• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reliabilitas dan Daya Beda Aitem Skala Trust

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Reliabilitas dan Daya Beda Aitem Skala Trust"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

Reliabilitas dan Daya Beda Aitem Skala Trust

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

(2)
(3)

LAMPIRAN B

(4)

Rangkuman Kategorisasi Trust Subjek Penelitian

No

Jenis

Kelamin Usia Semester Etnis

Pengalaman

Langsung Organisasi Kategorisasi

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

380 L 20 6 Jawa Ya SAHIVA rendah

381 P 21 8 Batak Ya PEMA rendah

382 P 22 10 Nias Ya TIDAK rendah

383 P 22 10 Jawa Ya UKMI sedang

384 L 23 10 Batak Ya PEMA rendah

385 L 22 10 Batak Ya HMI rendah

386 L 19 4 Batak Tidak PEMA tinggi

387 L 23 10 Batak Tidak TIDAK rendah

388 L 20 4 Batak Tidak IMS tinggi

389 L 23 10 Minang Tidak TIDAK sedang

390 L 20 4 Batak Tidak IMS rendah

391 P 18 2 Jawa Tidak SUARA USU rendah

392 L 20 4 Minang Tidak SUARA USU tinggi

393 P 20 6 Batak Tidak SUARA USU rendah

394 L 21 6 Batak Tidak SUARA USU rendah

395 P 19 2 Batak Tidak SUARA USU tinggi

396 P 20 6 Batak Ya SUARA USU rendah

397 P 20 4 Minang Tidak SUARA USU rendah

398 P 21 6

Aceh

(Gayo) Tidak SUARA USU rendah

399 L 19 4 Jawa Tidak SUARA USU sedang

(18)
(19)

LAMPIRAN C

1.

Hasil Analisa Deskriptif

(20)

1. Hasil Analisa Deskriptif

Descriptives

Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation Variance Kurtosis Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Statistic Statistic Std. Error

aitem1 400 3 1 4 982 2.46 .035 .696 .484 -.296 .243

aitem2 400 3 1 4 845 2.11 .028 .566 .321 .933 .243

aitem3 400 3 1 4 805 2.01 .038 .751 .564 -.472 .243

aitem4 400 3 1 4 809 2.02 .034 .673 .453 .495 .243

aitem5 400 3 1 4 878 2.19 .033 .650 .423 -.075 .243

aitem6 400 3 1 4 909 2.27 .032 .648 .419 .073 .243

aitem7 400 3 1 4 913 2.28 .033 .662 .439 .131 .243

aitem8 400 3 1 4 956 2.39 .032 .643 .414 -.199 .243

aitem9 400 3 1 4 778 1.95 .033 .650 .423 1.073 .243

aitem10 400 3 1 4 774 1.94 .033 .657 .432 1.354 .243 aitem11 400 3 1 4 931 2.33 .033 .664 .441 -.311 .243 aitem12 400 3 1 4 1002 2.50 .036 .715 .511 -.240 .243 aitem13 400 3 1 4 1013 2.53 .034 .686 .470 -.176 .243

aitem14 400 3 1 4 858 2.15 .035 .704 .495 .267 .243

(21)

aitem16 400 3 1 4 829 2.07 .034 .681 .463 .743 .243

aitem17 400 3 1 4 788 1.97 .031 .616 .380 .988 .243

aitem18 400 3 1 4 840 2.10 .034 .679 .461 .432 .243

aitem19 400 3 1 4 890 2.23 .032 .648 .420 .055 .243

aitem20 400 3 1 4 903 2.26 .033 .657 .432 -.276 .243

aitem21 400 3 1 4 857 2.14 .032 .647 .418 .476 .243

aitem22 400 3 1 4 874 2.19 .034 .672 .452 .039 .243

aitem23 400 3 1 4 849 2.12 .033 .662 .439 .224 .243

aitem24 400 3 1 4 898 2.24 .032 .645 .416 .201 .243

aitem25 400 3 1 4 932 2.33 .033 .661 .437 -.245 .243

aitem26 400 3 1 4 821 2.05 .034 .675 .456 .252 .243

aitem27 400 3 1 4 810 2.02 .031 .617 .380 .846 .243

aitem28 400 3 1 4 822 2.06 .033 .658 .433 .619 .243

aitem29 400 3 1 4 830 2.07 .031 .617 .380 .695 .243

aitem30 400 3 1 4 915 2.29 .032 .637 .406 .023 .243

aitem31 400 3 1 4 913 2.28 .032 .639 .409 -.056 .243

aitem32 400 3 1 4 826 2.07 .031 .630 .397 .532 .243

aitem33 400 3 1 4 818 2.04 .032 .632 .399 .910 .243

aitem34 400 3 1 4 830 2.08 .032 .637 .405 .883 .243

aitem35 400 3 1 4 795 1.99 .031 .623 .388 .836 .243

aitem36 400 3 1 4 885 2.21 .033 .670 .448 .247 .243

(22)

aitem40 400 3 1 4 926 2.31 .035 .701 .492 -.252 .243 aitem41 400 3 1 4 817 2.04 .032 .642 .412 1.085 .243

aitem42 400 3 1 4 842 2.10 .031 .612 .375 .828 .243

aitem43 400 3 1 4 818 2.04 .031 .620 .384 1.119 .243 aitem44 400 3 1 4 896 2.24 .031 .619 .383 -.047 .243 aitem45 400 3 1 4 779 1.95 .031 .617 .381 1.027 .243 aitem46 400 3 1 4 816 2.04 .031 .612 .374 1.284 .243 aitem47 400 3 1 4 857 2.14 .034 .684 .468 -.072 .243

aitem48 400 3 1 4 849 2.12 .033 .662 .439 .704 .243

aitem49 400 3 1 4 820 2.05 .031 .623 .388 .308 .243

aitem50 400 3 1 4 804 2.01 .029 .575 .331 1.140 .243

aitem51 400 3 1 4 817 2.04 .035 .705 .497 .038 .243

Valid N

(23)

Uji One Sample T-Test

2. Hasil Analisa Korelasi

Korelasi Trust dengan Usia

Symmetric Measures

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(24)

Korelasi Trust dengan Jenis Kelamin

Symmetric Measures

Value

Asymp. Std.

Errora Approx. Tb

Approx. Sig.

Interval by Interval

Pearson's R

.012 .049 .229 .819c

Ordinal by Ordinal

Spearman

Correlation -.015 .050 -.291 .771

c

N of Valid Cases 400

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(25)

Korelasi Trust dengan Tingkat Pendidikan

Symmetric Measures

Value

Asymp. Std.

Errora Approx. Tb

Approx. Sig.

Interval by Interval

Pearson's R

-.141 .050 -2.834 .005c

Ordinal by Ordinal

Spearman

Correlation -.141 .051 -2.839 .005

c

N of Valid Cases 400

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(26)

Korelasi Trust dengan Etnis

Symmetric Measures

Value

Asymp. Std.

Errora Approx. Tb

Approx. Sig.

Interval by Interval

Pearson's R

.016 .050 .312 .755c

Ordinal by Ordinal

Spearman

Correlation .033 .050 .663 .508

c

N of Valid Cases 400

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(27)

Korelasi Trust dengan Pengalaman Langsung

Symmetric Measures

Value

Asymp. Std.

Errora Approx. Tb

Approx. Sig.

Interval by Interval

Pearson's R

-.064 .034 -1.282 .201c

Ordinal by Ordinal

Spearman

Correlation -.040 .043 -.790 .430

c

N of Valid Cases 400

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(28)

Korelasi Trust dengan Ada Tidaknya Mengikuti Organisasi

Symmetric Measures

Value

Asymp. Std.

Errora Approx. Tb

Approx. Sig.

Interval by Interval

Pearson's R

-.123 .049 -2.480 .014c

Ordinal by Ordinal

Spearman

Correlation -.090 .050 -1.799 .073

c

N of Valid Cases 400

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(29)

Korelasi Trust dengan Organisasi Kemahasiswaan yang Diikuti

Symmetric Measures

Value

Asymp. Std. Errora

Approx. Tb

Approx. Sig.

Interval by Interval

Pearson's R

-.066 .047 -1.312 .190c

Ordinal by Ordinal

Spearman

Correlation -.053 .051 -1.066 .287

c

N of Valid Cases 400

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

(30)
(31)

LAMPIRAN D

1.

Verbatim Wawancara Awal

2.

Verbatim Wawancara Personal dengan

(32)

1. Verbatim Wawancara Awal

Nama Subjek : Joko Riski Yono

Tanggal : 6 Mei 2013

Jam : 20.00 – 20.30 WIB

Lokasi : Kompleks Taman Sakura Indah

Saya : Jadi pak, hal yang pertama yang saya ingin tanyakan secara umum menurut

Bapak Trust masyarakat Medan sekarang secara umumnya dan khusunya

Bapak lah terhadap DPRD Kota Medan itu gimana Trustnya.

Joko : Jadi kan gini, sebelum melangkah kepada Trust atau kepercayaan, bahwa

DPRD ini kan sebuah lembaga dewan ya, perwakilan daripada masyarakat

dan dia dipilih melalui pemilihan umum ya. Pemilihan umum itu dari,

tahun 1999 kita sudah demokratis sampai dengan sekarang kan sudah ada

empat kali pemilu gitu kan. Sementara masyarakat memandang bahwa

DPRD atau mungkin DPD Kota Medan khususnya dipandang dia bisa

mewakili kepentingan masyarakat secara luas dalam menjalankan fungsi

anggaran, pengawasan, legislasi yaitu pembentukan peraturan

perundang-undangan Perda ya.

Sepertinya masyarakat itu dia gak memandang secara langsung ya dan

mendapat sebuah imbas atau mendapat sebuah dampak gitukan dari adanya

sebuah lembaga perwakilan itu. Karena apa, mereka memandang DPRD ini

hanya sebuah sebatas apa namanya, bagi-bagi kekuasaan aja. Ini awam

yang melihat ya, bukan saya secara akademik. Jadi masyarakat itu melihat

DPRD sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan untuk elit-elit politik di daerah

untuk mendapatkan tempat melalui partai politik.

Nah, sementara aspirasi, kan DPRD ini kan sebagai sebuah lembaga punya

keinginan, harapan, aspirasi yang kemudian di aspirasi itu dilaksanakan.

(33)

justru tiga fungsi yang diharapkan bisa merepresentasikan kepercayaan

masyarakat itu, tidak maksimal. Hanya maksimal dalam fungsi anggaran.

Fungsi anggaran itu pun hanya tebatas kepada rutinitas kerja Pemko

maupun pribadi anggota DPRD. Tidak secara langsung kepada masyarakat

gitu kan. Ini sebagai catatan persoalan yang mendesak khususnya di Kota

Medan. Karna gini, toh mereka membuat Perda sekalipun tidak ada efek

secara langsung terhadap masyarakat. Misalnya tentang pajak, retribusi,

atau tentang perlindungan masyarakat menengah kebawah. Kan mereka

tidak merasakan secara langsung. Yang contoh lebih konkrit lagi itu

persoalan Jamkesda ya, jaminan kesehatan daerah. Itu didalam praktek

lapangan kalo orang itu bukan pendukung daripada walikota, dia tidak akan

mendapat fasilitas itu. Kemudian kalaupun merka yang mau mendapatkan

jamkesda itu persyaratannya birokratis sekali. Mulai dari surat keterangan

miskin, kemudian rekomendasi dari RS atau puskesmas yang bersangkutan.

Hal-hal yang seperti itu masyarakat mengnggap pemerintah ini atau DPRD

ini tidak mengerti kepentingan mereka. Hanya mengurusi kepentingan

mereka sendiri. Mereka butuh hanya menjelang pemilu. Makanya tingkat

partisipasi, tingkat kepercayaan terhadap DPRD ini sebagai bukti adalah

pemilukada kemarin tanggal 7 Maret itu hanya tinggal sekitar 47%.

S : Iya, gak lebih dari 50%.

J : Berarti kan tingkat kepercayaannya, level propinsi kan berkurang, ada dibawah

50%. Berarti kan otomatis tingkat legitimasi dukungannya kan melemah kan.

Ini sebagai gambaran real di masyarakat, fenomana itu kan. Pada fungsi

pengawasan, fungsi pengawasan kan ya DPRD ini kan gak jauh beda dengan

eksekutif juga yang harusnya itu benar-benar melakukan pengawasan seperti

yang dimandatkan oleh undang-undang tetapi dalam prakteknya kan juga

membenarkan apa yang dilaksanakan oleh eksekutif dan terbukti bahwa

korupsi di Pemko Medan semakin hari semakin justru meningkat bukannya

(34)

S: Oh iya kayak kemarin Rahudman baru kenak lagi ya pak.

J: Kalo Rahudman kan dia ini korupsi Tapsel sebelum dia menjabat pimpinan di

Pemko Medan kan. Korupsi lain ada kan yang jelas masih dalam proses

penyidikan, kayak apa itu korupsi BNI, perkara korupsi pengantaran barang

tapi belum dilimpahkan karena masi dalam proses penyidikan. Kemudian

masalah legislasinya ya pembentukan perda. DPRD ini kan hanya

mengesahkan, menetapkan RAPBD aja. Selebihnya mandeg di legislasi aja

tidak ada peningkatan dalam proses pembahasan itu. Kalau menurut saya

Pemko Medan itu tidak begitu banyak tahu tentang legislasi. Tapi untuk DPRD

Provinsi memang saya ada penelitian. DPRD Provinsi itu untuk tahun anggaran

2012 dari 23 rancangan Perda, hanya bisa menyelesaikan 3 rancangan perda. 3

rancangan perda itu APBD, RAPBD, dan anggaran perubahan. Selebihnya

Perda-perda yang berkaitan dengan pembahasan BUMD, kemudian Inalum,

Perkebunan dan Perhotelan itu belum terselesaikan oleh DPRD Provinsi.

DPRD Provinsi yang saya teliti ya. Itu tidak diselesaikan sama sekali, dengan

alasan pertama, sibuk dengan kegiatan lain. Kedua, membina konstituen.

Ketiga, mandat dari partai untuk mengamankan jalannya Pilgubsu yang pada

akhirnya untuk tahun 2012 yang terselesaikan itu hanya 3 ran perda. Itu pun

ran perda APBD. Kalo APBD itu yang menyusun Pemprop, sama kalo APBD

Kota atau Kabupaten yang mempersiapkan itu Bupati atau Walikota.

Sementara DPRD hanya membahas dan menetapkan kan. Sementara DPRD

sendiri, untu Propinsi ya, dari 24 hanya 3 yang terselesaikan. Yang 21 itu jadi

PR untuk tahun 2013, malah jd nambah 11 ran perda total 34 ran perda.

Pokoknya sebelum pemilu sudah terselesaikan 34 ran perda itu. Apakah itu

mungkin, wong dari tahun dia dilantik sebagai anggota DPRD Propinsi 2009

sampai dengn 2012, 3 tahun aja gak ada yang diselesaikan apalag kog

menambah 11 ran perda baru lagi yang jumlahnya 34.

Itu ditingkat DPRD Propinsi. Saya pikir di DPRD Kota Medan pun tidak jauh

beda. Utamanya di DPRD Kota medan, masyarakat Kota Medan itu yang

(35)

kesehatan, persoalan catatan sipil, akte kelahiran, KTP, KK dan perizinan.

Prosesnya berbelit-belit, ada pungli, kemudian birokrasi yang panjang dan

tidak transparan. Itu dalam pelayanan publik ya. Kemudian pendidikan.

Pendidikan kan yang seharusnya mereka dapet beasiswa BOS karena mereka

tidak mampu ternyata tidak dapat, itu yang mampu yang tidak layak malah

dapat, itu kan namanya diskriminasi. Hal-hal itu yang menjadi catatan di

masyarakat, sepak terjang DPRD yang konon dia mewakili kepentingan

masyarakat luas khususnya di Kota medan ternyata hanya sekedar janji tidak

sesuai dengan praktik di lapangan, tidak dilakukan secara maksimal, seperti itu.

S: Berarti secara keseluruhan karena kinerja mereka juga ya pak.

J: Satu kinerja, yang kedua perilaku ya. Perilaku anggota DPRD ini perilakunya

kan dibilang apa ya, perilakuny itu tidak dekat dengan rakyat. Tidak merasakan

apa yang sebenarnya. Mereka itu elitis, dari gaya, penampilan, tunjangan.

Mereka jadi anggota DPRD bukan karena keinginannya untuk

memperjuangkan aspirasi konstituen, tapi untuk dia sendiri dengan tunjangan

dan honor tiap bulan diatas 10juta kan yang dia dapatkan tiap bulan. Itu kan

dijadikan modal, karna selama pemilu kan dia sudah mengeluarkan biaya yang

cukup besar, bagaimana dia bisa mengembalikan modal itu kan tidak tertutup

oleh gaji. Bukan nnya kita suudzhon ya, perbuatan melawan hukum atau

penyalahgunaan wewenang itu sangat mungkin di lakukan. Ntah itu dia

melakukan korupsi atau tindak pidana yang lain yang intinya merugikan

kepentingan kelompok atau kroninya.

*pembicaraan selanjutnya selama beberapa menit tidak terekam karena

masalah teknis*

J: Kesewenang-wenangan daripada penyelenggara pemerintahan daerah, baru

kemudian temen-temen mahasiswa turun untuk memperjuangkan aspirasi itu.

Dengan keadaan mahasiswa sekarang ini pun saya percaya ya, mahasiswa itu

masih punya semacam niat suci atau idealisme bahwa yang mereka

(36)

masyarakat. Korupsi ini pun sekarang sudah banyak ya, bahkan tingkat Kadis

pun sudah mulai korupsi. Apalagi sekarang dengan sistem otonomi daerah ini

pemimpin itu uda kayak Raja ya, yang berhak mengurus rumah tangganya

sendiri.

S: Jadi menurut Bapak penting gak sih untuk kita memiliki Trust terhadap DPRD?

J: Penting.

S: Kenapa?

J: Satu, karena kita telah memilih sistem demokrasi ya. Sistem demokrasi ini

meski belum sempurna kan itu namanya juga proses, menuju kesempurnaan itu

kan ada pengorbanan, butuh waktu dan juga butuh SDM. Karena gini,

satu-satunya yang menjadikan sesuatu itu sah adanya kan karena adanya pemilihan

umum. Pemilu itukan diadakan secara umum, bebas, langsung, rahasia, jujur,

adil, dan itu adalah kedaulatan tertinggi yang dimiliki oleh rakyat Indonesia,

khususnya orang medan ya. Satu suara itu adalah kedaulatan tertinggi yang itu

dijamin oleh konstitusi yang diberikan mandat kepada pemilu untuk kemudian

memilih caleg untuk kemudian ditetapkan menjadi anggota dewan yang dia

berkewajiban bukan diperintahkan ya, dia itu wajib hukumnya untuk anggota

DPRD itu memperjuangkan aspirasi konstituen itu sendiri.

Misalnya saya menjadi anggota DPRD, saya dari partai A. Tidak hanya partai

A saja yang saya perjuangkan. Seluruh masyarakat kota medan ini tanpa

memandang ras, suku, dan agama harus saya perjuangkan. Karena saya bukan

lagi wakil partai tapi wakil rakyat. Menjalankan fungsi sebagaimana yang

diharapkan oleh rakyat itu sendiri yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan

fungsi pengawasan. Yang paling lemah dari ketiga fungsi itu adalah fungsi

legislasi dan fungsi pengawasan. Kalo fungsi budgeting ini karena memang

sudah dikonsep dari pemerintah sendiri, orang itu tinggal tanda tangan aja.

(37)

dalam perwujudan aspirasi itu tidak maksimal karena sumber daya manusia dia

pun gak mumpuni, apa yang mau diperjuangkan kan ya.

S: Alasan lainnya apa lagi ya pak?

J: Disamping itu gini. Ini kan semacam kesepakatan politik ya dalam kehidupan

bermasyarakat dan bernegara. Kalo teorinya Montesque kan memisahkan

bahwa dalam sebuah negara ini yang menjalan fungsi eksekutif itu kan

pemerintah, fungsi legislatif itu kan perwakilan, kemudian fungsi yudisial itu

kan hakim. Masing-masing fungsi ini saling mengontrol dan saling

melaksanakan check and balance, saling mengawasi. Eksekutif selaku

pelaksana dan legislatif selaku pengawas, ya dua-duanya harus berjalan

sebagaimana yang diharapkan. Seperti rel kereta api itulah, di sisi kanan kiri

beda tapi kan tujuannya sama.

S: Seperti partner ya pak.

J: iya, partner. Dan dia tidak saling mempengaruhi dengan yang lain, tapi saling

mengawasi begitu.

S: Terus begini pak, menurut bapak ada gak sih pengaruh mungkin di kota Medan

ini kan banyak suku, budaya segala macamnya mulai dari batak, jawa dan lain

lain. Menurut bapak ada gak sih pengaruh budaya terhadap Trust, apakah

persentasinya akan berbeda-beda di setiap suku, pak.

J: Pengaruh secara langsung, ada ya. Medan ini kan dikatakan sebagai

miniaturnya Indonesia, berbagai macam suku, ras ada. Dikatakan heterogen ya.

Meskipun heterogen tapi sesungguhnya ada semacam api dalam sekam

meskipun secara kasat mata tidak nampa, tapi bisa dirasakan gitu lho.

S: Maksudnya apa itu ya pak.

J: Jadi gini, dalam proses politik ya misalkan atau mendukung jabatan praktik

tertentu. Dek Rahmi orang kita apa ya?

(38)

J: Aceh ya. Dalam jabatan tertentu kan kadang kalau di atas itu harahap, dibawah

juga harahap. Kalo diatasnya hasibuan, bawahnya hasibuan. Ntah kebetulan

atau kesengajaan saya tidak tahu pasti, itupun sebetulnya tidak hanya di medan

ya di jawa pun sama. Nepotis itu bertaut erat dengan manajemen publik, itu

pasti. Misalkan kalo saya keluarganya guru, kakak saya pun jadi guru, tapi saya

memang tidak mau jadi guru ya. Hal itu pun kurang lebih di Medan, kalau

bapaknya ada di dinas, anaknya pun atau keponakannya pun ada di dinas. Di

sumut ini terkenal semua urusan musti tunai kan, dan orang medan itu terkenal

rasional dan pragmatis. Gimana itu.

S: Uda lah rasional, pragmatis pulak ya pak.

J: Iya, gimana itu, cemana adek terjemahkan itu.

S: Agak susah juga pak.

J: Cemana itu, karena aku nulis di koran itu. Ada artikel di waspada tanggal 7

maret pas pilkada itu.

S: Iya pak, pragmatis itu yang agak susah saya bilangkannya gimana itu pak.

J: Kalo rasional okelah kita sepakat bahwa dia itu memilih atau berkata

berdasarkan nalar, akal sehat. Kalo pragmatis ini kan sesuatu dilakukan karena

itu menguntungkan untuk dia atau tidak gitu kan. Fenomena itu abang kaitkan

dengan Sumut ini semua urusan mesti tunai. Dan adek perlu ketahui Sumut ini

3 propinsi terbesar diduga sebagai yang paling besar korupsinya. Satu jakarta,

yang kedua samarinda, ketiga sumut. Itu aku dapat dari laporan PPATK, pusat

pelaporan transaksi keuangan. Kira-kira gimana, salah gak?

S: Bener, pak. Walikotanya aja tengok tu.

J: Itu, ada cerita aneh ni. Di kabupaten Batubara itu pemekaran kan. Itu

bisa-bisanya kas Pemda disimpan bukan di bank resmi tapi di lembaga

penyimpanan uang biasa kayak BPR itu disana, di Tangerang. Dananya

(39)

S: Jadi kalau menurut Bapak orang Batak itu cenderung percaya ke wakil

rakyatnya atau pemerintah, atau gimana pak.

J: Kalau gini ya, di Sumut atau di Medan itu kan cenderung masyarakat ini kan

yang batak ya, ini mungkin ya, rasa kesukuannya itu kan kuat sekali ya. Kalau

dia nasution, ikutlah nasution. Atau dia gus-man itu kan batak, sama si

sukirman itu jawa ya. Aduh, lari-lari lah ini dek jawabnya karena bundanya ini

gak ada.

S: Iya pak, gapapa.

J: Kalo orang jawa di medan ini terus terang aja, lebih batak daripada orang batak

itu sendiri. Jadi di medan ini bisa kita bilang keras. Saya mau mempersepsikan

keras dan tegas itu beda. Kalau keras itu hanya penekanan intonasi kata atau

sikap perbuatan. Tapi kalau tegas itu yang jelas menunjukkan karakter, atau

memilih sesuatu itu kan berprinsip. Kalau memutuskan A, ya A.

Kalau masalah itu, gimana tadi dek bisa diulang.

S: Jadi gini pak, kalau per suku-suku ini ada gak perbedaan Trust mereka ke

DPRD? Jadi kayak latar belakang budaya mereka itu apakah berpengaruh

terhadap tingkat Trust mereka terhadap DPRD.

J: Kalau sekarang kan, gini ya.. secara empirik sebnarnya tidak ada persoalan

budaya itu, sekarang ini lebih kepada pribadi anggota DPRD ya. Kalau anggota

DPRD ini mencerminkan sikap perilaku daripada masyarakat sehari-hari.

Kesederhanaan, kesahajaan, anti korupsi, memperjuangkan masyarakat tanpa

ada kepentingan apapun, masyarakat akan menghargai, tanpa memandang

mereka orang batak, melayu. Persoalannya kan kadang gini, untuk menarik

simpati misalnya saya orang Jawa. Saya katakan kepada orang jawa, kalau

kalian tidak memilih saya saya tidak akan memberikan tempat dan kamu tidak

akan dapat apa-apa disini. Nah yang ini kan hanya tipu muslihat, politik itu kan

tidak ada yang namanya kawan abadi atau saudara yang ada kepentingan abadi

(40)

salah satunya adalah dengan perspektif budaya, atau golongan, atau suku itu

tadi. Jadi suku, golongan itu kan pada dasarnya ini kan hanya membedakan

tentang bahasa, warna kulit, bermarga atau tidak bermarga. Kalau persoalan

prestasi kerja atau persoalan tentang kemampuan itu kan tidak dilihat dari

sukunya, tapi kan kapasitas itu yang menunjukkan kemampuannya,

integritasnya, bisa dipercaya gak, dia mempunyai imparsial gak, punya sikap

kenegarawan gak.

S: Jadi pak, tadi kan kita uda ke masyarakat, sekarang kita ke mahasiswa.

Mahasiswa kan ada yang masuk organisasi ini itu, kayak yang bapak bilang

tadi ada Pema, Kammi, HMI, GMNI. Kalau menurut bapak, sama kayak suku

tadi, ada gak pengaruhnya ke Trust. Akankan beda orang yang di organisasi

ini, itu. Gimana Pak?

J: Pengaruhnya ke Trust ada ya. Kan gini, organisasi-organisasi mahasiswa kan

ada organisasi intra kampus, intra kampus itu kan seperti pema, senat, bem.

Kalo ekstra kampus itu kan Kammi, HMI, GMNI. Umumnya anggota DPRD

ini atau elit-elit politik ini kan mereka alumni daripada organisasi-organisasi

seperti itu, meskipun tidak semua anggota DPRD adalah alumni GMNI, HMI,

atau Kammi. Memang, tidak dipungkiri kebanyakan dari anggota DPRD atau

DPR pusat sekalipun adalah mereka yang notabenenya dulu adalah aktivis.

Kenapa kog mereka jadi anggota DPRD yang notabene dulunya aktivis?

Karena satu, pengalaman mereka berorganisasi. Kedua, networkingnya sudah

luas dan dia sudah terkader di dalam organisasi, bagaimana kemudian

menyusun peraturan, bagaimana dia debat, bagaimana dia menyanggah,

bagaimana dia memberikan usul, kan dilatih seperti itu kepemimpinannya di

organisasi itu.

Nah, mahasiswa itu ada kepentingan secara langsung atau tdiak langsung.

Secara langsung, kalau dia ada alumninya di DPRD, paling tidak setiap

kegiatan dia dibantu baik itu bantuan pribadi atau bantuan dari APBD yang

(41)

itu Dauroh namanya. Mkanya kalau kemudian teman-teman mahasiswa

memperjuangkan aspirasi ke DPRD dan disitu ada seniornya, pada akhirnya

terfragmentasi dalam kelompok kepentingan-kepentingan tersebut gitu lho.

Misalnya kalau saya HMI ada senior saya di DPRD, terus saya ikut demo,

besok-besok kalau saya ada kegiatan, apalagi kayak saya alumni FH USU.

Kemudian saya ikut demo, besok-besok kalau ada kegiatan saya gak dibantu,

atau nyalon jadi ketua cabang gak didukungnya pulak ya kan. Nah ini juga

yang bikin bertolak belakang dari diri mahasiswanya juga. Tapi ya dari

mahasiswa punya keinginan dong untuk memperjuangkan, untuk demo

menyuarakan aspirasi. Kalau ini tidak dilakukan, sebagai mahasiswa apa kata

dunia? Akhirnya ya dilaksanakan juga, meskipun tidak maksimal. Jadi ya kalau

saya pikir di organisasi-organisasi mahasiswa itu masih ada Trust, itu pastilah

baik secara langsung ada kepentingan politiknya, secara tidak langsung ada

semacam hubungan simbiolis mutualisme lah meskipun secara langsung kasat

mata tidak ada, tapi diebelakang itu ada.

S: Baik pak, sepertinya saya sudah mendapat semua jawabannya ini pak, uda

banyak banget ilmu yang disharing pak. Hehehe

J: Ada lagi gak ni yang mau ditanyakan.

(42)

2. Verbatim Wawancara Personal dengan Subjek Penelitian

LAMPIRAN VERBATIM Responden I

Wawancara I Tanggal : 19 April 2013

Jam : 13.58 – 14.15 WIB

Lokasi : Koridor Fakultas Hukum

S: Jadi yang ingin saya tanyakan itu apa sih alasan akbar kenapa kepercayaannya

rendah terhadap DPRD?

A: Karna gini, pertama kan kita liat dari segi DPRD Kota Medan sendiri kan

dipilh oleh rakyat, dimana sistemnya sekarang kan sistem pemilihan langsung,

one man one put kan. dimana kita liat sekarang ini kenapa kepercayaan

masyarakat cenderung rendah terhadap DPRD Kota Medan itu sendiri lebih

dikarenakan hanya sekedar janji-janji saja tidak ada namanya bentuk aplikasi

secara nyata yang dilakukan oleh DPRD Kota Medan. Termasuk dalam hal

menanggapi beberapa kasus, itu juga sih yang membuat kenapa kepercayaan

terhadap DPRD Kota Medan itu rendah.

Kedua, mungkin gini karena orang-orang didalam DPRD itu sendiri seperti

hanya ingin duduk dan menikmati hasil.. apa.. artinya pada saat kampanye

mereka mengeluarkan uang segini, dan mereka pengen balik modal terus

kemudian cari untung. Itu yang di.. lebih kepada mengambil sebuah proyek,

gitu sih..

S: Jadi begitu.. tadi akbar ada bilang cara mereka menanggapi kasus. Bisa ceritain

gak contohnya seperti apa.

A: Ya, sperti begini kan. Banyak beberapa kasus-kasus seperti relokasi apa tu

(43)

S: Oh iya, yang di titi gantung itu ya..

A: Ya, titi gantung.. itu kan, sebenarnya wewenang daripada Perda Kota Medan

kan, wewenang daripada anggota. Tapi, DPRD Kota Medan dalam hal ini tidak

menanggapi sisi-sisi dan bagaimana hal positif dan negatif dari relokasi tempat

itu. Sehingga kepercayaan itu cenderung turun. Kita liat itu kan dari segi

kasus-kasus yang ada di Medan ini tidak ada bentuk kerja nyata dari DPRD.

S: Jadi intinya, kenapa tidak ada kepercayaan itu karena tidak ada bentuk kerja

nyata dari DPRD itu sendiri.

A: Iya..

S: Trus, kalau boleh saya tahu sewaktu pileg kemarin akbar milih gak?

A: Milih, dan ternyata ya begitu.. haha ya itulah makanya mungkin memang mau

dari latar belakang apapun belum ada yang bisa melihat bentuk kerja nyata

mereka.

S: Jadi kalau menurut akbar, penting gak sih kepercayaan kita mahasiswa sebagai

masyarakat juga kan ya untuk percaya ke DPRD.

A: Sangat pentinglah, dimana posisi mahasiswa sendiri adalah agent of change,

bagaimana mahasiswa harus menyikapi berbagai hal-hal yang berkembang di

dalam situasi kota medan sendiri. Jadi, bagaimana kami sebagai mahasiswa

mengontrol DPRD kota medan yang selama ini dan sampai saat ini tidak ada.

Yang ada mereka saat ini hanya relokasi untuk pembangunan gedung baru kan

sementara gak nampak apa-apa kinerjanya. Coba kita runut lagi ya kan.. sekali

mereka reses itu butuh dana berapa,itu dia. Tapi tidak ada bentuk peringatan.

Kita liat mereka reses dimana sih, dirumah mereka, liburan, itu yang kita liat..

gak ada kita liat turun ke masyarakat ngeliat apa lagi yang kurang dan apa yang

dibutuhkan masyarakat.

S: Kira-kira menurut akbar sebagai mahasiswa, dan aktivis juga kan, untuk ke

(44)

pemerintahan kita yang demokratis dan memalui pemilihan langsung,

kepercayaan masyarakat penting kan ya. Gimana saran-saran atau

implementasi ke depannya supaya Trustnya masyarakat dan kita sebagai

mahasiswa itu bisa percaya lagi ke DPRD .

A: Percaya kembali ya..

S: Iya, percaya kembali.

A: Kalau kita katakan sih pertama kepada lebih kepada orangnya sendiri yang

mencalonkan diri menjadi caleg, kita liat apakah dia mencari keuntungan atau

tidak. Yang kedua mungkin dari segi curriculum vitaenya juga. Bagaimana CV

juga berpengaruh dalam memberikan pilihan. Apakah dia sosok seorang yang

bagaimana, apakah dia sosok yang sering terjun ke masyarakat atau apakah

sosok yang memang dia orangnya konseptor, atau orang lapangan itu juga kita

liat. Kalau kita liat kedepannya sih kembali ke orang-orang yang nantinya

menjadi anggota DPRD menunjukkan tadinya sebelum pemilu 2014 ini

bagaimana mereka bisa menarik hati masyarakat kota medan untuk kembali

percaya karena selama ini kita liat sih, kalau aku sendiri sih kurang sependapat

dengan sistem yang sekarang.

S: Sistem yang gimana?

A: Sistem sekarang yang dimana orang mencalonkan diri kemudian kita pilih gitu

kan. Itu kan tidak efektif begitu, tidak tau bagaimana sih orang-orang yang kita

pilih. Sama aja kan. Kenapa tidak kembali ke sistem kenapa gak partai aja yang

memilih gitu kan.

S: Jadi, menurut akbar kita kayak memilih partainya, nanti partainya yang meilih

orang-orang didalam.

A: Jadi, kalau partai yang memilih, otomatis ada sistem recall atau pergantian

antara waktu. Jadi kalau dilihat kinerjanya tidak pas, mereka tinggal diganti

dengan yang lain. Lebih bagus begitu sistemnya daripada langsung memilih

(45)

berkompeten. Intinya, mau DPRD atau DPR itu semua sama aja. Hanya untuk

(46)

LAMPIRAN VERBATIM Responden II Wawancara II Tanggal : 24 April 2013

Jam : 13.24 – 13.33 WIB

Lokasi : Bangku Depan Toilet Fakultas Hukum

Subjek : Yoko

S: Ya, jadi apa alasannya kenapa Trust yoko terhadap DPRD Kota Medan rendah.

Bisa disebutin?

Y: Pertama ya, yang buat aku kurang percaya pada pihak DPRD karena gak

terealisasi semua program yang direncanakan. Selain itu, kinerjanya gak

maksimal, mungkin apa yang di sampaikan pada saat dia belum terpilih, pada

saat dia kampanye.. jadi yang dia sampaikan itu berbeda. Aku dapat

istilahnya itu hypocrite, hipokrit itu artinya itu munafik. Jadi ya apa yang

dikatakannya itu gak sesuai dengan apa yang dlakukan. Selain itu juga ada

kayak apa ya seperti ada batasan antara DPRD dengan masyarakat. Mereka

gak menyadari bahwasanya kan mereka juga hanya wakil. Jadi kalo dari aku

mereka itu seperti kaum borjuis sedangkan kita masyarakat ini adalah kau

proletar. Jadi gitu. Dan tindakan mereka pun mementingkan egoisme sendiri.

Mungkin ini uda diketahui publik lah gimana kan bukan rahasia pribadi lagi.

Selain itu, eeee apalagi yaa.. banyak tindakan yang menyimpang seperti

dalam memanfaatkan anggaran. Yang dialokasikan tidak sesuai dengan yang

sebenarnya. Jadi ada mark up dalam semua proyek-proyek yang dijalankan

gitu. Eee ya itu aja, iya itu aja..

S: Jadi tadi yoko ada bilang kan kinerja mereka itu gak maksimal, bisa

(47)

Y: Eee, kira-kira seperti apa ya.. mungkin secara rinci gak bisa kugambarkan,

tapi dalam bayangkanku seperti itu, dari cerita di televisi dan dari

kawan-kawan adalah yang gak maksimal itu.

S: Jadi menurut yoko Trust kita ke wakil rakyat itu perlu gak, ke DPRD.

Y: Kalo kepercayaan itu pasti perlu ya, karena kalau dia naik itu karena kita

percaya. Yang terpilih itu pasti yang dipercaya. Namun kadangkala

kepercayaan itu bisa dibeli dengan pembelian suara. Sebelum dia terpilih dia

melakukan money politic agar dia terpilih. Kepercayaan itu memang sangat

krusial namun pada kenyataannya untuk mempercayai itu sangat berat.

S: Emm, maksudnya?

Y: Gimana yaa.. simpelnya, emm, gimana ya bilangnya..

S: Jadi menurut kamu kepercayaan itu penting tapi ketika kita mempercayai

mereka itu yang berat untuk dilakukan, gitu maksudnya? Karena melihat

kinerja mereka. Gitu?

Y: Iya, betul.. jadi kalau dia pada saat kampanye dilakukan dengan benar, kita

juga percaya dia tulus, tapi pada saat dia uda menjadi seorang wakil rakyat

dia tidak menjalankan fungsinya dengan sebagaimana mestinya gtu. Nah

itulah yang membuat kita menarik kepercayaan. Kita uda percaya tapi

kepercayaan kita gak dimanfaatkan, dikecewakan kitanya..

S: Saya melihat di identitas kalau yoko itu ketua GMNI ya?

Y: Bukan, bukan ketua itu. Tapi saya ketua kader, ketua kelas merah.

S: Apa aja sih interaksi yang sudah pernah dilakukan ke DPRD?

Y: Kalau kemarin kami ada melakukan aksi di kantor gubernur. Inginnya

melakukan dialog langsung dengan gubernur, tapi kemarin diwakilkan ole

beberapa pegawainya. Itu dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. Trus

(48)

dewan namun itu diadang oleh anggota Polri dan dilengkapi dengan mobil

water canonnya. Jadi itu kendala kami untuk masuk, yang kami berhasil

masuk itu Cuma nembus pagar kantor gubernur. Nah itulah yang tadi saya

sebutkan kita berdialog dengan mereka.

S: Berarti GMNI sering ya melakukan aksi untuk menyuarakan aspirasi?

Y: Tergantung isunya juga. Kami ada rapat internal, kalau itu patut untuk

disuarakan maka kami akan aksi.

S: Biasaya dari beberapa aksi yang dilakukan, diterima dengan baik gak?

Y: Gak semuanya ya. Kalaupun diterima, mungkin gak disampaikan ke atasan,

kan yang nerima kita kan gak langsung ke yang kita tuju. Dan kalaupun telah

kita sampaikan, kemungkinan gak sesuai ataupun bakan gak disampaikan

kepada yang tertuju itu.

S: Biasanya kalian menyampaikannya kemana? Ke ketua?

Y: Iya.

S: Dan biasanya yang menerima?

Y: Ya yang menerima itu ya anggota biasa, ya gitu..

S: Jadi kalau bisa saya simpulkan, alasan mengapa tidak percaya denga DPRD itu

karena kinerja mereka yang tidak sesuai dengan kenyataan. Berbeda antara

sewaktu kampanye dengan saat sudah duduk sana.

Y: Iya, itu uda jadi rahasia umum ya.

(49)

LAMPIRAN VERBATIM Responden III Wawancara III Tanggal : 26 April 2013

Jam : 10.06 – 10.15 WIB

Lokasi : Mushola Fakultas Keperawatan

Subjek : Nisa

S: Jadi pertanyaannya itu apa alasannya tidak percaya terhadap DPRD Kota

Medan

N: Alasannya itu terkait dengan RUU Keperawatan. Jadi RUU Keperawatan itu

sudah lama diproses bahkan sebelum orang kakak masuk ke kampus pun UU

Keperawatan itu sudah dirancang. Masuk 2009 kemudian sekitar 2010-an atau

2011 kita pernah melakukan kunjungan ke kantor DPRD Kota Medan. Kita

diskusi terkait dengan gimana sih pandangan mereka terkait dengan

undang-undang. Bukan sekali aja kami kesana, ada dua atau tiga kali, tapi sepertinya tidak ada respon. Mungkin mereka hanya bilang ―kita usahakan ini bakalan kita coba masukkan dan segala macam‖. Tidak respon juga, bahkan ini sudah dari 2009, 2010, 2011, 2012 dan sekarang uda 2013.

Sebenarnya perawat-perawat sendiri sudah sering ya melakukan aksi demo

bahkan di 2012 kita seluruh Ikatan Lembaga Keperawatan se-Indonesia,

mahasiswa-mahasiswa kumpulan perawat, kakak juga kemarin ikut serta.

Disitu satu-satunya harapan kita mahasiswa itu bisa mengawal terbentuknya

RUU Keperawatan segera disahkan. Sudah bertahun-tahun itu loh. Makanya

itu kan mereka itu sebagai penampung aspirasi masyarakat, yang disitu juta

termasuk mahasiswa, mahasiswa keperawatan gitu, berharap bahwa aspirasi

kita itu bisa diterima. Tapi, ya gitulah itu, pokoknya sampai kita kemarin itu

kalau adek tau ya kami buat aksi seribu mahasiswa kita demo di kantor DPR

(50)

bergerak dan mau akhirnya membahas tentang badan legislatifnya, kemudian

siapa yang akan merumuskannya dan segala macamnya. Terakhir kakak dengar

sampai sekarang ini belum juga itu kan. Sampai memang kita berharap

presiden juga turut andil di dalam undang-undang ini. Itu sih alasan sebenarnya

yang mendasarinya, aduh gemes rasanya..

Padahal ada UU sebelum yang keperawatan ini, kakak lupa UU apa gitu ya,

ada dua atau berapa gitu UU yang sudah disahkan. Bagaimana dengan UU

Keperawatan? Padahal ya tanpa profesi keperawatan, yang namanya pelayanan

kesehatan itu pasti bakalan timpang. Kita berharap ya dari DPRD, mereka lah

yang setidaknya mengapakan, karena mereka itu kan wakil kita. Walaupun

memang ada beberapa anggota DPR ya, jadi memang ada yang sudah dibagi

berdasarkan daerahnya. Jadi untuk daerah kita ini ada 5 ntah berapa DPR yang

kita inikan. Kemarin itu ada 8 yang anggota DPRD ini kita sms-in untuk ikut

serta dalam pembahasan RUU untuk segera disahkan. Memang ada beberapa anggota yang membalas sms, salah satunya membalas gini ―yang pasti jangan hanya ke saya saja mengsmsnya, kalian juga harus mengsms anggota yang lainnya juga‖. Itu salah satunya sih kenapa akhirnya memang sulit gitu untuk percaya apalag ini uda bertahun-tahun loh RUU ini diajukan.

S: Kalau menurut kakak penting gak kita punya kepercayaan terhadap DPRD?

N: Pasti pentinglah, yang namanya suatu hubungan timbal balik antara masyarakat

dan DPRD pasti butuh yang namanya membangun kepercayaan. Ketika kita

membangun sebuah hubungan, tapi kita tidak mau membangun yang namanya

kepercayaan, efeknya ketika misalnya si A membuat kesalahan, tanpa kita

percaya, kita akan langsung membabi buta dan langsung menyalahkan. Jadi,

percaya itu sangat penting. Tapi satu hal juga, jangan kepercayaan masyarakat

itu disalahgunakan.

(51)

N: Satu aja, mereka tu adalah wakil rakyat. Ya buktikan aja bahwa ketika mereka

mengucapkan A, ya seharusnya mereka melaksanakan A. Jangan hanya

sekedar pandai berbicara tapi tidak pandai berbuat. Itu sih.

S: Berarti kesimpulannya kalau bisa saya simpulkan berarti mereka tidak

mempunyai kekonsistenan antara perilaku dan tindakan, tidak menggubris

aspirasi mahasiswa. Gitu ya kak.

N: Walaupun mungkin kita gak tau sih ada apa dibalik itu gtu kan. Kita gak tau

kan kepentingan apa dibawah mereka. Tapi ya gitu setidaknya terlepas dari

kepentingan apapun itu, termasuk mahasiwa ya kan, seharusnya mereka mau

mendengarkannya gitu kan.

S: Kayak yang kakak bilang tadi kita gak tau ada kepentingan apa dibalik itu kan,

tapi setidaknya mereka bisa transparan gitu ya kak. Memberitahukan apa yang

sedang terjadi.

N: Iya, seharusnya gitu ya kan, terbuka, mereka memang harus lebih transparan..

S: Baik kak, itu saja, sudah selesai. Terima kasih ya kak.

(52)

LAMPIRAN VERBATIM Responden IV Wawancara IV Tanggal : 30 April 2013

Jam : 15.17 – 15.20 WIB

Lokasi : Kantin Perpustakaan USU

Subjek : Desi

D: Alasan kenapa saya tidak percaya atau trust saya rendah terhadap DPRD, yang

pertama, yang saya liat itu kinerjanya yang sangat sangat buruk ya dari sisi

pandang masyarakat saya liat kinerjanya buruk misalnya seperti ehhmm..

seperti yang mereka kenaikan gaji, pembangunannya. Itu kalo DPRD Pusat.

Kalo DPRD Medan sendiri, rasanya kayak gak punya DPRD gitu. Istilahnya ya

gak terlihat gitu lho yang mewakili masyarakat itu gimana wujudnya gitu lho.

Karna kalau misalnya di medan yang kelihatan justru kayak misalnya mungkin

itupun mungkin karna wujud kerjanya dari walikota medan. Tapi kalau dari

DPRD sendiri bener-bener gak ngerasa punya DPRD jadinya.

S: Itu aja? Jadi istilahnya kayak gak ada bentuk kerja nyata dari DPRD.

D: Iya, kayaknya jadi yaudah ini aja DPRD. Kayak nama aja. Cuma duduk, diam

dan bernafas mungkin ya, selebihnya gak ada.

S: Pedes banget ya alasannya, hehe. Trus kalau menurut Desi penting gak kita

yang membawa kita kayak kita di bawa sama pemimpin tapi kita gak percaya.

(53)

gak bener itu. Gak akan ada itu kerjaannya yang bener.‖ Makanya kepercayaan

itu penting dari masyarakatnya ke DPRDnya.

(54)

LAMPIRAN E

(55)

1. Contoh Aitem Skala Trust Setelah Uji Coba

SKALA PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2013

(56)

KATA PENGANTAR

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan

sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, saya akan mengadakan

penelitian mengenai mahasiswa. Untuk itu saya memerlukan sejumlah data yang

hanya akan saya peroleh dengan adanya kerjasama dan kesediaan Anda dalam

mengisi kuisioner ini. Penelitian ini, menggunakan 1 buah kuesioner yang terdiri

dari 51 pernyataan. Tidak ada jawaban yang salah, setiap orang dapat mempunyai

jawaban yang berbeda, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri

Anda dengan sejujur-jujurnya tanpa mendiskusikan dengan orang lain. Semua jawaban dan identitas Anda akan dijaga kerahasiaannya dan hanya

digunakan untuk keperluan penelitian ini saja.

Bantuan Anda dalam menjawab pernyataan dalam kuesioner ini adalah

bantuan yang sangat besar artinya bagi keberhasilan penelitian ini. Untuk itu saya

mengucapkan terimakasih.

Hormat Saya,

(57)

IDENTITAS PRIBADI

Nama :

Jenis Kelamin : L/P*

Usia :

Fakultas :

Semester :

Suku :

1. Apakah Anda pernah mengalami pengalaman langsung atau pernah berinteraksi dengan DPRD Kota Medan?

Jika Ya, mohon ceritakan apa dan bagaimana pengalaman Anda tersebut:

... ... ... ... ...

2. Apakah Anda termasuk dalam anggota organisasi kemahasiswaan? Jika Ya, silahkan tulis organisasi apa dan jabatan Anda dalam organisasi tersebut.

Misal: 1. PEMA, jabatan: Sekretaris Umum (Boleh lebih dari satu jawaban).

... ... ... ... ...

(58)

PETUNJUK PENGISIAN

Baca dan pahami baik – baik setiap pernyataan. Dalam kuesioner ini

DPRD yang dimaksud adalah DPRD Kota Medan. Di setiap pernyataan, Anda diminta untuk memilih salah satu pilihan berdasarkan keadaan diri Anda yang

sesungguhnya. Berilah tanda silang (X) pada salah satu pilihan Anda. Alternatif jawaban yang tersedia terdiri dari 4 pilihan, yaitu:

STS : bila pernyataan Sangat Tidak Sesuai dengankeadaan diri Anda

TS : bila pernyataan Tidak Sesuai dengan keadaan diri Anda

S : bila pernyataan Sesuai dengan keadaan diri Anda

SS : bila pernyataan Sangat Sesuai dengan keadaan diri Anda

Bila sudah selesai tolong periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada nomor yang terlewati.

Contoh:

No. PERNYATAAN STS TS S SS

1. Saya puas dengan kinerja DPRD Kota

Medan.

X

(59)

RAHASIA

No PERNYATAAN STS TS S SS

1 DPRD memiliki kualitas untuk mewakili

masyarakat kota Medan.

2 Saya puas dengan keseluruhan efisiensi

(kemampuan menjalankan tugas dengan

baik dan tepat) kerja DPRD.

3 Saya bisa menyampaikan keluhan saya

kepada DPRD.

4 Saya merasa DPRD transparan dalam

menyusun dan menetapkan anggaran

daerah (APBD).

5 DPRD peduli dengan kesejahteraan

masyarakat yang diwakilinya.

6 Dalam melakukan pengawasan terhadap

lembaga eksekutif (Kepala Daerah, Wakil

Kepala Daerah beserta perangkat daerah),

DPRD mendengar keluhan yang

disampaikan oleh masyarakat.

7 Anggaran daerah (APBD) yang disusun

dan ditetapkan oleh DPRD mengutamakan

kebutuhan masyarakat yang diwakilinya.

8 DPRD memiliki komitmen dalam

(60)

No PERNYATAAN STS TS S SS

9 Saya merasa DPRD konsisten antara

perkataan dan tindakannya.

10 Saya merasa terwakili oleh DPRD.

11 DPRD memiliki kualitas dalam melakukan

pengawasan terhadap pengelolaan

pembangunan daerah.

12 DPRD memiliki kemampuan dalam

menentukan anggaran daerah (APBD).

13 DPRD memiliki kemampuan dalam

menyusun dan menetapkan Peraturan

daerah (Perda) yang mencerminkan

kebutuhan daerah kota Medan.

14 Saya bisa menyampaikan keluhan atau

aspirasi saya jika ada yang tidak sesuai dari

kinerja pengawasan DPRD terhadap

lembaga eksekutif (Kepala Daerah, Wakil

Kepala Daerah beserta perangkat daerah).

15 DPRD melakukan pengawasan terhadap

lembaga eksekutif (Kepala Daerah, Wakil

Kepala Daerah beserta perangkat daerah)

karena peduli dengan keterwakilan

masyarakat.

16 DPRD tulus dalam upayanya untuk

(61)

No PERNYATAAN STS TS S SS

17 Saya puas dengan efisiensi kinerja DPRD

dalam mewujudkan suasana pemerintahan

daerah yang transparan.

18 Saya bisa menyampaikan keluhan atau

aspirasi saya jika ada yang tidak sesuai dari

mekanisme penyusunan dan penetapan

Peraturan daerah (Perda) kota Medan.

19 DPRD memiliki kualitas dalam

mewujudkan suasana pemerintahan daerah

yang transparan.

20 DPRD mendengarkan aspirasi dan keluhan

dari masyarakat.

21 Saya bisa menyampaikan keluhan atau

aspirasi saya jika ada ketidaksusaian antara

kondisi kemampuan keuangan daerah

dengan output (keluaran) kinerja pelayanan

masyarakat.

22 DPRD mengutamakan transparansi

mengenai Peraturan daerah (Perda) kepada

semua masyarakat.

23 Saya puas dengan efisiensi Peraturan

daerah (Perda) yang disusun dan ditetapkan

(62)

No PERNYATAAN STS TS S SS

24 DPRD mengutamakan akuntabilitas

(memberikan pertanggung jawaban)

mengenai Peraturan daerah (Perda) kepada

semua masyarakat.

25 DPRD memiliki kualitas dalam menyusun

dan menetapkan Perda yang mencerminkan

aspirasi masyarakat.

26 Saya menerima informasi yang memadai

mengenai bagaimana hasil pelaksanaan

pengawasan yang dilakukan oleh DPRD.

27 Nilai yang diterapkan oleh DPRD sama

dengan nilai yang saya pegang.

28 Saya puas dengan efisiensi Peraturan

daerah (Perda) yang telah mampu

menampung aspirasi masyarakat.

29 Saya merasa DPRD transparan dalam

melakukan pengawasan terhadap

pemerintah daerah kota medan.

30 DPRD memiliki kualitas dalam menyusun

dan menetapkan Perda yang mencerminkan

tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

31 DPRD memiliki komitmen dalam

melakukan pengawasan terhadap

(63)

No PERNYATAAN STS TS S SS

32 Saya puas dengan efisiensi kinerja DPRD

dalam menetapkan anggaran daerah

(APBD) yang sesuai dengan kebutuhan

daerah.

33 Saya menerima informasi yang memadai

mengenai bagaimana hasil evaluasi

Peraturan daerah (Perda) kota Medan.

34 Fungsi pengawasan yang dijalankan oleh

DPRD sesuai dengan nilai yang saya

pegang.

35 Saya menerima informasi yang memadai

mengenai hasil evaluasi keefektifan dan

keefisienan dari anggaran belanja daerah

(APBD).

36 DPRD memiliki komitmen mengenai

tranparansi Peraturan daerah (Perda).

37 Peraturan daerah (Perda) yang disusun dan

ditetapkan oleh DPRD sesuai dengan nilai

yang saya pegang.

38 DPRD memiliki komitmen dalam

pembuatan anggaran daerah (APBD).

39 DPRD memiliki kualitas dalam

(64)

No PERNYATAAN STS TS S SS

40 DPRD memiliki kemampuan mewakili

masyarakat kota Medan.

41 Dalam melakukan pengawasan, perilaku

DPRD sesuai dengan apa yang mereka

katakan.

42 Saya puas dengan kemampuan DPRD

dalam melakukan pengawasan terhadap

pengelolaan pembangunan daerah.

43 DPRD menunjukkan perilaku yang

konsisten dari hari ke hari.

44 DPRD memiliki kemampuan dalam

melakukan pengawasan terhadap

pengelolaan pembangunan daerah.

45 Perilaku DPRD sesuai dengan apa yang

mereka katakan.

46 Saya rasa nilai yang diterapkan oleh DPRD

dalam menyusun dan menetapkan anggaran

belanja daerah (APBD) sama dengan nilai

yang saya pegang.

47 Anggaran daerah (APBD) yang disusun

dan ditetapkan oleh DPRD mengutamakan

(65)

48 Saya puas dengan kemampuan DPRD

dalam menyusun dan menetapkan

Peraturan daerah (Perda).

49 Saya puas dengan efisiensi kinerja

pengawasan DPRD dalam hal pengelolaan

pembangunan daerah.

50 Saya rasa nilai yang diterapkan oleh DPRD

dalam menjalankan anggaran (APBD)

sama dengan nilai yang saya pegang.

51 Saya rasa DPRD menjaga kepercayaan

masyarakat.

MOHON PERIKSA KEMBALI JAWABAN ANDA, PASTIKAN TIDAK ADA JAWABAN YANG KOSONG

Referensi

Dokumen terkait

Kepala Satker Pengawasan SDKP Larantuka 21.Kepala Satker Pengawasan SDKP Labuan Lombok 22.. Kepala Satker Pen gawasa n S D KP Dag ho/Tah u na 23.Kepala Satker Pengawasan

70% dan tahap II sebesar 30% sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. k) Dosen melaksanakan kegiatan pengabdian regular UNISNU. l) Monev dan

Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden memiliki mekanisme koping baik (77%), sebagian besar tingkat kecemasan responden pada kategori ringan (73%) dan

Prestasi belajar pada mahasiswa tingkat IV Program Studi Ilmu Keperawatan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta berada dalam kategori cukup baik (91.2%).. Kesimpulan dan saran: Ada

Hasil uji T menunjukkan terdapat perbedaan hasil pretest dan post test pengetahuan kelompok eksperiment secara signifikan dibuktikan dengan nilai signifikansi yang

Terjadi saat satu atau lebih compartement ekstremitas meningkat, saat peningkatan tekanan jaringan pada ruangan tertutup diotot yang berhubungan dengan akumulasi cairan

Dalam penelitian ini penulis membahas masalah yang ditemukan pada identifikasi yakni tentang manajemen pembelajaran ganda pendidikan agama islam dalam rangka

sebelum pelajaran dimulai sekitar pukul 06.45, kegiatan sholat dhuha dilaksanakan oleh kelas XI dan XII di mushola. 3) Mengikuti sholat dhuha di SMK Islam 1 Durenan