DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN Lampiran 1 Peta Desa Bantarjat
Lampiran 2. Dokumentasi Penelitian
Gambar 3. Penerima Bantuan BMT
Gambar 4. Penerima Bantuan Fasilitas PAUD
Gambar 5. Green Posdaya Jaya Bersama
Lampiran 3. Tulisan Tematik
Pelaksanaan CSR Holcim
Desa Bantarjati merupakan sebuah desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan beberapa perusahaan besar salah satunya adalah perusahaan tambang Holcim Indonesia, Tbk Narogong Plant. Sebagai sebuah perusahaan yang kegiatannya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, Holcim melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility atau CSR yang telah diatur dalam undang-undang. Desa Bantarjati merupakan salah satu wilayah operasional Holcim yang berada pada kawasan regional dua. Holcim sudah menjalankan kegiatan CSR di Desa Bantarjati sudah lebih dari dua periode masa pemerintahan.
“Holcim itu sudah lama menjalankan kegiatan CSR-nya disini. Saya saja menjabat sudah dua periode, Holcim sudah ada semenjak saya
belum menjabat di Desa Bantarjati”, SP 51 tahun.
Selama ini Holcim telah memberikan bantuan kepada masyarakat baik pada bidang sosial, pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Dalam melaksanakan kegiatannya, Holcim bersama dengan warga Desa Bantarjati memiliki sebuah forum komunikasi yang dinamakan FKM atau Forum Komunikasi Masyarakat. Forum tersebut diadakan guna membangun komunikasi yang terbuka antara pihak Holcim dengan masyarakat desa.
“FKM itu Forum Komunikasi Masyarakat biasanya diadakan
pertemuan dengan warga setiap tiga atau empat bulan sekali, yang
hadir perwakilan dari warga aja misalnya ketua RT dan RW”, AM
44 tahun.
Dalam forum tersebut kemudian akan dibahas mengenai kebutuhan- kebutuhan masyarakat yang ingin diajukan kepada pihak Holcim. kemudian Holcim akan merundingkan sekiranya kebutuhan berdasarkan tingkat urgensi paling penting. Warga desa lalu membuat proposal yang kemudian akan diserahkan kepada pihak Holcim. Selama proses pelaksanaan kegiatan CSR berlangsung, terdapat perwakilan dari pihak Community Relation Holcim yang bertugas memantau dan mendampingi masyarakat berdasarkan pembagian wilayah tertentu yang dikenal dengan comrel officer.
“Selama ini bantuan Holcim yang sudah ada itu biasanya
diutamakan bidang infrastruktur, seperti pembangunan MCK, betonisasi jalan setapak, serta fasilitas lainnya. Kalo Holcim itu ngasih bantuan matrialnya aja jadi masyarakat yang swadaya
“ ada juga bantuan sosial seperti hewan qurban satu ekor sapi, sembako lebaran. PAUD juga mendapat bantuan dari Holcim terus
ada program beasiswa dan anak asuh juga untuk pendidikannya” SN 44 tahun.
Bantuan CSR Holcim dalam bidang pendidikan yaitu berupa program beasiswa. Beasiswa diberikan kepada siswa yang berprestasi melalui seleksi awal kemudian diberikan secara berkelanjutan dari mulai siswa tersebut menginjak tingkat sekolah menengah pertama hingga selesai tingkat sekolah menengah atas. Bantuan beasiswa yang diberikan adalah uang sebesar Rp 100.000 dalam satu bulan dan biasanya dapat diambil dalam waktu tiga bulan sekali. Jumlah yang diberikan tersebut dirasakan masih kurang oleh beberapa orang tua penerima.
“Cuma dikasih seratus ribu neng sebulannya gak kerasa ibu mah
kayak sedikit aja, itu juga kan diambilnya setiap tiga bulan sekali. Jadi sekali ambil dapet tiga ratus ribu, tapi ya disyukurin aja kita
mah neng alhamdulillah biar sedikit juga bisa ngebantu.” IM 54 tahun.
Namun, juga terdapat beberapa penerima beasiswa yang mengatakan bahwa program beasiswa tersebut sangat membantu.
“anak ibu mah alhamdulillah dapet beasiswa dari Holcim udah dua orang, yang pertama kakaknya sekarang udah selesai SMA. Yang sekarang adiknya juga dapet lagi beasiswa dari Holcim. Ibu ngerasa
kebantu sekali dengan beasiswa ini.” AC 59 tahun.
Kegiatan lain dari CSR Holcim di Desa Bantarjati diadakan melalui Green Posdaya binaan Holcim. Terdapat tiga posdaya di Bantarjati yaitu Posdaya Nusa Indah, Posdaya Dahlia, dan Posdaya Jaya Bersama. Kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Holcim dilaksanakan melalui posdaya. Peserta pelatihan pun tidak terbatas hanya bagi anggota posdaya saja tetapi diperbolehkan apabila terdapat warga non anggota yang ingin mengikuti pelatihan. Holcim pernah mengadakan beberapa kegiatan pelatihan diantaranya pelatihan tata rias, pelatihan mengajar bagi tutor PAUD, pelatihan budidaya jamur, serta pelatihan menjahit.
“pernah diadakan pelatihan menjahit disini waktu itu diadain selama sepuluh kali pertemuan. Pihak dari Holcim nya juga suka dateng setiap pelatihan. Tapi sayangnya setelah pelatihannya selesai, pesertanya gak disalurin lagi buat bekerja. Jadi gatau sampe sekarang tetep bisa menjahit atau engga, yang bisa mah bisa,
yang enggak juga ada.” LS 35 tahun.
“kalau di Posdaya Dahlia mah pernah dari Holcim ngasih pelatihan
yang dikirim ke IPB buat belajar cara menanamnya, tapi sayang dia kurang bisa menjelaskan lagi cara menanamnya ke anggota posdaya yang lain. Setelah dicoba nanem disini cuma sekali panen aja karena gak ada lahan buat nanemnya lagi dan kebetulan belum dapet bibit lagi dari Holcim.” SE 43 tahun.
Sampai saat ini kegiatan yang dilaksanakan di setiap posdaya sedang tidak berjalan. Hal tersebut dikarenakan pergantian comrel officer Holcim yang bertugas di Desa Bantarjati. Anggota kepengurusan posdaya pun sampai saat ini belum pernah diganti karena tidak semua masyarakat mendukung berjalannya kegiatan posdaya. Terdapat masyarakat yang merasa tidak diuntungkan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan dari posdaya.
“kan kalo ibu mah mikirnya dari pada nganggur gitu mendingan ikutan aja posdaya, kan lumayan nambah kegiatan juga dari pada diem ngerumpi aja. Tapi disini mah sedikit yang mau ikutan paling itu-itu lagi orangnya.”SE 43 tahun.
Kegiatan CSR Holcim lainnya yang pernah dilaksanakan di Desa Batarjati di bidang infrastruktur adalah betonisasi jalan setapak serta pembangunan MCK dan WC umum. Bantuan ini diberikan oleh Holcim melalui mekanisme pangajuan proposal dari masyarakat pada kegiatan pertemuan FKM di kantor desa. Sampai saat ini sudah terdapat tiga jalan setapak dan empat jalan lingkungan yang dibangun beton dari bantuan Holcim yang tersebar di beberapa kampung.
“alhamdulillah sekali ibu merasa bersyukur ini sama Holcim dikasih
bantuan MCK. Sebelumnya mah disini susah kalau mau ke air, kalo kepepet malah harus di kebun. Maklum disini mah kampungnya
jauh.” IM 54 tahun.
Sementara pada bidang sosial, CSR Holcim memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Selain itu, CSR Holcim juga memberikan bahan sembako setiap hari raya lebaran dan seekor sapi setiap hari raya idul Adha.
“Holcim suka ngasih santunan buat anak yatim disini, sama janda
yang ditinggal suami meninggal juga dikasih. Warga yang lansia juga suka dapet santunan biasanya dalam bentuk uang atau bahan
sembako.” SP 54 tahun.
Dalam bidang ekonomi, Holcim memberikan bantuan dana bergilir bagi yang membutuhkan modal untuk usaha. Selain itu Holcim juga memberikan bantuan alat produksi bagi warga Desa Bantarjati.
“ibu mah dari dulu juga minjem uang ke Holcim lewat BMT,
juga dikasih dari Holcim depan warung ibu katanya ibu salah satu
nasabah terbaik.” MN 55 tahun.
Karakteristik Program CSR
Kegiatan CSR Holcim yang berjalan di desa diharapkan turut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan ikatan sosial masyarakat desa. Adanya kegiatan CSR yang berjalan di Desa Bantarjati menimbulkan respons dan makna yang berbeda di masyarakat. Respons ekonomi yang timbul di Desa Bantarjati dapat dilihat dengan kegiatan usaha baru yang timbul di desa setelah adanya kegiatan CSR Holcim.
“Disini itu yang pernah minjem ke BMT Holcim ada banyak, tapi
mungkin yang berkembang ya cuma dua warung nasi aja disini
mah.” MN 55 tahun.
“ibu juga dulu pernah minjem ke BMT buat modal usaha konveksi, tapi udah engga sekarang gak jalan lagi karena gak laku.” SN 44 tahun.
Kegiatan usaha yang paling menonjol di Desa Bantarjati adalah usaha rumah makan atau warung nasi. Hal tersebut dikarenakan di sekitar wilayah Bantarjati terdapat beberapa perusahaan dengan karyawan yang jumlahnya tidak sedikit, sehingga usaha yang paling berkembang adalah rumah makan. Selain itu, terdapat pula usaha perbengkelan dan warung sembako di sepanjang jalan utama desa.
“gak ada lagi disini usaha yang masih jalan yang dapet bantuan
BMT Holcim ya Cuma dua warung nasi, satu lagi ada disana. Alhamdulillah katanya ibu nasabah terbaik terus kemarin dipasang
spanduk ini sama Holcim.” EM 60 tahun.
Sedangkan respons lingkungan yang timbul di masyarakat dapat dilihat dari kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan. Kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan di Desa Bantarjati dilaksanakan melalui kegiatan yang diadakan oleh Posdaya.
“pernah ada disini kegiatan menanam tanaman obat di halaman rumah masing-masing dari posdaya, bibitnya juga dikasih dari
Holcim kayak nanam cabai dan tomat gitu.” UM 53 tahun.
“disini mah susah ngajakkin orang-orangnya. Ini aja saya sudah nyoba nanam cabai dan tomat di depan rumah, niatnya mah buat
ngasih contoh biar yang lain ikutan tapi gak ada yang ikutan.” SA 37 tahun.
Berdasarkan keterangan dari warga, kegiatan penanaman tanaman obat tersebut hanya bergerak diawal saja kemudian tertenti karena warga tidak mendapatkan bibit untuk meneruskan penanaman.
“sekarang mah kegiatan penanaman kayak gini biasanya Cuma
dibentuk diawal saja seterusnya mah diam gak berjalan lagi. Ibarat
kata mah tukcing, dibentuk terus cicing.” SE 43 tahun.
“ini juga setelah saya tanam tapi karena gak ada lagi bibitnya dan gak keurus jadi pada mati semua tanamannya.” SA 37 tahun.
Mengenai kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan, masih banyak warga yang kurang menyadari akan pentingnya lingkungan. Tidak sedikit pula warga yang mau memperbaiki keadaan lingkungannya dengan cara bekerja bakti.
“kalau bicara soal kesadaran mah sadar gak sadar warga disini. Yang sadar mah sadar, yang enggak juga banyak.”
“suka diadakan kerja bakti biasanya setiap hari Jum’at namanya Jumsih atau Jum’at bersih. Biasanya sih digilir setiap RT per
minggunya. Kerja baktinya dari pagi sampai sebelum shalat
Jum’at.” AN 42 tahun.
Masih terdapat warga yang mau mengikuti kegiatan kerja bakti setiap hari Jum’at menandakan masih terdapat warga yang sadar akan pentingnya lingkungan. Tetapi sampai saat ini belum terdapat sebuah organisasi atau lembaga yang bergerak khusus di bidang lingkungan saja.
“masih lumayan banyak sih warga yang ikutan kerja bakti tapi
sampai sekarang belum pernah ada tuh organisasi yang khusus
bergerak di bidang lingkungan mah paling dari posdaya aja.” SA
37 tahun.
Selanjutnya mengenai respons sosial masyarakat dapat dilihat dari ikatan silaturahmi baik antar warga maupun antara warga dengan pihak Holcim. Berdasarkan pengamatan di lapang ikatan silaturahmi antar masyarakat setelah adanya kegiatan CSR Holcim biasa-biasa saja.
“ikatan silaturahmi masyarakat disini mah biasa-biasa saja sih. Kalau dengan pihak Holcim mungkin ada yang semakin erat tapi kebanyakan mah enggak. Biasanya sih paling orang desa yang lebih
Masyarakat Desa Bantarjati mendukung kegiatan CSR Holcim yang berjalan apabila kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“saya sih ngedukung sekali kalau memang ada kegiatan CSR dari
Holcim di desa ini. Ya manfaatnya juga kan pasti untuk masyarakat
desa sini juga.” MM 51 tahun.
Masyarakat Desa Bantarjati memaknai CSR Holcim sebagai
corporate citizenship. Hal tersebut berbanding terbalik dengan pengamatan yang dilakukan di lapangan. Bantuan yang diberikan dari Holcim masih bersifat Charity dan sementara. Berdasarkan observasi di lapang, bantuan CSR Holcim belum mengembangkan nilai pemberdayaan masyarakat didalam pelaksanaan kegiatannya seperti yang seharusnya pada corporate citizenship.