Dalam rangka mendukung terciptanya Budaya Kepatuhan pada seluruh kegiatan usaha, Bank telah memiliki Kebijakan dan Prosedur Kepatuhan, termasuk Kebijakan dan Prosedur Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU & PPT) yang merupakan infrastruktur dasar dalam pelaksanaan tata kelola fungsi kepatuhan yang digunakan sebagai pedoman dalam
penerapan fungsi kepatuhan Bank. Kaji ulang dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap kebijakan dan prosedur tersebut senantiasa dilakukan Bank, termasuk penyempurnaan terhadap formulir-formulir yang digunakan dalam penerapan ketentuan APU
& PPT. Sejalan dengan rencana pengembangan menjadi Bank Devisa, Bank telah melakukan penyempurnaan formulir Pembukaan Rekening, formulir Setoran/Penarikan, formulir Transfer/
Remmittance dll. guna mendukung layanan kegiatan Bank Devisa. Di samping itu, Bank telah melakukan penyempurnaan terhadap Pedoman Pemantauan, Analisa dan Pelaporan APU & PPT yang merupakan pedoman kerja aktifitas pemantauan dan analisa transaksi nasabah dalam penerapan APU & PPT.
Program peningkatan Budaya Kepatuhan dilaksanakan Bank secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pemenuhan kepatuhan terhadap ketentuan dan perundangan yang berlaku. Program peningkatan Budaya Kepatuhan yang telah
dilaksanakan antara lain peyelenggaraan pelatihan dan sosialisasi peraturan baru Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan kepada seluruh karyawan dan pengurus Bank, termasuk sosialisasi ulang peraturan lama terutama yang memiliki risiko signifikan bagi Bank.
Guna memastikan kebijakan, prosedur serta kegiatan usaha yang dilakukan Bank telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan/atau Otoritas Jasa Keuangan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, Bank senantiasa melakukan uji kepatuhan terhadap rancangan kebijakan dan prosedur yang diterbitkan oleh unit kerja terkait, termasuk terhadap penerbitan produk/akvitas baru maupun pengembangannya serta terhadap rencana corporate action yang akan dilaksanakan Bank antara lain rencana inisiatif pengembangan Bank Devisa dll. Selain itu guna memastikan kepatuhan unit kerja terhadap ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan APU & PPT, Bank telah melaksanakan compliance assessment pada unit kerja serta review penerapan APU & PPT cabang (branch assessment) yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Terkait kewajiban pemenuhan terhadap penerapan ketentuan APU & PPT, peningkatan program Budaya Kepatuhan terhadap penerapan APU & PPT secara berkelanjutan dilakukan Bank dengan berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia. Program
peningkatan budaya kepatuhan APU & PPT yang telah dilakukan adalah dengan melaksanakan pelatihan dan sosialiasi kepada seluruh karyawan, termasuk program penyegaran kepada karyawan tertentu yang terkait proses customer acquisition.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan baik melalui kelas maupun melalui media komunikasi internal Bank serta pada saat review penerapan APU & PPT cabang (branch assessment). Di samping itu, guna meningkatkan pemahaman para fasilitator training dalam memberikan pelatihan kepada karyawan, telah dilaksanakan program Train for Trainee (TTT) terkait APU & PPT kepada para fasilitator unit bisnis.
Optimalisasi terhadap program penerapan APU & PPT senantiasa dilakukan Bank secara berkelanjutan, termasuk penyermpurnaan terhadap sistem Anti Money Laundering (AML) yang merupakan sistem bantu guna memantau dan mengidentifikasi transaksi nasabah yang menyimpang dari profilnya dengan pendekatan berbasiskan risiko (Risk Based Approach). Disamping itu, Bank telah melakukan pengembangan sistem yang
mendukung identifikasi tingkat risiko cabang dalam pengelolaan risiko APU & PPT.
Sebagai tindak lanjut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait Perlindungan Konsumen sejalan peran OJK dalam melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, Bank senantiasa memastikan penerapan prinsip Perlindungan Konsumen meliputi aspek transparansi, perlakuan yang adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan data/informasi Konsumen dan penanganan
pengaduan serta penyelesaian sengketa Konsumen secara sederhana, cepat dan biaya terjangkau dalam seluruh kegiatan usahanya.
Sejalan dengan framework perlindungan Konsumen yang telah ditetapkan Bank yang terdiri dari 3 (tiga) fokus utama yaitu penerbitan produk/layanan &
proses sales, penanganan pengaduan nasabah serta program edukasi, Bank telah melakukan penyempurnaan terhadap kebijakan, sistem dan sumber daya manusia guna mendukung penerapan perlindungan Konsumen. Penyempurnaan yang dilakukan meliputi antara lain penyempurnaan Prosedur Pembukaan Rekening, Prosedur Proses Penjualan dan lain-lain, penyempurnaan sistem pendukung penanganan pengaduan nasabah yang merupakan alat bantu dalam memonitor jangka waktu penyelesaian pengaduan nasabah serta penyelenggaraan program Edukasi Literasi Keuangan kepada Konsumen dan Masyarakat (Non-Konsumen).
Selain itu, Bank senantiasa memastikan pemenuhan terhadap komitmen yang disampaikan kepada BI maupun OJK, termasuk komitmen terhadap tindak lanjut pemeriksaan BI maupun OJK dan menyampaikan laporan perkembangan tindak lanjutnya secara berkala kepada BI maupun OJK serta kepada Manajemen Bank.
Upaya peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya pada unit Kepatuhan sebagai lini kedua sistem pengendalian internal dilakukan Bank secara berkelanjutan dalam memastikan pemenuhan kepatuhan Bank terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Upaya yang telah dilakukan antara lain pemenuhan program Sertifikasi Risk Management, Sertifikasi Kepatuhan, pelaksanan pelatihan baik yang bersifat hard maupun soft skills, baik internal maupun eksternal antara lain pelatihan Penerapan Fungsi Kepatuhan dan Pengawasan Internal yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) dan lain-lain.
Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, dapat disampaikan bahwa selama tahun 2015 tingkat kepatuhan Bank “Baik”, tercermin pada peringkat Tingkat Kesehatan Bank (TKB) berdasarkan risiko (RBBR) adalah “Sehat” sebagaimana hasil penilaian Otoritas Jasa Keuangan untuk peringkat TKB Bank posisi Desember 2015 sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya, termasuk terkait pemenuhan terhadap Regulatory Parameter dan penerapan program APU & PPT. Pemenuhan kepatuhan Bank tersebut merupakan cerminan dari terwujudnya pelaksanaan Budaya Kepatuhan pada semua tingkatan
organisasi dan kegiatan usaha Bank. Hal tersebut dikarenakan tanggung jawab kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama, melekat pada seluruh jenjang organisasi baik dari tingkatan Direksi, Manajemen Senior sampai dengan karyawan pelaksana pada setiap organisasi sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.