• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. 2. Langkah-Langkah Mengolah Data

Seorang peneliti memulai proses pengolahan data apabila seluruh data penelitian sudah terkumpul dan terangkum dalam kuesioner. Dari 94 kuesioner yang disebarkan semuanya kembali dengan baik, sehingga semua sampel yang ditentukan dapat terpenuhi. Langkah-langkah mengolah data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Kuesioner dan penomoran kuesioner

Kuesioner yang telah dikumpulkan, kemudian memberikan nomor urut kuesioner karena jumlah sampel berjumlah 94 responden, maka nomor urut digunakan 2 digit yaitu 01-94 responden.

2. Editing

Yaitu memeriksa atau mengoreksi kembali seluruh jawaban responden, mungkin terdapat tulisan atau jawaban yang kurang jelas.

3. Coding

Yaitu proses pemindahan jawaban responden ke dalam kotak kode (digit) yang tersedia dalam kuesioner.

4. Menyediakan kerangka tabel

Banyaknya kerangka tabel minimal sejumlah pertanyaan dalam kuesioner, maksimal dengan kebutuhan analisis. Kerangka tabel ini dilengkapi dengan nomor tabel, judul tabel, kolom vertikal dan horizontal, kategori dan indikator, frekuensi, persen dan jumlah. Fungsi kerangka tabel ini untuk mewadahi sebaran data penelitian.

5. Tabulasi data

Yaitu pemindahan variabel responden ke dalam kerangka tabel tunggal.

6. Akhir olah data

Proses olah data dilakukan apabila data penelitian yang akan dianalisis seluruhnya telah dideskripsikan ke dalam tabel-tabel.

IV. 3. Penyajian Tabel Tunggal IV. 3. 1. Karakteristik

Tabel IV. 1 Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase (%)

18 s/d 25 tahun 32 34,04 26 s/d 33 tahun 25 26,59 34 s/d 41 tahun 20 21,27 50 tahun ke atas 17 18,08 Jumlah 94 100 Sumber : P.2/FC.3

Berdasarkan temuan data pada tabel 1 di atas yang menjelaskan tentang usia responden terlihat bahwa responden yang berusia 18 s/d 25 tahun sebanyak 32 orang (34,04%), sedangkan usia 26 s/d 33 tahun sebanyak 25 orang (26,59%), kemudian usia 34 s/d 41 tahun sebanyak 20 orang (21,27%), berikutnya untuk usia 50 tahun ke atas sebanyak 17 orang (18,08%). Tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang paling dominan mengkonsumsi mie instan Indomie adalah ibu-ibu yang berusia antara 18 s/d 25 tahun karena ibu-ibu seusia mereka lebih menyukai makanan yang cepat saji, sedangkan responden yang berusia 50 tahun ke atas sudah tidak begitu suka.

Tabel IV. 2

Pendidikan Terakhir Responden

Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sekolah Dasar 20 21,27 SLTP 26 27,65 SLTA 28 29,78 Diploma 13 13,82 Sarjana 7 7,44 Jumlah 94 100 Sumber : P.3/FC.4

Berdasarkan temuan data pada tabel 2 di atas mengenai pendidikan terakhir responden yaitu SD sebanyak 20 orang (21,27%), kemudian SLTP sebanyak 26

orang (27,65%), sedangkan SLTA sebanyak 28 orang responden (29,78%), selanjutnya Diploma sebanyak 13 orang responden (13,82%) dan sarjana sebanyak 7 orang (7,44%). Ini menunjukkan bahwa lulusan SLTA lebih cenderung menyukai mie instant Indomie.

Tabel IV. 3 Pekerjaan

Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Ibu Rumah Tangga 34 36,17

Karyawan Swasta 19 20,21

PNS 27 28,72

Pedagang 14 14,89

Jumlah 94 100

Sumber : P.4/FC.5

Berdasarkan temuan data pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa responden yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 34 orang (36,17%), karyawan swasta sebanyak 19 orang (20,21%), PNS sebanyak 27 orang (28,72%) dan pedagang sebanyak 14 orang (14,89%). Dengan demikian sesuai dengan temuan data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kebanyakan pekerjaan responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga. Ini disebabkan karena ibu rumah tangga lebih banyak mengetahui tentang produk mie instan Indomie.

Tabel IV. 4 Agama Responden

Agama Frekuensi Persentase (%)

Islam 48 51,06 Kristen 25 26,59 Hindu 5 5,31 Budha 16 17,02 Jumlah 94 100 Sumber : P.5/FC.6

Berdasarkan temuan data pada tabel 4 di atas menjelaskan tentang agama responden. Sebanyak 48 orang (51,06%) responden beragama Islam, Kristen sebanyak 25 orang (26,59%), sedangkan responden yang beragama Hindu sebanyak 5 orang (5,31%) dan Budha sebanyak 16 orang (17,02%). Ini menunjukkan bahwa responden yang beragama Islam cenderung lebih memperhatikan labelisasi halal produk mie instan Indomie agar mereka tidak ragu untuk mengkonsumsinya.

IV. 3. 2. Labelisasi Halal Produk Mie Instant “Indomie” Tabel IV. 5

Penerapan Label Halal Mie Instant “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat tepat 41 43,61 2 Tepat 17 18,08 3 Kurang tepat 9 9,57 4 Tidak tepat 27 28,72 Jumlah 94 100 Sumber : P.6/FC.7

Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa responden yang mengatakan penerapan label halal mie instan Indomie sangat tepat sebanyak 41 orang responden (43,61%), 17 orang responden (18,08%) menyatakan tepat, responden yang mengatakan kurang tepat berjumlah 9 orang (9,57%) dan responden yang menjawab tidak tepat sebanyak 27 orang (28,72%). Data di atas menunjukkan bahwa kebanyakan responden mengatakan bahwa penerapan label halal mie instan Indomie sangat tepat karena dengan adanya label halal tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsinya, terutama untuk responden yang beragama Islam, mereka tidak perlu ragu untuk mengkonsumsinya.

Tabel IV. 6

Frekuensi Membeli Produk Dalam Kemasan Mie Instant “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat sering 36 38,29 2 Sering 11 11,70 3 Kurang sering 17 18,08 4 Tidak sering 30 31,91 Jumlah 94 100 Sumber : P.7/FC.8

Berdasarkan temuan data pada tabel 6 di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat sering membeli produk dalam kemasan mie instan “Indomie” sebanyak 36 orang responden (38,29%), sedangkan yang menjawab sering sebanyak 11 orang responden (11,70%). Mereka menjawab demikian karena mereka sangat suka mengkonsumsi mie instan Indomie yang tergolong cepat saji. kemudian yang menjawab kurang sering sebanyak 17 orang (18,08%), dan yang menjawab tidak sering sebanyak 30 orang (31,91%).

Tabel IV. 7

Pemberian Label Halal Akan Meningkatkan Minat Beli Para Konsumen

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat setuju 28 29,78 2 Setuju 12 12,76 3 Kurang setuju 19 20,21 4 Tidak setuju 35 37,23 Jumlah 94 100 Sumber : P.8/FC.9

Berdasarkan temuan data pada tabel 7 di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat setuju dengan adanya pemberian label halal sebanyak 28 orang responden (29,78%), sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 12 orang responden (12,76%). Mereka menjawab demikian karena menurut mereka dengan adanya pemberian label halal, maka mereka tidak akan ragu lagi akan kehalalan mie

instan Indomie tersebut. Kemudian kurang setuju sebanyak 19 orang dengan (20,21%), dan yang menjawab tidak setuju sebanyak 35 orang (37,23%).

Tabel IV.8

Puas Tidaknya Pemberian Label Halal Produk Mie Instant “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat puas 36 38,29 2 Puas 6 6,38 3 Kurang puas 13 13,82 4 Tidak puas 39 41,48 Jumlah 94 100 Sumber : P.9/FC.10

Berdasarkan temuan data pada tabel 8 di atas menunjukkan bahwa 36 orang responden (38,29%) menyatakan sangat puas dengan adanya pemberian label halal produk mie instan (Indomie), responden yang puas sebanyak 6 orang responden (6,38%), sedangkan responden yang menjawab kurang puas sebanyak 13 orang responden (13,82%) dan responden yang menjawab tidak puas sebanyak 39 orang (41,48%).

Tabel IV.9

Perhatian Terhadap Label Halal Sebelum Membeli Produk Mie Instant Indomie

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat sering 41 43,61 2 Sering 10 10,63 3 Kurang sering 5 5,31 4 Tidak sering 38 40,42 Jumlah 94 100 Sumber : P.10/FC.11

Berdasarkan temuan data dari tabel 9 di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat sering memperhatikan label halal sebelum membeli produk mie instan

Indomie sebanyak 41 orang responden (43,61%), responden yang menjawab sering sebanyak 10 orang responden (10,63%), sedangkan responden yang menjawab kurang sering sebanyak 5 orang responden (5,31%) dan yang menjawab tidak sering sebanyak 38 orang (40,42%). Data diatas menunjukkan bahwa hampir seluruh responden sangat memperhatikan label halal sebelum membeli produk mie instan Indomie, karena dengan memperhatikan label halal tersebut, mereka tidak ragu lagi untuk mengkonsumsinya.

Tabel IV.10

Kepedulian Terhadap Komposisi Bahan Suatu Produk Sebelum Membelinya

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat peduli 34 36,17 2 Peduli 14 14,89 3 Kurang peduli 15 15,95 4 Tidak peduli 31 32,97 Jumlah 94 100 Sumber : P.11/FC.12

Berdasarkan temuan data pada tabel 10 di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat peduli dengan komposisi bahan suatu produk sebelum membelinya sebanyak 34 orang responden (36,17%), responden yang menjawab peduli sebanyak 14 orang responden atau sama dengan (14,89%), kemudian yang menjawab kurang peduli sebanyak 15 orang (15,95%) dan responden yang menjawab tidak peduli sebanyak 31 orang responden (32,97%). Dari data di atas menunjukkan bahwa kebanyakan responden sangat peduli dengan komposisi bahan suatu produk sebelum membelinya.

Tabel IV.11

Pencantuman Label Halal Perlu Dievaluasi Secara Berkala

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat perlu 32 34,04 2 Perlu 17 18,08 3 Kurang perlu 15 15,95 4 Tidak perlu 30 31,91 Jumlah 94 100 Sumber : P.12/FC.13

Dari data pada tabel 11 di atas menunjukkan bahwa 32 orang responden (34,04%) mengatakan pencantuman label halal sangat perlu untuk dievaluasi secara berkala, 17 orang responden (18,08%) menjawab perlu dengan pencantuman label halal, responden yang menjawab kurang perlu sebanyak 15 orang (15,95%) dan responden yang menjawab tidak perlu sebanyak 30 orang (31,91%).

Tabel IV.12

Label Halal Memberikan Ketenangan Bagi Konsumen Untuk Mengkonsumsi Suatu Produk

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat setuju 33 35,10 2 Setuju 18 19,14 3 Kurang setuju 21 22,34 4 Tidak setuju 22 23,40 Jumlah 94 100 Sumber : P.13/FC.14

Berdasarkan temuan data pada tabel 12 di atas menunjukkan bahwa 33 orang responden (35,10%) menyatakan sangat setuju label halal akan memberikan ketenangan bagi konsumen untuk mengkonsumsi suatu produk, responden yang setuju sebanyak 18 orang responden (19,14%), responden yang kurang setuju

sebanyak 21 orang (22,34%), dan responden yang tidak setuju sebanyak 22 orang (23,40%). Ini berarti kebanyakan responden menyetujui label halal memberikan ketenangan bagi konsumen untuk mengkonsumsi suatu produk, karena dengan adanya label halal tersebut responden tidak perlu ragu lagi untuk mengkonsumsinya.

Tabel IV.13

Tertarik Dengan Label Halal Pada Produk Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat tertarik 28 29,78 2 Tertarik 25 26,59 3 Kurang tertarik 14 14,89 4 Tidak tertarik 27 28,72 Jumlah 94 100 Sumber : P.14/FC.15

Berdasarkan temuan data pada tabel 13 di atas menunjukkan bahwa 28 orang responden (29,78%) menyatakan sangat tertarik dengan label halal sebelum membeli produk mie instan (Indomie), responden yang menjawab tertarik sebanyak 25 orang responden (26,59%), responden yang kurang tertarik sebanyak 14 orang (14,89%) dan responden yang tidak tertarik sebanyak 27 orang (28,72%). Dari data di atas menunjukkan bahwa kebanyakan responden tertarik dengan label halal pada produk mie instan Indomie.

Tabel IV.14

Sering Memperhatikan Label Halal Sebelum Membeli Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat sering 29 30,85 2 Sering 23 24,46 3 Kurang sering 16 17,02 4 Tidak sering 26 27,65 Jumlah 94 100 Sumber : P.15/FC.16

Berdasarkan temuan data pada tabel 14 di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat sering memperhatikan label halal sebelum membeli produk mie instan Indomie sebanyak 29 orang responden (30,85%), sedangkan 23 orang responden (24,46%) menyatakan sering memperhatikan label halal sebelum membeli produk mie instan (Indomie), responden yang kurang sering sebanyak 16 orang (17,02%) dan responden yang tidak sering memperhatikan label halal sebelum membeli produk mie instan (Indomie) sebanyak 26 orang responden (27,65%).

IV. 3. 3. Minat Beli

Tabel IV.15

Minat Membeli Produk Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat berminat 34 36,17 2 Berminat 13 13,82 3 Kurang berminat 21 22,34 4 Tidak berminat 26 27,65 Jumlah 94 100 Sumber : P.16/FC.17

Berdasarkan temuan data pada tabel 15 di atas menunjukkan bahwa responden yang sangat berminat membeli produk mie instan Indomie sebanyak 34 orang responden (36,17%), responden yang berminat sebanyak 13 orang responden (13,82%), sedangkan responden yang kurang berminat sebanyak 21 orang (22,34%) dan responden yang tidak berminat sebanyak 26 orang responden (27,65%).

Tabel IV.16

Tertarik Dengan Suatu Produk Apabila Suatu Produk Memiliki Label Halal

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat tertarik 32 34,04

2 Tertarik 12 12,76

3 Kurang tertarik 19 20,21

Jumlah 94 100 Sumber : P.17/FC. 18

Berdasarkan temuan data pada tabel 16 di atas menunjukkan bahwa 32 orang responden (34,04%) menyatakan sangat tertarik dengan suatu produk apabila suatu produk memiliki label halal, sedangkan responden yang tertarik sebanyak 12 orang responden (12,76%), kemudian responden yang kurang tertarik sebanyak 19 orang (20,21%) dan responden yang tidak tertarik sebanyak 31 orang (32,97%).

Tabel IV.17

Yakin Produk Telah Diuji Pihak LPPOM MUI Telah Mencantumkan Label Halal

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat yakin 34 36,17 2 Yakin 18 19,14 3 Kurang yakin 9 9,57 4 Tidak yakin 33 35,10 Jumlah 94 100 Sumber : P.18/FC.19

Berdasarkan temuan data pada tabel 17 di atas menunjukkan bahwa 34 orang responden (36,17%) sangat yakin dengan produk yang telah diuji oleh pihak LPPOM MUI telah mencantumkan label halal, responden yang menjawab yakin sebanyak 18 orang responden (19,14%), responden yang kurang yakin sebanyak 9 orang (9,57%) dan responden yang tidak yakin dengan produk yang telah diuji oleh pihak LPPOM MUI telah mencantumkan label halal sebanyak 33 orang (35,10%).

Tabel IV.18

Pencantuman Label Halal Dapat Meningkatkan Penjualan Suatu Produk

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat setuju 24 25,53 2 Setuju 14 14,89 3 Kurang setuju 19 20,21 4 Tidak setuju 37 39,36 Jumlah 94 100 Sumber : P.19/FC.20

Berdasarkan temuan data pada tabel 18 di atas menunjukkan bahwa 24 orang responden (25,53%) menyatakan sangat setuju dengan pencantuman label halal dapat meningkatkan penjualan suatu produk, sedangkan responden yang menjawab setuju sebanyak 14 orang responden (14,89%), responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 19 orang (20,21%) dan responden yang tidak setuju sebanyak 37 orang (39,36%).

Tabel IV.19

Minat Terhadap Pemberian Label Halal Produk Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat berminat 42 44,68 2 Berminat 10 10,63 3 Kurang berminat 12 12,76 4 Tidak berminat 30 31,91 Jumlah 94 100 Sumber : P.20/FC.21

Berdasarkan temuan data pada tabel 19 di atas menunjukkan bahwa 42 orang responden (44,68%) menyatakan bahwa responden sangat berminat dengan adanya pemberian label halal produk mie instan (Indomie), 10 orang responden (10,63%) menyatakan berminat dengan adanya pemberian label halal produk mie instan (Indomie), Kemudian responden yang kurang berminat sebanyak 12 orang responden (12,76%), dan responden yang tidak berminat sebanyak 30 orang (31,91%).

Tabel IV.20

Label Halal Memudahkan Konsumen Membeli Produk Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat setuju 31 32,97

2 Setuju 16 17,02

3 Kurang setuju 15 15,95

4 Tidak setuju 32 34,04

Sumber : P.21/FC.22

Berdasarkan temuan data pada tabel 20 di atas menunjukkan bahwa 31 orang responden (32,97%) sangat setuju dengan adanya kegiatan label halal akan memudahkan konsumen membeli produk mie instan “Indomie”, responden yang menjawab setuju sebanyak 16 orang responden (17,02%), sedangkan responden yang kurang setuju sebanyak 15 orang responden (15,95%) dan responden yang tidak setuju sebanyak 32 orang (34,04%).

Tabel IV.21

Frekuensi Membeli Produk Yang Mencantumkan Label Halal

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat sering 16 17,02 2 Sering 24 25,53 3 Kurang sering 19 20,21 4 Tidak sering 35 37,23 Jumlah 94 100 Sumber : P.22/FC.23

Dari data pada tabel 21 di atas menunjukkan bahwa 16 orang responden (17,02%) menyatakan sangat sering membeli produk yang mencantumkan label halal, responden yang menjawab sering sebanyak 24 orang responden (25,53%), responden yang menyatakan kurang sering sebanyak 19 orang responden (20,21%) dan responden yang mengatakan tidak sering sebanyak 35 orang (37,23%).

Tabel IV.22

Pertimbangan Terhadap Label Halal Sebelum Membeli Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat sering 35 37,23

2 Sering 12 12,76

3 Kurang sering 18 19,14

4 Tidak sering 29 30,85

Sumber : P.23/FC.24

Berdasarkan temuan data pada tabel 22 di atas menunjukkan bahwa 35 orang responden (37,23%) sangat sering mempertimbangkan label halal sebelum membeli produk mie instan (Indomie), sedangkan 12 orang responden (12,76%) menyatakan sering mempertimbangkan label halal sebelum membeli produk mie instan (Indomie), responden yang kurang sering sebanyak 18 orang (19,14%) dan responden yang tidak sering sebanyak 29 orang (30,85%).

Tabel IV.23

Kepuasan Terhadap Label Halal Yang Dikemas Produk Mie Instan “Indomie”

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat puas 36 38,29 2 Puas 20 21,27 3 Kurang puas 10 10,63 4 Tidak puas 28 29,78 Jumlah 94 100 Sumber : P.24/FC.25

Berdasarkan temuan data pada tabel 23 di atas menunjukkan bahwa 36 orang responden (38,29%) menyatakan sangat puas dengan adanya label halal yang dikemas produk mie instan (Indomie), responden yang puas sebanyak 20 orang (21,27%), sedangkan 10 orang responden (10,63%) menyatakan kurang puas dan responden yang tidak puas dengan label halal yang dikemas produk mie instan (Indomie) sebanyak 28 orang (29,78%).

Tabel IV.24

Perasaan Senang Terhadap Produk Yang Mencantumkan Label Halal

No Uraian Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat senang 32 34,04

2 Senang 17 18,08

3 Kurang senang 15 15,95

4 Tidak senang 30 31,91

Sumber : P.25/FC.26

Berdasarkan temuan data pada tabel 24 di atas menunjukkan bahwa 32 orang responden (34,04%) menyatakan bahwa mereka sangat senang terhadap produk yang mencantumkan label halal, sedangkan sebanyak 17 orang responden (18,08%) merasa senang, responden yang kurang senang sebanyak 15 orang responden (15,95%) dan responden yang tidak senang sebanyak 30 orang (31,91%).

Dokumen terkait