BAB II GAMBARAN UMUM MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI
C. Tata Pameran di Museum Gunungapi Merapi
1. Lantai Pertama Museum Gunungapi Merapi
Lantai pertama Museum Gunungapi Merapi terdiri atas empat ruangan yang dapat dinikmati pengunjung, yaitu (1).Lobby, (2). Ruang pameran dampak erupsi Merapi 2010, (3). Ruang dunia gunungapi, (4). Ruang seputar gunungapi Merapi, dan (5). Plaza tematik. Tata pameran di lantai I ini memiliki dua tema, yaitu tema Dunia Gunungapi dan tema Seputar Gunungapi Merapi.
1.1. Lobby
Ruang ini merupakan ruang transisi pengunjung dari luar museum ke dalam museum. Bentuklobby melingkar dan merupakan void2hingga lantai dua. Di lobby terdapat maket replika Gunung Merapi dengan diameter + 6 m. Maket
2Voidmerupakan bukaan antarlantai yang biasanya terdapat pada rumah bertingkat. Fungsinya adalah menghubungkan lantai bawah dengan lantai atas.
tersebut bersifat interaktif, menyimulasikan letusan Gunung Merapi pada tahun 2002, 2006, dan 2010. Terdapat empat tombol pada maket tersebut. Tombol pertama merupakan tombol narasi yang menjelaskan tentang Gunung Merapi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tombol kedua merupakan tombol untuk menyimulasikan guguran awan panas Merapi ketika erupsi 2002. Tombol ketiga merupakan tombol yang menyimulasikan guguran awan panas Merapi ketika erupsi 2006. Tombol keempat merupakan tombol yang menyimulasikan guguran awan panas Merapi ketika erupsi 2010. Dari keempat tombol tersebut, yang masih berfungsi saat ini hanyalah tombol tahun 2006, tombol lainnya rusak.
Foto 2.2 Pengunjung di Maket Simulasi Guguran Awan Panas Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Dalam lobby juga terdapat maket Museum Gunungapi Merapi dan maket Ketep Pass yang dibuat dengan skala 1:200m. Maket Museum Gunungapi Merapi (lihat Foto 2.3) menggambarkan keadaan museum saat ini, termasuk konsep dan gambaran museum di masa depan. Maket Ketep Pass (lihat Foto
2.3) menggambarkan obyek wisata Ketep yang ada di Magelang, lengkap dengan bangunan dan vegetasi di sekitar bangunan.
Ketep Pass atau Bukit Ketep berada pada ketinggian 1.200 dpl dengan luas area sekitar 8.000 m2. Terletak di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Obyek wisata ini merupakan obyek wisata alam kegunungapian. Selain digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan alam, juga digunakan peneliti untuk mengamati aktivitas Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet3.
Foto 2.3 Maket kompleks Museum Gunungapi Merapi (kanan foto) dan maket Ketep pass (kiri foto)
(Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Menyertai maket Gunung Merapi adalah dua panil yang
menginformasikan proses pembangunan Museum Gunung Merapi dan filosofi pembangunannya. Proses pembangunan Museum Gunungapi Merapi disajikan dalam poster yang menggambarkan tahapan pembangunannya, mulai dari peletakan batu pertama oleh menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pembuatan fondasi bangunan, pengerjaan dinding museum, pembuatan maket Simulasi
Guguran Awan Panas Merapi, pembuatan panil, pembuatan plaza tematik, hingga bangunan museum selesai dikerjakan.
Foto 2.4 Poster Proses Pembangunan Museum Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Filosofi Pembangunan Museum Gunungapi Merapi dipaparkan dalam bentuk poster yang berisikan konsep arsitektur museum yang dibuat oleh Dr. Ir. Bambang Supriyadi, MSA. Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa filosofi pembangunan museum tersebut terdiri atas konsep arsitektur, konsep budaya lokal, dan implementasi disain. Konsep arsitektur bangunan Museum Gunungapi Merapi berasal dari bentuk gunungapi, secara visual berbentuk kerucut yang memusat di bagian atasnya. Konsep budaya lokal yang mempengaruhi bentuk bangunan museum adalah bentuknya yang diilhami monumen Tugu Yogyakarta, bentuk tangga di pintu utama Candi Ratuboko, konsep filosofi budaya Jawa tentang orientasi utara selatan, dan pelataran Candi Sambisari. Implementasi disain yang dimaksud merupakan penerapan konsep arsitektur dan konsep budaya lokal dalam bangunan Museum Gunungapi Merapi. Penerapan konsep arsitektur terlihat pada bentuk bangunan museum yang mengerucut, mengecil di bagian atas, dan besar di bagian bawah. Konsep budaya lokal diterapkan pada
menara di atas bangunan yang merupakan representasi bentuk Tugu Yogyakarta. Tangga di depan pintu utama terinspirasi oleh pintu gerbang Candi Ratuboko. Arah bangunan yang menghadap utara-selatan merupakan representasi filosofi budaya Jawa. Sementara teras luas di depan pintu masuk museum mengacu pada pelataran Candi Sambisari.
Foto 2.5 Filosofi pembangunan Museum Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
1.2. Ruang Pameran Dampak Erupsi Merapi 2010
Ruangan ini berada di sebelah kanan pintu masuk setelah pengunjung melewati lobby (lihat gambar 2.2). Ruangan ini memamerkan dokumentasi aktivitas erupsi Merapi dalam bentuk foto, antara lain dampak awan panas Merapi terhadap rumah di sekitar lereng Merapi, dan jembatan yang hancur dihantam awan panas. Selain itu, terdapat bangkai sepeda motor yang terkena dampak erupsi Merapi, dihibahkan pemiliknya ke museum. Di ruangan tersebut terdapatvitrinyang berisi peralatan sehari-hari seperti sendok, garpu, wajan, dan gelas milik warga lereng Merapi yang terkena dampak awan panas Merapi.
Gambar 2.2 Denah ruang pameran dampak erupsi Merapi 2010 (Gambar : Gun Kuntara Adhiarta)
Setelah ruang pamer foto, berikutnya adalah auditorium. Akan tetapi ruangan tersebut belum dibuka untuk umum, auditorium nantinya akan digunakan sebagai ruang pertemuan (lihat gambar 2.2).
Foto 2.6 Ruang pameran dampak erupsi Merapi 2010 (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
1.3. Ruang Dunia Gunungapi (Volcano World)
Ruang Dunia Gunungapi (lihat Foto 2.7) merupakan ruang setelah lobby
(lihat Lampiran I). Di ruangan ini dipamerkan evolusi kerak bumi (lihat Foto 2.8), lingkungan magmatik gunungapi (lihat Foto 2.9), gunung aktif dunia dan Indonesia (lihat Foto 2.10), wajah gunungapi Indonesia (lihat Foto 2.12), tipe-tipe letusan gunungapi (lihat Foto 2.13), indeks letusan gunungapi (lihat Foto 2.14), bentuk gunungapi (lihat Foto 2.15), letusan gunungapi Indonesia dan dunia (lihat Foto 2.16), dan sumber daya gunungapi (lihat Foto 2.17).
Pameran di ruangan ini disajikan dalam bentuk poster yang ditempel pada panil, maket, alat peraga, dan koleksi obyek dalam vitrinkaca. Poster yang disajikan terdiri atas gambar ilustrasi, dan foto yang diberi keterangan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Koleksi museum berupa objek material erupsi Merapi yaitu batu yang diberi label dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Sebaran gunungapi aktif dunia dan Indonesia dalam bentuk alat peraga yang diberi penjelasan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Foto 2.7 Ruang pameran dunia gunungapi (Volcano World) (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Poster dalam panil di ruangan ini memiliki kode, yang terbagi menjadi dua kode, yaitu A dan B. Sedangkan koleksi museum dalam vitrin kaca dan maket tidak memiliki kode.
a) Poster Evolusi Kerak Bumi
Ketika pengunjung masuk ruang pameran Dunia Gunungapi, poster ini ada di sebelah kiri (lihat Lampiran I). Poster ditempel pada panil berukuran 1,5 m x 4 m (lihat Foto 2.8).
Poster ini berisi proses evolusi kerak bumi yang dibagi menjadi lima gambar. Gambar pertama, keadaan bumi pada zaman Perm (sekitar 225 juta tahun lalu), gambar kedua yaitu keadaan bumi pada zaman Trias (sekitar 200 juta tahun lalu), gambar ketiga yaitu keadaan bumi pada zaman Jura (sekitar 135 juta tahun lalu), gambar keempat yaitu keadaan bumi pada zaman Kampur (65 juta tahun lalu), dan gambar kelima yaitu keadaan bumi pada zaman sekarang. Selain informasi dalam bentuk tulisan, poster tersebut juga memuat gambar dan
captiontentang perubahan bentuk muka bumi dari zaman Perm hingga sekarang.
Foto 2.8 Evolusi kerak bumi dalam poster (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
b) Poster Lingkungan Magmatik Gunungapi
Poster ini menginformasikan lingkungan magmatik gunungapi di dunia (lihat Foto 2.9). Informasi tersebut dibagi menjadi empat poster yang ditempel pada panil. Poster pertama, menjelaskan tentang lempeng tektonik yang menyebabkan terbentuknya gunungapi. Poster kedua, menjelaskan tentang punggungan tengah samudra dan cekungan busur belakang. Poster ketiga, menjelaskan tentang tepian benua aktif dan busur kepulauan. Poster keempat, menjelaskan tentang zona rekahan benua dan tatanan lempeng samudra.
Foto 2.9 Poster-poster yang menggambarkan lingkungan magmatik gunungapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
c) Alat Peraga Sebaran Gunungapi Aktif Dunia dan Indonesia
Setelah pengunjung melihat poster lingkungan magmatik gunungapi, di seberang poster terdapat dua alat peraga, terdiri atas sebaran gunungapi aktif dunia dan Indonesia (lihat Foto 2.10). Tepat di depan alat peraga tersebut, terdapat papan elektronik. Papan elektronik dapat dikelompokkan menjadi dua, bagian kiri terhubung dengan peta sebaran gunungapi aktif di Indonesia, sedangkan di bagian kanan terhubung dengan nama dan lokasi gunungapi aktif di dunia.
Pada alat peraga sebaran gunung api aktif di Indonesia, lampu LED dibedakan warnanya. Warna tersebut menunjukkan klasifikasi gunungapi di Indonesia. Warna merah menunjukkan gunungapi tipe A, yaitu gunungapi yang tercatat pernah mengalami erupsi magmatik, sekurang-kurangnya sekali sesudah tahun 1600. Lampu warna hijau menunjukkan gunungapi tipe B, yaitu gunungapi yang sesudah tahun 1600 tercatat tidak ada aktivitas erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik. Lampu warna biru menunjukkan gunungapi tipe C, yaitu gunungapi yang sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia, namun terdapat tanda-tanda kegiatan vulkanik pada tingkat lemah4.
Berbeda dengan alat peraga di atas, alat peraga sebaran gunungapi aktif dunia hanya mempunyai satu warna lampu LED, yaitu merah. Warna tersebut hanya menunjukkan nama gunungapi di dunia, tanpa ada klasifikasinya.
Foto 2.10 Alat peraga gunungapi aktif dunia dan Indonesia (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Foto 2.11 Pengunjung sedang menekan papan elektronik (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
d) Poster Wajah Gunungapi Indonesia
Poster berikut ini menampilkan sejumlah foto gunungapi Indonesia yang disertai dengan keterangan nama gunung dan lokasi gunung. Foto dalam poster dibuat dengan menggunakan efek olah digital, sehingga foto-foto tersebut terkesan tiga dimensi (lihat Foto 2.12).
Foto 2.12 Poster Wajah Gunungapi Indonesia (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
e) Poster Tipe Letusan Gunungapi
Poster ini terdiri atas enam poster yang disusun berdekatan. Masing-masing poster menjelaskan tipe letusan gunungapi, yaitu tipe letusan Hawaiian, tipe letusan Merapi, tipe letusan Pelean, tipe letusan Strombolian, tipe letusan
Vulcanian, dan tipe letusanPlinian(lihat Foto 2.13).
Foto 2.13 Poster-poster tipe letusan gunungapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
f) Poster Indeks Letusan Gunungapi
Informasi yang diberikan dalam poster ini adalah tingkat kedahsyatan letusan gunungapi. Dari letusan berefek kecil yang hanya merusak sekitar gunung, hingga letusan yang dampaknya sangat merusak dan dapat merubah iklim bumi. Latar dinding yang berwarna kuning dan efek tata lampu berwarna kuning membuat panil tersebut terlihat berbeda dengan panil-panil lain dalam ruang yang sama (lihat Foto 2.14). Pada umumnya panil-panil di ruangan ini memiliki latar belakang berwarna coklat atau krem. Selain itu, hanya panil ini yang dilengkapi dengan efek tata lampu.
Foto 2.14 Poster indeks letusan gunungapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
g) Poster Bentuk dan Fenomena Gunungapi
Letak poster ini berada di tengah-tengah ruang Dunia Gunungapi (Volcano World). Poster ditempel pada panil yang tidak menempel ke dinding sebagaimana panil-panil sebelumnya. Panil ini dibentuk melengkung ke dalam (cekung) dengan empat lampu penerang di bagian atas (lihat Foto 2.15).
Foto 2.15 Poster Bentuk dan Fenomena Gunungapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Informasi yang digambarkan dalam poster adalah struktur penampang gunungapi dari berbagai bentuk (lihat Foto 2.15). Poster di sebelah kanannya menerangkan berbagai material yang keluar dari gunungapi ketika erupsi.
h) Poster Letusan Gunungapi Indonesia dan Dunia
Poster yang terletak paling utara di ruang Dunia Gunungapi ini berupa kumpulan foto dokumentasi gunung yang meletus di Indonesia dan di luar Indonesia. Jumlah keseluruhan ada 35 foto. Meskipun foto-foto tersebut menggambarkan erupsi gunungapi, namun setiap foto tidak ada yang sama. Terdapat foto yang menggambarkan berbagai kedahsyatan semburan lava di malam hari, dan lahar yang meleleh menuruni puncak gunung. Selain itu, juga terdapat erupsi gunung api berupa awan panas yang disertai dengan kilatan petir sehingga foto tersebut terlihat menarik (lihat Foto 2.16).
Foto 2.16 Poster letusan gunungapi Indonesia dan dunia (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
i) Poster Sumber Daya Gunungapi
Poster ini berada di balik poster tentang bentuk dan fenomena gunungapi. Informasi tentang sumber daya gunungapi diakomodasikan dalam empat poster yang dipasang berdekatan. Poster-poster yang dimaksud adalah poster tentang sumber daya pertanian, sumber daya wisata, dan dua panil terakhir menggambarkan “dekorasi kehidupan”5. Dalam poster tampak bahwa gunungapi
selain menimbulkan bencana, juga memberikan manfaat bagi manusiai. Di bawah poster terdapat displai objek berupa contoh batuan dari letusan gunungapi (lihat Foto 2.17). Berbagai jenis batuan tersebut ditempatkan dalam
vitrin tanpa tutup. Label yang tertera di setiap contoh batuan adalah asal tempat ditemukan batuan dan nama batuannya.
Foto 2.17 Poster sumber daya gunungapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
5Dekorasi kehidupan berdasarkan gambar di poster adalah pemanfaatan (diolah maupun tidak) material gunungapi, seperti batuan, kerikil, dan pasir, yang digunakan manusia sebagai hiasan interior dan eksterior rumah, kantor, kebun, taman, dan sebagainya untuk menambah nilai estetika ruangan atau lingkungannya. Material gunungapi juga digunakan sebagai bahan material bangunan, seperti candi, rumah, gedung, dan sebagainya.
1.4. Ruang Seputar Gunungapi Merapi (On the Merapi Volcano Trail) Setelah melewati ruang Dunia Gunungapi, pengunjung memasuki ruang lain yang diberi nama Seputar Gunungapi Merapi. Ruang ini berisi informasi dan serba-serbi seputar Gunung Merapi (lihat Foto 2.18).
Secara garis besar, ruangan ini memamerkan berbagai hal terkait dengan tindakan yang harus dilakukan pada saat terjadi erupsi Merapi serta sejarah dan mitos Merapi. Informasi disampaikan dalam bentuk poster, maket, lukisan, dan koleksi objek museum. Poster yang disajikan terdiri dari berbagai macam; (1) gambar ilustrasi tentang langkah-langkah penanggulangan bencana erupsi Merapi, mitos Gunungapi Merapi dan Gunungapi Bromo, dan peringatan dini saat terjadi erupsi. (2) Foto dokumentasi Merapi melalui satelit dan kamera digital. (3) Peta kawasan bencana erupsi Merapi.
Foto 2.18 Ruang Pameran Tema Seputar Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
Maket di ruang ini adalah maket jalur pendakian Gunungapi Merapi dan maket singkapan batuan Merapi. Lukisan di ruang ini menggambarkan mitologi seputar Gunungapi Merapi dan suasana prosesi upacara adat di Gunungapi Merapi. Koleksi objek museum dalamvitrin, terdiri dari peralatan yang digunakan petugas saat memantau aktivitas vulkanik (seismik) Gunungapi Merapi, bebatuan yang diambil dari puncak Merapi, dan motor serta alat seismik yang terkena dampak erupsi Merapi.
a) Poster Panorama Gunungapi Merapi Tampak Selatan
Poster ini menggambarkan pemandangan alam dan Gunungapi Merapi dari sisi selatan. Tidak ada tulisan maupun informasi dalam poster tersebut (lihat Foto 2.19). Panil pada poster ini berbentuk cekung dengan dilengkapi empat lampu di bagian atas panil. Banyak pengunjung yang berfoto dengan poster ini sebagai latar belakang.
b) Maket Jalur Pendakian Gunungapi Merapi
Maket berbahan gypsum yang terletak di tengah ruangan
menggambarkan jalur resmi pendakian Gunungapi Merapi. Hanya terdapat label pendakian dan tidak dilengkapi keterangan skala (lihat Foto 2.19).
Maket ini berwarna gelap, dan penanda pendakian Gunungapi Merapi hanya dengan warna merah, putih dan kuning.
Foto 2.19 Maket jalur pendakian Gunungapi Merapi dan poster panorama Merapi sebagai latar belakang
(Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
c) Poster Tentang Gunungapi Merapi
Poster yang terletak di dinding sisi barat dinding ini menggambarkan puncak Gunung Merapi yang difoto dengan satelit. Skala yang digunakan adalah 1:500.000. Tidak dijelaskan dengan satelit apa foto ini diambil, foto tersebut hanya menjelaskan tanggal pengambilan gambar, yaitu pada 21 Juli 1981, 14 Agustus 1981, 5 September 1981, 15 Juni 1982, dan 19 Juni 1982 (lihat Foto 2.20).
Foto 2.20 Poster foto udara Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
d) Poster Citra Satelit Gunungapi Merapi
Poster ini terdiri dari gabungan enam foto yang menggambarkan Gunungapi Merapi dengan menggunakan enam model satelit berbeda. (1) Model pertama menggunakan satelit SPOT2 (Systeme Pour l'Obsevation de la Terre), diambil pada 9 Agustus 1990. (2) Model kedua menggunakan satelit Landsat TM Band 453 yang diambil pada 6 Juli 2000. (3) Model ketiga menggunakan satelit ASTER (Advanced Space Thermal Emission and Reflection Radiometer) yang diambil pada 17 Juli 2003. (4) Model keempat menggunakan satelit SPOT2 (Systeme Pour l'Obsevation de la Terre) color composite-band412 yang diambil pada 4 September 2005. (5) Model kelima menggunakan satelit ALOS-AVNIR (Advanced Land Observing Satellite) dengan sensor Advance Visible and Near Infra Red Radiometeryang diambil pada 16 Mei 2006. (6) Model keenam adalah dengan PALSAR (Phased Array L-band Synthetic Aperture Radar) yang diambil pada 16 Mei 2006.
Perbedaan keenam foto tersebut terlihat dari warna foto yang dihasilkan (lihat Foto 2.21). Foto pertama dengan satelit ALOS-AVNIR (foto bagian kiri atas), warna foto lebih banyak hijau dan agak biru. Foto kedua dengan satelit PALSAR (foto bagian kiri bawah), warna foto abu-abu dan hijau. Foto ketiga dengan satelit ASTER (foto di tengah), warna foto dominan merah dan biru. Foto keempat dengan satelit LANSAT (foto bagian kanan atas), warna foto merah tua dan hitam. Foto kelima dengan satelit SPOT 2color composite-band412 (foto bagian kanan tengah), warna foto dominan hijau, sedikit hitam dan putih. Foto keenam dengan satelit SPOT 2 (foto bagian kanan bawah), warna foto hitam dan abu-abu.
Foto 2.21 Poster Citra Satelit Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
e) Poster Selayang Pandang Merapi
Poster ini memperlihatkan sepuluh foto yang menggambarkan berbagai kondisi Merapi; pada saat mengeluarkan lahar, mengeluarkan awan panas, dalam kondisi tenang (lihat Foto 2.22). Letak poster ini berada di sudut utara ruang. Di poster itu juga terdapat sejumlah foto yang menggambarkan suasana alam sekitar Merapi; kondisi lingkungan Merapi setelah terjadinya erupsi, dan kondisi puncak Merapi setelah erupsi tahun 2006.
Foto 2.22 Poster selayang pandang Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
f) Pertumbuhan Kubah Merapi
Pertumbuhan kubah Merapi digambarkan dalam bentuk poster. Poster tersebut terdiri atas sejumlah foto yang menggambarkan proses pertumbuhan kubah Merapi yang diamati dari arah barat daya, mulai tahun 1786, 1872, 1883-1930, 1883-1930, 1931-1961, 1961, dan 2007 (lihat Foto 2.23).
Foto 2.23 Poster pertumbuhan kubah Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
g) Poster Pengamatan dan Pemeriksaan Gunungapi Indonesia Poster ini terletak di tengah ruangan. Terdiri atas tiga poster yang dipasang pada satu panil. Poster yang dimaksud adalah poster tentang pemeriksaan gunungapi Zaman Hindia Belanda, poster pengamatan gunungapi Indonesia Zaman Republik, dan poster pengamatan gunungapi era modern. Ketiga poster tersebut menggambarkan cara-cara pengamatan dan pemeriksaan gunungapi yang dilakukan pada Zaman Kolonial Belanda, setelah merdeka dan pada masa sekarang (lihat Foto 2.24).
Foto 2.24 Poster pengamatan dan pemeriksaan gunungapi Indonesia (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
h) Poster Cara Penyelamatan Diri dari Ancaman Bahaya Gunungapi Poster ini memberi informasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi dan menghindari bahaya erupsi gunungapi. Informasi disajikan dengan model kartun, sehingga informasi lebih menarik dan lebih informatif (lihat Foto 2.25).
Foto 2.25 Poster cara penyelamatan diri dari ancaman bahaya gunungapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
i) Mitos Gunungapi Bromo, Rara Anteng dan Joko Seger
Poster menjelaskan tentang mitos Gunung Bromo dan asal usul nama Tengger, disajikan dalam format kartun (lihat Foto 2.26). Poster ini tidak ada penjelasan keterkaitan dengan Merapi. Sebaiknya poster ini diletakkan di ruang Dunia Gunungapi.
j) Peta Kawasan Gempa Bumi Merusak Yogyakarta dan Jawa Tengah
Peta ini dipasang di samping poster mitos Gunungapi Bromo, Rara Anteng dan Joko Seger, dalam panil yang sama. Isi peta menjelaskan kerusakan yang diakibatkan gempa bumi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang terjadi sejak 1923 hingga 2007 (lihat Foto 2.26).
Foto 2.26 Peta kawasan gempa bumi merusak Yogyakarta dan Jawa Tengah di bagian kiri panil dan mitos Gunungapi Bromo, Rara Anteng dan Joko Seger di bagian kanan panil
(Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
k) Mitos Merapi Nyai Gadung Melati
Poster ini menceritakan mitos Nyai Gadung Melati yang beredar di kalangan masyarakat sekitar Gunung Merapi. Dalam mitos tersebut, Nyai Gadung Melati akan mendatangi rumah penduduk tiap kali Gunung Merapi hendak meletus (liat Foto 2.27).
Foto 2.27 Mitos Merapi Nyai Gadung Melati di bagian kanan panil (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
l) Poster Pengaruh Letusan Gunungapi Terhadap Perubahan Iklim Poster ini berisi ilustrasi yang memberikan informasi tentang pengaruh letusan gunungapi terhadap perubahan iklim di sekitarnya (lihat Foto 2.28).
Foto 2.28 Pengaruh letusan gunungapi terhadap perubahan iklim (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
m) Poster Morfologi Puncak Gunungapi Merapi
Poster ini berisi sejumlah foto yang menggambarkan perubahan morfologi puncak Merapi dari 1930 hingga 2010. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai perubahan morfologi Gunung Merapi tersebut (lihat Foto 2.29).
Foto 2.29 Poster morfologi puncak Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
n) Poster Citra Satelit Puncak Gunungapi Merapi
Poster ini menampilkan enam foto satelit puncak Gunung Merapi dengan menggunakan satelit IKONOS. Keenam foto tersebut diambil Mei 2006 pada tanggal yang berbeda dan skala yang berbeda pula (lihat Foto 2.30).
Foto 2.30 Poster citra satelit puncak gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
o) Poster Pos Pengamatan Gunungapi Merapi
Poster dengan kode displai C.9 ini diapit oleh poster citra satelit puncak Gunungapi Merapi dan pemantauan Gunungapi Merapi. Gambar yang ditampilkan adalah peta sebaran pos pengamat aktivitas Gunungapi Merapi. Pos pengamat tersebut ada lima tempat, yaitu pos Kaliurang, pos Jrabah, pos Selo, Pos Babadan, dan Pos Ngepos. Di samping kiri peta merupakan foto bangunan pos pengamatan di Ngepos. Di samping kanan peta adalah foto Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) (lihat Foto 2.31).
Foto 2.30 Poster pengamatan Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
p) Poster Sejarah Letusan Gunungapi Merapi
Poster ini memberikan informasi aktivitas letusan Merapi yang tercatat sejak 1870 hingga 2010. Data poster tersebut berasal dari catatan seismik, jumlah korban, dan suasana saat erupsi Merapi yang dicatat pengamat Gunungapi Merapi dari masa pemerintahan Belanda hingga sekarang (lihat Foto 2.31).
Foto 2.31 Poster sejarah letusan Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
q) Poster Pemantauan Gunung Merapi
Pemantauan Gunungapi ditampilkan dalam empat poster, setiap poster menjelaskan metode pemantauan Gunung Merapi, yaitu secara seismik, secara visual, secara kimia gas, dan pengamatan melalui deformasi puncak Merapi. Poster pemantauan seismik, berisikan informasi pemantauan Gunung Merapi berdasarkan aktivitas pergerakan magma. Poster pemantauan visual, menampilkan tentang pemantauan Gunung Merapi dengan memperhatikan perubahan-perubahan puncak Merapi dari tempat yang sama. Poster pemantauan kimia gas, menjelaskan tentang pemantauan kandungan kimia gas Merapi yang keluar dari kawah Merapi maupun dari celah atau rekahan tanah.
Poster pemantauan Gunung Merapi secara deformasi adalah pemantauan pergerakan longsoran tanah sekitar Gunung Merapi.
Poster-poster tersebut didisplai dalam satu panil zig-zag yang terletak di sebelah kiri poster pos pengamatan gunungapi Merapi. Selain berupa poster, juga terdapat koleksi objek museum di bawah poster. Objek museum tersebut adalah alat seismik yang digunakan saat memantau Gunungapi Merapi.
Foto 2.32 Kumpulan poster metode pengamatan Gunungapi Merapi (Dokumentasi : Gun Kuntara Adhiarta)
r) Peta Rawan Bencana Gunung Merapi
Peta rawan bencana sekitar Gunung Merapi ditampilkan dalam tiga poster yang memberikan informasi mengenai sebaran dampak bencana Gunungapi