BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS
C. Latar Belakang dan Tujuan Penyusunan Buku
1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Pada penyusunan buku pelajaran pasti memiliki latar belakang atau alasan tertentu disampaikan oleh penyusun. Latar belakang dan tujuan dalam buku pendidikan agama Islam dan budi pekerti ini dapat dilihat dari kata pengantar yang disampaiakan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan Muhammad Nuh.
Misi utama (innama) pengutusan Nabi adalah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak. Ini dibukikan bahwa didalam ayat al-Qur’an ini digunakan struktur gramatikal yang menunjukan sifat eksklusif misi pengutusan Nabi. Sejalan dengan itu, dijelaskan al-Qur’an bahwa beliau diutus hanyalah untuk menebarkan kasih sayang kepada semesta alam. Dalam struktur agama Islam, pendidikan akhlak adalah yang terpenting. Penguatan akidah adalah dasar. Sementara ibadah adalah sarana, sedangkan tujuan akhirnya adalah pengembangan akhlak mulia. Nabi saw. Bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imanya adalah yang paling baik akhlaknya.” Nabi saw. juga bersabda, “Orang yang paling baik islamnya adalah yang paling baik akhlaknya.” Dengan kata lain, hanya akhlak mulia yang dipenuhi dengan sifat kasih sayang sajalah yang bisa menjadi bukti kekuatan akidah dan kebaikan ibadah.
Karena itu, pelajaran agama Islam diorientasikan kepada akhlak yang mulia dan diorientasikan kepada pembentukan anak didik yang penuh kasih sayang. Bukan hanya penuh kasih sayang kepada sesama muslim, melainkan kepada semua manusia, bahkan kepada segenap unsur alam semesta. Hal ini selaras dengan Kurikulum 2013 yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi yang utuh antara pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Peserta didik tidak hanya diharapkan bertambah pengetahuan dan wawasanya, tetapi juga meningkat kecakapan dan ketrampilanya serta semakin mulia karakter dan kepribadianya.
Buku Pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajaranya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Tetapi tidak berhenti dengan pengetahuan agama sebagai hasil akhir. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual, maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajaranya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Urutan pembelajaran dirancang dalam kegiatan-kegiatan keagaman yang harus dilakukan oleh siswa. Dengan demikian, maeri buku ini bukan untuk dibaca, didengar, maupun dihafal baik oleh siswa maupun guru, melainkan untuk menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya dalam memahami dan menjalankan ajaran agamanya.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dikaukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang
tersedia dan terbentang luas disekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Implementasi terbatas kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2103/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu kami mengundan para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas konstribusi tersebut kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka memepersiapkan generasi seratus tahun Indonesia merdeka (2045).
Melihat dari pernyataan diatas yang disampaikan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan, dapat diketahui bahwa latar belakang penyusunan buku pendidikan agama dan budi pekerti ini adalah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak siswa. Hal ini selaras dengan kurikulum 2013 yang telah dirancang untuk megembngakna kopetensi utuh antara kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu dengan adanya buk pendidikan agama islam dan budi pekerti diharapkan peserta didik juga bertambah peetahunaya, wawasan agamanya, menajamkan skill serta semakin mulia karakter dan kepribadianya.
Selanjutnya, tujuan adanya penyusunan buku tersebut adalah berusaha untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pengetahuan agamanya, mengaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian mereka yang sesuai dengan tuntutan agama islam, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial, dan pada akhirnya mampu
memberikan konstribusi yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia merdeka.
2. Buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti.
Pada penyusunan buku pelajaran pasti memiliki latar belakang atau alasan tertentu disampaikan oleh penyusun. Latar belakang dan tujuan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini dapat dilihat dari kata pengantar yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.
Berikut kutipan kata pengantar tersebut.
Rumusan kompetensi telah diterima secara universal mencakup tiga ranah, yaitu sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Pembelajaran pengetahuan dipergunakan untuk menghasilkan ketrampilan dan membentuk sikap. Sejalan dengan itu, tujuan pendidikan nasional telah dirumuskan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik dalam tiga ranah tersebut. Tujuan ini juga menegaskan agar sikap spiritual, menjadi insan beriman dan bertakwa, dan sikap sosial, menjadi insan berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab, tumbuh berimbang.
Keseimbangan ini perlu tercermin dalam pembelajaran agama. Melalui pembelajaran pengetahuan agama akan terbentuk ketrampilan beragama dan terwujud sikap beragama siswa. Sikap beragama yang diharapkan adalah sikap beragama yang utuh dan berimbang, mencakup hubungan manusia dengan penciptanya dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Untuk memastikan keseimbangan ini, pelajaran agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan akhlak mulia atau budi pekerti.
Buku pendidikan agama kristen dan budi pekerti kelas XI ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajaranya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Tetapi tidak berhenti dengan pengetahuan agama sebagai hasil akhir. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual, maupun ibadah sosial.
Untuk itu, sebagai buku pendidikan agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajaranya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Didalamnya dirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamana ang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, buku ini menuntun apa yang
harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran agamanya. Bukan buku yang materinya ditulis untuk dibaca, didengar, ataupun dihafal oleh siswa maupun guru.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Implementasi terbatas kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2103/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu kami mengundan para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas konstribusi tersebut kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka memepersiapkan generasi seratus tahun Indonesia merdeka (2045).
Berdasarkan kutipan kata pengantar diatas, dapat diketahui bahwa latar belakang penyusunan buku “pendidikan agama kristen dan Budi pekerti” ini sejalan dengan kurikulum 2013 yang dirancang agar peserta didik mampu mengenali potensi sekaligus mengembangkan sikapnya terkait dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Selain itu peserta didik juga diharapkan bertambah wawasanya dalam bidang kajian keagamaan, terampil beragamanya, serta dapat mewujudkan sikap beragama yang utuh dan berimbang dalam hubungan manusia dengan penciptanya, sesama manusia, dan lingkunganya.
Kemudian tujuan penyusunan buku tesebut adalah berusaha memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang agama kristen dan diwujudkan dalam tindakan nyata, serta sikap keseharian yang sesuai dengan
tuntunan agama kristen, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun sosial. sehingga dapat memberikan berkonstribusi yang optimal bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia merdeka.