• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistematika Penulisan

Dalam dokumen REVISI RENSTRA KECAMATAN CILODONG (Halaman 10-0)

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Rencana Strategis (Renstra) sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra OPD, fungsi Renstra OPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra OPD, keterkaitan Renstra OPD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja OPD.

1.2 Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan OPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran OPD.

1.3 Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra 1.4 Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra OPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

II. GAMBARAN PELAYANAN

2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan

Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan OPD, struktur organisasi OPD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala OPD. Uraian tentang struktur organisasi OPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana OPD (proses, prosedur, mekanisme)

2.2. Sumber Daya Kecamatan

Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki OPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.

2.3. Kinerja Pelayanan Kecamatan

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja OPD berdasarkan sasaran/target Renstra OPD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan OPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan

Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra OPD, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan OPD pada lima tahun mendatang.

III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KECAMATAN CILODONG 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan OPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota dan Wakil Walikota Terpilih.

Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi OPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan OPD dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan OPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala

daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan OPD.

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota

Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra OPD.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari gambaran pelayanan OPD; implikasi RTRW bagi pelayanan OPD; dan implikasi KLHS bagi pelayanan OPD. Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra OPD tahun rencana.

IV. TUJUAN, DAN SASARAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah OPD

V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan .

VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.

VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja perangkat daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai perangkat daerah dalam 5 tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

VIII. PENUTUP

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN

2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan

Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 209 dijelaskan bahwa Kecamatan adalah perangkat daerah Kabupaten/kota.

Daerah kabupaten/kota membentuk Kecamatan dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat Desa/kelurahan.Kecamatan dibentuk dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan artinya dengan adanya Kecamatan. Camat sebagai pimpinan tertinggi di Kecamatan harus dapat mengkoordinasikan semua urusan pemerintahan diKecamatan, kemudian juga Camat harus memberikan pelayanan publik di Kecamatan dan juga pemberdayaan masyarakat Desa/Kelurahan.

Berdasarkan Peraturan Walkota Depok Nomor 111 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan adalah sebagai berikut :

Camat

Camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.

Tugas :

1. Menyelenggarakan urusan Pemerintahan Umum

2. Mengkoordinasian Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

3. Mengkoordinasian Upaya Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum 4. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan perda dan peraturan Walikota 5. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan sarana pelayanan umum

6. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh Perangkat Daerah di tingkat kecamatan

7. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan kelurahan 8. Melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah kota yang

tidak dilaksanakan oleh unit kerja pemerintahan kota dan tugas pembantuan.

9. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.

Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan administrasi umum, kepegawaian, pengelolaan keuangan dan pengkoordinasian perencanaan, evaluasi dan pelaporan.

Fungsi :

1. Pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan perundang –undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan, kepegawaian,dan keuangan;

2. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sekretariat;

3. Menyelenggarakan upaya pemecahan masalah urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan, kepegawaian, dan keuangan;

4. Menyelenggarakan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan, kepegawaian, dan keuangan;

5. Mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan Kecamatan;

6. Mengkoordinasikan upaya pemecahan masalah Kecamatan dan pengaduan/keluhan masyarakat;

7. Menyelenggarakan analisis dan pengembangan kinerja Sekretariat;

8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Camat;

Sekretariat terdiri dari :

1. Sub Bagian Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 2. Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian

Sub Bagian Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

Sub Bagian Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Administrasi Umum, Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan.

Fungsi :

1. Pengumpulan, pengolahan data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;

2. Perencanaan, pelaksanaan pengendalian, pengevaluasian dan pelaporan kegiatan Sub Bagian;

3. Pemberian pelayanan naskah dinas, kearsipan, perpustakaan, komunikasi, pengetikan/penggandaan/pendistribusian, penerimaan tamu, kehumasan dan protokoler;

4. Penyelenggaraan keperluan dan kebutuhan serta perawatan ruang kerja, ruang rapat/pertemuan, komunikasi,dan sarana prasarana kantor;

5. Pelaksanaan pengurusan perjalanan dinas, kendaraan dinas, keamanan kantor serta pelayanan kerumahtanggaan yang lainnya;

6. Penyiapan bahan koordinasi dengan masing-masing unsur organisasi dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan Kecamatan;

7. Penyiapan bahan koordinasi dengan masing-masing unsur organisasi dilingkungan Kecamatan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan Kecamatan.

8. Penyiapan bahan koordinasi dan petunjuk teknis kebutuhan, perumusan system dan prosedur, tata hubungan kerja, serta permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan organisasi dan tata laksana;

9. Penyiapan bahan koordinasi dan petunjuk teknis kebutuhan dan pengadaan perlengkapan/sarana kerja serta inventarisasi, pendistribusian, penyimpanan, perawatan dan penghapusannya;

10. Pelaksanaan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi;

11. Pelaksanaan legalisasi surat sesuai dengan kewenangannya;

12. Pengkoordinasian dalam administrasi pengendalian program, kegiatan dan pelaporan Kecamatan;

13. Pelaksanaan analisis data dan evaluasi kinerja Kecamatan;

14. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Sub Bagian;

15. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan

Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian

Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan kepegawaian.

Fungsi :

1. Pengumpulan, pengolahan data dan informasi, inventarisasi permasalahan-permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan urusan keuangan dan kepegawaian;

2. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian;

3. Pengumpulan, pengolahan data dan penyimpananberkas-berkas kepegawaian dalam rangka pelayanan administrasi kepegawaian di lingkungan Kecamatan dan Kelurahan;

4. Penyelenggaraan penatausahaan keuangan yang meliputi :

a. Melaksanakan penyusunan RKA dan DPA dengan memasukan usulan anggaran dari masing-masing seksi dan kelurahan;

b. Menyusun Rencana Kerja Anggaran Perubahan & Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran;

c. Melaksanakan penerimaan pendapatan dan penyetoran pendapatan ke Kas Daerah;

d. Melaksanakan pertanggungjawaban, pengendalian dan pelaporan keuangan.

5. Pelaksanaan fasilitasi usulan pengadaan, mutasi, kesejahteraan pegawai, cuti, penilaian, pemberian penghargaan, pemberian sanksi/hukuman, dan pemberhentian/pensiun serta pendidikan dan pelatihan pegawai;

6. Pelaksanaan fasilitasi penyusunan informasi jabatan dan beban kerja;

7. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Sub Bagian;

8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan;

Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban

Seksi pemerintahan, ketentraman dan ketertiban mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan, administrasi kependudukan, keagrariaan, dan pembinaan pemerintahan kelurahan serta ketentraman dan ketertiban.

Fugsi :

1. Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban di tingkat kecamatan;

2. Pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban;

3. Pengkoordinasian dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat yang berada di wilayah kerja kecamatan untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah kecamatan;

4. Pelaksanaan fasilitasi pemilihan umum serta ketenteraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan;

5. Pelaporan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan penerapan serta penegakan peraturan perundang-undangan di tingkat kecamatan kepada walikota;

6. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan data dan informasi, penginventarisasian permasalahan serta pelaksanaan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan urusan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban;

7. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan laporkan kegiatan Seksi;

8. Penyiapan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan urusan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban;

9. Pelaksanaan hubungan kerja dan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas;

10. Penyiapan bahan dan petunjuk teknis pembinaan terhadap Pemerintah Kelurahan, meliputi antara lain :

a. Penyiapan bahan dalam rangka pembinaan Perangkat Kelurahan;

b. Penyiapan bahan dalam rangka penyelesaian perselisihan Kelurahan dalam satu wilayah Kecamatan;

c. Penyiapan bahan dalam rangka musyawarah Kelurahan;

d. Penyiapan bahan dalam rangka pengusulan, pemekaran, peningkatan, penyatuan dan atau penghapusan Kelurahan;

e. Penyiapan bahan dalam rangka pembinaan lembaga kemasyarakatan;

f. Penyiapan bahan dalam rangka kerjasama antar Kelurahan;

g. Penyiapan bahan dalam rangka pembinaan batas-batas wilayah.

11. Pengusulan, penyiapan bahan dan petunjuk teknispembinaan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan;

12. Pelaksanaan fasilitasi administrasi kependudukan dan fasilitasi instansi terkait pelaksanaan ketenagakerjaan dan transmigrasi, sosial, urbanisasi, emigrasi/imigrasi;

13. Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitasi pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya;

14. Pelaksanaan tugas bidang keagrariaan di Kecamatan,meliputi : a. Pembantuan pendataan tanah;

b. Pemeliharaan data pertanahan;dan

c. Pengelolaan bahan dalam rangka pembuatan akte tanah dan surat-surat mengenai : peralihan hak atau tanah, keterangan status dan bukti kepemilikan tanah, keterangan penggadaian tanah, keterangan kewarisan, keterangan peminjaman dimana tanah sebagai jaminan

15. Pelaksanaan legalisasi administrasi pertanahan meliputi antara lain : a. Surat keterangan waris;

b. Surat kuasa waris;

c. Permohonan ukur tanah;

d. Surat pelepasan hak atas tanah dan akta jual beli tanah;

e. Surat persetujuan pembagian hak bersama.

16. Pelaksanaan pengawasan perizinan yang menjadi kewenangan kecamatan;

17. Pelaksanaan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Jalan dan Surat Keterangan lainnya yang berkaitan dengan ketentraman dan ketertiban umum;

18. Pelaksanaan pengamanan kantor dan barang inventaris kantor;

19. Mempersiapkan dan menyusun potensi Hansip/Linmas/Satlakar dalam rangka menghadapi kemungkinan bencana.

20. Pelaksanaan tugas pembantuan operasional yang berkaitan dengan :

a. Penanggulangan bencana baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia;

b. Penertiban terhadap gelandangan, pengemis dan penyandang masalah sosial lainnya;

c. Pencegahan dan penertiban terhadap pelanggaran asusila;

d. Pemantauan dan penegakan pelaksanaan Peraturan Daerah, Peraturan Walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya sesuai dengan kewenangan kecamatan.

21. Pelaksanaan pengawasan dan pembinaan (non yustisia) terhadap ketaatan masyarakat untuk mematuhi Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya;

22. Pelaksanaan upaya pengamanan wilayah serta pembinaan dan pengawasan keamanan berbasis partisipasi masyarakat;

23. Pelaksanakan pengawasan dan rekomendasi penyelenggaraan pertunjukan dan keramaian di wilayah kecamatan bekerjasama dengan Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan setempat;

24. Pendayagunaan satuan-satuan Hansip/Linmas/Satlakar di wilayah Kecamatan dalam rangka upaya perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk ancaman, bahaya dan bencana;

25. Pelaksanaan kegiatan peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan;

26. Pelaksanaan tugas lain sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh Pimpinan.

Kepala seksi pemerintahan, ketentraman dan ketertiban secara ex-officio sebagai Kepala Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja di Kecamatan. Kepala Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja di Kecamatan, secara teknis administrative bertanggungjawab kepada Camat dan secara teknis operasional bertanggungjawab kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota.

Seksi Ekonomi dan Pembangunan

Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasan kegiatan perekonomian dan pembangunan.

Fungsi:

1. Penginventarisasian dan pengolahan data potensi wilayah, permasalahan serta pelaksanaan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan fasilitasi perekonomian dan pembangunan;

2. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengevaluasian dan pelaporan kegiatan Seksi;

3. Penyiapan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan fasilitasi perekonomian dan pembangunan;

4. Penyiapan bahan masukan dan pembinaan dalam rangka perencanaan dan pemeliharaan dan pengembangan sarana prasarana wilayah kecamatan;

5. Pelaksanaan pengembangan perekonomian dan pembangunan;

6. Pengelolaan bantuan-bantuan pembangunan dari pemerintah;

7. Pelaksanaan fasilitasi pengembangan perekonomian;

8. Pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan pelayanan perizinan dan rekomendasi sesuai kewenangannya;

9. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Seksi, mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan fasilitasi perekonomian dan pembangunan;

10. Pelaksanaan fasilitasi pembinaan dalam rangka meningkatkan perkoperasian dan pengusaha ekonomi lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat;

11. Pelaksanaan penyusunan surat keterangan yang berkenaan dengan status ekonomi masyarakat;

12. Pelaksanaan penyusunan musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan;

13. Pelaksanaan kegiatan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur sesuai kewenangan kecamatan; dan

14. Pelaksanaan tugas lain sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh pimpinan.

Seksi kemasyarakatan dan Pelayanan Masyarakat

Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian kegiatan kemasyarakatan dan pemberian layanan kepada masyarakat.

Fungsi:

1. Pengumpulan, pengolahan data dan informasi, penginventarisasian permasalahan serta pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelayanan masyarakat;

2. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengevaluasian dan pelaporkan kegiatan Seksi;

3. Pelaksanaan koordinasi dengan seksi yang lain dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat;

4. Pelaksanaan pemberian layanan kepada masyarakat baik perizinan, non perizinan maupun layanan administratif lainnya sesuai kewenangan kecamatan;

5. Pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan ketenagakerjaan dan transmigrasi, sosial, pendidikan, kesehatan dan keagamaan;

6. Pelaksanaan fasilitasi penanggulangan permasalahan sosial;

7. Menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat;

8. Pelaksanaan fasilitasi pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia untuk pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kewenangannya;

9. Pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan pembinaan kegiatan sosial;

10. Pengkoordinasi kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan organisasi kemasyarakatan lainnya dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat;

11. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Seksi;dan

12. Pelaksanaan tugas lain sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh Camat.

Jabatan Fungsional

1. Jabatan fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan kecamatan secara professional sesuai dengan kebutuhan.

2. Jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan

bertanggungjawab kepada Camat

3. Jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilan

4. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada di lingkungan Kecamatan

5. Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan sifat, jenis, kebutuhan dan beban kerja.

6. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja)

Garis Koordinasi : …………..

Garis Komando :

Gambar 2.1 Struktur Organisasi kecamatan Cilodong

CAMAT

JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIS

SUBAG UMUM DAN PERENCANAAN, EVALUASI DAN

PELAPORAN

SUBAG KEUANGAN DAN KEPEGAWAIAN

SEKSI PEMERINTAHAN, KETENTRAMAN DAN

KETERTIBAN

SEKSI EKONOMI DAN PEMBANGUNAN

SEKSI KEMASYARAKATAN DAN PELAYANAN

KELURAHAN

2.2. Sumber Daya Kecamatan

1. Kondisi dan Potensi Geografis

Cilodong adalah salah satu Kecamatan di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sebelum Perda Kota Depok Nomor 08 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan di Kota Depok disahkan, Kecamatan Cilodong adalah bagian dari Kecamatan Sukmajaya.

Kecamatan Cilodong berada di wilayah Depok sebelah timur laut dengan ketinggian ± 121 meter diatas permukaan air laut.Jumlah seluruh kelurahan di Kecamatan Cilodong sebanyak 5 Kelurahan yaitu : Kalimulya, Jatimulya, kalibaru, Cilodong dan Sukamaju. Luas wilayah Kecamatan Cilodong ±1.608 ha.

Pola penggunaan tanah pada Kecamatan Cilodong secara garis besar terdiri dari:

 Sawah : 9.8 ha

 Pekarangan : 32.9 ha

 Perumahan : 1.154,2 ha

 Ladang : 17.7 ha

 Empang : 27,9 ha

 Kuburan : 136,5 ha

 Lainnya : 351,6 ha

Batas wilayah Kecamatan Cilodong berdasarkan peraturan daerah Kota Depok No 8.tahun 2007 adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kecamatan Sukmajaya Sebela Timur : Kecamatan Tapos Sebelah Selatan : Kabupaten Bogor Sebelah Barat : Kecamatan Cipayung

Tabel. 2.1 Jumlah Penduduk, Luas wilayah dan Jumlah RT/RW Kecamatan Cilodong

NO KELURAHAN

Jumlah Penduduk

(Jiwa)

Luas (Km²) RT/RW

1. Kalimulya 17.924 3.05 62/11

2 Jatimulya 12.862 3.35 49/9

3 Kalibaru 26.889 3.28 69/11

4 Cilodong 19.660 2.18 43/8

5 Sukamaju 66.519 4.33 168/29

JUMLAH 143.854 16.19 391/69

Sumber : Kecamatan Cilodong dalam angka 2018

2. Sarana dan Prasarana dan SDM Kecamatan A. Sarana dan Prasarana Kantor Kecamatan Cilodong

Kecamatan Cilodong memiliki beberapa sarana dan prasarana dalam mendukung operasional kecamatan, antara lain: 2 buah Kendaraan Operasional roda empat, 11 buah kendaraan operasional roda 2, 22 buah meja kerja, 10 buah kursi kerja, 2 buah meja rapat, 17 buah filling cabinet, 2 buah sofa, 7 buah AC, 11 buah personal computer (PC), 6 buah dispenser, 2 buah Band kas, 7 buah printer, 2 buah UPS, 1 buah pesawat Telepon, 4 buah laptop.

B. Sumber Daya Manusia

Pemerintah Kecamatan Cilodong sebagi pemberi pelayanan pada masyarakat memiliki jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 54 (lima puluh) orang dengan rincian sampai bulan September 2017 jumlah pegawai pada Kecamatan Cilodong adalah sebagai berikut :

· Golongan IV : 2 orang

· Golongan III : 36 orang

· Golongan II : 16 orang

· Golongan I : -

Menurut tingkat pendidikan, jumlah pegawai pada Kecamatan Cilodong adalah sebagai berikut :

 Pasca Sarjana : 4 orang

 Sarjana S1 : 26 orang

 Diploma 3 (D3) : 4 orang

 SLTA : 20 orang

 SLTP : -

 SD : -

2.3. Kinerja Pelayanan Kecamatan

Kecamatan sebagai unit pemerintahan yang memberikan pelayana kepada masyarakat juga dituntut untuk dapat bekerja secara professional di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun di dalam menjalankan kegiatan rutin sehari-harinya.

Pelayanan dapat dikatakan baik, apabila pelayanan tersebut dapat memenuhi kepuasan pelanggan, kepuasan tercapai jika pelayanan yang mereka terima dapat melebihi apa yang mereka harapkan. Tingkat kepuasan pelanggan menjadi salah satu tolak ukur, apakah pelayanan yang diberikan dapat dikatakan baik atau tidak.Tingkat kepuasan

pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan dapat dilihat dari penggunaan teknologi yang canggih, waktu pelayanan yang efektif, dan efisien, dan sarana dan prasarana yang memadai sehingga pelayanan dapat dilakukan secara maksimal.

Salah satu fungsi pemerintah kecamatan yang utama adalah menyelenggarakan pelayanan umum sebagai wujud dari tugas umum pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Birokrasi merupakan instrument pemerintah untuk mewujudkan pelayanan public yang efisien, efektif, berkeadilan, transparan dan akuntabel.

Kinerja adalah suatu fungsi dan interaksi antara kemampuan, motivasi dan kesempatan. Melihat dari ketiga indicator, dapat diasumsikan bahwa kinerja merupakan fungsi kemampuan, motivasi dan kesempatan atau dengan kata lain kinerja ditentukan oleh factor kemampuan, motivasi dan kesempatan. Kesempatan dalam hal ini adalah ada tidaknya kendala atau rintangan yang menjadi penghambat dalam proses pencapaian atau pelaksanaan pekerjaan yang sedang dijalalankan oleh seorang pegawai

Untuk menilai kinerja pelayanan organisasi dimasa kini, sesuai dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya, diperlukan suatu penilaian dan analisis kinerja organisasi ditahun anggaran sebelumnya untuk dijadikan ukuran keberhasilan ataupun kegagalan suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. Penilaian tersebut dapat juga dijadikan input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja organisasi selanjutnya.

Kecamatan selaku pengguna anggaran sesuai Permendagri nomor 13 Tahun 2006, pada tahun Anggaran 2015 dalam menyelesaikan urusan wajib pemerintahan umum berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2015 dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) 2015 pada pelaksanaan kegiatannya dibiayai dari APBD Kota Depok sebesar Rp. 6.591.800.000 dan pos anggaran tersebut terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp. 4.209.100.000,- dan Belanja Langsung Rp2.382.700.000,-. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Kecamatan Cilodong sesuai tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang ada, telah melaksanakan berbagai kegiatan yang dibiayai oleh APBD Kota Depok sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.2

Tabel 2.2

Review Pencapaian Kinerja Pelayanan Kecamatan Cilodong Tahun 2011-2015

NO Indikator Kinerja

Target Renstra OPD Tahun 2011-2015 Realisasi Capaian Tahun 2011-2015 Rasio Capaian pada Tahun ke 2011-2015

2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)

1 Tersedianya pendukung adm

perkantoran 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

2. Tersedianya sarpras aparatur 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

3. Tersusunnya laporan

3. Tersusunnya laporan

Dalam dokumen REVISI RENSTRA KECAMATAN CILODONG (Halaman 10-0)

Dokumen terkait