• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Langkah-Langkah Pengembangan Model

Terdapat empat langkah pengembangan model, yakni (1) penelitian pendahuluan, (2) perencanaan pengembangan model, (3) validasi, evaluai, dan revisi model yang terdiri dari (a) telaah pakar, (b) uji coba kepada kelompok kecil dan terakhir (4) implementasi model, melalui uji coba kepada kelompok besar. Berikut akan diuraikan satu per satu.

Penelitian Pendahuluan

Analisis kebutuhan, analisis situasi, dan analisis dokumen adalah wujud penelitian pendahuluan yang dilakukan pada tahap ini. Analisis kebutuhan diperoleh melalui penyebaran angket, observasi, dan wawancara untuk mengidentifikasikan kebutuhan TKA dan guru BIPA UMN. Untuk memenuhi analisis situasi, penelitian difokuskan pada identifikasi kondisi bahan ajar dan silabus yang tersedia di Program BIPA UMN melalui observasi dan wawancara manajemen dan guru BIPA UMN. Tahap pertama ini diakhiri dengan analisis dokumen hasil analisis kebutuhan dan analisis situasi. Berdasarkan analisis dokumen ini diketahui hasilnya berupa perlu tidaknya bahan ajar yang sedang digunakan dengan model bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan.

Namun, sebelum semua itu dilakukan, telah diadakan penelitian pendahuluan berupa kajian literatur dan kajian pustaka. Kajian literatur dilakukan melalui kajian teoritik yang berhubungan dengan teori pengembangan model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis tugas ranah komunikasi bisnis bagi tenaga kerja asing di Program BIPA UMN. Kajian pustaka dilakukan melalui penelusuran hasil penelitian sebelumnya yang juga meneliti pengembangan model bahan ajar untuk mengetahui posisi peneliti di antara peneliti lain yang sebidang. Baik kajian literatur maupun kajian pustaka menjadi landasan peneliti dalam mengembangankan model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis tugas ranah komunikasi bisnis bagi tenaga kerja asing.

Perencanaan Pengembangan Model

Berdasarkan tahap pertama, yakni hasil analisis kebutuhan, analisis situasi. analisis dokumen, dan analisis kajian literatur dan pustaka, pada tahap kedua, model bahan ajar mulai direncanakan. Berdasarkan hasil analisis tahap pertama dikembangkan rencana bahan ajar berdasarkan pengembangan model Hutchinson dan Waters. Terdapat empat langkah pengembangan model bahan ajar model Hutchinson dan Waters. Langkah pertama adalah

input. Input ini dapat berupa teks yang berisi topik-topik yang diperlukan untuk berkomunikasi dan identifikasi pengetahuan mereka sebelumnya tentang topik yang diinginkan. Langkah kedua adalah fokus pada isi berdasarkan langkah pertama. Pada bagian ini dikembangkan tema-tema yang sesuai dengan topik yang diinginkan dan bersifat nonlinguistik.

Langkah ketiga adalah fokus pada unsur bahasa yang dikembangkan. Untuk menentukan fokus bahasa pada bahan ajar yang akan dikembangkan, peneliti berpedoman pada peta masalah UKBI pada level madya dan unggul yang dikeluarkan oleh Badan Bahasa. Selanjutnya, setelah terbentuk rancangan isi dan bahasa, dilanjutkan dengan memfokuskan pada tugas yang merupakan proses belajar mengajar yang aktif, interaktif, menggugah, dan menantang yang akhirnya sebagai sebuah evaluasi.

Validasi, Evaluasi, dan Revisi Model

Tahap ketiga ini dilakukan melalui beberapa kegiatan berupa uji coba rancangan bahan ajar kepada kelompok kecil, revisi tahap I, validasi atau uji kelayakan oleh guru dan teman sejawat yang melahirkan revisi tahap II. Uji coba rancangan bahan ajar bahasa Indonesia komunikasi bisnis diberikan pada kelompok kecil, yakni di kelas Program Bisnis, BIPA UMN. Setelah itu, peserta dan guru diminta untuk memberikan kesan, pesan, kritik, dan masukan pada bahan ajar yang diujicobakan. Berdasarkan hasil uji coba, dibuatlah revisi tahap III. Semua kelemahan atau kekurangan buku ini diperbaiki hingga mendapatkan model bahan ajar yang layak.

Setelah direvisi, model bahan ajar yang dikembangkan dinilai kelayakannya oleh para pakar bahasa dan pakar pendidikan bahasa melalui telaah pakar. Langkah selanjutnya adalah revisi bahan ajar berdasarkan penilaian atas uji kelayakan atau validasi dari para pakar sehingga dihasilkan usulan bahan ajar tahap akhir.

Implementasi Model

Terakhir adalah tahap implementasi. Usulan bahan ajar bahasa Indonesia komunikasi bisnis akan diujikan pada kelas yang sesungguhnya atau uji coba kelompok besar. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mendapatkan produk akhir bahan ajar BIPA Komunikasi Bisnis bagi TKA melalui metode eksperimen semu untuk mendapatkan hasil uji keefektifan bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian semu menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan, bukan menggunakan subjek yang diambil secara acak. Oleh karena itu, limitasi hasil penelitian harus diidentifikasi secara jelas dan subjek penelitian perlu dideskripsikan. Agar hasil penelitian dapat ditingkatkan, representasi dari subjek harus diargumentasikan secara logis. Untuk validitas internal, peneliti berusaha membangun derajat ekuivalen di antara kelompok kelompok subjek dengan mempertimbangkan karakter-karakter atau variabel-variabel yang mungkin juga sangat berkaitan dengan variabel eksperimen.

Desain ini dibedakan dengan adanya tes awal sebelum perlakuan diberikan. Karena adanya tes awal, pada desain penelitian tingkat kesetaraan kelompok turut diperhitungkan. Tes awal dalam desain penelitian ini akan digunakan untuk pengontrolan secara statistik serta dapat digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap capaian skor. Setelah proses uji keefektifan dilakukan, tahap terakhir adalah revisi akhir bahan ajar yang dikembangkan untuk memperoleh produk bahan ajar BIPA Komunikasi Bisnis dengan pendekatan tugas ranah komunikasi bisnis yang layak digunakan dan dapat dipublikasikan kepada masyarakat lain. Semua terangkum dalam gambar bagan berikut ini.

Gambar 3.2

Tahapan Kegiatan Penelitian Pengembangan Model Bahan Ajar Berbasis Tugas Ranah Komunikasi Bisnis

Tahap Keempat: Implementasi (Uji Efektivitas Produk)

Tahap Pertama: Penelitian Pendahuluan

Analisis Keharusan Analisis Kondisi Analisis Kebutuhan

Tahap Kedua: Perencanaan dan Pengembangan Produk/ Bahan Ajar

Eksplorasi Analisis

Kebutuhan Penetapan Input

Penetapan Fokus Bahasa

Pengembangan Produk melalui M E D I A

M: Mulai dengan pegurutan topik berdasarkan analisis kebutuhan dan rancang silabus E: Ejawantahkan ke dalam tujuan, tugas, dan evaluasi sesuai standar kemahiran berbahasa

D: Dukung dengan karakter tokoh yang akan menjiwai bahan ajar I: Ikat dengan cerita melalui tema-tema yang menarik

A: Asupkan unsur bahasa, unsur komunikasi, dan budaya ke dalam setiap unit bahan ajar

Tahap Ketiga: Validasi, Evaluasi, dan Revisi

Validasi Teman

Sejawat Validasi Pakar

Uji Coba Kelas Kecil

Bahan Ajar Draf II

Uji Coba Kelas Besar Bahan Ajar Draf III/Revisi Terakhir

Uji Efektivitas Kelas Besar Produk Akhir/ Publikasi

Penetapan Isi

Penetapan Tugas

F. Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data, Validasi, dan Reliabilitas