• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian strategi pembelajaran

Dalam suatu proses pendidikan yang ada di dalam lembaga pendidikan akan teijalin relasi atau hubungan berdasarkan strategi pembelajaran yang efektif. Hal ini menunjukkan bahwa ada ikatan hakiki antara pendidikan dan strategi pembelajaran. Maksudnya adalah strategi pembelajaran yang efektif, diperlukan untuk mendidik, melatih, mengarahkan, dan mempersiapkan anak-anak agar peduli terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Agar relasi antara persepsi siswa tentang strategi pembelajaran dengan kepedulian siswa mengikuti pelajaran itu teijalin harus diadakan suatu pendekatan yang baik, pendekatan itu harus mengedepankan adanya rasa keseimbangan, kesesuaian, sehingga siswa peduli untuk mengikuti pelajaran dengan kesadarannya sendiri. Dalam hal ini strategi pembelajaran dapat dicapai berdasarkan waktu yang tersedia “ timing ” kaitannya dengan model penyajian, metode degan tujuan, metode dengan kemampuan siswa, serta metode dengan ranah secara efisien dan efektif. Tetapi sebelum mengacu pada strategi pembelajaran, terlebih dahulu didefinisikan makna pembelajaran.

Berikut ini penulis mengutip beberapa pendapat tentang pengertian pembelajaran, antara lain;

a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ” Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti berusaha (berlatih) supaya mendapat suatu

kepandaian.1

b. Robert sebagai mana dikutip oleh Muhibbin Syah dalam kamus susunannya yang tergolong modem “Dictionary Psycology

membatasi belajar denagan dua definisi. Pertama, belajar adalah ” the

process o f aquiring knowledge”, (proses memperoleh pengetahuan.)

Kedua, belajar adalah ” a relatively permanent change in respons

potentially which a ccors as aresult o f reinforced practise”, (suatu

perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil

latihan yang diperkuat.)2 3

c. Menurut Nana Sudjana, belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang yang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti bentuk perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, ketrampilan, kacakapan kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu

* 5

yang belajar.

1 W. J. S Poerwadarm inta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, P n , Balai Pustaka, Jakarta, 1985, Hlm.lOfe.

2 Muhhibbin Syah , Psikologi Pendidikan Dengan Pendidikan Baru, Rosdakarya Bandung, 1995, Him. 91

3 Nana Sudjana, CBSA Dalam Proses Belajar M engajar, S in ar Baru, Bandung ,1989, Him. 5

23

d. Sudarmanto mengartikan belajar merupakan usaha menggunakan setiap sarana/sumber, baik didalam maupun diluar pranata pendidikan

guna perkembangan dan pertumbuhan pribadi.4

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah usaha yang dilakuakan sebagai proses untuk memperoleh ilmu pengetahuan guna untuk perkembangan dan pertumbuhan pribadi.

Mengajar adalah suatu proses yang kompleks yang tidak hanya sekedar menyampaikan informasi oleh guru kepada siswa tetapi banyak hal dan kegiatan yang hams dipertimbangkan dan dilakukan. Oleh karena itu rumusan pengertian mengajar tidak sesederhana yang dibayangkan. S. nasution merumuskan mengajar sebagai berikut:

a. Mengajar ialah menanamkan pengetahuan kepada murid. b. Mengajar ialah menyampaikan kebudayaan kepada anak, dan

c. Mengajar ialah aktivitas mengorganisasi/ mengatur lingkungan dengan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga

teijadi proses belajar mengajar.5

Jadi dapat disimpulkan mengajar adalah suatu usaha bagaimana mengatur lingkungan dan adanya interaksi subyek didik (anak) dengan lingkungannya sehingga tercipta kondisi belajar yang baik.

4 Sudarmanto, Tuntutan Metodologi Belajar, Grafindo, Jakarta, 1993, Hlm .2.

5 Drs. M Basyiruddin Usman, M .Pd, Metodologi Pembelajaran A gam a Islam, Ciputat Pers, Ja k arta, 2002, Him. 19

Sedangkan belajar menurut Hasibuan dan Mudjiono, mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan teijadinya proses belajar sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang saling mempengaruhi yakni tujuan instruksional yang ingin dicapai, materi yang diajarkan, guru dan siswa yang harus memainkan peranan serta ada dalam hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan serta saranadan prasarana belajar mengajar yang tersedia.6

Dari pengertian belajar mengajar diatas dapat diambil kesimpulan sebagai proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran membutuhkan pula strategi jitu untuk mewujudkan siswa belajar dengan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Melalui belajar aktif siswa diajak untuk turut serta dalam proses pembelajaran, yang tidak hanya melibatkan mental tapi juga fisik. Hal ini bertujuan agar siswa merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan, j

Strategi belajar mengajar adalah pola umum perbuatan guru murid didalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Pengertian strategi menunjuk pada karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan guru dan murid didalam peristiwa belajar mengajar.7 v

Sedangkan metode mengajar ialah alat yang merupakan perangkat/bagian dari suatu strategi pengajaran, strategi pengajaran juga merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan. Jadi cakupan strategi lebih luas di banding metode/teknik dalam pengajaran. ■>

6 Drs. Jj Hasibuan, Dip Ed D an Drs Moedjiono, Proses B elajar Mengajar, Rem aja Rosdakarya, B andung, 1995, Hlm.l

25

Klasifikasi strategi belajar mengajar didasarkan pada tujuan agar dapat memilih strategi pengajaran secara efektif dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa, salah satunya adalah ditetapkannya suatu pendekatan CBSA. Dalam pendekatan ini siswa dituntut memegang peranan dan lebih aktif dalam proses belajar mengajar dimana guru dapat menyediakan/ menciptakan suatu kondisi pembelajaran siswa secara terencana dan baik.

Sekolah merupakan tempat belajar yang memberikan layanan pembelajaran yang bermutu melalui strategi pembelajaran yang bervariasi, penilaian yang kontinu dengan follow up yang cepat dan tepat, mendorong partisipasi siswa dalam pembelajaran, serta mempertahankan kehadiran

</ siswa, pelaksanaan tugas-tugas siswa dan keberlanjutan tugas-tugasnya.

Pada sekolah efektif strategi belajar mengajar harus dipusatkan pada aktifitas siswa karena tanggung jawab belajar ada pada siswa. Sekolah bertanggung jawab mengakomodasi kegiatan siswa agar siswa mau belajar. Hal ini berpatokan pada pengertian belajar sebagai kegiatan aktif siswa dalam membangun makna/pemahaman. Untuk itu guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun ide dan menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. 8

8 Dr. A an Komariah Dan Cepi Triatna, Visionary Leadership Menuju Sekolah Efektif,

2. Macam strategi pembelajaran

Adapun macam-macam strategi pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran, menurut Hisyam Zaini dalam bukunya Strategi Pembelajaran Aktif di PTmeliputi:

a. Tebak isi” Prediction guide

Strategi yang digunakan untuk melibatkan siswa didalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir. Dengan strategi ini siswa diharapkan dapat terlibat dalam pembelajaran semenjak awal pertemuan dan tetap mempunyai perhatian ketika guru menyampaikan materi. Selama penyampaian materi siswa dituntut untuk mencocokkan prediksi-prediksi mereka dengan materi yang disampaikan oleh guru. b. Resume kelompok ’’group resume

Biasanya sebuah rem menggambarkan hasil yang telah dicapai oleh individu. Resum ini akan menjadi menarik untuk dilakukan dalam group dengan tujuan membantu siswa menjadi lebih akrab atau melakukan team building. Keija sama kelompok yang anggotanya sudah saling mengenal sebelumnya. Kegiatan ini akan lebih efektif jika resum itu berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan.

c. Saling tukar pengetahuan “ active knowledge sharing ”

Ini adalah salah satu strategi yang dapat membawa siswa untuk siap belajar dengan cepat. Strategi ini dapat digunakan untuk melihat kemampuan siswa disamping untuk membentuk keija sama tim.

27

d. Melihat pengetahuan siswa “ inquiring minds want to know

Tehnik sederhana ini dapat membangkitkan keingintahuan siswa dengan meminta mereka untuk membuat perkiraan tentang suatu topik/suatu pertanyaan. Biasanya siswa cenderung diam ketika diajak untuk membahas materi-materi yang belum terpecahkan pada pertemuan sebelumnya jika diminta untuk menjawab secara bersama- sama satu kelas.

e. Tim pendengar” listening teams ”

Strategi ini membantu siswa untuk tetap konsentrasi dan terfokus dalam pembelajaran yang menggunakan metode ceramah. Strategi ini bertujuan membentuk kelompok-kelompok yang mempunyai tugas/tanggung jawab tertentu berkaitan dengan materi pembelajaran

f. Debat aktif ” active debate

Debat bisa jadi metode berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau siswa diharapkan mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinannya sendiri ini merupakan strategi yang secara aktif melibatkan siswa didalam kelas bukan hanya para pelaku debatnya saja.

g. Belajar dimulai dengan pertanyaaan ” learning stars with a question

Belajar sesuatu yang baru akan lebih efektif jika siswa itu aktif dan terus bertanya ketimbang hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru. Salah satu cara untuk membuat siswa belajar secara aktif

adalah dengan cara membuat siswa bertanya tentang materi sebelum ada penjelasan dari guru, strategi ini dapat menggugah siswa untuk mencapai kunci belajar yaitu bertanya.

h. Cari kawan ” card sort ”

Strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta tentang obyek/mereviu informasi. Gerakan fisik yang dominan. Dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang jenuh atau bosan.

i. Dua kekuatan ” the power o f two ”

Aktivitas pembelajaran ini digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat pentingnya serta manfaat sinergi yaitu bahwa dua kepala sungguh lebih baik dari hanya satu kepala.

j. Memberi pertanyaan dan menerima jawaban ” giving question and

getting answer ”

Strategi ini sangat baik digunakan untuk melibatkan siswa dalam mengulang materi yang telah disampaikan. Strategi ini tepat digunakan diakhir pertemuan, yaitu pada 15 menit terakhir misalnya, atau diakhir semester sebagai rangkuman atau pengulangan semua materi yang telah diberikan selama satu semester.

k. Bermain jawaban

Ini adalah sebuah permainan yang dapat melibatkan semua siswa dari awal sampai akhir. Dalam permainan ini mereka ditantang

29

untuk mencari jawaban yang benar sekaligus bergantung pada faktor keberuntungan. Permainan ini dapat digunakan untuk “pre- test”

maupun “post te st\ Dalam permainan ini guru mengajar dengan

menggunakan jawaban yang ditemukan siswa.9 3. Ragam strategi pembelajaran

Beberapa ragam strategi pembelajaran yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran kontekstual, antara lain;

a. Pembelajaran berbasis masalah

Sebelum memulai proses belajar mengajar di dalam kelas, siswa terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul, setelah itu guru merangsang siswa untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Kemudian guru mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktiakan asumsi dan mendengarkan perspektif yang berbeda dengan mereka. b. Memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman

belajar

Memberikan penugasan yang dapat dilakukan berbagai konteks lingkungan siswa antara lain disekolah, keluarga dan masyarakat. Penugasan ini memberikan pada siswa untuk belajar diluar kelas. Misalnya, siswa keluar dari luar kelas dan berinteraksi langsung untuk

9Hisyam Zaini Dkk, Strategi Pembelajaran A k tif Di PT, C tsd(C enter For Teaching Staff D evelopm ent) Yogyakarta, 2002 Him 4-68

melakukan wawancara. Siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar merupakan aktivirtas belajar yang harus dilakukan siswa dalam rangka mencapai penguasaan strandar kompetensi, kemampuan dasar, dan materi pembelajaran.

c. Memberikan aktivitas kelompok

Aktivitas belajar kelompok dapat memperluas perspektif serta membangun kecakapan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain. Guru dapat menyusun kelompok dari tiga, lima maupun delapan siswa sesuai dengan tingkat kesulitan penugasan.

d. Membuat aktivitas belajar mandiri

Peserta didik mampu mencari, menganalisis dan menggunakan informasi dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan guru. Supaya dapat melakukannya, siswa harus lebih memperhatikan bagaimana mereka memproses informasi. Menerapkan strategi pemecahan masalah, dan menggunakan pengetahuan yang telah mereka peroleh. e. Menerapkan penilaian autentik

Dalam pembelajaran kontekstual, penilaian autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. Penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar mengajar. Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat

31

digunakan oleh guru adalah portofolio, tugas kelompok, demonstrasi dan laporan tertulis.

B. Kepedulian siswa dalam proses pembelajaran

Yang dimaksud kepedulian siswa disini adalah hendaknya para siswa mengusahakan belajar, belajar dengan tekun serta menempatkan diri sebagai pelajar yang mempunyai kewajiban belajar dengan didasarkan pada tingkat disiplin, perhatian siswa dalam belajar yang baik, siswa mempunyai motivasi tinggi, keberanian mengungkapkan pendapat, mempunyai tanggunga jawab terhadap tugas serta yang paling pokok siswa aktif dalam proses pembelajaran.

Siswa yang memiliki tingkat ketekunan tinggi dia akan lebih konsentrasi pada setiap pelajaran yang diberiakan oleh guru maupun lingkungan sekitarnya, dengan cara mencermati, direnungkan, dianalisis, kemudian memfilter mana yang baik untuknya dan mana yang hams di tinggalkan biasanya siswa yang tingkat ketekunanya tinggi sangat peka dan sensitif sekali terhadap lingkungannya. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, bahwasanya Allah akan memudahkan jalan bagi orang yang mau tekun dan bersungguh-sungguh.

3 ^

Ia jJs? a! 4)il tei j i» «UtP

“Dari Nabi Muhammad SAW bersabda: barang siapa lewat di suatu jalan untuk mencari ilmu maka Alloh akan memudahkan orang itu pada jalan menuju syurga, dan sesungguhnya beberapa malaikat akan meletakan sayapnya karena ridho untuk mencari ilmu.” ( HR. Ibnu Majah ).10

a. Tingkat disiplin dan perhatian siswa dalam belajar

Disipin adalah esensial bagi semua kegiatan kelompok yang berorganisasi. Istilah “ disiplin ” mengandung banyak arti. Good’s

dictionary o f education menjelaskan “ disiplin ” sebagai berikut :

a) . Proses/hasil pengaruh/pengendali keinginan. Dengan atau kepentingan demi suatu cita-cita. Untuk mencapi tindakan yang lebih efektif.

b) . Pencarian suatu cara bertindak yang terpilih dengan gigih, aktif. c) . Pengendalian perilaku dengan langsung dan otoriter melalui

hukum dan hadiah.

d) . Pengekangan dorongan, sering melalu cara yang tak enak, menyakitkan.11

Pada definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa proses/pengembangan koraktif, pengendalian dari keadaan faktor dan expresi dengan adanya disiplin maka semua aktifitas siswa dalam belajar akan lancar.

Ajaran Islam sangat menaruh perhatia terhadap sikap disiplin ini. Karena disiplin merupakan kunci keberhasilan dan kesuksesan seorang ingin berhasil dalam cita-citanya ia harus disiplin dalam segala hal, baik waktu, tempat dan sebagainya. Disiplin waktu bakwa ia

10 Ibnu Majah, Kitab A l Ilmu Jus / , Hlm.81 No 223

11 O teng Sutrisno, Administrasi Pendidikan D asar Teoritis Untuk Praktek Profesional,

Angkasa, Bandung, 1987, Him. 97

33

melakukan sesuatu tepat pada waktunya. Disiplin dalam belajar al qur’an banyak ayat yang menganjurkan untuk bersikap disiplin, diantaranya surat Al Ashr ayat 1-3 berbunyi:

“Demi waktu ashar, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengajarkan kebenaran dan akal nasehat tentang kesabaran.” Ayat diatas dapat diambil pengertian bahwa, orang yang suka menyia-nyiakan waktu/ tidak disiplin ia berada dalam kerugian. Kelancaran proses belajar mengajar banyak ditentukan oleh kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah tingkatan kerajinan dan ketertiban siswa pada saat masuk/kelur kelas. Suasana kelas yang gaduh disebabkan ada siswa yang datang terlambat, hal ini sangat mengganggu kelancaran kegiatan belajar mengajar. Begitu pula guru yanga di buat sibuk para siswa yang suka pulang sebelum waktunya (membolos). Contoh konkrit diatas sering teijadi dan hampir sudah menjadi kebiasaan. Siswa yang taat pada peraturan akan memperlancar proses belajar mengajar.

Hal ini dapat diwujudkan dengan kedisiplinan dalam mengikuti pelajaran. Ada yang menjadi peraturan khusus untuk pengelolaan pengajaran seperti contoh yang dirumuskan oleh suharsimi arikunto, sebagia berikut:

1) Siapkan buku dan peralatan perlengkapan sebelum pelajaran dimulai.

2) Datanglah di sekolah paling lambat lima menit sebelum bel berbunyi.

3) Segera berada ditempat dudukmu dan menyiapkan diri untuk mengikuti dan memperhatikan pelajaran apabila bel sudah berbunyi. 4) Ikutilah semua petunjuk/perintah yang di berikan oleh guru.

5) Jangan sampai ada hak milik yang ketinggalan di kelas.12

b. Perhatian siswa dalam belajar

Memperhatikan dan mendengarkan pelajaran merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran. Yang dimaksud memperhatikan disini ialah memusatkan dan menyalurkan kemampuan belajar pada suatu pokok bahasan atau soal. Dengan perhatian berarti aktivitas yang diperlukan tidak hanya aktivitas jasmani saja, melainkan aktivitas rohani juga, artinya segala daya upaya dipusatkan pada permasalahan pelajaran, al ghozali dalam bukunya ihya’ ullumuddin menyatakan bahwa “ memperhatikan memusatkan perhatian untuk menerima setiap apa yang disampaikan padanya dengan pendengaran yang baik,

merendahkan diri dan merasa gembira.13

12 Suharsim i Arikunto, Manajemen Pengajaran Sebagai C ara Manusiawi, Rineka Cipta, Jakarta, 1980, Him. 119

35

Dalam proses belajar mengajar disekolah sering ada ceramah dari guru, dan hal ini tugas siswa adalah memperhatikan dan mendengarkan dengan baik. Seorang yang diam bukan berarti dia pasti memperhatiakan dan mendengarkan dengan baik, bisa juga diamnya itu dalam kondisi melamun/pikiran tidak terpusat pada pokok materi.

Persoalan mencatat dalam proses belajar mengajar sangat penting, hal ini sangat mempengaruhi perhatian siswa dalam belajar. Adapun manfaat dari mencatat ialah:

1) Membantu mengingat ide/fakta

2) Membedakan ide/gagasan yang berlawanan 3) Mempertanyakan kebenaran ketetapan pernyataan

4) Menaruh perhatian pada bagian yang memiliki bobot dan makna penting.14

c. Motivasi siswa

Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam 1) Motivasi intrinsik, 2)Motivasi ekstrisik. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan hal yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar. Adapun motivasi ekstinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorong

untuk melakukan kegiatan belajar.15

14 Sudarm anto, Op.Cit., Hlm.50 15 M uhibbin Syah, Op.Cit, Him. 137

Motivasi akan mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa, misalnya dorongan untuk mencapai prestasi dan dorongan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk masa depan anak dapat mendorong siswa untuk bersungguh dalam belajar, begitu juga dorongan siswa untuk berdisiplin.

Sehubungan dengan hal tersebut maka motivasi memiliki tiga fungsi antara lain:

1) Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak untuk melakuakn kegiatan yang akan dikerjakan.

2) Menentukan arah tujuan, yaitu arah tujuan yang akan dicapai. Denagn demikian motivasi dapat memberikan arah dari kegiatan yang harus dikeijakan sesuai dengan tujuan.

3) Menyeleksi perbuatan, yaitu menyeleksi perbuatan-perbuatan apa yang hams dikeijakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan

menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat.16

Dengan demikian motivasi sangat mendorong siswa dalam proses belajar mengajar akan teijadi jika ada suatu interaksi antara pendidik dan terdidik, karena dengan adanya dorongan dari pendidik maka akan dapat memberikan motivasi, karena siswa tersebut dapat mengetahui betapa pentingnya belajar.

16 Sardinian A.M, Interaksi Dan Motivasi Belajar Dan Mengajar, Rajawali, Jakarta, 1988, Hlm.75

37

d. Tanggung j awab terhadap tugas

Dengan kesungguhan dalam mengetjakan tugas yang di berikan oleh guru, hal ini akan memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang di pelajari.

Petunjuk yang disampaikan guru hendaknya diikuti demi kelancaran dalam belajar. Misalnya guru mengarahkan agar pertemuan mendatang membawa alat praktek kalau siswa mengikuti petunjuknya, maka akan mampermudah dalam belajarnya.

Belajar merupakan kewajiban setiap insan yang ingin maju dan itu adalah aktivitas yang tak dapat dihindari belajar adalah tahap awal dan paling dasar bagi manusia untuk mengenal lingkungan dimana dia hidup dan harus baradaptasi, seperti hadist nabi sebagai berikut:

Dokumen terkait