• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN 3: KUESIONER

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA TESIS (Halaman 81-86)

Kode Responden

Tanggal Pengisian: Petunjuk Pengisian:

1. Kuesioener ini ditujukan kepada perawat / analisis / pembantu perawat di IGD, rawat inap, ICU, kamar bedah, dan laboratorium.

2. Kuesioener ini terdiri dari dua bagian, yaitu: Bagian 1: Karakteristik responden paramedic

Bagian 2: Luka tusuk jarum suntik (LTJS) dan faktor-faktor yang Berhubungan dengan LTJS.

3. Silahkan mencoba penjelasan tentang singktan dan istilah teknis pada halaman ini.

4. Bacalah petunjuk pengisian sebelum memberikan jawaban.

5. Periksalah sekali lagi kelengkapan jawaban anda, pastikan tidak ada item pertanyaan/pertanyaan yang belum dijawab.

Singkatan dan istilah:

LTJS atau luka tusuk jarum suntik adalah luka tertusuk jarum suntik secara tidak sengaja saat bekerja, tidak termasuk jarum jahit luka.

Kewaspadaan universal atau universal precaution: adalah standar bahwa bekerja harus mematuhi prosedur pengunaan alat suntik yang aman, penggunaan alat suntik dengan safety design, dan memperlakukan darah dan cariran tubuh sebagai bahan infeksius.

Jarum suntik safety design adalah jarum suntik dengan rancangan aman untuk menghindari terjadinya LTJS.

APD atau alat pelindung diri meliputi sarung tangan, gaun dan alas kaki saat melakukan suntikan, venopunksi maupun prosedur invasif lainnya.

PEP (Post Exposure Prophylaxes) adalah obat atau terapi yang diberikan segera sesudah seseorang terpajan darah dan / atau cairan tubuh yang dapat menularkan infeksi, misalnya HBV, HCV, dan HIV.

PEP hepatitis B berupa HBIG untuk HBV dan diberikan dalam 72 jam pasca terpajan.

PEP HIV berupa kombinasi tablet ARV (anti retrovirus) diberikan antara satu sd dua jam pasca terpajan.

65

Format hh/bb/tttt adalah format tanggal misalnya 12/08/1999 yang berarti 12 Agustus 1999

Karakteristik Responden

Petunjuk:

Pilihlah jawaban sesuai karakteristik anda

Beri tanda (√) ) pada

□ (

kotak jawaban) yang tersedia. Isi spasi kosong pada pernyataan lama bekerja.

1.1 Jenis kelamin : □ 2. Pria □ 1. Wanita

1.2 Tanggal lahir : ____________ (format: hh/bb/tttt)

1.3 Masa kerja : Rumkital Dr. Midiyato S tahun bulan 1.4 Tingkat pendidikan : □ 1. SPK atau sederajat

□ 2. DIIIKeperawatan/Kebidanan/Anestesi/Analisis/sederajat □ 3. S1 Keperawatan atau sederajat

1.5 Unit Kerja : □ 1. IGD □ 2. Rawat Inap □ 3. ICU □ 4. Kamar Bedah □ 5. Lab

LTJS dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya.

Petunjuk Pengisian:

1. Jawablah pernyataan di bawah ini sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan

berikan tanda (√) di kolom yang telah disediakan

2. Singkatan: SJ = Sangat Jarang, JR = Jarang, SR = Sering, SS = Sangat Sering I. PERTANYAAN TENTANG FAKTOR PERSONAL, FAKTOR PEKERJAAN,

LINGKUNGAN KERJA DAN ASPEK PENDUKUNG

Silahkan centang (√) pada salah satu kolom pilihan yang menurut Anda paling sesuai dengan pendapat Anda.

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA

PENELITIAN

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA

LUKA TUSUK JARUM SUNTIK PADA PARAMEDIS DI RUMKITAL Dr. MIDIYATO S - TANJUNGPINANG TAHUN 2012 KUESIONER No PERNYATAAN KARAKTERISTIK RESPODEN 1. (KKr1) Jenis Kelamin

2. (KKr2) Umur saya saat ini*

3. (KKr3) Masa Kerja*

4. (KKr4) Tingkat pendidikan*

5. (KKr6) Unit Kerja*

( *skor KKr1,2,3,4 &6 diisi oleh peneliti )

PELATIHAN KEWASPADAAN UNIVERSAL SJ JR SR SS

6. (KKr5) Saya mengikuti pelatihan kewaspadaan universal

LUKA TUSUK JARUM SUNTIK Ya td

7. (KLt1) Saya terkena LTJS minimal satu kali pada tahun lalu.

(01 Januari sd 31 Desember 2011)

PERSEPSI

TERHADAP LUKA TUSUK JARUM SUNTIK SJ JR SR SS

8. (KP1) Setiap sampel darah dan cairan tubuh bersifat infeksius.

9. (KP2) Saya merasa perlu memakai sarung tangan (hand glove) saat

menyuntik / mengambil darah.

10. (KP3) Saya merasa perlu melakukan non recapping sesudah

menyuntik / mengambil darah.

11. (KP4) Saya merasa perlu menampung jarum suntik di sharps container.

12. (KP5) Saya merasa perlu sedapat mungkin tidak menyuntik

(eliminasi).

13. (KP5) Saya merasa perlu menggunakan sistem intravena tanpa jarum

14. (KP7) Saya merasa perlu memakai jarum suntik berancang keamanan

(safety design).

FAKTOR REINFORCING SJ JR SR SS

15. (KR1) Rumah sakit kami mempunyai SOP tentang kewaspadaan

universal dan higiene hindustri.

16. (KR2) Rumah sakit mengharuskan saya untuk mengenakan sarung

67

17. (KR3) Rumah sakit mengharuskan saya melakukan non recapping

sesudah menyuntik / mengambil darah.

18. (KR4) Rumah sakit mengharuskan saya untuk menampung alat suntik

bekas di sharps container.

19. (KR5) Rumah sakit mengharuskan saya untuk sedapat mungkin tidak

menggunakan alat suntik (eliminasi).

20. (KR6) Rumah sakit mengharuskan saya menggunakan sistem intravena tanpa jarum.

21. (KR7) Rumah sakit mengharuskan saya untuk menggunakan jarum suntik berancang keamanan (safety design).

22. (KR8) Rumah sakit memberlakukan pengawasan untuk kewaspadaan

universal.

23. (KR9)

Rumah sakit memberikan hadiah (reward), misalnya bantuan sosial, jika saya melaksanakan dengan baik kewaspadaan universal.

24. (KR10) Rumah sakit memberikan pengukuhan, misalnya sertifikat, jika

saya melaksanakan kewaspadaan universal dengan baik.

FAKTOR ENABLING SJ JR SR SS

25. (KE1) Rumah sakit mengadakan pelatihan untuk kewaspadaan

universal.

26. (KE2) Rumah sakit menyediakan salinan SOP yang tercetak jelas

tentang kewaspadaan universal.

27. (KE3) Rumah sakit memampang salinan SOP yang mudah di baca.

28. (KE4) Rumah sakit menyediakan sarung tangan (hand glove) untuk

menyuntik / mengambil darah.

29. (KE5) Rumah sakit menyediakan brosur berisi instruksi dan gambar

yang yang jelas tentang tehnik non recapping jarum suntik.

30. (KE6) Rumah sakit memampang brosur berisi tehnik non recapping

di tempat yang mudah dibaca.

31. (KE7) Rumah sakit menyediakan sharps container di tempat kerja

untuk menampung jarum bekas pakai.

32. (KE8) Rumah sakit menyediakan sistem intravena tanpa jarum.

33. (KE9) Rumah sakit menyediakan jarum suntik berancang keamanan

(safety design).

34. (KE10) Rumah sakit mempunyai supervisor untuk pengawasan

pelaksanaan kewaspadaan universal.

35. (KE11) Pengawasan secara teratur pelaksanaan kewaspadaan universal

dilakukan secara reguler.

36. (KE12)

Rumah sakit memberi hadiah (reward), misalnya bantuan sosial, jika saya melaksanakan dengan baik kewaspadaan universal.

37. (KE13) Rumah sakit memberi pengukuhan, misalnya sertifikat, jika

saya melaksanakan dengan baik kewaspadaan universal.

FAKTOR KEPATUHAN SJ JR SR SS

38. (KKp1) Saya membaca SOP sebelum bekerja.

39. (KKp2) Saya memperlakukan semua sampel darah dan cairan tubuh

40. (KKp3) Saya mengenakan sarung tangan (hand glove) saat menyuntik /

mengambil darah.

41. (KKp4) Saya mendapat pengawasan pelaksanaan kewaspadaan

universal secara reguler.

42. (KKp5) Saya mendapat pengawasan pelaksanaan kewaspadaan

universal secara reguler.

43. (KKp6) Saya mendapat hadiah karena melaksanakan dengan baik

kewaspadaan universal.

44. (KKp7) Saya mendapat sertifikat penghargaan karena saya

melaksanakan dengan baik kewaspadaan universal.

FAKTOR KEAMANAN MENYUNTIK SJ JR SR SS

45. (KKa1) Saya melakukan non recapping setelah menyuntik /

mengambil darah.

46. (KKa2) Saya menampung jarum suntik bekas di sharps container.

47. (KKa3) Saya sedapat mungkin tidak menggunakan alat suntik

(eliminasi).

48. (KKa4) Saya menggunakan sistem intravena tanpa jarum.

49. (KKa5) Saya menggunakan jarum suntik berancangan keamanan (safety design).

Keterangan:

SJ : Sangat Jarang, JR: Jarang

SR : Sering, SS : Sangat Sering Ya : Tertusuk Td : Tidak tertusuk

69

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA TESIS (Halaman 81-86)

Dokumen terkait