S
uatu kenyataan hidup bahwa manusia itu tidak sendiri. Manusia hidup berdampingan bahkan berkelompok-kelompok dan sering mengadakan hubungan antar sesamanya. Hubungan itu terjadi berkenaan dengan2
kebutuhan hidup yang tidak mungkin selalu dapat dipenuhi sendiri. Kebutuhan hidup manusia bermacam-macam.
Pemenuhan kebutuhan hidup tergantung dari hasil yang diperoleh melalui daya upaya yang dilakukan. Setiap manusia ingin memenuhi kebutuhannya dengan baik. Kalau dalam saat yang bersamaan dua manusia ingin memenuhi kebutuhan yang sama dengan hanya satu objek kebutuhan, sedangkan keduanya tidak mau mengalah, bentrokan akan terjadi.
Perkembangan kehidupan masyarakat ke arah suatu bentuk kehidupan yang lebih maju, menghendaki bukan hanya sekedar penegakan kepastian hukum belaka, tetapi masyarakat yang telah secara sadar memahami bahwa dalam pola hidup bermasyarakat, penegakan hukum bukan hanya sekedar kepastian hukum yang dapat membawa ketenteraman dan kedamaian, tetapi penegakan hukum itu memerlukan pula upaya penegakan keadilan dan kegunaan atau kemanfaatan sebab menumbuhkan keadilan hukum di kalangan masyarakat itu akan berarti tidak terjadinya kesewenangwenangan antara individu yang satu dengan yang lain.
Suatu bentrokan akan terjadi juga kalau dalam suatu hubungan, antar manusia satu dengan manusia yang lain ada yang tidak memenuhi kewajiban. Perkembangan hukum dalam masyarakat masih sangat sempit, praktek yang dijumpai dalam masyarakat belum semuanya diatur dalam hukum, konsep ilmu hukum perlu dikembangkan dalam masyarakat, oleh karena itu membutuhkan ilmu
3
hukum. Ilmu hukum adalah ilmu yang mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. Demikian luasnya masalah yang dicakup oleh ilmu ini, sehingga batas-batasnya tidak bisa ditentukan. Ilmu hukum itu tidak mempersoalkan suatu tatanan hukum tertentu yang kebetulan berlaku di suatu negara.
Obyeknya adalah hukum sebagai suatu fenomena dalam kehidupan manusia di manapun di dunia ini dan dari masa kapan pun. Singkatnya, hukum di sini dilihat sebagai fenomena universal, bukan lokal ataupun regional. Hal-hal semacam ini sebenarnya merupakan akibat dari tingkah laku manusia yang ingin bebas. Suatu kebebasan dalam bertingkah laku tidak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang baik. Apalagi kalau kebebasan tingkah laku seseorang tidak dapat diterima oleh kelompok sosialnya.
Hukum positif adalah suatu tatanan kaidah yang menentukan bagaimana suatu kehidupan bersama atau masyarakat tertentu pada suatu waktu yang diatur, dan bagaimana seyogianya orang itu berperilaku satu sama lain, maupun terhadap masyarakat atau sebaliknya jadi, ilmu hukum adalah teorinya hukum positif atau teorinya praktek hukum. Kata teori dalam teori hukum adalah suatu kesatuan pandang, pendapat, dan pengertian-pengertian yang berhubungan dengan kenyataan yang dirumuskan sedemikian, sehingga memungkinkan menjabarkan hipotesis-hipotesis yang dapat dikaji. Setiap teori sebagai produk ilmu, tujuannya adalah untuk memecahkan masalah dan membentuk sistem. Oleh karena itu untuk menciptakan
4
keteraturan dalam suatu kelompok sosial baik dalam situasi kebersamaan maupun dalam situasi sosial diperlukan ketentuan-ketentuan, ketentuan itu untuk membatasi kebebasan tingkah laku itu.
Ketentuan-ketentuan yang diperlukan adalah ketentuan yang timbul dari dalam pergaulan hidup atas dasar kesadaran; dan biasanya dinamakan hukum. Jadi, hukum adalah ketentuan-ketentuan yang timbul dari pergaulan hidup manusia. Hal itu timbul berdasarkan rasa kesadaran manusia itu sendiri, sebagai gejala-gejala sosial.
Gejala-gejala sosial itu merupakan hasil dari pengukuran baik tentang tingkah laku manusia dalam pergaulan hidupnya. Pada ilmu hukum ada 3 tahap yaitu dogmatika hukum, teori hukum, dan filsafat hukum. Ilmu hukum dogmatik adalah ilmu hukum dalam bentuknya optimal, dapat juga dinamakan dogmatika hukum,jadi ilmu hukum dogmatik adalah semua kegiatan ilmiah yang diarahkan untuk mempelajari isi dari sebuah tatanan hukum positif yang konkret. Ilmu hukum empris membedakan secara tajam antara fakta-fakta dan norma-norma.
Antara keputusan-keputusan yang memaparkan dan yang normatif. Ketentuan-ketentuan tingkah laku manusia bermacam-macam corak tergantung dari berat ringannya reaksi yang diberikan dalam memberikan penilaian. Berdasarkan beraat ringannya reaksi tersebut, akan ada ketentuan yang berkenaan kesopanan, kesusialan, dan hukum. Jenis-jenis ketentuan itu berbeda dalam pelbagai hal dan akan terlihat secara nyata kalau suatu
5
ketentuan dilanggar oleh manusia. Misalnya suatu ketentuan yang menyatakan bahwa setiap orang hendaknya saling menghormai. Kalau seorang muda bertemu dengan seorang yang lebih tua tidak memberi salam, tingkah lakunya itu kurang hormat. Ia melanggar norma kesopanan.
Akibatnya orang yang lebih tua itu tidak mau menghiraukan kalau suatu waktu bertemu dengan orang tersebut. Peraturan hukum yang berlaku didalam suatu kelompok sosial, tentunya tidak terpisah-pisah dan tidak tersebar bebas, melainkan ada dalam suatu kesatuan/keseluruhan yang masing-masing berlaku sendiri-sendiri. Setiap suatu kesatuan yang merupakan keseluruhan aturna, terdiri dari bagian-bagian. Satu sama lain yang berkaitan tidak dapat dilepas-lepas, disusun secara teratur dengan tatanan tertentu merupakan suatu system yang dinamakan system hukum. Sistematika didasarkan hasil pemikira dalam pembentukan system. Sampai saat ini, system hukum dalam kehidupan sehari-hari menurut aliran anutannya terbagi menjadi empat yaitu sistem hukum Eropa Kontinental, sistem hukum Anglo Amerika, sistem hukum Islam, dan sistem hukum adat.
Sistem-sistem hukum ini digunakan oleh Negara-negara yang menurutkeperluan hukum Negara dan disesuaikan dengan tujuan bernegara. Dalam hal ini pun Indonesia termasuk sebagai Negara yang memiliki sejarah dalam melaksanakan hukum. Perkembangan hukumnya pun sesuai dengan perkembangan bangsa. Indonesia
6
menganut sistem hukum tertentu untuk memelihara tata tertib demi keadilan bernegara.
Latar belakang munculnya ide omnibus law adalah kerumitan untuk berinvestasi di Indonesia. Kerumitan tersebut muncul dalam beberapa hal yaitu perijinan, perpajakan, pengadaan tanah, dan aspek lainnya yang terkait dengan investasi. Kehadiran omnibus law tersebut diharapkan dapat memudahkan investor untuk berinvestasi. Adapun manfaat investasi bagi negara adalah (1) mendapatkan modal baru untuk membantu pemerintah membangun infrastruktur, (2) membuka lapangan kerja, (3) kemajuan bidang tertentu, (4) meningkatkan pemasukan negara, dan (5) perlindungan negara. Sesuai dengan arahan presiden RI Joko Widodo bahwa akan ada 3 (tiga) undang-undang yang dibuat sebagai bentuk omnibus law yaitu undang-undang perpajakan, undang-undang cipta lapangan kerja dan undang-undang pemberdayaan UMKM.
Ketiga undang-undang tersebut nantinya akan menggantikan peraturanperaturan terkait yang amat beragam dan lintas sektoral.
Ilmu hukum bersifat praktis-konkret dan mengandung nilai serta bersifat normatif. Praktis-konkret karena merupakan pemecahan masalah konkret mengandung nilai karena bersifat perspektif dan normatif, sedangkan teori hukum bersifat teoretis abstrak, bebas nilai dan tidak normatif. Jadi mempelajari ilmu hukum bertujuan untuk mendapatkan kemampuan dalam memecahkan masalah hukum, ini meliputi kemampuan untuk
7
mebuktikan peristiwa konkret, merumuskan masalah hukum, yaitu mengubah peristiwa hukum konkret menjadi peristiwa hukum, menetapkan atau memecahkan masalah-masalah hukum dan akhirnya mengambil putusan. Tujuan mempelajari teori hukum adalah pengendapan atau pendalaman metodologis pada dasar dan latar belakang dalam mempelajari hukum dalam arti luas, agar memperoleh pengetahuan yang lebih baik dan uraian yang lebih jelas tentang bahan-bahan yuridis.