• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Langkah-langkah Penelitian

Langkah-langkah dalam prosedur tindakan kelas ini dibagi menjadi empat tahap dalam setiap siklusnya yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Kegiatan Prasiklus

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pembelajaran tanpa menggunakan media, kemudian dilakukan pengamatan dan memberikan tes dalam bentuk isian pengubahan latin menjadi aksara Jawa yang di dalamnya berisi materi aksara carakan, sandhangan swara, sandhangan panyigeging

wanda, sandhangan wyanjana, dan pasangan aksara Jawa kepada siswa.

Pengamatan dilakukan dengan tujuan mengetahui keadaan kelas dan siswa yang sebenarnya pada saat pembelajaran menulis aksara Jawa berlangsung. Kemudian peneliti mengamati reaksi apa yang diberikan siswa pada saat guru menjelaskan materi tentang menulis aksara Jawa berlangsung. Setelah itu siswa diberikan tes dengan tujuan mengetahui kemampuan siswa dalam menulis aksara Jawa sebelum diberi tindakan.

2. Kegiatan Siklus I

a. Tahap perencanaan tindakan (planning)

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil tes pada tahap prasiklus, dapat diperoleh data hasil kemampuan siswa dalam menulis aksara Jawa, serta informasi bagaimana kemampuan dan minat siswa pada saat menerima materi menulis aksara Jawa dari gurunya, dari hal itu akan ditemukan masalah-masalah yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Kemudian peneliti berusaha mendiagnosis kemungkinan-kemungkinan penyebab permasalahan itu terjadi yang

kemudian bisa menentukan tindakan-tindakan perbaikan yaitu dengan menggunakan media audio visual untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran menulis aksara Jawa. Setelah itu, pada tahap ini peneliti menyusun rencana pembelajaran, mempersiapkan rancangan instrument, dan menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar siswa.

b. Tahap pelaksanaan tindakan (acting)

Pada tahap pelaksanaan tindakan ini, yang diberikan adalah melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang sudah direncanakan pada tahap perencanaan, yakni penggunaan media audio visual pada kegiatan pembelajaran menulis aksara Jawa. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut.

Pada kegiatan awal tindakan yang dilakukan adalah memotivasi siswa pada situasi dan materi pembelajaran yang berupa apresepsi tentang macam-macam aksara Jawa. Setelah itu langsung dilakukan pembelajaran menggunakan media audio visual yang masih berpusat pada materi aksara Jawa (carakan) yang disertai dengan penggunaan sandhangan swara/vokal, sandhangan panyigeging

wanda, dan sandhangan wyanjana. Pada tahap pembelajaran ini, guru langsung

menggunakan media audio visual untuk membantu siswa mengingat kembali

aksara Jawa (carakan), sandhangan swara/vokal, sandhangan panyigeging

wanda, dan sandhangan wyanjana. Mulai dari menunjukkan video aksara Jawa satu aksara, kemudian kata, dan merangkai kata menjadi kalimat.

Pada tahap ini, siswa diharapkan mampu mengingat tentang dasar-dasar dalam penulisan aksara Jawa, kemudian guru menerapkan dengan memberi contoh-contohnya supaya siswa benar-benar memahami. Setelah itu sesekali siswa

diminta mencoba maju untuk mengubah tulisan latin menjadi aksara Jawa untuk menambah pemahaman siswa. Setelah siswa memahami, kemudian guru menunjukkan gambar aksara Jawa dengan media audio visual dan meminta siswa menebak atau menjawab tulisan aksara Jawa yang diputar oleh guru dalam bentuk gambar aksara Jawa.

Kegiatan terakhir pada tahap ini adalah memberikan tes untuk mengukur kemampuan siswa setelah mendapatkan pembelajaran menulis aksara Jawa dengan media audio visual, dan tentunya masih terbatas pada materi aksara Jawa

(carakan) yang disertai dengan penggunaan sandhangan swara/vokal, sandhangan

panyigeging wanda, dan sandhangan wyanjana.

c. Tahap pengamatan atau observasi (observing)

Tahap ini dilakukan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Peneliti harus melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan pada saat pembelajaran berlangsung, serta mencatat semua kejadian selama pembelajaran saat diberi tindakan berlangsung.

Tahap pengamatan atau observasi dilakukan dengan menggunakan format observasi atau penilaian yang telah disusun sebelumnya. Data yang dikumpulkan berupa data yang berupa hasil tes yang sudah diperoleh pada kegiatan sebelumnya dan data penggambaran keaktifan siswa, antusias siswa pada saat pembelajaran menulis aksara Jawa dengan menggunakan media audio visual berlangsung. Pada tahap inilah akan diketahui seberapa besar pengaruh penggunaan media audio

d. Tahap refleksi (reflecting)

Pada tahap ini, peneliti melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap tindakan yang telah diberikan dengan berdasarkan data-data yang sudah terkumpul. Pada tahap inilah peneliti harus memikirkan kembali seberapa besar pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis aksara Jawa, serta melakukan evaluasi terhadap masalah-masalah yang terjadi pada saat proses pembelajaran, guna menyempurnakan tindakan selanjutnya.

3. Kegiatan Siklus II

Pelaksanaan siklus II ini, pada dasarnya hampir sama dengan siklus I, namun pada siklus II ini sudah direncanakan lebih baik setelah mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Pada siklus II ini juga terdiri dari empat tahap, yaitu sebagai berikut.

a. Tahap perencanaan tindakan (planning)

Tahap awal pada siklus II ini, pada dasarnya hampir sama dengan tahap awal pada siklus I, yaitu peneliti menyusun rencana pembelajaran, mempersiapkan rancangan instrument, dan menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Tetapi terdapat perbedaan yaitu pada tahap ini sudah dilakukan perbaikan dan materi yang diberikan lebih bevariasi yaitu materi yang ada pada siklus I ditambah dengan pasangan aksara Jawa.

b. Tahap pelaksanaan tindakan (acting)

Pada tahap awal pelaksanaan tindakan ini siswa diberikan lagi motivasi dalam menulis aksara Jawa , serta diberikan apresepsi tentang materi yang sudah diberikan pada siklus I.

Setelah cukup memberikan apresepsi langsung memulai pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dengan materi yang lebih bervariasi yaitu materi yang ada pada siklus I ditambah dengan pasangan aksara Jawa. Kegiatan yang dilakukan hampir sama dengan tindakan pada siklus I, namun langsung masuk pada pembelajaran aksara pasangan. Untuk membantu siswa mengingat bentuk-bentuk dari pasangan aksara Jawa, guru juga menggunakan media audio visual. Setelah itu guru memberikan contoh gambar penerapan pasangan supaya siswa lebih memahami penulisan pasangan tersebut. Untuk menambah pemahaman siswa, guru meminta beberapa siswa untuk maju di depan kelas mencoba mengubah tulisan latin menjadi aksara Jawa. Setelah siswa memahami guru menunjukkan audio visual kepada siswa dalam bentuk gambar dan suara. Diharapkan siswa akan termotivasi untuk menjawab secepat mungkin dan berlomba-lomba dengan temannya. Kegiatan yang selanjutnya adalah siswa mencermati gambar pada media audio visual dan nanti guru akan memutar gambar tulisan aksara Jawa beserta pasangan atau sandangannya dan siswa disuruh mentranslit gambar yang telah diputar dengan ucapan.

Kegiatan terakhir pada tahap ini adalah memberikan tes untuk mengukur kemampuan siswa setelah mendapatkan pembelajaran menulis aksara Jawa dengan media audio visual dan dengan materi yang lebih bervariasi, yaitu materi yang ada pada siklus I ditambah dengan pasangan aksara Jawa.

c. Tahap pengamatan atau observasi (observing)

Tahap pengamatan atau observasi (observing) pada siklus II ini, pada dasarnya juga sama dengan tahap pengamatan atau observasi (observing) pada

siklus I. Tahap pengamatan atau observasi dilakukan dengan menggunakan format observasi atau penilaian yang telah disusun sebelumnya, yaitu dengan tes yang sudah dilakukan pada tahap sebelumnya serta mengamati keaktifan siswa, antusias siswa pada saat pembelajaran menulis aksara Jawa dengan menggunakan media

audio visual berlangsung. Pada tahap inilah akan diketahui seberapa besar

pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis aksara Jawa pada siklus II ini yang diharapkan lebih ada peningkatan dibandingkan siklus I.

d. Tahap refleksi (reflecting)

Tahap refleksi (reflecting) pada siklus II ini, pada dasarnya juga sama dengan Tahap refleksi (reflecting) pada siklus I, yaitu peneliti melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap tindakan yang telah diberikan dengan berdasarkan data-data yang sudah terkumpul.

Pada tahap inilah peneliti juga harus memikirkan kembali seberapa besar pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis aksara Jawa setelah melewati siklus II ini, serta melakukan evaluasi terhadap masalah-masalah yang terjadi pada saat proses pembelajaran, guna membuat kesimpulan mengenai pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis aksara Jawa.

Dokumen terkait