[S 1] Meningkatnya Kualitas Lulusan Pendidikan Tinggi
LANGKAH ANTISIPASI
Untuk mengurangi hambatan-hambatan yang ditemukan, maka dipandang perlu untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, melalui kegiatan
1. Sosialisasi melalui berbagai media antara lain website UB, grup WA alumni, komunikasi pribadi serta berkoordinasi dengan program studi untuk mendorong alumni agar berpartisipasi mengisi kuisener dalam rangka tracer study 2. Pendampingan aktif, melalui evaluasi perkembangan
program secara periodik
3. Workshop yang berkaitan dengan program kewirausahaan yang ditujukan bagi peserta program kewirausahaan mahasiswa
STRATEGI
Dari data-data yang berhasil dihimpun saat ini, maka dipandang perlu untuk melakukan hal-hal berikut:
1. Menyinergikan antara kegiatan perkuliahan kewirausaahan (sebagai mata kuliah wajib) dengan
37 | P a g e program wirausaha mahasiswa UB, serta memberikan rekognisi bagi mahasiswa peserta program tersebut 2. Melakukan sosialisasi pada mahasiswa baru dan
memberikan pelatihan serta workshop tentang kewirausahaan
3. Proaktif untuk melakukan kerjasama dengan para pengguna lulusan dengan tujuan agar semakin banyak alumni yang dapat terserap pada berbagai bidang pekerjaan
4. Pengembangan softskill/lifeskill melalui kegiatan kokurikuler dan ektrakurikuler dalam kegiatan keorganisasian, minat bakat yang berorientasi pada prestasi, untuk menghasilkan lulusan berdaya saing, baik bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi atau langsung bekerja
Mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) SKS di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional diturunkan menjadi indikator turunan. Indikator turunan ini merupakan penjabaran teknis yang disusun berdasarkan kekhasan kegiatan yang dilakukan di Universitas Brawijaya untuk
[IKU 1.2] Persentase mahasiswa S1 dan D4/D3/D2
yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) SKS
di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah
tingkat nasional.
mencapai indikator utama yang di targetkan. Indikator turunan yang diusulkan adalah sebagai berikut:
1. Jumlah mahasiswa yang melakukan aktivitas di luar kampus;
2. Jumlah mahasiswa berprestasi tingkat provinsi dan regional;
3. Jumlah mahasiswa berprestasi Internasional;
4. Jumlah mahasiswa MBKM;
5. Jumlah prodi yang menerapkan MBKM;
6. Jumlah mahasiswa outbond; dan 7. Jumlah mahasiswa inbound.
Definisi kegiatan pada setiap indikator turunan adalah sebagai berikut:
1. Jumlah mahasiswa yang melakukan aktivitas di luar kampus adalah semua mahasiswa yang berkegiatan dalam cakupan 8 area kegiatan merdeka belajar, yaitu: (a) Program Mahasiswa
Magang Bersertifikat (PMMB), (b) Program Mahasiswa Proyek di Desa, (c) Program Mahasiswa Pertukaran Pelajar, (d) Program Mahasiswa Penelitian, (e) Program Mahasiswa Wirausaha, (f) Program mahasiswa Studi Independen, (g) Program Mahasiswa Proyek Kemanusiaan, dan (h) Program Mahasiswa Mengajar di Sekolah;
Mahasiswa FPIK UB mendampingi warga Dusun Sengkrakan RW 09 Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang mengolah limbah ternak berupa kotoran sapi menjadi kompos
39 | P a g e 2. Jumlah mahasiswa
berprestasi tingkat provinsi, regional/wilayah dan nasional adalah semua mahasiswa yang berprestasi dengan bimbingan dari dosen pembimbing dan mendapatkan peringkat 1, 2, atau 3, bidang kompetisi /
kejuaraan / kontes / lomba / pengakuan dalam bidang penalaran, kreatifitas, minat, bakat dan organisasi di tingkat provinsi, regional / nasional;
3. Jumlah mahasiswa berprestasi tingkat Internasional adalah semua mahasiswa yang berprestasi dengan bimbingan dari dosen pembimbing dan mendapatkan peringkat 1, 2, atau 3, dengan bidang kompetisi / kejuaraan / kontes / lomba / pengakuan dalam bidang penalaran, kreatifitas, minat, bakat, dan organisasi di tingkat Internasional;
4. Jumlah mahasiswa MBKM adalah jumlah mahasiswa yang berkegiatan dalam cakupan 8 area di luar kampus dengan bimbingan dari dosen pembimbing dan mendapatkan paling sedikit 20 SKS dalam 1 semester atau 40 SKS dalam 2 semester, kegiatan dapat dipilih
Dua Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berjaya di Pekan Paralimpik Nasional
(Peparnas) XVI yang diselenggarakan di Papua
dari program Kementerian atau program mandiri dari universitas;
5. Jumlah prodi yang menerapkan MBKM adalah semua prodi yang menerapkan kegiatan dalam cakupan 8 area merdeka belajar yang didukung oleh dokumen panduan kegiatan perkuliahan di masing-masing prodi, termasuk melayani mahasiswa lintas prodi dalam PT dan sekaligus memiliki mahasiswa inbound dari PT lain dalam negeri maupun luar negeri;
6. Jumlah mahasiswa outbond adalah jumlah semua mahasiswa UB yang mengikuti kegiatan belajar di luar negeri, baik program kerjasama universitas, atau kegiatan lain, seperti pertukaran mahasiswa, student exchange, dll;
7. Jumlah mahasiswa inbound adalah jumlah semua mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di UB baik melalui program kerjasama universitas, atau kegiatan lain (mahasiswa non-degree) dalam bentuk pertukaran mahasiswa, student exchange dll.
Target kinerja tahun 2021 untuk IKU 1.2 adalah 30%
mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) SKS di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.
Target PK 2021 Satuan Capaian % Ketercapaian
30 % 27,86 92,87
Capaian IKU 1.2 yang dihasilkan adalah 27,86% sehingga persentase ketercapaian target adalah 92,87%. Ketercapaian
41 | P a g e IKU 1.2 kurang dari target
disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang menghambat mobilisasi
mahasiswa untuk
beraktivitas di luar kampus.
Selain itu program MBKM diluncurkan tanpa mempertimbangkan
kurikulum prodi yang sangat bervariasi. Perlu waktu penyesuaian prodi menyiapkan kurikulum yang merekognisi kegiatan MBKM 20 SKS di luar kampus.
KEGIATAN
Program dan kegiatan yang dilakukan untuk mendukung capaian kinerja adalah sebagai berikut:
1. Memfasilitasi inisiatif implementasi Kampus Merdeka yang mendorong studi independen dan pengalaman di industri/masyarakat serta mobilitas student;
Jumlah mahasiswa berkegiatan di luar kampus, inbound dan outbond serta Prodi
yang menerapkan MBKM
Sebanyak 33 medali kompetisi internasional Agricultural Engineering-Annual Regional Convention (AE-ARC) 2021 berhasil diraih tim Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
2. Penyediaan regulasi dan sistem aplikasi implementasi kampus merdeka;
3. Meningkatkan kerja sama antar perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri untuk mobilitas student;
4. Meningkatkan kerja sama dengan industri/masyarakat melalui kesempatan magang, penilaian proyek mahasiswa, berbagi sumber daya, dan pendanaan;
5. Penyusunan Aplikasi Sistem Kelembagaan Kemahasiswaan;
6. Pembinaan untuk mendorong mahasiswa berkompetisi dan mendapatkan pengakuan di tingkat internasional, nasional, regional dan provinsi;
43 | P a g e Sertifikat 6th International Avicenna Youth Science Fair
7. Pengembangan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya cipta yang dapat diakui sebagai HKI;
8. Promosi program studi di luar negeri;
9. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa asing;
10. Rekognisi credit earning internasional bagi mahasiswa;
11. Fasilitasi inbound student untuk melaksanakan riset melalui kolaborasi riset dosen;
12. Fasilitasi penyelenggaraan international summer course, workshop, dan training bagi mahasiswa asing;
13. Fasilitasi kerjasama dalam bentuk student exchange (Overseas Program).
Mahasiswa FTP mengikuti 6th International Avicenna Youth Science Fair
Program MBKM UB bersama PT Biocare Sejahtera Indonesia
HAMBATAN
Hambatan atau kendala yang dihadapi dalam upaya pencapaian target kinerja adalah sebagai berikut:
1. Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa kegiatan MBKM yang sudah diinisiasi secara mandiri oleh UB dengan pihak mitra menjadi tertunda implementasinya karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat;
45 | P a g e 2. Pandemi Covid-19 juga menghambat aktivitas mahasiswa untuk menghasilkan prestasi baik di tingkat internasional maupun nasional;
3. Pandemi Covid-19 menurunkan kegiatan student mobilitas baik nasional maupun internasional, serta inbound dan outbound;
4. Belum semua program studi bisa merekognisi semua kegiatan MBKM setara dengan 20 SKS karena kurikulum yang didesain untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan belum sepenuhnya mempertimbangkan MBKM sebagai salah satu pendekatan;
5. Dunia usaha dan dunia industri yang punya komitmen tinggi untuk berbagi sumber daya dan pendanaan dalam implementasi MBKM masih sedikit;
6. Target 30% yang diberikan kepada PT tidak mempertimbangankan jumlah mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) yang tidak diperhitungkan dalam kegiatan MBKM;
LANGKAH ANTISIPASI
Langkah antisipasi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan adalah sebagai berikut:
1. Memodifikasi bentuk bentuk penugasan yang harus dilakukan mahasiswa dalam MBKM agar bisa dilaksanakan secara daring;
2. Memastikan prokes sudah diimplementasikan di lokasi MBKM mahasiswa;
3. Memberikan bantuan teknis dan monitoring pelaksanaan prokes dalam kegiatan peningkatan prestasi mahasiswa,
termasuk bantuan food supplement untuk meningkatkan imunitas;
4. Menyusun pedoman teknis pelaksanaan student mobility dalam bentuk daring;
5. Melakukan sosialiasi kepada pengelola program studi dalam rangka merumuskan kembali kebijakan pengelolaan pendidikan dengan mengakomodasi kegiatan MBKM;
6. Mendorong alumni yang menduduki posisi kunci dalam dunia usaha dan industri untuk memberikan berpartisipasi aktif dalam kegiatan MBKM dengan menawarkan potensi mahasiswa yang bisa didayagunakan secara maksimal;
7. Dilakukan penyesuaian kurikulum untuk mengakomodasi kegiatan MBKM, misalnya semua SKS matakuliah wajib didesain selesai pada semester 5 sehingga pada semester 6 mahasiswa dapat memprogram kegiatan MBKM 20 SKS di luar kampus;
8. Prodi menyiapkan kurikulum dengan jalur MBKM dan menyiapkan panduan rekognisi kegiatan MBKM sebanyak 20 SKS;
9. Formulasi perhitungan persen ketercapaian IKU 2.1 diusulkan untuk direvisi, dihitung berdasarkan rasio jumlah mahasiswa berkegiatan diluar kampus terhadap jumlah semua mahasiswa aktif jenjang S1 dan diploma di PT.
STRATEGI
Strategi ke depan yang dilakukan agar target indikator kinerja dapat tercapai antara lain:
47 | P a g e 1. Menyempurnakan desain pembelajaran MBKM yang memungkinkan mahasiswa berkegiatan baik dari rumah maupun di lokasi MBKM;
2. Mendorong semua pengelola program studi untuk mengakomodasi pelaksanaan MBKM dalam kebijakan pengelolaan program studi agar hak mahasiswa melakukan kegiatan MBKM sebanyak 20 SKS dapat terjamin;
3. Meningkatkan alokasi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi;
4. Meningkatkan kegiatan promosi untuk menarik minta mahasiswa asing;
5. Meningkatkan kegiatan temu usaha dengan dunia usaha dan dunia industri secara massif.
Pencapaian Sasaran Kegiatan Peningkatan Kualitas Dosen Pendidikan Tinggi didukung oleh pencapaian tiga Indikator Kinerja Kegiatan, yaitu [IKU 2.1] Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima) Tahun Terakhir;
[IKU 2.2] Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3;
memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja dan [IKU 2.3]
Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional