• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KINERJA NON KEUANGAN

H. Kinerja Badan Layanan Umum Daerah

Indikator kinerja layanan RS Jiwa Tahun 2020 secara umum ditampilkan pada tabel berikut ini.

Tabel 4.48

Indikator Kinerja Layanan RSJM Tahun 2020 No. Indikator Realisasi

2019 Realisasi

2020 +/(-)

1 BOR (%) 78,78 62,33 (15,45)

2 ALOS (Hari) 22 23 (1)

3 TOI (Hari) 6,02 13,44 (7,42)

4 BTO (Kali) 12,86 9 (3,86)

5 GDR (‰) 1,44 11,28 (9,84)

6 NDR (‰) 1,15 9,57 (8,42)

7 Kunjungan rawat jalan

total (Kj.) 49.889 41.176 (8.713)

8 Kunjungan gawat

darurat (Kj.) 1.963 6.752 4.789

9 Hari perawatan rawat

inap (HP) 77.641 65.071 (12.570)

Sumber : Bagian Program, diolah

Penilaian Kinerja BLUD RSJM secara periodik dilakukan berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor Per-36/PB/2016 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Badan Layanan Umum di Bidang Layanan Kesehatan.

Penilaian kinerja tersebut mencakup beberapa aspek yaitu:

1. Aspek Keuangan (skor paling tinggi 30), terdiri dari:

a. Rasio keungan (skor paling tinggi 19);

b. Kepatuhan pengelolaan keuangan BLU (skor paling tinggi 11).

2. Aspek Pelayanan (skor paling tinggi 70), terdiri dari:

a. Kualitas layanan (skor paling tinggi 35);

b. Mutu dan manfaat kepada masyarakat (skor paling tinggi 35).

Hasil penilaian kinerja BLUD didasarkan pada total skor yang didapat, kemudian dikelompokkan dalam kriteria sebagai berikut:

1. BAIK, dengan total skor >68;

2. SEDANG, 35<TS≤68 3. BURUK, ≤35

Penilaian kinerja BLUD RSJM Tahun 2020 dapat dilihat pada Tabel 4.49

Tabel 4.49

Penilaian Kinerja BLUD RSJM Tahun 2020

No. Indikator Skor

Maksimal HAPER Skor RSJM 1 Rasio Keuangan

a. Rasio kas (cash ratio) 2 24.15 0.25

b. Rasio lancar (current ratio) 2.5 47.82 0.25 c. Periode penagihan piutang

(collection periode) 2 31.13 1.50

d. Perputaran aset tetap (fixed

asset turnover) 2 0.38 0.25

e. Imbalan atas aset (return on

fixed asset) 2 -0.40 0

f. Imbalan atas equitas (return

on equity) 2 -0.40 0

g. Perputaran persediaan

(inventory turnover) 2 2.92 0

h. Rasio pendapatan PNBP

terhadap biaya operasional 2.5 53.19 2.5

i. Rasio subsidi biaya pasien 2 -5.12 0

2 Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU

a. Rencana Bisnis dan Anggaran

Definitif 2 Tepat waktu 2

b. Laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan

2 Tepat waktu, WTP 2

c. Surat Perintah Pengesahan

Pendapatan dan Belanja BLU 2 Tepat waktu 2

d. Tarif layanan 1 Ditetapkan Perda,

SK Direktur 1

e. Sistem akuntansi 1 Ya 1

f. Persetujuan rekening 0.5 Ya 0.5

g. SOP Pengelolaan Kas 0.5 Ya 0.5

h. SOP Pengelolaan Piutang 0.5 Ya 0.5

i. SOP Pengelolaan Utang 0.5 Ya 0.5

j. SOP Pengadaan Barang dan

Jasa 0.5 Ya 0.5

k. SOP Pengadaan Barang

Invetaris 0.5 Ya 0.5

3 Layanan (Pertumbuhan Produktivitas)

a. Pertumbuhan rata-rata

kunjungan rawat jalan 2 0.83 0

b. Pertumbuhan rata-rata

kunjungan rawat darurat 2 3.44 2

c. Pertumbuhan hari perawatan

rawat inap 2 0.84 0

d. Pertumbuhan pemeriksaan

radiologi 2 2.01 2

e. Pertumbuhan pemeriksaan

laboratorium 2 1.59 2

No. Indikator Skor

Maksimal HAPER Skor RSJM

f. Pertumbuhan operasi 2 Tidak ada 2

g. Pertumbuhan rehabilitasi

medik 2 0.42 0

h. Pertumbuhan peserta didik

pendidikan kedokteran 2 0.14 0

i. Pertumbuhan penelitian yang

dipublikasikan 2 0 0

4 Layanan (Efektifitas Pelayanan) a. Kelengkapan rekam medik 24

jam selesai pelayanan 2 98.10 2

b. Pengembalian rekam medik 2 98.10 2

c. Angka pembatalan operasi 2 Tidak ada 2

d. Angka kegagalan hasil

radiologi 2 0 2

e. Penulisan resep sesuai

formularium 2 93.33 2

f. Angka pengulangan

pemeriksaan laboratorium 2 0.00 2

g. Bed Occupancy Rate (BOR) 2 62.33 1.50

5 Layanan (Pertumbuhan Pembelajaran)

a. Rata-rata jam

pelajaran/karyawan 1 0.59 0.50

b. Persentase dokter pendidik

klinis yang mendapat TOT 1 100 1

c. Program reward and

punishment 1 Ada, Dilaksanakan 1

6 Mutu dan Manfaat Kepada Masyarakat (Mutu Pelayanan) a. Emergency Response Time

Rate 2 2.01 2

b. Waktu tunggu rawat jalan 2 64.15 1

c. Lenght of stay 2 23.00 1.5

d. Kecepatan pelayanan resep

obat jadi 2 25.90 1

e. Waktu tunggu sebelum

operasi 2 Tidak ada 2

f. Waktu tunggu hasil

laboratorium 2 1.38 2

g. Waktu tunggu hasil radiologi 2 1.12 2

7 Mutu dan Manfaat Kepada Masyarakat (Mutu Klinik) a. Angka kematian di gawat

darurat 2 0.00 2

b. Angka kematian/kebutaan

≥48 jam 2 0.96 2

c. Post operative death rate 2 - 2

d. Angka infeksi nosokomial 4 0.00 4

e. Angka kematian ibu di RS 2 - 2

8 Mutu dan Manfaat Kepada Masyarakat (Kepedulian Kepada

No. Indikator Skor

Maksimal HAPER Skor RSJM a. Pembinaan kepada Pusat

Kesehatan Masyarakat dan sarana kesehatan lainnya

1 Ada, Dilaksanakan 1

b. Penyuluhan kesehatan 1 Ada, Dilaksanakan 1

c. Rasio tempat tidur Kelas III 2 52.45 2

9 Mutu dan Manfaat Kepada Masyarakat (Kepuasan Pelanggan)

a. Penanganan

pengaduan/komplain 1 100 1

b. Kepuasan pelanggan 1 0.82 0.82

10 Mutu dan Manfaat Kepada Masyarakat (Kepedulian Terhadap Lingkungan) a. Kebersihan lingkungan

(program rumah sakit berseri) 2 Tidak ada 0

b. Proper lingkungan 1 Tidak ada 0

Total Skor 100 69.07

Kategori A (BAIK)

Sumber : Bagian Program

BAB V PERMASALAHAN

A. PERMASALAHAN

Permasalahan yang dihadapi RSJM pada Tahun 2020 adalah:

1. Penyerapan anggaran belanja sudah cukup bagus tetapi masih belum mencapai target yang diharapkan (tercapai 90,24% dari target sebesar 91%);

2. Terdapat beberapa uraian pendapatan yang belum mencapai target yang ditetapkan, di antaranya: pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan, rehabilitasi, serta sewa bangunan ;

3. Beberapa indikator kinerja program belum memenuhi target yang ditetapkan, yaitu persentase indikator program yang tercapai;

persentase realisasi anggaran, Indeks Profesionalitas ASN, dan Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target;

4. Indikator kinerja kegiatan yang belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu: jumlah korban pasung yang dilayani;

5. Terdapat 2 (dua) Indikator Mutu Nasional yang belum mencapai target yaitu waktu tunggu rawat jalan dan kepatuhan penggunaan APD;

6. Sistem Informasi Penatausahaan dan Akuntansi yang digunakan masih belum mengakomodir realisasi anggaran per sub kegiatan, sehingga perhitungan realisasi yang digunakan masih menggunakan sistem manual yang kurang tepat dan akurat;

7. Adanya pandemi COVID-19 yang sangat berpengaruh terhadap terselenggaranya seluruh kegiatan pelayanan, penunjang pelayanan, dan administrasi manajemen, sehingga kinerja tidak dapat dilaksanakan secara optimal dan tidak dapat memenuhi target yang ditetapkan.

B. UPAYA PEMECAHAN MASALAH

Adapun solusi atau alternatif pemecahan masalah yang diambil dan akan dilaksanakan yaitu:

1. Meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi, serta koordinasi antara Bagian Keuangan, Bagian Program, Bagian/Bidang Penanggung Jawab program/kegiatan, Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Pejabat Pengadaan, dan Penanggung Jawab Rencana Aksi/Sub Kegiatan setiap kendala/permasalahan yang ada dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, sehingga penyerapan anggaran dapat lebih optimal;

2. Mengejar target pendapatan bagi beberapa uraian pendapatan yang masih kurang serta melakukan koreksi uraian pendapatan sesuai dengan kondisi riil saat ini;

3. Peningkatan realisasi anggaran belanja di masa yang akan datang;

peningkatan jenjang pendidikan ASN dan kesempatan memperoleh pelatihan, serta pemenuhan standar bagi beberapa indikator SPM yang belum mencapai target;

4. Meningkatkan mutu layanan bagi pasien ex pasung di RS Jiwa Menur, optimalisasi edukasi keluarga pasien pasung, dan meningkatkan jejaring dengan Puskesmas dan pihak terkait untuk melayani pasien ex pasung pasca dirawat di RS;

5. Pemantauan kepatuhan terhadap SPO, mengingatkan jadwal piket rawat jalan kepada DPJP, melakukan evaluasi ketersediaan Berkas Rekam Medis (BRM) rawat jalan, resosialisasi kepada DPJP, optimalisasi sistem pendaftaran online; pemantauan dan audit dari Tim PPI secara lebih intensif dan terus menerus;

6. Peningkatan keakuratan dan ketepatan pencatatan dan penatalaksanaan keuangan khususnya bagi realisasi anggaran per sub kegiatan;

7. Mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada guna mencapai target indikator program dan kegiatan yang sudah ditetapkan dengan tetap berpedoman pada standar protokol kesehatan yang ada.

BAB VI PENUTUP

Laporan Tahunan RSJM Tahun 2020 disusun sebagai wujud pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan kewajiban RSJM yang meliputi pelaksanaan program dan kegiatan dalam mencapai tujuan dan sasaran RSJM, kinerja keuangan, serta kinerja layanan sepanjang Tahun 2020.

Segenap civitas hospitalia RSJM telah berupaya meningkatkan kinerja, produktivitas, inovasi, dan efisiensi penggunaan sumber daya.

Guna mewujudkan hal tersebut diperlukan komitmen dan integritas tinggi dari semua unsur, inventarisasi masalah, menetapkan alternatif solusi, serta melakukan tindak lanjut perbaikan secara konsisten, sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan.

Sebagian besar indikator kinerja RSJM baik keuangan maupun layanan dapat tercapai sesuai target, tetapi beberapa indikator kinerja juga belum dapat memenuhi target mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19 sehingga hampir seluruh volume layanan mengalami penurunan. Upaya promosi dan pemasaran yang lebih intensif perlu dilakukan melalui pemanfaatan media sosial guna mensosialisasikan jenis layanan RSJM, khususnya layanan unggulan, hal ini juga merupakan salah satu strategi peningkatan pendapatan RS. Peningkatan pemanfaatan aset RS juga diperlukan untuk menunjang peningkatan pendapatan fungsional di luar jasa layanan. Diperlukan juga optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi guna menunjang pelayanan dan administrasi manajemen yang berfokus pada kepuasan pelanggan dan keselamatan pasien.

Dokumen terkait