• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan internal audit

Dalam dokumen tata kelola perusahaan (Halaman 40-44)

Internal Audit juga memberikan rangkuman atas hasil audit secara berkala kepada Direktur Utama, Direksi, dan Komite Audit.

Internal Audit BTPN dipimpin oleh Merisa Darwis sejak Oktober 2011. Beliau telah menyelesaikan sertifikasi CIA (Certified Internal Audit) dari IIA (The Institute Of Internal Audit, USA) part 1 pada tahun 2011 dan juga telah mengikuti pelatihan/sertifikasi antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko Level 4 dan refreshment training terkait manajemen risiko (2010, 2012, dan 2014), pelatihan Information Risk Management dan Anti Money Laundering (2009), serta berbagai seminar/forum terkait dengan fungsi audit yang diselenggarakan oleh IIA Indonesia, IAIB (Ikatan Audit Intern Bank), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain sebagainya.

Kepala Internal Audit diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama dengan persetujuan Dewan Komisaris. Pengangkatan dan pemberhentian Kepala Internal Audit dilaporkan kepada OJK.

Adapun tugas dan tanggung jawab Unit Audit Internal adalah sebagai berikut:

• Membuat rencana audit tahunan.

• Melaksanakan rencana audit tahunan yang telah disetujui dengan menganalisa dan mengevaluasi efetivitas Governance, Risk, and Compliance (GRC) guna mendukung tujuan dan sasaran Bank secara optimal.

• Mengidentifikasi segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

• Menyampaikan laporan audit secara berkala kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris melalui Komite Audit yang berisi ikhtisar hasil kegiatan audit, dengan tembusan kepada Direktur Kepatuhan.

• Memantau dan melaporkan perkembangan pelaksanaan hasil tindak lanjut hasil audit.

• Melakukan audit investigasi apabila diperlukan.

• Bekerjasama dengan audit ekstern agar dicapainya hasil audit yang komprehensif.

Organisasi Internal Audit BTPN memiliki empat divisi:

• Divisi Audit Planning & Support

Bertanggung jawab terhadap perencanaan audit, pengembangan metodologi audit dan kompetensi staf Internal Audit, melakukan analisa data, dan verifikasi data irregularities (irregularities audit), serta melakukan pemeriksaan kualitas atas audit yang telah diselesaikan.

• Divisi Retail Business & Investigation Audit Bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan atas bisnis Pensiun dan bisnis terkait pendanaan, serta audit investigasi atas indikasi fraud.

• Divisi Micro & Small Business Audit Bertanggung jawab untuk melakukan

pemeriksaan atas bisnis Usaha Menengah dan Kecil (UMK) serta Mitra Bisnis.

• Divisi Head Office& IT Audit

Bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan pada direktorat-direktorat pendukung di Kantor Pusat, seperti Finance, Kepatuhan, Risk Management, Human Capital, Teknologi Informasi, dan lain-lain.

Direktur Utama Komite Audit

Audit Planning &

Support Head

Retail Business &

Investigation Audit Head

Micro & Small Business Audit

Head

Head Office & IT Audit Head Internal Audit

Head STRUKTUR ORGANISASI INTERNAL AUDIT

Setiap tahun Internal Audit menyusun Rencana Audit Tahunan berbasis risiko terkait aktivitas utama Bank. Rencana Audit didiskusikan juga bersama dengan Direktur terkait agar selaras dengan arah pengembangan bisnis secara keseluruhan, disampaikan kepada Direksi, dan tunduk pada persetujuan Direktur Utama, Komite Audit, dan Dewan Komisaris.

Di tahun 2015 Internal Audit BTPN menetapkan 4 jenis pendekatan audit, yaitu audit yang diwajibkan oleh Regulator (mandatory audit), audit tematik, audit cabang secara keseluruhan (full branch audit), dan audit satuan unit kerja (unit audit). Adapun audit tematik dilakukan untuk mengevaluasi suatu proses bisnis secara menyeluruh (end to end) atas efekvititas proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal. Audit berbasis risiko dilakukan baik dalam proses perencanaan audit tahunan (audit planning), maupun pada saat pelaksanaan audit (audit fieldwork).

Pada tahun 2015 Internal Audit telah menyelesaikan 100% pemeriksaan yang

direncanakan, yang meliputi 57 pemeriksaan atas bisnis BTPN Purna Bakti, BTPN Sinaya, BTPN Mitra Usaha Rakyat, BTPN Mitra Bisnis, dan fungsi-fungsi pendukung di Kantor Pusat termasuk Teknologi Informasi. Atas kelemahan/temuan yang ada, unit terkait telah menetapkan rencana tindak lanjut untuk perbaikan dan hal ini dimonitor secara berkesinambungan oleh Internal Audit. Komitmen untuk perbaikan tercermin dari diselesaikannya tindak lanjut oleh setiap satuan kerja terkait secara tepat waktu sebanyak 97%. Adapun sisanya diselesaikan dengan perpanjangan waktu.

Disamping pemeriksaan reguler, Internal Audit juga melakukan audit yang bersifat konsultatif atas 2 inisiatif baru Bank untuk mendukung platform BTPN Wow! serta kesiapan bank untuk melayani aktivitas baru sebagai bank devisa.

Selain itu, Internal Audit juga telah melakukan audit investigasi atas indikasi fraud dengan potensi kerugian tertentu (10) dan irregularities audit (22) untuk mendeteksi deviasi proses/indikasi fraud secara dini melalui analisa data dan kunjungan kepada debitur secara langsung.

Sejalan dengan perkembangan bisnis BTPN di tahun 2015, Internal Audit juga menyelaraskannya melalui pengembangan organisasi dan sumber daya manusia dengan melakukan perekrutan auditor serta melaksanakan program-program pengembangan untuk terus meningkatkan kompetensi auditor dan efektivitas proses pemeriksaan, yaitu:

• Memperkuat organisasi melalui proses rekruitmen karyawan yang telah memiliki pengalaman pada bidangnya. Adapun jumlah karyawan Internal Audit pada posisi akhir Desember 2015 adalah 60 orang

• Melakukan pengembangan dalam hal pengelolaan risiko, teknik audit, dan pengayaan pengetahuan tentang perkembangan bisnis perbankan melalui

beragam program dalam bentuk pelatihan dan workshop (eksternal dan internal), sertifikasi manajemen risiko, sertifikasi profesi audit, observasi proses, serta sharing session, dengan memperhatikan kesesuaian dan kebutuhan masing-masing auditor.

Pengembangan ini akan secara konsisten dilakukan secara berkesinambungan pada tahun-tahun mendatang.

Membangun Macro Risk Assessment (MRA) guna mempertajam pendekatan fokus audit berbasis risiko (risk based audit) yang digunakan untuk melakukan pemilihan sampel pemeriksaan atas cabang pada pemeriksaan thematic audit maupun full branch audit

Mengembangkan Audit Management System sebagai infrastruktur pendukung dokumentasi kertas kerja audit dan monitoring atas

seluruh aktivitas pemeriksaan yang telah dilakukan. Dengan pengembangan tersebut, proses review kualitas audit dapat berjalan lebih efisien dan memiliki rekam jejak yang terorganisir dengan baik.

Internal Audit berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas auditnya melalui pemeriksaan secara komprehensif dan melalui penerapan standar profesi audit yang memberikan nilai tambah bagi Bank.

Sejalan dengan komitmen

Dalam dokumen tata kelola perusahaan (Halaman 40-44)

Dokumen terkait