Subjek Penelitian
LAMPIRAN VERBATIM Responden
Wawancara II Tanggal : 24 April 2013
Jam : 13.24 – 13.33 WIB
Lokasi : Bangku Depan Toilet Fakultas Hukum Subjek : Yoko
S: Ya, jadi apa alasannya kenapa Trust yoko terhadap DPRD Kota Medan rendah.
Bisa disebutin?
Y: Pertama ya, yang buat aku kurang percaya pada pihak DPRD karena gak terealisasi semua program yang direncanakan. Selain itu, kinerjanya gak maksimal, mungkin apa yang di sampaikan pada saat dia belum terpilih, pada saat dia kampanye.. jadi yang dia sampaikan itu berbeda. Aku dapat istilahnya itu hypocrite, hipokrit itu artinya itu munafik. Jadi ya apa yang dikatakannya itu gak sesuai dengan apa yang dlakukan. Selain itu juga ada kayak apa ya seperti ada batasan antara DPRD dengan masyarakat. Mereka gak menyadari bahwasanya kan mereka juga hanya wakil. Jadi kalo dari aku mereka itu seperti kaum borjuis sedangkan kita masyarakat ini adalah kau proletar. Jadi gitu. Dan tindakan mereka pun mementingkan egoisme sendiri. Mungkin ini uda diketahui publik lah gimana kan bukan rahasia pribadi lagi. Selain itu, eeee apalagi yaa.. banyak tindakan yang menyimpang seperti dalam memanfaatkan anggaran. Yang dialokasikan tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Jadi ada mark up dalam semua proyek-proyek yang dijalankan gitu. Eee ya itu aja, iya itu aja..
S: Jadi tadi yoko ada bilang kan kinerja mereka itu gak maksimal, bisa disebutkan gak contohnya itu apa kira-kira.
Y: Eee, kira-kira seperti apa ya.. mungkin secara rinci gak bisa kugambarkan, tapi dalam bayangkanku seperti itu, dari cerita di televisi dan dari kawan- kawan adalah yang gak maksimal itu.
S: Jadi menurut yoko Trust kita ke wakil rakyat itu perlu gak, ke DPRD.
Y: Kalo kepercayaan itu pasti perlu ya, karena kalau dia naik itu karena kita percaya. Yang terpilih itu pasti yang dipercaya. Namun kadangkala kepercayaan itu bisa dibeli dengan pembelian suara. Sebelum dia terpilih dia melakukan money politic agar dia terpilih. Kepercayaan itu memang sangat krusial namun pada kenyataannya untuk mempercayai itu sangat berat.
S: Emm, maksudnya?
Y: Gimana yaa.. simpelnya, emm, gimana ya bilangnya..
S: Jadi menurut kamu kepercayaan itu penting tapi ketika kita mempercayai mereka itu yang berat untuk dilakukan, gitu maksudnya? Karena melihat kinerja mereka. Gitu?
Y: Iya, betul.. jadi kalau dia pada saat kampanye dilakukan dengan benar, kita juga percaya dia tulus, tapi pada saat dia uda menjadi seorang wakil rakyat dia tidak menjalankan fungsinya dengan sebagaimana mestinya gtu. Nah itulah yang membuat kita menarik kepercayaan. Kita uda percaya tapi kepercayaan kita gak dimanfaatkan, dikecewakan kitanya..
S: Saya melihat di identitas kalau yoko itu ketua GMNI ya?
Y: Bukan, bukan ketua itu. Tapi saya ketua kader, ketua kelas merah. S: Apa aja sih interaksi yang sudah pernah dilakukan ke DPRD?
Y: Kalau kemarin kami ada melakukan aksi di kantor gubernur. Inginnya melakukan dialog langsung dengan gubernur, tapi kemarin diwakilkan ole beberapa pegawainya. Itu dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. Trus kemarin kami juga ingin masuk dan berdialog dengan beberapa anggota
dewan namun itu diadang oleh anggota Polri dan dilengkapi dengan mobil water canonnya. Jadi itu kendala kami untuk masuk, yang kami berhasil masuk itu Cuma nembus pagar kantor gubernur. Nah itulah yang tadi saya sebutkan kita berdialog dengan mereka.
S: Berarti GMNI sering ya melakukan aksi untuk menyuarakan aspirasi?
Y: Tergantung isunya juga. Kami ada rapat internal, kalau itu patut untuk disuarakan maka kami akan aksi.
S: Biasaya dari beberapa aksi yang dilakukan, diterima dengan baik gak?
Y: Gak semuanya ya. Kalaupun diterima, mungkin gak disampaikan ke atasan, kan yang nerima kita kan gak langsung ke yang kita tuju. Dan kalaupun telah kita sampaikan, kemungkinan gak sesuai ataupun bakan gak disampaikan kepada yang tertuju itu.
S: Biasanya kalian menyampaikannya kemana? Ke ketua? Y: Iya.
S: Dan biasanya yang menerima?
Y: Ya yang menerima itu ya anggota biasa, ya gitu..
S: Jadi kalau bisa saya simpulkan, alasan mengapa tidak percaya denga DPRD itu karena kinerja mereka yang tidak sesuai dengan kenyataan. Berbeda antara sewaktu kampanye dengan saat sudah duduk sana.
Y: Iya, itu uda jadi rahasia umum ya.
LAMPIRAN VERBATIM Responden III Wawancara III Tanggal : 26 April 2013
Jam : 10.06 – 10.15 WIB
Lokasi : Mushola Fakultas Keperawatan Subjek : Nisa
S: Jadi pertanyaannya itu apa alasannya tidak percaya terhadap DPRD Kota Medan
N: Alasannya itu terkait dengan RUU Keperawatan. Jadi RUU Keperawatan itu sudah lama diproses bahkan sebelum orang kakak masuk ke kampus pun UU Keperawatan itu sudah dirancang. Masuk 2009 kemudian sekitar 2010-an atau 2011 kita pernah melakukan kunjungan ke kantor DPRD Kota Medan. Kita diskusi terkait dengan gimana sih pandangan mereka terkait dengan undang- undang. Bukan sekali aja kami kesana, ada dua atau tiga kali, tapi sepertinya tidak ada respon. Mungkin mereka hanya bilang ―kita usahakan ini bakalan kita coba masukkan dan segala macam‖. Tidak respon juga, bahkan ini sudah dari 2009, 2010, 2011, 2012 dan sekarang uda 2013.
Sebenarnya perawat-perawat sendiri sudah sering ya melakukan aksi demo bahkan di 2012 kita seluruh Ikatan Lembaga Keperawatan se-Indonesia, mahasiswa-mahasiswa kumpulan perawat, kakak juga kemarin ikut serta. Disitu satu-satunya harapan kita mahasiswa itu bisa mengawal terbentuknya RUU Keperawatan segera disahkan. Sudah bertahun-tahun itu loh. Makanya itu kan mereka itu sebagai penampung aspirasi masyarakat, yang disitu juta termasuk mahasiswa, mahasiswa keperawatan gitu, berharap bahwa aspirasi kita itu bisa diterima. Tapi, ya gitulah itu, pokoknya sampai kita kemarin itu kalau adek tau ya kami buat aksi seribu mahasiswa kita demo di kantor DPR Jakarta. Ketika kita melakukan tekanan kayak gitu baru pemerintah DPR itu
bergerak dan mau akhirnya membahas tentang badan legislatifnya, kemudian siapa yang akan merumuskannya dan segala macamnya. Terakhir kakak dengar sampai sekarang ini belum juga itu kan. Sampai memang kita berharap presiden juga turut andil di dalam undang-undang ini. Itu sih alasan sebenarnya yang mendasarinya, aduh gemes rasanya..
Padahal ada UU sebelum yang keperawatan ini, kakak lupa UU apa gitu ya, ada dua atau berapa gitu UU yang sudah disahkan. Bagaimana dengan UU Keperawatan? Padahal ya tanpa profesi keperawatan, yang namanya pelayanan kesehatan itu pasti bakalan timpang. Kita berharap ya dari DPRD, mereka lah yang setidaknya mengapakan, karena mereka itu kan wakil kita. Walaupun memang ada beberapa anggota DPR ya, jadi memang ada yang sudah dibagi berdasarkan daerahnya. Jadi untuk daerah kita ini ada 5 ntah berapa DPR yang kita inikan. Kemarin itu ada 8 yang anggota DPRD ini kita sms-in untuk ikut serta dalam pembahasan RUU untuk segera disahkan. Memang ada beberapa anggota yang membalas sms, salah satunya membalas gini ―yang pasti jangan hanya ke saya saja mengsmsnya, kalian juga harus mengsms anggota yang lainnya juga‖. Itu salah satunya sih kenapa akhirnya memang sulit gitu untuk percaya apalag ini uda bertahun-tahun loh RUU ini diajukan.
S: Kalau menurut kakak penting gak kita punya kepercayaan terhadap DPRD? N: Pasti pentinglah, yang namanya suatu hubungan timbal balik antara masyarakat
dan DPRD pasti butuh yang namanya membangun kepercayaan. Ketika kita membangun sebuah hubungan, tapi kita tidak mau membangun yang namanya kepercayaan, efeknya ketika misalnya si A membuat kesalahan, tanpa kita percaya, kita akan langsung membabi buta dan langsung menyalahkan. Jadi, percaya itu sangat penting. Tapi satu hal juga, jangan kepercayaan masyarakat itu disalahgunakan.
N: Satu aja, mereka tu adalah wakil rakyat. Ya buktikan aja bahwa ketika mereka mengucapkan A, ya seharusnya mereka melaksanakan A. Jangan hanya sekedar pandai berbicara tapi tidak pandai berbuat. Itu sih.
S: Berarti kesimpulannya kalau bisa saya simpulkan berarti mereka tidak mempunyai kekonsistenan antara perilaku dan tindakan, tidak menggubris aspirasi mahasiswa. Gitu ya kak.
N: Walaupun mungkin kita gak tau sih ada apa dibalik itu gtu kan. Kita gak tau kan kepentingan apa dibawah mereka. Tapi ya gitu setidaknya terlepas dari kepentingan apapun itu, termasuk mahasiwa ya kan, seharusnya mereka mau mendengarkannya gitu kan.
S: Kayak yang kakak bilang tadi kita gak tau ada kepentingan apa dibalik itu kan, tapi setidaknya mereka bisa transparan gitu ya kak. Memberitahukan apa yang sedang terjadi.
N: Iya, seharusnya gitu ya kan, terbuka, mereka memang harus lebih transparan.. S: Baik kak, itu saja, sudah selesai. Terima kasih ya kak.
LAMPIRAN VERBATIM Responden IV Wawancara IV Tanggal : 30 April 2013
Jam : 15.17 – 15.20 WIB
Lokasi : Kantin Perpustakaan USU Subjek : Desi
D: Alasan kenapa saya tidak percaya atau trust saya rendah terhadap DPRD, yang
pertama, yang saya liat itu kinerjanya yang sangat sangat buruk ya dari sisi pandang masyarakat saya liat kinerjanya buruk misalnya seperti ehhmm.. seperti yang mereka kenaikan gaji, pembangunannya. Itu kalo DPRD Pusat. Kalo DPRD Medan sendiri, rasanya kayak gak punya DPRD gitu. Istilahnya ya gak terlihat gitu lho yang mewakili masyarakat itu gimana wujudnya gitu lho. Karna kalau misalnya di medan yang kelihatan justru kayak misalnya mungkin itupun mungkin karna wujud kerjanya dari walikota medan. Tapi kalau dari DPRD sendiri bener-bener gak ngerasa punya DPRD jadinya.
S: Itu aja? Jadi istilahnya kayak gak ada bentuk kerja nyata dari DPRD.
D: Iya, kayaknya jadi yaudah ini aja DPRD. Kayak nama aja. Cuma duduk, diam dan bernafas mungkin ya, selebihnya gak ada.
S: Pedes banget ya alasannya, hehe. Trus kalau menurut Desi penting gak kita punya Trust ke DPRD?
D: Itu penting lah. S: Kenapa?
D: Gini ya, kalo kita itu kan istilah dia itu pemimpin kita, dia mewakili rakyat kota medan lah itu khususnya kan. Jadi kalo kita aja gak percaya sama orang yang membawa kita kayak kita di bawa sama pemimpin tapi kita gak percaya. Jadinya kita cuma diam aja, gak bergerak kemana-mana dan kita pasti ―Alaaah,
gak bener itu. Gak akan ada itu kerjaannya yang bener.‖ Makanya kepercayaan itu penting dari masyarakatnya ke DPRDnya.
LAMPIRAN E
1. Contoh Aitem Skala Trust Setelah Uji Coba