• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I

Dalam dokumen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Halaman 38-57)

No. Kegiatan Belajar Nilai Budaya Dan

Karakter Bangsa 1. Kegiatan Awal (10 Menit)

 Guru membuka pembelajaran seni budaya (rupa) dengan mengucapkan salam, mengabsen, dan

mengajak siswa berdoa sebelum memulai pelajaran.  Guru memberikan apersepsi dengan beberapa

pertanyaan tentang gambar bentuk dan mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran yang telah dipelajari dan dikaitkan dengan yang akan dipelajari.

 Guru menjelaskan tujuan dan manfaat dari mempelajari ganbar bentuk.

2. Kegiatan Inti (60 Menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi :

 Siswa mengamati dan memahami materi tentang pengertian, prinsip, teknik, alat dan media dalam menggambar bentuk yang di sampaikan oleh guru.  Siswa mengamati contoh prosedur dalam membuat

gambar bentuk yang di sampaikan oleh guru dengan cara mendemonstrasikannya.

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi :

 Siswa secara individu membuat gambar bentuk berupa bentuk geometris sederhana dengan teknik dan prosedur yang tepat (bentuk kubistis, silindris, kerucut).

 Siswa membuat gambar bentuk benda geometis (contoh botol air mineral yang memiliki bentuk dasar silindris).

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi :

 Peserta didik mengumpulan tugas gambar bentuk benda geometris.

Teliti, Percaya diri

3. Kegiatan Akhir (10 Menit)

 Guru dan siswa melakukan refleksi tentang kesulitan dan manfaat dari kegiatan pembelajaran materi gambar bentuk yang telah berlangsung

 Guru membuat simpulan tentang materi gambar

bentuk yang telah di sampaikan

 Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya

 Guru dan siswa mengakhiri proses pembelajaran dengan berdoa bersama

F. ALOKASI WAKTU 2 x 40 menit

G. SUMBER BELAJAR/ ALAT/ BAHAN  Buku teks/buku penunjang yang relevan  Media

H. PENILAIAN

Teknik : Tes unjuk kerja

Bentuk Instrumen : Uji proses dan produk

Instrumen : 1. Buatlah gambar bentuk benda Silindris dari karya seni rupa terapan tiga dimensi daerah setempat berdasarkan prinsip dan teknik arsir yang tepat

Contoh lembar penilaian hasil karya seni rupa

Aspek-aspek yang dinilai Penilaian

1 2 3 4 5

A. Penguasaan alat dan media

B. Penguasaan teknik

C. Komposisi gambar

D. Ketepatan bentuk

E. Kerapian

Rubrik Penskoran

A. Penguasaan alat dan media

1. Tidak sesuai sama sekali dengan demonstrasi guru yaitu dalam pemakaian bahan, alat dan media dalam meggambar

2. Kurang sesuai dengan cara pemakaian alat, bahan dan media dalam menggambar

3. Kurang sesuai dengan salah satu demonstrasi guru yaitu salah dalam cara pemakaian alat dan bahan dalam menggambar

4. Sesuai dengan demontrasi guru dalam pemakaian bahan, alat dan media dalam menggambar bentuk

menggambar bentuk B. Penguasaan teknik

1. Tidak sesuai sama sekali dengan demonstrasi guru yaitu dalam pemakaian teknik mengarsir

2. Kurang sesuai dalam cara pemakaian teknik mengarsir dalam menggambar

3. Kurang sesuai dengan salah satu demonstrasi guru yaitu salah penggunaan dalam teknik mengarsir dalam menggambar

4. Sesuai dengan demonstrasi guru dalam penggunaan teknik mengarsir dalam menggambar 5. Sangat sesuai dengan demonstrasi guru dalam penggunaan teknik mengarsir dalam

menggambar C. Komposisi gambar

1. Tidak dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang

2. Kurang dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang

3. Dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 2 kategori dari 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang tetapi masih memiliki kekurangan pada kesan harmonis yang didapat

4. Dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 3 kategori dari 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang. 5. Sangat dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 4 prinsip menggambar

berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang. D. Ketepatan bentuk

1. Tidak tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk dan tidak dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

2. Tidak tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, tetapi masih dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

3. Kurang tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, tetapi dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

4. Tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, serta dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

5. Sangat tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, serta dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

E. Kerapian

1. Hasil menggambar kurang baik dan gambar kurang bersih dan rapi 2. Hasil menggambar kurang baik, tetapi gambar tampak bersih 3. Hasil menggambar baik, serta gambar tampak bersih

4. Hasil menggambar baik, serta gambar tampak bersih dan rapi

Keterangan 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik Sleman, 4 Agustus 2016 Mengetahui,

Guru pembimbing Mahasiswa PPL

Ninik Suhartati, S.Pd. Setiawan Agung Wijayaguna

NBM.975941 NIM.13206241015

Nilai

Siswa =

Skor yang diperoleh

x 100% Skor maximal

Setiawan Agung Wijayaguna Gambar bentuk pertemuan ke2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMP Muhammadiyah 2 Depok

Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa Kelas/Semester : VII

Alokasi Waktu : 2 X 40 menit

Satandar Kompetensi : 2 Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa Kompetensi Dasar : 2.1 Menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa

terapan tiga dimensi dari daerah setempat A. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

No Indikator Pencapaian Kompetensi Karakter Siswa Yang Diharapkan 2.1.3 Membuat gambar bentuk benda Geometris dari

karya seni rupa terapan daerah setempat berdasarkan prinsip dan teknik yang tepat

 Religius  Kreatif  Percaya Diri B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa dapat:

 Membuat gambar bentuk benda Geometris dengan cermat dan kreatif sesuai dengan karakter benda

 Membuat gambar bentuk benda Geometris dari karya seni rupa terapan daerah setempat berdasarkan prinsip dan teknik yang tepat

C. MATERI AJAR

 Pengertian menggambar bentuk

 Definisi prinsip, teknik, alat, bahan dan prosedur dalam menggambar bentuk

F. Menggambar Bentuk

Menggambar merupakan proses pengungkapan gagasan seseorang melalui bahasa gambar.

Menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan meniru objek dan mengutamakan

kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat semakin sempurna. Objek gambar bentuk bisa dari benda-benda mati, flora, fauna, manusia, atau alam sekitar.

Ditinjau dari jenis benda yang akan digambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut

4. Menggambar bentuk benda kubistis

Benda kubistis adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil, kulkas, dan sebagainya.

5. Menggambar bentuk benda silindris

Benda silindris adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai silinder (elips). Misalnya, botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan sebagainya.

6. Menggambar bentuk benda bebas

Benda yang memiliki bentuk bebas adalah bendabenda yang bentuknya tidak beraturan. Misalnya, buahbuahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda-benda alam lainnya.

H. Prinsip Menggambar Bentuk

Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik dan benar, diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dan langkah kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

6. Proporsi

Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.4 berikut.

7. Komposisi

Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memerhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.

8. Kesatuan (unity)

Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah. Perhatikan Gambar 2.6 berikut.

9. Perspektif

Benda yang letaknya lebih dekat dengan pandangan mata, tampak lebih besar ukurannya bila dibandingkan dengan benda-benda yang letaknya jauh dari pandangan mata. Semakin jauh benda tersebut maka akan hilang dari pandangan mata (menuju suatu titik), misalnya saat melihat rel kereta api. Sesungguhnya rel kereta api itu besarnya sama, tetapi karena kesan pandangan mata, rel tersebut akan semakin menyempit dan menuju ke satu titik. Jadi,

perspektif adalah penggambaran objek berdasar kesan pandangan mata. Perspektif yang baik

akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga dimensi dalam bentuk gambar. Bila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah perspektif maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.9 berikut.

10. Gelap-terang

Sinar yang jatuh pada suatu benda (baik sinar yang jatuh secara langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan efek terang di satu sisi dan bayangan (gelap) di sisi yang lain. Perhatikan Gambar 2.10 di samping.

I. Alat dan Bahan untuk Menggambar Bentuk

Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Alat dan bahan untuk menggambar bentuk dapat dibedakan berdasarkan

penggunaan medianya, yaitu sebagai berikut.

3. Media kering

Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan kering. Praktik penggunaannya digoreskan langsung pada permukaan bidang gambar. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut.

Pensil, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (objek).

Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil keras (hard), misalnya pensil HB. Coretan yang dihasilkan pensil HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang sket awal sebelum tahap penyempurnaan gambar (finishing). Tahap berikutnya menggunakan pensil lunak (2B, 3B, 4B, 5B, dan 6B). Pensil jenis B ini memiliki sifat lunak dan hasilnya lebih pekat sehingga cocok untuk teknik blok, arsir, atau dussel. Krayon, memiliki sifat padat dan lunak sehingga cocok untuk membuat gambar blok dan

gradasi (kesan semburan warna).

Spidol, terdiri atas beragam pilihan warna. Sesuai untuk menggambar dengan teknik

Konte, merupakan sejenis pensil dari bahan lunak berwarna hitam pekat, sering untuk

membuat gambar gradasi atau benda-benda bertekstur halus.

Drawing pen, alat menggambar yang sering digunakan untuk teknik arsir dan blok. 4. Media basah

Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan basah. Bahan warnanya tersimpan dalam bentuk tube, botol, atau kaleng. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut.

Cat air, dapat digunakan menggambar dengan campuran air atau tanpa menggunakan air.

Cat poster (cat plakat), memiliki kemiripan dengan cat air, tetapi lebih padat dan lebih pekat sehingga sangat cocok untuk teknik blok.

Tinta bak, biasa juga dinamakan tinta Cina, terbuat dari bahan cair pekat. Sangat cocok

untuk menggambar teknik blok atau siluet.

Cat minyak (acrylic), untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain.

Ecolin, terbuat dari bahan cair dengan berbagai warna. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna.

J. Teknik Menggambar Bentuk

Setiap orang memiliki teknik yang berbeda dalam menggambar bentuk. Teknik-teknik yang bisa digunakan dalam menggambar bentuk, antara lain sebagai berikut.

6. Teknik arsir

Teknik arsir dibuat dengan cara menorehkan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi.

Cat poster, Cat minyak (acrylic), Tinta bak, Cat air, Ecolin 7. Teknik sapuan basah (aquarel)

Teknik sapuan basah dapat menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.

8. Teknik dussel (gosok)

Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte. 9. Teknik siluet (blok)

Teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet (blok).

10. Teknik pointilis

Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk objek.

D. METODE PEMBELAJARAN  Saintifik

 Ceramah  Diskusi  Unjuk kerja

E. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan II

No. Kegiatan Belajar Nilai Budaya Dan

Karakter Bangsa 1. Kegiatan Awal (10 Menit)

 Guru membuka pembelajaran seni budaya (rupa) dengan mengucapkan salam, mengabsen, dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai pelajaran.  Guru memberikan apersepsi dengan beberapa

pertanyaan tentang materi gambar bentuk dan mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran yang telah dipelajari dan dikaitkan dengan yang akan dipelajari.

 Guru menjelaskan tujuan dan manfaat mempelajari gambar bentuk.

Religius

2. Kegiatan Inti (60 Menit)

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi :

 Siswa mengamati contoh prosedur dalam membuat gambar bentuk yang di sampaikan oleh guru dengan cara mendemonstrasikannya.

 Siswa mengamati contoh gambar bentuk yang telah digambar oleh guru

 Siswa di minta untuk menemukan hal-hal yang penting tentang proses dan hasil gambar bentuk yang baru saja dipraktikkan oleh guru

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi :

 Siswa secara individu membuat gambar bentuk benda Geometis dengan prosedur dan teknik yang benar Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi :

 Peserta didik mengumpulan tugas gambar bentuk benda geometris

 Peserta didik mendengarkan penguatan yang disampaikan oleh guru terkait dengan hasil gambar bentuk

3. Kegiatan Akhir (10 Menit)

 Guru melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya

 Guru membuat simpulan tentang materi yang telah di sampaikan

 Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya

 Guru dan siswa mengakhiri proses pembelajaran dengan berdoa bersama

Religius

F. ALOKASI WAKTU 2 x 40 menit

G. SUMBER BELAJAR/ ALAT/ BAHAN  Buku teks/buku penunjang yang relevan  Media

H. PENILAIAN

Teknik : Tes unjuk kerja

Bentuk Instrumen : Uji proses dan produk

Instrumen : 1. Buatlah gambar bentuk benda Geometris dari karya seni rupa terapan tiga dimensi daerah setempat berdasarkan prinsip dan teknik arsir yang tepat

Contoh lembar penilaian hasil karya seni rupa

Aspek-aspek yang dinilai Penilaian

1 2 3 4 5

Penguasaan alat dan media

Penguasaan teknik

Komposisi gambar

Kerapian

Rubrik Penskoran

F. Penguasaan alat dan media

6. Tidak sesuai sama sekali dengan demonstrasi guru yaitu dalam pemakaian bahan, alat dan media dalam meggambar

7. Kurang sesuai dengan cara pemakaian alat, bahan dan media dalam menggambar

8. Kurang sesuai dengan salah satu demonstrasi guru yaitu salah dalam cara pemakaian alat dan bahan dalam menggambar

9. Sesuai dengan demontrasi guru dalam pemakaian bahan, alat dan media dalam menggambar bentuk

10. Sangat sesuai dengan demontrasi guru dalam pemakaian bahan, alat dan media dalam menggambar bentuk

G. Penguasaan teknik

6. Tidak sesuai sama sekali dengan demonstrasi guru yaitu dalam pemakaian teknik mengarsir

7. Kurang sesuai dalam cara pemakaian teknik mengarsir dalam menggambar

8. Kurang sesuai dengan salah satu demonstrasi guru yaitu salah penggunaan dalam teknik mengarsir dalam menggambar

9. Sesuai dengan demonstrasi guru dalam penggunaan teknik mengarsir dalam menggambar 10. Sangat sesuai dengan demonstrasi guru dalam penggunaan teknik mengarsir dalam

menggambar H. Komposisi gambar

6. Tidak dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang

7. Kurang dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang

8. Dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 2 kategori dari 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang tetapi masih memiliki kekurangan pada kesan harmonis yang didapat

9. Dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 3 kategori dari 4 prinsip menggambar berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang. 10. Sangat dapat memberikan kesan harmonis pada objek melalui 4 prinsip menggambar

berupa proporsi, kesatuan, kesimbangan, perspektif dan gelap terang. I. Ketepatan bentuk

6. Tidak tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk dan tidak dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

7. Tidak tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, tetapi masih dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

8. Kurang tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, tetapi dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

9. Tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, serta dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

10. Sangat tepat dalam pengaturan teknik menggambar bentuk, serta dapat memberikan kesan kemiripan rupa sesuai dengan objek benda

J. Kerapian

6. Hasil menggambar kurang baik dan gambar kurang bersih dan rapi 7. Hasil menggambar kurang baik, tetapi gambar tampak bersih 8. Hasil menggambar baik, serta gambar tampak bersih

9. Hasil menggambar baik, serta gambar tampak bersih dan rapi

10. Hasil menggambar sangat baik, serta gambar tampak bersih dan rapi Keterangan 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik Sleman, 11 Agustus 2016 Mengetahui,

Guru pembimbing Mahasiswa PPL

Ninik Suhartati, S.Pd Setiawan Agung Wijayaguna

NBM.975941 NIM.13206241015

Nilai

Siswa =

Skor yang diperoleh

x 100% Skor maximal

Setiawan Agung Wijayaguna Gambar bentuk pertemuan ke3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMP Muhammadiyah 2 Depok

Mata Pelajaran : Seni Budaya / Seni Rupa Kelas/Semester : VII

Alokasi Waktu : 2 X 40 menit

Satandar Kompetensi : 2 Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa Kompetensi Dasar : 2.1 Menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa

terapan tiga dimensi dari daerah setempat A. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

No Indikator Pencapaian Kompetensi Karakter Siswa Yang Diharapkan 2.1.4 Membuat gambar bentuk benda Nongeometris

dari karya seni rupa terapan daerah setempat berdasarkan prinsip dan teknik yang tepat

 Religius  Kreatif  Percaya Diri B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa dapat:

 Membuat gambar bentuk benda Nongeometris dengan cermat dan kreatif sesuai dengan karakter benda

 Membuat gambar bentuk benda Nongeometris dari karya seni rupa terapan daerah setempat berdasarkan prinsip dan teknik yang tepat

C. MATERI AJAR

 Pengertian menggambar bentuk

 Definisi prinsip, teknik, alat dan bahan dalam menggambar bentuk

K. Menggambar Bentuk

Menggambar merupakan proses pengungkapan gagasan seseorang melalui bahasa gambar.

Menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan meniru objek dan mengutamakan

kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat semakin sempurna. Objek gambar bentuk bisa dari benda-benda mati, flora, fauna, manusia, atau alam sekitar.

Ditinjau dari jenis benda yang akan digambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut

7. Menggambar bentuk benda kubistis

Benda kubistis adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil, kulkas, dan sebagainya.

8. Menggambar bentuk benda silindris

Benda silindris adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai silinder (elips). Misalnya, botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan sebagainya.

9. Menggambar bentuk benda bebas

Benda yang memiliki bentuk bebas adalah bendabenda yang bentuknya tidak beraturan. Misalnya, buahbuahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda-benda alam lainnya.

M. Prinsip Menggambar Bentuk

Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik dan benar, diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dan langkah kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

11. Proporsi

Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.4 berikut.

12. Komposisi

Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memerhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.

13. Kesatuan (unity)

Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah. Perhatikan Gambar 2.6 berikut.

14. Perspektif

Benda yang letaknya lebih dekat dengan pandangan mata, tampak lebih besar ukurannya bila dibandingkan dengan benda-benda yang letaknya jauh dari pandangan mata. Semakin jauh benda tersebut maka akan hilang dari pandangan mata (menuju suatu titik), misalnya saat melihat rel kereta api. Sesungguhnya rel kereta api itu besarnya sama, tetapi karena kesan pandangan mata, rel tersebut akan semakin menyempit dan menuju ke satu titik. Jadi,

perspektif adalah penggambaran objek berdasar kesan pandangan mata. Perspektif yang baik

akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga dimensi dalam bentuk gambar. Bila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah perspektif maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.9 berikut.

15. Gelap-terang

Sinar yang jatuh pada suatu benda (baik sinar yang jatuh secara langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan efek terang di satu sisi dan bayangan (gelap) di sisi yang lain. Perhatikan Gambar 2.10 di samping.

N. Alat dan Bahan untuk Menggambar Bentuk

Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Alat dan bahan untuk menggambar bentuk dapat dibedakan berdasarkan

penggunaan medianya, yaitu sebagai berikut.

5. Media kering

Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan kering. Praktik penggunaannya digoreskan langsung pada permukaan bidang gambar. Peralatan tersebut antara lain sebagai berikut.

Pensil, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (objek).

Dalam dokumen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Halaman 38-57)

Dokumen terkait