• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Perubahan Modal

PROSES TRANSAKSI AKUNTANS

MEMO Dari : No :

B. Bentuk Stafe Nama perusahaan

3. Laporan Perubahan Modal

Adalah laporan yang menjelaskan perubahan modal setelah perubahan melakukan kegiatan satu periode.

Nama perusahaan Laporan Perubahan Modal Tgl, Bulan,

Tahun

Modal awal (1 Desember 2006) Rp xxxxxxxxxxx Laba bersih Rp xxxxxxxxxxx

Prive Rp xxxxxxxxxxx

–––––––––––––––––

Kenaikan Modal Rp xxxxxxxxxxx

–––––––––––––––––– Modal Akhir (31 Desember 2006) Rp xxxxxxxxxxx

12.2 Kas Kecil

Seperti diketahui di dalam perusahaan-perusahaan besar adanya pembentukan dana kas kecil karena perusahaan tersebut dalam kegiatannya selalu menyimpan uangnya di bank. Untuk pengeluaran yang sifatnya tidak bisa menggunakan cek maka perlu adanya pembentukan dana kas kecil dimana tujuannya adalah apabila adanya pengeluaran yang sifatnya kecil tidak perlu ke bank terlebih dahulu, tapi cukup mengeluarkan uang melalui kas yang ada di dalam brankas perusahaan. Uang yang ada di dalam kas kecil diambil dari bank.

Pengertian dari dana kas kecil sendiri adalah pembentukan kas yang akan digunakan untuk pengeluaran yang sifatnya tidak bisa menggunakan cek.

Tujuan dibukanya kas kecil oleh perusahaan: 1. Pengawasan terhadap keluar-masuknya uang.

2. Mempermudah transaksi keuangan yang sifatnya tidak bisa dengan cek.

Pendapatan Usaha Rp xxxxxxxxxxx

Beban-beban yang dikeluarkan Rp xxxxxxxxxxxx

Beban bunga Rp xxxxxxxxxxxx

Beban gaji Rp xxxxxxxxxxxx

Beban penyusutan peralatan Rp xxxxxxxxxxxx Beban asuransi Rp xxxxxxxxxxxx Beban macam-macam Rp xxxxxxxxxxxx

12.2.1 Pembentukan Dana Kas Kecil

Pada saat dibentuknya dana kas kecil uangnya diambil dari bank dengan menggunakan cek yang diserahkan kepada pemegang kasir perusahaan tersebut. Maka jurnal yang dibuat pada saat pembentukan dana tersebut adalah:

Dana kas kecil Rp xxxxxxxxxxx

Bank Rp xxxxxxxxxxx

12.2.2 Kelengkapan Dana Kas Kecil

Di dalam pengelolaan dana kas kecil perlengkapan yang diperlukan, adalah: 1. Peralatan kantor misalnya bolpoin, penghapus.

2. Peralatan untuk menghitung baik manual maupun elektronik. 3. Formulir pengeluaran kas kecil.

4. Buku kas kecil.

5. Formulir permintaan dana kas kecil. 6. Formulir penggunaan kas kecil. 7. Buku jurnal kas kecil.

8. Buku jurnal pengeluaran kas kecil. Contoh bentuk formulir pengeluaran kas

Bukti Kas Kecil

No :

Dibayar kepada : Tanggal :

Keterangan :

Jumlah :

Disetujui oleh: Diterima oleh:

12.2.3 Buku Kas Kecil

Dalam prakteknya sistem kas kecil ada dua yaitu: 1. Sistem Dana Tetap (Imprest fund sistem)

Suatu sistem dimana dananya sudah ditetapkan nilainya, sehingga penjurnlahannya hanya ada pada saat pengisian kas itu sendiri.

2. Sistem Dana Tidak Tetap (Fluktuation fund system)

Suatu sistem dimana dana tetap dan dana tidak tetap adalah sebagai berikut. Perbedaan antara sistem dana tetap dan dana tidak tetap adalah sebagai berikut:

12.3 Rekonsiliasi Bank

Apabila suatu perusahaan menyimpan uang di bank dan melakukan transaksi penerimaan maupun pengeluaran melalui bank, maka pada akhir bulan perusahaan tersebut akan menerima rekening koran.

Rekening koran adalah laporan mutasi penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan perusahaan melalui bank. Catatan dari pihak perusahaan disamakan dengan catatan yang ada pada rekening koran. Apabila ada perbedaan maka dibuatlah rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank adalah catatan yang digunakan pihak perusahaan untuk menyesuaikan saldo pada pihak bank dengan saldo pada catatan perusahaan.

Faktor-faktor penyebab perbedaan itu ada beberapa transaksi yang sudah dicatat perusahaan sementara pihak bank belum mencatat, begitu pula sebaliknya beberapa transaksi yang sudah dicatat pihak bank sementara pihak perusahaan belum mencatat.

Pencatatan dalam Jurnal No. Transaksi

Sistem Dana Tetap Sistem Dana Tidak Tetap 1. Pembentukan dana kas

kecil. Kas kecil Rpxxxxxxxx x K Kas kecil Rpxxxxxxxx Kas Rpxxxxxxxx 2. Pengeluaran dari kas kecil

(contoh pembelian materai, beban listrik).

Tidak dijurnal B materai Rpxxxxxxxx B listrik Rpxxxxxxxx

3. Pengisian kembali dana kas kecil.

B materai Rpxxxxxxxx B listrik Rpxxxxxxxx

Kas kecil Rpxxxxxxxx Kas Rpxxxxxxxx 4. Pengisian kembali dana

kas kecil.

Kas kecil Rpxxxxxxxx Kas Rpxxxxxxxx

Kas kecil Rpxxxxxxxx Kas Rpxxxxxxxx

12.3.1 Bentuk Rekonsiliasi Bank

PT PRISMA Rekonsiliasi Bank 31 Maret 2005

Saldo kas sebelum rekonsiliasi Rpxxxx Saldo kas sebelum rekonsiliasi

Rpxxxx Ditambah:

Ditambah: Setoran dalam proses Rpxxxx Inkaso bank Rpxxxx Koreksi kesalahan Rpxxxx

Jasa giro Rpxxxx Rpxxxx

Koreksi kesalahan Rpxxxx

Rpxxxx –––––––

Rpxxxx Dikurang:

Dikurang: Rpxxxx Cek dalam peredaran Rpxxxx Cek di tempat Rpxxxx Koreksi kesalahan Rpxxxx

Cek kosong Rpxxxx Rpxxxx

Biaya bank Rpxxxx

Koreksi kesalahan Rpxxxx ––––––– Rpxxxx

Saldo kas setelah rekonsiliasi Rpxxxx Saldo bank setelah rekonsiliasi Rpxxxx 12.3.2 Ayat Jurnal Penyesuaian

Setelah membuat rekonsiliasi bank maka membuat ayat jurnal penyesuaian. Yang dijurnal adalah faktor-faktor yang mempengaruhi saldo kas perusahaan bukan saldo bank.

No. Transaksi Ayat Jurnal Penyesuaian 1. Mencatat Inkaso atas tagihan

per- usahaan.

Kas Rpxxx Biaya inkaso Rpxxx

Piutang Rpxxx

2. Mencatat jasa giro dari bank. Kas Rpxxx

Pendapatan bunga Rpxxx 3. Mencatat perbaikan

kesalahan.

Kas Rpxxx

Piutang Rpxxx

4. Mencatat cek kosong (Cek TCD).

Piutang Rpxxx

Kas Rpxxx 5. Mencatat penarikan cek di

tempat.

Pengambilan prive Rpxxx

Kas Rpxxx 6. Mencatat beban administrasi. Biaya bank Rpxxx

Kas Rpxxx 12.4 Sistem Voucher

Voucher adalah suatu bentuk formulir yang disediakan perusahaan untuk mencatat data mengenai hutang dan cara pembayarannya. Sedangkan sistem voucher sendiri adalah metode atau prosedur untuk pencatatan prosedur itu sendiri.

Sistem pencatatan voucher menggunakan voucher register dan cek register. Voucher register

Adalah tempat mencatat voucher-voucher yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. Cek register

Adalah tempat mencatat cek-cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. Contoh:

Transaksi-transaksi berikut ini yang terjadi pada sebuah perusahaan PT Prisma selama bulan Oktober 2006.

Tanggal 1 Oktober 2006. Dibeli barang dagangan dengan syarat 2/10;n/30 untuk itu voucer no 810 sebesar Rp750.000,00 dari PT Putri.

Tanggal 3 Oktober 2006. Dibayar kepada PT Nurul dengan cek no 121 Rp500.000,00 untuk pembelian barang dagang secara tunai voucher no 811.

Tanggal 8 Oktober 2006. Dibeli barang dagangan dengan syarat 2/10;n/30 untuk itu voucher no 812 sebesar Rp 600.000,00 dari Firma Silvi.

Tanggal 10 Oktober 2006. Dibayar kepada PT Putri atas transaksi tanggal 1 Oktober no cek 122.

Tanggal 15 Oktober 2006. Dibayar biaya iklan pada harian Kompas sebesar Rp300.000,00 no cek 123, no voucher 813.

Catatlah transaksi itu ke dalam: 1. Voucher register 2. Cek register Voucher Registrasi Tgl No. Voucher Dibayar

kepada Pembayaran Debet Kredit

Tgl No.

Cek Pembelian Serba-Serbi

Hutang Voucher

Perkiraan Ref Jumlah

2006 Okt 1 810 PT Putri 10/10 122 Rp750.000,00 Rp750.000,00 3 811 PT Nurul 3/10 121 Rp500.000,00 Rp500.000,00 8 812 Firma Silvi Rp600.000,00 Rp600.000,00 1 5 813 Kompas 15/10 123 Rp300.000,00 Rp300.000,00 Cek Registrasi Debet Kredit Tgl Kreditur No. Voucher No. Cek

Jumlah Pot Tunai Utang Voucher

3/10 10/10 15/10 PT Nurul PT Putri Kompas 811 810 812 121 122 123 Rp500.000,00 Rp750.000,00 Rp300.000,00 Rp500.000,00 Rp750.000,00 Rp300.000,00

BAB XIII