REVISI RENSTRA
2016-2021
KECAMATAN CILODONG
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Landasan Hukum ... 4
1.3 Maksud dan Tujuan ... 6
1.4 Sistematika Penulisan ... 6
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN ... 9
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Kecamatan ... 9
2.2 Sumber Daya Kecamatan ... 19
2.3 Kinerja Pelayanan Kecamatan ... 19
Tabel 2.2 ... 21
Tabel 2.3 ... 23
Tabel 2.4 ... 23
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan ... 24
Tabel 2.5 ... 31
Tabel 2.6 ... 33
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KECAMATAN CILODONG... ... 36
3.1 Indentifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kecamatan ... 36
Tabel 3.1 ... 37
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota dan Wakil Walikota Terpilih ... 38
3.3 Telaahan Renstra K/L,Renstra SKPD Provinsi, dan Renstra Kab/Kota ... 40
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Stategis ... 40
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis ... 40
BAB IV TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 42
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Kecamatan Cilodong... 42
Tabel 4.1 ... 42
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 43
5.1 Strategi dan Arah Kebijakan Kecamatan ... 43
Tabel 5.1 ... 43
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, SERTA PENDANAAN ... 44
Tabel 6.1 ... 44
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ... 76
Tabel 7.1 ... 76
BAB VIII PENUTUP ... 77
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Renstra SKPD adalah suatu dokumen Perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan sehubungan dengan tugas dan fungsi SKPD dengan memperhitungkan perkembangan lingkungan strategis, yang akan menjadi acuan dalam penilaian kinerja SKPD oleh lembaga auditor baik internal ataupun eksternal. Renstra SKPD disusun berpedoman pada RPJM Daerah sesuai tugas dan fungsi SKPD yang akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahunan SKPD. Dengan demikian, Renstra SKPD berfungsi sebagai berikut:
1. Dokumen perencanaan daerah berwawasan waktu 5 (lima) Tahun;
2. Acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahunan SKPD;
3. Acuan dalam penilaian kinerja SKPD oleh lembaga auditor baik internal ataupun eksternal.
Setiap SKPD wajib melakukan penyusunan Renstra dengan mengacu pada RPJM Daerah yang melibatkan stakeholder sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berkoordinasi dengan Bappeda.Dokumen Renstra SKPD yang telah ditetapkan Kepala SKPD agar disampaikan ke Bappeda.Berdasarkan Permendagri 54 Tahun 2010, Renstra SKPD memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat infikatif.
Visi, misi, tujuan, strategi dan kebijakan Renstra SKPD dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian sasaran program yang ditetapkan dalam RPJMD. Penyusunan Renstra SKPD dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Persiapan Penyusunan Renstra SKPD
Persiapan meliputi penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang pembentukan tim penyusunan renstra SKPD, orientasi mengenai renstra SKPD, penyusunan agenda kerja tim penyusun Renstra SKPD dan penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah.
2. Penyusunan Rancangan Renstra SKPD
Penyusunan rancangan Renstra SKPD melalui tahapan perumusan rancangan Renstra SKPD dan Penyajian rancangan Renstra SKPD.Rancangan Renstra SKPD yang telah disusun, dibahas dengan seluruh unit kerja di lingkungan SKPD untuk dibahas bersama
dengan pemangku keperntingan sesuai dengan kebutuhan dalam forum SKPD yang bertujuan untuk memperoleh masukan dalam rangka penajaman pencapaian ssasaran program dan kegiatan pelayanan SKPD.Rancangan Renstra SKPD yang telah dibahas, disampaikan kepada Kepala Bappeda untuk dilakukan verifikasi.Apabila dalam verifikasi ditemukan hal-hal yang perlu disempurnakan, hasil penyempurnaan rancangan Renstra SKPD disampaikan kembali oleh Kepala SKPD kepada Kepala Bappeda.
3. Penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD
Penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD merupakan penyempurnaan rancangan Renstra SKPD, yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkandengan Peraturan Daerah dengan tujuan untuk mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD yang ditetapkan dalam RPJMD.
Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra SKPD
Berdasarkan bagan alir tersebut dapat dilihat bahwa Renstra K/L dan Renstra SKPD Provinsi merupakan salah satu dasar dalam perumusan isi-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD, dimana hal tersebut akan dijabarkan dalam perumusan visi dan misi SKPD, perumusan tujuan dan perumusan sasaran.
Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan
Isu-isu strategis berdasarkan
tusi
Perumusan Strategi dan kebijakan
Perumusan rencana kegiatan,
indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan
indikatif berdasarkan rencana program
prioritas RPJMD
Pengolahan data dan informasi
Perumusan visi dan misi SKPD
Perumusan Tujuan
Perumusan sasaran
Rancangan Renstra-SKPD
· Pendahuluan
· Gambaran pelayanan SKPD
· isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi
· visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan
· rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
· indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.
Perumusan indikator kinerja
SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran
RPJMD
SPM
Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/
Kota
Penelaahan RTRW
Rancangan Renstra-SKPD Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian
Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda
Penelaahan KLHS
Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/
Kota Renstra-KL dan Renstra SKPD Provinsi
4. Penetapan Renstra SKPD
Rancangan akhir Renstra SKPD disampaikan kepala SKPD kepada kepala Bappeda untuk memperolehpengesahan kepala daerah.Rancangan akhir Renstra SKPD diverifikasiakhir oleh Bappeda.Verifikasi akhir, harus dapat menjaminkesesuaian visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan SKPDdengan RPJMD, dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya.Bappeda menghimpun seluruh rancangan akhir Renstra SKPD yang telah ditelitimelalui verifikasi akhir, untuk diajukan kepada kepala daerah guna memperoleh pengesahan yang ditetapkan dengan keputusankepala daerah.Berdasarkan keputusan kepala daerah tentang pengesahan Renstra SKPD, kepalaSKPD menetapkan Renstra SKPD menjadi pedoman unit kerja di lingkungan SKPDdalam menyusun rancangan Renja SKPD.
Dalam rangka meningkatkan kapasitas kecamatan, serta mengantisipasi adanya kebijakan baru terkait dengan peran dan fungsi kecamatan ke depan, maka perlu disusun Revisi Renstra sebagai alat manajemen yang berperan sebagai acuan dalam melaksanakan proses perubahan dan pembangunan lima tahun ke depan.
Revisi Renstra Kecamatan Cilodong Tahun 2019-2021disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok Tahun 2016-2021.
Renstra juga disusun dalam masa transisi kebijakan tentang Pemerintahan Daerah dari UU No. 32 Tahun 2004 kepada UU No 23 Tahun 2014 yang mengubah tugas dan fungsi Camat, sehingga dimungkinkan adanya penyesuaian dalam bentuk pengembangan program sesuai dengan tugas dan fungsi yang baru dan adanya Permendagri 130 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan. Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana Kelurahan digunakan untuk membiayai pelayanan sosial dasar yang berdampak langsung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat, untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas masyarakat di Kelurahan dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya sendiri. Pemerintah Daerah kabupaten/kota mengalokasikan anggaran dalam APBD kabupaten/kota untuk pembangunan sarana dan prasarana Kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan. Alokasi anggaran untuk kegiatan ini dimasukan ke dalam anggaran Kecamatan untuk dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penatausahaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana Kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan menggunakan mekanisme tambahan uang dan mekanisme langsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya Revisi Renstra ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) yang merupakan dokumen perencanaan OPD untuk periode 1 (satu) tahun
Gbr 1.1. Proses dan mekanisme penyusunan dokumen perencanaan
1.2.Landasan Hukum
Dasar hukum penyusunan Renstra Kecamatan Cilodong 2016-2021 adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 No. 49, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 3828)
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan Nasional ;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembara Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2004tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Kegiatan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur; Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.
14. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat ;
15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 25 Tahunn 2016 tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan lanjut Usia Tahun 2016-2019
16. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce. Reuse, dan RecycleMelalui Bank Sampah;
17. Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 01 Tahun 2008 Tentang RencanaPembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kota Depok Tahun 2006-2025;
18. Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 07 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Depok Tahun 2016-2021.
19. Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak;
20. Peraturan Walkota Depok Nomor 111 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dimaksudkan untuk :
1. Menyediakan dokumen perencanaan untuk 5 (lima) tahun mendatang (2016-2021), yang selanjutnya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT).
2. Menyediakan pedoman dan landasan dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi perangkat kecamatan dan kelurahan secara terfokus dan berdasarkan prioritas kebutuhan.
3. Menyediakan instrumen yang dapat digunakan oleh pimpinan untuk mengarahkan pegawai dan mengalokasikan sumber daya secara optimal dalam pencapaian tujuan organisasi.
4. Menyediakan instrumen awal untuk pengukuran pencapaian kinerja yang akan digunakan oleh pemangku kepentingan dalam rangka menilai kinerja Kecamatan Cilodong.
Adapun tujuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) adalah untuk :
1. Menciptakan keterpaduan langkah bagi seluruh unit kerja yang ada dalam melaksanakan tugas serta kegiatan yang telah disepakati.
2. Meningkatkan efektivitas tercapainya tujuan dan sasaran organisasi melalui kesungguhan dalam mencapai mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Strategis (Renstra) sebagai berikut:
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra OPD, fungsi Renstra OPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra OPD, keterkaitan Renstra OPD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja OPD.
1.2 Landasan Hukum
Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan OPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran OPD.
1.3 Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra 1.4 Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra OPD, serta susunan garis besar isi dokumen.
II. GAMBARAN PELAYANAN
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan
Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan OPD, struktur organisasi OPD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala OPD. Uraian tentang struktur organisasi OPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana OPD (proses, prosedur, mekanisme)
2.2. Sumber Daya Kecamatan
Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki OPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.
2.3. Kinerja Pelayanan Kecamatan
Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja OPD berdasarkan sasaran/target Renstra OPD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan OPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan
Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra OPD, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan OPD pada lima tahun mendatang.
III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KECAMATAN CILODONG 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan OPD beserta faktor- faktor yang mempengaruhinya.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota dan Wakil Walikota Terpilih.
Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi OPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan OPD dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan OPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala
daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan OPD.
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota
Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra OPD.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS.
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis
Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari gambaran pelayanan OPD; implikasi RTRW bagi pelayanan OPD; dan implikasi KLHS bagi pelayanan OPD. Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra OPD tahun rencana.
IV. TUJUAN, DAN SASARAN
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah
Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah OPD
V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan .
VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN
Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.
VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja perangkat daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai perangkat daerah dalam 5 tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
VIII. PENUTUP
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 209 dijelaskan bahwa Kecamatan adalah perangkat daerah Kabupaten/kota.
Daerah kabupaten/kota membentuk Kecamatan dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat Desa/kelurahan.Kecamatan dibentuk dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan artinya dengan adanya Kecamatan. Camat sebagai pimpinan tertinggi di Kecamatan harus dapat mengkoordinasikan semua urusan pemerintahan diKecamatan, kemudian juga Camat harus memberikan pelayanan publik di Kecamatan dan juga pemberdayaan masyarakat Desa/Kelurahan.
Berdasarkan Peraturan Walkota Depok Nomor 111 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan adalah sebagai berikut :
Camat
Camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.
Tugas :
1. Menyelenggarakan urusan Pemerintahan Umum
2. Mengkoordinasian Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
3. Mengkoordinasian Upaya Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum 4. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan perda dan peraturan Walikota 5. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan sarana pelayanan umum
6. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh Perangkat Daerah di tingkat kecamatan
7. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan kelurahan 8. Melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah kota yang
tidak dilaksanakan oleh unit kerja pemerintahan kota dan tugas pembantuan.
9. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan.
Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan administrasi umum, kepegawaian, pengelolaan keuangan dan pengkoordinasian perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
Fungsi :
1. Pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan perundang –undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan, kepegawaian,dan keuangan;
2. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sekretariat;
3. Menyelenggarakan upaya pemecahan masalah urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan, kepegawaian, dan keuangan;
4. Menyelenggarakan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi, Pelaporan, kepegawaian, dan keuangan;
5. Mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan Kecamatan;
6. Mengkoordinasikan upaya pemecahan masalah Kecamatan dan pengaduan/keluhan masyarakat;
7. Menyelenggarakan analisis dan pengembangan kinerja Sekretariat;
8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Camat;
Sekretariat terdiri dari :
1. Sub Bagian Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 2. Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan
Sub Bagian Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Administrasi Umum, Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan.
Fungsi :
1. Pengumpulan, pengolahan data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan urusan Umum, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
2. Perencanaan, pelaksanaan pengendalian, pengevaluasian dan pelaporan kegiatan Sub Bagian;
3. Pemberian pelayanan naskah dinas, kearsipan, perpustakaan, komunikasi, pengetikan/penggandaan/pendistribusian, penerimaan tamu, kehumasan dan protokoler;
4. Penyelenggaraan keperluan dan kebutuhan serta perawatan ruang kerja, ruang rapat/pertemuan, komunikasi,dan sarana prasarana kantor;
5. Pelaksanaan pengurusan perjalanan dinas, kendaraan dinas, keamanan kantor serta pelayanan kerumahtanggaan yang lainnya;
6. Penyiapan bahan koordinasi dengan masing-masing unsur organisasi dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan Kecamatan;
7. Penyiapan bahan koordinasi dengan masing-masing unsur organisasi dilingkungan Kecamatan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan Kecamatan.
8. Penyiapan bahan koordinasi dan petunjuk teknis kebutuhan, perumusan system dan prosedur, tata hubungan kerja, serta permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan organisasi dan tata laksana;
9. Penyiapan bahan koordinasi dan petunjuk teknis kebutuhan dan pengadaan perlengkapan/sarana kerja serta inventarisasi, pendistribusian, penyimpanan, perawatan dan penghapusannya;
10. Pelaksanaan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi;
11. Pelaksanaan legalisasi surat sesuai dengan kewenangannya;
12. Pengkoordinasian dalam administrasi pengendalian program, kegiatan dan pelaporan Kecamatan;
13. Pelaksanaan analisis data dan evaluasi kinerja Kecamatan;
14. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Sub Bagian;
15. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan
Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan dan kepegawaian.
Fungsi :
1. Pengumpulan, pengolahan data dan informasi, inventarisasi permasalahan- permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan urusan keuangan dan kepegawaian;
2. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian;
3. Pengumpulan, pengolahan data dan penyimpananberkas-berkas kepegawaian dalam rangka pelayanan administrasi kepegawaian di lingkungan Kecamatan dan Kelurahan;
4. Penyelenggaraan penatausahaan keuangan yang meliputi :
a. Melaksanakan penyusunan RKA dan DPA dengan memasukan usulan anggaran dari masing-masing seksi dan kelurahan;
b. Menyusun Rencana Kerja Anggaran Perubahan & Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran;
c. Melaksanakan penerimaan pendapatan dan penyetoran pendapatan ke Kas Daerah;
d. Melaksanakan pertanggungjawaban, pengendalian dan pelaporan keuangan.
5. Pelaksanaan fasilitasi usulan pengadaan, mutasi, kesejahteraan pegawai, cuti, penilaian, pemberian penghargaan, pemberian sanksi/hukuman, dan pemberhentian/pensiun serta pendidikan dan pelatihan pegawai;
6. Pelaksanaan fasilitasi penyusunan informasi jabatan dan beban kerja;
7. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Sub Bagian;
8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan;
Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban
Seksi pemerintahan, ketentraman dan ketertiban mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan, administrasi kependudukan, keagrariaan, dan pembinaan pemerintahan kelurahan serta ketentraman dan ketertiban.
Fugsi :
1. Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban di tingkat kecamatan;
2. Pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban;
3. Pengkoordinasian dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat yang berada di wilayah kerja kecamatan untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah kecamatan;
4. Pelaksanaan fasilitasi pemilihan umum serta ketenteraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan;
5. Pelaporan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan penerapan serta penegakan peraturan perundang-undangan di tingkat kecamatan kepada walikota;
6. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan data dan informasi, penginventarisasian permasalahan serta pelaksanaan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan urusan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban;
7. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan laporkan kegiatan Seksi;
8. Penyiapan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan urusan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban;
9. Pelaksanaan hubungan kerja dan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas;
10. Penyiapan bahan dan petunjuk teknis pembinaan terhadap Pemerintah Kelurahan, meliputi antara lain :
a. Penyiapan bahan dalam rangka pembinaan Perangkat Kelurahan;
b. Penyiapan bahan dalam rangka penyelesaian perselisihan Kelurahan dalam satu wilayah Kecamatan;
c. Penyiapan bahan dalam rangka musyawarah Kelurahan;
d. Penyiapan bahan dalam rangka pengusulan, pemekaran, peningkatan, penyatuan dan atau penghapusan Kelurahan;
e. Penyiapan bahan dalam rangka pembinaan lembaga kemasyarakatan;
f. Penyiapan bahan dalam rangka kerjasama antar Kelurahan;
g. Penyiapan bahan dalam rangka pembinaan batas-batas wilayah.
11. Pengusulan, penyiapan bahan dan petunjuk teknispembinaan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan;
12. Pelaksanaan fasilitasi administrasi kependudukan dan fasilitasi instansi terkait pelaksanaan ketenagakerjaan dan transmigrasi, sosial, urbanisasi, emigrasi/imigrasi;
13. Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitasi pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya;
14. Pelaksanaan tugas bidang keagrariaan di Kecamatan,meliputi : a. Pembantuan pendataan tanah;
b. Pemeliharaan data pertanahan;dan
c. Pengelolaan bahan dalam rangka pembuatan akte tanah dan surat-surat mengenai : peralihan hak atau tanah, keterangan status dan bukti kepemilikan tanah, keterangan penggadaian tanah, keterangan kewarisan, keterangan peminjaman dimana tanah sebagai jaminan
15. Pelaksanaan legalisasi administrasi pertanahan meliputi antara lain : a. Surat keterangan waris;
b. Surat kuasa waris;
c. Permohonan ukur tanah;
d. Surat pelepasan hak atas tanah dan akta jual beli tanah;
e. Surat persetujuan pembagian hak bersama.
16. Pelaksanaan pengawasan perizinan yang menjadi kewenangan kecamatan;
17. Pelaksanaan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Jalan dan Surat Keterangan lainnya yang berkaitan dengan ketentraman dan ketertiban umum;
18. Pelaksanaan pengamanan kantor dan barang inventaris kantor;
19. Mempersiapkan dan menyusun potensi Hansip/Linmas/Satlakar dalam rangka menghadapi kemungkinan bencana.
20. Pelaksanaan tugas pembantuan operasional yang berkaitan dengan :
a. Penanggulangan bencana baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia;
b. Penertiban terhadap gelandangan, pengemis dan penyandang masalah sosial lainnya;
c. Pencegahan dan penertiban terhadap pelanggaran asusila;
d. Pemantauan dan penegakan pelaksanaan Peraturan Daerah, Peraturan Walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya sesuai dengan kewenangan kecamatan.
21. Pelaksanaan pengawasan dan pembinaan (non yustisia) terhadap ketaatan masyarakat untuk mematuhi Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya;
22. Pelaksanaan upaya pengamanan wilayah serta pembinaan dan pengawasan keamanan berbasis partisipasi masyarakat;
23. Pelaksanakan pengawasan dan rekomendasi penyelenggaraan pertunjukan dan keramaian di wilayah kecamatan bekerjasama dengan Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan setempat;
24. Pendayagunaan satuan-satuan Hansip/Linmas/Satlakar di wilayah Kecamatan dalam rangka upaya perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk ancaman, bahaya dan bencana;
25. Pelaksanaan kegiatan peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan;
26. Pelaksanaan tugas lain sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh Pimpinan.
Kepala seksi pemerintahan, ketentraman dan ketertiban secara ex-officio sebagai Kepala Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja di Kecamatan. Kepala Unit Pelaksana Satuan Polisi Pamong Praja di Kecamatan, secara teknis administrative bertanggungjawab kepada Camat dan secara teknis operasional bertanggungjawab kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota.
Seksi Ekonomi dan Pembangunan
Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasan kegiatan perekonomian dan pembangunan.
Fungsi:
1. Penginventarisasian dan pengolahan data potensi wilayah, permasalahan serta pelaksanaan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan fasilitasi perekonomian dan pembangunan;
2. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengevaluasian dan pelaporan kegiatan Seksi;
3. Penyiapan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan fasilitasi perekonomian dan pembangunan;
4. Penyiapan bahan masukan dan pembinaan dalam rangka perencanaan dan pemeliharaan dan pengembangan sarana prasarana wilayah kecamatan;
5. Pelaksanaan pengembangan perekonomian dan pembangunan;
6. Pengelolaan bantuan-bantuan pembangunan dari pemerintah;
7. Pelaksanaan fasilitasi pengembangan perekonomian;
8. Pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan pelayanan perizinan dan rekomendasi sesuai kewenangannya;
9. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Seksi, mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan fasilitasi perekonomian dan pembangunan;
10. Pelaksanaan fasilitasi pembinaan dalam rangka meningkatkan perkoperasian dan pengusaha ekonomi lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat;
11. Pelaksanaan penyusunan surat keterangan yang berkenaan dengan status ekonomi masyarakat;
12. Pelaksanaan penyusunan musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan;
13. Pelaksanaan kegiatan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur sesuai kewenangan kecamatan; dan
14. Pelaksanaan tugas lain sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh pimpinan.
Seksi kemasyarakatan dan Pelayanan Masyarakat
Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian kegiatan kemasyarakatan dan pemberian layanan kepada masyarakat.
Fungsi:
1. Pengumpulan, pengolahan data dan informasi, penginventarisasian permasalahan serta pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelayanan masyarakat;
2. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengevaluasian dan pelaporkan kegiatan Seksi;
3. Pelaksanaan koordinasi dengan seksi yang lain dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat;
4. Pelaksanaan pemberian layanan kepada masyarakat baik perizinan, non perizinan maupun layanan administratif lainnya sesuai kewenangan kecamatan;
5. Pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan ketenagakerjaan dan transmigrasi, sosial, pendidikan, kesehatan dan keagamaan;
6. Pelaksanaan fasilitasi penanggulangan permasalahan sosial;
7. Menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat;
8. Pelaksanaan fasilitasi pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia untuk pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kewenangannya;
9. Pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan pembinaan kegiatan sosial;
10. Pengkoordinasi kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan organisasi kemasyarakatan lainnya dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat;
11. Pelaksanaan analisis dan pengembangan kinerja Seksi;dan
12. Pelaksanaan tugas lain sesuai bidang tugasnya yang diberikan oleh Camat.
Jabatan Fungsional
1. Jabatan fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan kecamatan secara professional sesuai dengan kebutuhan.
2. Jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Camat
3. Jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilan
4. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada di lingkungan Kecamatan
5. Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan sifat, jenis, kebutuhan dan beban kerja.
6. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja)
Garis Koordinasi : …………..
Garis Komando :
Gambar 2.1 Struktur Organisasi kecamatan Cilodong
CAMAT
JABATAN FUNGSIONAL
SEKRETARIS
SUBAG UMUM DAN PERENCANAAN, EVALUASI DAN
PELAPORAN
SUBAG KEUANGAN DAN KEPEGAWAIAN
SEKSI PEMERINTAHAN, KETENTRAMAN DAN
KETERTIBAN
SEKSI EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
SEKSI KEMASYARAKATAN DAN PELAYANAN
KELURAHAN
2.2. Sumber Daya Kecamatan
1. Kondisi dan Potensi Geografis
Cilodong adalah salah satu Kecamatan di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sebelum Perda Kota Depok Nomor 08 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan di Kota Depok disahkan, Kecamatan Cilodong adalah bagian dari Kecamatan Sukmajaya.
Kecamatan Cilodong berada di wilayah Depok sebelah timur laut dengan ketinggian ± 121 meter diatas permukaan air laut.Jumlah seluruh kelurahan di Kecamatan Cilodong sebanyak 5 Kelurahan yaitu : Kalimulya, Jatimulya, kalibaru, Cilodong dan Sukamaju. Luas wilayah Kecamatan Cilodong ±1.608 ha.
Pola penggunaan tanah pada Kecamatan Cilodong secara garis besar terdiri dari:
Sawah : 9.8 ha
Pekarangan : 32.9 ha
Perumahan : 1.154,2 ha
Ladang : 17.7 ha
Empang : 27,9 ha
Kuburan : 136,5 ha
Lainnya : 351,6 ha
Batas wilayah Kecamatan Cilodong berdasarkan peraturan daerah Kota Depok No 8.tahun 2007 adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Sukmajaya Sebela Timur : Kecamatan Tapos Sebelah Selatan : Kabupaten Bogor Sebelah Barat : Kecamatan Cipayung
Tabel. 2.1 Jumlah Penduduk, Luas wilayah dan Jumlah RT/RW Kecamatan Cilodong
NO KELURAHAN
Jumlah Penduduk
(Jiwa)
Luas (Km²) RT/RW
1. Kalimulya 17.924 3.05 62/11
2 Jatimulya 12.862 3.35 49/9
3 Kalibaru 26.889 3.28 69/11
4 Cilodong 19.660 2.18 43/8
5 Sukamaju 66.519 4.33 168/29
JUMLAH 143.854 16.19 391/69
Sumber : Kecamatan Cilodong dalam angka 2018
2. Sarana dan Prasarana dan SDM Kecamatan A. Sarana dan Prasarana Kantor Kecamatan Cilodong
Kecamatan Cilodong memiliki beberapa sarana dan prasarana dalam mendukung operasional kecamatan, antara lain: 2 buah Kendaraan Operasional roda empat, 11 buah kendaraan operasional roda 2, 22 buah meja kerja, 10 buah kursi kerja, 2 buah meja rapat, 17 buah filling cabinet, 2 buah sofa, 7 buah AC, 11 buah personal computer (PC), 6 buah dispenser, 2 buah Band kas, 7 buah printer, 2 buah UPS, 1 buah pesawat Telepon, 4 buah laptop.
B. Sumber Daya Manusia
Pemerintah Kecamatan Cilodong sebagi pemberi pelayanan pada masyarakat memiliki jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 54 (lima puluh) orang dengan rincian sampai bulan September 2017 jumlah pegawai pada Kecamatan Cilodong adalah sebagai berikut :
· Golongan IV : 2 orang
· Golongan III : 36 orang
· Golongan II : 16 orang
· Golongan I : -
Menurut tingkat pendidikan, jumlah pegawai pada Kecamatan Cilodong adalah sebagai berikut :
Pasca Sarjana : 4 orang
Sarjana S1 : 26 orang
Diploma 3 (D3) : 4 orang
SLTA : 20 orang
SLTP : -
SD : -
2.3. Kinerja Pelayanan Kecamatan
Kecamatan sebagai unit pemerintahan yang memberikan pelayana kepada masyarakat juga dituntut untuk dapat bekerja secara professional di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun di dalam menjalankan kegiatan rutin sehari-harinya.
Pelayanan dapat dikatakan baik, apabila pelayanan tersebut dapat memenuhi kepuasan pelanggan, kepuasan tercapai jika pelayanan yang mereka terima dapat melebihi apa yang mereka harapkan. Tingkat kepuasan pelanggan menjadi salah satu tolak ukur, apakah pelayanan yang diberikan dapat dikatakan baik atau tidak.Tingkat kepuasan
pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan dapat dilihat dari penggunaan teknologi yang canggih, waktu pelayanan yang efektif, dan efisien, dan sarana dan prasarana yang memadai sehingga pelayanan dapat dilakukan secara maksimal.
Salah satu fungsi pemerintah kecamatan yang utama adalah menyelenggarakan pelayanan umum sebagai wujud dari tugas umum pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Birokrasi merupakan instrument pemerintah untuk mewujudkan pelayanan public yang efisien, efektif, berkeadilan, transparan dan akuntabel.
Kinerja adalah suatu fungsi dan interaksi antara kemampuan, motivasi dan kesempatan. Melihat dari ketiga indicator, dapat diasumsikan bahwa kinerja merupakan fungsi kemampuan, motivasi dan kesempatan atau dengan kata lain kinerja ditentukan oleh factor kemampuan, motivasi dan kesempatan. Kesempatan dalam hal ini adalah ada tidaknya kendala atau rintangan yang menjadi penghambat dalam proses pencapaian atau pelaksanaan pekerjaan yang sedang dijalalankan oleh seorang pegawai
Untuk menilai kinerja pelayanan organisasi dimasa kini, sesuai dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya, diperlukan suatu penilaian dan analisis kinerja organisasi ditahun anggaran sebelumnya untuk dijadikan ukuran keberhasilan ataupun kegagalan suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. Penilaian tersebut dapat juga dijadikan input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja organisasi selanjutnya.
Kecamatan selaku pengguna anggaran sesuai Permendagri nomor 13 Tahun 2006, pada tahun Anggaran 2015 dalam menyelesaikan urusan wajib pemerintahan umum berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2015 dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) 2015 pada pelaksanaan kegiatannya dibiayai dari APBD Kota Depok sebesar Rp. 6.591.800.000 dan pos anggaran tersebut terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp. 4.209.100.000,- dan Belanja Langsung Rp2.382.700.000,-. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Kecamatan Cilodong sesuai tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang ada, telah melaksanakan berbagai kegiatan yang dibiayai oleh APBD Kota Depok sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.2
Tabel 2.2
Review Pencapaian Kinerja Pelayanan Kecamatan Cilodong Tahun 2011-2015
NO Indikator Kinerja
Target Renstra OPD Tahun 2011-2015 Realisasi Capaian Tahun 2011-2015 Rasio Capaian pada Tahun ke 2011-2015
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
1 Tersedianya pendukung adm
perkantoran 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
2. Tersedianya sarpras aparatur 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
3. Tersusunnya laporan
keuangan semesteran 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 2 dok 100% 100% 100% 100% 100%
4. Tersusunnya LAKIP OPD 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok 100% 100% 100% 100% 100%
5. Tersusunnya Laporan RFK 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 12 dok 100% 100% 100% 100% 100%
6.
Tersusunnya Laporan Pengendalian Pelaksanaan Renja
4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 100% 100% 100% 100% 100%
7. Tersusunnya data sector 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 100% 100% 100% 100% 100%
8. Tersusunnya Renstra OPD 1 Dok - - - - 1 Dok - - - - 100% - - - -
9. Tersusunnya Renja 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 100% 100% 100% 100% 100%
10. Meningkatnya tertib
administrasi kelurahan - 1 keg (5kel)
1 keg (5kel)
1 keg (5kel)
1 keg
(5kel) - 1 keg
(5kel)
1 keg (5kel)
1 keg (5kel)
1 keg
(5kel) - 100% 100% 100% 100%
11. Terfasilitasinya layanan
pengaduan masyarakat - 60% - - - - 60% - - - - 100% - - -
12.
Terfasilitasinya pelatihan dan pengembangan usaha pengolahan lidah buaya
- 3
kelompok 5 klpk (3 lanj, 2 baru)
6 klpk (2 lanj,
4 baru)
6 klpk (2 lanj,
4 baru)
- 3
kelompok 5 klpk (3 lanj, 2 baru)
6 klpk (2 lanj, 4 baru)
6 klpk (2 lanj,
4 baru)
- 100% 100% 100% 100%
NO Indikator Kinerja
Target Renstra OPD Tahun 2011-2015 Realisasi Capaian Tahun 2011-2015 Rasio Capaian pada Tahun ke 2011-2015
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
13.
Terfasilitasinya pelatihan dan pengembangan usaha peternakan lele dan budi daya jamur
- - 2 kelmpk
5 klpk (2 lanj,
3 baru)
5 klpk (2 lanj,
3 baru)
- - 2 kelmpk
5 klpk (2 lanj, 3 baru)
5 klpk (2 lanj,
3 baru)
- - 100% 100% 100%
14. Terlaksananya Cilodong Expo - 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg - 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg - 100% 100% 100% 100%
15. Terfasilitasinya Pilgub - - - - - - - - - - - -- - - -
16 Terfasilitasinya Pemilu
Legislatif - - - Terwujudnya
Keamanan - - - - Terwujudnya
Keamanan - - - - 100% -
17. Terfasilitasinya Pilpres - - - Terwujudnya
Keamanan - - - - Terwujudnya
Keamanan - - - - 100% -
18. Terfasilitasinya Pilkada
serentak - - - - Terwujudnya
Keamanan - - - - Terwujudnya
Keamanan - - - - 100%
19. Jumlah KKK terlayani
perumahan - 2 rumah 3 rumah 3 rumah 46 rumah - 2 rumah 3 rumah 3 rumah - - 100% 100% 100% -
20. Menigkatnya Kegiatan K3 6 lokasi 6 lokasi 6 lokasi 5 lokasi 5 lokasi 6 lokasi 6 lokasi 6 lokasi 5 lokasi 5 lokasi 100% 100% 100% 100% 100%
21. Jumlah Lomba Ketahanan
Keluarga - - - 7 jenis 7 jenis - - - 7 jenis 7 jenis 100% 100% 100% 100% 100%
22. Jumlah Peserta MTQ - 40 org 30 org 30 org 30 org - 40 org 30 org 30 org 30 org - 100% 100% 100% 100%
Sumber Data : Renstra Kec. Cilodong 2011-2015 dan Laporan Tahunan Keuangan Kecamatan Cilodong
Berdasarkan table 2.2 diatas, dapat dilihat bahwa sebagian besar target capaian indikator kinerja dapat diwujudkan, kecuali fasilitasi Rumah Tidak Layak Huni pada tahun 2015, yang mengalami penundaan akibat kurangnya koordinasi pihak perencana (pihak ketiga) Kecamatan dan pelaksana teknis kegiatan sehingga diperkirakan sampai akhir tahun 2015, kegiatan tidak dapat diselesaikan.
Secara garis besar, menunjukkan bahwa kinerja pelayanan kinerja Kecamatan Cilodong relatif optimal.Masalah yang masih dihadapi adalah kurangnya koordinasi antara pihak-pihak yang terkait, sehingga kedepan perlu dilakukan koordinasi yang lebih optimal lagi.
Tabel 2.3 Realisasi Anggaran Kecamatan Cilodong Tahun 2011-2015
No. Uraian
Realisasi
2011 2012 2013 2014 2015
Angg Real Angg Real Angg Real Angg Real Angg Real 1 Belanja
Total (Juta Rp)
4.479,9 4.195,7 (93,7%)
5.918,9 5.118,6 (86,5%)
6.406,8 6.018,1 (93.9%)
6.234,4 5.813,4 (93,3%)
6.591,8 5.848,3 (88,7%)
2 Belanja Langsung (Juta Rp)
1.154,9 1.031,6 (89,4%)
1.252,2 1.172,4 (93,6%)
2.039,3 1.940,7 (95,2%)
2.123,3 2.008,3 (94,6%)
2.382,7 2.093,8 (97,9%)
3 Belanja Tidak langsung (Juta Rp)
3.322,4 3.164,1 (95,2%)
4.666,7 3.946,3 (84,6%)
4.367,5 4.077,4 (93,4%)
4.111,1 3.805,1 (92,6%)
4.209,1 3.754,6 (89,2%)
Sumber Data : Laporan Tahunan Keuangan Kecamatan Cilodong 2011-2015
Dari data yang tercantum dalam Tabel 2.3 dapat dilihat bahwa realisasi anggaran belanja tiap tahun berkisar antara 84-96%.Hal itu memperlihatkan bahwa kinerja anggaran Kecamatan Cilodong cukup optimal dengan keluaran sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.2. Rata-rata pertumbuhan anggaran belanja tiap tahun mencapai 110,3%. Sedangkan rata-rata realisasi anggaran belanja tiap tahun mencapai 109,16%. Rata-rata pertumbuhan anggaran belanja langsung dan tidak langsung, serta realisasi belanja langsung dan tidak langsung dapat dilihat pada Tabel 2.4.
Tabel 2.4 Rata-rata Pertumbuhan Anggaran dan Realisasi
No Uraian Rata-rata Pertumbuhan
Keterangan Anggaran Realisasi
1. Belanja Total 110.83% 109.16%
2. Belanja Langsung 121.75% 121.76
3. Belanja Tidak Langsung 107.65% 105.01%
Sumber Data :Analisa Pribadi
Dari Tabel 2.4 dapat dilihat bahwa anggaran belanja langsung, yang merupakan belanja program/kegiatan Kecamatan Cilodong mengalami peningkatan dari tahun ke tahun selama 2011- 2015, dengan rata-rata pertumbuhan cukup besar (121.75%), dengan tingkat realisasi cukup optimal (rata-rata pertumbuhan 121.76%). Dengan capaian ini, maka sewajarnya jika Kecamatan Cilodong mendapatkan alokasi yang meningkat dimasa mendatang seiring dengan tuntutan kebutuhan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang masih besar.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan Cilodong A. Telaahan Umum
Kecamatan Cilodong merupakan salah satu kecamatan di Kota Depok dengan luas wilayah 16,08 km2 (8,04% dari luas wilayah Kota Depok) merupakan tanah darat dan sawah. Sebagian besar tanah darat merupakan areal permukiman (pemukiman, pendidikan, perdagangan, dan jasa), sedangkan tanah sawah sebagian besar merupakan areal perkebunan dan pertanian.
Kecamatan Cilodong terdiri dari 5 (lima) kelurahan dengan tingkat perkembangan yang berbeda. 4 (empat) kelurahan merupakan kategori desa swasembada mula (Kel Kalimulya, Kel Jatimulya, Kel Kalibaru, dan Kel Cilodong), sedangkan 1 (satu) kelurahan merupakan kategori swasembada madya, yaitu Kel Sukamaju. Swasembada madya adalah desa/kel yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumberdaya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Ciri-cirinya : penduduknya padat, tidak terikat dengan adat istiadat, telah memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai dan lebih maju dibanding desa lain, dan partisipasi masyarakat sudah lebih efektif.
Wilayah Kecamatan Cilodong berbatasan dengan berbagai wilayah sebagai berikut :
1. Batas Utara : Kecamatan Sukmajaya 2. Batas Timur : Kecamatan Tapos 3. Batas Selatan : Kabupaten Bogor 4. Batas Barat : Kecamatan Cipayung
Adapun ketinggian wilayah kecamatan Cilodong dari permukaan laut adalah 70-95 meter, dengan kemiringan lahan sebesar 15-20 derajat.Kecamatan Cilodong terdiri dari 370 Rukun Tetangga (RT) dan 67 Rukun Warga (RW) setelah mengalami pemekaran seiring dengan makin padatnya penduduk.
Kependudukan
Piramida Kec Cilodong berbentuk Limas (ekspansif), hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada usia dewasa maupun tua.
Piramida penduduk kecamatan Cilodong dianggap cukup baik, namun komposisi umur 0-4 tahun dan 5-9 tahun berjumlah lebih besar dari kelompok umur yang berada di atasnya.Hal tersebut menunjukkan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, beberapa faktor yang mempengaruhinya adalah kurang berhasilnya program KB yang dicanangkan oleh pemerintah atau kurangnya tingkat kesadaran penduduk untuk melaporkan data yang benar sehingga terjadi bias data.
Bentuk piramida penduduk Kecamatan Cilodong hampir sama dengan bentuk piramida penduduk Indonesia, hal yang umum terjadi pada negara berkembang.
Berdasarkan data yang tersedia, jumlah penduduk laki-laki di tiap kelurahan lebih besar dibanding jumlah penduduk perempuan kecuali di Kelurahan Sukamaju yang perempuannya sedikit lebih tinggi dibanding jumlah penduduk laki-lakinya.Namun secara keseluruhan sex ratio di Kecamatan Cilodong sebesar 102, artinya bahwa jumlah penduduk laki-laki 2 persen lebih banyak dibanding jumlah penduduk perempuan.
Berdasarkan tingkat kepadatan penduduk, Kelurahan Sukamaju merupakan kelurahan terpadat dengan kepadatan mencapai 17.283 jiwa/km2.Sedangkan kelurahan lainnya jauh di bawahnya (berkisar antara 4.751-7.599 jiwa/km2).Rata-rata kepadatan Kecamatan Cilodong sebesar 9.093 jiwa/km2.Angka ini di bawah rata-rata kepadatan Kota Depok.
Pertumbuhan penduduk Kecamatan Cilodong cukup tinggi, yaitu sekitar 1,2
%/tahun. Kenaikan tersebut diperoleh dari jumlah kelahiran bayi, kematian, dan migrasi penduduk yang terjadi.Besarnya jumlah pertambahan penduduk disebabkan oleh letak geografis yang strategis dan masih banyak lahan kosong yang bisa digunakan menjadi tempat pemukiman yang layak.Di samping itu munculnya perumahan di wilayah Kecamatan Cilodong juga menyebabkan tingginya pertambahan penduduk, yang menjadikan Kecamatan Cilodong sebagai salah satu alternatif pilihan untuk tinggal dan menetap.
Ketenagakerjaan
Sektor jasa angkutan, keuangan, dan bangunan merupakan tulang punggung tenaga kerja di wilayah Kecamatan Cilodong dengan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 48,02 %. Sedangkan sektor buruh dan pegawai swasta memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 12,7%, dan 22,29 %. Sementara pertanian hanya mampu menyerap tenaga kerja sebesar 0,34%, dan terdapat kecenderungan makin kecil di masa yang akan datang. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya alih fungsi lahan menjadi daerah perumahan.
Jika diperhatikan struktur umur penduduk menurut kelompok usia muda (0-14 tahun), usia produktif (15-64 tahun), dan usia lanjut (65 tahun ke atas), maka 70,47%
penduduk Kecamatan Cilodong merupakan penduduk usia kerja dan sisanya sebanyak 26,99 % merupakan penduduk usia muda dan 2,54 % merupakan penduduk usia lanjut.
Dengan demikian rasio beban ketergantungan sebesar 44,23%, artinya setiap 100 orang penduduk yang produktif menanggung beban hidup orang yang belum/tidak produktif sebanyak 44 orang. Berdasarkan data BPS, Kecamatan Cilodong terdapat penduduk kurang mampu (miskin) sebesar 2,44 %.
Kesehatan
Pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan, antara lain rumah sakit, puskesmas, posyandu, balai pengobatan dokter umum, dokter gigi, dan bidan. Banyaknya sarana kesehatan di suatu wilayah secara tidak langsung menunjukkan tingkat kesehatan masyarakat.
Sebagai rujukan utama berobat jalan di Kecamatan Cilodong adalah puskesmas (3 buah), tetapi didukung juga oleh pelayanan rumah sakit (swasta, 2), posyandu (86 buah), balai pengobatan, dokter umum (23 org), dokter gigi (10 orang), dan bidan.
Jumlah balita yang mendapatkan imunisasi (BCG, DPT I-III, Polio I-III, dan campak) mencapai 26.247 balita (93,45%) pada tahun 2014.
Adapun untuk pelayanan KB, dari target sebesar 4.221 jiwa pada tahun 2013, terealisasi sebanyak 3.461 jiwa (81,99%). Relatif rendahnya realisasi ini disebabkan oleh masih adanya warga yang belum sadar akan pentingnya program KB bagi masa depan keluarga. Kelurahan yang rendah persentase realisasinya adalah Kelurahan Sukamaju dan Jatimulya.
Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk Kecamatan Cilodong adalah terbesar SLTA (32%), disusul SMP (17%), SD (16%), akademi (8%) dan universitas (6%).Sisanya tidak tamat SD/sederajat mencapai 9%.
Jika dilihat dari keberhasilan program wajib belajar 9 tahun, maka penduduk di Kecamatan Cilodong memiliki ijazah minimal SLTP sebanyak 63%, sedikit menurun dibanding tahun 2013.Diperlukan upaya meningkatkan capaian ini melalui berbagai program kemudahan untuk bersekolah (termasuk bagi yang drop out alasan ekonomi), melalui program informal seperti Kejar Paket B dan C.Sementara kalau dilihat dari capaian program wajib belajar 12 tahun, maka penduduk yang memiliki ijazah SLTA sebanyak 46%.
Jumlah sekolah di Kec Cilodong pada tahun 2014 adalah sebagai berikut : - Sekolah Dasar/sederajat : 21 negeri, 9 swasta, 10 agama.
- SLTP/sederajat : 1 negeri, 11 swasta, 6 agama - SLTA/sederajat : 1 negeri, 13 swasta, 3 agama.
Berdasarkan data tersebut, gedung SD/sederajat relatif banyak untuk menampung penduduk yang ingin bersekolah di tingkat dasar.Jumlah gedung SLTP dan SLTA yang relative kurang sehingga tidak sedikit penduduk yang bersekolah di luar Kecamatan Cilodong, bahkan sampai keluar Kota Depok.
Dilihat dari rasio antara murid dan guru pada setiap tingkat sekolah, masih dirasa belum ideal, karena seorang guru harus mendampingi 9-25 siswa.Padahal rasio ideal adalah setiap guru hanya mendampingi 6 siswa.Dengan demikian, jumlah guru relative kurang di Kecamatan Cilodong. Dengan parameter yang ideal, maka jumlah guru yang dibutuhkan pada tingkat SD sebanyak 1.892 orang, pada tingkat SLTP sebanyak 623 orang, dan pada tingkat SLTA sebanyak 484 orang.
Keamanan dan Ketertiban
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Cilodong relatif baik/kondusif dengan gangguan kamtibmas yang cenderung menurun.Berdasarkan jenis tindak kriminalitas, tindak pencurian menempati posisi pertama (14 kasus), angka ini jauh menurun dibanding tahun sebelumnya (2013).Bentuk kriminalitas lainnya adalah penganiayaan (8 kasus), penipuan (2 kasus), penggelapan (1 kasus), dan lainnya (13 kasus).
Masalah yang dihadapi dalam menjaga keamanan lingkungan adalah rendahnya jumlah petugas hansip dibanding jumlah penduduk wilayah Kec Cilodong yang perlu dijaga, yaitu hanya 266 orang, atau hanya 0,2 % dari jumlah penduduk, berarti 1 orang menjaga 500 orang warga. Pos hansip yang ada berjumlah 132 buah tersebar di seluruh kelurahan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
IPM adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup layak untuk suatu daerah.Tujuan pengukuran IPM adalah untuk memperlihatkan pencapaian pembangunan manusia dengan melihat tiga komponen yang diajukan oleh UNDP, yaitu indeks kesehatan, pendidikan dan daya beli/ekonomi.IPM dapat digunakan sebagai ukuran untuk menetapkan prioritas pembangunan di segala sektor.
IPM Kecamatan Cilodong mengalami peningkatan pada tahun 2014 dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2013 IPM Cilodong sebesar 76,27, naik menjadi 77,09 pada tahun 2014. Penentu peningkatan tersebut adalah meningkatnya semua indikator penunjang IPM, angka harapan hidup (meningkat dari 73,86 menjadi 73,89), angka melek huruf (dari 97,59 menjadi 99,03), rata-rata lama sekolah (dari 10,53 menjadi 10,92), PPP perkapita (ribu rupiah) mengalami peningkatan dari 614,85 menjadi 617,57. Namun dibanding kecamatan lainnya, IPM Kecamatan Cilodong berada di urutan ke 6 (enam), dan lebih rendah dibanding rata-rata IPM Kota Depok.
IPM Kecamatan Cilodong mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 77,66, dengan Angka Harapan Hidup meningkat menjadi 74,44, lebih tinggi dibanding AHH Kota Depok (74,10). Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah menjadi 11,21, ini pun lebih tinggi dibanding rata-rata Kota Depok (11,17). Angka Melek Huruf meningkat menjadi 99,04, hampir sama dengan rata-rata Kota Depok (99,09). Yang akan menjadi perhatian kita adalah daya beli Kec Cilodong yang jauh lebih rendah dari rata-rata Kota Depok, yaitu hanya 618,11, sedangkan rata-rata tingkat Kota Depok mencapai 661,35.
Kekuatan sebuah dokumen perencanaan terletak pada tingkat fleksibilitas substansi rencana terhadap dinamika perkembangan kondisi lingkungan internal dan eksternal dalam kurun waktu perencanaan.
Fleksibilitas rencana dalam konteks ini harus dimaknai bukanlah kemudahan untuk merubah kebijakan dan program yang telah direncanakan, akan tetapi kemampuan adaptasi kebijakan dan program tersebut terhadap perkembangan kondisi yang terjadi secara internal maupun eksternal.