i
DAFTAR ISI
Daftar Isi ……….. i
Kata Pengantar ……….. iii
BAB I Pendahuluan……….. 1
A. Latar Belakang………. 1
B. Tujuan……… 2
C. Manfaat……….. 2
D. Prinsip Umum……….. 2
BAB II PENYALURAN BANTUAN SOSIAL PKH NON TUNAI ……….……. 3
A. Kebijakan Program Keluarga Harapan ………..…… 3
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2017………..….. 3
2. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018….….. 4
3. Tujuan Program Keluarga Harapan……….. 4
4. Sasaran Penerima Manfaat PKH dan lokasi wilayah PKH………..….. 4
5. Kriteria Penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai……….. 4
6. Definisi………..….. 4
B. Alur Kerja Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai……….. 7
C. Mekanisme Penyaluran Bansos……….….. 8
Penjelasan mekanisme proses dalam penyaluran bantuan sosial PKH non tunai……….……….…………. 10
1. Pembukaan Rekening KPM PKH……….. 10
2. Sosialisasi dan Edukasi Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai………..….. 11
3. Distribusi KKS dan Buku Tabungan Kepada KPM……….….. 12
4. Penyaluran Bansos PKH Non Tunai ……….. 26
5. Penarikan/Pencairan Dana Bantuan Sosial PKH……….. 30
6. Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Penyaluran Bansos PKH………….. 32
D. Pergantian Pengurus Eksisting dan Reguler……….….. 34
E. Mekanisme Serah Terima Data Pasca Penyaluran……….….. 34
BAB III INFORMASI DAN LAYANAN PENGADUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN…………..……….….. 36 A. Informasi Tentang Bantuan PKH………..….. 36
B. Layanan dan Pengaduan……….….. 38
C. Contact Center……….….. 40 Lampiran
ii
Lampiran 1. Alur Data dan Kegiatan Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH…..…… 41 Lampiran 2. Format Berita Acara Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH Non Tunai
Provinsi.. ……… 42
Lampiran 3. Format Berita Acara Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH Non Tunai
Kabupaten/Kota………..……… 45
iii
Kata Pengantar
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai Tahun 2022 tersusun dengan baik. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan program keuangan inklusif/keuangan digital di Indonesia, khususnya dalam rangka membangun sistem pembayaran
Government-to-People. Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Sosial RIselaku penanggungjawab pelaksana PKH, bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai Bank penyalur, untuk melaksanakan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Petunjuk Teknis ini disusun dan mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114/PMK.05/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 185/PMK.02/2020 tentang Pengelolaan Anggaran dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Petunjuk Teknis ini juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Sosial RI dengan Himbara dan BSI untuk pelaksanaan penyaluran bantuan sosial PKH non tunai melalui perbankan. Selanjutnya Petunjuk Teknis ini juga menjelaskan peran masing-masing pihak dalam penyaluran bantuan sosial PKH non tunai, mulai dari kebijakan, alur kerja, prinsip umum, teknis operasional dan siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program. Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman bersama antara Kementerian Sosial RI dengan Bank penyalur, baik di seluruh unit terkait di lingkungan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Akhir kata, Kementerian Sosial menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai. Semoga Petunjuk Teknis ini dapat mendukung suksesnya penyaluran bantuan sosial PKH non tunai.
Jakarta, 30 Maret 2022
1
BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan penyaluran bantuan sosial PKH Non Tunai serta mewujudkan prinsip 4T (Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Administrasi) dan mendorong keuangan inklusif/keuangan digital, Presiden Republik Indonesia (RI) memberikan arahan agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai. Melalui penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai melalui sistem perbankan, diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial sehingga mudah dipantau dan dievaluasi dalam rangka mengurangi penyalahgunaan kewenangan.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disusun Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai bagi para pihak penyelenggara kegiatan sebagai arahan, acuan, dan tuntunan dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai. Petunjuk teknis ini mencakup pelaksanaan kegiatan persiapan, pembukaan rekening kolektif (burekol), sosialisasi dan edukasi, serta pencairan dan pemanfaatan Bantuan Sosial PKH Non Tunai.
Petunjuk teknis ini dimaksudkan untuk dapat digunakan oleh seluruh elemen pelaksana program terkait, yaitu: Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Penyalur, e-warong sebagai agen penyalur bantuan sosial non tunai dan pihak terkait lainnya. Petunjuk teknis ini juga mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114/PMK.05/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.05/2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 185/PMK.02/2020 tentang Pengelolaan Anggaran dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan.
2
B. TujuanPetunjuk Teknis Bantuan Sosial PKH Non Tunai ini ditujukan bagi pelaksana PKH di tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota khususnya Perbankan serta pemangku kepentingan terkait yang bertujuan untuk:
1. Memberikan informasi, edukasi dan pemahaman tentang kebijakan dan mekanisme pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;
2. Menerapkan mekanisme pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan PKH;
3. Sebagai panduan terhadap penyelesaian permasalahan dan kendala atas pelaksanaan PKH;
4. Menyajikan format monitoring dan pelaporan yang standar baik secara manual mapun secara otomatis dalam pelaksanaan PKH.
C. Manfaat
Manfaat Petunjuk Teknis Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:
1. Sebagai acuan dalam menyelaraskan pelaksanaan kebijakan dan mekanisme penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;
2. Memberikan arahan terhadap pelaksanaan PKH sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak terkait;
3. Meningkatkan efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.
D. Prinsip Umum
Prinsip Umum Petunjuk Teknis Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:
1. Mudah dipahami dan dapat digunakan oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah dan Bank Penyalur untuk melaksanakan tanggung jawab berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak;
2. Memberikan arahan kepada K/L pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah dan Bank Penyalur dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;
3. Mendorong keselarasan prosedur antar K/L pemangku kepentingan terkait, Pemerintah Daerah dan Bank Penyalur dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai .
3
BAB IIPENYALURAN BANTUAN SOSIAL PKH NON TUNAI A. Kebijakan Program Keluarga Harapan
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2017
tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial merupakan implementasi program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar.
Penyaluran bantuan sosial secara non tunai dilaksanakan terhadap bantuan sosial yang diberikan dalam bentuk uang berdasarkan penetapan Pemberi Bantuan Sosial. Adapun mekanisme penyaluran bantuan sosial dilaksanakan oleh Pemberi Bantuan Sosial melalui Bank Penyalur ke rekening atas nama Penerima Bantuan Sosial. Yang dimaksud dengan rekening atas nama penerima bantuan sosial adalah rekening yang mencakup seluruh program bantuan sosial yang diterima oleh penerima bantuan sosial dan dapat dibedakan penggunaannya untuk masing- masing program bantuan sosial. Rekening tersebut memiliki fitur uang elektronik dan tabungan (basic saving account) yang dapat diakses melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dalam hal penerima bantuan sosial telah memiliki rekening sebagai penerima program bantuan sosial.
2. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018
Program Keluarga Harapan ditetapkan untuk mendukung pelaksanaan penyaluran program perlindungan sosial yang terencana, terarah, dan berkelanjutan dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bantuan sosial bersyarat yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan.
Penyaluran bantuan sosial PKH sebagai salah satu upaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan dengan mendukung perbaikan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial guna meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin dan rentan. Bantuan Sosial PKH Non Tunai diberikan dalam bentuk uang kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial yang telah ditetapkan sebagai peserta PKH/Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
3. Tujuan Program Keluarga Harapan sebagai berikut:
a. Meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat melalui akses layanan pendidikan, layanan kesehatan dan layanan kesejahteraan sosial;
4
b. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan sosial;
c. Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM dalam mengkases layanan pendidikan, kesehatan serta kesejahteraan sosial;
d. Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan;
e. Memanfaatkan produk dan jasa keuangan inklusif/keuangan digital secara formal kepada KPM.
4. Sasaran Penerima Manfaat PKH dan lokasi wilayah PKH.
Sasaran PKH Akses merupakan keluarga miskin dan rentan sosial yang terdaftar dalam DTKS/ID Semesta yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial yang telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan berada di wilayah PKH Akses sebagai berikut:
a. Wilayah pesisir, pulau-pulau kecil dan pulau-pulau terdepan/terluar;
b. Daerah tertinggal/terpencil, geografis sulit dan cuaca ekstrim c. Wilayah perbatasan antar negara.
5. Kriteria Penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai
komponen penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:
a.
Kriteria komponen kesehatan meliputi:1) Ibu hamil/menyusui; dan
2) Anak berusia 0 sampai dengan 6 tahun (anak usia dini).
b.
Kriteria komponen pendidikan meliputi:1) Anak Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sederajat;
2) Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau sederajat;
3) Anak Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat; dan
4) Anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 (dua belas) tahun
c.
Kriteria komponen kesejahteraan sosial meliputi:1) Lanjut usia mulai dari 60 (enam puluh) tahun dalam keluarga PKH;
2) Penyandang disabilitas berat dalam keluarga PKH.
6. Definisi
Dalam penyusunan Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai mengacu kepada Peraturan Perundangan dan ketentuan yang
5
berlaku dalam pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai sebagai berikut:
a. Bantuan Sosial PKH Non Tunai adalah bantuan sosial berupa uang kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan sosial yang telah ditetapkan sebagai peserta PKH/KPM.
b. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan, dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
c. Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation yang selanjutnya disingkat SIKS-NG adalah sistem informasi yang mendukung proses pengelolaan data terpadu kesejahteraan sosial.
d. Risiko Sosial adalah kejadian atau peristiwa yang dapat menimbulkan potensi terjadinya kerentanan sosial yang ditanggung oleh seseorang, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat sebagai dampak krisis sosial, krisis ekonomi, krisis politik, fenomena alam, dan bencana yang jika tidak diberikan Bantuan Sosial akan semakin terpuruk dan tidak dapat hidup dalam kondisi wajar.
e. Pemberi Bantuan Sosial adalah Satuan Kerja pada Kementerian/Lembaga pada Pemerintah Pusat dan/atau Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Pemerintah Daerah yang tugas dan fungsinya melaksanakan program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar.
f. Penerima Bantuan Sosial adalah seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat miskin, tidak mampu, dan/atau rentan sosial.
g. Bank Penyalur adalah bank sebagai mitra kerja tempat dibukanya rekening atas nama Pemberi Bantuan Sosial untuk menampung dana belanja Bantuan Sosial (RPL) yang akan disalurkan kepada rekening Keluarga Penerima Manfaat/penerima Bantuan Sosial PKH.
h. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) adalah instrumen pembayaran yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan yang dapat digunakan sebagai media penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.
i. Elektronik Warung Gotong Royong yang selanjutnya disebut e- warong adalah agen bank, pedagang dan/atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur dan ditentukan sebagai tempat penarikan/pembelian Bantuan Sosial oleh Penerima Bantuan Sosial.
6
j. Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disingkat PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.
k. PKH Akses adalah program pemberian bantuan sosial PKH di wilayah sulit dijangkau baik secara geografis, cuaca ekstrim, ketersediaan infrastruktur, maupun sumber daya manusia dengan pengkondisian secara khusus.
l. Keluarga Penerima Pelayanan yang selanjutnya disebut Keluarga Penerima Manfaat adalah keluarga penerima bantuan sosial PKH yang telah memenuhi syarat dan ditetapkan dalam keputusan.
m. Transaksi adalah aktivitas perbankan secara finansial dan non- finansial yaitu kegiatan yang menimbulkan perubahan terhadap suatu posisi saldo keuangan dan/atau pencatatan lainnya dan tidak terbatas pada aktivitas cek saldo dan aktivasi Kartu Keluarga Sejahtera.
n. Ahli Waris adalah anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga dari KPM PKH yang meninggal dunia yang dibuktikan dengan surat keterangan ahli waris dari desa/kelurahan/kecamatan setempat.
o. Pengurus Pengganti adalah anggota keluarga sebagai pengganti KPM PKH yang meninggal dunia, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdiri dari ayah dan anak yang cakap secara hukum yang tercatat dalam dokumen Kartu Keluarga (KK).
p. Masa Penyaluran adalah jangka waktu pemindahbukuan dana Bantuan Sosial PKH dari Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) pada Bank Penyalur kepada rekening KPM PKH paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dana ditransfer dari Kas Negara ke RPL di Bank Penyalur.
q. Masa Pelaporan adalah jangka waktu Bank Penyalur melaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai pemberi Bantuan Sosial dalam hal rekening KPM PKH tidak transaksi dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak berakhirnya masa penyaluran.
r. Graduasi alami adalah KPM PKH yang sudah tidak memiliki komponen sebagai syarat kriteria kepesertaan PKH.
s. Graduasi sejahtera adalah KPM PKH yang sudah mampu baik sosial ekonomi dan/atau sudah mempunyai usaha.
7
t. Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah setiap warga negara Indonesia yang sedang bekerja di luar wilayah Republik Indonesia (Luar Negeri).
u. Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas, berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
v. Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.
w. Aplikasi OM-SPAN adalah Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara yang selanjutnya disebut Aplikasi OM-SPAN adalah Aplikasi yang digunakan dalam rangka memonitor transaksi dalam SPAN dan menyajikan infomasi sesuai kebutuhan yang hak aksesnya diberikan kepada Kementerian Sosial dan Himbara melalui jaringan berbasis web.
x. Rekonsiliasi administrasi merupakan pencocokan data SP2D yang ada pada Direktorat Jaminan Sosial Keluarga dengan Data Penyaluran yang ada pada Bank Penyalur.
y. Rekonsiliasi Penyaluran adalah kegiatan pengecekan data penyaluran oleh SDM PKH terhadap KPM PKH yang telah menerima bantuan. Pada saat pengecekan data penyaluran Bantuan Sosial PKH kepada KPM, SDM PKH memberikan informasi sudah cair/dimanfaatkan atau belum melakukan pencairan/belum memanfaatkan. SDM PKH memberikan informasi alasan KPM tidak melakukan pencairan bantuan. Ada 6 (enam) kode alasan sebagai berikut:
1) Belum menerima Butab atau KKS.
2) Butab/KKS Rusak/Hilang/tertelan mesin ATM.
3) Kondisi geografis yang sulit.
4) Kondisi cuaca ekstrim.
5) KKS diblokir/terblokir.
6) KKS dan Butab salah distribusi wilayah.
B. Alur Kerja Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.
Alur kerja penyaluran bantuan sosial PKH Non Tunai sesuai tugas dan fungsinya dilaksanakan oleh Bidang Bantuan Sosial bersama dengan Bidang terkait lainnya termasuk Bidang Validasi dan Terminasi, Bidang Kepesertaan, dan Bidang Sumber Daya. Bidang Validasi dan Terminasi untuk memastikan
8
data BNBA hasil validasi, Bidang Kepesertaan melakukan pemutakhiran dan verifikasi dari daerah dan dapat diinput melalui aplikasi SIKS-NG. Selanjutnya diusulkan untuk ditetapkan dalam surat keputusan sebagai penerima bantuan. Bidang Bantuan Sosial mengajukan bantuan sosial sesuai dengan SK penetapan KPM penerima bantuan oleh Direktur Jaminan Sosial Keluarga selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Bidang Sumber Daya memastikan SDM PKH melakukan tugas dan fungsinya.
C. Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai.
Mekanisme penyaluran bantuan sosial PKH non tunai meliputi:
1. Pembukaan Rekening Kolektif (Burekol) untuk KPM PKH;
2. Sosialisasi dan edukasi penyaluran bantuan sosial;
3. Distribusi KKS dan Butab oleh Himbara dan BSI berkoordinasi dengan Dinsos Kab/Kota;
4. Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D);
5. Penerbitan Surat Perintah Pemindahbukuan dari RPL ke rekening KPM;
6. Pencairan dan pemanfaatan Dana Bantuan Sosial PKH;
7. Rekonsiliasi penyaluran Bantuan Sosial PKH setiap tahap;
8. Pemantauan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai;
Mekanisme alur penyaluran sebagai berikut :
9
1. PembukaanRekening KPM 2. Sosialisasi dan Edukasi
3. Distribusi KKS dan Butab
4. Penyaluran Bantuan Sosial PKH
5. Penarikan dan Pemanfaatan Dana Bansos PKH
6. Rekonsiliasi Hasil Penyaluran
Bansos PKH
7. Pemantauan, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
1. Pembukaan rekening secara kolektif (Bulk Account Opening) 2. Cetak (perso)
Kartu
3. Produksi PIN 4. Laporan hasil
proses Bulk Account Opening
1. Sosialisasi dan Edukasi
Bansos non tunai kepada Pemda dan SDM PKH 2. Sosialisasi dan
Edukasi Bansos Non Tunai PKH kepada Pemda, SDM PKH, Agen dan KPM oleh Bank Penyalur dan
Kemensos.
(KPM baru)
1. Distribusi KKS, Butab dan PIN dari KP ke KC 2. Distribusi KKS,
Butab dan PIN dari KC kepada KPM
berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kab/Kota.
3. Berita Acara serah terima KKS dan Butab
kepada KPM.
4. Penandatanganan Aplikasi
Pembukaan Rekening dan surat penyataan persetujuan atau kuasa untuk memberikan informasi nomor rekening dan data pribadi.
1. Pengecekan rekening dengan data yang akan diajukan
bantuannya 2. Pengajuan dana
Ke KPPN
3. Pembuatan Surat Perintah
pemindahbukuan /Standing
Instruction (SI) ke Bank Penyalur Pusat
4. Pelaksanaan pemindahbukuan /Standing
Instruction (SI) 5. Laporan hasil
pemindahbukuan yang gagal dan sukses transfer sebagaimana dimaksud poin no.2
1. Dinas Sosial dan bank penyalur melakukan koordinasi persiapan penarikan dana bansos PKH 2. Penarikan Dana
oleh KPM 3. Pelaporan KPM
yang transaksi dan tidak transaksi
1. Rekonsiliasi berjenjang dari tingkat
kabupaten/kota, provinsi, ke tingkat pusat 2. Rekonsiliasi
dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kot a, Provinsi, dan tingkat pusat berkoordinasi dengan Bank Penyalur 3. Berita Acara
hasil
rekonsiliasi Kab/Kota dan Provinsi
1. Laporan periodik realisasi bansos setiap tahap penyaluran 2. Laporan KKS
Tidak Distribusi dan KPM Tidak Transaksi setiap tahap penyaluran 3. Melakukan
monitoring dan evaluasi
pelaksanaan PKH 4. Analisa
kecenderungan penyaluran bansos 5. Analisa
kecenderungan pengaduan terkait penyaluran
bansos
berdasarkan
10
Gambar 1. Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai 5. Full aktivasi
6. Laporan hasil penerimaan aplikasi pembukaan rekening
10
P
enjelasan mekanisme proses dalam penyaluran bantuan sosial PKH
non tunai.1.
Pembukaan Rekening KPM PKH
NO KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA 1. Membuka rekening
kolektif KPM PKH (account opening) sesuai data BNBA
yang telah
diserahkan ke Bank Penyalur dalam bentuk BAST
a. Kemensos menyampaikan data BNBA KPM PKH yang telah dilakukan cleansing kepada Bank Penyalur dilengkapi BAST.
b. Bank Penyalur melakukan pengecekan atas data BNBA KPM PKH yang telah diterima dari Kemensos
c. Bank Penyalur melakukan pembukaan rekening kolektif secara terpusat, selambat- lambatnya 7 hari kerja sejak tanggal BAST dan data BNBA PKH diterima.
- Direktorat
Jamsoskel Bidang Kepesertaan
- Dan Bank Penyalur
2. Pencetakan KKS dan Butab sesuai data burekol.
a. Pencetakan KKS dan Butab dilakukan secara terpusat oleh masing-masing Bank Penyalur sesuai ketentuan yang berlaku.
b. Pencetakan KKS dan Butab didasarkan data BNBA dari Kemensos sesuai BAST.
- Direktorat
Jamsoskel Bidang Kepesertaan - Bank Penyalur
3. Pengiriman Personal Identification Number (PIN)
a. Bank Penyalur melakukan pengiriman PIN .
b. Pengiriman KKS, Butab dan PIN ke KC Bank Penyalur sesuai ketentuan yang berlaku.
- Direktorat
Jamsoskel-Bidang Kepesertaan) - Bank Penyalur 4. Laporan hasil
proses Burekol
Bank menyampaikan data hasil Burekol kepada Kemensos selambat- lambatnya 7 hari kerja sejak nomor rekening terbentuk terdiri dari rekening yang:
1) Berhasil dibuka
2) Tidak berhasil dibuka disertai penyebabnya.
− Direktorat
Jamsoskel-Bidang Kepesertaan
− Bank Penyalur)
11
2. Sosialisasi dan Edukasi Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA 1. Menyelenggarakan
Sosialisasi dan Edukasi Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai
a. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Kemensos dan Bank Penyalur kepada Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/
Kota)
b. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Provinsi, Kab/Kota) dan Cabang Bank Penyalur kepada pelaksana PKH di daerah terdiri dari; SDM PKH, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kelurahan/Desa.
c. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Bank Penyalur kepada Agen Bank.
d. Sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh bank penyalur kepada KPM pada saat distribusi KKS.
e. Bentuk Sosialisasi dan edukasi dilakukan sebagai berikut:
- Pertemuan/rapat koordinasi, lokakarya, FGD dan diskusi;
- Komunikasi tatap muka/
kelompok;
- Media cetak (poster, leatplate, selebaran, kalender dan surat kabar);
- Media elektronik (Radio dan TV);
- Media Sosial (website, facebook, e-mail, twitter, whatsapp).
- Direktorat
Jamsoskel - Bidang Bansos) - Bank Indonesia - Otoritas Jasa
Keuangan - Bank Penyalur - Dinas Sosial Provinsi - Dinas Sosial
Kabupaten/ Kota
f. Kegiatan sosialisasi dan edukasi mencakup antara lain :
- Kebijakan Bisnis Proses PKH - Produk dan mekanisme
penggunaan/penarikan
rekening Bantuan Sosial PKH Non Tunai termasuk jenis tabungan/kartu, maksimal transaksi, aktivasi, penggantian PIN.
- KKS hilang, tertelan mesin ATM, dan pergantian pengurus (KPM meninggal dunia, menjadi Pekerja Migran Indonesia, kasus hukum, orang dengan gangguan jiwa dan cerai).
− Direktorat
Jamsoskel –(Bidang Bansos)
− Bank Indonesia
− Otoritas Jasa Keuangan
− Dinas Sosial Provinsi
− Dinas Sosial Kabupaten/ Kota
− Bank Penyalur
12
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA - Tata cara penyampaian
pengaduan yang ditetapkan oleh Pemberi Bantuan Sosial.
- Komplementaritas program lainnya (khususnya BPNT/
Program Sembako).
g. Informasi tambahan yang perlu diberikan kepada Agen Bank antara lain:
- Informasi tentang pemberian kode produk untuk masing- masing jenis/tahapan bantuan sosial.
h. Penandatanganan aplikasi pembukaan rekening oleh KPM dapat dilakukan bersamaan dengan penyerahan KKS dan PIN . i. Sosialisasi dan edukasi sebagaimana tersebut diatas disampaikan kepada KPM baru, sedangkan bagi KPM regular sosialisasi dan edukasi terus menerus dilakukan melalui kegiatan P2K2/FDS.
3. Distribusi KKS dan Butab kepada KPM
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA 1.
1.
Mempersiapkan distribusi KKS, Buku Tabungan, PIN oleh Bank Penyalur
a. Kegiatan distribusi KKS, Buku Tabungan dan PIN dilaksanakan setelah dan atau saat kegiatan sosialisasi dan edukasi.
b. Pengelolaan KKS, Buku Tabungan dan PIN agar memperhatikan aspek ketelitian dan kehati-hatian.
- Dinas Sosial Kabupaten/Kota - Bank Penyalur
2.
2 .Distribusi KKS, Buku Tabungan dan PIN kepada KPM PKH
a. Bank Penyalur berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam melakukan distribusi KKS, Buku Tabungan dan PIN kepada KPM PKH.
b. Bank Penyalur menyerahkan formulir pembukaan rekening KPM kepada Dinsos Kabupaten/
Kota untuk selanjutnya dapat diteruskan kepada KPM dibantu SDM PKH untuk dilengkapi
- Dinas Sosial Kabupaten/ Kota - Bank Penyalur
13
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA dengan dokumen yang menjadi
syarat pembukaan rekening.
c.Bank Penyalur bersama Dinas Sosial Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan syarat atas ketentuan pembukaan rekening :
1) Formulir pembukaan rekening ditandatangani atau diberikan cap jari oleh KPM di hadapan petugas bank penyalur.
2) e-KTP asli dan/atau KK dan/atau Surat Keterangan Domisili dan/atau Surat Keterangan Dinsos Kabupaten/Kota setempat yang menyatakan bahwa KPM tersebut adalah benar sebagai peserta PKH.
3) Dalam hal ditemukan perbedaan NIK antara yang dimiliki KPM dengan NIK yang tertera pada Bank Penyalur maka berkoordinasi dengan pemerintah desa/
kelurahan dan Dukcapil untuk mencocokan data administrasi kependudukan di wilayahnya, selanjutnya untuk dilakukan perbaikan data sesuai ketentuan.
4) KKS, Butab, dan PIN yang didistribusikan oleh Bank Penyalur adalah yang sudah masuk dana bansosnya.
- Dinas Sosial Kabupaten/Kota
- Bank Penyalur
d. Apabila proses pada poin c telah diselesaikan, maka Bank Penyalur menyerahkan KKS, Buku Tabungan dan PIN kepada KPM sesuai dengan nama yang tertera pada rekening dan selanjutnya melakukan penggesekan KKS sebagai aktivasi/transaksi pada waktu yang sama.
− Dinas Sosial Kabupaten/Kota
− Bank Penyalur
14
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA e. Apabila data KPM tidak sesuai
maupun tidak lengkap antara nama pada KKS dan Buku Tabungan maka KKS, Buku Tabungan, PIN tidak diberikan dengan kondisi sbb:
1) Nama KPM tertulis berbeda siginifikan antara bukti kepemilikan rekening dengan dokumen pendukung asli KPM.
2) Data alamat tidak lengkap atau berbeda antara bukti kepemilikan rekening dengan dokumen pendukung asli KPM, kecuali bila alamat KPM masih dalam satu kelurahan/desa yang sama sudah diverifikasi dan ditandatangani oleh Lurah/Kepala Desa setempat pada formulir yang telah disediakan oleh Bank Penyalur.
3) KPM tidak membawa dokumen identitas atau dokumen pendukung asli lainnya sebagaimana butir c diatas maka KKS dan Butab tidak diserahkan.
f. KKS, Buku Tabungan, PIN sebagaimana butir c angka 3 (tiga) dapat diberikan apabila terdapat surat keterangan terkait hasil verifikasi dari Pemerintah Daerah setempat Kab/Kota, Kecamatan atau Lurah/Kepala Desa.
g. Dalam hal KPM tidak hadir karena kondisi sakit/ lumpuh/
Disabilitas berat maka:
1) Dinas Sosial Kabupaten/
Kota mengeluarkan surat keterangan bahwa benar yang bersangkutan sakit/
lumpuh/disabilitas berat.
2) Bank Penyalur
berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten/ Kota untuk mendistribusikan dan mentransaksikan
− Dinas Sosial
Kabupaten/Kota
− Bank Penyalur
15
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA bansos PKH kepada KPM
atau anggota keluarga dalam 1 (satu) KK atau Keluarga yang dikuasakan.
3) Bank penyalur memberikan jeda waktu sampai batas akhir masa penyaluran untuk melakukan proses pada poin 2 (dua).
4) Dalam hal KPM mengalami gangguan mental dan kasus hukum maka mengikuti prosedur sebagaimana KPM meninggal dunia.
h. Dalam hal KPM mengalami gangguan mental, maka:
1) Kriteria gangguan mental diperkuat surat keterangan dari petugas medis yang kompeten dan/atau pemerintah Kelurahan/Desa.
2) Bank penyalur memberikan jeda waktu sampai dengan batas waktu akhir penyaluran untuk dilakukan proses pada poin 1
3) Dana bantuan sosial PKH yang sudah masuk ke rekening KPM dapat diberikan kepada anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau dikuasakan, dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan antara lain:
1) Surat Keterangan gangguan mental dari Rumah Sakit dan 2) Surat Keterangan dari Dinsos Kabupaten/Kota atau sekurang-kurangnya dari Kecamatan yang menyatakan bahwa anggota keluarga ybs, berhak menerima dana bantuan sosial PKH.
4) Dana Bansos yang telah diserahkan selanjutnya rekeningnya dinonaktifkan oleh Bank Penyalur.
5) Bank Penyalur selanjutnya melaporkan kepada Kemensos atas penonaktifan rekening tersebut sebagai
16
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA pemberitahuan untuk tidak
dibayarkan pada proses berikutnya.
6) SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyaluran bantuan sosial PKH tahap berikutnya hanya dapat dilakukan apabila
Kemensos telah
menyampaikan nama KPM pengganti kepada Bank Penyalur.
i. KPM telah mendapatkan vonis yang berkekuatan hukum tetap maupun sedang dalam proses hukum, maka :
1) Dana bantuan yang sudah masuk ke rekening yang dibukakan secara kolektif dapat diberikan kepada anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga yang dikuasakan, dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan antara lain:
a) Foto Copy Surat Salinan
Keputusan dari
Pengadilan atau Surat Keterangan dari RT/RW/Kepala Dusun yang diketahui oleh Lurah/Kepala Desa b) Surat keterangan dari
Dinsos Kabupaten/Kota atau surat keterangan dari Kecamatan yang menyatakan bahwa anggota keluarga ybs, berhak menerima dana bantuan sosial PKH.
2) Penyampaian dokumen,
surat keterangan
sebagaimana pada huruf a) dan b) dilakukan sebelum batas jeda waktu penyaluran berakhir.
17
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA 3) Rekening KPM yang telah
mendapatkan vonis yang berkekuatan hukum tetap maupun sedang dalam proses hukum yang telah dibuka secara kolektif tersebut akan dinonaktifkan oleh Bank Penyalur.
4) Bank Penyalur selanjutnya melaporkan kepada Kemensos atas penonaktifan rekening tersebut sebagai pemberitahuan untuk tidak dibayarkan pada proses berikutnya.
5) SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses penerima PKH kepada Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
6) Penyaluran bantuan sosial PKH tahap berikutnya hanya dapat dilakukan apabila
Kemensos telah
menyampaikan nama KPM pengganti kepada Bank Penyalur.
j. Dalam hal KPM meninggal dunia, maka :
1) Dana bantuan sosial PKH yang telah dilakukan burekol dan sudah masuk ke rekening KPM dapat diberikan kepada ahli waris, dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan sekurangnya: a) Surat Keterangan Ahli Waris dari Desa/Kelurahan dan/atau Kecamatan; dan b) Surat Keterangan dari Dinsos Kabupaten/Kota yang menyatakan bahwa Ahli Waris yang bersangkutan berhak menerima bantuan sosial PKH.
2)Penyampaian dokumen, surat
18
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA keterangan sebagaimana pada
huruf a) dan b) dilakukan sebelum batas jeda waktu penyaluran bansos PKH berakhir.
3)KPM meninggal dunia dapat diberikan dana Bansos PKH kepada ahli waris yang berada dalam satu KK, Butab, KKS dan PIN nya disimpan oleh Bank Penyalur dan rekeningnya dinonaktifkan.
4)Bank Penyalur selanjutnya melaporkan kepada Kemensos atas penonaktifan rekening
tersebut sebagai
pemberitahuan untuk tidak dibayarkan pada proses berikutnya.
5) SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses penerima PKH kepada Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
6) Penyaluran bantuan sosial PKH tahap berikutnya hanya dapat dilakukan apabila
Kemensos telah
menyampaikan nama KPM pengganti kepada Bank Penyalur
k.Dalam hal KPM menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) maka :
1) Dana bantuan sosial PKH yang telah dilakukan burekol dan sudah masuk ke rekening KPM tersebut dapat diberikan kepada anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga lain yang dikuasakan, dengan membawa kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan antara lain:
a) Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan atau
19
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA Kecamatan,
b) Surat Keterangan dari Dinsos Kabupaten/Kota yang menyatakan bahwa anggota keluarga ybs, berhak menerima bantuan sosial PKH.
2) Penyampaian dokumen dan surat keterangan sebagaimana huruf a) dan b) tersebut dilakukan pada kesempatan pertama pelaksanaan distribusi KKS dan Butab.
3) Rekening KPM Pekerja Migran Indonesia yang telah dibuka secara kolektif tersebut akan dinonaktifkan oleh Bank Penyalur.
4) Bank Penyalur selanjutnya melaporkan kepada Kemensos atas penonaktifan rekening
tersebut sebagai
pemberitahuan untuk tidak dibayarkan pada proses berikutnya.
5) SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses penerima PKH kepada Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
6) Penyaluran bantuan sosial PKH tahap berikutnya hanya dapat dilakukan apabila
Kemensos telah
menyampaikan nama KPM pengganti kepada Bank Penyalur.
l. KPM PKH yang status cerai, maka:
1) Dana bantuan sosial PKH yang telah masuk ke rekening KPM tersebut yang dibuka secara
20
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA kolektif, sebelum
penandatanganan aplikasi pembukaan rekening dapat diberikan kepada anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga lain yang dikuasakan dengan menyampaikan dokumen yang dipersyaratkan antara lain:
a) Surat Keterangan Cerai dari Pengadilan Agama dan/atau b)Surat Keterangan dari
Dinsos Kabupaten/Kota yang menyatakan bahwa KPM tersebut telah cerai, dan anggota keluarga ybs berhak menerima dana bantuan sosial PKH.
2) Surat keterangan sebagaimana huruf a) dan b) dilakukan sebelum batas waktu penyaluran berakhir.
3) Rekening KPM cerai yang telah dibuka secara kolektif tersebut akan dinonaktifkan oleh Bank Penyalur.
4) Bank Penyalur selanjutnya melaporkan kepada Kemensos atas penonaktifan rekening
tersebut sebagai
pemberitahuan untuk tidak dibayarkan pada proses berikutnya.
5) SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses penerima PKH kepada Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
6) Penyaluran bantuan sosial PKH tahap berikutnya hanya dapat dilakukan apabila
Kemensos telah
menyampaikan nama KPM pengganti kepada Bank Penyalur
21
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA
m. KPM PKH Disabilitas dan Lanjut Usia, penyerahan KKS, Butab dan PIN dapat dilakukan kepada anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga lain yang dikuasakan yang berhak dan didampingi oleh SDM PKH serta menyampaikan dokumen persyaratan, antara lain:
a) Identitas asli (KTP/SIM/KK), surat keterangan anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga lain yang dikuasakan dengan menyampaikan dokumen yang dipersyaratkan;
b) Surat Keterangan dari Dinsos Kabupaten/Kota atau Kecamatan yang menyatakan bahwa anggota keluarga yang bersangkutan, berhak menerima dana bantuan sosial PKH.
c) KPM Disabilitas dan Lanjut Usia yang tidak memiliki anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga lain yang dikuasakan, maka Bank Penyalur tidak diperkenankan menyerahkan KKS, Butab dan PIN kepada pihak manapun dan dana bansos PKH disetorkan ke Kas Negara.
d) Selanjutnya pihak Bank Penyalur melaporkan ke Kementerian Sosial untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
n. KPM PKH yang tidak berada di tempat selama masa penyaluran:
1) KPM tidak berada ditempat karena tidak diketemukan, tanpa keterangan pada saat pendistribusian KKS yang dibuktikan dengan berita acara atau surat keterangan ketidakhadiran.
22
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA 2) KPM sebagaimana poin 1
(satu) di atas diberikan waktu sampai batas akhir masa penyaluran.
3) Apabila sampai batas waktu yang ditentukan KKS tidak dapat didistribusikan maka:
a) Bank Penyalur
berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
b) Dinas Sosial menyampaikan surat kepada Kementerian Sosial untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan.
c) Bank Penyalur melaporkan ke Kementerian Sosial atas kondisi tersebut.
d) Kementerian Sosial akan menyampaikan surat ke Bank Penyalur untuk penyelesaian atas KKS yang tidak dapat didistribusikan o. KPM yang dipastikan tidak
berada di tempat hingga berakhirnya masa penyaluran dan ada anggota keluarga lain dalam 1 (satu) KK dengan KPM, maka:
1) Dana bantuan sosial yang telah masuk ke rekening KPM yang dibuka secara kolektif sebelum penandatanganan aplikasi pembukaan rekening dapat diberikan kepada anggota keluarga dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau Keluarga lain yang dikuasakan yang berhak dengan membawa kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan, antara lain : a) Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan, Kecamatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak hadir atau tidak berada ditempat tinggal selama masa penyaluran dan memiliki anggota keluarga lain dalam 1 (satu) KK dengan KPM, b) Dinsos Kabupaten/Kota
23
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA menerbitkan surat
keterangan bahwa KPM yang bersangkutan merupakan KPM PKH dan saat ini tidak berada ditempat namun memiliki anggota keluarga lain dalam 1 (satu) KK dengan KPM.
2) Surat keterangan huruf a) dan b) tersebut disampaikan kepada Bank penyalur pada kesempatan pertama pada masa penyaluran.
3) Penyaluran bansos dapat dilakukan kepada anggota keluarga lain dalam 1 (satu) KK dengan membawa dokumen kependudukan (KK dan KTP) asli.
4) Penyerahan dan pencairan dana Bansos PKH tersebut tidak disertai dengan penyerahan KKS, Buku Tabungan dan PIN .
5) Setelah dana Bansos PKH diserahkan kepada anggota keluarga lain yang berhak maka Rekening KPM tersebut dinonaktifkan oleh Bank Penyalur.
6) Selanjutnya Bank Penyalur melaporkan kepada Kemensos atas penonaktifan rekening tersebut sebagai pemberitahuan untuk tidak dibayarkan pada proses berikutnya.
7) SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses penerima PKH kepada Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
8) Penyaluran bantuan sosial PKH tahap berikutnya hanya dapat dilakukan apabila
−
24
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA
Kemensos telah
menyampaikan nama KPM pengganti kepada Bank Penyalur
p.KPM yang pindah alamat dan tidak ditemukan domisilinya, keluar wilayah domisili, tidak ada anggota keluarga lain dalam 1 (satu) KK dengan KPM atau keluarga lain yang dikuasakan dan/atau PNS,TNI, POLRI maka : 1) KKS, Butab dan PIN tidak diserahkan kepada KPM dan selanjutnya Bank Penyalur melaporkan ke Kemensos.
2) Dinas Sosial Kabupaten/ Kota menyampaikan laporan sebagaimana poin 1 (satu) di atas kepada Kementerian Sosial cq. Direktorat Jaminan Sosial Keluarga.
3) Kementerian sosial akan menindaklanjuti laporan sebagaiman poin 1 (satu) dan 2 (dua) sesuai ketentuan.
4) KPM yang keluar wilayah domisili KKS, Butab, dan PIN
nya masih dapat
didistribusikan sampai dengan tanggal 31 Desember TA berjalan atau sesuai dengan ketentuan.
3.
5 . Laporan PelaksanaanDistribusi KKS, Butab dan PIN
a. Bank Penyalur menyampaikan laporan kepada Kemensos tentang jumlah KKS yang sudah didistribusikan kepada KPM yang ditetapkan dan jumlah KPM yang tidak dapat didistribusikan setiap tahap penyaluran dan dituangkan dalam Berita Acara serah terima KKS.
b.PPK-Kemensos selanjutnya melakukan penelitian atas KKS yang tidak terdistribusi.
c.Hasil penelitian dan pengecekan sebagaimana huruf a diatas digunakan sebagai dasar penetapan KKS tersebut untuk
Bank Penyalur
25
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA redistribusi/didistribusikan
kembali atau dimusnahkan sesuai ketentuan.
d. Saldo dana bansos PKH atas KKS tidak distribusi selanjutnya untuk disetorkan ke Kas Negara sesuai ketentuan yang berlaku.
4.
6 .Pengelolaan atas
KKS Tidak
Distribusi
a. Bank Penyalur menyampaikan laporan KKS tidak distribusi kepada Kementerian Sosial.
b. KKS yang tidak terdistribusi dapat dimusnahkan oleh Bank Penyalur apabila melewati 1 (satu) tahun anggaran dan telah diperiksa oleh tim audit internal dan eksternal Kementerian Sosial.
c. Atas KKS yang tidak terdistribusi sebagaimana dimaksud pada huruf b, Bank Penyalur melakukan penyetoran ke Kas Negara atas instruksi dari Kementerian Sosial dan menonaktifkan rekening tersebut.
d. Sebelum KKS dimusnahkan oleh Bank Penyalur, rekening dinonaktifkan dan telah dipastikan KKS tidak terdapat saldo dana bantuan sosial.
e. Pemusnahan KKS oleh Bank Penyalur dilengkapi dengan Berita Acara yang berisi BNBA dan nomor KKS.
- Kemensos - Dinas Sosial
Kabupaten/Kota
- Bank Penyalur
5.
5 .Pengelolaan KKS atas KPM Graduasi
KKS dan Butab atas KPM yang telah graduasi alami maupun graduasi sejahtera, maka nomor rekening dinonaktifkan oleh Bank Penyalur atas perintah Kementerian Sosial sesuai ketentuan.
- Kemensos
- Dinas Sosial Provinsi Kab/Kota
- Bank Penyalur
26
4. Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non TunaiNO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/PE
LAKSANA 1. Konfirmasi data
atas nomor
rekening KPM PKH.
a. Kemensos melakukan konfirmasi data atas rekening KPM PKH kepada Bank Penyalur melalui aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN).
b. Hasil konfirmasi data atas rekening KPM PKH sebagaimana huruf a meliputi :
1) Nama pemilik rekening KPM PKH.
2) Nomor rekening KPM PKH.
3) Nomor Induk Kependudukan (NIK) KPM PKH.
4) Nomor kepesertaan KPM PKH.
c. Bank penyalur melakukan konfirmasi data atas KPM PKH melalui sistem perbankan berdasarkan data rekening yang telah dikirimkan kepada Kemensos melalui aplikasi OMSPAN.
d. Bank Penyalur menetapkan status atas rekening KPM PKH.
e. Status rekening sebagaimana huruf d diatas :
1) Rekening aktif (kode 1) adalah informasi yang menyatakan bahwa nama dan nomor rekening KPM PKH tersebut sama dengan database pada Bank Penyalur serta rekening tersebut dapat digunakan untuk penyaluran bansos PKH.
2) Rekening pasif (kode 2) adalah informasi yang menyatakan bahwa nama dan nomor rekening KPM PKH tersebut sama dengan database pada Bank Penyalur akan tetapi, rekening tersebut sudah dinonaktifkan secara otomatis oleh Bank atau nonaktif karena tidak terdapat transaksi dalam jangka waktu tertentu (dormant) sesuai ketentuan yang berlaku.
- Kemensos
- Direktorat SITP, DJPB Kemenkeu RI
- Bank Penyalur
27
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/PE
LAKSANA 3) Rekening tidak ditemukan
(kode 3) adalah informasi yang menyatakan bahwa nama dan nomor rekening KPM PKH tidak terdapat pada database Bank Penyalur.
4) Rekening dengan nama berbeda (kode 4) adalah informasi yang menyatakan bahwa nomor rekening KPM PKH sama dengan database pada Bank Penyalur, tetapi nama pemilik rekening tersebut berbeda dengan database Bank.
5) Rekening pasif nama berbeda (kode 5) adalah informasi yang menyatakan bahwa nomor rekening KPM PKH telah ditutup secara otomatis oleh Bank Penyalur atau rekening non aktif karena tidak terdapat transaksi dalam jangka waktu tertentu (dormant) sesuai ketentuan yang berlaku. Nomor rekening tersebut sama dengan database pada Bank Penyalur, akan tetapi nama pemilik rekening tersebut berbeda dengan database pada Bank Penyalur.
f. Bank Penyalur melakukan konfirmasi atas hasil pengecekan status rekening KPM tersebut kepada Kemensos melalui aplikasi OMSPAN.
g. Hasil konfirmasi Bank Penyalur atas pengecekan kode status 2, 3, 4 dan 5 disampaikan ke Dinsos Kabupaten/Kota untuk dipastikan atas kebenaran status rekening tersebut dan
selanjutnya untuk
ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
h. KPM PKH yang masih eligible dan status rekeningnya aktif menjadi dasar penetapan SK penerima bantuan untuk setiap tahap penyaluran.
28
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/PE
LAKSANA
2. Pengajuan dana bansos PKH ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
a. Menerima data BNBA KPM PKH yang dilengkapi dengan SK penetapan penerima bansos.
b. Melakukan pengecekan atas data rekening BNBA KPM tersebut untuk selanjutnya diajukan melalui mekanisme renkas dan menyiapkan data pengajuan dana bansos PKH sesuai dengan format aplikasi SAS (Sistem Aplikasi Satker) Direktorat Jaminan Sosial Keluarga kepada KPPN.
c. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) melakukan pengujian atas data bayar dan selanjutnya menerbitkan Surat Perintah Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) bansos PKH per tahap kepada KPPN.
d. KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) bansos PKH kepada Kemensos dan menyampaikan data detail SP2D kepada Bank Penyalur.
- Bidang Bansos Dit. JSK - PPSPM
- KPPN
- Bank Penyalur
3. Penerbitan Surat Perintah
pemindahbukuan/
Standing Instruction (SI).
Setelah SP2D terbit dan dananya sudah masuk RPL pada Bank Penyalur, selanjutnya Kemensos menerbitkan Surat Perintah Pemindah Bukuan/Standing Instruction (SI) dan disampaikan kepada Bank Penyalur.
Kemensos Bidang Bansos
4. Pelaksanaan pemindahbukuan/
Standing Instruction (SI)
Bank Penyalur melakukan pemindahbukuan dana Bantuan Sosial PKH Non Tunai dari RPL kepada masing-masing KPM PKH.
Bank Penyalur (KP)
5. Laporan Realisasi Penyaluran Bansos PKH Non Tunai.
a.
Bank Penyalur melakukan penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai dengan melakukan pemindahbukuan dari RPL ke masing-masing rekening KPM PKH.b.
Bank Penyalur menyampaikan laporan realisasi atas penyaluran bansos PKH tersebut kepada PPK- Kemensos RI - PPK Kemensos - Bank Penyalur
- Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten/Kota
29
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/PE
LAKSANA Kemensos melalui aplikasi
OMSPAN.
c.
PPK Kemensos melakukan monitoring dan pemantauan atas penyaluran bansos PKH non tunai melalui aplikasi OMSPAN.d.
Fasilitas monitoring dan pemantauan penyaluran bansos PKH Non Tunai melalui aplikasi OMSPAN tidak menghilangkan kewajiban Bank Penyalur untuk menyampaikan laporan secara tertulis ke Kemensos.e.
Bank Penyalur melaporkan secara tertulis kepada Kemensos atas data penerima bansos PKH Non Tunai yang gagal transfer.f. Kemensos secara tertulis memerintahkan kepada Bank Penyalur untuk menyetorkan dana bansos PKH yang gagal transfer ke Kas Negara beserta ID Billing.
g.
Kemensos menyampaikan data KPM gagal transfer kepada Dinas Sosial Provinsi untuk selanjutnya diteruskan kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk dilakukan pengecekan penyebab terjadinya gagal transfer.h.
Data KPM yang sukses transfer dijadikan sebagai acuan rekonsiliasi penyaluran bansos PKH tingkat Kabupaten/ Kota.6. Laporan Hasil Pemindahbukuan/
Standing Instruction (SI).
a. Bank Penyalur menyampaikan laporan secara tertulis kepada KPA/PPK-Kemensos atas rekapitulasi hasil penyaluran bansos PKH non tunai dari RPL di Bank Penyalur ke rekening maisng-masing KPM PKH paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender sejak dana dipindahbukukan ke rekening KPM.
b. Bank Penyalur menyampaikan laporan secara tertulis kepada KPA/PPK-Kemensos atas KPM yang tidak bertransaksi/tidak memanfaatkan bantuan paling lambat 10 (sepuluh) hari
Bank Penyalur
30
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/PE
LAKSANA kalender sejak masa penyaluran
berakhir.
5. Penarikan/Pencairan Dana Bantuan Sosial
Gambar
Alur
Data danKegiatan Rekonsiliasi Penyaluran Bansos PKH Non Tunai dapat dilihat dalam lampiran
Juknis ini)
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA 1 Kegiatan
Rekonsiliasi tingkat Pusat
a. KPA/PPK Dit. JSK bersama Bank Penyalur melakukan kegiatan rekonsiliasi setiap berakhir tahap penyaluran dengan melakukan pemadanan data bayar BNBA SP2D dengan data BNBA bukti transaksi/reference number/
payroll number.
b. Hasil kegiatan rekonsiliasi sebagaimana huruf a dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa rekening koran RPL, dan rekening koran rekening escrow/GNC/Internal
Account/rekening transit per bulan dan data penyaluran per kabupaten /kota.
c. Menetapkan jumlah KKS tidak distribusi dan jumlah KPM tidak transaksi berikut nominal bansos PKH.
d. Hasil kegiatan rekonsiliasi dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh Bank Penyalur dan KPA/PPK-Dit. JSK.
e. KPA/PPK Dit. JSK dan Bank Penyalur menindaklanjuti sebagaimana yang tercantum dalam Berita Acara Rekonsiliasi.
f. KPA/PPK Dit. JSK menyampaikan data BNBA ke daerah dan SDM PKH untuk dilakukan pengecekan di lapangan.
g. Hasil pengecekan SDM PKH sebagaimana huruf f dilaporkan kepada KPA/PPK-Dit. JSK
ditembuskan kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
− Kemensos RI (Direktorat JSK-
Bidang Bansos)
− Bank Penyalur (KP)
31
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA 2. Rekonsiliasi
Nasional
Penyaluran Bansos PKH Non Tunai
a. Dinas Sosial Provinsi menyampaikan laporan secara tertulis atas berakhirnya masa penyaluran setiap tahap yang telah ditanda tangani oleh pejabat berwenang.
b. KPA/PPK-Dit JSK melakukan rekapitulasi atas Berita Acara Rekonsiliasi penyaluran Bansos dari 34 Provinsi.
c. Laporan hasil kegiatan rekonsiliasi tingkat provinsi disampaikan setiap tahap penyaluran kepada KPA/PPK-Dit JSK.
- KPA/PPK Dit.
JSK
- Bank Penyalur - Dinas Sosial
Provinsi
−
3 Kegiatan Rekonsiliasi
Penyaluran Bansos PKH Tingkat
Provinsi
a. Dinas Sosial Provinsi menerima laporan hasil rekonsiliasi peyaluran bansos PKH dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota. Laporan tersebut sebagai dasar Dinsos Provinsi untuk melakukan kegiatan rekonsilasi.
b. Dinas Sosial Provinsi melakukan merekapitulasi atas Berita Acara Rekonsiliasi dari Dinsos Kabupaten/Kota selanjutnya dilakukan rekonsiliasi dengan Bank Penyalur.
c.
Dinas Sosial Provinsi mengirimkan Berita Acara hasil rekonsiliasi yang telah ditandatangani oleh pejabat berwenang ke
pada KPA/PPK- Dit. JSK.
− KPA/PPK-Dit JSK
− Dinas Sosial Provinsi
− Bank Penyalur
4 Pengecekan Data Penyaluran oleh SDM PKH
a. Belum terima Butab dan KKS (Kode 1).
Pada saat pengecekan KPM belum menerima buku tabungan dan atau KKS
b. Butab dan atau KKS Rusak/Hilang/terterlan mesin ATM (Kode 2).
Butab dan atau KKS tidak dapat dipergunakan oleh KPM karena rusak dan atau hilang /tertelan mesin ATM.
c. Kondisi geografis yang sulit (Kode 3).
KPM untuk melakukan pencairan bantuan membutuhkan biaya yang mahal dan atau sulit untuk
− Bank Penyalur
− Dinas Sosial Kabupaten/Kota
− Pendamping Sosial PKH
− Koordinator Kabupaten/Kota
−
32
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA dijangkau dengan alat
transportasi yang ada.
d. Kondisi cuaca ekstrim (Kode 4).
Kondisi alam yang tidak memungkinkan KPM untuk melakukan pencairan
e. KKS/Butab terblokir (Kode 5).
KPM tidak dapat melakukan transaksi keuangan, rekening diblokir.
f. KKS/ Butab Salah Distribusi wilayah (Kode 6)
KKS/ Butab yang terdistribusi di wilayah berbeda dengan domisili KPM PKH yang berhak.
6.
Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Penyaluran Bansos PKH
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA 1. Laporan secara
periodik atas realisasi
penyaluran bansos PKH
a. Bank Penyalur menyampaikan laporan atas realisasi penyaluran Bansos PKH setiap tahapnya, antara lain:
1) BNBA data KPM yang telah dilakukan dilakukan Pembukaan rekening secara kolektif (Burekol) dilengkapi dengan nomor rekening penerima bantuan pada setiap data yang diserahkan maksimal 7 (tujuh) hari kerja setelah berhasil burekol.
2) Pemindahbukuan dari rekening pemberi bantuan ke rekening penerima bantuan dilengkapi dengan bukti transaksi/reference
number/payroll number dari Bank Penyalur pada setiap periode penyaluran.
3) Laporan BNBA KPM yang tidak bertransaksi/tidak dipergunakan pada periode
masa penyaluran,
selanjutnya dilakukan pengecekan oleh Kemensos untuk ditindaklanjuti bahwa
− Bank Penyalur (KP)
33
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB
/ PELAKSANA bantuan tersebut disalurkan
ke penerima bantuan atau dikembalikan ke kas negara.
4) Rekapitulasi realisasi penyaluran dana bansos PKH (berdasarkan jumlah KPM dan nominal) per bulan dan atau pada saat dibutuhkan, dengan rincian sbb:
a) Data dalam SP2D dengan penyaluran dana ke rekening penerima bantuan.
b) Data jumlah KPM yang mencairkan.
c) Permasalahan dan kendala di lapangan
2. Monitoring dan Evaluasi
Penyaluran Bansos PKH Non Tunai
a.
Ruang lingkup monitoring dan evaluasi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing pihak.b. Mon
itoring danev
aluasi dilaksanakan denganmelibatkan Pusat dan Daerah sesuai
dengan tugas dan fungsinya masing-masing:
1) Realisasi penyaluran dana bansos PKH dari Bank Penyalur ke rekening KPM PKH.2) Sebaran dan keterjangkauan e-warong, Agen Bank, ATM dan Kantor Unit Bank untuk KPM.
3) Kinerja infrastruktur teknologi pada Bank Penyalur, e-warong, Agen Bank, ATM dan Teller Bank.
4) Kemampuan e-warong/Agen Bank dalam mengoperasikan dan menyelesaikan permasalahan dalam melakukan penarikan dana bantuan.
5) Keberhasilan transaksi antara e-warong dan KPM PKH.
6) Keperluan pelaporan dan monitoring Bank Penyalur menyediakan Dashboard.
− Kemensos RI (Inspektorat Jenderal,
Direktorat JSK Bidang Bansos- Bidang
Kepesertaan)
− Dinas Sosial Provinsi
− Dinas Sosial Kabupaten/Kota
− Bank Penyalur (KP dan KC)
34 D. Pergantian Pengurus Eksisting/Reguler
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA 1. Mekanisme
Pergantian Pengurus KPM Eksisting/Reguler
a. SDM PKH menyampaikan usulan perubahan nama melalui aplikasi SIKS-NG selanjutnya Dinas Sosial Kab/Kota memproses penerima PKH kepada Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
b. KPA/PPK Dit. JSK akan melakukan proses pergantian pengurus setiap saat setelah menerima usulan dari daerah.
c. KPA/PPK Dit. JSK menyampaikan data pergantian pengurus kepada Bank Penyalur secara berkala.
d. Bank Penyalur melakukan pembukaan rekening baru atas nama pengurus pengganti dan melaporkan kepada KPA/PPK Dit. JSK.
- Bidang Kepesertaan - Pusdatin Kemensos
2. Pengurus Dibawah
Umur Dalam hal pengurus dibawah umur yang Butab, KKS,dan PIN nya sudah diterbitkan, dana Bansos PKH nya dapat dicairkan kemudian Butab, KKS dan PIN ditarik oleh Bank Penyalur. Selanjutnya akan dilakukan penggantian pengurus sesuai ketentuan
- Bank Peyalur - Kemensos RI
E. Mekanisme Serah Terima Data Pasca Penyaluran
NO. KEGIATAN PENJELASAN PENANGGUNGJAWAB/
PELAKSANA 1 Serah Terima Data
KPM PKH
a. Permintaan data by name by address KPM dari pihak lain dapat dilakukan setelah ada permohonan secara tertulis kepada KPA/PPK Dit. JSK.
b. KPA/PPK Dit. JSK menginformasikan data KPM sukses multi autokredit kepada Dinas Sosial Provinsi.
35
c. Dinas Sosial Provinsi meneruskan data sukses multiautokredit tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
36 BAB III
INFORMASI DAN LAYANAN PENGADUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN
A. Informasi tentang Bantuan Program Keluarga Harapan 1. Penarikan Bantuan Program Keluarga Harapan
a. Basic Saving Account
Dana Bantuan Sosial PKH disalurkan ke rekening KPM dalam bentuk tabungan yang penggunaannya dapat menggunakan Kartu Elektronik Kombo atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dapat ditarik secara tunai. Apabila dana bantuan sosial PKH tidak dicairkan oleh KPM di periode tersebut, maka nilai bantuan PKH tersebut tetap tersimpan dan terakumulasi dalam Rekening Tabungan KPM PKH.
b. Lokasi Penarikan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan
KPM dapat menarik/mencairkan bantuan sosial PKH dengan menggunakan KKS dan atau buku tabungan melalui agen Bank, Elektronik Warung Gotong Royong (e-warong), ATM atau kantor cabang/unit bank terdekat.
2. Peran e-warong dalam penyaluran PKH
a. Menjadi perpanjangan tangan dari bank penyalur dalam program bantuan sosial secara non tunai.
b. Mensosialisasikan penggunaan instrumen KKS kepada penerima bantuan PKH.
c. Sebagai media penghubung bagi penerima bantuan PKH dalam penyampaian pengaduan masyarakat terkait dengan kendala teknis penarikan bantuan PKH.
d. Mengedukasi penerima bantuan PKH tentang produk dan jasa keuangan.
3. Electronic Data Capture (EDC)
Mesin EDC adalah mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek KKS serta dilengkapi dengan fasilitas pembayaran lainnya.
4. Personal Identification Number (PIN)
a. PIN adalah nomor identifikasi pribadi atau kode rahasia yang terdiri dari 6 angka sebagai kunci penggunaan KKS untuk melakukan transaksi pencairan bantuan PKH oleh penerima bantuan PKH.
b. PIN KKS harus dijaga kerahasiaannya dengan tidak memberitahukan kepada siapapun.