2.5 Pendekatan Saintifik
2.5.2 Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
pada siswa; (2) Terbentuk konsep sendiri pada siswa; (3) Terhindar dari verbalisme; (4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip; (5) Mendorong terjadinya peningkatan berpikir siswa; (6) Meningkatkan motivasi belajar siswa, dan mengajar guru; (7) Melatih kemampuan siswa dalam berkomunikasi; (8) Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksikan siswa dalam struktur kognitifnya.
2.5.2 Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
Langkah-Langkah Pembelajaran dengan pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa”. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan
pengetahuan untuk hidup secara layak (
dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Gambar 1
Kurikulum 2013 menekankan pada
pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai
atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai
sifat-sifat nonilmiah. Pendekatan ilmiah pembelajaran disajikan berikut ini.
1. Mengamati
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (
learning) yang pada kegiatan belajar meliputi membaca, mendengar, menyimak, dan melihat pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Gambar 1
Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah ) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta semua mata pelajaran. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai
sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat nonilmiah. Pendekatan ilmiah pembelajaran
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull ) yang pada kegiatan belajar meliputi membaca, mendengar, menyimak, dan melihat
(tanpa atau dengan alat). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti kegiatan mengamati sangat bermanfaat bagi siswa karena memenuhi rasa ingi tahu siswa yang berdampak pada proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi, menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran. Kompetensi yang dikembangkan dalam kegiatan ini yaitu untuk melatih kesungguhan dan ketelitian siswa dalam mencari informasi.
2. Menanya
Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.
Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat
dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan, misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif!
Kegiatan belajar yang dilaksankan yaitu mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Kompetensi yang dikembangkan dalam kegiatan ini yaitu: mengembangkan kreativias, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
3. Menalar/ Mengumpulkan Informasi/Eksperimen Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.
Kegiatan belajar yang dilaksanakan adalah melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian, aktivitas, dan wawancara dengan narasumber. Kompetensi yang dikembangkan yaitu mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, serta mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
4. Mencoba/Mengasosiasikan/Mengolah Informasi Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada mata pelajaran IPA, misalnya peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari.
Kegiatan belajar yang dilaksanakan berupa mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi, dan pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat
menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mancari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.
5. Mengkomunikasikan
Kegiatan belajar yang dilaksanakan berupa menyampaikan hasil pengamatan, simpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnnya. Kompetensi yang diharapkan pada kegiatan init yaitu mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. (Permendikbud No 81a Th 2013: 6-7). Pendekatan saintifik adalah pendekatan ilmiah dimana kegiatan belajar lebih dititikberatkan pada teknik-teknik investigasi untuk memperoleh pengetahuan baru atau memadukan dengan pengetahuan yang telah dimiliki.
Dalam kurikulum 2013, pendekatan saintifik ada dalam proses pembelajaran langsung. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang telah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Kegiatan yang dapat siswa lakukan dari kelima pengalaman/ langkah
belajar tersebut diatas adalah mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan.
Beberapa permasalahan yang ditemukan di SD Negeri Guntur 1 Demak memiliki kecocokan dengan karakteristik, tujuan, dan prinsip pembelajaran dengan pendekatan saintifik, karena itu penelitian ini akan menggunakan pendekatan saintifik.