BAB III METODE PENELITIAN
3.6 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah
Langkah-langkah pemecahan masalah diperlukan sebagai pedoman pelaksanaan penelitian agar proses penelitian dapat berjalan secara sistematis dan terarah. Adapun langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan dapat dilihat dalam gambar 3.2.
Mulai Studi Literatur Uji Reliabilitas Uji Validitas Tujuan Penelitian
Buang data yang tidak valid
Identifikasi Variabel
Penyebaran Kuisioner
Studi Lapangan
Penyusunan Kuisioner Indikator Kualitatif Perumusan Masalah
Valid?
Reliabel? Ya
Ya Penyusunan Kuisioner KPI
Penyebaran Kuisioner
A
Tidak
Ya
Gambar 3.2 : Langkah-langkah pemecahan masalah
Penjelasan langkah-langkah pemecahan masalah :
1. Studi Literatur
Di dalam melakukan penelitian ini, diperlukan informasi-informasi sebagai landasan berpikir dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Studi literature
CR ≤ 0,1 A
Uji konsistensi
Pembobotan tingkat kepentingan indikator kinerja dengan AHP
Agregasi nilai performansi
Perhitungan nilai actual performansi supply chain
Kesimpulan dan saran
Perhitungan nilai kinerja supply chain dengan bobot Penyamaan skala ukuran dengan proses normalisasi
Analisa hasil dan pembahasan
Selesai
disini lebih difokuskan terhadap literature-literatur mengenai konsep Supply Chain Management, metode pengukuran Supply Chain, dan metode-metode pembobotan di dalam pengukuran performansi. Studi literature hal-hal tersebut diperoleh dari buku-buku, jurnal-jurnal, dan juga dari skripsi-skripsi yang ada di perpustakaan, baik perpustakaan UPN “Veteran” Jawa Timur maupun perpustakaan diluar UPN “ Veteran” Jawa Timur.
Dengan adanya studi literature yang peneliti lakukan, diharapkan akan memberikan inputan kepada penulis mengenai aspek-aspek pengukuran yang ada
di dalam Supply Chain. Selain itu, peneliti juga mengharapkan akan menemukan
parameter-parameter yang dapat digunakan sebagai alat ukur dari aspek-aspek tersebut. Dengan demikian dapat membuat suatu kerangka pengukuran performansi Supply Chain perusahaan dari perusahaan yang diteliti.
2. Studi Lapangan
Studi ini dilakukan sebagai langkah awal dalam melakukan penelitian, dimana peneliti berusaha mempelajari kondisi perusahaan secara keseluruhan terutama yang berkaitan dengan permasalahan yang nantinya akan diteliti dan dianalisa.
3. Perumusan Masalah
Perumusan masalah penelitian ini mencari aspek-aspek Supply Chain yang
mempengaruhi performansi dan membuat kerangka pengukuran yang tepat untuk perusahaan agar dapat dianalisa dikarenakan PT. Laser Jaya Sakti belum pernah melakukan pengukuran terhadap kinerja supply chain selama ini.
Dalam menentukan tujuan dari penelitian ini tentunya akan memberikan arah dalam pelaksanaannya. Adapun tujuannya adalah merancang suatu model
pengukuran performansi Supply Chain. Kemudian menginterpretasikan dan
menganalisa indikator performansi agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan performansi kearah yang lebih baik begitu juga dengan hubungan antar bidang.
5. Identifikasi Variabel
Setelah menentukan tujuan dari penelitian, kemudian ditentukan variabel yang akan diidentifikasi menjadi obyek penelitian atau merupakan aspek yang berperan dalam peristiwa yang akan diteliti.
6. Penyusunan Kuisioner Indikator
Tahap ini adalah tahap pembuatan kuisioner indicator kualitatif tentang kondisi supply chain secara umum di PT. Laser Jaya Sakti.
7. Penyebaran Kuisioner
Tahap ini adalah tahap penyebaran kuisioner kepada staff yang berhubungan dengan supply chain perusahaan.
8. Uji Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes instrument pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. pada pengujian validilitas buang data yang tidak valid dan apabila data valid maka dilanjutkat proses selanjutnya dengan uji reliabel.
9. Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Walaupun reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti kepercayaan, keandalan, keajegan, konsistensi dan sebagainya. Namun ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.
Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa dalam beberapa kali pengukuran terhadap sekelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah. Pada pengujian ini apabila data tidak reliabel maka kembali pada penyusunan kuisoner indicator kualitatif dan apabila data reliabel dilanjutkan dengan proses selanjutnya.
10. Penyusunan Kuisioner KPI
Tahap ini adalah tahap penyusunan kuisioner KPI yang nantinya akan digunakan untuk pembobotan tingkat kepentingan dengan AHP.
11. Penyebaran Kuisioner KPI
Tahap ini adalah tahap penyebaran kuisioner agar diisi sesuai dengan kondisi perusahaan. Untuk kuisioner pembobotan Level 1 dan level 2 diberikan
kepada General Manager, level 3 diberikan kepada kabag tanaman.
12. Pembobotan Tingkat Kepentingan Indikator Performansi
Pembobotan dilakukan pada setiap proses utama dan indikator pengukuran
performansi dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process)
kontribusi dari masing-masing indikator terhadap nilai performansi Supply Chain
perusahaan. Pembobotan ini dilakukan untuk level satu, level dua, dan level tiga.
13. Uji Konsistensi
Uji konsistensi merupakan suatu tahapan untuk menguji kekonsistensian dari matriks perbandingan berpasangan yang dibuat berdasarkan masalah yang ada.
14. Perhitungan Nilai Aktual Pengukuran Performansi Supply Chain
Nilai aktual disini merupakan hasil pengolahan data mentah yang didapatkan dari berbagai sumber di PT. Laser Jaya Sakti
15. Perhitungan Scoring System dengan Normalisasi
Proses normalisasi dilakukan agar masing-masing indikator performansi memiliki skala ukuran yang sama, sebab jika indikator performansi memiliki skala ukuran yang berbeda maka nilai performansi tidak mencerminkan performansi perusahaan yang sebenarnya.
16. Perhitungan nilai kinerja supply chain dengan bobot
Pada tahap ini dilakukan perhitungan nilai performansi Supply Chain
berdasarkan perkalian nilai indikator performansi yang telah dinormalisasikan dengan bobot dari masing-masing indikator performansi. Selanjutnya dilakukan integrasi hasil pengukuran pada level perusahaan. Perhitungan ini bertujuan untuk
mengetahui nilai performansi Supply Chain perusahaan secara keseluruhan.
17. Agregasi Nilai Performansi
Setelah dapat diketahui nilai pencapaian aktual, nilai normalisasi dan nilai akhir kinerja dari masing-masing KPI, maka selanjutnya akan dapat dihitung nilai
performansi keseluruhan perusahaan (agregat). Nilai performansi agregat adalah jumlah keseluruhan dari perkalian bobot dan nilai normalisasi KPI
18. Analisa Hasil dan Pembahasan
Dari hasil pengolahan data, dapat kita lihat hasil pengukuran performansi kita selama penelitian yang selanjutnya dianalisa untuk mendapatkan gambaran umum performansi Supply Chain selama periode penelitian.
19. Kesimpulan dan Saran
Tahap ini merupakan langkah paling akhir dari penelitian yaitu menarik kesimpulan atas hasil-hasil yang diperoleh dari penulisan skripsi ini. Hasil-hasil tersebut kemudian bisa dijadikan dasar untuk membuat rekomendasi atau saran bagi perusahaan ke arah yang lebih baik.