BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Latar Belakang Informan dan Dinamika Proses Wawancara
langsung.Sebelum melaksanakan wawancara peneliti memberikn penjelasan mengenai penelitian dan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh informan.Ketiga informan telah menyetujui untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya surat persetujuan (informed consent) yang diberikan oleh peneliti. Informed consent merupakan surat persetujuan bahwa informan bersedia memberikan informasi lengkap mengenai penelitian.
Informan pertama atau S1. Informan S1 adalah seorang perempuan berusia 27 tahun yang berasal dari Klaten. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana dan memiliki bebrapa orang adik. Informan S1 mengalami kejadian yang menyebabkan dia harus menikah muda sehingga sekolahnya tidak sampai tamat SMA. Ia merupakan anak pertama di keluarga. Saat ini ia menyandang status sebagai seorang janda tetapi belum memiliki keturunan. Setelah menikah, ia bekerja sebagai pembantu di beberapa rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan suaminya karena suaminya tidak bekerja. Setelah beberapa tahun menikah, kemudian informan memutuskan untuk bercerai dengan suaminya karena ia mengalami tindakan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
Setelah bercerai, informan kembali hidup bersama keluarganya. Kemudian, ia pernah bekerja di pabrik tekstil untuk membantu perekonomian keluarganya.
Kemudian, ibunya sakit dan diagnosa menderita sakit jantung. Hal tersebut, membuat informan harus mencari uang yang lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sekaligus membiayai perawatan ibunya. Ketika menderita sakit jantung ibu dari informan harus rutin mengkonsumsi obat-obatan yang harganya cukup mahal. Hal tersebut membuat informan harus mencari pekerjaan yang memberi penghasilan besar untuk dirinya. Menyadari bahwa ia hanya seorang lulusan SMP informan memutuskan untuk bekerja menjadi pemandu lagu. Pikiran untuk menjadi pemandu lagu muncul ketika ia bercerita mengenai masalah perekonomian yang sedang dialaminya dan beberapa teman memberikan saran untuk menjadi seorang penyayi. Tetapi, informan berpikir bahwa menjadi penyanyi merupakan hal yang sulit karena dia tidak mengenal siapapun dan belum tentu ada job setiap hari. Kemudian beberapa teman menyarankan untuk menjadi seorang pemandu lagu karena informan memiliki kemampuan bernyanyi yang baik. Setelah memikirkan saran dari teman-temannya, informan pun membuat keputusan untuk bekerja menjadi seorang pemandu lagu (LC).
Informan S1 merasa bahwa pekerjaan menjadi seorang LC merupakan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak yang bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, membiayai ibunya yang sakit dan menyekolahkan adik-adiknya. Kemudian, pada tahun 2011 informan S1 juga pernah bekerja sebagai freelance di luar negeri sebelum akhirnya memutuskan bekerja menjadi LC di Yogyakarta selama 8 tahun ini. Statusnya yang saat ini bekerja menjadi seorang LC memberikan banyak pengalaman bagi dirinya. Pengalaman yang ia terima menjadi pembelajaran bagi hidupnya. Pengalaman yang informan S1 dapatkan
adalah pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan. Pengalaman menyenangkan karena bekerja menjadi seorang LC membuatnya bertemu dengan orang baru, berkumpul dengan teman satu profesi dan mendapatkan tamu yang bisa menghargai pekerjaannya. Selain itu, informan menyebutkan pengalaman menyenangkan adalah ketika ia mendapatkan banyak uang yang bisa untuk membiayai pengobatan ibunya dan menyekolahkan adik-adiknya. Sedangkan pengalaman yang tidak menyenangkan yang informan S1 alami adalah tindakan pelecehan dari tamu dan pandangan negatif dari masyarakat menganai status pekerjaannya.
Selain bekerja menjadi LC ditempat karaoke, informan S1 juga bekerja sebagai LC freelance dan seorang penyanyi jika ada yang membutuhkannya. Penghasilan yang didapatkan sebagai seorang LC dalam perhari adalah 400 ribu rupiah (sudah termasuk bonus/tips). Sedangkan jika ditambahkan dengan hasil freelance maka informan S1 bisa mendapatkan uang sampai 900 ribu rupiah. Tetapi, informan S1 mengatakan bahwa pekerjaan freelance tidak setiap hari ia terima. Bekerja menjadi seorang LC dianggap informan adalah pekerjaan yang dapat menghasilkan uang dengan cepat. Mengenai pengalaman tidak menyenangkan yang ia dapatkan, informan menganggap itu adalah konsekuensi dari pekerjaan yang dipilihnya.
Pertemuan dilakukan sebanyak 3 kali dengan agenda pertemuan pertama yaitu Sabtu, 13 Juli 2019 hanya sebatas bertemu dan berbincang-bincang untuk membicarakan tujuan wawancara dan mengatur jadwal wawancara. Pertemuan kedua, dilaksanakan pada Minggu, 28 Juli 2019. Pada pertemuan kedua, peneliti
dan informan S3 melakukan sesi wawancara selama kurang lebih satu jam lebih lima belas menit. Saat itu, informan memakai pakaian blouse bewarna putih dengan aplikasi renda, informan juga mengenakan celana panjang berwarna biru yang berbahan dasar jeans. Pemilihan lokasi wawancara ditentukan oleh informan yaitu di kamar kos Informan. Hal tersebut karena informan merasa nyaman ketika bercerita mengenai pekerjaannya di kos di bandingkan jika bercerita di tempat lain. Suasana saat wawancara sangat kondusif karena tidak ada suara yang mengganggu. Selama proses wawancara, informan mampu berkomunikasi dengan baik meskipun beberapa kali sempat merasa sedih ketika sedang menceritakan pengalaman yang kurang menyenangkan. Hal tersebut terlihat dari beberapa kali sempat terlehihat air mata di mata informan. Proses wawancara berakhir dengan baik, kemudian informan dan peneliti membuat janji untuk pertemuan berikutnya.
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada Jumat, 30 Agustus 2019. Pada pertemuan ketiga, informan S1 dan peneliti melakukan wawancara kedua. Pada pertemuan ini, peneliti menanyakan kembali pertanyaan yang dianggap masih kurang dalam wawancara sebelumnya. Pada wawancara kedua, informan S1 tampak lebih semangat karena infroman S1 mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sabar lagi untuk bercerita mengenai dirinya. Proses wawancara berlangsung kurang lebih selama satu jam. Pada saat ini informan mengenakan kaos berwarna hitam dengan celana pendek berbahan jeans. Selama proses wawancara, informan lebih dominan untuk bercerita. Di akhir kegiatan wawancara, peneliti menanyakan mengenai harapan informan di masadepan dan informan menjawab bahwa harapannya dimasa depan adalah menjadi seorang ibu dan istri. Harapan lain
yang dimiliki informan adalah agar masyarakat dapat memahami pekerjaan LC. Setelah dirasa cukup kemudian, peneliti menutup wawancara dengan menanyakan apakah ada yang ingin diceritakan kembali oleh informan.Kemudian, informan S1 merasa cukup dan wawancara pun berakhir.
Informan kedua atau S2. S2 adalah seorang perempuan beruia 28 tahun yang berasal dari Jawa Timur. S2 merupakan anak pertama dari dua bersaudara. S2 memiliki riwayat pendidikan dengan gelar sarjana. Informan S2 sempat berkuliah hingga lulus di salah satu universitas di kota kelahirannya. Informan S2 sempat tidak ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi kedua orangtuanya memaksanya untuk berkuliah agar mendapatkan penghasilan yang lebih dari orangtuanya. Setelah lulus kuliah, informan sempat bekerja di beberapa perusahan sebelum akhirnya memilih bekerja menjadi seorang pemandu karaoke. Alasan informan berpindah-pindah tempat kerja karena informan S2 merasa bahwa gaji yang ia terima kurang dapat mencukupi kebutuhannya.
Semasa kuliah informan S2 memiliki bayangan bahwa bekerja di kantor itu menyenangkan tetapi kenyataannya gaji yang diterima masih dirasa kurang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Informan S2 memiliki keinginan untuk dapat memenuhi kebutuhannya dan dapat membantu perekonomian kedua orangtuanya. Oleh karena itu, informan S2 memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan penghasilan yang besar. Kemudian, informan S2 memilih bekerja menjadi seorang pemandu lagu (LC) karena mengikuti pergaulan dan saran dari teman. Selain itu, kemampuan menyanyi yang dimiliki sejak kecil merupakan faktor pendukung dari pekerjaannya.
Informan S2 sering megikuti beberapa lomba dan sering mendapatkan juara dari lomba-lomba yang telah ia ikuti. Selain itu, informan juga sering di mintai tolong untuk bernyanyi di berbagai acara sejak masih SD hingga kuliah. Kemudian, informan mengikuti jejak temannya yang sudah lebih dahulu bekerja menjadi seorang LC. Sebelum bekerja menjadi seorang LC, informan datang ke tempat karaoke terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi mengenai pekerjaannya dan untuk mengetahui kondisi tempat karaoke sebelum ia bekerja. Sebelum bekerja, informan juga meminta ijin kepada seorang mami yaitu orang yang mengelola tempat karaoke tersebut. Setelah, mendapatkan ijin, informan mulai bekerja disebuat tempat karaoke di Yogyakarta.
Informan S2 sudah bekerja menjadi LC selama 5 tahun. Selama bekerja informan mendapatkan pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan. Pengalaman menyenangkan yang didapatkan infroman berupa gaji yang besar, mendapat pelanggan yang baik, bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda dan mendapatkan pengalaman yang membangun. Sedangkan, pengalaman yang tidak menyenangkan yang pernah diterima adalah mendapat perilaku pelecehan seksual dari pelanggan, mendapat pandangan negatif dari masyarakat, dianggap sama seperti pelacur, dan mendapatkan omongan negatif dari tetangga. Meskipun demikian, infroman S2 menerima semua pengalaman negatif karena merupakan konsekuensi dari pekerjaannya.
Selain menjadi LC informan S2 juga bekerja menjadi seorang penyanyi. Upah yang bisa didapatkan perhari bisa mencapai 500 ribu rupiah (sudah termasuk tips). Tetapi jika ada job menyanyi maka uang yang dihasilkan akan
lebih dari itu. Hasil yang didapatkan, digunakan informan S2 untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, membantu perekonomian keluarga dan menyekolahkan adiknya. Selama ini informan selalu berpandangan positif terhadap pekerjaannya dan selalu berpandangan positif terhadap tamu yang datang ke tempat karaoke. Bekerja menjadi seorang LC membuat informan S2 belajar menyesuaikan diri dengan banyak orang yang berbeda karakter agar pengunjung merasa nyaman.Sejauh ini, informan mengatakan bahwa kedua orangtua dan keluarganya tidak mengetahui mengenai pekerjaannya.
Pertemuan dilakukan sebanyak 3 kali dengan agenda pertemua pertama Minggu, 4 Agustus 2019 adalah perkenalan antara peneliti dengan informan S2 sekaligus menentukan tempat dan waktu pelaksanaan wawancara. Wanwancara pertama di lakukan di ruang tamu kontrakan tempat tinggal iforman S2 pada Minggu, 25 Agustus 2019. Wawancara berlangsung dengan durasi satu jam lewat sepuluh menit. Ketika melaksanakan wawancara informan menggunakan kaos lengan pendek bewarna merah dan celana pendek bewarna hitam berbahan jeans.Wawancara berlangsung dengan kondusif karena pada saat itu kondisi kontrakan sedang sepi hanya ada informan. Informan memilih sendiri tempat wawancara agar ia bisa leluasa bercerita. Informan S2 sangat antusias bercerita mengenai dirinya terutama mengenai kemampuannya dalam bernyanyi. Ketika bercerita mengenai pengalaman yang menyenangkan informan S2 terlihat senang. Hal itu terlihat dari cara ia menceritakan penghasilannya yang banyak dan mampu membeli barang-barang yang ia sukai. Sedangkan ketika menceritakan pengalaman yang kurang menyenangkan informan S2 terlihat jengkel. Hal ini
terlihat dari tangan informan yang di genggam dan dipukul ke tangan satunya. Proses wawancara berakhir dnegan baik, informan dan peneliti membuat kesepakatan kembali untuk pertemuan selanjutnya.
Pelaksanaan wawancara kedua dilaksanakan pada Senin, 16 September 2019.Pelaksanaan wawancara di lakukan di kamar kontrakan informan S2. Pada saat itu, informan mengenakan baju setelan keropi bewarna hijau. Wanwancara kedua, dilakukan agar peneliti mendapatkan data yangmasih kurang di pertemua sebelumnya.Pada pertemuan ini, infroman S2 lebih banyak bercerita sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan banyak data yang sesuai dengan penelitian. Wawancara berlangsung selama satu jam dan berlangsung sedikit kurang kondusif karena di ruang tamu terdapat teman kontrakan informan yang sedang berbincang-bincang. Tetapi, peneliti mendapatkan data yang cukup untuk penelitiannya karena informan bercerita dengan lancar mengenai pengalamannya. Di akhir wawancara, peneliti menanyakan harapan informan di masadepan. Kemudian, informan memiliki harapan ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik seperti membuka usaha sendiri, memiliki keluarga, dan memiliki harapan agar masyarakat menerima profesi LC. Informan S2 dan peneliti memutuskan untuk mengakhiri wawancara karena ketika penelitiditanya apakah ada yang ingin diceritakan kembali, informan S2 menjawab tidak ada.
Informan ketiga atau S3. S3 seorang perempuan berusian 26 tahun asal dari Klaten. S3 merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.S3 pernah bersekolah hingga lulus SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Sebelum bekerja menjadi seorang pemandu Lagu (LC) informan S3 pernah beberapa kali bekerja di
pabrik garment dan sarung tangan. Selama bekerja di pabrik, informan S3 merasa pekerjaannya kurang menyenangkan karena bekerja dengan target dan duduk selama berjam-jam dalam sehari.Selain itu, hasil yang diterima ketika bekerja di pabrik dirasa kurang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Hasil yang ia terima selama bekerja di pabrik hanya cukup untuk makan dirinya sendiri sehari-hari. Informan memiliki keinginan untuk mendapatkan hasil yang besar agar dapat membantu perekonomian keluarganya dan memantu saudara-saudaranya yang membutuhkan.
Informan S3 sudah tidak merasa asing dengan tempat hiburan karaoke karena ia dan teman-temannya sering berkunjung ke tempat hiburan karaoke. Ketika berkunjung ia juga sering menemukan wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di tempat hiburan karaoke. informan S3 dan teman-temannya sering berkunjung ketempat karaoke untuk bernyanyi dan mencari hiburan. Berawal dari keinginan untuk membantu perekonomian keluarga, informan S3 kemudian bercerita kepada temannya.Teman S3 merasa bahwa S3 memiliki kemampuan bernyanyi yang cukup baik kemudian menyarankan kepada S3 untuk bekerja sebagai pemandu lagu seperti dirinya.Selain pandai bernyanyi teman-teman informan S3 menganggap bahwa S3 memiliki kemmapuan berjoget yang dapat mendukung pekerjaannya.
Pertama kali bekerja, informan S3 berangkat bersama temannya yang juga bekerja menjadi seorang LC.Sebelum berangkat, informan S3 menyiapkan diri dengan berdandan dengan cantik, memakai pakaian seksi dan memakai pengharum badan. Hal tersebut merupakan saran dari temannya agar dirinya
terlihat cantik dan menarik sehingga banyak tamu yang akan menggunakan jasanya. Hasil yang diterima pertama kali bekerja sangatlah banyak dan dirasa empat kali lebih besar dari yang ia terima ketika bekerja di pabrik. Dalam sehari informan S3 bisa mendapatkan uang sebesar 300-500 ribu rupiah (sudah termasuk tips).Selain hasil yang besar, pekerjaan menjadi LC dianggap sebagai pekerjaan yang menyenangkan karena informan S3 dapat bekerja secara santai dan bisa libur sesuai dengan keinginannya.
Hasil yang informan S3 peroleh dari pekerjaannya digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, membantu ekonomi kedua orangtuanya, menyekolahkan adiknya dan membantu saudarannya yang kesusahan. Informan merasa senang bekerja menjadi seorang LC karena ia bekerja sesuai dengan hobi dan sesuai dengan kemampuannya. Meskipun selama 4 tahun bekerja informan mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan seperti mendapatkan pelecehan seksual ketika bekerja, mendapat teguran dari tetangga karena sering pulang malam dan membawa teman yang merokok, mendapat pandangan negatif dari masyarakat, dan dianggap sama dengan pelacur oleh laki-laki.
Informan juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan karena setiap hari bertemu dengan orang baru dan bisa kenal dengan banyak orang.Selain bekerja menjadi pemandu lagu, informan S3 juga bekerja freelance sebagai seornag foto model. Menurutnya sejauh ini keluarganya belum mengetahui mengenai pekerjaannya karena selama ini informan mengaku bahwa ia bekerja di sebuah perusahaan di Yogyakarta.
Pertemuan dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan agenda pertemuan pertama Jumat, 25 Oktober 2019 adalah perkenalan, menceritakan tujuan penelitian sekaligus menentukan waktu dan tempat pelasanaan wawancara. Sesuai kesepakatan, wawancara pertama di laksanakan pada Senin, 18 November 2019 di kamar kos informan S3. Peneliti membebaskan informan untuk menentukan tempat wawancara.Informan S3 memilih melakukan wawancara di kosnya karena membuat dirinya lebih nyaman untuk bercerita megenai kehidupan pribadinya. Saat pelaksanaan wawancara informan S3 menggunakan kaos lengan pendek bewarna abu-abu dengan celana pendek kulot bewarna hitam. Wawancara berlangsung dengan kondusif dan informan S3 mampu menjawab setiap pertanyaan dengan baik.Informan S3 terlihat bersemangat bercerita dengan pekerjaannya. Hal ini dapat terlihat dari cara menceritakan pekerjaannya secara detail dan beberapa kali mengatakan tentang upah yang besar dari pekerjaannya. Wawancara berlangsung selama kurang lebih satu jam. Saat melaksanakan wawancara kemudian ada teman informan S3 yang datang sehingga wawancara dihentikan dan membuat kesepakatan untuk bertemu kembali.
Pertemuan kedua wawancara dilaksanakan pada Minggu, 8 Desember 2019 di kamar kos informan S3. Saat itu, informan mengenakan atasan kaos lengan pendek bewarna kuning dan bawahan celana hitam berbahan jeans. Wawancara berlangsung selama kurang lebih satu jam.Saat itu, suasana cenderung kondusif karena tidak ada aktifitas yang menimbulkan suara bising.Infroman S3 mampu bercerita dengan baik mengenenai pengalamannya. Pada wawancara kedua ini, informan cenderung untuk lebih bercerita mengenai pengalaman-pengalaman
yang ia dapatkan selama bekerja. Terlihat ada perasaan sedih ketika informan S3 bercerita mengenai pengalaman yang kurang menyenangkan di tempat kerja. Hal ini terlihat ketika informan bercerita dengan mengerutkan jidat dan menyangga kepalanya. Selain itu, terlihat ada perasaan jengkel ketika infroman S3 menceritakan pengalaman di masyarakat. Hal ini terlihat dari ekspresi informan S3 yang cenderung mengengkat bibir bagian kiri atas. Di akhir wawancara peneliti memberi pertanyaan mengenai harapan informan di masa depan, informan menjawab bahwa dirinya memiliki harpaan untuk membuka usaha sendiri, harapan untuk berkeluarga dan berharap bahwa masyarakat dapat membedakan antara pekerjaan LC dengan seorang PSK. Setelah dirasa cukup, peneliti menanyakan kepada informan apakah ada yang ingin diceritakan kembali, kemudian informan menjawab tidak maka proses wawancara pun berakhir.