Subsidi merupakan salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal yang diambil pemerintah dengan tujuan untuk mendorong pemerataan dalam akses ekonomi dan pembangunan. Kebijakan subsidi juga merupakan kebijakan yang ditujukan untuk membantu kelompok konsumen tertentu agar dapat membayar produk atau jasa yang diterimanya dengan tarif di bawah harga pasar, atau dapat juga berupa kebijakan yang ditujukan untuk membantu produsen agar memperoleh pendapatan di atas harga yang dibayar oleh konsumen, dengan cara memberikan bantuan keuangan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Secara ekonomi, tujuan subsidi adalah untuk mengurangi harga atau menambah keluaran. Subsidi merupakan aktifitas ekonomi yang wajar. Subsidi dalam arti lain merupakan sebuah tindakan penyelamatan diri.1
Subsidi pertama kali dipakai di Inggris pada abad 10 di bawah kekuasaan Raja Charles II.
Namun subsidi mulai berkembang pada abad 20, sejak saat itu program-program subsidi menjadi sebuah cara yang lazim dilakukan pemerintah dalam anggaran keuangannya. Adapun landasan pokok dalam penerepan subsidi yakni Pertama, Suatu bantuan yang bermanfaat yang diberikan pemerintah kepada kelompok-kelompok atau individu-individu yang biasanya dalam bentuk cash payment atau potongan pajak. Kedua, diberikan dengan maksud untuk mengurangi beberapa beban dan focus pada keuntungan atau manfaat bagi masyarakat. Ketiga, subsidi
1Pembenaran Atas Kebijakan Subsidi Harga Oleh Pemerintah. http://kompasiana.com/profile.aspx. diakses pada 11 Juli 2015 Pukul 14:16 WIB.
didapat dapat dari pajak yang merupakan salah satu pendapatan Negara yang dipungut oleh pemerintah dan akan kembali lagi ketangan masyarakat melalui pemberian subsidi.2
Jenis Subsidi
Indonesia sendiri merupakan negara yang telah lama menerapkan kebijakan subsidi sebagai instrumen penting dalam kebijakan fiskal. Kebijakan ini diambil pemerintah dengan tujuan untuk mendorong pemerataan dalam akses ekonomi dan pembangunan. Tujuan utama adanya subsidi di Indonesia adalah menjaga kelompok masyarakat miskin agar tetap dapat menikmati pelayanan publik, pembangunan ekonomi dan sosial. Hal ini juga terkandung secara filosofi dalam konstitusi, secara khusus pasal 33 UUD 1945 ayat 3 dinyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Artinya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki negara ini harus benar-benar dikelola dengan sebaik-baiknya agar dapat dinikmati oleh segenap masyarakat dan bukan hanya oleh segelintir orang.
Kebijakan pemberian subsidi oleh pemerintah Indonesia di ambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dialokasikan pada beberapa program-program subsidi setiap tahunnya. Tabel 1.1 berikut menyajikan realisasi berbagai jenis subsidi di dalam APBN.
Tabel 1.1 Realisasi Berbagai Jenis Subsidi Di Dalam APBN Tahun 2008 – 2012 (dalam triliun rupiah)
Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
2 Pembenaran Atas Kebijakan Subsidi Harga Oleh Pemerintah. http://kompasiana.com/profile.aspx. diakses pada 11 Juli 2015 Pukul 14:16 WIB.
A. Energi
Sumber : Kementerian Keuangan RI (Data Pokok APBN) 2012
Pada tabel 1.1 menunjukkan subsidi energi merupakan subsidi yang paling tinggi jumlahnya daripada subsidi non energi. Di dalam subsidi energi tersebut terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi listrik. Alokasi dana untuk subsidi BBM merupakan yang paling tinggi anggarannya setiap tahun dari APBN, karena cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya. Hal ini tentu saja sangat membebani negara akibat dari kenaikan alokasi anggaran APBN untuk subsidi BBM. Hal ini tentunya menjadi permasalahan serius yang dihadapi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pengolahan energi khususnya kebijakan dalam bidang sumber energi minyak.
Kebijakan subsidi BBM sudah menjadi kebijakan yang akrab ditengah masyarakat Indonesia sejak lebih dari satu dekade. Perlunya BBM sebagai sumber energi primer dalam memenuhi kebutuhan energi, telah memaksa pemerintah Indonesia dari setiap masa pemerintahan untuk mengambil kebijakan dalam bidang pengolahan sumber energi khususnya BBM. Kebijakan-kebijakan tersebut tentunya mengundang protes dan dukungan dari tengah-tengah masyarakat, hal ini disebabkan dilema yang dihadipi pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam pengolahan sumber enrgi tersebut.
Pemerintah dihadapkan dengan persoalaan kesehatan ruang fiskal yang berpengaruh terhadap kesetabilan perekonomian dan pembangunan. Oleh karena itu, BBM menjadi pengaruh yang paling besar dalam persoalan ekonomi di Indonesia. Seiring perkembangannya, harga minyak dunia semakin meningkat yang disebabkan oleh semakin berkurangnya kapasitas cadangan minyak dunia dan semakin bertambahnya pula konsumsi akan pemakaian BBM di seluruh dunia. Dengan kata lain pemberian subsidi terhadap BBM dirasa cukup membebani APBN, namun kebijakan yang diambil untuk mengurangi subsidi BBM juga menciptakan masalah yang baru yang harus dihadapi pemerintah Indonesia. Kenaikan harga BBM hampir dapat dipastikan selalu diikuti oleh perubahan harga, baik itu untuk barang-barang kebutuhan masyarakat maupun pada jasa angkutan serta berbagai industri lainnya. Hal ini terjadi karena kenaikan harga BBM ini sangat berpengaruh terhadap total biaya produksi suatu barang atau produk.3
Sangat disayangkan karena kondisi saat ini sangat bertolak belakang dengan yang terjadi pada masa dulu. Sekarang, ketika terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia, justru dianggap membawa musibah bagi negeri ini. Pemerintah menjadi kebingungan ketika harga minyak
3 Gde Pradnyana. 2014. Nasionalisme Migas. Banten: PT. Nayotamma Press Holdings. Hal 1-8
mentah dunia terus mengalami kenaikan. Sejak dulu, Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di dunia. Sejarah juga mencatat Indonesia sebagai negara yang kandungan minyaknya paling awal dieksploitasi secara komersial (sejak tahun 1885), bahkan lebih dahulu dari kebanyakan negara di Timur Tengah. Indonesia juga menjadi saksi sejarah perkembangan awal Royal Dutch (Shell), perusahaan yang kemudian tumbuh menjadi raksasa minyak di dunia. Wilayah Indonesia adalah sumber awal surplus ekonomi yang membuat perusahaan tersebut berkembang secara pesat di penghujung abad ke-19. Pada tahun 1974-1982, Indonesia sendiri pernah mengenal istilah periode oil boom yaitu periode melimpahnya uang negara sebagai akibat naiknya harga minyak dan gas di pasar internasional.4
Kenaikan BBM ini bukanlah hal yang langka terjadi di negara yang kaya sumber daya ini, pada masa orde lama pemerintahan Soekarno harga bensin hanya Rp500/liter, masa Orde Baru pada masa pemerintahan Soeharto, harga bensin semula yang hanya Rp500/liter, menjadi Rp1000/liter pada akhir kekuasaan dengan beberapa kali kenaikan BBM dalam kurun waktu Soeharto berkuasa. Pada masa pemerintahan Gusdur harga bensin yang semula hanya Rp1.000/liter menjadi Rp1.150/liter. Pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri harga bensin menjadi Rp. 1.810/liter, dan pada masa pemerintahan SBY, harga bensin yang semula hanya Rp1.810/liter menjadi Rp4.500/liter, dan pada akhirnya lagi menjadi Rp6.000/liter.5
Pada 18 november 2014, resmi dikeluarkan peraturan menteri ESDM No. 34 tahun 2014 tentang harga jual eceran dan konsumen pengguna jenis bahan bakar tertentu. Sebagai upaya pemerintahan Jokowi-JK dalam upaya pemangkasan besar-besaran subsidi BBM.6
4Awalil Rizky. 2008. Neoliberalisme Mencengkeram Indonesia. Jakarta. E Publishing Company. Hal 167
31 Desember 2014, Presiden Ir. Joko Widodo bersama dengan perwakilan Mentri kabinet, yang terdiri dari
5 Perubahan Harga BBM Terlalu Cepat. http://www.voaindonesia.com/content/perubahan-harga-bbm-terlalu-cepat/2707533.html diakses pada 11 Juli 2015 Pukul 12.56 WIB.
6BBMNormalisasiPasokan http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140827_bbm_normalisasi_pasokan.
diakses pada 11 juli 2015 Pukul 13.50 WIB.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri ESDM, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) resmi mengumumkan penghapusan subsidi BBM yang akan diberlakukan mulai 1 januari 2015.7
Harga BBM yang fluktuatif telah menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat dan membawa dampak terhadap harga barang dan jasa yang tidak stabil. Alasan yang disampaikan pemerintah terkait pencabutan subsidi, pertama soal beban anggaran yang besar dan tidak tepat sasaran, dan kedua soal ruang fiskal yang sempit membuat pemerintah sulit merealisasikan program yang dijanjikan yaitu program pembangunan jangka panjang. Soal beban subsidi yang besar dan tidak tepat sasaran disampaikan pemerintahan Jokowi saat konferensi pers terkait pencabutan subsidi dengan pertimbangan bahwa negara membutuhkan anggaran untuk membiayai infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Jokowi pun menjelaskan bahwa anggaran ini tidak tersedia karena dihamburkan untuk subsidi BBM.
Presiden Joko Widodo telah menetapkan kebijakan pencabutan subsidi BBM jenis premium RON 88, dan pemberian subsidi tetap pada bahan bakar jenis solar sebesar Rp.1000/
liter. Adapun harga premium (RON 88) tidak lagi disubsidi pemerintah. Premium juga tidak lagi masuk ke dalam BBM jenis tertentu, namun masuk ke BBM khusus penugasan. Langkah pemerintah dalam mengambil kebijakan pencabutan subsidi BBM ini juga cukup mengejutkan masyarakat. Penghapusan subsidi BBM dilakukan pemerintah disaat bersamaan dengan menurunnya secara drastis harga minyak dunia di pasar internasional. Yang seaharusnya menurunkan harga minyak internasional di bawah tingkat harga yang di regullasi dibawah tingkat harga yang diregulasi di tingkat domestik.
8
7 jurnal dari the Global Subsidies Initiative (GSI) dari International Institute for Sustainable Development (IISD) 2014. “Sebuah kajian dwi-bulanan tentang kebijakan subsidi energi Indonesia dan pasar energy”
Pemerintah memberikan alasan
8BBM Normalisasi Pasokan http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140827 diakses pada 11 juli 2015 Pukul 13.50 WIB.
bahwasanya secara kalkulasi harus dinaikkkan dan tidak ada alternatif karena itu melonggarkan ruang fiskal negara dimana ada sekitar 240 triliun rupiah yang bisa digunakan untuk membangun infrastruktur untuk pembangunan jangka panjang.
Alasan pemerintah ini juga diperkuat dengan adanya data yang dikeluarkan Data Kementerian ESDM tahun 2011 yang menunjukkan proporsi BBM bersubsidi lebih dinikmati oleh pemilik kendaraan roda empat (53%), pemilik motor (40%) dan kendaraan umum (3%).
Senada dengan data tersebut, sebuah riset berjudul “Why is Reducing Energy Subsidies a Prudent, Fair, and Transformative Policy for Indonesia?” Kepala Ekonomi Bank Dunia Ndiame Diop, mengungkapkan data yang bahwa 178 triliun rupiah dari 212 triliun rupiah total alokasi subsidi BBM di APBN tahun 2012 justru dinikmati oleh golongan menengah ke atas, bukan golongan menengah ke bawah. Jika melihat data APBN 5 tahun terakhir, alokasi subsidi BBM mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2011, subsidi BBM mencapai 165 triliun rupiah. Lalu di tahun 2012 naik menjadi 212 triliun rupiah. Hanya setahun berselang subsidi BBM mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 210 triliun karena di tahun 2014 kembali naik menjadi Rp 246 triliun. Kemudian di RAPBN tahun 2015 alokasi subsidi BBM melonjak tajam menjadi Rp 276 triliun yang kemudian diubah dalam RAPBNP menjadi 81,81 triliun rupiah termasuk untuk subsidi minyak nabati dan gas Elpiji 3 kg.9
Kebijakan pemerintah ini tentunya bukan tanpa hambatan. Dalam setiap kebijakan dapat dipastikan akan memicu adanya masalah yang baru, dimana masyarakat akan secara langsung yang merasakan dampak dari sebuah kebijakan tersebut. Pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat akan bermunculan dengan berbagai asumsi yang keluar dari kebijakan tersebut.
9Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). (Peneliti Politik The Habibie Center) berjudul “Subsidi BBM Sebagai Komoditas Politik”. http://demosindonesia.org/2015/04/transparansi-dan-akuntabilitas-negara-dalam-kebijakan-subsidi-bbm/#_ftn6 diakses pada 16 Juli 2015 Pukul 16.09 WIB.
Tidak sedikit masyarakat, pakar-pakar, elit, bahkan kelompok masyarakat dan partai politik yang mendukung atau menolak kebijakan pencabutan subsidi BBM yag dikeluarkan oleh pemerintah tersebut.
Beberapa pakar ekonomi politik menyetujui konsep realokasi atau pengalihan subsidi BBM yang akan dilakukan Jokowi ke sektor usaha yang produktif. Pengalihan dana subsidi BBM memang perlu difokuskan pada program untuk masyarakat menengah ke bawah, seperti dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan beras miskin (raskin). Jika subsidi BBM tidak dikurangi, Latif, seorang ahli ekonomi menyatakan, utang negara akan membengkak sekitar 2,13 persen. Menurut Undang-Undang Keuangan Negara, batas maksimal APBN dan APBD adalah 3 persen dari PDB, dengan rincian 2,5 persen pemerintah pusat dan 0,5 persen pemerintah daerah. Menaikkan harga BBM tak bisa dihindari karena beban subsidi membuat negara kesulitan melakukan investasi.
Hal itu berimbas pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi. beberapa pakar ekonomi juga mengatakan menaikkan harga BBM memang berimbas pada inflasi. Namun tidak akan berefek tinggi jika direalokasikan pada tujuan yang tepat, seperti yang direncanakan oleh Jokowi. Saat dilakukan kenaikan harga BBM 2012, pakar ekonomi melakukan perhitungan, yakni kenaikan Rp 1.500 per liter akan menghemat anggaran hingga Rp 50 triliun, dengan tingkat inflasi 0,9 persen. Diprediksikan bahwa anggaran keuangan negara akan aman-aman saja kalau dinaikkan Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter.10
Disisi lain tuntutan berbagai komponen masyarakat terhadap kebijakan pencabutan subsidi BBM terus bergulir disetiap daerah. Mereka menganggap bahwasanya kebijakan tersebut dinilai tidak mencerminkan kebijakan yang pro-rakyat terutama masyarakat menengah ke bawah.
10 Pakar Ekonomi Setuju Pengalihan Subsidi BBM ala Jokowi. dilihat dalam
http://nasional.tempo.co/read/news/2014/08/28/173602976/pakar-ekonomi-setuju-pengalihan-subsidi-bbm-ala-jokowi diakses pada 31 Agustus 2015 Pukul 9.06 WIB.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria menilai, pemerintah seperti memberikan jebakan kepada masyarakat. Pasalnya, jika harga minyak dunia naik, masyarakat tidak akan diuntungkan karena tidak mendapat subsidi, dan harga jual BBM RON 88 akan semakin mahal. Kebijakan penghapusan subsidi pada BBM RON 88 seperti perangkap bagi masyarakat ketika harga minyak dunia naik dan sebaliknya ini sangat menguntungkan dari sisi pemerintah. Pasalnya, beban subsidi BBM akan menjadi minim untuk selamanya. Hal ini tidak memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat.11
Melihat kebijakan pencabutan subsidi BBM oleh pemerintahan Jokowi-JK merupakan hal yang baru dalam sejarah kebijakan subsidi BBM di Indonesia, maka sangat layak untuk dikaji lebih dalam lagi. BBM yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sudah seharusnya menjadi permasalahan utama yang harus ditangani pemerintah dengan serius. Hal ini dikarenakan BBM merupakan sumber energi primer yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan tidak bisa dianggap sepele. BBM menjadi modal utama dalam setiap mobilitas ekonomi, perkembangan industri dan perkembangan moda transportasi. menjadikan BBM menjadi Berdasarkan dari kondisi yang telah diuraikan diatas, penelitian ini dilakukan untuk meneliti lebih dalam berkenaan untuk mengetahui analisis kebijakan pencabutan subsidi BBM.
Berangkat dari hal tersebut penelitian ini mengangkat permasalahan dalam bentuk sebuah karya ilmiah berbentuk skripsi yang berjudul Analisis Kebijakan Pencabutan Subsidi Bahan Bakar Minyak Rezim Jokowi-JK.
1.2 Rumusan Masalah
11Penghapusan Subsidi PREMIUM pengamat sebut “Jebakan Batman”
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2015/01/04/090900226/Penghapusan.Subsidi.Premium.Pengamat.Sebut.jebakan.Batman.
diakses pada 31 Agustus 2015 Pukul 08.46 WIB.
kebutuhan pokok yang sangat berpengaruh terhadap laju perkembangan perekonomian. Dengan kata lain tanpa adanya energi BBM tidak mungkin dapat melakukan kegiatan ekonomi.
Selain permasalahan diatas, BBM yang merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbaharui menjadi masalah yang harus dicari solusinya. Dimana kelangkaan energi akan menjadi permasalahan yang akan semakin rumit untuk diselesaikan karena sumber energi tersebut akan semakin langkah dan akan habis Disamping itu juga kelangkaan dan kenaikan BBM akan memberikan efek domino yang besar kepada perekonomian negara. Kelangkaan dan kenaikan BBM dapat menyebabkan bertambahnya biaya produksi yang mengakibatkan naiknya harga barang produksi.
Selain itu juga dapat menyebabkan inflasi karena berkurangnya daya beli masyarakat dan pengurangan tenaga kerja oleh perusahaan-perusahan yang pada akhirnya menyebabkan bertambahnya angka pengangguran dan kemiskinan. terhitung sejak Indonesia mengalami oil boom sejak tahun 1980an. Dimana pada saat itu Indonesia dapat memproduksi 1,5 juta barrel perhari, dan semenjak itu terus mengalami penurunan hingga sampai saat ini hanya mampu memproduksi sekitar separuhnya yaitu 700-800 ribu barrel perhari, sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai 1.2 juta barrel per hari. Sehingga untuk menutupi devisit BBM tersebut Indonesia harus mengimpor dari luar negeri. Ditambah lagi cadangan minyak Indonesia hanya berkisar 4 milliar barrel, yang akan habis terkuras dalam waktu beberapa tahun kedepan.
Hal ini juga ditandai dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan semakin berkembangnya perekonomian di bidang industri, menyebabkan semakin bertambah besar pula bahan bakar minyak yang dibutuhkan. Kebutuhan nasional akan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Pemberian subsidi menjadi langkah yang telah lama diambil pemerintah untuk memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat merasakan pembangunan ekonomi dan sosial.
Pemberian subsidi ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat. Namun demikian seiring berjalannya waktu pemberian subsidi pada sumber energi fosil yang tidak terbarukan itu, semakin memperberat ruang fiskal ekonomi Negara, karena peningkatan yang cukup drastis dari tahun ke tahun.
Hal ini yang melatarbelakangi dan menjadi alasan yang kuat untuk pemerintahan Jokowi-JK mengambil kebijakan pencabutan subsidi BBM jenis premium, dan pemberian subsidi tetap pada bahan bakar jenis solar sebesar Rp.1000/ liter. Pemerintah beralasan bahwasanya kebijakan subsidi yang selama ini diberikan untuk BBM tidak tepat sasaran dan sangat membebani beban anggaran Negara. Kebijakan untuk pencabutan BBM itu sendiri dilakukan pemerintah untuk melonggarkan beban anggaran Negara dan mengalihkan anggaran pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan yang bersifat jangka panjang. Dimana pemerintah semakin kesulitan dalam anggaran dana untuk pembangunan yang dicanangkan seperti yang disampaikan pada saat janji kampanyenya yakni Pertama, untuk pembangunan yang bersifat rill dan dan berkepanjangan Kedua, pembangunan insfrastruktur, akses pendidikan, dan kesehatan untuk masyarakat.
Kebijakan pencabutan subsidi BBM yang dilakukan pemerintahan jokowi-jk menjadi kebijakan yang memunculkan pro-kontra ditengah masyarakat. Ditambah lagi kebijakan ini dilakukan pemerintah Jokowi-JK disaat yang bersamaan dengan harga minyak dunia di tingkat internasional yang sedang mengalami penurunan. Oleh karena itu, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kebijakan pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pemerintahan Jokowi-JK.
1.3 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan usaha-usaha bagaimana untuk menetapkan masalah dalam batasan penelitian yang hendak di teliti. Dimana batasan masalah berfungsi untuk mengindentifikasi faktor-faktor apa saja yang masuk ke dalam penelitian dan faktor mana yang tidak masuk ke dalam ruang penelitian, maka batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kebijakan pencabutan subsidi BBM Rezim Jokowi – JK
2. Dalam penelitian ini akan mengkaji bagaimana dampak yang muncul dari kebijakan pencabutan subsidi BBM rezim Jokowi-JK baik secara politik,ekonomi dan sosial.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan kebijakan subsidi dan pencabutan subsidi di Indonesia
2. Untuk menganalisis kebijakan pencabutan subsidi BBM pada pemerintahan Jokowi – JK.
1.5 Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar mampu memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Secara teoritis, penelitian ini merupakan kajian ilmu politik yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran mengenai konsep-konsep (masyarakat, negara, kekuasaan, dan lain-lain) dalam teori politik terutama dalam konteks kebijakan.
2. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tidak hanya bagi peneliti, tetapi juga bagi akademisi lainnya di berbagai tingkatan pendidikan.
3. Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat tentang kebijakan terkhusus dalam penelitian ini.
1.6 Kerangka Teori dan Konsep 1.6.1 Teori Kebijakan publik
Istilah kebijakan atau sebagian orang mengistilahkannya kebijaksanaan seringkali disamakan pengertiannya policy.12 Hal tersebut barangkali dikarenakan sampai saat ini belum diketahui terjemahan yang tepat istilah policy kedalam bahasa Indonesia. Kebijakan digunakan menunjuk perilaku seorang aktor (misalnya seorang pejabat, suatu kelompok, maupun suatu lembaga pemerintahan).13
Berdasarkan kamus ilmiah popular, kebijakan berasal dari kata bijak, yang berarti pandai menggunakan akal, cendikia.
14
12Budi Winarno. 2007. Teori Dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta: Media Pressindo. Hal 19
13 Ibid. Budi Winarno. hal 16-17.
14 Pius A Partanto dan M. Dahlan Al-Barri. 2001. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola. Hal 73
Kebijakan dapat dipandang sebagai proses melaksanakan keputusan sendiri biasanya dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan peradilan, perintah eksekutif atau dekrit presiden. Kebijakan merupakan suatu proses yang mencakup pula tahap implementasi dan evaluasi serta mencakup pula arah tindakan atau apa yang dilakukan dan tidak semata-mata menyangkut tindakan. pengertian lain tentang kebijakan
adalah sebagai suatu arah tindakan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu yang memberikan hambatan-hambatan dan peluang-peluang terhadap kebijakan yang diusulkan untuk menggunakan dan mengatasi dalam rangka mencapai tujuan atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu.
Kebijakan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah-masalah publik. Pada dasarnya terdapat banyak batasan atau defenisi mengenai apa yang dimaksud dengan kebijakan publik dalam literatur-literatur ilmu politik.15 Masing-masing defenisi tersebut memeberikan penekanan yang berbeda-beda, perbedaan itu timbul karena masing-masing ahli mempunyai latar belakang yang berbeda-beda namun tidak ada yang keliru, semuanya benar dan saling melengkapi. Berikut pengertiannya yaitu Pertama, secara luas kebijakan publik dapat didefenisikan sebagai hubungan suatu unit pemerintah dengan lingkungannya. Kedua, kebijakan publik adalah sesuatu yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan pemerintah. Ketiga, kebijakan merupakan sesuatu yang hendaknya dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang sedikit banyak berhubungan beserta konsekuensi-konsekuensinya.16
Kebijakan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah-masalah publik. Pada dasarnya terdapat banyak batasan atau defenisi mengenai apa yang dimaksud dengan kebijakan publik dalam literatur-literatur ilmu politik.15 Masing-masing defenisi tersebut memeberikan penekanan yang berbeda-beda, perbedaan itu timbul karena masing-masing ahli mempunyai latar belakang yang berbeda-beda namun tidak ada yang keliru, semuanya benar dan saling melengkapi. Berikut pengertiannya yaitu Pertama, secara luas kebijakan publik dapat didefenisikan sebagai hubungan suatu unit pemerintah dengan lingkungannya. Kedua, kebijakan publik adalah sesuatu yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan pemerintah. Ketiga, kebijakan merupakan sesuatu yang hendaknya dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang sedikit banyak berhubungan beserta konsekuensi-konsekuensinya.16