• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aset Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko

II. LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN LAIN KOMPREHENSIF

Dalam periode 2013-2015, Perusahaan mencatat laba bersih masing-masing sebesar Rp1,7 triliun, Rp792 miliar dan Rp665 miliar. Rinciannya adalah sebagai berikut:

(Dalam Rp jutaan)

Keterangan 2013 2014 2015

Total Pendapatan 8.064.626 8.251.148 8.063.757

Total Beban (5.782.424) (7.190.585) (7.163.202)

Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 2.282.202 1.060.563 900.555

Beban Pajak Penghasilan (574.997) (268.398) (235.719)

Laba Tahun Berjalan 1.707.205 792.165 664.836

Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Pajak 76.124 (68.724) 58.278

Total Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan 1.783.329 723.441 723.114

PENDAPATAN

Pendapatan usaha Perusahaan terutama berasal dari pendapatan pembiayaan yang terdiri pendapatan pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan, dan pendapatan lain-lain, yang untuk tahun 2013-2015 dapat dilihat pada tabel berikut:

(Dalam Rp Jutaan) Keterangan 2013 2014 2015 Pembiayaan Konsumen 5.054.872 5.749.916 5.814.343 Sewa Pembiayaan 107.986 241.718 264.454 Lain-lain 2.901.768 2.259.514 1.984.960 Total Pendapatan 8.064.626 8.251.148 8.063.757

Pendapatan Pembiayaan Konsumen

Pendapatan Pembiayaan Konsumen (PK) merupakan bisnis utama Perusahaan. Rincian pendapatan berdasarkan produk atau portofolio untuk tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut:

(Dalam Rp Jutaan)

Keterangan 2013 2014 2015

Sepeda Motor Baru 3.502.327 3.621.306 3.516.539

Sepeda Motor Bekas 1.625.937 1.754.931 1.883.374

Mobil Baru 1.879.645 2.107.365 2.160.763

Mobil Bekas 770.767 934.876 1.179.871

Durables - - 28.039

Pendapatan Bunga PK 7.778.676 8.418.478 8.768.584

Dikurangi: Bagian pendapatan PK yang dibiayai bank

Sehubungan dengan Transaksi JF (2.723.804) (2.668.562) (2.954.241)

Pendapatan Bunga-Neto dari JF 5.054.872 5.749.916 5.814.343

Pada tahun 2015, pendapatan pembiayaan konsumen (Neto setelah transaksi JF) adalah sejumlah Rp5,8 triliun, meningkat sebesar Rp64,2 miliar atau 1,1% (2014: Rp5,7 triliun). Peningkatan pendapatan pembiayaan konsumen terutama disebabkan oleh sedikit kenaikan pada suku bunga pembiayaan yang dikenakan kepada konsumen seiring dengan kenaikan yang terjadi pada suku bunga pendanaan.

Pada tahun 2014, pendapatan pembiayaan konsumen (Neto setelah transaksi JF) adalah sejumlah Rp5,7 triliun, meningkat sebesar Rp695,0 miliar atau 13,7% (2013: Rp5,0 triliun). Kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen terutama disebabkan oleh meningkatnya rata-rata piutang pembiayaan konsumen (termasuk pembiayaan bersama) sebesar 2,29% menjadi Rp47,2 triliun dengan adanya penambahan yang berasal dari pembiayaan baru.

Pendapatan Sewa Pembiayaan (Sewa Guna Usaha)

Selain pembiayaan konsumen, Perusahaan juga menawarkan produk sewa guna usaha (SGU) kendaraan bermotor.

Pada tahun 2015, pendapatan sewa pembiayaan adalah sejumlah Rp264,4 miliar, meningkat sebesar Rp22,7 miliar atau 9,4% (2014: Rp241,7 triliun). Peningkatan pendapatan pembiayaan konsumen terutama disebabkan oleh sedikit kenaikan pada suku bunga pembiayaan yang dikenakan kepada konsumen seiring dengan kenaikan yang terjadi pada suku bunga pendanaan.

Pada tahun 2014, pendapatan sewa pembiayaan adalah sejumlah Rp241,7 miliar, meningkat sebesar Rp133,4 miliar atau 123,8% (2013: Rp108,0 miliar). Kenaikan pendapatan sewa pembiayaan dari Rp874,9 miliar miliar pada tahun 2013, menjadi Rp1,7 triliun pada tahun 2014, seiring dengan strategi Perusahaan untuk mengembangkan pembiayaan mobil.

Tanggung Jawab Sosial

Perusahaan

Tata kelola Perusahaan

Data Perusahaan

Pembahasan dan Analisis

Manajemen

Data Penunjang Perusahaan

Pendapatan Lain-lain

Pendapatan lain-lain adalah pendapatan di luar pendapatan bunga pembiayaan, yang terutama berasal dari administrasi, denda keterlambatan pembayaran angsuran oleh konsumen, pendapatan pinalti karena pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir, pemulihan dari piutang yang dihapusbukukan, pendapatan jasa giro, bunga deposito berjangka dan lain-lain.

Pada tahun 2015, pendapatan lain-lain adalah sejumlah Rp2,0 triliun, turun sebesar Rp274.554 juta atau 12,15% (2014: Rp2,3 triliun). Penurunan terutama disebabkan karena karena kontraksi pada penyaluran pembiayaan pada tahun 2015 di tengah kondisi perekonomian domestik yang belum kondusif, dimana penyaluran pembiayaan baru turun menjadi 1,7 juta unit dari sebelumnya 1,9 juta unit.

Pada tahun 2014, pendapatan lain-lain adalah sejumlah Rp2,3 triliun, turun sebesar Rp642,2 miliar atau 22,1% (2013: Rp2,9 triliun). Penurunan terutama disebabkan karena dampak dari Surat Edaran OJK No. 06/D.05/2013 terkait Penetapan Tarif Premi Serta Ketentuan Biaya Akuisisi Pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Bermotor dan Harta Benda. Lebih lanjut, pada tanggal 15 September 2014, Perusahaan dan PT Asuransi Adira Dinamika, menyesuaikan perjanjian terkait dengan asuransi kendaraan bermotor yang dibeli oleh konsumen dengan pembiayaan Perusahaan. Di antara perubahan yang dilakukan di dalam perjanjian ini adalah Perusahaan mendapatkan komisi dari asuransi kendaraan bermotor yang dibayar oleh konsumen. Pencatatan untuk pendapatan komisi asuransi tersebut sama seperti pencatatan untuk biaya transaksi yang teratribusi langsung.

BEBAN

Untuk menggambarkan kondisi beban Perusahaan yang terjadi selama tahun 2015, laporan ini memisahkan antara: (a) Beban Usaha; (b) Beban Bunga dan Keuangan (Cost of Funds); (c) Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai; (d) Beban Pemasaran dan Lainnya. Rincian beban untuk tahun 2013-2015 dapat dilihat dari tabel di bawah ini:

(Dalam Rp jutaan)

Keterangan 2013 2014 2015

Gaji dan Tunjangan 1.761.574 1.886.966 1.585.363

Umum dan Administrasi 778.136 880.440 928.082

Beban Usaha 2.539.710 2.767.406 2.513.445

Beban Bunga dan Keuangan & Bagi Hasil untuk Investor Dana 1.694.713 2.288.957 2.255.237

Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai 1.278.431 1.809.170 1.778.058

Pemasaran dan Lain-lain 269.570 325.052 616.462

Jumlah Beban 5.782.424 7.190.585 7.163.202

Beban Usaha

Beban Gaji dan Tunjangan

Rincian beban gaji dan tunjangan Perusahaan untuk tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut:

(Dalam Rp Jutaan)

Keterangan 2013 2014 2015

Gaji dan Tunjangan 1.615.483 1.747.424 1.575.891

Imbalan Pasca-kerja Karyawan 97.498 106.395 (27.140)

Pelatihan dan Pendidikan 48.593 33.147 36.612

Jumlah Beban Gaji dan Tunjangan 1.761.574 1.886.966 1.585.363

Jumlah Karyawan 28.519 26.098 21.351

Rata-Rata Jumlah Karyawan 28.306 27.309 23.725

Pada tahun 2015, beban gaji dan tunjangan adalah sejumlah Rp1,6 triliun, turun sebesar Rp301,6 miliar atau 16,0% (2014: Rp1,9 triliun). Penurunan beban gaji dan tunjangan dengan adanya penyesuaian jumlah pegawai dengan kegiatan penyaluran pembiayaan dan upaya efisiensi operasional.

Pada tahun 2014, beban gaji dan tunjangan adalah sejumlah Rp1,9 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp125,4 miliar atau 7,1%. Kenaikan terutama terkait dengan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) yang terjadi pada tahun 2014 juga dengan adanya penyesuaian gaji karyawan. Selain itu, terjadi kenaikan pada imbalan pasca-kerja sebesar 9,1% dilakukan berdasarkan perhitungan

aktuaris independen PT Tower Watson Purbajaga, dengan menggunakan metode projected-unit-credit.

Beban Umum dan Administrasi

Beban umum terdiri dari beban kantor, sewa, penyusutan aset tetap dan amortisasi aset tak berwujud. Selain itu, beban administrasi juga dikontribusikan oleh jasa penerimaan angsuran, perbaikan dan pemeliharaan, transportasi, percetakan dan dokumentasi, perangko dan materai, administrasi bank, yang meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas operasi Perusahaan.

Rincian beban umum dan administrasi Perusahaan untuk tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut:

(Dalam Rp Jutaan)

Keterangan 2013 2014 2015

Beban Kantor 232.284 257.504 336.453

Beban Sewa 142.247 159.075 175.403

Penyusutan Aset Tetap 77.933 87.690 86.724

Perbaikan dan Pemeliharaan 71.585 77.791 75.668

Perangko dan Materai 48.195 77.046 63.593

Transportasi 54.268 62.243 53.547

Percetakan dan Dokumentasi 50.565 39.384 39.892

Amortasi Aset Takberwujud 15.007 16.155 19.990

Jasa Penerimaan Angsuran 17.226 18.175 10.556

Administrasi Bank 7.552 9.155 9.145

Asuransi Aset Tetap 1.512 4.001 2.727

Lain-lain 59.762 72.261 54.384

Tanggung Jawab Sosial

Perusahaan

Tata kelola Perusahaan

Data Perusahaan

Pembahasan dan Analisis

Manajemen

Data Penunjang Perusahaan

Pada tahun 2015, beban umum dan administrasi adalah sejumlah Rp928,1 miliar, meningkat sebesar Rp Rp47,6 miliar atau 5,4% (2014: Rp880,4 miliar). Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan beban sewa seiring dengan kenaikan biaya sewa secara umum dan beban kantor.

Pada tahun 2014, beban umum dan administrasi adalah sejumlah Rp880,4 miliar, meningkat sebesar Rp102,3 miliar atau 13,1% (2013: Rp778,1 miliar). Kenaikan terutama disebabkan peningkatan beban sewa seiring dengan kenaikan biaya sewa secara umum, kenaikan pada biaya keamanan dan kebersihan seiring dengan naiknya UMR, serta pos dan materai untuk pengiriman surat peringatan bagi keterlambatan pembayaran angsuran sebagai upaya untuk menjaga kualitas aset yang sehat.

Beban Pendanaan

Beban pendanan merupakan gabungan dari beban bunga dan keuangan dari pinjaman bank dan utang obligasi (beban bunga dan keuangan) serta bagi hasil sukuk mudharabah (bagi hasil untuk investor dana) yang merupakan sumber pendanaan yang bersifat non-JF, di luar skema pembiayaan bersama dengan Bank Danamon Indonesia.

Jika piutang dibukukan dengan skema pembiayaan bersama, maka beban pendanaan yang terkait akan disajikan secara neto pada pendapatan bunga dari pembiayaan. Jika piutang dibukukan dan didanai oleh pendanaan sendiri, maka beban pendanaan akan disajikan sebagai pos beban bunga dan keuangan.

Pada tahun 2015, beban pendanaan adalah sejumlah Rp2,25 triliun, turun sebesar Rp33,7 miliar atau 1,5% (2014: Rp2,29 triliun). Penurunan beban pendanaan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan pada rata-rata pendanaan eksternal Perseroan sebesar Rp653,4 miliar atau sebesar 2,8% menjadi Rp22,5 miliar sehubungan dengan penyesuaian pada kebutuhan pendanaan pada tahun ini.

Pada tahun 2014, beban pendanaan adalah sejumlah Rp2,3 triliun, meningkat Rp594,2 miliar atau 35,1% (2013: Rp1,7 triliun). Kenaikan terutama disebabkan oleh adanya kenaikan pada rata-rata pendanaan eksternal Perseroan sebesar Rp2,8 triliun atau 13,60% menjadi Rp23,1 triliun sehubungan dengan strategi diversifikasi pendanaan untuk mendukung kegiatan penyaluran pembiayaan Perseroan.

Rincian jumlah pinjaman, efek utang yang diterbitkan dan sukuk mudharabah Perusahaan yang dikenakan beban pendanaan untuk tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut:

(Dalam Rp Jutaan)

Keterangan 2013 2014 2015

Pinjaman yang Diterima 11.251.911 12.454.111 11.388.433

Utang Obligasi 10.983.556 10.724.658 9.088.134

Sukuk Mudharabah 379.000 446.000 831.000

Jumlah Pendanaan Eksternal 22.614.467 23.624.769 21.307.567

Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan

Beban penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan merupakan pencadangan kerugian yang dibentuk berdasarkan evaluasi apakah terdapat bukti obyektif telah terjadi penurunan nilai atas aset keuangan, yang dilakukan secara kolektif. Adapun evaluasi penurunan nilai secara kolektif ini menggunakan model statistik (metode vintage), yang mana hasilnya akan dibandingkan secara berkala terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih memadai.

Pada tahun 2015, beban penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sejumlah Rp Rp1,8 triliun, turun Rp31,1 miliar atau 1,7% (2014: Rp1,81 triliun). Kondisi perekonomian yang melambat pada tahun 2015 menyebabkan daya beli masyarakat yang menurun sehingga pembiayaan kepada masyarakat juga menurun.

Pada tahun buku 2014, beban penyisihan kerugian penurunan nilai naik menjadi Rp1,8 triliun (2013: Rp1,3 triliun). Kondisi perekonomian yang melambat pada tahun 2014 telah menyebabkan adanya penundanaan pada pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo oleh konsumen, sehingga terjadi sedikit kenaikan pada piutang pembiayaan yang tertunggak. Untuk memitigasi risiko, Perusahaan telah memperkuat upaya penagihan.

Beban Pemasaran dan Lain-lain

Pada tahun 2015, beban pemasaran dan lain-lain adalah sejumlah Rp616,5 miliar, meningkat sebesar Rp291,4 miliar atau 89,7% (2014: Rp325,0 miliar). Peningkatan ini terutama disebabkan karena adanya program transformasi yang organisasi secara keseluruhan yang dilakukan oleh Perusahaan. Atas inisiatif ini, Perusahaan diharapkan dapat beroperasi

dengan efisien untuk menjamin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beban transformasi ini meliputi biaya pesangon.

Pada tahun 2014, beban pemasaran dan lain-lain adalah sejumlah Rp325,0 miliar, naik sebesar Rp55,5 miliar atau 20,6% (2013: Rp269,6 miliar). Meningkatnya beban pemasaran terutama disebabkan untuk kegiatan promosi baik pada tingkat nasional, regional, maupun cabang, Perusahaan meningkatkan kegiatan dan beban marketingnya seiring dengan upaya Perusahaan untuk mempertahankan tingkat pembiayaan baru ditengah tantangan yang berat yang dihadapi industri pembiayaan di tahun 2014. Beberapa aktivitas pemasaran yang dilakukan sebagai kelanjutan strategi membangun komunitas, menggalakkan program Adira Club dan kegiatan promosi lainnya.