• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 KAJIAN PUSTAKA

3.6 Roadmap Penelitian

Aktifiatas Utama Dalam Sistem Remanufaktur

2021 sebagai fungsi dari: quality level, grenness level, price

Pengembangan Framework

1. Mengidentifikasi faktor penyebab ketidakpastian kualitas pada sistem remanufaktur 2. Mengidentifikasi faktor yang menjadi strategi pengendali ketidakpastian kualitas remanufaktur 3. Mengklasifikasikan kualitas incoming core yang memininmasi biaya klasifikasi kualitas core pada sistem remanufaktur dengan Multicriteria Decision Making:

1. Identifikasi kriteria &

alternatif

21 BAB 4

METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini akan jelaskan identifikasi masalah yang memunculkan gejala, penyebab, akar masalah dan research question. Selanjutnya diuraikan langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode ilmiah untuk mencapai tujuan penelitian yang diharapkan, sehingga research question tersebut dapat terjawab. Penjelasan mengenai kerangka pikir penelitian dan pengembangan model merupakan bagian penting dalam bab 3 ini, yaitu model pengambilan keputusan dengan kriteria majemuk (multi-criteria decision making) untuk penentuan klasifikasi kualitas core dan model optimasi perencanaan remanufaktur

4.1 Identifikasi Masalah

Identifikasi permasalahan dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi berdasarkan studi literatur terhadap adanya gejala (symptoms) yang muncul sebagai pertanda adanya masalah. Selanjutnya dilakukan analisis penyebab (causes), dan akar penyebab (root causes). Analisis sistematis untuk mengungkap gejala, penyebab, dan akar penyebab dalam penelitian ini dilakukan menggunakan fish bone diagram sebagai tool, seperti terlihat pada gambar 4.1.

22

Low consumer interest.

Since the quality perception is not the same as original equipment High cost of transportation

and inventory

useful life Hour of

operation

Gambar 4.1 Fish bone diagram untuk menganalisis permasalahan dalam sistem remanufaktur Gejala utama sebagai kondisi awal yang memberikan tanda adanya suatu masalah dalam sistem remanufaktur adalah masih lemahnya daya saing produk remanufaktur terhadap produk baru. Hal ini juga terkait dengan persepsi konsumen terhadap produk remanufaktur yang masih beranggapan bahwa kualitasnya tidak sama dengan produk baru.

Faktor penyebabnya berasal dari aktifitas dalam sistem remanufaktur, yaitu: core acquisition, remanufacturing operations, dan (re)marketing, serta rantai pasokan. Pada aktifitas core acquisition munculya ketidakpastian kualitas karena pengaruh aspek pola penggunaan, kondisi teknologi, dan kondisi fisik pada fase product end of life. Kondisi-kondisi tersebut memicu beragamnya level kualitas incoming core dan bersifat tidak pasti. Beragamanya kualitas incoming core selanjutnya menimbulkan kebutuhan operasi remanufaktur yang berbeda untuk setiap level kualitas core. Sehingga menimbulkan kompleksitas dalam perencanaan remanufaktur.

4.2 Tahapan Penelitian

Langkah-langkah secara sistematis yang diusulkan untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini diperlihatkan secara terstruktur menggunakan diagram alir penelitian dalam gambar 4.2. Secara umum proses penelitian dibagi menjadi tiga bagian yaitu pada

23 bagian awal adalah tahap pendahuluan, selanjutnya bagian pengembangan model, serta pada bagian akhir adalah penyajian hasil, pembahasan dan simpulan penelitian.

Pada bagian awal aktifitas dalam penelitian ini dimulai dengan melakukan literature review. Kemudian dengan literature review tersebut dicari penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan terkait isu ketidakpastian kualitas pada incoming core sistem remanufaktur, lalu dilakukan perbandingan secara kritis antar penelitian tersebut, sehingga dapat ditemukan gap penelitian yang dapat memberikan kontribusi ilmiah (novelity) dan wawasan keilmuan yang penting.

Pada bagian kedua adalah pengembangan model. Model yang dikembangkan adalah model multi-kriteria untuk klasifikasi kualitas penerimaan core. Kriteria yang menjadi faktor penilaian kualitas yang disusulkan dalam penelitian ini adalah kondisi teknologi, kondisi fisik, dan kondisi penggunaan. Masing-masing faktor tersebut mempunyai sub kriteria yang berkaitan dengan setiap faktor kondisi core. Maka, prioritas secara keselurahan untuk grade kualitas incoming core akan mencerminkan relatif pentingnya faktor-faktor tersebut.

24

Mulai

Literature Review

Menelaah perkembangan penelitian terbaru yang terkait dengan isu kualitas dalam sistem remanufaktur:

Sisi supply material (input sistem): Ketidakpastian kualitas dalam sistem remanufaktur pada incoming core

Sisi demand (output sistem): preferensi konsumen terhadap produk remanufaktur mencakup aspek quality, price, dan green

Pengendalian kualitas secara langsung (in short term) core remanufakturdibutuhkan untuk menghadapi ketidakpastian kualitas

Research Gap

Menemukan celah penelitian yang dapat memberikan kontribusi ilmiah dan wawasan keilmuan yang baru serta penting untuk diteliti: faktor- faktor yang berkontribusi terhadap ketidakpastian kualitas incoming core belum didefinisikan dengan jelas dan terstruktur dalam bentuk model multi-kriteria untuk proses sortir incoming core

Rumusan Masalah

Merumuskan permasalahan dalam bentuk statement of the problem dan research question (RQ):

1. Faktor atau kriteria kualitas apa saja yang dapat digunakan untuk penerimaan incoming core dengan kondisi kualitas yang beragam (RQ1).

2. Bagaimana model multi-kriteria proses sortir pada tahapan akuisi dengan kondisi kualitas incoming core yang beragam (RQ2).

Tujuan Penelitian

Menetapkan tujuan dan ruang lingkup penelitian yang selaras dengan rumusan masalah dan latar belakang penelitian: menyusun secara hirarki kriteria-kriteria dimensi kualitas incoming core untuk model pengambilan keputusan sorting core pada aktifitas akuisi

Pendahuluan Pengembangan Model

Membangun model multi-kriteria untuk sorting problem kualitas penerimaan core

1. Membangun struktur hirarki pengambilan keputusan untuk penerimaan core berdasarkan kriteria kualitas: technical, physical, usage condition 2. Menetapkan jumlah quality grade (class)

3. Menetapkan profile pada setiap grade

Hasil dan Pembahasan

Interpretasi atas model yang dibangun serta analisis kualitatif atas hasilnya

Implikasi manajerial

Simpulan dan Saran

Selesai Pengumpulan Data Memperoleh Expert judgement untuk membangun matrik berpasangan melalui studi

kasus di perusahaan remanufaktur

Pengolahan Data:

Proses Evaluasi

1. Membangun matrik pairewise comparison di antara kriteria kulitas core 2. Menghitung bobot kepentingan relatif pada matrik

3. Memeriksa konsistensi matrik

Sintesis Hasil:

Menentukan Prioritas dan Penugasan

Menghitung bobot preferensi dan memperoleh prioritas faktor dan sub faktor kualitas core

Menyusun peringkat global kualitas incoming core

Penugasan pada setiap grade kualitas

Analisis Hasil Penelitian dan Simpulan

Model Dasar:

1. Ishizaka et al. (2012), 2. Ishizaka et al. (2019)

Gambar 4.2 Diagram alir penelitian

25 Pada bagian akhir penelitian ini adalah menyajikan analisis hasil-hasil penelitian dan simpulan atas temuan penting dalam penelitian. Pembahasan pada bagian ini mencakup interpretasi atas model yang dibangun serta analisis kualitatif atas hasilnya dan implikasi manajerial. Pada tahap ini juga dikemukakan simpulan yang diperoleh dari penelitian serta peluang untuk melanjutkan penelitian.

4.3 Konseptual model multi-kriteria sorting problem untuk penerimaan incoming core

Pengembangan model multi-kriteria untuk penentuan klasifikasi kualitas ini dilatarbelakangi penelitian terdahulu yang menggunakan asumsi bahwa klasifikasi telah ditentukan sebelumnya (predetermined) seperti yang diungkapkan oleh Wei et al. (2015), sehingga dengan penggunaan asumsi tersebut menyebabkan tidak adanya uraian terstruktur yang mudah dipahami tentang bagaimana proses penentuan klasifikasi tersebut dipilih dan kriteria apa yang digunakan. Dengan begitu, pada penelitian ini digunakan metode AHPsort (Ishizaka et., 2012) untuk mengakomodasi kriteria pengambilan keputusan penetapan metode klasifikasi kualitas incoming core. Deskripsi mekanisme sorting problem pada tahapan akuisi core ditunjukkan pada Gambar 4.3. Keunggulan sorting ini adalah berbasis metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga mampu mengakomodasi aspek kualitatif dan kuantitatif; aspek kualitatif terkait pendefinisian persolan dan hirarkinya, sedangkan kuantitatif menyatakan penilaian dan preferensi secara ringkas (Saaty, 1993).

Incoming cores

(uncertain quality condition)

Sorting & grading

(using AHPSort)

Quality grade 1:

Set of qualified cores

Quality grade j:

Set of qualified cores

Quality grade J:

Set of qualified cores

Quality limit between grades

Quality limit between grades

Gambar 4.3 Deskripsi mekanisme sorting problem pada tahapan akuisi core

Informasi tentang kondisi kualitas incoming core yang diakuisi sangat penting bagi proses pengambilan keputusan dalam operasi remanufaktur. Secara umum, kualitas riil

26

dari produk yang digunakan dapat diketahui hanya setelah proses disassembly dari level produk ke level komponen, sehingga proses ini tidak hanya membutuhkan waktu tapi biaya (Gu dan Tagaras, 2014). Dengan demikian, akan sangat berguna dan penting untuk mengakomodasi ketidakakuratan informasi mengenai kualitas core tersebut pada proses pengambilan keputusan dalam penentuan strategi pengendalian kualitas.

Selanjutnya langkah-langkah untuk menyusun model pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a. Pengumpulan Data

Data yang dibutuhkan untuk pengembangan model pengambilan keputusan dengan metode AHP ini adalah berupa pendapat pakar atau expert judgement pada perusahaan remanufaktur, misalnya manajer produksi atau manajer kualitas. Salah satu kelemahan yang mungkin dari pengumpulan data dari para ahli ini adalah kemungkinan munculnya subyektifitas dan sifat ambigu dari pendapat atau pilihan yang diberikan.

b. Hirarki Pengambilan Keputusan

Pada tahap yang pertama dalam metode AHP adalah menentukan tujuan atau obyektif. Kemudiann proses penyusunan struktur hirarki dilakukan dengan mengidentifikasi faktor faktor penting yang dapat mempengaruhi hasil keputusan untuk memilih suatu alternatif core. Selanjutnya berdasarkan tujuan ini ditetapkan faktor atau kriteria dan sub kriteria yang terdiri atas beberapa alternatif dalam struktur hirarki pengambilan keputusan. Konseptual model pengambilan keputusan untuk penyortiran kualitas incoming core menggunakan AHPSort ditunjukkan pada Gambar 4.6.

a. Pendefinisian tujuan

Tujuan model pengambilan keputusan ini adalah penentuan prioritas (pemilihan) incoming core pada aktifitas akuisi core dalam sistem remanufaktur. Mengelola ketidakpastian kualitas produk bekas adalah masalah penting dalam sistem remanufaktur. Core yang berkualitas tinggi memerlukan sedikit rekondisi (biaya remanufaktur dan biaya kualitas yang lebih rendah), sedangkan produk bekas yang berkualitas lebih rendah akan memerlukan pemrosesan ulang yang luas (biaya remanufaktur dan biaya kualitas yang lebih tinggi).

27

Definisikan tujuan & bangun framework AHP

Kriteria (cr), r=1,...R

Alternatif (as), s=1,..S

Definisikan kelas (Cj) j=1,...J, j: jumlah kelas

Definisikan profil setiap kelas

Limiting profile (lpjr), or

Local central profile (cpjr)

Evaluasi secara berpasangan atas kepentingan setiap kriteria (cr), dan tetapkan bobot (wr)

Tentukan limiting profiles

Pairwise compare the points

Tentukan prioritas lokal untuk setiap alternatif pada kriteria tunggal (psr) untuk alternatif (as), dan local priority (pjr) dari limiting profile (lpjr), atau local central profile (cpjr)

Evaluasi prioritas pada kriteria

Tentukan bobot global setiap kriteria

Tentukan representative points

Bandingkan matrik berpasangan alternatif tunggal (as) dengan limiting profile (lpjr), atau local central profile (cpjr)

Tentukan prioritas global dari alternatif-alternatif yang ada (ps)

Tentukan prioritas global untuk limiting profile (lpj), and (cpj)

Tugaskan kepada kelas-kelas Pendefinisian masalah

Proses evaluasi

Penugasan kepada kelas

Gambar 4.4 Konseptual model AHPSort untuk klasifikasi kualitas incoming core

Untuk itu, perhatian kondisi kualitas core sejak awal penerimaan harus diperhatikan, karena selanjutnya akan berdampak pada aktifitas operasi remanufaktur

b. Penetapan kriteria kualitas core

Penyusunan hirarki pada tahap kedua adalah menguraikan dimensi kualitas core dengan beberapa kondisi. Kondisi kualitas core dapat dinilai berdasarkan kondisi penggunaan (usage condition), kondisi fisik core, kondisi teknologi core. Kondisi penggunan dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan, jam operasi, maupun umur. Sedangkan kondisi fisik dapat mengindikasikan damage level, misalnya: wear, crack, maupun wear corrsosion (Jiang et al., 2019).

 Technological condition, adalah kondisi dimana teknologi used product menunjukkan tingkat kedaluwarsa, karena umur produk lebih lama dari umur desain (quality obsolescence), dan munculya inovasi

28

teknologi baru (Kwak dan Kim, 2012; Zhou & Gupta, 2018; Gao et al. 2018; Zhou & Gupta, 2019)

 Physical condition, adalah kondisi fisik yang merupakan sifat yang menunjukkan penampilan core dan fungsi dasar untuk memenuhi persyaratan fungsionalnya (Kwak et al., 2012; Gao et al., 2018;

Raihanian et al, 2017; Kosacka, 2018). Misalnya, penampakan kerusakan, kelengkapan komponen, identitas produk, dan toleransi dimensi.

 Usage condition, adalah kondisi penggunaan yang merupakan karakteristik yang ditimbulkan oleh perilaku pengguna saat menggunakan produk (Gao et al., 2018; Gavidel & Rickli 2017).

Misalnya: frekuensi penggunaan, jam operasi, jarak tempuh c. Proses Evaluasi

Proses merupakan bagian poko dari metode AHPSort yang terdiri atas dua bagian, menentukan bobot kriteria dan mengevaluasi alternative, sepertiyang dideskripsikan pada Gambar 4.4.

d. Penugasan terhadap kelas-kelas diperlihatkan pada Gambar 4.5

cp 5

cp 1

cp 2

cp 3

cp 4

ps ditugaskan ke kelas Cj yang memiliki cpj

terdekat

cp 6

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

Kelas 5

Kelas 6

Gambar 4.5 Proses sortir dengan central profile

29 BAB 5

ORGANISASI TIM, JADWAL DAN RANCANGAN PENELITIAN

5.1 Organisasi Tim Peneliti

Berikut Tabel 5.1 adalah susunan tim peneliti berdasarkan kompetensi dan tanggung jawab pada penelitian ini.

Tabel 5.1Susunan Tim Peneliti No

.

Nama Jabatan Kompetensi Tanggung Jawab

1. Prof. Dr. Ir.

1. Mengkoordinasi dan

mensupervisi seluruh aktivitas penelitian

2. Membimbing pengembangan model dan analisis model 3. Penulisan artikel ilmiah 4. Laporan penelitian 2. Nani Kurniati, S.T., model dan analisis model 2. Analisis hasil penelitian 3. Penulisan artikel ilmiah 3. M. Imron Mustajib,

1. Pengembangan model dan analisis model

2. Melaksanakan proses pengolahan data

3. Membantu penulisan artikel ilmiah

4. Membantu menyusun laporan penelitian

1. Membantu pengumpulan dan pengolahan data

2. Membantu proses pengolahan data 3. Membantu menyusun laporan

penelitian

1.Membantu pengumpulan dan pengolahan data

2. Membantu proses pengolahan data

3.Membantu menyusun laporan penelitian

30

5.2 Jadwal Penelitian

Usulan penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan dan jadwal sebagaimana pada Tabel 5.2 berikut:

Tabel 5.2 Timeline Penelitian

No Aktivitas Bulan ke –, Thn 2020

4 5 6 7 8 9 10 11 1 Identifikasi Masalah

2 Observasi lapangan dan studi literatur 3 Pengumpulan data

4 Pemodelan

5 Validasi dan verifikasi model 6 Pengolahan data

7 Menyusun laporan kemajuan 8 Seminar internasional

9 Analisis hasil

10 Penulisan draf artikel jurnal internasional 11 Submission artikel jurnal internasional 12 Pelaporan laporan hasil akhir penelitian

5.3 Anggaran

Usulan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan anggaran penelitian yang diuraikan pada Tabel 5.3 berikut:

31 Tabel 5. 1 Rencana Anggaran dana

Item Bahan Volume Satuan

Pencetakan, penjilidan dan penggandaan

seluruh laporan 2 paket 500.000 1.000.000 Proofreading artikel (untuk jurnal &

seminar internasional) 1 artikel 2.000.000 2.000.000

Pembayaran jurnal 1 artikel 15.000.000 15.000.000

Presentasi Seminar Internasional 1 orang 5.000.000 5.000.000

Konsumsi rapat 9 kegiatan 250.000 2.250.000

24.250.000

Item Perjalanan Volume Satuan

Harga

Satuan (Rp) Total (Rp) Perjalanan ke obyek penelitian/lapangan

(focus group discussion, wawancara,

penyebaran kuisioner) 8 kali 1.200.000 9.600.000 2. Belanja Barang Non Operasional Lainnya

Sub Total 2 (Rp)

32

DAFTAR PUSTAKA

Aksen, D., Aras, N., & Karaarslan, A. G. (2009). Design and analysis of government subsidized collection systems for incentive-dependent returns. International Journal of Production Economics, 119(2), 308–327. http://doi.org/10.1016/j.ijpe.2009.02.012 Aras, N., & Aksen, D. (2008). Locating collection centers for distance- and

incentive-dependent returns. International Journal of Production Economics, 111(2), 316–333.

http://doi.org/10.1016/j.ijpe.2007.01.015

Aras, N., Boyaci, T., & Verter, V. (2004). The effect of categorizing returned products in remanufacturing. IIE Transactions (Institute of Industrial Engineers), 36(4), 319–331.

http://doi.org/10.1080/07408170490279561

Badurdeen, F., & Jawahir, I. S. (2017). Strategies for Value Creation Through Sustainable Manufacturing. Procedia Manufacturing, 8(October 2016), 20–27.

http://doi.org/10.1016/j.promfg.2017.02.002

Bakal, I. S., & Akcali, E. (2006). Effects of Random Yield in Remanufacturing with Price-Sensitive Supply and Demand. Production and Operations Management, 15(3), 407–

420.

Bhattacharya, R., & Kaur, A. (2015). Allocation of external returns of different quality grades to multiple stages of a closed loop supply chain. Journal of Manufacturing Systems, 37, 692–702. http://doi.org/10.1016/j.jmsy.2015.01.004

Cai, X., Lai, M., Li, X., Li, Y., & Wu, X. (2014). Optimal acquisition and production policy in a hybrid manufacturing/ remanufacturing system with core acquisition at different quality levels. European Journal of Operational Research, 233(2), 374–382.

http://doi.org/10.1016/j.ejor.2013.07.017

Denizel, M., Ferguson, M., & Souza, G. G. C. (2010). Multiperiod remanufacturing planning with uncertain quality of inputs. IEEE Transactions on Engineering Management, 57(3), 394–404. http://doi.org/10.1109/TEM.2009.2024506

Diallo, C., Venkatadri, U., Khatab, A., & Bhakthavatchalam, S. (2016). State of the art review of quality, reliability and maintenance issues in closed-loop supply chains with remanufacturing. International Journal of Production Research, 7543(July), 1–20.

http://doi.org/10.1080/00207543.2016.1200152

Errington, M., & Childe, S. J. (2013). A business process model of inspection in

remanufacturing. Journal of Remanufacturing, 3(1), 7.

http://doi.org/10.1186/2210-33 4690-3-7

Ferguson, M., Guide, V. D., Koca, E., & Van Souza, G. C. (2009). The value of quality grading in remanufacturing. Production and Operations Management, 18(3), 300–

314. http://doi.org/10.1111/j.1937-5956.2009.01033.x

Ferguson, M., Guide, V. D. R., Koca, E., & Souza, G. (2007). Remanufacturing Planning with Different Quality Levels for Product Returns. Ssrn, (November).

http://doi.org/10.2139/ssrn.956921

Galbreth, M. R., & Blackburn, J. D. (2009). Optimal Acquisition and Sorting Policies for Remanufacturing. Production and Operations Management, 15(3), 384–392.

http://doi.org/10.1111/j.1937-5956.2006.tb00252.x

Galbreth, M. R., & Blackburn, J. D. (2010). Optimal acquisition quantities in remanufacturing with condition uncertainty. Production and Operations Management, 19(1), 61–69. http://doi.org/10.1111/j.1937-5956.2009.01067.x Gao, Y., Feng, Y., Wang, Q., Zheng, H., & Tan, J. (2018). A multi-objective decision

making approach for dealing with uncertainty in EOL product recovery. Journal of Cleaner Production, 204, 712–725. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2018.09.080 Gavidel, S. Z., & Rickli, J. L. (2017). Quality assessment of used-products under uncertain

age and usage conditions. International Journal of Production Research, 55(23), 7153–7167. http://doi.org/10.1080/00207543.2017.1349954

Gu, Q., & Tagaras, G. (2014). Optimal collection and remanufacturing decisions in reverse supply chains with collectors imperfect sorting. International Journal of Production Research, 52(17), 5155–5170. http://doi.org/10.1080/00207543.2014.899720 Guide, D., Teunter, R. H., & Wassenhove, L. N. Van. (2003). Matching Demand and

Supply to Maximize Profits from Remanufacturing. Manufacturing & Service Operations Management Publication, 5(4), 303–316.

Guide, V. D. R., & Jayaraman, V. (2000). Product acquisition management: Current industry practice and a proposed framework. International Journal of Production Research, 38(16), 3779–3800. http://doi.org/10.1080/00207540050176003

Guide, V. D. R., & Wassenhove, L. Van. (2010). Closed-loop supply chains. CRC Press:

Taylor & Francis Group. http://doi.org/10.1201/9781420095265

Guide, V. D. R., & Wassenhove, L. N. Van. (2001). Managing Product Returns for Remanufacturing. Production and Operations Management, 10(2), 142–155.

http://doi.org/10.1111/j.1937-5956.2001.tb00075.x

Ijomah, W. L. (2010). The application of remanufacturing in sustainable manufacture.

34

Proceedings of the Institution of Civil Engineers - Waste and Resource Management, 163(4), 157–163. http://doi.org/10.1680/warm.2010.163.4.157

Ishizaka, A., Pearman, C., & Nemery, P. (2012). AHPSort : an AHP-based method for sorting problems. International Journal of Production Research, 50(17), 767–4787.

http://doi.org/10.1080/00207543.2012.657966

Iskandar, B. P. ., Wangsaputra, R. ., Pasaribu, U. S. ., & Husniah, H. (2017). Optimal Lease Contract for Remanufactured Equipment Optimal Lease Contract for Remanufactured Equipment. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (p. 012070). http://doi.org/10.1088/1757-899X/319/1/012070

Iwao, M., & Kusukawa, E. (2014). Optimal production planning for remanufacturing with quality classification errors under uncertainty in quality of used products. Industrial Engineering and Management Systems, 13(2), 231–249.

http://doi.org/10.7232/iems.2014.13.2.231

Jawahir, I. S., Dillon, O. W., Rouch, K. E., Joshi, K. J., & Jaafar, I. H. (2006). Total Life-Cycle Consuderation In Product Design For Sustainability: A Framework For Comprehensive Evaluation. In 10th International Research/Expert Conference

“Trends in the Development of Machinery and Associated Technology” (pp. 1–10).

http://doi.org/doi=10.1.1.402.3563

Jayal, A. D., Badurdeen, F., Dillon, O. W., & Jawahir, I. S. (2010). Sustainable

manufacturing: Modeling and optimization challenges at the product, process and system levels. CIRP Journal of Manufacturing Science and Technology, 2(3), 144–

152. http://doi.org/10.1016/j.cirpj.2010.03.006

Jiang, Z., Wang, H., Zhang, H., Mendis, G., & Sutherland, J. W. (2019). Value recovery options portfolio optimization for remanufacturing end of life product. Journal of Cleaner Production, 210, 419–431. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2018.10.316 Kaya, O. (2010). Incentive and production decisions for remanufacturing operations.

European Journal of Operational Research, 201(2), 442–453.

http://doi.org/10.1016/j.ejor.2009.03.007

Korugan, A., Dingeç, K. D., Önen, T., & Ateş, N. Y. (2013). On the quality variation impact of returns in remanufacturing. Computers and Industrial Engineering, 64(4), 929–936. http://doi.org/10.1016/j.cie.2013.01.003

Kosacka, M. (2018). Sustainability in Remanufacturing Operations. In K. F. Golinska-Dawson P. (Ed.), Sustainability in Remanufacturing Operations (pp. 25–45). London:

Springer, Cham. http://doi.org/10.1007/978-3-319-60355-1

35 Kurilova-Palisaitiene, J., Sundin, E., & Poksinska, B. (2018). Remanufacturing challenges

and possible lean improvements. Journal of Cleaner Production, 172, 3225–3236.

http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2017.11.023

Kwak, M., & Kim, H. (2012). Market Positioning of Remanufactured Products With Optimal Planning for Part Upgrades. Journal of Mechanical Design, 135(1), 011007.

http://doi.org/10.1115/1.4023000

Kwak, M., Kim, H., & Thurston, D. (2012). Formulating Second-Hand Market Value as a Function of Product Specifications, Age, and Conditions. Journal of Mechanical Design, 134(3), 032001. http://doi.org/10.1115/1.4005858

Matsumoto, M., & Umeda, Y. (2011). An analysis of remanufacturing practices in Japan.

Journal of Remanufacturing, 1(1), 1–11. http://doi.org/10.1186/2210-4690-1-2 Mitra, A. (2016). Fundamentals of Quality Control and Improvement (4th ed.). Hoboken,

New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Montgomery, D. C. (2009). Introduction to Statistical Quality Control (6th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, Inc.

Nenes, G., Panagiotidou, S., Tagaras, G., & Zikopoulos, C. (2013). Optimal disposition of returns based on inaccurate quality assessment procedures. IFAC Proceedings Volumes (IFAC-PapersOnline) (Vol. 46). IFAC. http://doi.org/10.3182/20130619-3-RU-3018.00292

Ostlin, J., Sundin, E., & Bjorkman, M. (2008). Importance of closed-loop supply chain relationships for product remanufacturing. International Journal of Production Economics, 115, 336–348. http://doi.org/10.1016/j.ijpe.2008.02.020

Raihanian Mashhadi, A., & Behdad, S. (2017). Optimal sorting policies in remanufacturing systems: Application of product life-cycle data in quality grading and end-of-use recovery. Journal of Manufacturing Systems, 43, 15–24.

http://doi.org/10.1016/j.jmsy.2017.02.006

Ray, S., Boyaci, T., & Aras, N. (2005). Optimal Prices and Trade-In Rebates for Durable , Remanufacturable Products Optimal Prices and Trade-in Rebates for Durable ,

Remanufacturable Products. Manufacturing & Service Operations Management, 7(3), 208–228. http://doi.org/10.1287/msom.1050.0080

Ridley, S. J., & Ijomah, W. (2015). A novel pre-processing inspection methodology to enhance productivity in automotive product remanufacture: an industry-based research of 2196 engines. Journal of Remanufacturing, 5(1).

http://doi.org/10.1186/s13243-015-0017-4

36

Robotis, A., Boyaci, T., & Verter, V. (2012). Investing in reusability of products of uncertain remanufacturing cost: The role of inspection capabilities. International Journal of Production Economics, 140(1), 385–395.

http://doi.org/10.1016/j.ijpe.2012.04.017

Shah, P. (2005). Optimizing Usage of Recycled Material in a Remanufacturing Environment. The State University of New York.

Steeneck, D. W., & Sarin, S. C. (2018). Product design for leased products under remanufacturing. International Journal of Production Economics, 202, 132–144.

http://doi.org/10.1016/j.ijpe.2018.04.025

Taguchi, G., Chowdury, S., & Yuin Wu. (2005). Taguchi’s Quality Engineering Handbook. Hoboken, New Jersey.

Teunter, R. H., & Flapper, S. D. P. (2011). Optimal core acquisition and remanufacturing policies under uncertain core quality fractions. European Journal of Operational Research, 210(2), 241–248. http://doi.org/10.1016/j.ejor.2010.06.015

Wang, W., Mo, D. Y., Wang, Y., & Tseng, M. M. (2016). Assessing the cost structure of component reuse in a product family for remanufacturing. Journal of Intelligent Manufacturing, 1–13. http://doi.org/10.1007/s10845-016-1267-1

Wei, S., Tang, O., & Sundin, E. (2015). Core (product) Acquisition Management for remanufacturing: a review. Journal of Remanufacturing, 5(1).

http://doi.org/10.1186/s13243-015-0014-7

Wilson, D. C., Rodic, L., Modak, P., Soos, R., Carpintero, A., Velis, K., ... & Simonett, O.

(2015). Global Waste Management Outlook (David C. W). UNEP.

Yalabik, B., Chhajed, D., & Petruzzi, N. C. (2014). Product and sales contract design in remanufacturing. International Journal of Production Economics, 154, 299–312.

http://doi.org/10.1016/j.ijpe.2013.09.008

Zhao, Y., Pandey, V., Kim, H., & Thurston, D. (2010). Varying Lifecycle Lengths Within a Product Take-Back Portfolio. Journal of Mechanical Design, 132(9), 091012.

Zhao, Y., Pandey, V., Kim, H., & Thurston, D. (2010). Varying Lifecycle Lengths Within a Product Take-Back Portfolio. Journal of Mechanical Design, 132(9), 091012.

Dokumen terkait