• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah – Langkah untuk Pelaksanaan Pekerjaan

Dalam dokumen Ilmu Jalan Rel (h. Surakim) (Halaman 43-53)

A. Persiapan

1. Mengecek semua peralatan pengamanan antara lain :

a. Semboyan – semboyan pembatasan kecepatan : 2A, 2B, 2C dan semb. 3. b. Kelengkapan kesehatan dan bendera – bendera hijau, merah

2. Mengecek semua peralatan kerja :

a. Dongkrak, garpu, belencong, bodem, mistar, timbangan, palu, benang, gergaji rel, bor rel, kunci – kunci pas, dan lain – lain.

b. Lampu – lampu penerangan untuk kerja malam lengkap dengan peralatannya.

c. Peralatan pendukung, tenda, jas hujan, payung, telepon ladang, HP dan lain – lain.

3. Mempersiapkan waktu kerja antara dua petak jalan untuk pelaksanaan pekerjaan yang harus menutup lintas misalnya :

a. Penggantian bantalan / balas secara menyeluruh b. Penggantian rel secara menyeluruh

c. Penggantian wesel jembatan dan lain – lain yang harus menggunakan waktu beberapa jam

Ini semua berkaitan dengan telegram dan pengaturan window time pada Gapeka, juga berhubungan dengan pejabat lintas Daop, Kasijab, Seksi dan distrik.

4. Pelaksanaan telegram tidak boleh mendadak, paling sedikit ± 1 minggu sebelum pelaksanaan pekerjaan.

5. Rencana KA kerja, untuk bongkaran balas, rel, juga angkutan barang – barang bekas dan lain – lain.

B. Macam pekerjaan :

1. Penggantian bantalan 2. Penggantian balas 3. Penggantian rel 4. Penggantian wesel

5. Penggantian jembatan / box culvert 6. Dan lain – lain

1.1 Penggantian Bantalan

a. Bantalan baru sudah tersedia (kayu, besi, beton) b. Alat penambat sudah tersedia (kaku, kenyal)

c. Peralatan kerja sudah tersedia sesuai dengan tipe bantalannya / penambatnya

d. Pekerjaan penggantian bantalan dapat dilakukan dengan berselang – seling tidak boleh berurutan dan semboyan cukup 2A

1.2 Penggantian Balas

a. Balas sudah tersedia di samping jalan KA

b. Peralatan kerja sudah tersedia terutama keg – keg dari bantalan bekas

c. Pekerjaan penggantian balas dapat dimulai dan tidak boleh secara berurutan, harus sebagian petak demi petak, keg – keg dipasang antara dua bantalan langsung menyangga rel dan semboyan cukup 2B

1.3 Penggantian rel lama ke rel baru lengkap : R.33 / R.42, R.42 / R.54 dan sebagainya.

Sistem penggantian rel ada 4 (empat) macam : a. Sistem side by side (sebelah – sebelah) b. Sistem 4 rel (four rail methode)

c. Sistem langsung (direct system) d. Sistem panel (gantri crene)

a.1 Sistem side by side

Sistem ini dapat dilakukan dengan cara manual atau cara mekanisasi. b.1 Sistem 4 rel

Sistem ini sering dilakukan dan pelaksanaannya tidak mengganggu perjalanan Kereta Api, kecuali hanya pada penyambungannya.

c.1 Sistem langsung

Sistem ini yang sering dilakukan akhir – akhir ini karena adanya penggunaan bantalan beton sehingga dipandang lebih praktis dan mudah namun harus perlu waktu kosong (window time) paling tidak ± 3 jam untuk penggantian rel ± 100 m track. Untuk daerah – daerah lurusan dapat sampai 200 m tergantung jumlah tenaga dan peralatan yang tersedia.

d.1 Sistem panel

Sistem ini harus didukung dengan adanya peralatan yang komplit terdiri dari unit sarana dan prasarana yang memadai (perbah dilakukan di KP3BAKA Sumatera Selatan)

Biasanya untuk peningkatan KA pada lintas raya di Jawa dalam pelaksanaannya menggunakan sistem “langsung”.

Dalam pelaksanaannya dapat disampaikan sebagai berikut : 1. Persiapan lintas yang akan diganti rel dari R.42 / R.54

2. Pengukuran untuk menentukan KR baru yang direncanakan (biasanya dinaikkan) dan dipasang patok as-nya

3. Profil balas diratakan untuk persiapan bongkaran bantalan beton, rel baru 4. Bantalan diecer sepanjang rel yang akan diganti dengan jarak 60 cm di luar

ruang bebas KA (sebelah)

5. Rel standar diadakan pengelasan 4 x 25 m = 100 m, diletakkan sepanjang rel lama di luar ruang bebas KA (kiri dan kanan)

6. Rel peralihan R.42 / R.54 sebanyak 1 sel dipersiapkan pada ujung pada bagian akhir dari rel yang akan diganti (biasanya 100 m, 200 m), berikut pelat – pelat sambung lengkap dengan pastek dan lain – lain

7. Gergaji dan bor mesin tidak boleh dilupakan

8. Biasanya titik permulaan dari ujung wesel R.54 yang sudah terpasang atau ada konstruksi rel peralihan R.42 / R.54

9. Sebelum waktu yang ditentukan, para pekerja dapat melakukan persiapan pekerjaan pendahuluan antara lain : pengurangan sebagian penambat secara berselang, baik paku tirpon maupun penambat elastik dengan pengawasan yang baik

10. Dengan pengukuran yang baik dan teliti akhir rel peralihan sudah dapat

ditentukan letaknya dan rel yang akan diganti sudah dapat dipotong dan dibuat lobang untuk sambungan rel peralihan

11. Persiapan harus dibuat sebaik – baiknya agar waktu yang diperlukan (window

times) tidak terlampaui

12. Setelah KA yang diperhitungkan melewati petak jalan yang akan diganti sesuai telegram, maka segera semboyan 3 dipasang ± 300 m dari tempat penggantian rel tersebut

13. Dengan mengatur tenaga kerja yang baik berikut peralatannya, rel lama dibongkar dan dilestreng keluar ruang bebas

14. Bantalan – bantalan lama segera dibongkar dan diatur pada sebelah sisi rel lama dan di luar ruang bebas

15. Balas lama disisihkan dan diratakan, yang kotor dibuang ke samping dan dibuat bidang yang rata apabila pada bagian lurusan

16. Bantalan baru segera disusun pada balas yang telah diratakan dengan jarak 60 cm dan menggunakan mal kayu / bambu

17. Ikuti as yang sudah dipasang dengan menarik benang

18. Segera lestreng rel R.54 dengan hati – hati atau menggunakan rel tang dan letakkan pada bantalan beton yang telah dipasang rubber pad-nya

19. Usahakan kaki rel juga sudah ada coretan jarak bantalan 60 cm sehingga posisi bantalan tetap

20. Sambung ujung rel pada bagian pertama dengan menggunakan plat sambung yang cocok dengan rel-nya dan pasang baut mur-nya dan atur siarnya sesuai kondisi temperaturnya

21. Pasang alat penambat pada bantalan beton secara erselang – seling dulu jangan lupa menggunakan insulator-nya dan pasang spoor mal-nya

22. Kemudian pada ujung yang lain, dipasang rel peralihan dan juga dipasang plat sambung dengan baut mur-nya yang cocok dan diikat secara sempurna, setelah pemotongan rel lama dilaksanakan, buat lobang bor sementara

23. Semua pekerjaan harus diadakan penimbangan dan angkatan yang baik juga lebar sepur harus terjaga

24. Kemudian diberikan balas baru atau yang lama untuk menjaga kedudukan bantalan kokoh, khususnya pada ujung – ujung bantalan

25. Apabila waktu masihcukup, usahakan melengkapi alat penambat dan tambahan balas serta lestrengannya dan ditamping yang baik

26. Lewatkan KA dengan kecepatan 10 km/jam dan adakan pengawalan

27. Ulangi tambahan balas dan adakan tamping dan lestrengannya untuk kecepatan 20 km/jam

28. Demikian seterusnya hingga kecepatan puncak sesuai Gapeka

29. Khusus pada lengkungan, apabila bantalan lama sudah dibongkar maka bidang tumpuan bantalan baruharus dibuat kemiringan dan untuk sementara tidak perlu sebesar hn (h normal)

30. Juga perlu diperhatikan untuk as lengkung yang sudah diperbaiki sebelum

penggantian rel harus dipindahkan ke daerah yang aman di luar ruang bebas ± 2,5 m dari rel luar. Ini sangat penting agar anak panah lengkung tidak rusak / berubah

31. Untuk perhatian apabila di lintas tersebut terdapat saluran terbuka (open doorlat), maka dengan perubahan KR, kedudukan bantalan kayu penyangga rel harus dinaikkan, sehingga rel penyangga harus dirubah juga beton pengikatnya 32. Apabila pelindung balas cukup tebal ± 0,80 m dapat diganti box culvert

Demikian untuk tahap selanjutnya, pekerjaan dapat diteruskan secara bertahap dan semboyan dapat digeser, semuanya dengan pemberitahuan telegram

Untuk penggantian wesel R.42 / R.54 dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Siapkan lapangan yang rata dan bebas gangguan pada wesel yang akan diganti 2. Usahakan sudut wesel sama 1 : 10 atau 1 : 12

3. Titik matematis sama

4. Siapkan rel peralihan 3 stel sesuai kondisi rel yang ada

5. Siapkan wesel baru di samping wesel lama yang akan diganti dan berada di atas

stapling dan di luar ruang bebas

6. Wesel lama baut – baut sambung depan, tangah dan belakang semua dilicini untuk memudahkan pembukaaan

7. Penggorek balas pada wesel lama dan buat rel peluncur untuk mengeluarkan wesel lama

8. Siapkan peluncur wesel baru ke wesel lama, dapat sekaligus atau dibagi dua 9. Hubungi bagian sinyal telkom untuk pengamanannya dan sekat – sekatnya 10. Setelah waktu yang ditentukan, dapat dilakukan penggantian dan pemasangan

rel – rel peralihan harus baik dan sempurna, sambungan – sambungan dan baut – bautnya juga bantalan – bantalannya terikat dengan baik untuk kecepatan

Dalam dokumen Ilmu Jalan Rel (h. Surakim) (Halaman 43-53)

Dokumen terkait