• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran

Dalam dokumen DPRD KABUPATEN JEPARA (Halaman 25-200)

BAB II Kegiatan

H. Lampiran

1. Surat Rekomendasi dari BPSDMD Provinsi Jawa Tengah 2. Surat Undangan Workshop

3. Jadwal Workshop 4. Susunan Panitia

5. Surat penunjukkan atau kesediaan pelaksanaan Workshop dari Sekretaris DPRD Kab.

Jepara

6. MoU USM dengan Sekretariat DPRD Kab. Jepara

7. Akreditasi Institusi USM dan Akreditasi Program Studi di USM 8. Absensi dan Biodata Narasumber

9. Absensi dan Biodata Moderator

10

LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA – UNIVERSITAS SEMARANG ( PPSDM-USM )

10. Absensi Peserta Workshop Pimpinan dan Anggota DPRD Kab. Jepara 11. Absensi Peserta OPD Kab. Jepara

12. Absensi Pendamping dari Sekretariat DPRD Kab. Jepara 13. Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Workshop

14. Fotokopi Sertifikat Peserta Workshop 15. Materi – materi Workshop

16. Hasil Rapid Test 17. Dokumentasi 18. Daftar Kamar

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

DAFTAR LAMPIRAN

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

SURAT REKOMENDASI

DARI BPSDMD PROVINSI JAWA TENGAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

BADAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

Jalan Setiabudi Nomor 201 A Semarang Kode Pos 50263

Telepon 024-7473066 Faksimile 024-7473701 Laman http://bpsdmd.jatengprov.go.id Surat Elektronik [email protected]

Semarang, 16 April 2021 Nomor : 073.3/PT04/276.287/2021 Kepada :

Lampiran : 1 (satu) bendel

Perihal : Rekomendasi Penyelenggaraan 022/PPSDM.USM/RKM.WK, tanggal 14 April 2021, hal Rekomendasi Penyelenggaraan Workshop Bagi Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Jepara, dengan hormat disampaikan bahwa kami telah memeriksa berkas kelengkapan dokumen yang telah diajukan dan dengan ini menyatakan memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan Workshop DPRD Kabupaten Jepara yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2021 sampai dengan 02 Mei 2021 bertempat di Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

   Sehubungan dengan itu, diminta perhatian Saudara untuk hal-hal sebagai berikut:

1. Proses penyelenggaraan kegiatan dimaksud agar berpedoman pada Permendagri Nomor 133 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 14 tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 133 Tahun 2017 tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota;

2. Teknis penyelenggaraan kegiatan wajib berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 440-842 tahun 2020 tanggal 31 Mei 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440-830 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01.07/Menkes/382/2020 tanggal 19 Juni 2020 antara lain, sebagai berikut:

a. Tempat pelaksanaan pendalaman tugas harus dalam kategori zonasi risiko tidak terdampak atau tidak ada kasus atau risiko rendah, berdasarkan data zonasi risiko yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dalam

penanganan Covid-19;

b. Jumlah peserta dalam satu kegiatan tidak boleh lebih dari 50 (lima puluh) orang dan menempati paling banyak 50% dari kapasitas ruangan serta wajib menjaga jarak minimal 1.5 meter;

c. Akomodasi peserta 1 kamar untuk 1 orang;

d. Hal-hal lain yang diatur dalam protokol kesehatan Covid-19;

3. Materi kegiatan dimaksud mengacu pada usulan proposal yang meliputi:

a. Penerapan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah dan Catatan atas LKPJ Bupati Jepara Tahun 2020;

b. Up Your Happiness :Hidup Penuh dengan Syukur;

c. Pembahasan Pemda Bersama DPRD tentang LHP BPK RI atas APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Persiapan Pembahasan dan Pengesahan APBD Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2020, dimana SILPA Tahun 2020 dan Tindakan Administratif terhadap Oknum Pelaku Kesalahan Mengelola APBD adalah bagian subtansi yang terpenting;

d. FGD (Focus Group Discussion) “Telaah Bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020”;

4. Penyelenggaraan berpedoman pada Surat Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri Nomor 895.3/4007/BPSDM, hal Pelaksanaan Pendalaman Tugas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru, tanggal 17 Juli 2020 dan menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara;

5. Anggaran kegiatan dimaksud agar dikelola sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan administrasi pertanggungjawaban keuangan menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara;

6. Penyelenggara harus melaporkan pelaksanaan kegiatan dimaksud secara tertulis kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah paling lambat 7 (tujuh) hari setelah penutupan. Laporan dimaksud mendeskripsikan seluruh proses pembelajaran sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku;

7. BPSDMD Provinsi Jawa Tengah akan menugaskan 1 (satu) orang Pegawai BPSDMD Provinsi Jawa Tengah guna melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan kegiatan dimaksud. Hasil monitoring dan evaluasi disampaikan kepada Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah sebagai bahan kajian untuk penyempurnaan dan penetapan pelaksanaan kegiatan sejenis berikutnya;

8. Permohonan nomor registrasi disampaikan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri yang ditandatangani oleh Rektor dengan melampirkan data kehadiran peserta;

9. Dalam hal pelaksanan pendalaman tugas tidak sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 maka rekomendasi tidak berlaku dan tidak akan diterbitkan nomor registrasi;

10. Informasi dan koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi BPSDMD Provinsi Jawa Tengah u.p. Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Penjaminan Mutu melalui Telepon/Faksimile (024) 7473066 extention 108 / (024) 7473701

   Demikian untuk menjadikan perhatian dan atas kerjasamanya disampaikan terima kasih.

a.n. GUBERNUR JAWA TENGAH Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah

Drs. MOHAMAD ARIEF IRWANTO, M.Si Pembina Utama Madya

NIP. 19680614 199001 1 001

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Gubernur Jawa Tengah;

2. Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah;

3. Bupati Jepara;

4. Sekretaris DPRD Kabupaten Jepara;

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

SURAT UNDANGAN

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

JADWAL

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

SUSUNAN PANITIA

Y A Y A S A N A L U M N I U N I V E R S I T A S D I P O N E G O R O

UNIVERSITAS SEMARANG

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNIVERSITAS SEMARANG (PPSDM-USM) Sekretariat : Jl. Soekarno Hatta Tlogosari 50196 Telp. (024) 6702757

Website : www.usm.ac.id email ; [email protected]

, S1 Perencanaan Wilayah dan Kota

SUSUNAN PANITIA

WORKSHOP PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD KABUPATEN JEPARA

”Telaah Bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020”

Hotel Grandhika Pemuda - Kota Semarang, 30 April s.d. 2 Mei 2021

Penasehat : Rektor Universitas Semarang Ketua Pelaksana : Edi Purnomo, S.E., M.M., Akt..

Sekretaris : Annisa G.R., S.E.

Bendahara : Ayuni Puspowati, S.E.

Narasumber : 1. Ismail Amir (Konsultan Perencanaan dan Anggaran Daerah) 2. Eko Suseno (Motivator)

3. Agus Priyono (BPK RI Balai Diklat PKN Yogyakarta)

Moderator : 1. Sudarmono, S.E., M.M.

Semarang, 3 Mei 2021

Ketua Pelaksana Harian PPSDM-USM

Edi Purnomo, S.E., M.M., Akt

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

SURAT PENUNJUKAN DARI SEKRETARIAT DPRD

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

MoU USM DENGAN SEKRETARIAT DPRD

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

AKREDITASI INSTITUSI DAN AKREDITASI

PROGRAM STUDI USM

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

ABSENSI DAN BIODATA NARASUMBER

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

ABSENSI DAN BIODATA MODERATOR

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

ABSENSI PESERTA

PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

ABSENSI PESERTA

OPD KABUPATEN JEPARA

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

ABSENSI PENDAMPING SEKRETARIAT DPRD

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

HASIL EVALUASI PENYELENGGARAAN

1

LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA – ( PPSDM – USM )

HASIL EVALUASI

Kegiatan evaluasi terhadap kegiatan Workshop dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada peserta, untuk memperoleh kesimpulan apakah kegiatan Workshop yang kami selenggarakan ini telah berjalan baik atau belum. Berikut kami sampaikan rekap hasil sebaran kuesioner, sebagai berikut:

1. Isi Program Workshop

No Aspek yang dievaluasi Jawaban

Jumlah Peserta 1 2 3 4 5

1. Saya memahami tujuan kegiatan ini - - 2 19 28 49 2. Program kegiatan ini sesuai dengan

harapan saya - - - 14 35 49

3. Isi program kegiatan ini sesuai pekerjaan

saya - - 2 18 29 49

Keterangan:

1. : Tidak Memuaskan 2. : Kurang Memuaskan 3. : Cukup Memuaskan 4. : Memuaskan

5. : Sangat Memuaskan

2. Pelaksanaan Program Workshop

No Aspek yang dievaluasi Jawaban Jumlah

Peserta 1 2 3 4 5

1. Aktivitas kegiatan yang dilakukan sangat membantu proses

pembelajaran

- - - 16 33 49

2. Kegiatan ini menggunakan media

Interaktif yang cukup beragam - - 3 16 30 49 3. Tingkat kesulitan kegiatan ini sesuai

Kemampuan peserta - - 2 18 29 49

2

LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA – ( PPSDM – USM )

Keterangan:

3. Widyaiswara/ Pengajar/ Narasumber

No Aspek yang dievaluasi Jawaban

Jumlah Peserta 1 2 3 4 5

1. Pemateri menyiapkan materi

pembelajaran dengan baik - - - 22 27 49

2. Pemateri selalu siap membantu peserta

selama kegiatan - - 2 21 26 49

3. Pemateri menguasai materi dan mampu

menjawab pertanyaan peserta - - - 21 28 49

No Aspek yang dievaluasi Jawaban

Jumlah Peserta 1 2 3 4 5

1. Kurikulum sesuai dengan kebutuhan

di lapangan - - 2 21 26 49

2. Pokok bahasan dalam bahan ajar tepat

sesuai kebutuhan - - 3 18 28 49

3. Kompetensi yang diharapkan terinci dalam

bahan ajar. - - 4 18 27 49

3

LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA – ( PPSDM – USM )

Keterangan:

No Aspek yang dievaluasi Jawaban

Jumlah Peserta 1 2 3 4 5

1. Panitia penyelenggara mengerti apa menjadi tugas dan fungsinya secara profesional.

- - - 14 35 49

2. Organisasi penyelenggara, Jelas dan

terorganisasi - - - 17 32 49

3. Panitia bertanggung jawab atas

keseluruhan penyelenggaraan - - - 14 35 49 4. Kebersihan Prasarana Pembelajaran - - 2 21 26 49 5. Keberfungsian Sarana Pembelajaran - - - 18 31 49 6. Ketersediaan bahan pembelajaran - - - 16 33 49 7. Ketersediaan dan Kualitas perlengkapan

Peserta - - - 24 25 49

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

FOTOKOPI SERTIFIKAT PESERTA

YAYASAN ALUMNI UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS SEMARANG (USM)

MATERI – MATERI

WORKSHOP WORKSHOP

Hotel Grandhika Pemuda – Kota Semarang, 30 April s.d. 2 Mei 2021 Hotel Grandhika Pemuda – Kota Semarang, 30 April s.d. 2 Mei 2021

DISELENGGARAKAN OLEH :

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNIVERSITAS SEMARANG (PPSDM-USM)

BEKERJASAMA DENGAN SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN JEPARA

MATERI MATERI

DPRD KABUPATEN JEPARA DPRD KABUPATEN JEPARA

Telaah Bersama Pemerintah Kabupaten Jepara

dan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020 Telaah Bersama Pemerintah Kabupaten Jepara

dan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat menyusun materi Workshop DPRD Kabupaten Jepara dengan tema “Telaah Bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020” yang dilaksanakan di Hotel Grandhika Pemuda – Kota Semarang, tanggal 30 April s.d. 2 Mei 2021, yang diikuti oleh Pimpinan, Anggota DPRD Kabupaten Jepara, beserta pendamping jajaran Sekretariat DPRD Kabupaten Jepara dan OPD Kabupaten Jepara.

Kepada semua pihak yang telah ikut berperan aktif dalam penyelenggaraan Kegiatan Workshop ini, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, semoga upaya, jerih payah dan pengabdian yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya.

Demikian kami sampaikan, sebagai bahan masukan bagi yang membutuhkan dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Semarang, 29 April 2021 Ketua Harian PPSDM USM

Edi Purnomo, S.E., M.M., Akt.

NST. 13922018

MATERI 1

“Penerapan DPRD dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah dan Catatan atas LKPJ Bupati Jepara Tahun 2020”

Oleh : : Ismail Amir

(Konsultan Perencanaan dan Anggaran Daerah)

1

BEBERAPA CATATAN DAN REKOMENDASI ATAS LKPJ BUPATI JEPARA TAHUN 2020 Oleh Tim Fitra Jatim

A. PENGANTAR:

Untuk memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa, Kepala daerah wajib menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ), dan ringkasan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD). Laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mencakup laporan kinerja instansi Pemerintah Daerah.

Selanjutnya di tegaskan dalam UU tersebut bahwa, LKPJ merupakan laporan yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah kepada Dewan perwakilan Rakyat daerah (DPRD), memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah selama 1 (satu) tahun anggaran. Ruang lingkupnya meliputi: Laporan Hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan Laporan Hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan

Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah telah menetapkan peraturan teknis yang mengatur mekanisme dan tata cara penyusunan dan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah, yaitu berupa Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 13 tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah pengganti PP nomor 3 Tahun 2007.

Memenuhi amanat Undang-undang tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah yang mengatur secara teknis tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah tersebut, mengakhiri tahun anggaran 2020, Bupati Jepara selaku pimpinan penyelenggara pemerintahan di daerah, telah menyampaikan laporan kinerja pelaksanaan pembangunan tahun 2020 beserta laporan anggarannya. Laporan kinerja dan anggaran tersebut disampaikan kepada DPRD dalam bentuk dokumen LKPJ. yang antara lain berisi 5 (lima) bab tentang:

1) Pendahuluan (Dasar hukum, Visi dan Misi, Data umum daerah)

2

2) Kebijakan umum pengelolaan keuangan

3) Laporan Hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, Kebijakan Strategis yang Ditetapkan, Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD thn 2019

4) Capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan 5) Penutup

LKPJ tahun 2020 yang disampaikan kepada DPRD Kabupaten Jepara ini dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan (evaluasi internal) DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga terjadi check and balances sistem pemerintahan di daerah yang lebih seimbang antara DPRD dan Pemerintah Daerah.

LKPJ Bupati Jepara Tahun 2020 merupakan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan tahun ke 3 (tiga) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2017-2022. Dimana tahun tersebut merupakan tahun pemantapan pembangunan daerah mencapai Visi dan misi yang baru yaitu:

“Mewujudkan Jepara Madani yang Berkarakter, Maju dan Berdaya Saing”

Sayangnya pemberlakuan kebijakan pembatasan social untuk mencegah semakin meluasnya Covid-19 sejak awal tahun 2020, sangat mempengaruhi kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun tersebut, perekonomian tahun 2020 dilaporkan terkontraksi, pengangguran meningkat dan tingkat kesejahteraan masyarakat menurun.

Secara garis besar dokumen LKPJ 2020 telah menyajikan data dan informasi realisasi capaian program kegiatan dan indikator kinerja, keberhasilan serta permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan selama Tahun 2020.

Selanjutnya menjadi tugas DPRD untuk memberikan catatan dan rekomendasi guna perbaikan kebijakan pada masa yang akan datang.

Sesuai regulasi yang mengaturnya perbaikan kebijakan yang direkomendasikan oleh DPRD dalam pembahasan LKPJ setiap tahunnya meliputi:

1. Perbaikan perencanaan pembangunan pada tahun berjalan dan tahun berikutnya;

2. Perbaikan anggaran pada tahun berjalan dan tahun berikutnya; dan

3. Perbaikan Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah, dan/atau kebijakan strategis kepala daerah.

4. Penyempurnaan kebijakan strategis Kepala Daerah

3

B. TEMA PEMBANGUNAN DAN PROGRAM PRIORITAS TAHUN 2020:

Sebagaimana yang tersaji dalam dokumen LKPJ bahwa, LKPJ Bupati Jepara Tahun 2020 penyusunannya didasarkan atas laporan pelaksanaan program dan kegiatan untuk mencapai Visi dan Misi daerah dalam RPJMD Kabupaten Jepara 2017-2022 yaitu Visi ““Mewujudkan Jepara Madani yang Berkarakter, Maju dan Berdaya Saing”

Guna pencapaian visi yang telah ditetapkan, maka Pemerintah Kabupaten Jepara merumuskan misi pembangunan sebagai upaya mengemban pencapaian visi pembangunan sebagai berikut:

1. Memperkuat Potensi Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Religius dan Berbudaya.

2. Pendayagunaan Sumber Daya Alam yang Seimbang untuk Kesejahteraan Masyarakat.

3. Mewujudkan Perekonomian Daerah yang Progresif dan Mandiri.

4. Mewujudkan Pemerataan Pembangunan yang Berkeadilan.

5. Meningkatkan Tatakelola Pemerintahan yang baik (good governance) dan Pelayanan Publik yang Profesional.

Sebagaimana di sajikan dalam Bab IV RKPD Kabupaten Jepara tahun 2020 beserta perubahannya bahwa, Sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Bupati, serta tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2017-2022, maka telah ditetapkan arah kebijakan, tema dan prioritas pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2020, yaitu: “Penguatan Kualitas SDM Untuk Mendukung Tumbuhnya Industri Kreatif Berbasis Potensi Unggulan”.

Namun demikian sesuai perkembangan terkini pada awal tahun 2020 bahwa Akibat pandemic covid -19 Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyesuaikan kembali prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2020 ini, dengan memperhatikan dinamika pandemi meski masih tetap selaraskan dengan prioritas pembangunan tahun 2020.

Perubahan prioritas dan sasaran pembangunan tersebut antara lain sebagaimana table di bawah ini yang dikutip dari Perubahan RKPD 2020 Kabupaten Jepara:

4

5

6

Sedangkan untuk pendanaan pembangunan tahun 2020 telah dirumuskan kebijakan keuangan daerah guna membiayai kegiatan mencapai target kinerja dari tujuan dan sasaran daerah tahun 2020. disepakati dalam KUA PPAS 2020 dan ditetapkan perda APBD dengan beberapakali Perubahannya melaui kebijakan refocusing dan realokasi anggaran tahun 2020 untuk pencegahan dan penangan pandemic covid – 19 (……. kali perubahan penjabaran APBD dengan perkada dan 1 kali perubahan perda APBD).

 Adapun target pendapatan dan alokasi belanja serta besaran defisit tahun 2020, yang di tetapkan dalam APBD dengan ……. kali perubahan PERBUP dan sekali perubahan perda APBD tahun 2020, adalah sebagai berikut:

Uraian

C. RUANG LINGKUP ANALISIS DOKUMEN LKPJ:

Ruang lingkup analisis LKPJ Bupati Jepara tahun 2020 meliputi:

1) Capaian indikator makro ekonomi dan sosial daerah 2) Capaian indikator kinerja keuangan daerah

3) Capaian indikator kinerja tujuan dan sasaran Misi Daerah

4) Capaian kinerja urusan Wajib pelayanan dasar berdasarkan SPM.

7

D. HASIL ANALISIS LKPJ BUPATI JEPARA 2020.

D.1. CAPAIAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO DAN SOSIAL DAERAH 2020:

Tidak banyak yang dapat di ketahui untuk dianalisis dan diambil kesimpulan dari sajian perkembangan data umum Kabupaten Jepara sampai dengan tahun 2020, oleh karena, minimnya penyajian dalam bab ini.

Sajian data dalam bab I ini hanya data geografis wilayah dan demografis (jumlah penduduk pertumbuhannya dan jumlah PNS). Sedangkan data kinerja ekonomi makro dan kesejahteraan sosial seperti perkembangan pertumbuhan ekonomi, PDRB, inflasi, Indeks gini, Tingkat Pengangguran terbuka (TPT) kemiskinan dan data penting makro ekonomi dan lainnya tidak dilaporkan perkembangan capaiannya dalam bab ini.

 Untuk itu direkomendasikan agar Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Jepara dapat meminta tambahan data data perkembangan capaian kesejahteraan masyarakat (ekonomi makro) dan data capaian kesejahteraan sosial lima tahun terakhir sampai dengan tahun yang dipertanggungjawabkan yaitu tahun anggaran 2020. dengan demikian DPRD dapat mengetahui (Tren) perkembangan capaian indicator kinerja tingkat kesejahteraan masyarakat sebagai impact (dampak) dari program dan kegiatan pembangunan yang selama ini di implementasikan oleh pemerintah daerah sampai dengan tahun 2020.

 Pandemi Covid-19 dirasakan sangat berpengaruh terhadap capaian kondisi makro ekonomi Kabupaten Jepara. Beberapa indikator makro ekonomi terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan dari target yang ditetapkan dalam RKPD 2020. Ekonomi tahun 2020 terkontraksi.

Menurut data BPS Jawa Tengah, Tahun 2020 dilaporkan ekonomi Kabupaten Jepara tumbuh minus 1,94% dibawah (lebih dangkal kontraksinya) dari rata rata Jawa Tengah yang sebesar minus 2,65%, Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) bertambah sebesar 3,78% menjadi 6,70% di tahun 2020 dari 2,92% di tahun 2019 dan angka kemiskinan meningkat 0,51% menjadi 7,17% ditahun 2020 dari 6,66% ditahun 2019. Berikut data capaian makro ekonomi dan social yang di diolah dari data BPS Jateng 2021.

8

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,25 70,29 71,38 71,88 71,99

 Dari data tersebut diatas nampaknya kontraksi ekonomi pada tahun 2020 Kabupaten Jepara termasuk yang dangkal diantara 35 Kabupaten/Kota se jawa Tengah (minus dibawah 2%), dampak sosialnya termasuk rata rata Jawa tengah, yaitu pengangguran terbuka yang meningkat 3,78% , penduduk miskin meningkat 0,51% (antara 0,5% - 1%). Jika dibandingkan dengan daerah lain misalnya Kabupaten SEiMARANG kontraksi ekonominya minus 2,67% (lebih dalam dari Jepara), TPT meningkat 1,99% (dibawah 2%), penduduk miskin meningkat hanya 0,47% (dibawah 0,5%). Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengatasi dampak dari pandemic covid 19 (menekan/menahan laju peningkatan kemiskinan) pada tahun 2020 masih tergolong cukup efektif namun dibanding Kabupaten yang lain nampaknya masih ada yang lebih baik/efektif seperti Kabupaten Semarang tersebut. Berikut data data pendukungnya:

5,06% 5,39% 5,85% 6,02%

9

10

4,84%

3,75%

2,92%

6,70%

R 2017 R 2018 R 2019 Real 2020

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA JEPARA

8,35%

8,12%

7,00% 6,66%

7,17%

0,00%

1,00%

2,00%

3,00%

4,00%

5,00%

6,00%

7,00%

8,00%

9,00%

R 2 0 1 6 R 2 0 1 7 R 2 0 1 8 R 2 0 1 9 R E A L 2 0 2 0

T R EN PEN D UD UK MISK IN K AB UPAT EN J EPAR A

11

12

 Berita baiknya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai alat ukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup, tahun 2020 capaiannya sebesar 71,99, sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian karena indeks Pendidikan merupakan salah satu komponen penghitung IPM, dengan pembelajaran lewat daring tentu akan

13

menjadi ancaman baru bagi kualitas Pendidikan di hamper seluruh Indonesia

“dimasa pandemi Pendidikan seperti kekurangan asupan gizi”

dikhawatirkan dalam jangka panjang kita akan mengalami “stunting Pendidikan”. (Kita semua tentu percaya bahwa Tidak ada Pendidikan yang lebih baik kecuali tatap muka di sekolah, memang seperti kejujuran, kedisiplinan dan perilaku luhur lainnya tentu harus dibelajarkan lewat tatap muka tidak lewat daring).

Capaian IPM Kabupaten Jepara tahun 2020 sebesar 71,99, nilainya masih diatas rata IPM Provinsi, dimana IPM Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 sebesar 71,87 Kabupaten Jepara termasuk salah satu dari 12 kabupaten (bagian dari 29 Kabupaten) di Jawa Tengah yang IPM nya masih di antara 70 – 75 belum tergolong yang diatas 75, hal ini tentu patut memperoleh perhatian yang serius dari Pemerintah daerah agar pada masa mendatang ada lompatan capaian IPM melebihi Kabupaten lainnya.

Memang Perkembangan IPM Kabupaten Jepara dalam kurun waktu 2016 - 2020 cenderung meningkat, namun tahun 2020 lajunya lebih lamban dibanding tahun sebelumnya, dimana tahun 2020 hanya meningkat 0,11 saja dari tahun 2019. Mulanya IPM Kabupaten Jepara sebesar 70,25 pada tahun 2016 menjadi 70,29 ditahun 2017 kemudian 71,38 di tahun 2018 (meningkat 1,09) kemudian menjadi 71,88 pada tahun 2019 ( meningkat 0,5 dari tahun 2018) dan sebesar 71,99 ditahun 2020 (hanya meningkat 0,11 saja).

70,25 70,29

71,38

71,88 71,99

R 2016 R 2017 R 2018 R 2019 Real 2020

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) JEPARA

14

Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 - 2020

Rekomendasi:

 Atas capaian indikator makro ekonomi dan sosial tahun 2020 yang mengalami penurunan, DPRD Kabupaten Jepara tentu dapat memahaminya bahwa, tahun 2020 sebagai situasi darurat kesehatan, dimana pembatasan aktifitas masyarakat untuk mencegah semakin meluasnya pandemic covid-19 tentu dampaknya akan menurunkan kinerja ekonomi dan sosial tahun 2020 dimana

15

target-target makro ekonomi dan kesejahteraan sosial yang telah di tetapkan pada tahun anggaran 2020 banyak yang tidak tercapai, untuk itu atas menurunnya kinerja ekonomi dan sosial di tahun 2020 DPRD merekomendasikan:

TUJUAN REKOMENDASI DPRD

1) Percepatan kelancaran pelayanan vaksinasi bagi kelompok rentan dan pelayanan public serta pekerja ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jepara.

b) Tetap mewajibkan penerapan protocol Kesehatan pada semua aktifitas pemerintah daerah dan masyarakat yang berpotensi besar terjadi penularan covid-19.

2) Percepatan Pemulihan

ekonomi a) Pemerintah daerah segera mengidentifikasi sector perekonomian penyumbang PDRB mana saja yang sangat terpuruk, terpuruk dan normal oleh pandemic covid-19 ini.tiga ketegori terdampak tersebut penting untuk di identifikasi agar kebijakan pemda lebih tepat sasaran (efektif).

b) Dari data hasil identifikasi berbagai sector terdampak covid-19 tersebut, pemerintah daerah pada tahun anggaran perubahan 2021 segera mengambil Langkah Langkah taktis berupa kebijakan baik regulasi maupun anggaran yang memadai, untuk

 menyelamatkan sektor yang sangat terpuruk,

 pemulihan sector yang terpuruk dan

 akselerasi sector yang masih normal, agar perekonomian segera recovery.

c) Mempertahankan kemampuan konsumsi masyarakat melalui menekan laju inflasi pada tingkat paling rendah, meperluas bantuan social yang tepat sasaran dan penciptaan lapangan kerja.

d) Mempercepat realisasi konsumsi pemerintah

d) Mempercepat realisasi konsumsi pemerintah

Dalam dokumen DPRD KABUPATEN JEPARA (Halaman 25-200)

Dokumen terkait