BAB II LANDASAN TEORI
A. Langkah-Langkah Pembelajaran
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, peneliti merumuskan permasalahan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran di SMA Kanisius Tirtomoyo?
2. Sejauh mana prinsip-prinsip pembelajaran menurut PPR diterapkan?
D. Tujuan Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran materi peluang di kelas XI IPA SMA Kanisius Tirtomoyo.
2. Mendeskripsikan penerapan PPR dalam materi peluang di kelas XI IPA SMA Kanisius Tirtomoyo.
E. Batasan Istilah
Pembatasan istilah dalam perumusan masalah di atas bertujuan agar tidak terjadi penafsiran ganda terhadap judul skripsi. Adapun istilah yang perlu ditegaskan adalah :
1. Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru serta sumber belajar pada lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan oleh guru agar terjadi pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Pembelajaran dalam penelitian ini adalah pokok bahasan peluang. Penelitian ini dilakukan sebanyak satu kompetensi dasar.
2. Guru merupakan seorang guru yang berjenis kelamin laki-laki dan pengajar di kelas XI IPA SMA Kanisius Tirtomoyo pada tahun ajaran 2009/2010.
3. Siswa merupakan semua siswa/siswi kelas XI IPA Kanisius Tirtomoyo pada tahun ajaran 2009/2010.
4. Paradigma Pedagogi Reflektif adalah pola pikir untuk membentuk pribadi dengan memberikan pengalaman kepada siswa tentang suatu pengalaman nilai kemanusiaan. Prinsip-prinsip dalam PPR
ada lima, konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Dalam penelitian ini hanya dibatasi pada prinsip konteks, pengalaman, refleksi dan aksi.
5. Materi yang dipakai dalam materi ini adalah materi peluang yang meliputi percobaan, ruang sampel, dan titik sampel, kisaran peluang, peluang operasi kejadian, dan peluang dua kejadian saling bebas.
F. Manfaat Penelitian
1. Peneliti sebagai calon guru dapat melihat pelaksanaan pembelajaran berbasis PPR yang mungkin bisa diterapkan saat peneliti sudah menjadi guru.
2. Guru bisa mengetahui sejauh mana penerapan PPR yang sudah diterapkan dalam mengajarkan materi peluang di kelas XI IPA SMA Kansius Tirtomoyo sehingga guru bisa memperbaiki cara menerapkan pembelajaran berbasis PPR yang belum sesuai.
6
BAB II
LANDASAN TEORI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran peluang di kelas XI IPA SMA Kanisius Tirtomoyo dan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana prinsip-prinsip PPR diterapkan dalam pembelajaran tersebut.
Landasan teori yang akan dipakai dalam penelitian ini meliputi ; (i) Langkah-langkah pembelajaran, (ii) Prinsip-prinsip PPR, dan (iii) Materi peluang di kelas XI.
A. Langkah-Langkah Pembelajaran
Menurut Muhaimin (1996) dalam Riyanto (2001), pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan pembelajaran akan melibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien.
Secara umum ada tiga tahapan pokok yang harus diperhatikan dan diterapkan, (i) tahap persiapan (prainstruksional), (ii) tahap pengajaran (instruksional), (iii) tahap penilaian dan tindak lanjut (Riyanto, 2001).
1. Tahap Persiapan (Prainstruksional) merupakan tahapan persiapan guru sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Dalam tahapan ini kegiatan yang dapat dilakukan guru antara lain :
a. Memeriksa kehadiran siswa ;
c. Apersepsi (Mengulas kembali secara singkat materi sebelumnya).
2. Tahap Pengajaran (Instruksional) yaitu langkah-langkah yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Tahapan ini merupakan tahapan inti dalam proses pembelajaran, guru menyajikan materi pelajaran yang telah disiapkan. Kegiatan yang dilakukan guru antara lain :
a. Menjelaskan tujuan pengajaran siswa ;
b. Menuliskan pokok-pokok materi yang akan dibahas ; c. Membahas pokok-pokok materi yang telah ditulis ; d. Menggunakan alat peraga ; dan
e. Menyimpulkan hasil pembahasan dari pokok materi.
3. Tahap penilaian dan tindak lanjut ialah penilaian atas hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dan tidak lanjutnya.
Setelah melalui tahap instruksional, langkah selanjutnya yang ditempuh guru adalah mengadakan penilaian keberhasilan siswa dengan melakukan posttest. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam tahap ini antara lain :
a. Mengajukan pertanyaan pada siswa tentang meteri yang telah dibahas ;
b. Mengulas kembali materi yang belum dikuasai siswa ; c. Memberi tugas atau pekerjaan rumah pada siswa ; dan
d. Menginformasikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
Hasil penilaian dapat dijadikan pedoman bagi guru untuk melakukan tindak lanjut baik berupa perbaikan maupun pengayaan.
Menurut Gagne (1985) dalam Wena (2009), pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal dan eksternal. Ada Sembilan tahapan pembelajaran menurut Gagne (1985) dalam Wena (2009), (i) menarik perhatian, (ii) memberitahukan tujuan pembelajaran, (iii) merangsang ingatan pada prasarat belajar, (iv) menyiapkan bahan perangsan, (v) memberikan bimbingan belajar, (vi) menampilkan unjuk kerja, (vii) memberi balikan, (viii) menilai unjuk kerja, dan (ix) meningkatkan retensi dan alih belajar.
1. Menarik Perhatian
Dalam tahap ini kegiatan guru sebagai berikut :
a) Membangkitkan daya persepsi siswa dengan jalan menyajikan sesuatu yang mencegangkan, sesuatu yang mengherankan, sesuatu yang membingungkan, dan sesuatu yang kontradiktif ; b) Menumbuhkan hasrat ingin meneliti ; dan
c) Menggunakan elemen pembelajaran secara variatif, dapat dilakukan dengan meringkas bagian pelajaran, menciptakan
respons yang saling mempengaruhi dan mengintegrasikan media secara fungsional.
2. Memberitahukan tujuan pembelajaran
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Menjelaskan tujuan umum pembelajaran ;
b) Menjelaskan tujuan khusus pembelajaran ; dan
c) Memberi kesempatan pada siswa untuk mendiskusikan tujuan pembelajaran.
3. Merangsang ingatan pada prasarat belajar
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Bertanya pada siswa tentang pelajaran yang lalu terkait dengan
pokok bahasan yang akan dibawa ;
b) Menuntun siswa dengan berbagai pertanyaan ke arah pokok bahasan yang lalu yang terkait ; dan
c) Menjelaskan secara garis besar pokok bahasan yang lalu yang terkait dengan pokok bahasan yang akan dibawa.
4. Menyajikan bahan perangsang
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Menyajikan materi pembelajaran menggunakan media
pembelajaran menggunakan media pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa ;
b) Memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan; dan
c) Memberi balikan atau jawaban atas pertanyaan siswa. 5. Memberikan bimbingan belajar
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Memberikan bimbingan belajar pada siswa yang mengalami
kesulitan memahami bagian-bagian isi pembelajaran ;
b) Memberikan tugas atau PR tambahan pada siswa yang masih kurang memahami suatu konsep ; dan
c) Memberi balikan pada tugas yang diberikan. 6. Menampilkan unjuk kerja
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Memberikan pertanyaan secara lisan pada siswa tentang pokok
bahasan yang baru dipelajari ;
b) Memberi kuis singkat pada siswa ; dan c) Memberi balikan pada jawaban siswa. 7. Memberi balikan
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Memberi umpan balik terhadap hasil kerja siswa ;
b) Memberi balikan pada siswa yang meminta ; dan
c) Meminta pada siswa yang kurang aktif mengerjakan suatu tugas dan kemudian memberi umpan balik.
8. Menilai unjuk kerja
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Memberikan tugas pada setiap selesai suatu pokok bahasan ;
b) Memberi tes tengah semester ; c) Memberi tes akhir semester ; dan
d) Mengoreksi hasil tes siswa sambil memberi balikan tertulis. 9. Meningkatkan retensi dan alih belajar
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru sebagai berikut : a) Memberikan tes pada siswa dalam kurun waktu dua minggu
setelah suatu pokok bahasan dipelajari ;
b) Memberikan pertanyaan pada siswa tentang pokok bahasan yang telah dibahas ; dan
c) Memberi tugas pada siswa tentang pokok bahasan yang telah selesai dibahas.
Menurut Wena (2009) ada beberapa faktor pendukung keberhasilan pembelajaran, yaitu ; (i) Kemampuan guru dalam membuka pembelajaran, (ii) Kemampuan guru melaksanakan kegiatan inti pembelajaran, (iii) Kemampuan guru melakukan penilaian pembelajaran, (iv) Kemampuan guru menutup pembelajaran, dan (v) Faktor penunjang lainnya.
1. Kemampuan guru dalam membuka pembelajaran Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan guru yaitu : a) Mengucapkan salam pembuka dan berdoa ; b) Mengecek kehadiran siswa ;
c) Menjelaskan tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai dan manfaat bagi siswa ; dan
d) Mengkaitkan isi pembelajaran yang akan dibahas dengan pembelajaran terdahulu yang telah dipelajari siswa.
2. Kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan inti pembelajaran Ada tiga faktor yang berhubungan dengan kegiatan inti pembelajaran, yaitu ;
a) Kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran ;
b) Ketepatan ini atau materi pembelajaran yang disampaikan guru ; dan
c) Kemampuan guru menguasai kompetensi yang diajarkan. 3. Kemampuan guru melakukan penilaian pembelajaran
Untuk mengetahui kemampuan guru melakukan penilaian pembelajaran, pertanyaan yang dapat dijadikan indikator penilaiannya yaitu ;
a) Apakah guru mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari?
b) Apakah guru melakukan penilaian dengan alat yang sesuai dengan kompetensi dan kinerja yang jelas?
c) Apakah guru memberi kesempatan pada siswa melakukan penilaian diri sendiri atau penilaian antar teman?
d) Apakah guru menggunakan assesment authentic dalam proses pembelajaran?
4. Kemampuan guru menutup pembelajaran
Untuk mengetahui kemampuan guru dalam proses penutup pembelajaran, pertanyaan yang dapat dijadikan indikator penilaiannya yaitu ;
a) Apakah guru memberikan umpan balik dan atau kesimpulan terhadap materi yang diajarkan?
b) Dalam memberi umpan balik dan atau kesimpulan, apakah guru telah menghubungkan isi pembelajaran dengan isu-isu dan teknologi yang berkembang di masyarakat?
c) Apakah guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah?
d) Dalam memberi tugas apakah guru telah mengembangkan masalah-masalah baru untuk pengembangan konsep yang sudah dikuasai siswa?
e) Apakah guru melakukan pemantapan terhadap perolehan belajar siswa?
5. Faktor penunjang
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan guru dalam menerapkan suatu strategi pembelajaran yaitu ;
a) Kemampuan guru menggunakan bahasa secara jelas dan mudah dipahami siswa,
b) Sikap yang baik, santun, dan menghargai siswa, dan
c) Cara berbusana dan berdandan yang sopan sesuai dengan norma yang berlaku.