat. Penyusutan yang dihitung adalah berdasarkan alat-alat milik sendiri.

27 a. Pajak lahan

Biaya pajak lahan di Desa Datara bervariasi tergantung dari besar luas lahan yang dimilki oleh petani, berdasarkan penelitian ini jumlah rata-rata pajak per tahun yaitu sebesar Rp 331,470,05.

b. Penyusutan alat

Untuk biaya penyusutan alat dihitung berdasarkan kepemilikan dari petani cabai rawit. Dalam penelitian ini yang akan dihitung adalah cangkul, parang, dan sabit. Rata-rata umur ekonomis yaitu mencapai 2 hingga 6 tahun dan biaya rata-rata untuk penyusutan alatnya Rp 40.529,41 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 9.

Tabel 11. Rata-rata biaya tetap petani responden pada usahatani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto.

No Jenis Biaya Nilai Rata-rata (Rp)

1 Pajak 331.470,05

2 Penyusutan

- cangkul 12.058,82

- parang 19.117,64

- sabit 9.352,94

Rata-rata biaya tetap 371.999,45

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2015

Pada tabel 11 menunjukan bahwa, rata-rata biaya pajak pada usahatani cabai rawit di Desa Dtara Kecamatan Bonto Ramba Kabupaten Jeneponto Rp 331.470,05 per petani dan biaya rata-rata penyusutan alat sebesar Rp 40.529,41.

Biaya penyusutan di atas diperoleh dari pengurangan nilai awal dengan nilai akhir dibagi dengan waktu pemakaian di kali dengan jumlah alat, sedangkan

28 perhitungan pajak diperoleh dari lahan pertahun di bagi dengan jamgka satu kali tanam.

3. Total biaya produksi

Total biaya produksi adalah jumlah dari biaya tetap ditambah dengan jumlah biaya variable, sedangkan dalam penelitian ni yaitu jumlah dari biaya pajak dan penyusutan alat di tambah dengan biaya pengadaan benih, pupuk, dan alat.

Tabel 12 Rata-rata Biaya produksi petani responden pada usahatani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto

No Jenis Biaya Nilai (Rp)

1 Biaya Tetap

- pajak 331.470,05

- penyusutan alat 40.529,41

Jumlah 371.999,45

2 Biaya Variabel

- benih 37.050

- pupuk 724.764,71

- biaya tenaga kerja 3.008.823,52

Jumlah 3.733.588,23

Total Rata-rata Biaya Produksi 4.105.587,68 Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2015

Tabel 12 menunjukkan bahwa biaya variabel sebesar Rp 64.101,000 kemudian biaya tetap sebesar Rp 6.324,000 sehingga jumlah total biaya produksi sebsar Rp 70.425,000 Penerimaaan merupakan hasil kali jumlah produksi cabai rawit, namun karena di Desa Datara sistem jualnya per kilo sehingga petani langsung menjualnya ke pedagang pengumpul dengan harga yang telah disepakati

29 antara petani dan pembeli, dimana rata-rata penerimaan petani responden adalah Rp 14.882.352,94 sekali tanam.

5.2.3. Analisis Pedapatan Usahatani Cabe Rawit

Pendapatan merupakan hail dari suatu usaha yang akan dinilai dari biaya yang akan dikeluarkan dan penerimaan yang diperoleh, dengan cara penerimaan yang diperoleh dikurang dengan total biaya yang digunakan dalam proses produksi. Hasil analisis pendapatan usahatani cabai rawit dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 13. Analisis pendapatan usahatani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto.

No Uraian Nilai (Rp)

1 Total rata-rata penerimaan 14.882.352,94

2 Total rata-rata biaya 3.365.308,32

Rata-rata pendapatan 10.549.941,17

Sumber:Data Primer Setelah Diolah, 2015

Berdasarkan tabel 13 menunjukkan bahwa total penerimaan sebesar Rp.

273.000,000, total biaya sebesar Rp 63.471.000 Jadi, jumlah total rata-rata penerimaan dikurangi total rata-rata biaya sehingga diperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp 10.549.941,17 Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk setiap petani di Desa Datara untuk satu kali tanam sebesar Rp 10.549.941,17.

30

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto, maka diperoleh kesimpulan yaitu hasil penelitian menunjukkan besarnya pendapatan rata-rata usahatani cabai rawit yaitu sebesar Rp. 10.549.941,17/ orang, maka usahatani cabai rawit yang di Desa Datara Kecamatan Bonto Ramba Kabupaten Jeneponto sangat layak untuk diusahakan.

6.2. Saran

Adapun saran untuk membantu usahatani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto yaitu sebagai berikut:

1. Pemanfaatan lahan setelah tanam padi untuk budidaya tanaman cabai rawit dapat ditingkatkan luasan dan teknologi budidaya agar lahan sawah tersebut dapat memberikan penghasilan tambahan bagi petani setempat.

2. Kepada peneliti selanjutnya agar kiranya diadakan penelitian tentang analisis pendapatan cabai lainnya agar dapat diketahui kelayakan usahatani tanaman jenis cabai/ Lombok yang lain.

3. Sebaiknya pemerintah memberikan kebijaksanaan harga jual layak serta bantuan alat-alat pertanian sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2001. Analisis. http://www google. Diakses Tanggal 28 April 2014.

Anonim, 2010. Teknologi Budidaya Tanaman Cabe. http://www.google.com.

Budidaya jagung. Diakses Tanggal 28 April 2014.

Departemen Pertanian. 2005. Tersedia pada http://www. Pembangunan pertanian di Indonesia.go.id./news/detail.go.id. Diakses Tanggal 30 April 2014.

Husodo, 2004. Pertanian Mandiri ; Pandangan Strategis Para Pakar untuk Kemajuan Pertanian Indonesia. Penebar Swadaya. Jakarta.

Hermanto, Fadhoi. 1989. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya Jakarta

Mubyarto. 2001. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia (UI - Press).

Jakarta.

Patong. 1973. Sendi-Sendi Pokok Ilmu Usahatani.Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Prawikusumo, 2000. Usahatani Jagung. Rieka Cipta, Jakarta.

Rahim, Abd dan Diah R.D. Pengantar, Teori dan Kasus Ekonomika Pertanian.

Penerbar Swadaya. Jakarta.

Soekartawi, 2002. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia. Jakarta.

Soekartawi, 2006. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Ui Press, Jakarta.

Lampiran 1. Kuesioner penelitian analisis pendapatan petani cabai rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto

I. Identitas Responden 1. Nama……….

2. Umur ……… Tahun 3. Pendidikan Formal :

a. Buta Huruf c. SLTP/SMP

b. SD d. SLTA/SMA

4. Pekerjaan Pokok :

a. Petani c. Pegawai Negri

b. Pedagang/Wiraswasta d. ………

5. Pekerjaan Sampingan :

6. Pengalaman Usahatani :……….. Tahun 7. Tanggungan Keluarga :……… Tahun II. Keadaan Usahatani

1. Jenis lahan yang ditanami :

No. Bentuk Lahan Luas lahan yang ditanami (Ha) Jumlah (Ha) 1. Sawah

Jumlah

2. Jenis alat yang dimiliki :

III. Penggunaan Sarana Produksi 1. Penggunaan Benih

No. Varietas Benih Benih (Gr) Harga (Rp/Gr) Jumlah (Rp) 1.

Jumlah

2. Penggunaan Pupuk

No. Jenis Pupuk Pupuk (Kg) Harga (Rp/Gr) Jumlah (Rp) I Organik :

- Pupuk kompos - Pupuk organik Cair II Anorganik :

- Urea - ZA

Jumlah

3. Biaya Tenaga Kerja

No. Jenis Kegiatan Jumlah (Orang)

Waktu Kerja (Hari)

Upah Kerja (Rp)

Jumlah Upah (Rp) 1. Pengolaha Lahan

2. Penanaman 3. Pemeliharaan 4 Panen Jumlah

IV. Penerimaan Usahatani

No. Jenis Tanaman Luas (Ha) Produksi (Kg)

Harga (Rp/buah)

Nilai (Rp) 1. Cabai rawit

Jumlah

Lampiran 2. Identitas Responden di Desa Datara Kecamatan Bontoramba

Lampiran 3. Penerimaan dari usahatani cabai rawit di Desa Datara Kecamata Bonto Ramba

Rata-Rata 0,35 2.152,94 25.000 53.823.529,41

Lampiran 4. Biaya Tenaga Kerja

Pengolahan Lahan Pemeliharaan Panen Total Upah

No. res Luas (Rp)

Lampiran 5 Biaya Variabel

No. Res Luas Lahan

Ha

Bemih Jumlah pupuk yang digunakan Biaya Tenaga Kerja

Total

1.000.000 360.000 500.000

2.780.000

400.000 120.000 100.000

1.160.000

800.000 270.000 225.000

2.025.000

750.000 750.000 500.000

2.820.000

400.000 750.000 375.000

1.845.000

800.000 270.000 225.000

2.025.000

400.000 120.000 100.000

1.148.000

750.000 270.000 500.000

2.328.000

1.000.000 480.000 500.000

3.055.000

750.000 360.000 500.000

2.530.000

1.000.000 240.000 250.000

2.670.000

1.000.000 270.000 500.000

2.690.000

750.000 270.000 500.000

1.948.380

14 0,3 60

800.000 270.000 225.000

2.013.000

400.000 120.000 100.000

1.160.000

750.000 480.000 500.000

2.550.000

714.705,88 338.823,52 338.235,29

2.128.963,52

Lampiran 6 Biaya Tetap( Penyusutan alat dan biaya pajak )

No. Res

Cangkal Sabit Parang

Total

Lampiran 7.Total Biaya Variabel

No. Res Biaya Variabel

Benih (Rp) Pupuk (Rp) Tenaga Kerja

366.000 12.321.000 23.885.000

36.572.000 Rata-rata

21.529 724.764,70 1.405.000 2.151.294,11

Lampiran 8. Total Pendapatan Petani responden di Desa Datara Kecamata Bontoramba Kabupaten Jeneponto.

No Res Penerimaan usahatani cabe

Jumah 915.000.000 36.572.000

1.786.500

878.841.500

Rata Rata 53.823.529,41 2.151.294,11

105.088,23

51.696.558,82

Lampiran 9 Peta Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto

Lampiran 10 Dokumentasi

Tanaman Cabe rawit

Caberawit yang siap panen

Petani Responden yang sedang panen cabe rawit

Petani Responden yang sedang panen cabe rawit

Petani Responden yang sedang panen cabe rawit

Petani Responden yang sedang panen cabe rawit

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Karampuang tanggal 30 Maret 1991 dari ayah Somba dan ibu Sabi. Penulis merupakan anak keempat dari 4 bersaudara.

Pendidikan formal yang dilalui penulis adalah SDN 94 Karampuang dan lulus pada tahun 2003, SMPN 1 Bontoramba dan lulus pada tahun 2006, SMKN 6 Jeneponto dan lulus pada tahun 2009. Pada tahun 2010, penulis lulus seleksi masuk Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tugas akhir dalam pendidikan tinggi diselesaikan dengan menulis skripsi yang berjudul “Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto”.

Dokumen terkait