• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA

3.3. Langkah-langkah Pemecahan Masalah

Langkah-langkah pemecahan masalah dalam penelitian terhadap faktor-faktor yang berpengaruh pada kekuatan tarik pada benang plastik dengan menggunakan metode taguchi ialah sebagai berikut :

Mulai

Rumusan Masalah

Studi Literatur Studi Lapangan

Studi Pendahuluan - Proses Produksi Benang Plastik

-Penetapan Karakteristik Kualitas

Identifikasi Data Penelitian - Identifikasi Variabel Respon - Penetapan Faktor yang berpengaruh

Pemilihan Faktor Terkendali dan Level

Pemilihan Tabel Ortogonal Array & Penempatan Faktor

Melaksanakan Uji Tarik Benang Plastik

ANOVA

Prosedur Pooling Faktor tidak Signifikan

Faktor Signifikan

Kombinasi Optimum

A Tujuan Penelitian

Gambar 3.1. Langkah-langkah Pemecahan Masalah Keterangan :

1. Mulai

Mulai ini meliputi kegiatan seperti : pembuatan proposal, konfirmasi pada pihak perusahaan, penyerahan judul permasalahan pada pihak jurusan sampai pembuatan surat keterangan penelitian.

2. Sur vey Lapangan

Survey lapangan dilakukan pada awal penelitian untuk lebih memahami kondisi lapangan yang diteliti, sehingga akan memudahkan jalannya penelitian yang akan dilakukan dan sesuai dengan tujuan penelitian. Survey lapangan meliputi antara lain :

a. Survey mengenai proses produksi yang berlangsung di perusahaan b. Survey mengenai pengendalian kualitas perusahaan

c. Survey mengenai Uji Nilai kekuatan tarik benang plastik, yang berkaitan dengan data yang akan diteliti.

Dengan mengetahui kondisi yang akan dihadapi, maka dapat ditentukan metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian.

3. Studi Literatur

Studi literatur yang dilakukan merupakan sebagai sarana pembantu pengumpulan informasi yang berkaitan dengan permasalahan. Studi literatur ini diperoleh dari literatur-literatur seperti : text books, journal maupun dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan dan relevan dengan permasalahan yang diteliti. Dari studi literatur ini akan diperoleh landasan metode-metode untuk pengolahan data, dan literatur mengenai objek pengamatan benang plastik pada karung plastik serta acuan-acuan yang akan dipergunakan dalam penelitian

4. Perumusan masalah

Langkah pertama adalah merumuskan atau mengidentifikasikan masalah atau kasus kekuatan tarik benang plastik tipe Woven Bag DE. Perumusan masalah harus spesifik dan jelas batasannya dan secara teknis harus dapat dituangkan ke dalam percobaan yang akan dilakukan. Jika respon yang diharapkan lebih dari satu harus dinyatakan dengan jelas.

5. Tujuan percobaan

Tujuan yang melandasi percobaan harus dapat menjawab apa yang telah dinyatakan pada perumusan masalah, yaitu mencari sebab yang menjadi akibat pada masalah kekuatan tarik diamati. Pencarian ini dilakukan secara matematis.

6. Menentukan metode pengukur an

Yaitu menentukan bagaimana parameter-parameter yang diamati akan diukur dan bagaimana cara pengukurannya.

7. Identifikasi faktor yang mempengar uhi karakteristik kualitas

Berdasarkan keadaan kondisi permasalahan, dilakukan identifikasi permasalahan yang muncul dalam perusahaan yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian dalam rangka perolehan produk setengah jadi atau benang plastik yang memiliki standart nilai kekuatan tarik. Dalam tahapan ini termasuk diantaranya adalah penentuan karakteristik kualitas yang akan diukur.

- variabel tak bebas

Variabel tak bebas adalah variabel yang perubahannya tergantung pada variabel-variabel lain. Dalam merencanakan suatu percobaan harus dipilih dan ditentukan dengan jelas variabel tak bebas mana yang akan diselidiki.

Dalam percobaan taguchi variabel tak bebas adalah karakteristik kualitas yang terdiri dari tiga kategori :

1. Measurable characteristics (karakteristik yang dapat diukur)

Semua hasil akhir yang diamati dapat diukur dengan skala kontinu seperti dimensi, berat, tekanan, dan lain-lain.

Dalam karakteristik yang dapat diukur diklasifikasikan atas : - Nominal is the better

- Smaller the better - Larger the better

Hasil akhir yang diamati tidak dapat diukur dengan skala kontinu, tetapi dapat diklasifikasikan secara kelompok. Seperti kelompok kecil, menengah, besar, sangat besar. Bisa juga dikelompokkan berdasarkan berhasil atau tidak.

3. Dynamic characteristic (karakteristik dinamik)

Merupakan fungsi representasi dari proses yang diamati. Proses yang diamati digambarkan sebagai signal atau input dan output sebagai hasil signal. Sebagai contoh adalah sistem transmisi otomatis dengan input putaran mesin dan output adalah perubahan gear.

- Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang perubahannya tidak tergantung pada variabel lain. Pada tahap ini akan dipilih faktor-faktor mana saja yang akan diselidiki pengaruhnya terhadap variabel tak bebas yang bersangkutan.

Dalam suatu percobaan tidak seluruh faktor yang diperkirakan mempengaruhi variabel yang diselidiki, sebab hal ini akan membuat pelaksanaan percobaan dan analisisnya menjadi kompleks. Hanya faktor-faktor yang dianggap penting saja yang diselidiki.

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang akan diteliti adalah dengan :

1. Brainstorming

Brainstorming merupakan pemikiran kreatif tentang pemecahan suatu masalah, tanpa melihat apakah yang diungkapkan itu masuk akal

atau tidak. Brainstorming akan lebih baik jika dimulai dengan diskusi kelompok, untuk memberikan gambaran tentang masalah yang akan dihadapi, ditinjau dari semua sudut pandang yang berbeda.

Kemudian setiap orang pada diskusi itu mengungkapkan faktor-faktor yang mungkin berpengaruh pada masalah yang dihadapi tanpa takut dikritik oleh orang lain, sebab mungkin pendapat dan pandangan satu orang berbeda dengan pendapat yang lain tentang suatu masalah.

Setelah semua faktor-faktor yang diungkapkan dicatat dilakukan penyaringan menjadi faktor yang diamati dan faktor yang diabaikan. Pada tahap ini pemilihan dilakukan berdasarkan pembatasan urgensi masalah, masalah teknis, kemungkinan pelaksanaan dan lain-lain.

2. Flow chart

Pada metode ini yang dilakukan adalah mengidentifikasi faktor-faktor melalui flowchart proses pembuatan obyek yang diamati. Dengan melihat pada flowchart maka untuk masing-masing tahap diidentifikasikan faktor-faktor yang mungkin berpengaruh.

3. Cause-effect diagram

Disebut juga diagram ishikawa, merupakan metode yang paling

sering digunakan untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab (faktor-faktor) yang potensial.

Dimulai dengan menyatakan basic effect (variabel bebas) yang akan diamati, kemudian secara sistematis diurutkan penyebab yang mungkin berpengaruh pada variabel bebas yang diamati. Effect (akibat) ada disebelah kanan dan cause (sebab) berada disebelah kirinya dengan garis miring penghubung. Dari penyebab-penyebab yang utama terdiri atas material, mesin dan peralatan, metode, operator atau penyebab utama lainnya. Contoh cause-effect diagram adalah sebagai berikut :

K A R A K T E R IS T IK K U A L IT A S O P E R A T O R M A T E R IA L

M E T O D E M E S IN

Gambar 2.12 Cause-effect diagram 8. Identifikasi faktor kontrol dan faktor noise 3 Faktor Kontrol

Adalah parameter-parameter yang nilai-nilainya ditentukan oleh ahli teknik. Faktor-faktor control dapat mempunyai nilai satu atau lebih yang disebut level. Pada akhir eksperimen, suatu level faktor control yang sesuai akan dipilih. Salah satu aspek dari perancangan kokoh adalah mencari kondisi level optimal untuk faktor control sehingga karakteristik kualitas tidak sensitive terhadap noise.

Adalah suatu parameter yang menyebabkan penyimpangan karakteristik kualitas dari nilai targetnya. Faktor noise dapat menyebabkan pengaruh pada karakteristik secara tidak terkendali dan sulit diprediksi.

Faktor noise (pengganggu) dapat dibedakan menjadi 3, yaitu : Gangguan eksternal

Merupakan variasi kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban maupun waktu.

Gangguan internal

Merupakan gangguan yang disebabkan oleh perubahan yang dialami produk seperti kelelahan material, peralatan manufaktur, maupun proses pemasangan.

Gangguan antar unit (unit-to-unit)

Merupakan keragaman produk pada spesifikasi yang sama disebabkan oleh keragaman material, peralatan manufaktur, maupun proses pemasangan. Gangguan ini mempengaruhi dalam desain parameter proses.

9. Pemilihan level untuk faktor

Pemilihan jumlah level penting artinya untuk ketelitian hasil percobaan dan ongkos pelaksanaan percobaan. Makin banyak level yang diteliti maka hasil percobaan akan lebih teliti karena data yang diperoleh lebih banyak. Tetapi banyaknya level akan meningkatkan jumlah pengamatan sehingga menaikkan ongkos percobaan.

Level faktor merupakan nilai-nilai tertentu atau sifat (attribute) yang diberikan pada suatu faktor, yang mungkin berupa faktor kontrol, noise, signal

atau scaling. Menentukan level yang digunakan untuk tiap faktor yang dipilih dalam eksperimen adalah tahap penting dalam perencanaan. Menentukan level dari faktor kualitatif biasanya telah jelas dari sifat permasalahannya yang diteliti. Tetapi, untuk memilih level yang sesuai untuk faktor kualitatif lebih sulit. Banyaknya level yang dipilih dan nilainya tergantung pada pengetahuan terhadap proses atau produk. Jika proses atau produk baru yang diteliti, maka perlu digunakan 3 level untuk beberapa faktor untuk mengevaluasi non-linieritas pada range faktor. Jika diketahui pengaruh faktor tertentu, maka faktor dengan 2 level sudah cukup untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dari analisis hasil eksperimen.

Level faktor dapat dinyatakan secara kuantitatif seperti temperature 200C, 300C; kecepatan : 20 km/jam, 30 km/jam dan lain-lain. Dapat pula dinyatakan secara kualitatif seperti jenis benang plastik : Polypropelene, Kalsium Karbonat dan lain-lain. Suatu faktor dinyatakan secara kualitatif jika skala numerik tidak dapat digunakan pada level faktor tersebut. Level juga dapat dinyatakan secara fixed seperti tekanan, temperature, waktu dan lain-lain atau dipilih secara random dari beberapa kemungkinan yang ada seperti pemilihan mesin, operator dan lain-lain.

10.Pemilihan Tabel Orthogonal Ar ray dan Penempatan Faktor

Interaksi muncul ketika dua faktor atau lebih yang mengalami perlakuan secara bersama akan memberikan hasil yang berbeda pada karakteristik kualitas dibandingkan jika faktor mengalami perlakuan secara sendiri-sendiri.

Kesalahan dalam menentukan interaksi akan berpengaruh pada kesalahan inteprestasi data dan kegagalan pada penentuan proses yang optimal. Tetapi taguchi lebih mementingkan pengamatan pada main effect (penyebab umum) sehingga adanya interaksi diusahakan seminimal mungkin, tetapi tidak dihilangkan sehingga perlu dipelajari kemungkinan hadirnya interaksi.

Jumlah interaksi yang terlalu banyak akan meningkatkan biaya percobaan dan tidak effesien dalam penggunaan waktu. Maka penentuan interaksi dilakukan hanya antar faktor yang potensial mengalami interaksi saja. Ini tergantung pada jenis industri, proses engineering dan lain-lain.

Ta b el 2.4 Pen ge lom p ok k a n fak tor -fa k tor p e n elitia n

Performasi Produk Performasi Proses

Kondisi penggunaan Perubahan temperatur

Konsumen Kelembaban

Suhu rendah Outer noise Debu

Suhu tinggi Kedatangan material

Sinar radiasi Performasi operator

Getaran Voltase dan frekuensi

Goncangan Outer noise Variasi antar batch

Kelembaban Debu

Part yang jelek Umur mesin

Material yang jelek Inner noise Penggunaan tool (pahat)

Proses oksidasi Pengerjaan antar shift

Variasi antar satuan Variasi antar proses saat

Berperformansi sama Berformasi sama

Semua desain parameter Semua desain parameter

Seperti dimnsi, material Faktor-faktor Proses

Konfigurasi Terkendali Semua setting

parameter Proses

(Sumber : Tapan Bagchi, Taguchi Methods Explained Practical Steps to Robust Design, 1993 : 10)

11.Pelaksanaan Percobaan.

Kegiatan ini dilakukan sebanyak 27 kali percobaan karena mengingat peneliti mengamati tiga faktor dan tiga level.

12.Anova

Peneliti menganalisa perbedaan variansi yang timbul pada bermacam-macam faktor dan interkasi serta adanya pengaruh yang signifikan. Dengna menghitung jumlah kuadrat, jumlah kuadrat error, dan F ratio pada tabel Anova.

13.Pr osedur Polling

Prosedur ini dilakukan pada saat jumlah kuadrat tidak signifikan. 14.Kombinasi Optimum

Kombinasi dilakukan penyusunan kombinasi dari faktor dan interaksi yang bermacam-macam

15.Analisa Hasil dan Pembahasan

Awal sampai dengan akhir penelitian, peneliti memetakan inti dari permasalahan.

16.Kesimpulan dan Sar an

Peneliti menyimpulkan hasil penelitiannya dari langkah awal sampai akhir dan memaparkan saran agar penelitian ada perbaikan.

17.Selesai

Peneliti selesai melakukan penelitian.

Tabel 3.1 Nilai level faktor pada proses uji tarik benang plastik untuk tipe karung woven bag.

Faktor Kontrol Level 1 Level 2 Level 3

1. Polypropelene 94,5% 93% 91,5%

2.Kalsium Karbonat (CaCO3) 5% 6% 7%

3. Ultraviolet (UV) 0,5% 1% 1,5%

Dokumen terkait