• Tidak ada hasil yang ditemukan

Latar Belakang Berdirinya Pemandian Alam Air Soda

BAB II DESKRIPSI PEMANDIAN ALAM AIR SODA DI DESA PARBUBU I

2.4 Latar Belakang Berdirinya Pemandian Alam Air Soda

Setelah Minar Sihite tinggal di desa Parbubu I pada tahun 1973, suatu hari beliau berjalan sendiri menembus hutan yang terkenal cukup angker di Desa Parbubu I, tanpa sengaja dia menemukan sebuah sumber mata air lalu mencicipinya dengan rasa dan aroma yang mirip seperti soda dimana warna mata airnya kemerahan.

Kemudian beliau berdoa untuk merawat ciptaan Tuhan yang ditemukanya menjadi mata pencaharianya, setelah berdoa Minar sihite membuat tujuh kepal kue yang terbuat dari beras atau biasa disebut pohul-pohul oleh masyarakat Toba di atas daun pisang sebagai tanda penghormatan kepada leluhur. Minar Sihite kemudian bersama keluarganya melakukan pengerukan pertama, hal ini dikarenakan sumber mata air soda masih tertutupi semak belukar dan bebatuan. Pada pengerukan tersebut berhasil mengangkat batu-batuan yang menutupi sumber mata air soda sebanyak dua truk dan melakukan pembersihan di sekitar lokasi mata air. Mereka kemudian membuat

semacam kolam kecil untuk menampung mata air soda tersebut, namun belum dibuka untuk umum.13.

Selanjutnya Minar Sihite sebagai pengelola air soda mulai membuka kolam pemandian tersebut untuk umum pada tahun 1976. Sebelum dibuka untuk umum pada awalnya masyarakat setempat memanfaatkanya sebagai tempat mandi setelah pulang dari sawah maupun dari ladang-ladang sekedar untuk melepas lelah dan juga dimanfaatkan oleh ibu-ibu penenun Ulos sebagai campuran untuk mendapatkan benang tenun warna hitam.14

2.5 Kepemilikan Lahan Pemandian Alam Air Soda

Status kepemilikan tanah merupakan bagian penting dalam pengembangan sebuah usaha, apakah bersifat sewa ataupun kepemilikan penuh. Seringkali terjadi konflik apabila menyangkut persoalan kepemilikan tanah. Demikian pula halnya dengan Pemandian Alam Air Soda yang mana status kepemilikan tanah yang menjadi lokasi air soda merupakan tanah warisan secara turun temurun dari keluarga Op Ridoi Lumban Tobing (keluarga Minar Sihite) yang dikelola secara kekeluargaan dan bergantian oleh anak-anak dari keturunan Op.Ridoi Lumban Tobing. 15

13 Hasil wawancara dengan Minar Sihite, tanggal 07 April 2018.

14 Hasil wawancara dengan Parlindungan Siburian, tanggal 07 April 2018.

15 Hasil wawancara dengan Minar Sihite,07 April 2018.

2.6 Waktu Tempuh Ke Ibukota Kabupaten

Dilihat dari akses atau rute perjalananya, Air Soda ini terbilang terjangkau dan mudah untuk diakses jalan dan infrastrukturnya pun baik. Adapun lokasi kolam pemandian alam air soda tidak jauh dari pusat kota Tarutung yaitu kurang lebih 3 km.

Dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Pemandian ini bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum maupun becak, adapun tarif ongkos yang ditetapkan dari ibukota kabupaten menuju objek wisata Air Soda adalah sekitar Rp 5.000 untuk moda angkutan umum dan Rp 10.000 - Rp15.000 untuk moda becak motor.16

Suatu objek wisata mudah dijangkau tergantung dengan prasarana jalan yang tersedia. Jalan raya merupakan prasarana penghubung antara suatu daerah ke daerah lainya. Jalan raya menjadi salah satu fasilitas utama dalam mengembangkan suatu objek wisata. Dengan semakin baiknya akses untuk menuju objek wisata, wisatawan dapat melakukan perjalanan wisata dengan waktu yang lebih singkat dan lebih nyaman sehingga jangkaunyapun lebih luas serta akan semakin meningkatkan daya tawar suatu objek/daya tarik wisata. Selainitu wisatawan juga dapat melaksanakan kegiatan wisata dengan biaya yang lebih murah karena keadaan infrastruktur jalan memadai serta lancarnya transportasi.17

16 Hasil wawancara dengan Ridoi Lumbantobing, tanggal 07 April 2018

17 WardyantoBaiquni, Perencanaan Pengembangan Pariwisata, Bandung: Lubuk Agung, 2011.hlm 27.

Prasarana jalan menuju pemandian air soda Tarutung bisa dibilang cukup baik karena keseluruhan jalan sudah sepenuhnya beraspal sehingga wisatawan mudah untuk mengendarai kendaraanya menuju lokasi. Sebelum pemandian air soda dibuka untuk umum, akses jalan menuju Desa Parbubu I sudah ada dan sudah di aspal.

Ketersediaan transportasi juga menjadi pendukung jika berkunjung ke air soda karena trasnportasi menuju air soda cukup mudah diakses. Adapun jarak dari ibukota kabupaten menuju objek wisata air soda adalah sekitar 3 km dan jarak dari ibukota provinsi sekitar 280 km. Perjalanan menuju Desa Parbubu I dari Kota Medan dapat ditempuh melalui perjalanan darat baik menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi umum, selain itu juga dapat ditempuh melalui perjalanan udara melalui Bandara Kuala Namu menuju Bandara Silangit sekitar 1 jam perjalanan menuju ke Tarutung

2.7 Potensi Pemandian Alam Air Soda

Potensi adalah suatu kemampuan, kesanggupan, kekuatan ataupun daya yang mempunyai kemungkinan untuk bisa dikembangkan lagi menjadi bentuk yang lebih besar18. Sedangkan potensi wisata adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh daerah tujuan wisata, dan merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ketempat tersebut. Selain itu pengertian potensi wisata menurut Sukardi, adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh suatu daerah yang menjadi daya tarik wisatawan dan bergunan untuk mengembangkan industri pariwisata di daerah tersebut. Dari

18 http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-potensi/diakses tanggal 27 Juli 2018

pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa potensi wisata adalah sesuatu yang dimiliki oleh tempat wisata yang merupakan daya tarik bagi para wisatawan untuk berwisata dan digunakan untuk mengembangkan industri pariwisata di daerah tersebut.

Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata. Dalam kedudukanya yang sangat menentukan itu maka daya tarik wisata harus dirancang dan dibanngun/dikelola secara profesional sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang. Umumnya potensi objek wisata berdasar pada:

1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang, indah,dan nyaman.

2. Adanya aksesbilitas yang tinggi untuk dapat mengunjunginya.

3. Adanya ciri khusus/spesifikasi yang bersifat langka.

4. Adanya sarana/prasaran penunjang untuk melayani para wisatawan yang hadir.

5. Objek wisata alam mempunyai daya tarik tinggi karena keindahan alam pegunungan, sungai, pantai, pasir, hutan dan sebagainya.

6. Objek wisata budaya mempunyai daya tarik tinggi karena memiliki nilai khusus dalam bentuk atraksi kesenian, upacara-upacara adat, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam suatu objek buah karya manusia pada masa lampau.19

Objek dan daya tarik wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan. Tanpa adanya suatu daya tarik di suatu areal /atau daerah tertentu, kepariwisataan akan sulit untuk dikembangkan. Pariwisata biasanya akan dapat lebih berkembang atau dikembangkan, jika disuatu daerah terdapat lebih dari satu jenis objek dan daya tarik wisata. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam pengembangan suatu daya tarik wisata yang potensial harus dilakukan penelitian, inventarisasi, dan dievaluasi sebelum fasilitas wisata dikembangkan disuatu area tertentu. Hal ini penting agar pembangunan daya tarik wisata yang ada dapat sesuai dengan keinginan pasar potensial dan untuk menentukan pengembangan yang tepat dan sesuai.

Suatu daerah atau tempat hanya dapat menjadi tujuan wisata kalau kondisinya sedemikian rupa, sehingga ada yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata. Apa yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata itulah yang disebut modal atau sumber kepariwisataan (tourism resource). Modal kepariwsataan itu mengandung potensi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata, sedang aktraksi wisata itu sudah tentu harus komplementer dengan motif perjalanan wisata. Maka untuk menemukan potensi kepariwisataan disuatu daerah orang harus berpedoman kepada apa yang dicari wisatawan.

19 Gamal Swantoro, Dasar-dasar Pariwisata, Yogyakarta: Andi, 1997, hlm 19.

Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan ada tiga, yaitu: wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan manusia. Modal kepariwisataan itu dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata ditempat dimana modal wisata itu ditemukan yaitu diluar tempatnya yang asli, misalnya dijadikan kebun raya dilain tempat, atau kebun binatang, museum, dan sebagainya.20

Setiap daerah memiliki daya tarik wisatanya masing-masing, secara garis besar daya tarik wisata diklasifikasikan menjadi tiga klasifikasi yaitu sebagai berikut:

1. Potensi Wisata Alam

Potensi wisata alam bersumber dari kondisi alam yang ada termasuk juga kedekatan dengan alam sekitar atau lingkungan seperti wisata pantai, wisata bahari, wisata alam pegunungan, wisata daerah liar dan terpencil, wisata taman dan daerah konservasi. Sesuatu yang bersifat alami atas dasar fitur lingkungan alam, misalnya keadaan ekologi lingkungan, suasana alam pedesaan, suasana pegunungan, flora dan fauna langka.21

2. Potensi Wisata Kebudayaan

Potensi wisata budaya memiliki obyek yang bersumber dari kondisi sosial budaya masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan wisata kebudayan adalah berupa hasil cipta, rasa, dan karsa manusia baik berupa adat istiadat masyarakat , kerajinan

20 R.G. Soekadijo, Anatomi Pariwisata, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996, hlm 50.

21 WardyantoBaiquni, Op.Cit.20.

tangan, kesenian, peninggalan sejarah berupa bangunan museum, candi, monumen, dan bangunan bersejarah lainnya serta acara tradisional masyarakat.

3. Potensi Wisata Buatan Manusia

Potensi wisata buatan manusia ini merupakan daya tarik yang mengembangkan sesuatu yang bersumber dari buatan manusia, atau termasuk sebagai daya tarik khusus seperti: Taman Hiburan Rakyat, Festival-festival musik, Pelaksanaan ritual agama, kehidupan keseharian masyarakat. Hal yang demikian dinamakan kegiatan wisata.

Pemandian Alam Air Soda Tarutung yang tepatnya berada dibawah lereng Gunung Martimbang dapat dikategorikan kedalam potensi wisata alam yang spesifikasinya bersifat langka karena air soda tersebut merupakan hasil proses alam yang keluar dari perut bumi dan hanya dapat dijumpai di Kabupaten Tapanuli Utara.

Berbicara soal potensi objek wisata, air soda sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata bertaraf internasional karena keunikan dan kelangkaan pemandian air soda ini banyak wisatawan penasaran akan air soda ini. Selain objek wisatanya yang langka keadaan alam desa Parbubu I juga cukup asri dan sejuk dimana di desa tersebut terdapat hamparan sawah yang sangat luas dan dikelilingi Pegunungan Bukit Barisan, serta ketika mandi dikolam air soda pengunjung dapat serta memandang Lembah Silindung yang merupakan pemandangan alam yang cukup indah. Tidak hanya itu kebutuhan fasilitas yang kurang lengkap di sekitar air soda seperti penginapan, pasar untuk belanja, dan rumah makan yang cukup lengkap dapat

diperoleh dari ibukota kabupaten karena jaraknya yang cukup dekat dengan waktu tempuh sekitar 10 menit dari Desa Parbubu I ke Kecamatan Tarutung.22

2.7.1 Manfaat Air Soda.

Setiap objek wisata pastilah memiliki manfaat tersendiri bagi para pengunjungnya. Tentu saja para pengunjung yang datang ke objek wisata tersebut mengharapkan ada manfaat maupun kesan yang diperoleh setelah berkunjung ke objek wisata tersebut. Sama seperti objek wisata air soda yang memiliki banyak manfaat baik dari segi kesehatan maupun dari segi rekreasi.

Sensasi saat mandi di air soda tentu berbeda dengan pemandian pada umumnya.

Saat menyeburkan diri kedalam airnya, tubuh akan terasa ringan seperti berbusa.

Airnya juga tidak lengket saat tersentuh dengan kulit, terasa sedikit asin dan badan seolah berasa halus dan ringan, cipratan airnya akan membuat mata sedikit perih dan aroma mirip minuman berkarbonasi ini terasa menusuk hidung, sehingga air soda merupakan pemandian alam yang cukup unik.

Tidak hanya unik air soda juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan antara lainya adalah menyegarkan tubuh, menghaluskan kulit, menyembuhkan gatal-gatal dibadan. Menurut hasil uji dokter di Bandung dan Yogyakarta, air soda ini berkhasiat juga untuk membantu penyembuhan pengapuran tulang, rematik, hingga

22 Hasil wawancara dengan Tulus Hutapea, tanggal 06 April 2018.

asam urat.23 Sehingga masyarakat lokal pun sangat rajin mandi di air soda dikarenakan manfaat kesehatan yang langsung dirasakan oleh penduduk setempat.

Selain manafaat untuk kesehatan air soda dahulu dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mewarnai ulos tenun khusus benang berwarna hitam dengan cara pintalan benang tersebut setelah di campur dengan beberapa bahan yang terbuat dari tumbuhan kemudian direndam dengan campuran air soda beberapa malam, lalu dibilas kembali kemudian dijemur hingga diperoleh benang berwana hitam.24

2.7.2. Kondisi Pemandian Alam Air Soda

Kondisi suatu objek wisata sangat berpengaruh terhadap minat wiasatawan untuk mengunjunginya selain keunikan suatu objek wisata yang menjadi daya tarik wisatawan maka yang berikutnya adalah bagaimana kondisi objek wisata yang akan dikunjungi begitu juga dengan Objek Wisata Air Soda. Kondisi Air Soda masih jauh dari kata memuaskan dibandingkan dengan objek wisata lainya. Tetapi melihat dari potensi Air Soda ini yang tergolong langka dan sangat jarang dijumpai, air soda tersebut sangat layak untuk dikembangkan. Keadaan air soda ini memang bisa dikatakan kurang terawat, dan fasilitasnya masih sederhana, hanya saja perlu dilakukan pembenahan terhadap objek wisata Air Soda secara terencana dan terstruktur. Adapun pembenahan-pembenahan yang perlu dilakukakan untuk mengembangkan air soda adalah salah satunya dengan meningkatkan kebersihan, keamanan, pelayanan dan pengelolaan Air Soda itu sendiri serta keramahtamahan

23 Hasil wawancara dengan Minar Sihite, tanggal 06 April 2018.

24 Hasil wawancara dengan Parlindungan Siburian, tanggal 06 April 2018.

masyarakat lokal dalam menyambut wisatawan yang berkunjung ke Desa Parbubu I.

Hal lainya yang perlu dibenahi adalah meningkatan fasilitas-fasilitas dan sarana pendukung air soda agar menjadi objek wisata memiliki nilai dan kualitas dimata wisatawan.25

2.8 Animo Pengunjung

Tingkat keberhasilan sebuah objek wisata dapat dilihat dari seberapa besar animo pengunjung untuk berkunjung ke lokasi wisata tersebut, dapat dikatakan berhasil apabila para wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut merasa puas dan senang dengan fasilitas-fasilitas yang ada di lokasi wisata yang dikunjungi.

Wisatawan berpendapat bahwa objek wisata air soda cukup asri dan nyaman, karena lokasinya tepat berada dipertengahan sawah serta dikelilingi bukit barisan, lebih tepatnya berada di lembah atau rura silindung.

Meskipun fasilitas-fasilitas yang ditawarkan di lokasi pemandian air soda masih sangat sederhana dan jauh dari kata kelas berbintang akan tetapi minat pengunjung cukup tinggi untuk berkunjung ke air soda sekedar untuk merasakan sensasi mandi di air yang hanya ada satu-satunya di Kabupaten Tapanuli Utara tersebut. Mereka rela datang dari luar daerah Tapanuli Utara bahkan dari luar Provinsi Sumatera Utara hanya untuk merasakan sensasi mandi di air soda dan menikmati pemandangan persawahan yang menyejukkan mata. Hanya saja ada beberapa kesan negatif wisatawan terhadap fasilitas yang tersedia di objek wisata dimana kebersihan areal

25 Hasil wawancara dengan Ridoi Lumbantobing, tanggal 6 April 2018.

kolam air soda dan kamar mandi sangat kurang diperhatikan atau kurang terawat dan fasilitasnya masih sangat sederhana, wisatawan berharap sangat perlu dilakukan pembenahan fasilitas-fasilitas yang kurang agar objek wisata tersebut lebih berkembang lagi.

BAB III

PERKEMBANGAN PEMANDIAN ALAM AIR SODA DI DESA PARBUBU I KECAMATAN TARUTUNG 1973-2000

Dalam bab ini, penulis akan membahas bagaimana perkembangan objek wisata pemandian alam air soda mulai dari awal dibuka untuk umum, lokasi usaha objek wisata air soda, sarana/ prasarana pendukungnya serta ketersediaan angkutan umum dan berapa banyak jumlah pengunjung yang berkunjung ke air soda serta dari daerah-daerah mana saja.

3.1 Kolam Renang

Sebagai objek wisata pemandian alam, air soda tentu saja memiliki kolam renang. Kolam renang yang terdapat di air soda pada awalnya hanya berbentuk kolam sederhana yang terbuat dari susunan batu dan belum dapat digunakan untuk berenang seperti saat ini. Kolam pertama dibangun pada tahun 1973 setelah dilakukan pengerukan sumber mata air yang ditutupi oleh batu-batuan dan semak belukar adapun luas kolamnya sekitar 30m2.

Kolam pertama pada awalnya hanya difungsikan untuk menampung mata air soda dan belum dibuka untuk umum. Hingga pada tahun 1976 kolam pemandian air soda dibuka untuk umum sebagai tempat rekreasi pemandian. Namun pada tahun 1990 kolam air soda diperbaiki setelah terjadinya bencana longsor yang menimpa kota Tarutung dan menghancurkan sebagian besar kolam renang air soda yang

kemudian diperbaiki dengan menggunakan tembok dan semen. Hingga pada tahun 2000 semakin ramainya pengunjung diadakan perluasan kolam berukuran 40m2 Kolam yang terdapat di air soda hanya terdiri dari satu kolam,dengan kedalaman 1,6 m.26 Keterbatasan sumber mata air yang keluar dari dari perut bumi membuat kolam yang tersedia dalam objek wisata air soda hanya satu sehingga pengelola air soda tidak dapat menambah atau membuat kolam lain khusus untuk anak-anak maupun membuat sekat khusus untuk perempuan dan laki-laki. Sehingga jika mandi di air soda anak-anak maupun dewasa akan bercampur mandi. Namun meskipun demikian berdasarkan pengamatan di lapangan tidak mengahalangi keinginan pengunjung untuk segera merasakan sensasi mandi di air soda, bahkan bagi sebagian pengunjung rela antre agar bisa mandi dikolam air soda tersebut.

3.2 Rumah Makan

Ketersediaan rumah makan sebagai salah satu fasilitas pendukung dalam objek wisata memang cukup penting, hal ini dikarenakan tidak semua wisatawan yang datang berkunjung membawa perbekalannya masing-masing selama melakukan wisata. Sementara apabila berkunjung ke pemandian air soda hanya akan dijumpai rumah makan sederhana milik pengelola air soda yang hanya menyediakan menu-menu sederhana sebagai pengganjal perut sesudah berenang. Menu-menu-menu yang dijual di rumah makan Minar Sihite seperti minuman-minuman ringan dan makanan dengan masakan sederhana tidak seperti yang dijumpai di restoran. Harga yang dipatok oleh

26 Hasil wawancara dengan Minar Sihite,tanggal 08 April 2018.

pengelola juga sangat terjangkau. Rumah makan yang ada di air soda pada awalnya sangatlah sederhana, hanya untuk tempat singgah dan istrahat para pengunjung lokal setelah mandi di kolam. Dalam perkembanganya, air soda semakin ramai dikunjungi baik dari dalam maupun luar daerah, maka dilakukan perluasan rumah makan menjadi 2 lantai yaitu pada tahun 1985. Akan tetapi bencana gempa bumi dan tanah longsor yang menimpa Kota Tarutung pada 1990-an menghancurkan sebagian besar objek wisata air soda termasuk rumah makan tersebut.

Adapun rumah makan yang terdapat di pemandian air soda Tarutung dibangun dan dibuka bersamaan dengan pembukaan kolam pemandian air soda Tarutung.

Rumah makan yang tepat berada di pintu masuk menuju kolam pemandian air soda tersebut mengalami perbaikan setelah sebelumnya terkena bencana longsor yang sempat melanda Kota Tarutung pada tahun 1990. Rumah makan ini juga dikelola secara bersama oleh keluarga Minar Sihite secara bergantian.27

3.3 Kamar mandi

Kamar mandi yang terdapat di pemandian air soda dapat dikatakan kurang bersih yang berukuran 1,5 x 1,5 meter. Ada empat ruangan kamar mandi yang tersedia di air soda. Kamar mandi ini digunakan oleh para pengunjung untuk mengganti pakaian ataupun membilas badan setelah selesai berenang. Kamar mandi beton ini dibangun mulai tahun 1990. Dan fasilitas kamar mandi yang tersedia dalam objek wisata air soda masih tergolong sederhana. Pada awal pembangunan air soda

27Hasil wawancara dengan Parlindungan Siburian, tanggal 06 April 2018.

belum ada kamar mandi yang tersedia hingga pada tahun 1985 dibangun satu ruangan kamar mandi sederhana yang terbuat dari papan. Kondisi pengunjung yang semakin ramai mendorong pengelola air soda untuk membangun 4 kamar mandi lagi sekitar tahun 1990 an akhir agar para pengunjung dapat merasa nyaman tanpa perlu berdesak-desakan untuk menggunakan kamar mandi.

3.4 Areal Parkir

Pemandian alam air soda juga menyediakan lahan parkir yang cukup luas untuk para pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda motor ataupun mobil. Untuk tarif parkir per sepeda motor Rp 2.000 dan untuk mobil Rp 3.000. Apabila musim libur tiba areal parkir biasanya akan membludak hingga ke pintu gerbang masuk Desa Parbubu I dan memenuhi halaman rumah warga-warga sekitar. Areal parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang datang berkunjung pada awalnya hanya terbatas disekitar areal objek wisata saja. Kapasitas tampung areal parkir tersebut hanya mampu menampung sekitar 10 kendaraan roda 4 dan sekitar 30 kendaraan roda dua saja. Hingga pada tahun 2000 kondisi pengunjung yang semakin ramai dan perkembangan moda transportasi yang semakin pesat mengakibatkan areal parkir semakin luas hingga ke lokasi pemukiman para warga yang tinggal di sekitar objek wisata. Kondisi paling ramai yaitu pada saat akhir pekan, hari libur sekolah dan hari libur kantor. Kendaraan para pengunjung akan

ramai berbaris rapi di sekitar halaman rumah para warga. Kondisi tersebut menambah penghasilan para warga meskipun sifatnya hanya musiman saja.28

3.5 Ketersediaan Transportasi

Fasilitas transportasi meliputi infrastruktur jalan yang dilalui oleh wisatawan dari tempat tinggalnya untuk menuju objek wisata yang akan dituju. Fasilitas transportasi juga mencakup alat/sarana trasnportasi yang dipakai oleh wisatawan pada saat mengunjungi objek wisata disuatu daerah Tujuan wisata. Fasilitas yang dimaksud adalah terminal, arae parkir, bandara, pesawat, mobil, kendaraan bermotor dan lainnya.29 Umumnya para wisatawan yang berkunjung di objek wisata air soda menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan kendaraan bermotor tetapi ada juga yang menggunakan transportasi umum. Jika ingin berkunjung ke Tarutung lokasi air soda dan sekitarnya. Wisatawan dapat berkendara menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Bandara Silangit, atau 2,5 jam dari Sibolga, Tapanuli Tengah dan jika

Fasilitas transportasi meliputi infrastruktur jalan yang dilalui oleh wisatawan dari tempat tinggalnya untuk menuju objek wisata yang akan dituju. Fasilitas transportasi juga mencakup alat/sarana trasnportasi yang dipakai oleh wisatawan pada saat mengunjungi objek wisata disuatu daerah Tujuan wisata. Fasilitas yang dimaksud adalah terminal, arae parkir, bandara, pesawat, mobil, kendaraan bermotor dan lainnya.29 Umumnya para wisatawan yang berkunjung di objek wisata air soda menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan kendaraan bermotor tetapi ada juga yang menggunakan transportasi umum. Jika ingin berkunjung ke Tarutung lokasi air soda dan sekitarnya. Wisatawan dapat berkendara menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Bandara Silangit, atau 2,5 jam dari Sibolga, Tapanuli Tengah dan jika