• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Komite Audit Audit Committee Report

Dalam dokumen arna annual report 2010 (Halaman 65-69)

Tbk

Komite Audit telah mengadakan pertemuan pada tanggal 17 Desember 2010 untuk menerima laporan mengenai pengendalian internal baik dari auditor internal maupun eksternal. Auditor eksternal juga menyajikan biaya yang diusulkan mereka dan ruang lingkup audit tahun mendatang ini. Komite juga mengkaji kinerja baik dari auditor internal dan eksternal. Penelaahan terhadap auditor eksternal digunakan untuk mengkonfirmasi kelayakan pengangkatan mereka kembali, termasuk penilaian independensi mereka, kualifikasi dan keahlian mereka, serta sumber daya dan efektivitas proses audit mereka.

Menelaah bersama auditor internal dan auditor eksternal kecukupan pengendalian internal Perseroan dan proses manajemen risiko berikut temuan signifikan terkait serta rekomendasi berikut tanggapan manajemen.

Menelaah dan mendiskusikan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit dan lampiran-lampiran terkait dalam Laporan Tahunan bersama manajemen. Diskusi ini meliputi kualitas dan penerimaan prinsip-prinsip akuntansi; kewajaran judgment yang signifikan, dan kejelasan pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasi. Manajemen telah mengkonfirmasikan kepada kami bahwa laporan keuangan telah disusun dengan integritas dan objektivitas dan merupakan tanggung jawab manajemen dan disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Untuk tahun akuntansi Perseroan yang berakhir tanggal 31 Desember 2010, Komite Audit telah merekomendasikan Dewan Komisaris dan Direksi untuk mengusulkan kepada pemegang saham pada RUPS bahwa Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman, & Surja dengan registrasi KMK No.381/KM.1/2010, anggota Ernst & Young Global, ditunjuk sebagai auditor Perseroan, diberi wewenang untuk melakukan audit dan menyatakan pendapat pada laporan keuangan tahunan Perseroan.

Kami menghargai kesempatan untuk melayani sebagai Komite Audit PT Arwana Citramulia Tbk dan berkontribusi pada bidang yang penting Good Corporate Governance.

The Audit Committee met on December 17, 2010 to receive reports on internal controls from both the internal and external auditors. The external auditors also presented their proposed fees and scope for the forthcoming year’s audit. The Committee also reviewed the performance of both the internal and external auditors. The review of the external auditors was used to confirm the appropriateness of their reappointment and included assessment of their independence, qualification, expertise and resources, and effectiveness of their audit process.

Reviewed with internal auditor and external auditor the adequacy of the Company’s internal controls and risk management process together with related significant findings and recommendations together with management responses thereto.

Reviewed and discussed the audited consolidated financial statements and the related schedules in the Annual Report with our management. These discussions covered the quality and acceptability of the accounting principles; the reasonableness of significant judgments; and the clarity of disclosures in the consolidated financial statements. Management has confirmed to us that the financial statements have been prepared with integrity and objectivity and are the responsibility of management and have been prepared in conformity with generally accepted accounting principles.

For the Company’s accounting period ended 31 December 2010, the Audit Committee recommends that the Board proposes to the Shareholders on its Annual Shareholders’ meeting, that Purwantono, Suherman, & Surja, Registered Public Accountant KMK registration No.381/KM.1/2010, a member of Ernst & Young Global, be appointed as Company’s auditor, being authorized to conduct the audit and express an opinion on the annual financial statements of the Company. We appreciate the opportunity to serve on the Audit Committee of PT Arwana Citramulia Tbk and to contribute to this important area of Good Corporate Governance.

Komite Audit The Audit Committee

Prof. Heru Subiyantoro, Ph.D

PT A rw ana C itr amulia Tbk

65

Annual Report 2010 Dewan Komisaris telah membentuk dua komite yang

bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit dan Komite Remunerasi. Komite Audit diketuai oleh seorang Komisaris Independen dengan dua orang anggota, dan berfungsi sebagai komite pengawasan dan peninjauan guna meningkatkan kerangka pengendalian Perusahaan dan mempertinggi obyektivitas dan keandalan informasi keuangan dan informasi lainnya yang diterbitkan untuk pihak luar. Sedangkan Komite Remunerasi terdiri dari seluruh Direksi yang terdiri dari satu Direktur Utama dan dua Direktur, berfungsi untuk mengatur dan mengembangkan prosedur yang wajar dan transparan dalam penyusunan kebijakan remunerasi untuk seluruh karyawan dan penentuan paket remunerasi atau jumlah kompensasinya.

Komite Remunerasi

Komite Remunerasi dibentuk untuk membantu Dewan

Komisaris mengembangkan mekanisme remunerasi

Komisaris dan Direksi, dan untuk membuat rekomendasi sehubungan dengan remunerasi berbasis kinerja, dan untuk mengawasi praktIk GCG oleh Perseroan. Komite ini juga bertanggung jawab untuk mengembangkan prosedur yang adil dan transparan dalam menetapkan kebijakan remunerasi bagi seluruh karyawan dan dalam menentukan paket remunerasi atau jumlah kompensasi.

Komite Remunerasi memiliki Piagam yang disahkan oleh Dewan Komisaris, yang mengatur struktur, tujuan, tugas dan tanggung jawab. Komite Remunerasi juga dapat dibantu oleh profesional yang kompeten dalam melaksanakan tugas mereka untuk memperoleh masukan tambahan mengenai “talent management “ dan praktik remunerasi, jika perlu.

Kebijakan Remunerasi

Perseroan memutuskan remunerasi berdasarkan keseimbangan antara pekerjaan, tanggung jawab dan kinerja. Dalam sistemnya, remunerasi untuk setiap anggota Dewan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pembayaran untuk biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan tugas, komitmen penuh waktu atau paruh waktu, target yang dicapai oleh setiap anggota Komisaris dan Direktur, rentang risiko tugas, serta kompetensi lain dan pengalaman yang dibutuhkan oleh Perseroan. Seluruh karyawan menerima gaji dan tunjangan yang ditentukan berdasarkan kompetensi dan kinerja dari personil terkait dan kapasitas Perseroan.

Dalam tahun 2009 Komite Remunerasi telah mengadakan rapat sebanyak lima kali untuk membahas penyesuaian remunerasi 2010 dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Di dalam rapat tersebut, Komite juga menelaah implementasi dari paket jumlah remunerasi Direksi dan Komisaris.

The Board of Commissioner s has established two committees, namely Audit Committee and Remuneration Committee, who are responsible to the Board of Commissioners. The Audit Committee is chaired by an Independent Commissioner with two members, and functions as an oversight and review committee to improve the Company’s control framework and to enhance the objectivity and reliability of externally published financial and other information. Meanwhile, the Remuneration Committee, which comprises one CEO and two Directors, are created to develop a fair and transparent procedure in setting up remuneration policy for the entire employees and in determining remuneration package or compensation amounts.

Remuneration Committee

Remuneration Committee is set up to assist Board of Commissioners to develop the mechanism of remuneration of the BOC and BOD, and to make recommendation with respect to performance-based remuneration, and to watch the practice of GCG by the Company. The Committee is also responsible to develop a fair and transparent procedure in setting up remuneration policy for the entire employees and in determining remuneration package or compensation amounts.

The Remuneration Committee has its own charter authorized by the Board of Commissioners, setting forth its structure, purposes, duties and responsibilities. The Remuneration Committee can also be assisted by competent professional in performing their duties to obtain additional input regarding “talent management” and remuneration practices, if necessary.

Remuneration Policy

The Company decides on the remuneration based on the balance between work, responsibility and performance. In its system, remuneration for every member of the Boards is influenced by several factors, such as repayment for expenses incurred in carrying the duties, full time or part time commitment, target achieved by each member of Commissioner and Director, span of risk of duties, as well as other competencies and experiences required by the Company. The whole employees receive salaries and fringe benefits determined on the basis of competency and performance of the related personnel and of the Company’s capacity.

In 2009, the Remuneration Committee has conducted five meetings to discuss 2010 remuneration adjustments and matters pertaining to human resources. During the meetings, the Committee also reviewed the implementation of the total remuneration package for Directors and Commissioners.

Komite-Komite

Tbk

Penelaahan dilakukan oleh Auditor Eksternal berdasarkan prosedur yang telah disepakati dan yang telah disetujui oleh Komite. Berdasarkan penelaahan tersebut Komite Remunerasi memastikan bahwa remunerasi dan bonus yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi telah sesuai dengan saran dari Komite Remunerasi. Besarnya remunerasi dan bonus sebagaimana di laporkan Direksi dalam Laporan Tahunan 2010 ini.

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

Untuk tahun 2010, Komite Remunerasi telah menetapkan besarnya gaji dan tunjangan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroaan sebesar Rp. 3,56 miliar dan Rp. 3,67 miliar masing- masing pada tahun 2010 dan 2009, sebagaimana diungkapkan pada butir 1.d dalam Catatan atas Laporan Keuangan yang telah diaudit sebagaimana terlampir bersama ini.

Komite Audit

Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit yang diwajibkan oleh BEI dan Bapepam-LK. Fungsi dan tanggungjawab utama Komite Audit adalah mendukung fungsi pengawasan dari Dewan Komisaris, yang utamanya dimaksudkan untuk memberikan mekanisme check and balance yang optimum bagi Perseroan. Penunjukan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam buku panduan Good Corporate Governance dan ketentuan hukum. Peran dan tanggung jawab Komite Audit meliputi:

Meninjau Laporan Keuangan tahunan dan triwulanan dan pengumuman hasil Perseroan dan setiap pengumuman formal lainnya yang berhubungan dengan kinerja keuangan Perseroan dan merekomendasikan mereka kepada Dewan untuk disetujui.

Menelaah sistem pengendalian internal dan manajemen risiko.

Memantau dan mengkaji efektivitas fungsi audit internal Perseroan dan mempertimbangkan laporan berkala dari audit internal terhadap pengendalian keuangan internal dan manajemen risiko.

Mempertimbangkan penunjukan auditor eksternal,

mengawasi proses pemilihan mereka dan membuat

rekomendasi kepada Dewan sehubungan dengan

pengangkatan mereka harus disetujui oleh pemegang saham di dalam rapat umum.

Memantau dan menelaah efektivitas dan independensi auditor eksternal, menyetujui sifat dan ruang lingkup audit, menyetujui remunerasi mereka, dan mempertimbangkan laporan mereka untuk pertanggungjawaban Perseroan, laporan kepada pemegang saham dan evaluasi terhadap sistem pengendalian internal dan manajemen risiko.

The review was conducted by Independent External Auditor based on the agreed upon procedures which has been approved by the Committee. Based on its review, the Committee confirmed that the remuneration and bonus accorded to Commissioners and Directors were in line with the resolution of the Remuneration Committee. The amounts of remuneration and bonus are as reported by the Board of Directors in this 2010 Annual Report.

Remuneration of Board Commissioner and Directors

For year 2010, the Remuneration Committee has decided that the amount of salaries and allowances of the Boards of Commissioners and Directors are respectively Rp. 3.56 billion and Rp. 3.67 billion for 2010 and 2009, as disclosed in point 1.d in Notes to the audited Financial Statements enclosed herein.

Audit Committee

The Board of Commissioners has maintained an Audit Committee required by Indonesian Stock Exchange and the Capital Market Supervision Body. The primary function and responsibility of the Audit Committee is to support the oversight function of the Board of Commissioners, mainly intended to put on optimum check and balance mechanism of the Company. The appointment is in accordance with the provisions of the Company’s Good Corporate Governance Handbook and by-laws. Role and responsibilities of the Audit Committee include:

Reviewing the yearly and the quarterly financial reports and results announcements of the Company and any other formal announcements relating to the Company’s financial performance and recommending them to the Board for approval.

Reviewing the group’s systems for internal financial control and risk management.

Monitoring and reviewing the effectiveness of the Company’s internal audit function and considering regular reports from internal audit on internal financial controls and risk management.

Considering the appointment of the external auditors, overseeing the process for their selection and making recommendations to the Board in relation to their appointment to be put to shareholders for approval at a general meeting.

Monitoring and reviewing the effectiveness and independence of the external auditors, agreeing the nature and scope of their audit, agreeing their remuneration, and considering their reports on the company’s accounts, reports to shareholders and their evaluation of the systems of internal financial control and risk management.

PT A rw ana C itr amulia Tbk

67

Annual Report 2010 Komite Audit melaksanakan tugasnya berdasarkan Piagam

tertulis yang disahkan oleh Dewan Komisaris tahun 2003, yang terakhir direvisi pada tahun 2008. Menurut piagam tersebut, Komite Audit harus membuat jadwal rapat setiap tahun, membuat dan mendistribusikan agenda rapat dengan didukung oleh informasi yang memadai, melaporkan kegiatan Komite kepada Dewan Komisaris.

Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, Komite Audit berhak untuk mengandalkan informasi, laporan- laporan, laporan keuangan dan data lain yang diterima dari manajemen, serta saran dan pendapat manajemen, konsultan, akuntan dan penasihat ahli lainnya. Komite Audit memiliki wewenang untuk mencari dan menyimpan keterangan dari penasihat hukum, keuangan atau penasihat luar lainnya yang independen, jika dipandang perlu dan tepat, tanpa terlebih dulu meminta persetujuan dari manajemen.

Keanggotaan Komite Audit terdiri ketua, Prof. Heru Subiyantoro, Ph.D. yang juga merupakan Komisaris Independen (riwayat hidup beliau dapat dilihat pada uraian mengenai Dewan Komisaris), dan dua orang angota, Wijaya Subekti, SE, Ak, MSi, dan Haryanto, MBA. Keduanya menjadi anggota sejak tahun 2003. Wijaya Subekti memperoleh gelar Sarjana Ekonomi bidang akuntansi dari Universitas Padjajaran di Bandung dan gelar Magister Administrasi bidang kebijakan fiskal dari program pasca sarjana Universitas Indonesia di Jakarta serta memiliki pengalaman di industri keuangan dan audit lebih dari 20 tahun, yang meliputi bidang keuangan, perpajakan, operasional, corporate finance dan teknologi informasi. Haryanto menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di Philippine Christian University di Manila, dan telah memiliki pengalaman sebagai auditor, konsultan manajemen dan financial controller di perusahaan-perusahaan lokal dan asing. Semua anggota tidak memiliki kepemilikan saham atau afiliasi bisnis apapun yang dapat mempengaruhi independensi mereka.

The Audit Committee has its own charter authorized by the Board of Commissioners in 2003, last revise in 2008. Per its charter, the Audit Committee shall establish a schedule of meetings each year, establish and distribute meeting agendas with appropriate supporting information and report the committee’s activities to the BOC.

To discharge its duties and responsibilities, the Audit Committee is entitled to rely on information, reports, financial statements and other data it receives from the management, and the advice and opinions of management, counselor, accountants, auditors and other expert advisors. The Audit Committee shall have the authority to consult with and retain independent legal, financial or other outside advisors, as it deems necessary and appropriate, without seeking approval of the management.

The Audit Committee membership consists of the Chairman, Prof. Heru Subiyantoro, Ph.D. who is also independent Commissioners (please refer to the description of Board of Commissioners for his resume), and two members, Mr. Wijaya Subekti, SE, Ak, MSi, and Mr. Haryanto, MBA. Both became member ini 2003. Mr. Wijaya Subekti obtained Accounting graduate degree from Padjajaran University in Bandung and Master in Administration majoring in fiscal policy from Post Graduate University of Indonesia in Jakarta and has more than 20 years of experience in the financial sector, taxation, operational, corporate finance, and information technology. Mr. Haryanto conclude his post graduate study at the Philippine Christian University in Manila, and has had experience as auditor, management consultant and financial controller at private domestic and foreign concerns. All members have no share ownership or whatever business affiliation that might affect their independency.

Rapat Komite Audit

Dalam dokumen arna annual report 2010 (Halaman 65-69)

Dokumen terkait