• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Lembar Judul Kata Pengantar. Daftar Tabel.. BAB I PENDAHULUAN. 1 A. Latar Belakang. 1 B. Maksud dan Tujuan 2 C. Sistematika Pelaporan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI. Lembar Judul Kata Pengantar. Daftar Tabel.. BAB I PENDAHULUAN. 1 A. Latar Belakang. 1 B. Maksud dan Tujuan 2 C. Sistematika Pelaporan."

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

Lembar Judul ……… i

Kata Pengantar ………. ii

Daftar Isi ………. iii

Daftar Tabel ……….. v

Daftar Gambar ………. viii

BAB I PENDAHULUAN ………. 1

A. Latar Belakang ………. 1

B. Maksud dan Tujuan ……… 2

C. Sistematika Pelaporan ………. 2

BAB II KONDISI RUMAH SAKIT ……….. 4

A. Sejarah ……….. 4

B. Kelembagaan ……… 6

C. Tujuan dan Sasaran ……… 9

D. Sumber Daya Manusia ……… 10

E. Aset ………. 12

F. Kapasitas Tempat Tidur ……… 15

BAB III KINERJA KEUANGAN ………. 17

A. Realisasi Anggaran Pendapatan ……….. 17

B. Realisasi Anggaran Belanja ……….. 22

C. Indikator Kinerja Keuangan ………. 27

BAB IV KINERJA NON KEUANGAN ……….. 31

A. Kinerja Layanan ……….………. 31

1. Instalasi Rawat Jalan, Psikologi, dan Kesehatan Jiwa Anak & Remaja ……… 31

2. Instalasi Rawat Inap Jiwa dan Non Jiwa …… 33

3. Instalasi Gawat Darurat ……….. 36

4. Instalasi NAPZA ……….. 38

5. Instalasi Rehabilitasi ……… 40

6. Instalasi Laboratorium ……… 42

7. Instalasi Radiologi dan Elektromedik ………. 43

8. Instalasi Farmasi ……… 45

9. Instalasi Gizi ……… 45

10. Instalasi Kesehatan Lingkungan ………. 47

11. IPS-RS ……….. 49

12. Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian ……… 50

13. Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat Dan PKRS ……….. 51

(4)

14. Instalasi TI dan SIM ……… 52

15. Instalasi Casemix ………. 53

16. Administrasi dan Manajemen ………. 55

B. Indikator Kinerja Program dan Kegiatan ..……… 57

C. Indikator Kinerja Utama ………. 61

D. Standar Pelayanan Minimal ……….. 63

E. Indikator Mutu Nasional ………..………….. 66

F. Survei Kepuasan Masyarakat ……… 67

G. Survei Kepuasan Pegawai ……….. 69

H. Kinerja Badan Layanan Umum Daerah ………… 70

BAB V PERMASALAHAN ……….. 74

A. Permasalahan ……… 74

B. Upaya Pemencahan Masalah ……… 74

BAB VI PENUTUP ……….. 76

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data Terpilah SDM RSJM Berdasarkan Golongan Tahun 2020

Tabel 2.2 Data Terpilah SDM RSJM Berdasarkan Jabatan Tahun 2020

Tabel 2.3 SDM RSJM Berdasarkan Agama Tahun 2020

Tabel 2.4 Rekapitulasi Aset RSJM Per 31 Desember Tahun 2020 Tabel 2.5 Rekapitulasi Bangunan RSJM Tahun 2020

Tabel 2.6 Kapasitas Tempat Tidur RSJM

Tabel 3.1 Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020

Tabel 3.2 Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan

Tabel 3.3 Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Uraian Pendapatan

Tabel 3.4 Perbandingan Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2019- 2020

Tabel 3.5 Realisasi Belanja RSJM Tahun 2020

Tabel 3.6 Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Per Bulan Tahun 2020

Tabel 3.7 Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020

Tabel 3.8 Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Per Bulan Tahun 2020

Tabel 3.9 Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020

Tabel 3.10 Realisasi Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020

Tabel 3.11 Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Per Bulan Tahun 2020

Tabel 3.12 Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Akumulasi Tahun 2020

Tabel 3.13 Perbandingan CRR dan Tingkat Kemandirian RSJM Tahun 2020

Tabel 4.1 Kunjungan Rawat Jalan RSJM Tahun 2020

Tabel 4.2 Kunjungan Rawat Jalan RSJM Berdasarkan Debitur per Bulan Tahun 2020

Tabel 4.3 10 Besar Diagnosa Rawat Jalan RSJM tahun 2020 Tabel 4.4 Layanan Rawat Inap (Jiwa) RSJM Tahun 2020 Tabel 4.5 Layanan Rawat Inap (COVID-19) RSJM Tahun 2020 Tabel 4.6 Indikator Pelayanan Rawat Inap Tahun 2020

(6)

Tabel 4.7 Pasien Rawat Inap RSJM Berdasarkan Debitur per Bulan Tahun 2020

Tabel 4.8 10 Besar Diagnosa Rawat Inap RSJM Tahun 2020 Tabel 4.9 Kunjungan Gawat Darurat RSJM Tahun 2020

Tabel 4.10 Kunjungan Gawat Darurat RSJM Berdasarkan Debitur per Bulan Tahun 2020

Tabel 4.11 10 Besar Diagnosa IGD RSJM Tahun 2020 Tabel 4.12 Layanan Rawat Inap NAPZA RSJM Tahun 2020

Tabel 4.13 Pasien Rawat Inap NAPZA RSJM Berdasarkan Debitur per Bulan Tahun 2020

Tabel 4.14 Kunjungan PTRM dan PTRB per Bulan Tahun 2020 Tabel 4.15 Kunjungan Rehabilitasi Mental Tahun 2020

Tabel 4.16 Kunjungan Rehabilitasi Medik Tahun 2020

Tabel 4.17 Layanan Instalasi Rehabilitasi Berdasarkan Gender Tahun 2020

Tabel 4.18 Layanan Instalasi Laboratorium Berdasarkan Gender dan Umur Tahun 2020

Tabel 4.19 Layanan Instalasi Laboratorium Berdasarkan Jumlah dan Jenis Pemeriksaan Tahun 2020

Tabel 4.20 Layanan Instalasi Radiologi dan Elektromedik Berdasarkan Gender dan Unit Pengirim Tahun 2020

Tabel 4.21 Layanan Unit Elektromedik Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Tahun 2020

Tabel 4.22 Layanan Unit Radiologi Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Tahun 2020

Tabel 4.23 Layanan Instalasi Farmasi Tahun 2020

Tabel 4.24 Jumlah Pasien yang Dilayani Instalasi Gizi per Ruangan Tahun 2020

Tabel 4.25 Jumlah Porsi yang Dilayani Instalasi Gizi per Jenis Tahun 2020

Tabel 4.26 Pelaksanaan Kegiatan Instalasi Kesehatan Lingkungan Tahun 2020

Tabel 4.27 Pelaksanaan Kegiatan IPS-RS Tahun 2020

Tabel 4.28 Kegiatan Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian Tahun 2020 (Pendidikan)

Tabel 4.29 Kegiatan Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian Tahun 2020 (Pelatihan, Penelitian, dan lain-lain)

Tabel 4.30 Pelaksanaan Kegiatan Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat dan PKRS Tahun 2020

Tabel 4.31 Pelaksanaan Kegiatan Instalasi TI dan SIM Tahun 2020 Tabel 4.32 Data RJTL dan RITL Beserta Klaim per Bulan Tahun 2020

(7)

Tabel 4.33 Data Unit Cost CBGs RJTL dan RITL per Bulan Tahun 2020

Tabel 4.34 Data 10 Casemix Main Groups (CMG) Berbiaya Terbanyak (RJTL) Tahun 2020

Tabel 4.35 Data 10 Casemix Main Groups (CMG) Berbiaya Terbanyak (RITL) Tahun 2020

Tabel 4.36 Pelaksanaan Kegiatan Bagian Program Tahun 2020 Tabel 4.37 Pelaksanaan Kegiatan Komite Medik Tahun 2020

Tabel 4.38 Pelaksanaan Kegiatan Komite Keperawatan Tahun 2020 Tabel 4.39 Capaian Pelaksanaan Program dan Kegiatan RSJM Tahun

2020

Tabel 4.40 Nilai Akreditasi RSJM Tahun 2020

Tabel 4.41 Perbandingan Nilai Evaluasi Implementasi SAKIP RSJM Tahun 2019-2020

Tabel 4.42 Capaian Indikator SPM per Pelayanan per Triwulan Tahun 2020

Tabel 4.43 Indikator SPM yang Belum Memenuhi Standar Tabel 4.44 Capaian Indikator Mutu Nasional Tahun 2020

Tabel 4.45 Indikator Mutu Nasional yang Belum Memenuhi Standar Tabel 4.46 Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2020

Tabel 4.47 Hasil Survei Kepuasan Karyawan Tahun 2020 Tabel 4.48 Indikator Kinerja Layanan RSJM Tahun 2020 Tabel 4.49 Penilaian Kinerja BLUD RSJM Tahun 2020

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSJM

Gambar 3.1 Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan

Gambar 3.2 Perbandingan Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2019- 2020

Gambar 3.3 Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

Gambar 3.4 Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

Gambar 3.5 Pelaksanaan Kegiatan IPS-RS Per Triwulan Tahun 2020

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Rumah Sakit Jiwa Menur (RSJM) merupakan rumah sakit khusus jiwa milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur. RSJM selalu berupaya optimal untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dan menerapkan kebijakan pelayanan kesehatan yang memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang paripurna dan berkualitas telah direspon oleh manajemen RSJM dengan peningkatan jenis dan kualitas produk layanan, peningkatan fasilitas, serta penguatan pengelolaan manajemen. Pada tahun 2008, RSJM mulai menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK-BLUD) sebagai langkah nyata penerapan praktik manajemen yang sehat, efektif, dan efisien. Pada tahun 2018, RSJM telah terakreditasi oleh KARS dengan status paripurna sebagai Rumah Sakit Khusus Jiwa.

Rumah Sakit Jiwa Menur merupakan Badan Layanan Umum Daerah yang terletak di Jalan Raya Menur 120 Surabaya, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, dengan luas tanah 45.130 m² dan luas bangunan 30.799 m². Jumlah Tempat Tidur (TT) yang tersedia sebanyak 286 TT.

Dasar hukum RS Jiwa Menur adalah sebagai berikut :

1. SK Gubernur Nomor:188/442/KPTS/013/2008, 30 Desember 2008 RSJM sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD);

2. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 113 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Direktur, Wakil Direktur, Bidang, Bagian, Seksi dan Sub Bagian, di RSJM Provinsi Jawa Timur;

3. Ijin Operasional RS berdasarkan SK Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Nomor 9/1/10/KES/PMDN/2018, tanggal 15 Maret 2018, Sertifikat Izin Operasional Rumah Sakit diberikan kepada RSJM sebagai Rumah Sakit Khusus Kelas A;

4. Lulus Akreditasi RS Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.01/I/5959-5960/2017 tanggal 15 Desember 2017, tentang Penetapan RSJM sebagai RS Pendidikan Afiliasi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya;

(10)

5. Lulus Akreditasi SNARS Edisi 1, Tingkat Paripurna, dari Komisi Akreditasi RS (KARS), Nomor : KARS – SERT/209/ XII/ 2018, tanggal 31 Desember 2018, berlaku sampai dengan 9 Desember 2021;

6. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/125/KPTS.013/2020 tentang Penetapan RSJM sebagai RS Rujukan COVID-19 di Jawa Timur.

Menjadi kewajiban bagi pimpinan suatu organisasi untuk menyampaikan laporan berkala tepat waktu. Laporan Tahunan 2020 ini merupakan laporan pelaksanaan tugas dan fungsi Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membuat perkembangan dan hasil pencapaian kinerja dalam kurun 1 (satu tahun) sepanjang tahun 2020.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan Laporan Tahunan 2020 adalah agar diperoleh data dan bahan informasi penilaian atas pencapaian kinerja organisasi yang disajikan dalam bentuk tabel dan angka, serta narasi capaian kinerja.

Tujuan penyusunan Laporan Tahunan ini yaitu:

1. Untuk mengetahui capaian kinerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan, hambatan, dan upaya tindak lanjut yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah;

2. Untuk mengetahui informasi terkait sumber daya rumah sakit;

3. Untuk mengetahui keberhasilan program dan kegiatan yang ditetapkan;

4. Sebagai acuan dalam menyusun dan membandingkan kinerja setiap unit kerja untuk peningkatan kinerja di masa yang akan datang.

C. SISTEMATIKA LAPORAN

Sistematika penyajian Laporan Tahunan 2020 RSJM adalah sebagai berikut:

Bab 1 Pendahuluan

Berisi latar belakang, maksud dan tujuan, serta sistematika laporan. Menjelaskan secara singkat profil dan dasar hukum RSJM; maksud dan tujuan penyusunan L aporan Tahunan 2020; serta sistematika penyusunan laporan.

Bab 2 Kondisi Rumah Sakit

Terdiri dari sejarah, kelembagaan RS, tujuan dan sasaran RS yang tercantum dalam Rencana Strategis Tahun 2019-2024, Sumber Daya Manusia (SDM), serta aset yang dimiliki RS.

Bab 3 Kinerja Keuangan

Menguraikan tentang realisasi anggaran pendapatan, realisasi anggaran belanja baik fungsional maupun non fungsional, serta capaian indikator kinerja keuangan.

(11)

Bab 4 Kinerja Non Keuangan

Memaparkan tentang kinerja layanan per unit kerja, capaian dan evaluasi program kegiatan, capaian dan evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU), capaian dan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), capaian dan evaluasi indikator mutu, dan penilaian kinerja Badan Layanan Umum Daerah secara keseluruhan.

Bab 5 Permasalahan

Menguraikan tentang permasalahan dan upaya pemecahan masalah.

Bab 6 Penutup

Menjelaskan tentang kesimpulan, serta rekomendasi dalam upaya perbaikan di masa yang akan datang.

(12)

BAB II KONDISI RUMAH SAKIT

A. SEJARAH

Pelayanan Kesehatan Jiwa di Surabaya dimulai sekitar tahun 1954, untuk wilayah Jawa Timur sudah dilakukan oleh Rumah Sakit Simpang Surabaya. Pada kurun waktu tersebut pelayanan kesehatan jiwa dilakukan oleh dokter jiwa dan dokter umum yang jumlahnya masih sangat terbatas, dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana.

Pelayanan rawat inap ditampung di Rumah Sakit Pegirian dengan kapasitas tempat tidur terbatas, serta sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat yang merupakan peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang fungsinya sebagai Doorganghuis (Rawat Inap dengan surat pengadilan sebagai referensi dari Rumah Sakit Pegirian bila rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Lawang). Dengan adanya fenomena tersebut Prof. DR.

Dr. R. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH. mempunyai gagasan dan sebagai konseptor untuk mendirikan pusat pelayanan kesehatan jiwa masyarakat wilayah Surabaya sekitarnya dan Jawa Timur pada umumnya.

Pada tahun 1951 Departemen Kesehatan membeli sebidang tanah di kawasan Menur dan pembangunan dilakukan mulai tahun 1954, tetapi terkendala kebijakan keuangan dan pendanaan. Selanjutnya pada tahun 1960 secara bertahap dilakukan pembangunan ruang-ruang perawatan dan fasilitas lain yang persiapannya dilakukan oleh Departemen Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan. Agar pembangunannya dapat berjalan lancar, diadakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Dr. Bahrawi Wongsokoesoemo, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof.

Asmino Setyonegoro dan Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa Departeman Kesehatan, Prof. Kusumanto Setyonegoro pada bulan Januari 1972.

Pada tahun 1973 – 1974 Departemen Kesehatan Republik Indonesia. mengeluarkan Surat Keputusan tanggal 28 Desember 1973 No. 1867/Kes/10/1973 Tentang Pengurusan Penyerahan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya kepada Daerah Propinsi Tingkat I Jawa Timur, kemudian pembangunannya dilanjutkan dengan usulan DUP tahun 1973 – 1974. Sejak itu dimulailah pembangunan dan pemenuhan fasilitas kesehatan dan pembentukan Tim yang menangani proyek tersebut yaitu Prof. DR. Dr. R.Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH. sebagai pimpinan proyek.

(13)

Pembangunan fisik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya didasari suatu pemikiran bahwa suasana lingkungan mempengaruhi proses penyembuhan yang dikenal sebagai “milieu therapy“. Lingkungan itu terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan non fisik manusianya.

Keduanya harus mendukung tercapainya lingkungan terapeutik, lingkungan yang nyaman dan tenang. Prinsip lain yang mendasari pembangunan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya ini adalah kemasyarakatan “community base“ pada (Community Mental Health Center) yang berarti bahwa RSJM merupakan suatu tempat di mana masyarakat datang membawa segala keluhan kejiwaan, bukan suatu tempat yang tertutup dan menakutkan.

Pada tanggal 2 Juni 1976 melalui SK. Nomor 2501/Um, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur menunjuk Dr. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ, MPH untuk menyelesaikan, menyiapkan, dan melaksanakan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya yang mempunyai orientasi kemasyarakatan (Community Mental Health Approach).

Pembangunan fisik dibiayai anggaran APBN, sedangkan belanja rutin menjadi tanggung jawab Pemda Tingkat I Jawa Timur, sementara Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menyediakan tenaga ahlinya.

Setelah melengkapi gedung- gedung yang sudah ada dengan peralatan ruangan dan kantor maka Januari 1977 Pegawai dan Pasien dari RSJ Pegirian dipindahkan ke RS Jiwa Menur Surabaya setelah diseleksi. Setelah segala persiapan dilakukan maka pada tanggal 24 Maret 1977 Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Soenandar Prijosoedarmo. Status Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat/Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya waktu itu adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur sampai tahun 1985.

Melalui SK Gubernur Jawa Timur Nomor 93 Tahun 1985 tanggal 14 September 1985, tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Daerah, Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat /Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya menjadi Rumah Sakit Jiwa Daerah Menur dan merupakan Rumah Sakit Jiwa Kelas A dengan status Unit Pelaksana Dinas Kesehatan, menduduki Eselon II B serta bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur.

Pada tahun 2001 telah selesai dibangun Unit Pelayanan NAPZA/NARKOBA oleh Biro Perlengkapan Propinsi Jawa Timur dan diresmikan penggunaannya. Unit ini terdiri dari Gedung Poliklinik dan Gedung Pertemuan, Gedung Administrasi dan Penunjang Medik serta Gedung Rawat Inap dan Gedung Rehabilitasi; seluruhnya seluas 1.679m2.

Sesuai dengan perkembangan situasi maka dilakukan perubahan sistem manajemen Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya melalui ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2002 tentang Struktur Organisasi Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

(14)

Struktur Organisasi Tata Kerja yang baru mengamanatkan bahwa Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya adalah unsur Penunjang Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang berbentuk Badan yang bertanggung jawab kepada Gubernur lewat Sekretariat Propinsi Jawa Timur dengan eseloneringnya II a.

Pada tahun 2003 telah selesai dibangun fasilitas pelayanan rawat jalan yaitu Gedung Poliklinik Spesialis Non Jiwa yang meliputi pelayanan kesehatan bidang Syaraf, Jantung, THT, Paru, Kulit Kelamin, Gigi dan Kesehatan Jiwa non Psikotik dan Napza. Instalasi Laboratorium, Radiologi & Elektromedik telah dipimpin oleh dokter spesialis patologi klinik dan spesialis radiologi, sehingga semakin menunjang layanan RSJM yang paripurna.

B. KELEMBAGAAN

Tugas dan fungsi RSJM sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tatakerja RS Daerah Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 113 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Direktur, Wakil Direktur, Bidang, Bagian, Seksi, dan Sub bagian di RS Jiwa Menur.

Rumah Sakit mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya promotif, pencegahan, dan pelayanan rujukan kesehatan serta penyelenggaraan pendidikan, pelatihan tenaga kesehatan, penelitian, dan pengembangan di bidang kesehatan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, RSJM mempunyai fungsi yaitu:

1. Penyelenggaraan pelayanan medik;

2. Penyelenggaraan pelayanan penunjang medik dan non medik;

3. Penyelenggaraan pelayanan dan asuhan keperawatan;

4. Penyelenggaraan pelayanan rujukan;

5. Penyelenggaraan usaha pendidikan dan pelatihan;

6. Pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan bagi calon dokter, dokter spesialis, sub spesialis, dan tenaga kesehatan lainnya;

7. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan;

8. Penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan;

9. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai bidang tugasnya.

Struktur Organisasi RSJM terdiri dari:

1. Direktur Tugas:

Memimpin, menetapkan kebijakan, membina, mengkoordinasikan dan mengawasi serta melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan

(15)

2. Wakil Direktur Tugas:

Merumuskan kebijakan, mengembangkan, mengkoordinasikan, mengawasi, membina dan mengendalikan kegiatan pelayanan medik, keperawatan, penunjang medik dan instalasi di bawah koordinasinya.

3. Wakil Direktur Umum dan Keuangan Tugas:

Merumuskan kebijakan, mengembangkan, mengkoordinasikan, mengawasi, membina, dan mengendalikan kegiatan ketatausahaan, penyusunan program, pengelolaan keuangan, dan instalasi di bawah koordinasinya.

4. Bidang Pelayanan Medik Tugas :

Merencanakan dan mengembangkan pelayanan rawat inap, rehabilitasi, rawat jalan, rawat darurat, napza, keswamas, PKMRS, dan perumusan kebijakan dan koordinasi dengan instalasi.

5. Bidang Keperawatan Tugas :

Merencanakan dan mengembangkan pelayanan asuhan, mutu, tenaga, sarana keperawatan, perumusan kebijakan dan koordinasi dengan instalasi.

6. Bidang Penunjang Medik Tugas:

Merencanakan dan mengembangkan pelayanan penunjang medik, rekam medik, dan perumusan kebijakan dan koordinasi dengan instalasi.

7. Bagian Tata Usaha Tugas:

Merencanakan dan mengembangkan kegiatan ketatausahaan, kepegawaian, perlengkapan, perumusan kebijakan, dan koordinasi dengan instalasi.

8. Bagian Program Tugas:

Merencanakan dan mengembangkan penyusunan program, anggaran, evaluasi, pelaporan dan perumusan kebijakan dan koordinasi dengan instalasi.

9. Bagian Keuangan Tugas:

Mempunyai merencanakan dan mengembangkan kegiatan penerimaan pendapatan, perbendaraan, verifikasi, akuntansi, dan perumusan kebijakan dan koordinasi dengan instalasi.

10. Instalasi

a. Instalasi Rawat Jalan b. Instalasi Psikologi

c. Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja d. Instalasi Rawat Inap I

e. Instalasi Rawat Inap II

(16)

f. Instalasi Gawat Darurat g. Instalasi Rehabilitasi h. Instalasi Napza

i. Instalasi Farmasi j. Instalasi Laboratorium

k. Instalasi Radiologi dan Elektromedik l. Instalasi Gizi

m. Instalasi Pemeliharaan Sarana RS n. Instalasi Kesehatan Lingkungan

o. Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian p. Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat dan PKRS q. Instalasi TI dan SIM

r. Instalasi Casemix 11. Komite

a. Komite Medik

b. Komite Keperawatan

c. Komite Tenaga Kesehatan Lainnya

d. Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien e. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

f. Komite Farmasi dan Terapi

g. Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja h. Komite Etik dan Penelitian

i. Komite Etik dan Hukum

j. Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba

12. Staf Medik Fungsional (Kelompok Staf Medis) dan Staf Fungsional Lainnya

13. Satuan Pemeriksaan Internal

Struktur Organisasi dapat dilihat pada Gambar 1.1 pada halaman berikutnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tatakerja Rumah Sakit Daerah Provinsi Jawa Timur, Struktur Organisasi Rumah Sakit Jiwa Menur ditampilkan pada Gambar 2.3.

(17)

Gambar 2.1

Struktur Organisasi RS Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur

C. TUJUAN DAN SASARAN

Berdasarkan visi dan misi kedua Gubernur Jawa Timur yaitu terciptanya Kesejahteraan yang Berkeadilan Sosial, Pemenuhan Kebutuhan Dasar Terutama Kesehatan dan Pendidikan, Penyediaan Lapangan Kerja dengan Memperhatikan Kelompok Rentan, RSJM menetapkan tujuan dan sasaran jangka menengah guna mewujudkan visi dan misi Gubernur Jawa Timur tersebut.

Berdasarkan visi dan misi Gubernur Jawa Timur yang telah ditetapkan (misi 2), maka RSJM memiliki tujuan sebagai berikut:

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Adapun indikator tujuan RSJM yang ingin dicapai pada tahun 2020 dapat dijabarkan sebagai berikut:

 Indeks Kesehatan menjadi 0.786

Sedangkan sasaran jangka menengah (sasaran strategis) juga ditetapkan berdasarkan tujuan RSJM, yaitu kondisi dengan indikator kinerja yang ingin dicapai pada akhir tahun 2020, terdiri dari:

1. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan jiwa dan non jiwa di RS yang efisien dan efektif meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dengan indikator kinerja;

 Persentase elemen akreditasi RS yang memenuhi Standar Nasional Akreditasi RS menjadi 83%

(18)

2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja perangkat daerah, dengan indikator kinerja;

 Nilai evaluasi implementasi SAKIP perangkat daerah menjadi 90,5 D. SUMBER DAYA MANUSIA

Gambaran selengkapnya keadaan ketenagaan RSJM sampai dengan 31 Desember 2020 dapat dilihat pada Tabel 2.1, Tabel 2.2, dan Tabel 2.3 berikut ini.

Tabel 2.1

Data Terpilah SDM RSJM Berdasarkan Golongan Tahun 2020

Golongan Perempuan Laki-Laki Jumlah

PNS Gol IV 18 8 26

PNS Gol III 123 80 203

PNS Gol II 47 50 97

PTT-PK 41 77 118

Total 229 215 444

Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Pada tahun 2020, SDM RSJM berjumlah 444 orang, terdiri dari 229 perempuan dan 215 laki-laki. Berdasarkan Tabel 2.1 dapat terlihat bahwa SDM RSJM berstatus PNS berjumlah 326 orang atau 73,42% dan terdapat 118 orang (26,58%) yang berstatus PTT-PK. Adapun yang berstatus PNS sebagian besar berada pada Golongan III (62,27%), disusul Golongan II (29,75%), dan Golongan IV sebanyak 7,98%, serta tidak ada PNS dengan Golongan I. Pada PNS Golongan III dan Golongan IV terlihat bahwa proporsi perempuan lebih mendominasi, tetapi pada PNS Golongan II dan PTT-PK terlihat jika laki-laki menempati proporsi lebih besar.

Tabel 2.2 menampilkan data terpilah SDM berdasarkan jenis jabatan.

Berdasarkan jenis jabatan yang ada, keperawatan menempati posisi pertama dengan 164 orang atau 36,94% dari seluruh SDM yang ada, disusul tenaga non kesehatan dengan 131 orang (29,50%). Tenaga kesehatan lingkungan menempati proporsi terkecil yaitu 1,35% dan semuanya terdiri dari perempuan (100%).

(19)

Tabel 2.2

Data Terpilah SDM RSJM Berdasarkan Jabatan Tahun 2020

Jabatan Perempuan Laki-Laki Jumlah

Struktural 10 9 19

Medis 22 16 38

Psikolog Klinis 5 2 7

Keperawatan 81 83 164

Kefarmasian 19 3 22

Kesehatan Lingkungan 6 0 6

Gizi 10 1 11

Keterapian Fisik 8 4 12

Keteknisian Medis 12 6 18

Teknik Biomedika 12 4 16

Non Kesehatan 44 87 131

Total 229 215 444

Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Data pola ketenagaan berdasarkan agama ditampilkan pada Tabel 2.3, terlihat bahwa sebagian besar SDM RSJM memeluk agama Islam (91,44%); disusul agama Kristen Protestan (4,95%); Katholik (2,70%);

serta Hindhu dan Budha masing-masing sebesar 0,45%.

Tabel 2.3

SDM RSJM Berdasarkan Agama Tahun 2020

Agama PNS PTT-PK Jumlah

Budha 0 2 2

Hindhu 1 1 2

Katholik 8 4 12

Kristen Protestan 21 1 22

Islam 296 110 406

Total 326 118 444

Sumber : Laporan Bulanan RSJM

(20)

E. ASET

Aset RSJM terdiri atas aset tetap, aset ekstra komptabel, aset tidak berwujud, dan aset lain-lain. Rekapitulasi jumlah aset RSHM pada akhir Tahun 2020 dapat dilihat pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4

Rekapitulasi Aset RSJM Per 31 Desember Tahun 2020

No. Jenis Aset Jumlah Nilai (Rp.)

1. Aset Tidak Berwujud

Aset Tidak Berwujud 18 Buah

1.037.265.600,00 1.037.265.600,00 2. Aset Ekstra Komptabel

Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Aset Tetap Lainnya

225 Bh/Set 15 Bh

1 Bh 102 Bh/Set

63.289.835,00 36.736.700,00 14.850.000,00 5.684.800,00 6.018.335,00 3. Aset Tetap

Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Aset Tetap Lainnya

Konstruksi Dalam Pengerjaan

14.380 Bh/Set 60 Bh 12 Bh 566 Bh/Set

19 Bh

175.690.436.091,13 92.873.097.341,36 55.751.744.803,00 3.128.089.540,00 460.464.690,00 23.477.039.715,77 4. Aset Lain-Lain

Peralatan dan Mesin Aset Tidak Berwujud

1 Bh/Set 3 Bh

337.587.503,00 325.245.503,00 12.342.000,00

Total 177.128.579.029,13

Sumber : Laporan Mutasi Aset 2020

Dari total besaran aset sebesar Rp177.128.579.029,13; terdiri dari aset tidak berwujud sebesar Rp1.037.265.600,00 (0,59%); aset ekstra komptabel sebesar Rp63.289.835,00 (0,04%); aset tetap sebesar Rp175.690.436.091,13 (99,19%); dan aset lain-lain sebesar Rp337.587.503,00 (0,19%). Pada 01 Januari 2020 keadaan awal total aset sebesar Rp245.274.475.330,77 dan mengalami pengurangan sebesar Rp68.145.896.301,64 atau 17,79%. Mutasi aset terjadi pada:

1. Penambahan aset tidak berwujud sebesar Rp197.010.000,00

2. Penambahan aset tetap sebesar Rp50.532.557.916,36 dan pengurangan sebesar Rp116.296.171.277,00

3. Pengurangan aset lain-lain sebesar Rp2.579.292.941,00

(21)

Luasan bangunan RSJM secara keseluruhan sebesar 30.799 m², dengan rincian sebagaimana tersaji pada Tabel 2.5.

Tabel 2.5

Rekapitulasi Bangunan RSJM Tahun 2020

No. Gedung Satuan Luas

1 Gedung Utama Lantai 1 M2 500

2 Gedung Utama Lantai 2 M2 500

3 Gedung Poliklinik Jiwa Lantai 1 M2 435 4 Gedung Poliklinik Jiwa Lantai 2 M2 379 5 Gedung Poli Spesialis Lantai 1 M2 640 6 Gedung Poli Spesialis Lantai 2 M2 640 7 Gedung Poli Spesialis Lantai 3 M2 640

8 Gedung IGD (3 Lantai) M2 1.548

9 Gedung Wijaya Kusuma M2 616

10 Gedung Anggrek M2 1.259

11 Gedung Flamboyan (2 Lantai) M2 1.301

12 Gedung Kenari M2 1.935

13 Gedung Rehabilitasi M2 445

14 Gedung Kesehatan Lingkungan & Dalin M2 122

15 Gedung Laundry M2 96

16 Pos Utara M2 23

17 Pos Selatan M2 23

18 Gedung Gizi M2 348

19 Gedung Radiologi M2 56

20 Gedung Graha Menur Lantai 1 M2 682

21 Gedung Graha Menur Lantai 2 M2 752

22 Gedung Hidrofuur M2 46

23 Gedung Gudang M2 204

24 Gedung Mushola M2 98

25 Gedung Kamar Mayat M2 80

26 Gedung Laboratorium M2 197

27 Gedung Poli Psikologi M2 235

(22)

No. Gedung Satuan Luas

28 Gedung Rekreasi M2 288

29 Gedung Prof. Soejonoes M2 364

30 Gedung Puri Mitra M2 305

31 Gedung Napza dan Metadon M2 1.279

32 Gedung Elektromedik M2 261

33 Gedung Rumah Dinas M2 300

34 Gedung Rumah Genset M2 32

35 Gedung Rumah Panel M2 156

36 Gedung Rumah Travo M2 86

37 Gedung Incinerator M2 9

38 Gedung Asrama M2 1.262

39 Gedung Asrama (PMI) M2 1.100

40 Gedung Ruang Mutu PPI M2 125

41 Gedung Instalasi Air Limbah M2 100

42 Gedung Ruang TB DOTS M2 24

43 Gedung Depo Air Minum M2 60

44 Gedung Gudang Laboratorium M2 26

45 Gedung Farmasi Apotek M2 874

46 Gedung Swab M2 60

47 Tempat Parkir (Kanan Gedung Rekreasi)

M2 300

48 Tempat Parkir (Kiri Gedung Rekreasi) M2 210

49 Gedung IPS-RS M2 400

50 Tempat Pembuangan Sementara Limbah B3

M2 120

51 Rumah Dinas Direktur M2 300

52 Gedung Gelatik M2 1.109

53 Gedung Generator Set M2 39

54 Gedung Rumah Genset M2 32

55 Gedung Intensive Care 3 Lantai M2 1.748

56 Gedung Gizi 2 Lantai M2 817

(23)

No. Gedung Satuan Luas

57 Gedung Terintegrasi M2 4.107

58 Gedung CSSD M2 128

59 Gedung PCR M2 88

60 Gedung Hydrant 1 M2 200

61 Gedung Hydrant 2 M2 200

62 Gedung Arsip M2 120

63 Gedung Instalasi Air Limbah M2 70

Total M2 30.799

Sumber : Subbag Perlengkapan

F. KAPASITAS TEMPAT TIDUR

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur RS Jiwa Menur Nomor 188.4/6133/305/2020, berikut kapasitas tempat tidur di RSJM.

Tabel 2.6

Kapasitas Tempat Tidur RSJM

No Nama Ruang Kelas Jumlah TT Jumlah

Pria Wanita

1 Ruang Rawat Inap Jiwa 111 70 181

Puri Anggrek VIP A 1 1 2

Puri Anggrek VIP B 4 3 7

Puri Anggrek VIP C 2 2 4

Puri Anggrek VIP D 6 6 12

Puri Anggrek Kelas I 8 8 16

Gelatik Kelas II 5 0 5

Gelatik Kelas III 65 0 65

Flamboyan Kelas II 0 5 5

Flamboyan Kelas III 0 25 25

Kenari Selatan Kelas III

20 20 40

2 Ruang Rawat Isolasi Khusus Pasien ODGJ + COVID-19 (Moderate Care)

15 10 25

Wijaya Kusuma Kelas

II 15 10 25

(24)

No Nama Ruang Kelas Jumlah TT Jumlah Pria Wanita

3 Ruang Rawat Isolasi Khusus COVID-

19 (Moderate Care) 20

Lavender Kelas I 12

Edelweis Kelas I 8

4 Ruang Rawat Isolasi Khusus COVID-

19 (Low Care) 40

Kenari Utara Kelas II 40

5 Rehabilitasi Napza 20 0 20

Puri Permata Harapan Kelas 3

20 0 20

Jumlah Total 286

Sumber : SK Direktur RSJM

(25)

BAB III KINERJA KEUANGAN

A. REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN

Total pendapatan fungsional RSJM yang diperoleh sepanjang Tahun mencapai Rp51.859.037.711,82 atau tercapai 126,49%

dibandingkan target tahunan sebesar Rp41.000.000.000,00. Target tahunan ini telah mengalami penambahan pada PAPBD 2020 sebesar Rp4.350.000.000,00 dibandingkan target pendapatan pada APBD Murni Tahun 2020 sebesar Rp36.650.000.000,00. Secara keseluruhan pendapatan RSJM pada Tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar Rp10.368.768.335,97 atau memiliki Sales Growth Rate (SGR) sebesar 24,99% dibandingkan pendapatan tahun 2019 sebesar.

Berdasarkan Tabel 3.1, terlihat bahwa tidak semua rincian pendapatan dapat melebihi target yang ditetapkan, rincian hasil pemanfaatan aset BLUD hanya dapat mencapai 89,33% dari target.

Tabel 3.1

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020

Rincian Pendapatan Target (Rp) Realisasi Tahun 2020 (Rp)

% Capaian

Jasa Layanan BLUD 41.000.000.000,00 51.183.255.374,00 126,90 Hasil Pemanfaatan Aset

BLUD 500.000.000,00 446.630.500,00 89,33

Jasa Giro BLUD 90.000.000,00 105.555.012,82 117,28 Penerimaan BLUD Atas

Komisi, Potongan, Atau

Bentuk Lain 75.000.000,00 123.596.825,00 164,80

Total 41.000.000.000,00 51.859.037.711,82 126,49 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah

Penerimaan BLUD atas Komisi memiliki capaian realisasi tertinggi dibandingkan target yang ditetapkan, diikuti oleh Jasa Layanan BLUD, serta Jasa Giro BLUD. Tabel 3.2 menyajikan realisasi pendapatan fungsional RSJM pada tahun 2020 per bulannya.

(26)

Tabel 3.2

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan

Bulan Jasa Layanan BLUD

Hasil Pemanfaatan

Aset BLUD Jasa Giro BLUD

Penerimaan BLUD Atas

Komisi, Potongan, atau

Bentuk Lain

Jumlah

Januari 3.097.668.702,00 107.572.500,00 4.235.720,10 0,00 3.209.476.922,10 Februari 4.489.245.883,00 157.600.000,00 9.210.478,95 0,00 4.656.156.361,95 Maret 2.783.354.844,00 3.412.500,00 9.529.388,90 16.598.397,00 2.812.895.129,90 April 2.501.287.400,00 0,00 11.363.339,04 13.757.820,00 2.526.408.559,04 Mei 1.578.814.287,00 0,00 10.366.220,09 1.422.482,00 1.590.602.989,09 Juni 4.657.581.625,00 3.412.500,00 8.697.061,17 0,00 4.669.691.186,17

Juli 2.387.356.015,00 0,00 6.340.000,00 0,00 2.293.696.172,51

Agustus 5.483.966.051,00 0,00 7.070.030,50 54.017.263,00 5.545.053.344,50 September 4.815.688.480,00 69.440.000,00 7.018.613,42 21.399.864,00 4.913.546.957,42 Oktober 8.787.633.329,00 45.000.000,00 8.943.440,05 0,00 8.841.576.769,05 November 6.411.889.842,00 0,00 11.438.957,16 5.230.500,00 6.428.559.299,16 Desember 4.288.668.916,00 60.193.000,00 11.341.605,93 11.170.499,00 4.371.374.020,93

Total 51.183.255.374,00 446.630.500,00 105.555.012,82 123.596.825,00 51.859.037.711,82 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa jasa layanan BLUD menempati proporsi terbesar dari seluruh pendapatan fungsional yaitu 99,02%; disusul hasil pemanfaatan aset BLUD (0,54%), selanjutnya penerimaan BLUD atas komisi, potongan, atau bentuk lain sebesar 0,28%. Adapun jasa giro BLUD menempati proporsi paling kecil yaitu sebesar 0,16%.

Realisasi pendapatan BLUD bulanan terlihat berfluktuatif, realisasi tertinggi dicapai pada Bulan Oktober 2020, sedangkan realisasi terendah terjadi di Bulan Mei 2020. Rendahnya realisasi pendapatan ini sangat dipengaruhi oleh masa pandemi COVID-19 yang menurunkan volume layanan di RSJM. Meskipun secara komulatif target pendapatan tercapai sebesar 126,49%, tetapi jika dibandingkan dengan target bulanan, tidak setiap bulan dapat mencapai target yang ditetapkan.

(27)

Pada awal pandemi yaitu Bulan Maret, April, dan Mei, realisasi pendapatan BLUD berada di bawah target yang ditetapkan, tetapi pada Bulan Juni 2020 realisasi pendapatan BLUD kembali berada di atas target bulanan yang ditetapkan kecuali pada Bulan Juli 2020 karena pembayaran klaim dari pihak ketiga khususnya dalam pelayanan COVID- 19 masih belum diverifikasi, sementara volume layanan selain COVID-19 mengalami penurunan yang sangat berpengaruh pada realisasi pendapatan di bulan tersebut. Gambaran pendapatan fungsional per bulan secara lebih jelas ditampilkan pada Gambar 3.1 berikut ini.

Gambar 3.1

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan

Gambar 3.1 menggambarkan realisasi pendapatan fungsional tiap bulan jika dibandingkan dengan target pendapatan bulanan. Pada Bulan Januari sampai dengan Bulan September 2020, target pendapatan sesuai dengan target pendapatan APBD Murni Tahun 2020. Mulai Bulan Oktober 2020 terdapat peningkatan target pendapatan bulanan sebesar Rp362.500.000,00 per bulan atau meningkat sebesar 11,87% karena penyesuaian target pendapatan berdasarkan PAPBD Tahun 2020.

Selanjutnya disajikan rincian pendapatan berdasarkan uraian pendapatan sampai dengan akhir Desember 2020 yang ditampilkan pada Tabel 3.3.

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Target 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,4 3,4 3,4 Realisasi 3,2 4,6 2,8 2,5 1,5 4,6 2,2 5,5 4,9 8,8 6,4 4,3 1,000,000,000.00

2,000,000,000.00 3,000,000,000.00 4,000,000,000.00 5,000,000,000.00 6,000,000,000.00 7,000,000,000.00 8,000,000,000.00 9,000,000,000.00 10,000,000,000.00

Pendapatan (Rupiah)

(28)

Tabel 3.3

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Uraian Pendapatan

Uraian Pendapatan Target Pendapatan Realisasi Tahun

2020 %

Instalasi Rawat Jalan 1.100.000.000,00 1.648.005.000,00 149,82 Instalasi Rawat Inap 1.000.000.000,00 886.471.796,00 88,65

NAPZA 600.000.000,00 528.471.796,00 88,07

IGD 35.000.000,00 192.891.000,00 551,12

Laboratorium 207.000.000,00 567.293.300,00 274,05 Rehabilitasi Medik 5.000.000,00 4.300.000,00 86,00

Radiologi 40.000.000,00 70.360.000,00 175,90

Instalasi Gizi 300.000.000,00 358.973.500,00 119,66 Instalasi Farmasi 6.030.000.000,00 6.160.515.928,00 102,16 Jaminan Kesehatan

Nasional 16.000.000.000,00 16.160.515.928,00 104,33 Pely. Masyarakat Miskin 4.500.000.000,00 4.596.525.486,00 102,15 Pelayanan Pendidikan 421.800.000,00 561.250.000,00 130,69 Pelayanan COVID-19 10.096.200.000,00 18.925.418.400,00 187,45 Sewa Bangunan 500.000.000,00 446.630.500,00 89,33 Jasa Giro Bank 90.000.000,00 105.555.012,82 117,28 Retur, denda 75.000.000,00 123.596.825,00 164,80 Total 41.000.000.000,00 51.859.037.711,82 126,49 Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Berdasarkan Tabel 3.3 terlihat bahwa hampir seluruh layanan/uraian pendapatan dapat memenuhi target yang ditetapkan dalam PAPBD 2020, bahkan beberapa layanan memiliki capaian di atas 200% yaitu layanan IGD dan Laboratorium. Terdapat beberapa layanan masih belum dapat melampaui target meskipun sudah mengalami penyesuaian besaran target dalam PAPBD 2020 yaitu Instalasi Rawat Inap, NAPZA, dan Rehabilitasi Medik, serta sewa bangunan.

(29)

Tabel 3.4

Perbandingan Pendapatan Fungsional RS Jiwa Menur Tahun 2019-2020

Rincian Pendapatan Realisasi Tahun 2019 (Rp)

Realisasi Tahun 2020 (Rp)

% Peningkatan

Jasa Layanan BLUD 40.890.990.822,00 51.183.255.374,00 25,17 Hasil Pemanfaatan

Aset BLUD 481.251.168,00 446.630.500,00 (7,19)

Jasa Giro BLUD 86.216.291,85 105.555.012,82 22,43 Penerimaan BLUD

Atas Komisi, Potongan, Atau Bentuk Lain

31.811.094,00 123.596.825,00 288,53

Total 41.490.269.375,85 51.859.037.711,82 24,99 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah

Meskipun terlihat bahwa secara total terdapat peningkatan pendapatan sebesar 24,99% dibandingkan pendapatan tahun 2019, tetapi tidak seluruh rincian pendapatan mengalami peningkatan, seperti pada hasil pemanfaatan aset BLUD yang justru mengalami penurunan sebeasr 7,19%; hal ini karena tidak adanya pemanfaatan asrama selama masa pandemi.

Gambar 3.2

Perbandingan Pendapatan Fungsional RS Jiwa Menur Tahun 2019-2020

- 10,000,000,000.00 20,000,000,000.00 30,000,000,000.00 40,000,000,000.00 50,000,000,000.00 60,000,000,000.00

Jasa Layanan Pemanfaatan Aset

Jasa Giro Komisi

2019 2020

(30)

B. REALISASI ANGGARAN BELANJA

Tabel 3.5 Realisasi Belanja RSJM Tahun 2020

Kode Program/Kegiatan Anggaran Tahun 2020

Realisasi Tahun 2020

%

01 Program Pelayanan Kesekretariatan

8.062.370.000,00 6.593.676.325,00 81,78 01.001 Penyusunan Dokumen

Perencanaan dan Anggaran

44.535.000,00 8.171.365,00 18,35

01.002 Pengelolaan Administrasi

Keuangan 1.024.818.000,00 979.252.004,00 95,55

01.003 Ketatausahaan dan

Kepegawaian 6.993.018.000,00 5.606.252.958,00 80,17 49 Program Peningkatan

Mutu Pelayanan

Kesehatan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

45.973.986.747,00 36.685.191.401,00 79,80

49.004 Upaya Kesehatan Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

200.000.000,00 189.719.881,00 94,86

49.005 Pelayanan Kesehatan

Rumah Sakit 173.750.000,00 158.542.200,00 91,25

49.006 Pelayanan Kesehatan

Rujukan (DAK) 3.620.236.747,00 3.248.766.920,00 89,74 49.007 Pelayanan Kesehatan

Masyarakat (Pajak Rokok) 6.400.000.000,00 5.846.241.673,00 91,35 49.008 Pembinaan Lingkungan

Sosial (DBHCHT) 31.330.000.000,00 23.038.368.077,00 73,53 49.009 Pencegahan dan

Penanganan COVID-19 4.250.000.000,00 4.203.552.650,00 98,91 50 Program Peningkatan

Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

48.361.157.478,15 45.829.643.557,00 94,77

50.001 Penguatan Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

48.361.457.478,15 45.829.643.557,00 94,77

00.000 Belanja Tidak Langsung 48.800.640.000,00 47.329.529.270,00 96,99 Total 151.198.154.225,15 136.438.040.553,00 90,24 Sumber Data : Laporan Realisasi Belanja RSJM (AK-18)

(31)

Adapun penyerapan belanja non fungsional per bulan dari bulan pada Tahun 2020 ditampilkan pada Tabel 3.6

Tabel 3.6

Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

Bulan Anggaran

(Rp) Penyerapan Akumulasi

(Rp) %

Akumulasi

Januari 102.974.874.872,00 1.749.698.601,00 1,70 Februari 102.974.874.872,00 5.991.328.549,00 5,82 Maret 102.974.874.872,00 10.402.831.508,00 10,10 April 93.770.687.672,00 14.872.862.624,00 15,86 Mei 93.770.687.672,00 20.886.666.368,00 22,27 Juni 93.770.687.672,00 25.116.055.993,00 26,78 Juli 93.770.687.672,00 33.633.611.768,00 35,87 Agustus 93.770.687.672,00 39.009.469.291,00 41,60 September 98.020.687.672,00 44.333.494.554,00 45,23 Oktober 102.836.996.747,00 53.843.023.546,00 52,36 November 102.836.996.747,00 64.764.326.667,00 62,98 Desember 102.836.996.747,00 90.608.396.996,00 88,11 Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Terlihat dari Tabel 3.6, terdapat perubahan anggaran sejak bulan April 2020 karena adanya PAPBD Mendahului 2 pada Bulan April tersebut.

Dari anggaran murni APBD Tahun 2020, terdapat pengurangan anggaran belanja non fungsional sebesar Rp9.204.187.200,00 yang terdiri dari:

1. Pengurangan Belanja Tidak Langsung Rp4.906.949.200,00;

2. Pengurangan Belanja Langsung Rp4.297.238.000,00

Pada Bulan Oktober 2020 terdapat peningkatan anggaran non fungsional sebesar Rp4.816.309.075,00 sesuai dengan PAPBD 2020.

Jika ditampilkan dalam bentuk grafik, akumulasi penyerapan belanja non fungsional dapat dilihat pada Gambar 3.3.

(32)

Gambar 3.3

Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

Gambar 3.3 menggambarkan akumulasi realisasi belanja non fungsional sampai dengan bulan tersebut. Terlihat bahwa pada awal tahun realisasi penyerapan belanja non fungsional masih sangat rendah, demikian juga dengan persentase penambahan realisasinya, tetapi terdapat lonjakan percepatan realisasi belanja pada Bulan November menuju Desember yang meningkat lebih dari 15%.

Tabel 3.7

Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020 Jenis Belanja Anggaran

(Rp) Penyerapan

(Rp) %

Belanja Pegawai 49.429.956.000,00 47.935.598.270,00 96,98 Belanja Barang dan

Jasa

6.918.948.500,00 5.461.489.761,00 78,94

Belanja Modal 46.488.092.247,00 37.211.308.965,00 80,04 Total 102.836.996.747,00 90.608.396.996,00 88,11

1.7 5.82

10.1 15.86

22.27

26.78 35.87 41.6

45.23

52.36 62.98

88.11

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

Persentase Realisasi (%)

(33)

Tabel 3.7 menyajikan data penyerapan belanja non fungsional menurut jenis belanjanya. Berdasarkan jenis belanjanya, realisasi terbesar belanja non fungsional terdapat pada belanja pegawai, sedangkan belanja barang dan jasa memiliki persentase penyerapan paling rendah.

Adapun penyerapan belanja fungsional per bulan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2020 ditampilkan pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8

Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Per Bulan Tahun 2020

Bulan Anggaran (Rp)

Penyerapan Akumulasi (Rp)

% Akumulasi

Januari 40.850.000.000,00 69.821.400,00 0,17 Februari 40.850.000.000,00 2.006.674.994,00 4,91 Maret 40.850.000.000,00 5.552.689.335,00 13,52 April 40.850.000.000,00 8.125.077.131,00 19,89 Mei 40.850.000.000,00 12.575.780.812,00 30,79 Juni 40.850.000.000,00 15.386.782.456,00 37,67 Juli 40.850.000.000,00 18.568.320.309,00 45,45 Agustus 40.850.000.000,00 21.277.992.284,00 52,09 September 40.850.000.000,00 23.944.851.118,00 58,62 Oktober 48.361.157.478,15 29.189.418.673,00 60,36 November 48.361.157.478,15 35.368.572.334,00 73,13 Desember 48.361.157.478,15 45.829.643.557,00 94,77

Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Penyerapan belanja fungsional ditampilkan pada Tabel 3.8, yang menunjukkan realisasi belanja fungsional sampai akhir Tahun 2020 sebesar 94,77%. Persentase realisasi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja non fungsional karena adanya beberapa kendala pembangunan gedung yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

(34)

Pada belanja fungsional, realisasi belanja pegawai juga memiliki persentase realisasi tertinggi, dalam hal ini belanja modal memiliki realisasi terendah (Tabel 3.9).

Tabel 3.9

Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020 Bulan Anggaran

(Rp) Penyerapan

(Rp) %

Belanja Pegawai 4.172.951.600,00 4.056.766.000,00 97,22 Belanja Barang dan

Jasa

41.370.615.878,15 40.047.516.496,00 96,80

Belanja Modal 2.817.590.000,00 1.725.361.061,00 61,24 Total 48.361.157.478,15 45.831.143.557,00 94,77 Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Gambar 3.4

Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

0.17

4.91 13.52

19.89 30.79

26.78

45.45 52.09

58.62 60.36

73.13 94.77

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

Persentase Realisasi (%)

(35)

C. INDIKATOR KINERJA KEUANGAN Tabel 3.10

Realisasi Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020

No. Uraian Rumus Target

2020 Sem 1

2020 Sem 2 2020 1 Rasio Kas (Cash

Ratio)

6,22 1,66 24,15

2 Rasio Lancar

(Current Ratio) 21,64 2,76 47,82

3 Periode Pengalihan Piutang (Collection Period)

64,30 57,53 31,13

4 Perputaran Aset (Fixed Asset Turn Over)

0,24 0,11 0,38

5 Imbalan Atas Aset

(Return on Asset) 0,03 0,03 (0,40)

6 Imbalan Atas Equitas (Return on Equity)

0,03 0,03 (0,40)

7 Cost Recovery 31,98 49,40 53,19

8 Kemandiran 31,67 48,06 38,01

9 % Beban

Operasional 99,99 99,91 99,98

10 Pertumbuhan Pendapatan

4,91 (1,94) 24,58

11 Rasio Produktivitas

Karyawan*) 91.510 42.875 116.800

Sumber Data : Bagian Keuangan

*) Dalam Ribuan

Kas dan Setara Kas

Kewajiban Jangka Pendek 𝑥 100%

Aset Lancar

Kewajiban Jangka Pendek 𝑥 100%

Piutang Usaha x 360

Pendapatan Usaha 𝑥 1 hari

Pendapatan Operasional

Aset Teta𝑝 𝑥 100%

Surplus atau Defisit sblm Keuntungan/kerugian

Aset Tetap x 100%

Surplus atau Defisit sblm Keuntungan/kerugian

Ekuitas x 100%

Pendapatan Fungsional BLUD Biaya Operasional x 100%

Pendapatan Fungsional BLUD Total Belanja BLUD

Biaya Pelayanan BLUD Total Biaya BLUD

Pend. Fungsionalt− Pend. Fungsionalt−1 Pend. Fungsional t−1

Pendapatan Fungsional BLUD Jumlah Pegawai

(36)

Jika dibandingkan dengan target yang tercantum dalam RBA Tahun 2020, terdapat beberapa indikator keuangan yang sudah sesuai dengan target, bahkan melebihi target yang ditetapkan, seperti cost recovery rate, tingkat kemandirian, rasio kas, rasio lancar, periode penagihan piutang, persentase beban operasional, pertumbuhan pendapatan, dan produktivitas karyawan.

Jika dibandingkan dengan realisasi indikator kinerja keuangan pada Semester 1 Tahun 2020, terdapat beberapa indikator yang mengalami peningkatan atau perbaikan yaitu rasio kas, rasio lancar, periode pengalihan piutang, cost recovery, pertumbuhan pendapatan, dan tingkat produktivitas karyawan. Tingkat kemandirian keuangan RS justru mengalami penurunan karena meningkatnya realisasi belanja modal terkait adanya penambahan anggaran dalam PAPBD 2020 dengan jeni Belanja Modal.

Pengukuran Cost Recovery Rate (CRR) dan Tingkat Kemandirian (TK) keuangan RSJM diperlukan guna mengukur efektifitas dan efisiensi kinerja rumah sakit yang menerapkan PPK-BLUD. CRR adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak belanja operasional rumah sakit dapat dibiayai dari pendapatan fungsionalnya. Sementara Tingkat Kemandirian (TK) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa mampu rumah sakit membiayai seluruh belanja dari pendapatan fungsionalnya, baik belanja operasional maupun belanja investasinya (belanja modal). Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Keuangan RSJM mulai Bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2020 secara bulanan maupun akumulasi ditampilkan pada Tabel 3.11 dan Tabel 3.12.

Pada Tabel 3.11 CRR Bulan Oktober berada di atas 100%, karena pendapatan RS per bulan mencapai titik tertinggi sementara realisasi belanja operasional lebih kecil dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Nilai CRR bulanan terendah berada pada Bulan Juli 2020 yang disebabkan oleh rendahnya pendapatan fungsional tetapi realisasi belanja operasional justru berada pada titik tertingi. Secara akumulatif, nilai CRR tertinggi berada pada Bulan November, tetapi kembali menurun pada Bulan Desember karena peningkatan pendapatan fungsional tidak sebanding (Lebih kecil) dengan peningkatan realisasi belanja operasional.

Tingkat Kemandirian Keuangan secara bulanan menempati nilai tertingi pada Bulan Agustus, tetapi secara akumulatif nilai Tingkat Kemandirian Keuangan Tertinggi berada pada Bulan Oktober sebesar 49,45%

selanjutnya kembali menurun hingga pada akhir tahun hanya mencapai 38,01%.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat yang berada didaerah, selain harus melaksanakan tugas dan fungsi sesuai yang diamanahkan, juga dituntut kontribusinya untuk

BAB IV TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN MANGROVE DI DESA MOJO, KECAMATAN ULUJAMI 4.1.. Kegiatan atau Program Pengelolaan Hutan Mangrove

Infrastruktur wilayah termasuk jalan beserta saluran drainasenya dan jembatan, serta prasarana sumberdaya air dan jaringannya yang cukup dan baik memiliki keterkaitan yang sangat

Hasil Pengujian Cummulative Average Abnormal Return Pada Saat Pengumuman Pembayaran Dividen Meningkat ...28.. Tabel

Alokasi pertama VAM-R Bulan Januari 42 Tabel 4.43. Alokasi kedua VAM-R Bulan Januari 44

110 Rancangan antar muka Menu Daftar Peserta Prakualifikasi .... 111 Rancangan antar muka Daftar Peserta

Hasil Analisa Regresi Setiap Variabel Kualitas Layanan Terhadap Pertumbuhan Dana Milik Semua Nasabah: Deposito ………… 85 Lampiran 38. Hasil Analisa Regresi Setiap Variabel

Hal ini tercermin dalam penilaian yang diuraikan pada Bab III mengenai Akuntabilitas Kinerja dimana penilaian dilakukan berdasarkan realisasi dan target output dari