• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Teori Agensi (Agency Theory)

Dalam siklus audit, teori keagenan menjelaskan hubungan antara manajemen (principal) dengan auditor independen (agent) (Jensen dan Meckling, 1986). Dalam suatu hubungan keagenan, terdapat kesepakatan di mana sekurang-kurangnya satu orang (manajemen atau pimpinan) memerintahkan orang lain (auditor independen atau agent) untuk membantu pimpinan dan memberikan masukan dalam arahan atau perintah. Percakapan audit document lag terkait erat dengan teori keagenan di mana perusahaan dapat meminta auditor untuk melihat lebih lanjut kewajiban jangka panjang yang ditarik dan keuntungan dan kerugian perusahaan yang mengambil bagian penting dalam laporan keuangan. Penilaian lebih lanjut ini memerlukan beberapa waktu lebih dan akan mempengaruhi audit report lag (Nuraini et al., 2019)

2. Teori Atribusi

Teori atribusi diciptakan oleh Fritz Heider (1958). Pengertian atribusi adalah cara seseorang mencari kejernihan untuk mengetahui bagaimana memutuskan alasan atau niat dalam perilaku individu. Teori atribusi menyatakan bahwa perilaku individu dalam menjalankan suatu usaha atau sesuatu dapat dipengaruhi oleh sesuatu. Dampak tersebut adalah dampak yang berasal dari faktor eksternal dan faktor internal.

Penyebab perilaku dalam persepsi sosial lebih dikenal dengan istilah

dispositional attributions (penyebab internal) dan situational attributions (penyebab eksternal) (Robbins, 1996) dalam (Aisha & Chariri, 2022).

Dalam penelitian ini, yang tersirat dari suatu kejadian adalah audit report lag. Teori atribusi mendukung pengujian ini karena berdasarkan teori atribusi, para ahli akan menemukan seberapa besar pengaruh variabel dalam dan luar terhadap kelambanan audit report lag. Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teori atribusi adalah teori yang mendasari alasan orang melakukan suatu peristiwa.

Sehingga teori atribusi ini dapat mendasari alasan auditor melakukan audit report lag. (Aisha & Chariri, 2022).

3. Teori Struktur Modal

Berdasarkan definisi yang diambil dari buku W.L., Megginson (1997), struktur modal adalah susunan atau kombinasi kewajiban dan surat berharga (saham) yang menentukan struktur keuangan jangka panjang suatu perusahaan. Dengan menentukan struktur modal yang optimal, Anda nantinya dapat mengambil keputusan pembiayaan untuk perusahaan Anda dengan biaya pendanaan terendah. Selain itu, dampak bagi investor adalah mereka dijamin akan menghasilkan pengembalian yang maksimal dengan risiko yang minimal, sehingga mereka dapat dengan percaya diri berinvestasi di pasar keuangan nantinya. Ini karena perusahaan investee membuat keputusan pendanaan terbaik untuk meningkatkan nilainya. Di sisi lain, bagi pembuat kebijakan publik, dalam hal ini pemerintah negara tempat perusahaan tersebut bermarkas memiliki undang-undang dan kebijakan perpajakan yang dapat

11

memaksimalkan total produksi negara dan meminimalkan dampak dan risikonya terhadap negara. lakukan. Stabilitas ekonomi negara.

4. Audit Report Lag

Ashton dkk. (1987) menunjukkan bahwa audit report lag sebagai jangka waktu untuk menyelesaikan audit diperkirakan dari tanggal akhir buku tahunan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan auditor independen. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dan tanggal laporan auditor independen menunjukkan periode waktu pemeriksa menyelesaikan audit (Octaviani, 2017). Di Indonesia, batas waktu penerbitan laporan keuangan perusahaan yang sudah go public dikendalikan oleh OJK, khususnya peusahaan yang sudah go public harus menyampaikan laporan keuangan tahunan yang disertai dengan sudut pandang auditor kepada OJK dan wajib mengumumkan kepada masyarakat selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan atau harus diperiksa dalam jangka waktu 90 hari (Ani, F., Chomsatu, Y., Dan Dewi, 2020).

Dyer dan McHugh (1975) menjelaskan dalam penelitiannya (Panjaitan, 2017) bahwa (lag) dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

a. Preliminary lag, adalah perbedaan antara tahun buku dan tanggal pasar modal menerima laporan keuangan pendahuluan;

b. Auditor’s signature lag, adalah selisih antara tanggal akhir tahun fiskal dan tanggal yang tercantum dalam laporan audit independen;

serta

c. Total lag, adalah selisih waktu antara tanggal publikasi laporan keuangan.

5. Ukuran perusahaan.

Ukuran perusahaan adalah gambaran ukuran suatu perusahaan yang diperkirakan dengan ukuran nyata, Misalnya, berapa banyak kekayaan dan penjualan absolut yang dimiliki perusahaan selama siklus penjualan. Pilihan Ketua OJK tersebut menunjukkan, dari segi sumber kekayaan (harta), UKM adalah badan hukum dengan aset tidak lebih dari seratus miliar, sedangkan korporasi besar adalah badan hukum dengan aset absolut. Aset melebihi seratus miliar. Penelitian ini memanfaatkan seberapa besar kekayaan (total aset) yang diklaim oleh perusahaan sebagai perantara ukuran perusahaan. (Pangestika, 2020).

Penanda yang digunakan dalam penelitian ini adalah total asset.

Nilai total aset yang lengkap biasanya sangat besar dibandingkan dengan variabel keuangan lainnya. Untuk itu variabel aset di perhalus menjadi :

Ukuran Perusahaan = Ln (Total Aset)

Dalam studinya, semua manajer perusahaan besar cenderung dapat mengurangi audit report lag atas keterlambatan laporan keuangan yang disebabkan oleh perusahaan besar yang terus-menerus diteliti oleh investor, asosiasi perdagangan, dan badan pengatur. Dalam banyak kasus, pilihan untuk mendistribusikan laporan keuangan segera memungkinkan pengambil keputusan untuk membuat keputusan lebih cepat dan lebih akurat. (Ulfa, 2020).

6. Tingkat Leverage

Prayogi dalam (Eksandy, 2017) berpendapat bahwa leverage adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya sebelum jatuh tempo. Jika sebuah perusahaan gagal,

13

manajemen biasanya menunda rilis laporan keuangan untuk menyeimbangkan situasi pasar.. Hal ini mendorong auditor eksternal untuk meningkatkan kehati-hatian dalam sistem pemeriksaan dengan tujuan agar dapat mempengaruhi penangguhan penyampaian laporan keuangan kepada masyarakat secara umum (Udayana, 2017).

Variabel ini diestimasi dengan kewajiban untuk proporsi sumber daya (DAR) dengan persamaan berikut:

Keterangan:

- Debt rasio : Rasio utang

- Total Liabilities : Jumlah utang yang dimiliki perusahaan (baik utang jangka pendek dan jangka panjang)

- Total Assets : Jumlah aset yang dimiliki perusahaan 7. Reputasi KAP

Reputasi KAP yang direkrut oleh perusahaan untuk mengkaji laporan keuangan akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap validitas laporan keuangan yang disampaikan oleh perusahaan.

Ini karena KAP besar memiliki banyak karyawan, dapat meninjau lebih baik dan benar, memiliki jadwal yang dapat disesuaikan yang memungkinkan mereka untuk menyelesaikan ulasan tepat waktu, dan memiliki dorongan yang lebih kuat untuk menyelesaikan ulasan mereka lebih cepat untuk mengikuti mereka kedudukan. Sehingga dapat diduga bahwa perusahaan yang menggunakan jasa KAP besar akan cukup sering tepat waktu dalam menyajikan laporan keuangannya (Herdyansyah, 2020).

Memilih kantor akuntan penuh membantu untuk menyelesaikan audit lebih akurat, menurut temuan penelitian Schwartz dan Soo (1996) bahwa penundaan laporan audit akan terbatas dengan asumsi bahwa perusahaan dievaluasi oleh Big Four KAP. Dengan demikian, ukuran kantor akuntan publik dapat mempengaruhi saat audit atas laporan keuangan diselesaikan. Big Four KAP Indonesia:

1. Price Waterhouse Coopers (PWC) KAP, bekerjasama dengan Tanudiredja dan Wibisana & Partners.

2. KAP Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG), bekerjasama dengan KAP Siddharta & Widjaja.

3. KAP Ernst & Young (EAY). Bekerjasama dengan KAP Purwantono dan Suherman & Surja

4. KAP Deloite Touche Tohmatsu (Deloitte), bekerjasama dengan KAP Osman Bing Satrio & Partners.

8. Profitabilitas

Hasil penelitian ini sejalan dengan jurnal yang dikemukakan oleh (Wariyanti & Suryono, 2017) yang berjudul The Effect of Profitability, Leverage and Audit Opinion on Audit Delay, yang membahas tentang signal theory, yang menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manajemen mengikuti instruksi memberikan investor dengan informasi tentang pandangan manajemen terhadap prospek perusahaan.

Manajemen perusahaan juga wajib memberikan sinyal kepada investor tentang keadaan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dengan laba besar atau kecil harus tetap menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu. Hasil penelitian dari (Wariyanti & Suryono, 2017)

15

Profitabilitas merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan dalam mampu menghasilkan laba, dan semakin menguntungkan maka semakin menguntungkan (Eksandy, 2017).

Perusahaan yang dapat menghasilkan laba tinggi cenderung memiliki penundaan yang lebih singkat dalam laporan audit. Perusahaan yang mengalami kerugian meminta auditor untuk menjadwalkan audit lebih lambat dari yang direncanakan, sehingga mengakibatkan keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Dengan kata lain, perusahaan dengan laba rendah cenderung melewatkan laporan keuangannya karena mengandung berita buruk.(Firmansyah & Amanah, 2020).

Rasio profitabilitas dapat diukur diantaranya dengan menggunakan Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) (Prastowo, 2015).

Return on Asset = (ROA) =

x 100%

Dokumen terkait