• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan penyaluran bantuan sosial PKH Non Tunai serta mewujudkan prinsip 4T (Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Administrasi) dan mendorong keuangan inklusif/keuangan digital, Presiden Republik Indonesia (RI) memberikan arahan agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai. Melalui penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai melalui sistem perbankan, diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial sehingga mudah dipantau dan dievaluasi dalam rangka mengurangi penyalahgunaan kewenangan.

Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disusun Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai bagi para pihak penyelenggara kegiatan sebagai arahan, acuan, dan tuntunan dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai. Petunjuk teknis ini mencakup pelaksanaan kegiatan persiapan, pembukaan rekening kolektif (burekol), sosialisasi dan edukasi, serta pencairan dan pemanfaatan Bantuan Sosial PKH Non Tunai.

Petunjuk teknis ini dimaksudkan untuk dapat digunakan oleh seluruh elemen pelaksana program terkait, yaitu: Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Penyalur, e-warong sebagai agen penyalur bantuan sosial non tunai dan pihak terkait lainnya. Petunjuk teknis ini juga mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114/PMK.05/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 185/PMK.02/2020 tentang Pengelolaan Anggaran dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan.

2

B. Tujuan

Petunjuk Teknis Bantuan Sosial PKH Non Tunai ini ditujukan bagi pelaksana PKH di tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota khususnya Perbankan serta pemangku kepentingan terkait yang bertujuan untuk:

1. Memberikan informasi, edukasi dan pemahaman tentang kebijakan dan mekanisme pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;

2. Menerapkan mekanisme pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan PKH;

3. Sebagai panduan terhadap penyelesaian permasalahan dan kendala atas pelaksanaan PKH;

4. Menyajikan format monitoring dan pelaporan yang standar baik secara manual mapun secara otomatis dalam pelaksanaan PKH.

C. Manfaat

Manfaat Petunjuk Teknis Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:

1. Sebagai acuan dalam menyelaraskan pelaksanaan kebijakan dan mekanisme penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;

2. Memberikan arahan terhadap pelaksanaan PKH sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak terkait;

3. Meningkatkan efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.

D. Prinsip Umum

Prinsip Umum Petunjuk Teknis Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:

1. Mudah dipahami dan dapat digunakan oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah dan Bank Penyalur untuk melaksanakan tanggung jawab berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak;

2. Memberikan arahan kepada K/L pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah dan Bank Penyalur dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;

3. Mendorong keselarasan prosedur antar K/L pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah dan Bank Penyalur dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai .

3

BAB II

PENYALURAN BANTUAN SOSIAL PKH NON TUNAI A. Kebijakan Program Keluarga Harapan

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2017

tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial merupakan implementasi program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar.

Penyaluran bantuan sosial secara non tunai dilaksanakan terhadap bantuan sosial yang diberikan dalam bentuk uang berdasarkan penetapan Pemberi Bantuan Sosial. Adapun mekanisme penyaluran bantuan sosial dilaksanakan oleh Pemberi Bantuan Sosial melalui Bank Penyalur ke rekening atas nama Penerima Bantuan Sosial. Yang dimaksud dengan rekening atas nama penerima bantuan sosial adalah rekening yang mencakup seluruh program bantuan sosial yang diterima oleh penerima bantuan sosial dan dapat dibedakan penggunaannya untuk masing-masing program bantuan sosial. Rekening tersebut memiliki fitur uang elektronik dan tabungan (basic saving account) yang dapat diakses melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dalam hal penerima bantuan sosial telah memiliki rekening sebagai penerima program bantuan sosial.

2. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018

Program Keluarga Harapan ditetapkan untuk mendukung pelaksanaan penyaluran program perlindungan sosial yang terencana, terarah, dan berkelanjutan dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bantuan sosial bersyarat yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan.

Penyaluran bantuan sosial PKH sebagai salah satu upaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan dengan mendukung perbaikan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial guna meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin dan rentan. Bantuan Sosial PKH Non Tunai diberikan dalam bentuk uang kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial yang telah ditetapkan sebagai peserta PKH/Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

3. Tujuan Program Keluarga Harapan sebagai berikut:

a. Meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat melalui akses layanan pendidikan, layanan kesehatan dan layanan kesejahteraan sosial;

4

b. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan sosial;

c. Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM dalam mengkases layanan pendidikan, kesehatan serta kesejahteraan sosial;

d. Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan;

e. Memanfaatkan produk dan jasa keuangan inklusif/keuangan digital secara formal kepada KPM.

4. Sasaran Penerima Manfaat PKH dan lokasi wilayah PKH.

Sasaran PKH Akses merupakan keluarga miskin dan rentan sosial yang terdaftar dalam DTKS/ID Semesta yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial yang telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan berada di wilayah PKH Akses sebagai berikut:

a. Wilayah pesisir, pulau-pulau kecil dan pulau-pulau terdepan/terluar;

b. Daerah tertinggal/terpencil, geografis sulit dan cuaca ekstrim c. Wilayah perbatasan antar negara.

5. Kriteria Penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai

komponen penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:

a.

Kriteria komponen kesehatan meliputi:

1) Ibu hamil/menyusui; dan

2) Anak berusia 0 sampai dengan 6 tahun (anak usia dini).

b.

Kriteria komponen pendidikan meliputi:

1) Anak Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sederajat;

2) Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau sederajat;

3) Anak Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat; dan

4) Anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 (dua belas) tahun

c.

Kriteria komponen kesejahteraan sosial meliputi:

1) Lanjut usia mulai dari 60 (enam puluh) tahun dalam keluarga PKH;

2) Penyandang disabilitas berat dalam keluarga PKH.

6. Definisi

Dalam penyusunan Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai mengacu kepada Peraturan Perundangan dan ketentuan yang

5

berlaku dalam pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:

a. Bantuan Sosial PKH Non Tunai adalah bantuan sosial berupa uang kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan sosial yang telah ditetapkan sebagai peserta PKH/KPM.

b. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan, dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.

c. Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation yang selanjutnya disingkat SIKS-NG adalah sistem informasi yang mendukung proses pengelolaan data terpadu kesejahteraan sosial.

d. Risiko Sosial adalah kejadian atau peristiwa yang dapat menimbulkan potensi terjadinya kerentanan sosial yang ditanggung oleh seseorang, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat sebagai dampak krisis sosial, krisis ekonomi, krisis politik, fenomena alam, dan bencana yang jika tidak diberikan Bantuan Sosial akan semakin terpuruk dan tidak dapat hidup dalam kondisi wajar.

e. Pemberi Bantuan Sosial adalah Satuan Kerja pada Kementerian/Lembaga pada Pemerintah Pusat dan/atau Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Pemerintah Daerah yang tugas dan fungsinya melaksanakan program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar.

f. Penerima Bantuan Sosial adalah seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan sosial.

g. Bank Penyalur adalah bank sebagai mitra kerja tempat dibukanya rekening atas nama Pemberi Bantuan Sosial untuk menampung dana belanja Bantuan Sosial (RPL) yang akan disalurkan kepada rekening Keluarga Penerima Manfaat/penerima Bantuan Sosial PKH.

h. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) adalah instrumen pembayaran yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan yang dapat digunakan sebagai media penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.

i. Elektronik Warung Gotong Royong yang selanjutnya disebut e-warong adalah agen bank, pedagang dan/atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur dan ditentukan sebagai tempat penarikan/pembelian Bantuan Sosial oleh Penerima Bantuan Sosial.

6

j. Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disingkat PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

k. PKH Akses adalah program pemberian bantuan sosial PKH di wilayah sulit dijangkau baik secara geografis, cuaca ekstrim, ketersediaan infrastruktur, maupun sumber daya manusia dengan pengkondisian secara khusus.

l. Keluarga Penerima Pelayanan yang selanjutnya disebut Keluarga Penerima Manfaat adalah keluarga penerima bantuan sosial PKH yang telah memenuhi syarat dan ditetapkan dalam keputusan.

m. Transaksi adalah aktivitas perbankan secara finansial dan non-finansial yaitu kegiatan yang menimbulkan perubahan terhadap suatu posisi saldo keuangan dan/atau pencatatan lainnya dan tidak terbatas pada aktivitas cek saldo dan aktivasi Kartu Keluarga Sejahtera.

n. Ahli Waris adalah anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga dari KPM PKH yang meninggal dunia yang dibuktikan dengan surat keterangan ahli waris dari desa/kelurahan/kecamatan setempat.

o. Pengurus Pengganti adalah anggota keluarga sebagai pengganti KPM PKH yang meninggal dunia, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdiri dari ayah dan anak yang cakap secara hukum yang tercatat dalam dokumen Kartu Keluarga (KK).

p. Masa Penyaluran adalah jangka waktu pemindahbukuan dana Bantuan Sosial PKH dari Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) pada Bank Penyalur kepada rekening KPM PKH paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dana ditransfer dari Kas Negara ke RPL di Bank Penyalur.

q. Masa Pelaporan adalah jangka waktu Bank Penyalur melaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai pemberi Bantuan Sosial dalam hal rekening KPM PKH tidak transaksi dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak berakhirnya masa penyaluran.

r. Graduasi alami adalah KPM PKH yang sudah tidak memiliki komponen sebagai syarat kriteria kepesertaan PKH.

s. Graduasi sejahtera adalah KPM PKH yang sudah mampu baik sosial ekonomi dan/atau sudah mempunyai usaha.

7

t. Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah setiap warga negara Indonesia yang sedang bekerja di luar wilayah Republik Indonesia (Luar Negeri).

u. Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas, berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

v. Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

w. Aplikasi OM-SPAN adalah Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara yang selanjutnya disebut Aplikasi OM-SPAN adalah Aplikasi yang digunakan dalam rangka memonitor transaksi dalam SPAN dan menyajikan infomasi sesuai kebutuhan yang hak aksesnya diberikan kepada Kementerian Sosial dan Himbara melalui jaringan berbasis web.

x. Rekonsiliasi administrasi merupakan pencocokan data SP2D yang ada pada Direktorat Jaminan Sosial Keluarga dengan Data Penyaluran yang ada pada Bank Penyalur.

y. Rekonsiliasi Penyaluran adalah kegiatan pengecekan data penyaluran oleh SDM PKH terhadap KPM PKH yang telah menerima bantuan. Pada saat pengecekan data penyaluran Bantuan Sosial PKH kepada KPM, SDM PKH memberikan informasi sudah cair/dimanfaatkan atau belum melakukan pencairan/belum memanfaatkan. SDM PKH memberikan informasi alasan KPM tidak melakukan pencairan bantuan. Ada 6 (enam) kode alasan sebagai berikut:

1) Belum menerima Butab atau KKS.

2) Butab/KKS Rusak/Hilang/tertelan mesin ATM.

3) Kondisi geografis yang sulit.

4) Kondisi cuaca ekstrim.

5) KKS diblokir/terblokir.

6) KKS dan Butab salah distribusi wilayah.

B. Alur Kerja Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.

Alur kerja penyaluran bantuan sosial PKH Non Tunai sesuai tugas dan fungsinya dilaksanakan oleh Bidang Bantuan Sosial bersama dengan Bidang terkait lainnya termasuk Bidang Validasi dan Terminasi, Bidang Kepesertaan, dan Bidang Sumber Daya. Bidang Validasi dan Terminasi untuk memastikan

8

data BNBA hasil validasi, Bidang Kepesertaan melakukan pemutakhiran dan verifikasi dari daerah dan dapat diinput melalui aplikasi SIKS-NG. Selanjutnya diusulkan untuk ditetapkan dalam surat keputusan sebagai penerima bantuan. Bidang Bantuan Sosial mengajukan bantuan sosial sesuai dengan SK penetapan KPM penerima bantuan oleh Direktur Jaminan Sosial Keluarga selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Bidang Sumber Daya memastikan SDM PKH melakukan tugas dan fungsinya.

C. Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.

Mekanisme penyaluran bantuan sosial PKH non tunai meliputi:

1. Pembukaan Rekening Kolektif (Burekol) untuk KPM PKH;

2. Sosialisasi dan edukasi penyaluran bantuan sosial;

3. Distribusi KKS dan Butab oleh Himbara dan BSI berkoordinasi dengan Dinsos Kab/Kota;

4. Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D);

5. Penerbitan Surat Perintah Pemindahbukuan dari RPL ke rekening KPM;

6. Pencairan dan pemanfaatan Dana Bantuan Sosial PKH;

7. Rekonsiliasi penyaluran Bantuan Sosial PKH setiap tahap;

8. Pemantauan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;

Mekanisme alur penyaluran sebagai berikut :

9

1. Pembukaan

Rekening KPM 2. Sosialisasi dan Edukasi

3. Distribusi KKS dan Butab

4. Penyaluran Bantuan Sosial PKH

5. Penarikan dan Pemanfaatan Dana Bansos PKH

6. Rekonsiliasi Hasil Penyaluran Account Opening) 2. Cetak (perso)

Kartu

3. Produksi PIN 4. Laporan hasil

proses Bulk Account Opening

1. Sosialisasi dan Edukasi

Bansos non tunai kepada Pemda dan SDM PKH 2. Sosialisasi dan

Edukasi dari KC kepada KPM

berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kab/Kota.

3. Berita Acara serah terima KKS dan Butab

kepada KPM.

4. Penandatanganan Aplikasi rekening dan data pribadi.

1. Pengecekan rekening dengan data yang akan diajukan

bantuannya 2. Pengajuan dana

Ke KPPN

3. Pembuatan Surat Perintah

pemindahbukuan /Standing

Instruction (SI) ke Bank Penyalur Pusat

4. Pelaksanaan pemindahbukuan /Standing

Instruction (SI) 5. Laporan hasil

pemindahbukuan yang gagal dan sukses transfer sebagaimana dimaksud poin no.2

1. Dinas Sosial dan bank penyalur 2. Penarikan Dana

oleh KPM 3. Pelaporan KPM

yang transaksi

dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kot a, Provinsi, dan tingkat pusat berkoordinasi dengan Bank Penyalur 3. Berita Acara

hasil

rekonsiliasi Kab/Kota dan Provinsi

1. Laporan periodik realisasi bansos

10

Gambar 1. Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai 5. Full aktivasi

6. Laporan hasil penerimaan aplikasi pembukaan rekening

10

P

enjelasan mekanisme proses dalam penyaluran bantuan sosial PKH

non tunai.

1.

Pembukaan Rekening KPM PKH

NO KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/

PELAKSANA

diserahkan ke Bank Penyalur dalam bentuk BAST

a. Kemensos menyampaikan data BNBA KPM PKH yang telah dilakukan cleansing kepada Bank Penyalur dilengkapi BAST.

b. Bank Penyalur melakukan pengecekan atas data BNBA KPM PKH yang telah diterima dari Kemensos

c. Bank Penyalur melakukan pembukaan rekening kolektif secara terpusat, selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak tanggal BAST dan data BNBA PKH diterima. dilakukan secara terpusat oleh masing-masing Bank Penyalur sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Pencetakan KKS dan Butab didasarkan data BNBA dari Kemensos sesuai BAST.

- Direktorat ketentuan yang berlaku.

- Direktorat

Jamsoskel-Bidang Kepesertaan) - Bank Penyalur 4. Laporan hasil

proses Burekol

Bank menyampaikan data hasil Burekol kepada Kemensos selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak nomor rekening terbentuk terdiri dari rekening yang:

1) Berhasil dibuka

2) Tidak berhasil dibuka disertai

11

2. Sosialisasi dan Edukasi Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai

NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB

/ PELAKSANA 1. Menyelenggarakan

Sosialisasi dan Edukasi Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai

a. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Kemensos dan Bank Penyalur kepada Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/

Kota)

b. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Provinsi, Kab/Kota) dan Cabang Bank Penyalur kepada pelaksana PKH di daerah terdiri dari; SDM PKH, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kelurahan/Desa.

c. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Bank Penyalur kepada Agen Bank.

d. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh bank penyalur kepada KPM pada saat distribusi KKS.

e. Bentuk Sosialisasi dan edukasi dilakukan sebagai berikut:

- Pertemuan/rapat koordinasi, lokakarya, FGD dan diskusi;

- Komunikasi tatap muka/

kelompok;

- Media cetak (poster, leatplate, selebaran, kalender dan surat kabar);

- Media elektronik (Radio dan TV);

- Media Sosial (website, facebook, e-mail, twitter, whatsapp).

- Direktorat - Dinas Sosial Provinsi - Dinas Sosial

Kabupaten/ Kota

f. Kegiatan sosialisasi dan edukasi mencakup antara lain :

- Kebijakan Bisnis Proses PKH - Produk dan mekanisme

penggunaan/penarikan

rekening Bantuan Sosial PKH Non Tunai termasuk jenis tabungan/kartu, maksimal transaksi, aktivasi, penggantian PIN.

- KKS hilang, tertelan mesin ATM, dan pergantian pengurus (KPM meninggal dunia, menjadi Pekerja Migran Indonesia, kasus hukum, orang dengan gangguan jiwa dan cerai).

− Direktorat

Jamsoskel –(Bidang Bansos)

− Bank Indonesia

− Otoritas Jasa Keuangan

− Dinas Sosial Provinsi

− Dinas Sosial Kabupaten/ Kota

− Bank Penyalur

12

NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB

/ PELAKSANA - Tata cara penyampaian

pengaduan yang ditetapkan oleh Pemberi Bantuan Sosial.

- Komplementaritas program lainnya (khususnya BPNT/

Program Sembako).

g. Informasi tambahan yang perlu diberikan kepada Agen Bank antara lain:

- Informasi tentang pemberian kode produk untuk masing-masing jenis/tahapan bantuan sosial.

h. Penandatanganan aplikasi pembukaan rekening oleh KPM dapat dilakukan bersamaan dengan penyerahan KKS dan PIN . i. Sosialisasi dan edukasi sebagaimana tersebut diatas disampaikan kepada KPM baru, sedangkan bagi KPM regular sosialisasi dan edukasi terus menerus dilakukan melalui kegiatan P2K2/FDS.

3. Distribusi KKS dan Butab kepada KPM

NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/

PELAKSANA 1.

1.

Mempersiapkan distribusi KKS, Buku Tabungan, PIN oleh Bank Penyalur

a. Kegiatan distribusi KKS, Buku Tabungan dan PIN dilaksanakan setelah dan atau saat kegiatan sosialisasi dan edukasi.

b. Pengelolaan KKS, Buku Tabungan dan PIN agar memperhatikan aspek ketelitian dan kehati-hatian.

Distribusi KKS, Buku Tabungan dan PIN kepada KPM PKH

a. Bank Penyalur berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam melakukan distribusi KKS, Buku Tabungan dan PIN kepada KPM PKH.

b. Bank Penyalur menyerahkan formulir pembukaan rekening KPM kepada Dinsos Kabupaten/

Kota untuk selanjutnya dapat diteruskan kepada KPM dibantu SDM PKH untuk dilengkapi

- Dinas Sosial Kabupaten/ Kota - Bank Penyalur

13

NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/

PELAKSANA dengan dokumen yang menjadi

syarat pembukaan rekening.

c.Bank Penyalur bersama Dinas Sosial Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan syarat atas ketentuan pembukaan rekening :

1) Formulir pembukaan rekening ditandatangani atau diberikan cap jari oleh KPM di hadapan petugas bank penyalur.

2) e-KTP asli dan/atau KK dan/atau Surat Keterangan Domisili dan/atau Surat Keterangan Dinsos Kabupaten/Kota setempat yang menyatakan bahwa KPM tersebut adalah benar sebagai peserta PKH.

3) Dalam hal ditemukan perbedaan NIK antara yang dimiliki KPM dengan NIK yang tertera pada Bank Penyalur maka berkoordinasi dengan pemerintah desa/

kelurahan dan Dukcapil untuk mencocokan data administrasi kependudukan di wilayahnya, selanjutnya untuk dilakukan perbaikan data sesuai ketentuan.

4) KKS, Butab, dan PIN yang didistribusikan oleh Bank Penyalur adalah yang sudah masuk dana bansosnya.

- Dinas Sosial Kabupaten/Kota

- Bank Penyalur

d. Apabila proses pada poin c telah diselesaikan, maka Bank Penyalur menyerahkan KKS, Buku Tabungan dan PIN kepada KPM sesuai dengan nama yang tertera pada rekening dan selanjutnya melakukan penggesekan KKS sebagai aktivasi/transaksi pada waktu yang sama.

− Dinas Sosial Kabupaten/Kota

− Bank Penyalur

14

NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/

PELAKSANA e. Apabila data KPM tidak sesuai

maupun tidak lengkap antara nama pada KKS dan Buku Tabungan maka KKS, Buku Tabungan, PIN tidak diberikan dengan kondisi sbb:

1) Nama KPM tertulis berbeda siginifikan antara bukti kepemilikan rekening dengan dokumen pendukung asli KPM.

2) Data alamat tidak lengkap atau berbeda antara bukti kepemilikan rekening dengan dokumen pendukung asli KPM, kecuali bila alamat KPM masih dalam satu kelurahan/desa yang sama sudah diverifikasi dan ditandatangani oleh Lurah/Kepala Desa setempat pada formulir yang telah disediakan oleh Bank Penyalur.

3) KPM tidak membawa dokumen identitas atau dokumen pendukung asli lainnya sebagaimana butir c diatas maka KKS dan Butab tidak diserahkan.

f. KKS, Buku Tabungan, PIN sebagaimana butir c angka 3 (tiga) dapat diberikan apabila terdapat surat keterangan terkait hasil verifikasi dari Pemerintah Daerah setempat Kab/Kota, Kecamatan atau Lurah/Kepala Desa.

g. Dalam hal KPM tidak hadir karena kondisi sakit/ lumpuh/

Disabilitas berat maka:

1) Dinas Sosial Kabupaten/

Kota mengeluarkan surat keterangan bahwa benar yang bersangkutan sakit/

lumpuh/disabilitas berat.

2) Bank Penyalur

berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten/ Kota untuk mendistribusikan dan mentransaksikan

− Dinas Sosial

Kabupaten/Kota

− Bank Penyalur

15

NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/

PELAKSANA bansos PKH kepada KPM

PELAKSANA bansos PKH kepada KPM

Dokumen terkait