BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.12 Ethical Clearance
Penelitian ini dilakukan dengan persetujuan dari Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara Medan NO : 1095/ KEP/ USU/ 2021
23 BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1 Deskripsi Geografis
Rumah Sakit Umum Daerah Langsa didirikan pada tahun 1915 oleh Pemerintah Kolonial Belanda diatas areal tanah seluas ± 35.800M2 sebagai Balai pengobatan serdadu Belanda, Pemerintah Kolonial Belanda mulai melakukan pengembangan dari segi fisik bangunan, peralatan kesehatan dan tenaga medis, akibat agresi militer di Aceh banyak serdadu Belanda yang tewas dan luka.
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia membuat Pemerintah Kolonial Belanda harus hengkang dari Bumi Rencong Aceh sehingga meninggalkan bangunan fisik dan membuat masyarakat pribumi mulai menggunakannya sebagai balai pengobatan kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah Langsa merupakan Rumah Sakit Rujukan atas mata rantai Sistem Kesehatan di wilayah Pemerintah Kota Langsa dan sekitar.21
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
51/Men.Kes/SK/II/1979 tanggal 22 Februari 1979 diberikan status menjadi Rumah Sakit dalam klasifikasi type C, Kemudian pada tahun 1997 ditingkatkan klasifikasinya menjadi Rumah Sakit type B Non Pendidikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 479/Men.Kes/SKV/1997 tanggal 20 Mei 1997. Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden No. 40 tahun 2001 berubah status menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Langsa dan telah juga ditetapkan dengan Qanun Pemerintah Kota Langsa No. 5 Tahun 2005, dan Qanun
24
Pemerintah Kota Langsa No. 10 Tahun 2009 tentang rincian pokok dan fungsi pemangku jabatan struktural dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Langsa.21
4.2 Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian pada tanggal 8 Oktober – 15 Oktober 2021 yang dilakukan di RSUD Langsa, diperoleh jumlah keseluruhan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan pada tahun 2019 – 2020 sebanyak 35 korban dengan rincian kasus kekerasan seksual terhadap perempuan bulan Januari 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan Februari 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan Maret 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan April 2019 sebanyak 4 korban. Pada bulan Juni 2019 sebanyak 3 korban. Pada bulan September 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan November 2019 sebanyak 2 korban. Pada bulan Januari 2020 jumlah Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sebanyak 4 korban, pada bulan Februari 2020 sebanyak 3 korban. Pada bulan Maret 2020 sebanyak 2 korban. Pada bulan April 2020 sebanyak 1 korban. Pada bulan Mei 2020 sebanyak 2 korban. Pada bulan Juni 2020 sebanyak 1 korban. Pada bulan Juli 2020 sebanyak 1 korban.
Pada bulan Agustus 2020 sebanyak 3 korban. Pada bulan September 2020 sebanyak 1 korban. Pada bulan Oktober sebanyak 1 kasus dan Pada bulan Desember 2020 sebanyak 2 korban.
Peningkatan korban kekerasan seksual terhadap perempuan terjadi peningkatan yaitu dari tahun 2019 sebanyak 13 korban kekerasan seksual terhadap perempuan meningkat menjadi 22 korban kasus kekerasan seksual pada tahun 2020. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pandemik Corona-19, bahwa pada masa pandemik saat ini kekerasan berbasis gender online telah meningkat hampir
25
300%, meskipun ruang lingkup interaksi dimasa pandemik terbatas secara ruang, tetapi bentuk kekerasan seksual tetap terjadi dalam bentuk online, yaitu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), hal ini difasilitasi oleh canggihnya teknologi
saat ini untuk mengakses atau menggunakan teknologi untuk melakukan kekersan seksual terhadap perempuan.
4.2.1 Jumlah Keseluruhan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa Di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 disajikan Dalam Bentuk Diagram
Gambar 4.1 Jumlah keseluruhan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020
13 Korban
22 Korban
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019 - 2020
Tahun2019 Tahun2020
26
4.2.2 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa Di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Usia disajikan Dalam Bentuk Diagram.
Gambar 4.2 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan usia 4.2.3 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa
di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Pekerjaan disajikan Dalam Bentuk Diagram.
Gambar 4.3 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan Pekerjaan.
Pelajar 31 Korban Tidak bekerja 4
Korban 0
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019 - 2020 Berdasarkan Pekerjaan
Pelajar Tidak bekerja PNS
Karyawan swasta Wiraswasta
27
4.2.4 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Status Perkawinan disajikan Dalam Bentuk Diagram
Gambar 4.4 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan
Perkawinan.
4.2.5 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Hubungan Korban dengan Pelaku disajikan Dalam Bentuk Diagram.
Orang yang
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual terhadap perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019 - 2020 Berdasarkan
Hubungan Korban Dengan Pelaku
Orang yang dikenal korban Orang yang tidak dikenal korban
Gambar 4.5 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Hubungan
Korban Dengan Pelaku
Kawin 0 Korban
Tidak kawin 35 Korban
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019 - 2020 Berdasarkan Status Perkawinan
Tidak kawin
28
4.2.6 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Jenis Kekerasan seksual disajikan Dalam Bentuk Diagram.
Pemerkosaan 3 Korban
Pencabulan 10 Korban
Pelecehan seksual 22 korban
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019 - 2020 Berdasarkan Jenis Kekerasan
Seksual
Perkosaan
Pencabulan
Pelecehan seksual
Gambar 4.6 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Jenis
Kekerasan Seksual.
29 BAB V PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian pada tanggal 8 Oktober – 15 Oktober 2021 yang dilakukan di RSUD Langsa, diperoleh jumlah keseluruhan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan pada tahun 2019 – 2020 sebanyak 35 korban dengan rincian kasus kekerasan seksual terhadap perempuan bulan Januari 2019 sebanyak 1 korban . Pada bulan Februari 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan Maret 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan April 2019 sebanyak 4 korban. Pada bulan Juni 2019 sebanyak 3 korban. Pada bulan September 2019 sebanyak 1 korban. Pada bulan November 2019 sebanyak 2 korban. Pada bulan Januari 2020 jumlah Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sebanyak 4 korban, pada bulan Februari 2020 sebanyak 3 korban. Pada bulan Maret 2020 sebanyak 2 korban. Pada bulan April 2020 sebanyak 1 korban. Pada bulan Mei 2020 sebanyak 2 korban. Pada bulan Juni 2020 sebanyak 1 korban. Pada bulan Juli 2020 sebanyak 1 korban.
Pada bulan Agustus 2020 sebanyak 3 korban. Pada bulan September 2020 sebanyak 1 korban. Pada bulan Oktober sebanyak 1 kasus dan Pada bulan Desember 2020 sebanyak 2 korban.
5.1 Jumlah keseluruhan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa Di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020
Jumlah keseluruhan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 disajikan dalam bentuk tabel.
30
Tabel 5.1 Jumlah keseluruhan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020.
Tahun Total
Jumlah Persentase
Tahun 2019 13 37,14 %
Tahun 2020 22 62,86%
Total 35 100%
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021, didapatkan jumlah keseluruhan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sebanyak 35 korban.
Dilihat dari keseluruhan data, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa kota Langsa mengalami peningkatan kasus pada tahun 2019 sebanyak 13 korban ( 37,14%) meningkat menjadi 22 korban (62,86%) pada tahun 2020.
5.2. Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan usia Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan usia disajikan dalam bentuk tabel.
31
Tabel 5.2 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan usia
Usia Jumlah Persentase
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021, berdasarkan usia jumlah keseluruhan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sebanyak 35 korban. Pada usia balita 0-5 Tahun berjumlah 2 korban (5,71%). Pada usia kanak kanak 6-11 Tahun berjumlah 6 korban (17,14%). Pada usia remaja awal 12-16 tahun berjumlah 20 korban (57,14%). Pada usia remaja akhir 17-25 Tahun berjumlah 6 korban (17,14%).
Dilihat dari keseluruhan data, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa kota Langsa tertinggi pada usia remaja akhir 12-16 Tahun sebanyak 20 korban ( 57,14%) dan terendah pada golongan usia
>36 tahun yaitu mulai dari usia dewasa akhir sampai usia manula sebanyak 0 korban.
32
5.3. Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa Di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan Pekerjaan.
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan pekerjaan disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 5.3 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yangd diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021 berdasarkan pekerjaan didapatkan jumlah korban kekerasan seksual terhadap perempuan tertinggi pada pelajar sebanyak 31 korban (88,57%) dan terendah pada korban yang tidak bekerja sebanyak 4 korban ( 11,43%).
5.4. Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Status Perkawinan.
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan status perkawinan disajikan dalam bentuk tabel.
33
Tabel 5.4 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021 berdasarkan status perkawinan, terdapat 35 korban (100%) dengan status tidak kawin.
5.5. Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Hubungan Korban Dengan Pelaku.
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan Hubungan Korban Dengan Pelaku disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 5.5 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan
Orang Yang Dikenal Korban 34 97,14%
Orang Yang Tidak Dikenal Korban
1 2,86%
Total 35 100%
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021, berdasarkan Hubungan korban dengan pelaku, tertinggi sebanyak 34 korban (97,14%), pelakunya adalah orang yang dikenal
34
Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Yang Diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 berdasarkan Jenis Kekerasan Seksual disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 5.6 Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa Pada Tahun 2019- 2020 Berdasarkan Jenis Kekerasan Seksual
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021, berdasarkan jenis kekerasan seksual didapatkan jumlah jenis kekerasan seksual perkosaan sebanyak 3 korban (8,57%), pencabulan sebanyak 10 korban (28,57%), pelecehan seksual sebanyak 22 korban (62,86%)
Dari hasil penelitian ini didapat, bahwa kasus kekerasan seksual berdasarkan jenis kekerasan, pelecehan seksual merupakan kasus tertinggi yaitu sebanyak 22 korban (62,86%), disusul jenis kekerasan seksual pencabulan sebanyak 10 korban (28,57%), dan jenis kekerasan seksual terendah yaitu perkosaan sebanyak 3
korban(8,57%). .
35 BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap Rekam Medis Pada Instalasi Forensik RSUD Langsa kota Langsa pada tanggal 08 oktober 2021 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2021 maka dapat disimpulkan:
a. Jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa pada tahun 2019 sampai dengan 2020 sebanyak 35 korban.
b. Jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang diperiksa di RSUD Langsa meningkat dari tahun 2019 sebanyak 13 korban menjadi 22 korban pada tahun 2020.
c. Jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan berdasarkan usia, tertinggi berada pada golongan usia remaja awa1 2 – 16 tahun sebanyak 20 korban dengan persentase 57,14%. Jumlah kasus terendah berada pada golongan usia > 36 tahun (golongan usia dewasa akhir, lansia awal, lansia akhir dan golongan usia manula) sebanyak 0 korban.
d. Jumlah perempuan yang mengalami kasus kekerasan seksual berdasarkan pekerjaan, tertinggi adalah pelajar sebanyak 31 korban, dengan persentase 88,57%, terendah adalah tidak bekerja sebanyak 4 korban dengan persentase 11,43%.
e. Jumlah perempuan yang mengalami kasus kekerasan seksual berdasarkan status perkawinan, sebanyak 35 korban dengan persentase 100% dengan status perkawinan tidak kawin,
f. Jumlah perempuan yang mengalami kasus kekerasan seksual berdasarkan hubungan korban dengan pelaku, tertinggi sebanyak 34 korban dengan persentase 97,14 %,
36
pelakunya adalah orang yang dikenal korban dan terendah sebanyak 1 korban dengan persentase 2,85%, pelakunya adalah orang yang tidak dikenal korban g. Jumlah perempuan yang mengalami kasus kekerasan seksual berdasarkan jenis
kekerasan seksual, tertinggi pada kasus pelecehan seksual sebanyak 22 korban dengan persentase 62,86% dan terendah pada kasus perkosaan sebanyak 3 korban dengan persentase 8,57%,
Hasil ini sejalan dengan penelitian Penelitian yang dilakukan oleh Butar butar tahun 2012 di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru selama tahun 2011 dan Penelitian yang dilakukan Mohammad Tegar Indrayana di Rumah Sakit Bhayangkara Dumai yang dilaksanakan pada tahun (2016).
6.2 Saran.
Beberapa hal yang dapat direkomendasikan dalam penelitian ini diantaranya:
1. Perlunya penelitian lebih lanjut.
2. Diperlukan penelitian untuk mengetahui Sebab akibat tingginya Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di kota Langsa.
3. Perlunya memberikan edukasi kepada masyarakat tetang prosedur pelaporan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di kota Langsa
4. Perlunya Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengambil peran aktif melakukan Penyuluhan terkait pendidikan kesehatan Reproduksi di institusi pendidikan mengingat meningkatnya korban kekerasan seksual terhadap perempuan yang masih berstatus pelajar di Kota Langsa.
37
5. Perlunya pengawasan orang tua terhadap anak perempuan khususnya pada golongan usia remaja awal yang merupakan kasus tertinggi mengalami kasus kekerasan seksual di Kota langsa
6. Perlunya pengawasan orang tua terhadap penggunaan telepon seluler yang saat ini merupakan alat eletronik (ruang online/daring) yang mudah sekali mendapat informasi, termasuk tentang konten pornografi dan juga merupakan dan mempermudah komunikasi dengan siapa saja, hal ini sangat menjadi perhatian mengingat golongan usia yang mengalami kekerasan seksual berada pada golongan usia kanak kanak sampai dengan golongan usia remaja akhir dimana tingkat emosionalnya masih labil dan membutuhkan pengawasan dalam penggunaan telepon selular.
7. Perlunya sosialisasi tentang Undang undang perkawinan No.16 Tahun 2019 pasal 7 ayat 1, agar masyarakat mengetahui tentang adanya undang undang yang menagtur tentang umur yang diijinkan untuk menikah baik pria dan wanita (UU No.6 Tahun 2019 ayat1 : perkawinan hanya dapat diijinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun).
8. Perlunya Dinas Sosial menyediakan sistem pelayanan rumah aman bagi perempuan korban kekerasan seksual terutama di masa pandemik.
9. Perlunya Dinas Kesehatan memastikan implementasi Keputusan Menteri Kesehatan No 26 Tahun 2009 tentang Pedoman Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan di Rumah Sakit berjalan dengan baik.
10. Perlunya perhatian dari Komisi Nasional Perlindungan Perempuan dikota Langsa terhadap kekerasan perlindungan Hukum dan HAM mendorong lahirnya kebijakan perlindungan serta melakukan sosialisai dan penyuluhan
38
tentang kekerasan terhadap perempuan terkhusus kekerasan seksual terhadap perempuan, bekerjasama dengan Dharma wanita dan PKK yang ada di Kota Langsa dapat berperan aktif meneruskan sosialisasi ini ke masyarakat Luas.
39
DAFTAR PUSTAKA
1. Iskandar Albin, Zubi: Karakteristik Kasus Kekerasan Seksual Pada Perempuan Di Blud Rumah Sakit Cut Meutia Berdasarkan Visum Et Repertum Periode Tahun 2018, Jurnal Averrous Volume 6 No.1 Mei 2020 hal: 66-77
2. Mohammad Tegar Indrayana: Profil Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak Yang Diperiksa Di Rumah Sakit Bhayangkara Dumai (2009-2013), Jurnal Kesehatan Melayu pISSN. 2597-7407
3. Dahlan Sofwan. Ilmu Kedokteran Kehakiman. Semarang. 2000. Hal: 126- 133.
4. Kuhper, Kuhp, Kuhap. Jakarta. 2008
5. Idris AM, Tjiptomartono Agung Legowo. Penerapan Imu Kedokteran Forensik Dalam Proses Penyidikan. Edisi Revisi. Jakarta. 2008. Hal: 113- 132.
6. Budianto A. Widiatmika W. Sudiono S. Winardi T. Ilmu Kedokteran Forensik. Fk-Ui. Jakarta. 1997. Hal : 147- 158.
7. Chada. Alih Bahasa Hutauruk Johan. Ilmu Forensik Dan Toksikologi. Edisi V. 1995. Hal : 150- 157.
8. Hamdani Njowito. Ilmu Kedokteran Kehakiman. Edisi Kedua. Jakarta.1972.
Hal: 174- 179.
9. Taber Ben- Zion. Kapita Selekta Kedaruratan Obstetri Dan Ginekologi. Egc.
Jakarta. Hal: 394- 400.
10. Komisi Nasional Anti Kekersan Terhadap Perempuan: Kekerasan Meningkat:
Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual Untuk Membangun Ruang Aman Bagi Perempuan Dan Anak Perempuan. Jakarta. 2020
11. Komisi Nasional Anti Kekersan Terhadap Perempuan; Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Perempuan Dalam Himpitan Pandemi:
Lonjakan Kekerasan Seksual, Kekerasan Siber, Perkawinan Anak. Jakarta.
2021
12. Mella Fitriyatul Hilmi: Kekerasan Seksual Dalam Hukum Internasional. Jurist Diction; p. 2655-8297
13. Verienja J. B. Rehatta; Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Di Daerah Konflik ( Kajian Hukum Internasional Dan Penerapannya Di Indonesia) : Jurnal Sasi Vol.20 No.2 Bulan Juli- Desember, Hal : 66-77
14. http://www.who.int/about/licensing/copyright_form/en/index.html).
40
21. https://rsud.langsakota.go.id/sejarah-singkat-rumah-sakit/
22. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/view/1748/1389 23.
https://theconversation.com/apa-bedanya-pencabulan-serangan-seksual-pelecehan-seksual-dan-pemerkosaan-130063
24. Hoediyanto, A. Hariadi. Penerapan Imu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal. Edisi Kedelapan. Surabaya. 2012. Hal : 271- 290
25. https://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/lt5dafedf4cd014/undang- undang-nomor-16-tahun-2019
41
42
43 Lampiran 3
44
Lampiran 2
45
Lampiran 4 surat permohonan penelitian
46
Lampiran 5 Surat izin Penelitian
47
Lampiran 6 Dokumentasi