• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KONDISI RUMAH SAKIT

F. Kapasitas Tempat Tidur

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur RS Jiwa Menur Nomor 188.4/6133/305/2020, berikut kapasitas tempat tidur di RSJM.

Tabel 2.6

Kapasitas Tempat Tidur RSJM

No Nama Ruang Kelas Jumlah TT Jumlah

Pria Wanita

1 Ruang Rawat Inap Jiwa 111 70 181

Puri Anggrek VIP A 1 1 2

Puri Anggrek VIP B 4 3 7

Puri Anggrek VIP C 2 2 4

Puri Anggrek VIP D 6 6 12

Puri Anggrek Kelas I 8 8 16

Gelatik Kelas II 5 0 5

Gelatik Kelas III 65 0 65

Flamboyan Kelas II 0 5 5

Flamboyan Kelas III 0 25 25

Kenari Selatan Kelas III

20 20 40

2 Ruang Rawat Isolasi Khusus Pasien ODGJ + COVID-19 (Moderate Care)

15 10 25

Wijaya Kusuma Kelas

II 15 10 25

No Nama Ruang Kelas Jumlah TT Jumlah Pria Wanita

3 Ruang Rawat Isolasi Khusus

COVID-19 (Moderate Care) 20

Lavender Kelas I 12

Edelweis Kelas I 8

4 Ruang Rawat Isolasi Khusus

COVID-19 (Low Care) 40

Kenari Utara Kelas II 40

5 Rehabilitasi Napza 20 0 20

Puri Permata Harapan Kelas 3

20 0 20

Jumlah Total 286

Sumber : SK Direktur RSJM

BAB III KINERJA KEUANGAN

A. REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN

Total pendapatan fungsional RSJM yang diperoleh sepanjang Tahun mencapai Rp51.859.037.711,82 atau tercapai 126,49%

dibandingkan target tahunan sebesar Rp41.000.000.000,00. Target tahunan ini telah mengalami penambahan pada PAPBD 2020 sebesar Rp4.350.000.000,00 dibandingkan target pendapatan pada APBD Murni Tahun 2020 sebesar Rp36.650.000.000,00. Secara keseluruhan pendapatan RSJM pada Tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar Rp10.368.768.335,97 atau memiliki Sales Growth Rate (SGR) sebesar 24,99% dibandingkan pendapatan tahun 2019 sebesar.

Berdasarkan Tabel 3.1, terlihat bahwa tidak semua rincian pendapatan dapat melebihi target yang ditetapkan, rincian hasil pemanfaatan aset BLUD hanya dapat mencapai 89,33% dari target.

Tabel 3.1

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020

Rincian Pendapatan Target (Rp) Realisasi Tahun 2020 (Rp)

% Capaian

Jasa Layanan BLUD 41.000.000.000,00 51.183.255.374,00 126,90 Hasil Pemanfaatan Aset

BLUD 500.000.000,00 446.630.500,00 89,33

Jasa Giro BLUD 90.000.000,00 105.555.012,82 117,28 Penerimaan BLUD Atas

Komisi, Potongan, Atau

Bentuk Lain 75.000.000,00 123.596.825,00 164,80

Total 41.000.000.000,00 51.859.037.711,82 126,49 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah

Penerimaan BLUD atas Komisi memiliki capaian realisasi tertinggi dibandingkan target yang ditetapkan, diikuti oleh Jasa Layanan BLUD, serta Jasa Giro BLUD. Tabel 3.2 menyajikan realisasi pendapatan fungsional RSJM pada tahun 2020 per bulannya.

Tabel 3.2

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan

Bulan Jasa Layanan BLUD

Hasil Pemanfaatan

Aset BLUD Jasa Giro BLUD

Penerimaan BLUD Atas

Komisi, Potongan, atau

Bentuk Lain

Jumlah

Januari 3.097.668.702,00 107.572.500,00 4.235.720,10 0,00 3.209.476.922,10 Februari 4.489.245.883,00 157.600.000,00 9.210.478,95 0,00 4.656.156.361,95 Maret 2.783.354.844,00 3.412.500,00 9.529.388,90 16.598.397,00 2.812.895.129,90 April 2.501.287.400,00 0,00 11.363.339,04 13.757.820,00 2.526.408.559,04 Mei 1.578.814.287,00 0,00 10.366.220,09 1.422.482,00 1.590.602.989,09 Juni 4.657.581.625,00 3.412.500,00 8.697.061,17 0,00 4.669.691.186,17

Juli 2.387.356.015,00 0,00 6.340.000,00 0,00 2.293.696.172,51

Agustus 5.483.966.051,00 0,00 7.070.030,50 54.017.263,00 5.545.053.344,50 September 4.815.688.480,00 69.440.000,00 7.018.613,42 21.399.864,00 4.913.546.957,42 Oktober 8.787.633.329,00 45.000.000,00 8.943.440,05 0,00 8.841.576.769,05 November 6.411.889.842,00 0,00 11.438.957,16 5.230.500,00 6.428.559.299,16 Desember 4.288.668.916,00 60.193.000,00 11.341.605,93 11.170.499,00 4.371.374.020,93

Total 51.183.255.374,00 446.630.500,00 105.555.012,82 123.596.825,00 51.859.037.711,82 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa jasa layanan BLUD menempati proporsi terbesar dari seluruh pendapatan fungsional yaitu 99,02%; disusul hasil pemanfaatan aset BLUD (0,54%), selanjutnya penerimaan BLUD atas komisi, potongan, atau bentuk lain sebesar 0,28%. Adapun jasa giro BLUD menempati proporsi paling kecil yaitu sebesar 0,16%.

Realisasi pendapatan BLUD bulanan terlihat berfluktuatif, realisasi tertinggi dicapai pada Bulan Oktober 2020, sedangkan realisasi terendah terjadi di Bulan Mei 2020. Rendahnya realisasi pendapatan ini sangat dipengaruhi oleh masa pandemi COVID-19 yang menurunkan volume layanan di RSJM. Meskipun secara komulatif target pendapatan tercapai sebesar 126,49%, tetapi jika dibandingkan dengan target bulanan, tidak setiap bulan dapat mencapai target yang ditetapkan.

Pada awal pandemi yaitu Bulan Maret, April, dan Mei, realisasi pendapatan BLUD berada di bawah target yang ditetapkan, tetapi pada Bulan Juni 2020 realisasi pendapatan BLUD kembali berada di atas target bulanan yang ditetapkan kecuali pada Bulan Juli 2020 karena pembayaran klaim dari pihak ketiga khususnya dalam pelayanan COVID-19 masih belum diverifikasi, sementara volume layanan selain COVID-COVID-19 mengalami penurunan yang sangat berpengaruh pada realisasi pendapatan di bulan tersebut. Gambaran pendapatan fungsional per bulan secara lebih jelas ditampilkan pada Gambar 3.1 berikut ini.

Gambar 3.1

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Bulan

Gambar 3.1 menggambarkan realisasi pendapatan fungsional tiap bulan jika dibandingkan dengan target pendapatan bulanan. Pada Bulan Januari sampai dengan Bulan September 2020, target pendapatan sesuai dengan target pendapatan APBD Murni Tahun 2020. Mulai Bulan Oktober 2020 terdapat peningkatan target pendapatan bulanan sebesar Rp362.500.000,00 per bulan atau meningkat sebesar 11,87% karena penyesuaian target pendapatan berdasarkan PAPBD Tahun 2020.

Selanjutnya disajikan rincian pendapatan berdasarkan uraian pendapatan sampai dengan akhir Desember 2020 yang ditampilkan pada Tabel 3.3.

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Target 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,4 3,4 3,4 Realisasi 3,2 4,6 2,8 2,5 1,5 4,6 2,2 5,5 4,9 8,8 6,4 4,3 1,000,000,000.00

2,000,000,000.00 3,000,000,000.00 4,000,000,000.00 5,000,000,000.00 6,000,000,000.00 7,000,000,000.00 8,000,000,000.00 9,000,000,000.00 10,000,000,000.00

Pendapatan (Rupiah)

Tabel 3.3

Realisasi Pendapatan Fungsional RSJM Tahun 2020 Per Uraian Pendapatan

Uraian Pendapatan Target Pendapatan Realisasi Tahun

2020 %

Instalasi Rawat Jalan 1.100.000.000,00 1.648.005.000,00 149,82 Instalasi Rawat Inap 1.000.000.000,00 886.471.796,00 88,65

NAPZA 600.000.000,00 528.471.796,00 88,07

IGD 35.000.000,00 192.891.000,00 551,12

Laboratorium 207.000.000,00 567.293.300,00 274,05 Rehabilitasi Medik 5.000.000,00 4.300.000,00 86,00

Radiologi 40.000.000,00 70.360.000,00 175,90

Instalasi Gizi 300.000.000,00 358.973.500,00 119,66 Instalasi Farmasi 6.030.000.000,00 6.160.515.928,00 102,16 Jaminan Kesehatan

Nasional 16.000.000.000,00 16.160.515.928,00 104,33 Pely. Masyarakat Miskin 4.500.000.000,00 4.596.525.486,00 102,15 Pelayanan Pendidikan 421.800.000,00 561.250.000,00 130,69 Pelayanan COVID-19 10.096.200.000,00 18.925.418.400,00 187,45 Sewa Bangunan 500.000.000,00 446.630.500,00 89,33 Jasa Giro Bank 90.000.000,00 105.555.012,82 117,28 Retur, denda 75.000.000,00 123.596.825,00 164,80 Total 41.000.000.000,00 51.859.037.711,82 126,49 Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Berdasarkan Tabel 3.3 terlihat bahwa hampir seluruh layanan/uraian pendapatan dapat memenuhi target yang ditetapkan dalam PAPBD 2020, bahkan beberapa layanan memiliki capaian di atas 200% yaitu layanan IGD dan Laboratorium. Terdapat beberapa layanan masih belum dapat melampaui target meskipun sudah mengalami penyesuaian besaran target dalam PAPBD 2020 yaitu Instalasi Rawat Inap, NAPZA, dan Rehabilitasi Medik, serta sewa bangunan.

Tabel 3.4

Perbandingan Pendapatan Fungsional RS Jiwa Menur Tahun 2019-2020

Rincian Pendapatan Realisasi Tahun 2019 (Rp)

Realisasi Tahun 2020 (Rp)

% Peningkatan

Jasa Layanan BLUD 40.890.990.822,00 51.183.255.374,00 25,17 Hasil Pemanfaatan

Aset BLUD 481.251.168,00 446.630.500,00 (7,19)

Jasa Giro BLUD 86.216.291,85 105.555.012,82 22,43 Penerimaan BLUD

Atas Komisi, Potongan, Atau Bentuk Lain

31.811.094,00 123.596.825,00 288,53

Total 41.490.269.375,85 51.859.037.711,82 24,99 Sumber : Laporan Bulanan RSJM, diolah

Meskipun terlihat bahwa secara total terdapat peningkatan pendapatan sebesar 24,99% dibandingkan pendapatan tahun 2019, tetapi tidak seluruh rincian pendapatan mengalami peningkatan, seperti pada hasil pemanfaatan aset BLUD yang justru mengalami penurunan sebeasr 7,19%; hal ini karena tidak adanya pemanfaatan asrama selama masa pandemi.

Gambar 3.2

Perbandingan Pendapatan Fungsional RS Jiwa Menur Tahun 2019-2020

-10,000,000,000.00 20,000,000,000.00 30,000,000,000.00 40,000,000,000.00 50,000,000,000.00 60,000,000,000.00

Jasa Layanan Pemanfaatan Aset

Jasa Giro Komisi

2019 2020

B. REALISASI ANGGARAN BELANJA

Tabel 3.5 Realisasi Belanja RSJM Tahun 2020

Kode Program/Kegiatan Anggaran Tahun 2020

Realisasi Tahun 2020

%

01 Program Pelayanan Kesekretariatan

8.062.370.000,00 6.593.676.325,00 81,78 01.001 Penyusunan Dokumen

Perencanaan dan Anggaran

44.535.000,00 8.171.365,00 18,35

01.002 Pengelolaan Administrasi

Keuangan 1.024.818.000,00 979.252.004,00 95,55

01.003 Ketatausahaan dan

Kepegawaian 6.993.018.000,00 5.606.252.958,00 80,17 49 Program Peningkatan

Mutu Pelayanan

Kesehatan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

45.973.986.747,00 36.685.191.401,00 79,80

49.004 Upaya Kesehatan Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

200.000.000,00 189.719.881,00 94,86

49.005 Pelayanan Kesehatan

Rumah Sakit 173.750.000,00 158.542.200,00 91,25

49.006 Pelayanan Kesehatan

Rujukan (DAK) 3.620.236.747,00 3.248.766.920,00 89,74 49.007 Pelayanan Kesehatan

Masyarakat (Pajak Rokok) 6.400.000.000,00 5.846.241.673,00 91,35 49.008 Pembinaan Lingkungan

Sosial (DBHCHT) 31.330.000.000,00 23.038.368.077,00 73,53 49.009 Pencegahan dan

Penanganan COVID-19 4.250.000.000,00 4.203.552.650,00 98,91 50 Program Peningkatan

Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

48.361.157.478,15 45.829.643.557,00 94,77

50.001 Penguatan Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

48.361.457.478,15 45.829.643.557,00 94,77

00.000 Belanja Tidak Langsung 48.800.640.000,00 47.329.529.270,00 96,99 Total 151.198.154.225,15 136.438.040.553,00 90,24 Sumber Data : Laporan Realisasi Belanja RSJM (AK-18)

Adapun penyerapan belanja non fungsional per bulan dari bulan pada Tahun 2020 ditampilkan pada Tabel 3.6

Tabel 3.6

Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

Bulan Anggaran

(Rp) Penyerapan Akumulasi

(Rp) %

Akumulasi

Januari 102.974.874.872,00 1.749.698.601,00 1,70 Februari 102.974.874.872,00 5.991.328.549,00 5,82 Maret 102.974.874.872,00 10.402.831.508,00 10,10 April 93.770.687.672,00 14.872.862.624,00 15,86 Mei 93.770.687.672,00 20.886.666.368,00 22,27 Juni 93.770.687.672,00 25.116.055.993,00 26,78 Juli 93.770.687.672,00 33.633.611.768,00 35,87 Agustus 93.770.687.672,00 39.009.469.291,00 41,60 September 98.020.687.672,00 44.333.494.554,00 45,23 Oktober 102.836.996.747,00 53.843.023.546,00 52,36 November 102.836.996.747,00 64.764.326.667,00 62,98 Desember 102.836.996.747,00 90.608.396.996,00 88,11 Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Terlihat dari Tabel 3.6, terdapat perubahan anggaran sejak bulan April 2020 karena adanya PAPBD Mendahului 2 pada Bulan April tersebut.

Dari anggaran murni APBD Tahun 2020, terdapat pengurangan anggaran belanja non fungsional sebesar Rp9.204.187.200,00 yang terdiri dari:

1. Pengurangan Belanja Tidak Langsung Rp4.906.949.200,00;

2. Pengurangan Belanja Langsung Rp4.297.238.000,00

Pada Bulan Oktober 2020 terdapat peningkatan anggaran non fungsional sebesar Rp4.816.309.075,00 sesuai dengan PAPBD 2020.

Jika ditampilkan dalam bentuk grafik, akumulasi penyerapan belanja non fungsional dapat dilihat pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3

Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

Gambar 3.3 menggambarkan akumulasi realisasi belanja non fungsional sampai dengan bulan tersebut. Terlihat bahwa pada awal tahun realisasi penyerapan belanja non fungsional masih sangat rendah, demikian juga dengan persentase penambahan realisasinya, tetapi terdapat lonjakan percepatan realisasi belanja pada Bulan November menuju Desember yang meningkat lebih dari 15%.

Tabel 3.7

Penyerapan Belanja Non Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020 Jenis Belanja Anggaran

(Rp) Penyerapan

(Rp) %

Belanja Pegawai 49.429.956.000,00 47.935.598.270,00 96,98 Belanja Barang dan

Jasa

6.918.948.500,00 5.461.489.761,00 78,94

Belanja Modal 46.488.092.247,00 37.211.308.965,00 80,04 Total 102.836.996.747,00 90.608.396.996,00 88,11

1.7 5.82

10.1 15.86

22.27

26.78 35.87 41.6

45.23

52.36 62.98

88.11

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

Persentase Realisasi (%)

Tabel 3.7 menyajikan data penyerapan belanja non fungsional menurut jenis belanjanya. Berdasarkan jenis belanjanya, realisasi terbesar belanja non fungsional terdapat pada belanja pegawai, sedangkan belanja barang dan jasa memiliki persentase penyerapan paling rendah.

Adapun penyerapan belanja fungsional per bulan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2020 ditampilkan pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8

Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Per Bulan Tahun 2020

Bulan Anggaran (Rp)

Penyerapan Akumulasi (Rp)

% Akumulasi

Januari 40.850.000.000,00 69.821.400,00 0,17 Februari 40.850.000.000,00 2.006.674.994,00 4,91 Maret 40.850.000.000,00 5.552.689.335,00 13,52 April 40.850.000.000,00 8.125.077.131,00 19,89 Mei 40.850.000.000,00 12.575.780.812,00 30,79 Juni 40.850.000.000,00 15.386.782.456,00 37,67 Juli 40.850.000.000,00 18.568.320.309,00 45,45 Agustus 40.850.000.000,00 21.277.992.284,00 52,09 September 40.850.000.000,00 23.944.851.118,00 58,62 Oktober 48.361.157.478,15 29.189.418.673,00 60,36 November 48.361.157.478,15 35.368.572.334,00 73,13 Desember 48.361.157.478,15 45.829.643.557,00 94,77

Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Penyerapan belanja fungsional ditampilkan pada Tabel 3.8, yang menunjukkan realisasi belanja fungsional sampai akhir Tahun 2020 sebesar 94,77%. Persentase realisasi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja non fungsional karena adanya beberapa kendala pembangunan gedung yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Pada belanja fungsional, realisasi belanja pegawai juga memiliki persentase realisasi tertinggi, dalam hal ini belanja modal memiliki realisasi terendah (Tabel 3.9).

Tabel 3.9

Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2020 Bulan Anggaran

(Rp) Penyerapan

(Rp) %

Belanja Pegawai 4.172.951.600,00 4.056.766.000,00 97,22 Belanja Barang dan

Jasa

41.370.615.878,15 40.047.516.496,00 96,80

Belanja Modal 2.817.590.000,00 1.725.361.061,00 61,24 Total 48.361.157.478,15 45.831.143.557,00 94,77 Sumber : Laporan Bulanan RSJM

Gambar 3.4

Penyerapan Belanja Fungsional BLUD RSJM (Akumulasi) Tahun 2020

0.17

4.91 13.52

19.89 30.79

26.78

45.45 52.09

58.62 60.36

73.13 94.77

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

Persentase Realisasi (%)

C. INDIKATOR KINERJA KEUANGAN Tabel 3.10

Realisasi Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2020

3 Periode Pengalihan Piutang (Collection Period)

64,30 57,53 31,13

4 Perputaran Aset (Fixed Asset Turn Over)

0,24 0,11 0,38

5 Imbalan Atas Aset

(Return on Asset) 0,03 0,03 (0,40)

6 Imbalan Atas Equitas (Return on Equity)

10 Pertumbuhan Pendapatan

4,91 (1,94) 24,58

11 Rasio Produktivitas

Karyawan*) 91.510 42.875 116.800

Sumber Data : Bagian Keuangan

*) Dalam Ribuan

Kas dan Setara Kas

Kewajiban Jangka Pendek π‘₯ 100%

Aset Lancar

Kewajiban Jangka Pendek π‘₯ 100%

Piutang Usaha x 360

Pendapatan Usaha π‘₯ 1 hari

Pendapatan Operasional

Aset Teta𝑝 π‘₯ 100%

Surplus atau Defisit sblm Keuntungan/kerugian

Aset Tetap x 100%

Surplus atau Defisit sblm Keuntungan/kerugian

Ekuitas x 100%

Pendapatan Fungsional BLUD Biaya Operasional x 100%

Pendapatan Fungsional BLUD Total Belanja BLUD

Biaya Pelayanan BLUD Total Biaya BLUD

Pend. Fungsionaltβˆ’ Pend. Fungsionaltβˆ’1 Pend. Fungsional tβˆ’1

Pendapatan Fungsional BLUD Jumlah Pegawai

Jika dibandingkan dengan target yang tercantum dalam RBA Tahun 2020, terdapat beberapa indikator keuangan yang sudah sesuai dengan target, bahkan melebihi target yang ditetapkan, seperti cost recovery rate, tingkat kemandirian, rasio kas, rasio lancar, periode penagihan piutang, persentase beban operasional, pertumbuhan pendapatan, dan produktivitas karyawan.

Jika dibandingkan dengan realisasi indikator kinerja keuangan pada Semester 1 Tahun 2020, terdapat beberapa indikator yang mengalami peningkatan atau perbaikan yaitu rasio kas, rasio lancar, periode pengalihan piutang, cost recovery, pertumbuhan pendapatan, dan tingkat produktivitas karyawan. Tingkat kemandirian keuangan RS justru mengalami penurunan karena meningkatnya realisasi belanja modal terkait adanya penambahan anggaran dalam PAPBD 2020 dengan jeni Belanja Modal.

Pengukuran Cost Recovery Rate (CRR) dan Tingkat Kemandirian (TK) keuangan RSJM diperlukan guna mengukur efektifitas dan efisiensi kinerja rumah sakit yang menerapkan PPK-BLUD. CRR adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak belanja operasional rumah sakit dapat dibiayai dari pendapatan fungsionalnya. Sementara Tingkat Kemandirian (TK) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa mampu rumah sakit membiayai seluruh belanja dari pendapatan fungsionalnya, baik belanja operasional maupun belanja investasinya (belanja modal). Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Keuangan RSJM mulai Bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2020 secara bulanan maupun akumulasi ditampilkan pada Tabel 3.11 dan Tabel 3.12.

Pada Tabel 3.11 CRR Bulan Oktober berada di atas 100%, karena pendapatan RS per bulan mencapai titik tertinggi sementara realisasi belanja operasional lebih kecil dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Nilai CRR bulanan terendah berada pada Bulan Juli 2020 yang disebabkan oleh rendahnya pendapatan fungsional tetapi realisasi belanja operasional justru berada pada titik tertingi. Secara akumulatif, nilai CRR tertinggi berada pada Bulan November, tetapi kembali menurun pada Bulan Desember karena peningkatan pendapatan fungsional tidak sebanding (Lebih kecil) dengan peningkatan realisasi belanja operasional.

Tingkat Kemandirian Keuangan secara bulanan menempati nilai tertingi pada Bulan Agustus, tetapi secara akumulatif nilai Tingkat Kemandirian Keuangan Tertinggi berada pada Bulan Oktober sebesar 49,45%

selanjutnya kembali menurun hingga pada akhir tahun hanya mencapai 38,01%.

Tabel 3.11

Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Per Bulan Tahun 2020

Sumber Data : Bagian Keuangan

Tabel 3.12

Perhitungan CRR dan Tingkat Kemandirian Akumulasi Tahun 2020

Sumber Data : Bagian Keuangan

Bulan CRR (%) Tingkat

Kemandirian (%)

Januari 176,39 176,39

Februari 75,36 75,36

Maret 36,27 35,48

April 38,23 35,72

Mei 15,82 15,20

Juni 66,81 66,33

Juli 23,28 19,61

Agustus 70,49 68,58

September 72,88 61,49

Oktober 138,29 59,93

November 62,10 37,59

Desember 25,88 12,04

Bulan CRR (%) Tingkat

Kemandirian (%)

Januari 176,39 176,39

s.d. Februari 98,34 98,34

s.d. Maret 67,79 67,05

s.d. April 59,05 57,42

s.d. Mei 45,65 44,22

s.d. Juni 49,40 48,06

s.d. Juli 44,18 41,68

s.d. Agustus 47,80 45,29

s.d. September 50,45 47,19

s.d. Oktober 58,44 49,45

s.d. November 58,91 47,42

s.d. Desember 53,19 38,01

Secara ringkas, realisasi pengukuran CRR dan Tingkat Kemandirian Keuangan secara komulatif sampai dengan akhir Tahun 2020 disajikan pada Tabel 3.13.

Tabel 3.13

Perbandingan CRR dan Tingkat Kemandirian RSJM Tahun 2020

No Indikator Nilai

1 Cost Recovery Rate (CRR) 53,19

2 Tingkat Kemandirian 38,01

Sumber Data : Bagian Keuangan

BAB IV KINERJA NON KEUANGAN

A. KINERJA LAYANAN

1. Instalasi Rawat Jalan, Psikologi, dan Kesehatan Jiwa Anak &

Remaja

Tabel 4.1

Kunjungan Rawat Jalan RSJM Tahun 2020

Uraian K. Baru K. Lama Total

L P βˆ‘ L P βˆ‘ L P βˆ‘

Jiwa 236 87 323 12.978 6.833 19.811 13.214 6.920 20.134

Umum 227 327 554 81 96 177 308 423 731

Spesialis Paru 6 3 9 63 54 117 69 57 126

Spesialis Kulit &

Kelamin 10 1 11 10 6 16 20 7 27

Spesialis Saraf 23 23 46 133 151 284 156 174 330 Spesialis

Psikiatri 338 335 673 3.587 2.668 6.255 3.925 3.003 6.928

SKBN 95 103 198 13 7 20 108 110 218

Spesialis Internis 7 3 10 37 25 62 44 28 72

Spesialis

Psikogeriatri 65 57 122 1.278 1.286 2.564 1.343 1.343 2.686 Spesialis

Jantung 0 0 0 5 5 10 5 5 10

Jiwa Anak dan

Remaja 213 138 351 1.952 699 2.651 2.165 837 3.002

VCT 70 26 96 1.488 179 1.667 1.558 205 1.763

Spesialis Gigi

dan Mulut 87 92 179 351 70 421 438 162 600

Psikologi 79 135 214 42 49 91 121 184 305

Rehabilitasi

Medik 23 22 45 30 23 53 53 45 98

MBCU 72 74 146 211 181 392 283 255 538

JUMLAH 1.551 1.426 2.977 22.259 12.332 34.591 23.810 13.758 37.568 Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Komposisi kunjungan pasien lama mendominasi kunjungan rawat jalan yaitu sebesar 92,08%;

sedangkan proporsi kunjungan pasien baru sebanyak 7,92%.

Komposisi kunjungan pasien rawat jalan berdasarkan gender

menunjukkan bahwa pasien laki-laki menempati proporsi lebih besar yaitu 63,38% dan pasien perempuan sebanyak 36,62%.

Tabel 4.2

Kunjungan Rawat Jalan RSJM Berdasarkan Debitur Per Bulan Tahun 2020

Bulan JKN PBI

JKN NPBI

BIAKES Kota SBY

SPM Umum SK Dir. Total

Januari 890 1.195 366 16 45 1.336 0 3.848

Februari 609 1.071 206 196 0 1.197 0 3.279

Maret 607 1.114 327 225 1 1.080 9 3.363

April 614 958 269 88 1 828 218 2.976

Mei 569 846 191 43 30 561 68 2.308

Juni 754 829 311 138 5 987 53 3.077

Juli 774 842 97 174 0 908 59 2.854

Agustus 663 940 17 360 1 859 97 2.937

September 724 907 483 13 1 958 0 3.086

Oktober 764 581 409 6 0 950 0 2.710

November 725 968 392 6 0 1.963 0 4.054

Desember 702 974 439 10 0 951 0 3.076

JUMLAH 8.395 11.225 3.507 1.275 84 12.578 504 37.568 Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Berdasarkan data pada Tabel 4.2 terlihat bahwa kunjungan tertinggi tercapai pada Bulan November. Pada Bulan Januari kunjungan juga tinggi tetapi cenderung menurun pada setiap bulannya karena dampak pandemi, tetapi cenderung mengalami peningkatan di akhir tahun.

Jika dilihat menurut jenis debiturnya, proporsi terbanyak kunjungan pasien rawat jalan merupakan pasien umum sebesar 33,48%; disusul pasien JKN Non PBI sebesar 29,88%; dan pasien PBI 22,35%.

10 besar Diagnosa penyakit terbanyak sepanjang tahun 2020 ditampilkan pada Tabel 4.3. Terlihat bahwa di antara 10 diagnosa tersebut terdapat 1 diagnosa yang bukan termasuk diagnosa gangguan jiwa yaitu urutan ke 4 (HIV).

Tabel 4.3

10 Besar Diagnosa Rawat Jalan RSJM Tahun 2020

No. Kode Diagnosa Jumlah

1. F25 Schizoaffective disorders 3.647

2. F20.5 Residual schizophrenia 2.424

3. F20.3 Undifferentiated schizophrenia 1.012 4. F06 Other specified mental disorder brain

damage and dysfunction/physical disease 738 5. B20 Human immunodeficiency virus (HIV)

disease resulting in infectious and parasitic disease

573

6. F32 Severe Depresive episode without

psychotic symptoms 433

7. F70 Mild mental retardation 307

8. F84 Pervasive developmental disorders 298

9. F41 Other anxiety disorder 298

10. F20 Schizophrenia 264

Sumber Data : Seksi Rekam Medis

2. Instalasi Rawat Inap Jiwa dan Non Jiwa

Layanan rawat inap jiwa akan disajikan pada Tabel 4.4 sedangkan layanan rawat inap non jiwa pada Tabel 4.5 berikut ini.

Tabel 4.4

Layanan Rawat Inap (Jiwa) RSJM Tahun 2020

Uraian L P Jumlah

Masuk Rumah Sakit (MRS) a. MRS Pasien Baru Keluar Rumah Sakit (KRS)

a. Sembuh

b. Permintaan Keluarga c. Rujuk

Hari Perawatan 34.215 14.625 48.840

Lama Dirawat 33.019 16.565 49.584

Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Jumlah pasien jiwa yang Masuk Rumah Sakit (MRS) masih dinominasi oleh pasien lama (63,88%); sedangkan pasien baru sebesar 36,12%. Terlihat juga pada Tabel 3.4 bahwa pasien MRS laki-laki memiliki komposisi yang lebih besar yaitu 67,97% dibandingkan pasien perempuan yang hanya 32,03%.

Dari total pasien jiwa yang Keluar Rumah Sakit (KRS), sebanyak 97,19% dinyatakan sembuh, tetapi ada 2,25% pasien jiwa yang KRS karena permintaan keluarga, serta 0,19% pasien lari dari perawatan.

Tabel 4.5

Layanan Rawat Inap (COVID-19) RSJM Tahun 2020

Uraian L P Jumlah

Masuk Rumah Sakit (MRS) a. MRS Pasien Baru Keluar Rumah Sakit (KRS)

a. Sembuh

b. Permintaan Keluarga c. Rujuk

Indikator Pelayanan Rawat Inap Tahun 2020

NO. INDIKATOR

LAYANAN RAWAT INAP

JIWA RAWAT INAP

Tabel 4.7

Pasien Rawat Inap RSJM Berdasarkan Debitur Per Bulan Tahun 2020

Bulan Umum BPJS

PBI BPJS

NPBI JKD P100

JKD SBY

SPM Biakes Total

Januari 31 94 57 113 1 4 0 303

Februari 35 65 54 71 0 8 1 245

Maret 30 57 69 101 14 1 0 279

April 39 48 43 45 8 6 0 195

Mei 51 45 32 19 7 0 1 157

Juni 132 58 44 15 2 4 0 258

Juli 168 60 38 8 2 1 0 279

Agustus 104 63 41 23 1 3 0 236

September 88 66 43 39 6 5 1 251

Oktober 49 78 52 30 4 2 0 216

November 27 85 58 56 2 6 0 237

Desember 72 58 51 75 6 4 0 269

JUMLAH 826 777 582 595 53 44 3 2.880

Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Tabel 4.8

10 Besar Diagnosa Rawat Inap RSJM Tahun 2020

No. Kode Diagnosa Jumlah

1. F20.3 Undifferentiated schizophrenia 497

2. F20.1 Hebephrenic schizophrenia 225

3. F20.0 Paranoid schizophrenia 204

4. F20.6 Simple scizophrenia 116

5. F28 Other nonorganic psychotic disorders 99

6. F25 Schizoaffective disorders 71

7. F20.5 Residual schizophrenia 31

8. F08.8 Other mental disorders due to brain damage and dysfuction and to physical disease

29

9. F23 Acute and transient psychotic disorders 20 10. F20.04 Paranoid schizophrenia remisi tak

sempurna 7

Sumber Data : Seksi Rekam Medis

3. Intalasi Gawat Darurat

Berikut ini data kunjungan pasien gawat darurat sepanjang tahun 2020.

Tabel 4.9

Kunjungan Gawat Darurat RSJM Tahun 2020

Uraian K. Baru K. Lama Total Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Pada tahun 2020 ini, kunjungan di IGD meningkat sebesar 132,03%

jika dibandingkan dengan kunjungan pada tahun 2019 (2.910 kunjungan), yang dipengaruhi oleh adanya pandemi COVID-19. Hal ini juga berdampak pada komposisi kunjungan non jiwa yang justru lebih mendominasi total kunjungan di IGD (64,41%) dibandingkan dengan kunjungan jiwa yang hanya 35,59%. Terlihat dari jumlah kunjungan rawat jalan (tes swab) yang mencapai 3.717 kunjungan, yang bahkan melebihi total kunjungan di IGD selama tahun 2019.

Jumlah kunjungan IGD berdasarkan gender juga masih menempatkan laki-laki yang memiliki proporsi terbesar penerima layanan sebesar 62,23% jika dibandingkan dengan perempuan yang hanya memiliki proporsi 35,28%.

Tabel 4.10 menampilkan kunjungan di IGD berdasarkan debitur per bulan. Terlihat bahwa SK Direktur menempati jumlah tertinggi yang berkaitan dengan layanan swab COVID-19 baik bagi internal SDM RSJM maupun OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tabel 4.10

Kunjungan Gawat Darurat RSJM Berdasarkan Debitur Per Bulan Tahun 2020

Bulan Umum BPJS

PBI BPJS

NPBI JKD P100

JKD SBY

SK Dir.

SPM Biakes OPD Total

Januari 107 51 56 21 0 0 2 0 0 237

Februari 121 40 61 18 3 0 0 1 0 244

Maret 127 45 45 25 8 0 0 5 0 255

April 93 44 42 9 0 0 2 0 0 190

Mei 174 53 36 6 0 0 1 0 0 270

Juni 163 46 37 12 0 210 0 0 0 468

Juli 156 64 52 7 3 339 0 0 0 621

Agustus 175 95 67 25 0 165 4 0 0 531

September 69 124 64 30 0 611 3 0 0 901

Oktober 69 78 58 19 2 279 1 0 0 506

November 73 84 40 20 2 456 6 0 0 681

Desember 125 67 58 28 2 614 8 0 946 1.848

JUMLAH 1.425 791 616 220 20 2.674 27 6 946 6.752 Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Tabel 4.11

10 Besar Diagnosa IGD RSJM Tahun 2020

No. Kode Diagnosa Jumlah

1. F20.3 Undifferentiated schizophrenia 656 2. F20.3 Undifferentiated schizophrenia 605 3. B34.2 Coronavirus infection, unspesified site 208

4. F20.0 Paranoid schizophrenia 206

5. F20.1 Hebephrenic schizophrenia 152

6. F28 Other nonorganic psychotic disorders 101 7. F23.1 Acute and transient psychotic 76

8. F20.5 Residual schizophrenia 68

9. F25 Schizoaffective disorders 30

10. F06 Other specified mental disorder brain

damage and dysfunction/physical disease 29 Sumber Data : Seksi Rekam Medis

4. Instalasi NAPZA

Layanan Instalasi NAPZA terdiri dari layanan rawat inap dan layanan rawat jalan.

Tabel 4.12

Layanan Rawat Inap NAPZA RSJM Tahun 2020

Uraian L P Jumlah

Keluar Rumah Sakit (KRS) a. Sembuh

b. Permintaan Keluarga c. Rujuk

d. Mati

44 43 1 0 0

0 0 0 0 0

44 43 1 0 0

Hari Perawatan 3.596 0 3.596

Lama Dirawat 3.810 0 3.810

Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Tabel 4.13

Pasien Rawat Inap NAPZA RSJM Berdasarkan Debitur Per Bulan Tahun 2020

Bulan Umum Kemenkes Total

Januari 3 0 3

Februari 11 0 11

Maret 6 1 7

April 4 2 6

Mei 1 0 1

Juni 4 1 5

Juli 1 1 2

Agustus 1 0 1

September 2 1 3

Oktober 0 1 1

November 3 0 3

Desember 0 1 1

JUMLAH 36 8 44

Sumber Data : Seksi Rekam Medis

Terdapat 44 pasien rawat inap yang dilayani dan kesemuanya laki-laki (100%).

Jika dilihat berdasarkan debitur, sebagian besar merupakan pasien umum, sedangkan sisanya dijamin oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Layanan rawat jalan NAPZA di RSJM terdiri dari 2 (dua) rumatan, yaitu Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) dan Program Terapi Rumatan Buprenorphine (PTRB). Adapun kunjungan kedua program tersebut ditampilkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.14

Kunjungan PTRM dan PTRB Per Bulan Tahun 2020

Bulan PTRM PTRB Total

L P βˆ‘ L P βˆ‘ L P βˆ‘

Januari 210 3 213 140 3 143 350 6 356

Februari 192 3 195 119 3 122 311 6 317

Maret 198 1 199 127 1 128 325 2 327

April 188 1 189 93 1 94 281 2 283

Mei 182 0 182 81 0 81 263 0 263

Juni 160 0 160 81 0 81 241 0 241

Juli 188 25 213 84 0 84 272 25 297

Agustus 196 31 227 66 0 66 262 31 293

September 241 30 271 47 0 47 288 30 318

Oktober 265 31 296 38 0 38 303 31 334

November 258 30 288 7 0 7 265 30 295

Desember 248 31 279 5 0 5 253 31 284

JUMLAH 2.526 186 2.712 888 8 896 3.414 194 3.608 Sumber Data : Laporan Bulanan

Jumlah kunjungan pasien PTRM sempat mengalami penurunan pada pertengahan tahun akibat pandemi tetapi kembali meningkat di akhir tahun karena beberapa peserta PTRB yang berpindah mengikuti PTRM akibat perubahan kebijakan. Hal ini juga yang mempengaruhi semakin berkurangnya pasien peserta PTRB.

Peserta PTRM memiliki proporsi sebesar 75,17% jika dibandingkan dengan peserta PTRB yang hanya 24,83%. Pasien laki-laki juga terlihat lebih mendominasi total program rawat jalan ini dengan jumlah 3.414 kunjungan atau 94,62%; sedang sisanya sebanyak 194 kunjungan atau 5,38% merupakan peserta program perempuan.

5. Instalasi Rehabilitasi

Instalasi Rehabilitasi RSJM memberikan layanan rehabilitasi mental maupun rehabilitasi medik. Layanan rehabilitasi mental terdiri dari seleksi, terapi kerja, terapi oleh raga, terapi music, terapi okupasi, dan family gathering. Sedangkan layanan rehabilitasi medik meliputi fisioterapi dan okupasi terapi.

Tabel 4.15

Kunjungan Rehabilitasi Mental Tahun 2020

No. Uraian Kegiatan TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 Total

f. Membuat Bunga g. Religi Islam h. Religi Kristiani

626

Sumber Data : Lap. Bulanan

Kunjungan rehabilitasi mental terlihat berfluktuatif, pada triwulan 1 layanan belum terkendala pandemi COVID-19, menurun di triwulan 2 tetapi berupaya kembali naik pada triwulan 3 dan triwulan 4.

Adanya pembatasan kegiatan secara berkelompok sangat berpengaruh terhadap penurunan kunjungan di Instalasi Rehabilitasi, baik rehabilitasi mental maupun rehabilitasi medik.

Kunjungan rehabilitasi medik (Tabel 4.16) justru mengalami peningkatan pada triwulan 3 dan triwulan 4 karena adanya layanan terapi khusus bagi pasien COVID-19.

Tabel 4.16

Kunjungan Rehabilitasi Medik Tahun 2020

No. Uraian Kegiatan TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 Total 1 Fisioterapi

a. Latihan Fisik b. Elektroterapi

a. Latihan Aktivitas b. Analisa, Intervensi

8

Sumber Data : Lap. Bulanan

Dari jumlah kunjungan keseluruhan di Instalasi Rehabilitasi sebanyak 6.191 kunjungan, rehabilitasi mental memiliki 4.734 kunjungan atau 76,47%. Sedangkan layanan rehabilitasi medik mempunyai kunjungan sebanyak 1.457 kunjungan atau 23,53%.

Tabel 4.17

Layanan Instalasi Rehabilitasi Berdasarkan Gender Tahun 2020

No. Uraian Kegiatan TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 Total 1 Rehabilitasi Mental

a. Laki-Laki (Orang) b. Perempuan (Orang)

3.028 2 Rehabilitasi Medik

a. Laki-Laki (Orang) b. Perempuan (Orang)

205

a. Laki-Laki (Orang) b. Perempuan (Orang)

3.233 Sumber Data : Lap. Bulanan

Berdasarkan gender, total pengguna jasa layanan Instalasi Rehabilitasi ada 5.243 orang, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 2.637 orang (50,30%)dan perempuan sebanyak 2.606 orang atau 49,70%.

6. Instalasi Laboratorium

Berdasarkan jumlah pasien yang dilayani Instalasi Laboratorium, pada tahun 2020 terdapat peningkatan sebesar 83,34% jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang dilayani pada tahun 2019

Berdasarkan jumlah pasien yang dilayani Instalasi Laboratorium, pada tahun 2020 terdapat peningkatan sebesar 83,34% jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang dilayani pada tahun 2019

Dokumen terkait