BAB III METODE PENELITIAN
B. Latar dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di lembaga pendidikan di MTsS Labuh, yang beralamat di Jorong Rumah XX Labuh, Nagari Labuh, Kec. Lima Kaum, Kab.
Tanah Datar. Adapun Waktu Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus sampai bulan Semptember 2018.
C. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus
“divalidasi” seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan yang selanjutnya terjun ke lapangan. Dalam penelitian kualitatif segala sesuatu yang akan dicari dari obyek penelitian belum jelas dan pasti masalahnya, sumber datanya, hasil yang diharapkan semuanya belum jelas. Rancangan penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian.
Selain itu dalam memandang realitas, penelitian kualitatif berasumsi bahwa realitas itu bersifat holistic (menyeluruh), dinamis, tidak dapat dipisah-pisahkan kedalam variabel-variabel penelitian. Dengan demikian penelitian kualitatif ini
belum dapat dikembangkan instrumen sebelum masalah yang diteliti jelas sama sekali. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif “ the researcher is the key instrument”. Peneliti merupakan instrument kunci dalam penelitian kualitatif.
Jadi dalam penelitian kualitatif instrumen utamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya setelah fokus peneliti menjadi jelas, maka dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara. ( Sugiyono, 2013:222).
D. Sumber Data
Dalam penelitian kualitatif, sampel sumber data (informan) dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Pada proposal, penentuan sampel sumber data masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Pada tahap awal memasuki lapangan, sampel sumber data (informan) penellitian dapat dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosialyang diteliti sehingga peneliti bisa melakukan pengumpulan data dengan mudah. (IAIN Batusangkar, 2017:30).
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan tentang upaya guru Akidah Akhlak dalam pembentukan karakter siswa berdasarkan kurikulum 2013 di MTsS Labuh yang penulis gunakan adalah :
1. Data Primer
Sumber data utama (primer) yaitu sumber data yang langsung dikumpulkan peneliti dari objek (Mahmud, 2011:30). Dalam hal ini, data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari informan.
Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru Akidah Akhlak di MTsS Labuh sebanyak satu orang.
2. Data Sekunder
Sumber data tambahan (sekunder) merupakan sumber data yang diperoleh dari sumber lain yang berkaitan dengan apa yang diteliti dan dapat di dapat dijadikan sumber data kedua, data sekunder yang digunakan adalah
Kepala Sekolah, dan tiga orang siswa dan beberapa siswa yang ada di MTsS Labuh.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah suatu langkah yang strategis dalam penelitian, tujuan utama dari penelitian adalah mendapat data. Untuk mendapatkan data yang lengkap penulis menggunakan teknik di antaranya:
1. Observasi
Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi (Sugiyono, 2013 :226). Dalam penelitian ini penulis langsung melakukan pengamatan secara langsung kelapangan dengan mengamati kondisi siswa, struktur organisasi, upaya yang digunakan guru Akidah Akhlak dalam pembentukan karakter siswa dan melihat proses pembelajaran yang dilakukan guru Akidah Akhlak di MTsS Labuh.
2. Wawancara
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2013:231). Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur serta wawancara tidak terstruktur. Penulis melakukan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Adapun wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan guru Akidah Akhlak terhadap upaya yang yang dilakukannya dalam pembentukan karakter siswa berdasarkan kurikulum 2013 Di MTsS Labuh, kepala Sekolah, Siswa-siswi MTsS Labuh.
3. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data dalam penelitian dalam penelitian untuk memperoleh data-data yang berbentuk catatan, transkip, surat kabar, peraturan dan sebagainya (Suharismi Arikunto, 2010:137).
Dalam penelitian ini dokumentasi yang dilakukan dengan mengumpulkan semua dokumen yang berhubungan dengan penelitian.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan selama di lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, memilih yang penting dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipelajari oleh orang lain.
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsungdan setelah selesai pengumpulan dalam periode tertentu. Miles and huberman (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu :
1. Data Reduction ( Redukasi Data)
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas danmemudahkan penulis untuk melakukan pengambilan data selanjutnya.
2. Data Display ( penyajian Data)
Dalam penyajian data harus menyusun informasisecara teratur dan runtuh sehinggamudah untuk dilihat dan dibaca dan mudah dipahami tentang suatu kejadian dan peristiwa yang terkait dengan upaya guru akidah akhlak dalam pembentukan karakter siswa di MTsS Labuh berdasarkan kurikulum 2013.
3. Conclusion drawing (penarik kesimpulan)
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum perna ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap
sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Jadi analisis data adalah suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan hipotesis kerja, oleh karena itu penulis merumuskanya melalui pendekatan deskriptif kualitatif, maksudnya adalah penafsiran terhadap data kualitatf untuk mendapatkan gambaran umum tentang masalah yang diteliti.
G. Teknik Penjaminan Keabsahaan Data
Untuk menguji keabsahan dan derajat kebenaran penelitian menggunakan uji kreadibitas data yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Perpanjang pengamatan artinya peneliti kembali kelapangan untuk melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data.
2. Peningkatan ketekunan artinya melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan
3. Trigulasi artinya melakukan pengecekan data dari sumber, dengan cara dan waktu.
4. Menggunakan bahan referensi, yang artinya data pendukung yang diperoleh peneliti saat melakukan penelitian
5. Membercheck artinya proses pengecekan data yang diperoleh peneliti pada pemberi data. Tujuannya adalah agar informasi yang didapatkan agar dapat digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang di maksud sumber data atau informan (Sugiyono,2011:270)
Pada penelitian ini teknik penjaminan keabsahan data dilakukan dengan cara membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara, membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan tentang upaya guru Akidah Akhlak dalam pembentukan karakter siswa berdasarkan kurikulum 2013 di MTsS Labuh Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Penelitian
1. Temuan Umum Penelitian
Sebelum penulis memaparkan secara detail tentang hasil penelitian, mengenai upaya guru akidah akhlak dalam pembentukan karakter siswa berdasarkan kurikulum 2013, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu tentang temuan umum penelitian yaitu:
a. Profil MTsS Labuh
: Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Labuh : 1935
: 121213040016 : C
: Jl. Masjid Al Munawwarah Rumah XX Labuh : Lima Kaum
: Tanah Datar b. Visi dan Misi Sekolah
1) Visi
“Mewujudkan Warga Madrasah Tsanawiyah yang Bertaqwa, Berilmu dan Berakhlak Mulia ”
2) Misi
a) Mewujudkan peserta didik yang bertaqwa, cerdas dan berakhlak mulia
b) Mewujudkan proses belajar mengajar yang kreatif dan inovatif berdasarkan kurikulum yang berlaku
c) Mewujudkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d) Mewujudkan SDM pendidikan yang profesional dan
55
berakhlak mulia.
e) Mewujudkan manajemen madrasah tsanawiyah yang bersih, jujur dan transparan
f) Mewujudkan lingkungan madrasah yang Islami
g) Menjalin kerjasama yang harmonis dengan masyarakat dan instansi terkait.
c. Keadaan Fisik
Tanah Luas tanah : 618 M2
Luas : 224 M2
Gedung Ruang belajar : 3 Buah Ruang guru : 1 buah
Gudang : 1 buah
Perpustakaan : 1 buah Ruang kepala sekolah : 1 buah Ruang OSIS : 1 buah Ruang UKS : 1 buah
Ruang BK : 1 buah
Ruang Wakamad : 1 Buah d. Prestasi Siswa MTsS Labuh
1) Peringkat I Perolehan Nilai UN Bahasa Indonesia MTs Se Kabupaten Tanah Datar pada Tahun 2016
2) Peringkat II Perolehan Nilai UN Bahasa Inggris MTs Se Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2016
3) Peringkat ke I perolehan Nilai UN se KKM Sungai Jambu Dari Tahun 2011- 2016
4) Peringkat 5 Madrasah terbaik dari 48 MTs/MTsN Se-Kabupaten Tanah Datar
5) Juara II MSQ tingkat SLTP se Kecamatan Lima Kaum tahun 2010
6) Juara III Penyelenggaraan jenazah tingkat SLTP se Kecamatan Lima Kaum tahun 2007 dalam rangka HUT RI
7) Juara III Penyelenggaraan Jenazah tingkat SLTP se Kecamatan Lima Kaum tahun 2008
8) Juara Harapan III Penyelenggaraan jenazah tingkat SLTP se Kecamatan Lima Kaum Tahun 2006 dalam rangka HUT RI
9) Juara Favorit Nasyid Sumarak Muharam X Tingkat Propinsi Sumatera Barat Tahun 2016
10) Juara 1 Lomba MSQ di Pondok Pesantren Al Harbi Kec. Rambatan 11) Juara 3 Lomba MSQ tingkat kecamatan Lima Kaum
e. Ketenagaan Guru Pengajar
Tetap : 10 Orang
Tidak Tetap : 3 Orang
Jumlah : 13 Orang
f. Data Peserta Didik
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas IX
Jumlah
: 25 Orang : 15 Orang : 12 Orang : 52 Orang g. Nama-nama Siswa
No Nama Siswa Tempat/ tgl lahir L/P Kelas 1 Febriani Wulandari Piliang Labuh/
27 Februari 2005 P VII 2 Yulia Eka Rahma Putri Batusangkar/
25 Februari 2006
P VII
3 Fadilla Sayffitri Simabur/
07 Desember 2003
P VII
4 Yasri Alvi Deri Piliang/
31 Agustus 2005
L VII
5 Reyvan Ardana Batusangkar/
01 Juni 2005
L VII
6 Fadin Khairil Batusangkar/
20 Agustus 2006
L VII
7 Windi Zahra Labuh/
18 Oktober 2005
P VII
8 Muhammad Fadhil Batusangkar/
03 Januari 2018
L VII
9 Dea Rahma Dani Piliang Labuh/
02 Februari 2006
P VII
10 Ilham Oktaviandri Padang/
29 Oktober 2002
L VII
11 Dedi Saputra Batusangkar/
09 September 2004
L VII
12 Robi Andrianto Saputra Labuh/
24 September 2000
L VII
13 Aliza Sabrina Labuh/
22 Februari 2006
P VII
14 Nadya Asroh Batusangkar/
08 November 2011
P VII
15 Elsa Julianti Stevani Batam/
07 Juli 2005
P VII
16 Elsi Julianti Stevani Batam/
07 Juli 2005
P VII
17 Muhammad Rafi Batam/
17 Desember 2005
L VII
18 Lailatul Fitri Batusangkar/
03 Juni 2005
P VII
19 Rafil Grivana Batusangkar/
12 Februari 2003
L VII
20 Allya Febrina Batusangkar/
23 Februari 2006
P VII
21 Silvia Rahmadani Batusangkar/
25 Oktober 2005
P VII
22 Reskika Rahma Dani Labuh/
16 Oktober 2005
P VII
23 Suci Ramadani Batusangkar/
24 November 2004
P VII
24 Mesi Sepri Yeni Batusangkar/
25 September 2003
P VII
25 Mona Juliyanti Labuh/
01 Juli 2001
P VII
26 Afdila Rahmatul Fitrah Batusangkar/
13 November 2004
L VIII
27 Rahul Gonzales Ujung Batu/
15 Mei 2005
L VIII
28 Rio Ardiansyah Labuh/
22 Maret 2005
L VIII
29 Aprial Pratama Batusangkar/
02 April 2005
L VIII
30 Dodi Pratama Labuh/
25 Juli 2003
L VIII
31 M. Hadi ramadhan Batusangkar/
07 November 2003
L VIII
32 Silvia Indri Yani Batusangkar/
10 Januari 2005
P VIII
33 Ghina Fikriyyah Batusangkar/
21 Desember 2004
P VIII
34 Hestya Rini Batusangkar/
20 Desember 2001
P VIII
35 Loli Septia Wulandari Labuh/
29 September 2002
P VIII
36 Nanda Dirga Mulyawan Labuh/
12 Februari 2004
L VIII
37 Angga Rivaldi Parambahan/
02 Maret 2004
L VIII
38 Fitri Wulandari Batusangkar/
12 Agustus 2005
P VIII
39 Shifa Salsabila Batusangkar/
12 Januari 2004
P VIII
40 Sindy Harumi Batusangkar/
02 Agustus 2004
43 Alfaridho Batusangkar/
27 Desember 2002
L IX
44 Anisa Gustinawati Labuh/
25 Agustus 2002
P IX
45 Dela Rahmadani Putri Bakauheni/
21 November 2003
P IX
46 Elga Okta Reza Mandaliko Labuh/
12 Oktober 2004
P IX
47 Liza Rahmatul Kasri Labuh/
02 Oktober 2003
P IX
48 M. Alfarido Batusangkar/
09 Juni 2004
L IX
49 Shonia Febriani Batusangkar/
25 Februari 2003
P IX
50
Wilyandi Rizaldi Tanjung Balai Karimun/
02 Januari 2004
L IX
51 Reynoldi Ersa Jakarta / 14 Juni 2001
L IX
52 Binter Ahmad Sumbari Batam/
05 Januari 2004
L IX h. Sarana dan prasarana
No Nama Barang Jumlah
1 Meja siswa 65
2 Kursi siswa 65 3 Papan tulis 3
4 Meja guru 13
5 Kursi guru 10
6 Komputer -
7 Printer 1
8 Mesin tik 1
9 Lemari 3
10 Projektor/Infokus 1
2. Temuan Khusus
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di MTsS Labuh melalui wawancara dengan guru akidah akhlak, siswa dan kepala sekolah tentang upaya Guru Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013 di MTsS Labuh, yang menjadi rumusan masalah peneliti penulis ada dua pembahasan yaitu:
1. Upaya Guru Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013 di MTsS Labuh Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar.
a. Bentuk Karakter Yang Berhubungan Dengan Ketuhanan (Religius) Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan informan I yang mengatakan bahwa pembentukan karakter adalah mengubah tingkah laku siswa dari yang kurang baik menjadi lebih baik lagi (Ibuk Sardianis S. Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
Sementara itu informan II mengatakan bahwa karakter adalah tingkah lakudari peserta didik itu, jika tingkah lakunya baik maka karakternya akan baik juga dan sebaliknya jika tingkah lakunya buruk maka karakternya akan buruk juga (Bapak Edrizal, S.Pd.I Wawancara Pribadi, Ruang Kepala Sekolah: 5 September 2018) banyak sekali upaya yang dilakukan oleh Guru dalam pembentukan karakter siswa yang ada di MTsS Labuh Seperti:
1) Membaca Doa
Informan III, IV dan V mengatakan bahwa membaca do‟a selalu di lakukan sebelum memulai pembelajaran selalu di awali dengan membaca doa supaya proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Keadaan ini diperkuat juga oleh data hasil observasi, dimana peneliti melihat Pertama-tama guru akan menyuruh ketua kelas untuk menyiapkan teman-temannya,
ketua kelas akan mengatakan “ siap grak, hormat grak, tegap grak,berdo‟a mulai”, seluruh siswa akan mengangkat tangannya dan memulai membaca do‟a secara serentak.
2) Membaca Al-Quran
Berdasarkan wawancara dengan Informan I, II, III mereka mengatakan bahwa setelah berdoa mereka akan membaca Al-Qur‟an dan disimak oleh guru dan guru menyuruh siswa membaca Al-Qur‟an secara bergantian, dalam pembacaan tersebut siswa disuruh membaca 3 ayat masing-masing siswa. Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu pembiasaan karena di MTsS Labuh telah ada aturan bahwa seluruh siswa-siswi wajib membawa al-Qur‟an.
3) Shalat berjama‟ah
Selanjutnya langkah yang dilakukan guru dalam pembentukan nilai karakter religius yaitu dengan cara shalat berjamah, sebagai mana wawancara dengan informan 1 yang mengatakan bahwa beliau akan marah sekali kepada siswa yang bercanda dalam shalat, karena beliau mengetahui bahwa shalat adalah tiang agama (Ibuk Sardianis S. Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
Sementara itu Informan III, IV dan V mereka mengatakan bahwa jika ada siswa yang bercanda dalam shalat makaguru akan memanggil mereka dan mereka disuruh untuk mengulangi shalat dan mereka akan diproses oleh guru ( Suci, Ghina, Sonia, Wawancara Pribadi, MTsS Labuh: 5 September 2018)
Upaya yang dilakukan oleh guru Akidah Akhlak yaitu pembiasaan kepada peserta didik seperti membiasakan shalat wajib zhuhur berjam‟ah dan keteladan yang diberikan oelh
guru seperti ketika istirahat tiba guru melaksanakan shalat dhuha dan menyuruh siswa untuk shaalt juga. Serta guru juga memberi hukuman kepada siswa tidak shalat berjama‟ah dan bercanda dalam shalat.
Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di MTsS Labuh, penulis melihat bahwa guru Akidah Akhlak di MTsS Labuh beliau menggunakan pemberian nasehat kepada peserta didik dalam pembentukan karakter siswa, pemberian nasehat ini biasanya dilakukan pada awal pembelajaran seperti menyuruh siswa untuk melaksanakan shalat, bagaimana bersikap baik kepada guru dan orang tua serta bagaimanaberprilaku baik kepada masyarakat sekitar (hasi Observasi Pada Tanggal 6 September 2018)
b. Bentuk Karakter yang Berhubungan dengan Diri Sendiri 1) Kejujuran
Karakter jujur memang tidak peneliti lihat selama melakukan observasi karena waktu itu guru hanya menerangkan materi dan tidak memberikan siswa tugas maupun post test.
Namun berdasarkan wawancara dengan Informan 1 bahwasanya jika ada siswa yang menyontek dalam ujian maka guru akidah akhlak memberikan teguran dan jika masih ketahuan menyontek maka guru akan mengambil lembaran jawaban ujian siswa tersebut. (Ibuk Sardianis S. Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
2) Disiplin
Wawancara dengan informan 1 yang mengatakan bahwa guru akidah akan mencari alasan bagaimana siswa tersebut tidak mengikuti proses pembelajaran dan tidak hadir.
jika siswa tidak hadir tanpa alasan mungkin saya akan sangat
marah sekali dalam wawancara tersebut jelas bahwa guru akidah akhlak mencari alasan bagaimana atau alasan siswa tidak mengikuti proses pembelajarannya.(Ibuk Sardianis S.
Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
Dalam karakter disiplin pertama kali yang dilakukan guru saat peneliti melakukan observasi ke dalam tiga kelas yang berbeda adalah dengan berusaha selalu datang tepat waktu ke kelas sesuai dengan jam yang telah diberikan dari sekolah. Selanjutnya dengan selalu memeriksa kehadiran siswa dengan mengambil absen setiap masuk ke dalam kelas dan jika ada siswa yang terlambat akan diberikan teguran. Seperti yang peneliti amati pada kelas IX pada tanggal 6 September 2018 setelah seluruh siswa selesai membacakan do‟a ada seorang siswa yang datang terlambat dengan waktu keterlambatan lebih kurang 10 menit. Siswa tersebut masuk dengan mengucapkan salam dan meminta izin kepada guru, guru menyuruh siswa untuk kedepan kelas dan gurupun mulai bertanya kenapa siswa tersebut datang terlambat, siswa mengatakan bahwa ia terlambat bangun tidur, kemudian guru mulai memberikan teguran dan menyuruh siswa agar untuk minggu depan tidak boleh terlambat lagi, kemudian siswa disuruh untuk duduk di bangkunya.(Hasil Observasi pada tanggal 6 September 2018)
Upaya yang dilakukan guru yaitu Pemberian hukuman terhadap peserta didik yang melanggar peraturan sekolah atau pun peserta didik yang berbuat tidak sesuai dengan tata krama sosial dan berbuat asosial seperti: ribut didalam kelas, terlambat ke sekolah, berkelahi dengan temannya, jarang masuk sekolah, merokok, apabila ada salah satu pelanggaran
diatas yang dilanggar oleh peserta didik maka guru akan memberikan hukuman yang sesuai dengan pelanggaran yang di lakukan oleh peserta didik .(Ibuk Sardianis S. Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
Sementara itu informan III, IV dan V mengatakan bahwa guru akan bertanya tentang keterlambatan peserta didik dan guru akan menasehati supaya tidak terlambat lagi dan jika telambat lebih dari 10 menit, peseta didik disuruh minta surat izin kepada guru Piket (guru ( Suci, Ghina, Sonia, Wawancara Pribadi, MTsS Labuh: 5 September 2018)
3) Percaya Diri
Upaya yang dilakukan oleh guru dalam Karakter percaya diri yang peneliti lihat saat melakukan observasi adalah dengan guru yang selalu mengajak siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, dengan menanyakan kepada siswa tentang materi yang akan di pelajari, menyuruh siswa untuk bertanya terkait materi yang di ajarkan, menunjuk salah seorang siswa untuk memberikan pendapatnya mengenai kesimpulan dari materi yang telah dipelajari, dan diakhir pembelajaran guru akan menanyakan tentang pemahaman siswa terhadap materi yang telah di pelajari. Pada awal pembelajaran guru akan bertanya siapa yang telah masih ingat apa yang dipelajari minggu kemarin,
Sementara itu berdasarkan wawancara dengan informan 1 bahwasanya saya menyuruh siswa untuk bertanya tentang materi yang tidak dipahami dan sesuai dengan aturan yang ada di MTsS Labuh bahwasanya setiap sebelum shalat zhuhur berjama‟ah akan disurah salah satu siswa untuk kultum.(Ibuk
Sardianis S. Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
4) Semangat Belajar
Berdasarkan wawancara dengan Informan 1. III.IV dan V bahwasanya guru akidah akhlak memberikan motivasi kepada peserta didik ketika proses pembelajaran berlangsung, beliau sering memberikan nasehat supaya peserta didik termotivasi seperti menyuruh peserta didik supaya rajin belajar supaya bisa membuat orang tua mereka bangga dan selalu meceritakan kepada peserta didik tentang orang yang sukses supaya mereka bisa mencontah dan termotivasi oleh cerita tersebut (Ibuk Sardianis, Suci, Ghina, Sonia, Wawancarara Pribadi: MTsS Labuh: 5 Septrmber 2018)
Sementara itu Berdasarkan wawancara dengan informan III, IV dan V bahwa guru akidah akhlak memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat catatan tentang materi yang telah dipelajari dan melengkapi catatan bagi yang belum lengkap dan catatan tersebut akan diambil nilai.(Suci, Ghina, Sonia, Wawancarara Pribadi: MTsS Labuh: 5 Septrmber 2018)
c. Bentuk Karakter yang Berhubungan dengan Orang Lain 1) Sopan Santun
Cara yang dilakukan oleh guru akidah akhlak dalam Karakter santun dari hasil observasi yang peneliti lakukan dapat peneliti lihat diawali dengan guru yang masuk ke dalam kelas dengan tersenyum ramah dan mengucapkan salam kepada siswa, kemudian siswa secara bersama-sama menjawab salam yang diucapkan oleh guru. Peneliti juga melihat guru berbicara
kepada siswa dengan sopan, dan bahasa yang santun (Hasil Observasi paa tanggal 6 September 2018)
Berdasarkan wawancara dengan informan 1 mengatakan bahwa dalam menanamkan sopan santun guru juga mencontohkan bagaimana berprilaku dan berpakaian yang baik, rapi dan sopan dalam perkataan, karena peserta didik akan mencontoh apa yang mereka lihat.(Ibuk Sardianis S. Pd.I, Wawancara Pribadi, Perpustakaan MTsS Labuh: 5 September 2018)
Berdasarkan wawancara dengan Informan III mereka mengatakan bahwa dia akan berlaku sopan kepada teman dan saling menghargai teman, Sementara informan IV mengatakan bahwa beliau akan berbicara terus terang sementara itu informan V mengatakan bahwa bahwa dia tidak akan membeda-bedakan teman dan dia akan bertutur kata yang baik kepada temanya. .(Suci, Ghina, Sonia, Wawancarara Pribadi:
MTsS Labuh: 5 September 2018) 2) Peduli Sosial
Berdasarkan Wawancara dengan informan I, ,III, IV dan V dapat disimpulkan bahwa Karakter peduli guru dan siswa adalah jika siswa yang tidak hadir guru menanyakan
Berdasarkan Wawancara dengan informan I, ,III, IV dan V dapat disimpulkan bahwa Karakter peduli guru dan siswa adalah jika siswa yang tidak hadir guru menanyakan