BAB II KAJIAN TEORETIS
B. Karya-Karya Dewi Lestari
4. Latar
Latar adalah unsur yang tidak kalah pentingnya dengan tema dan alur dalam sebuah cerita. Latar di sini merupakan tempat atau lingkungan terjadinya sebuah peristiwa dalam cerita yang dirangkai atau dipilih oleh pengarang sesuai tema yang dipakai. Latar terbagi menjadi latar tempat dan latar waktu.
a. Latar Tempat
Latar tempat biasanya berupa tempat terjadinya suatu peristiwa dalam cerita, bisa berupa nama sebuah daerah seperti Bali, Jakarta, Surabaya
dan lain-lain. Atau bisa juga tidak disebutkan nama daerahnya, seperti tempat peristiwa di pegunungan, pantai, laut atau dan lainnya.
Menurut Nurgiantoro, latar tempat tanpa nama jelas biasanya hanya berupa penyebutan jenis dan sifat umum tempat-tempat tertentu.38
b. Latar Waktu
Latar waktu biasanya berhubungan dengan kapan terjadinya peristiwa tersebut, bisa berupa waktu yang sesuai kenyataan ataupun waktu yang sudah dilewati atau bisa disebut waktu sejarah.39
Latar waktu dapat dihubungkan dengan waktu sejarah baik yang secara langsung ataupun tidak langsung harus sesuai dengan waktu sejarah. Jika tidak, maka dapat menyebabkan cerita tak wajar atau tidak sesuai dengan waktu yang sebenarnya dan pembaca akan merasa dibohongi. Latar waktu juga sering dihubungkan dengan lamanya waktu yang dipergunakan dalam cerita. Karena dalam novel atau karya fiksi ada yang membutuhkan waktu yang lama sepanjang hayat tokoh. 38 Nurgiantoro. ,Op.cit, h. 227 39 Ibid, h 230
5. Gaya Bahasa
Pada dasarnya, karya sastra merupakan salah satu kegiatan pengarang dalam membahsakan sesuatu atau menuturkan sesuatu kepada orang lain . bagaimana seorang pengarang ingin menyampaikan tuturannya kepada pembaca lewat bahasa yang digunakan. Dengan bahasa, biasanya penutur atau tokoh dapat mmpengaruhi pembaca, dengan tingkah lakunya agar pembaca tertarik dan terpengaruh oleh gagasan yang disampaikan.
Menurut Semi, gaya penceritaan merupakan tingkah laku berbahasa yang menjadi sarana yang amat penting, tanpa bahasa sastra tidak ada.40
6. Sudut pandang
Sudut pandang merupakan posisi dimana tokoh yang bercerita dapat brediri yang hubungannya sesuai dengan jalan cerita. Dalam novel Perahu Kertas ini, pengarang menggunakan sudut pandang akuan, dimana seorang tokoh menceritakan peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya secara fisik dan batiniah serta hubunganya dengan segala sesuatu di luar dirinya. Si pencerita inilah yang menjadi tokoh utama dengan menampilkan berbagai pengalaman, peristiwa dan hubungannya dengan tokoh lain41.
Sudut pandang dalam karya fiksi mempersoalkan siapa yang diceritakan, atau dari posisi mana (siapa) peritiwa dan tindakan itu dilihat42. Jadi dapat disimpulkan bahwa sudut pandang adalah pusat pengisahan dalam cerita dan dapat berupa teknik yang digunakan pengarang dalam menyampaikan hasil karyanya.
7. Amanat
Karya sastra merupakan alat untuk menyampaikan pesan, namun fungsi sastra tidak hanya itu sastra juga adalah alat untuk memberi hiburan terhadap pembacanya, karya sastra mengandung ajaran moral dan juga untuk mendidik. Dengan adanya fungsi inilah pembaca tidak hanya mendapatkan
40 Semi. Op.cit, h 47 41 Minderop. Op.cit, h. 109 42 Op.cit . h 246
hiburan semata, namun juga mendapatkan pembelajaran dari hasil karya tersebut. Dalam novel amanat disampaikan melalui karakter tokoh yang dimainkan dan bagaimana alur yang terdapat dalam sebuah cerita.
Jadi amanat merupakan suatu pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Amanat juga dapat diartikan sebagai makna yang terkandung dalam sebuah karya atau makna yang disarankan lewat cerita yang ditulis oleh pengarang.43 Sehingga pembaca dapat mengetahui apa yang dimaksud oleh pengarang dan hal apa saja yang dapat diambil dari sebuah karya sastra baik dari segi karakter tokohnya ataupun jalan cerita yang terdapat didalamnya. Karena pembaca menginginkan hasil yang jelas dari sebuah cerita dalam karya sastra.
F. Hakikat Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Pengajaran sastra di sekolah bertujuan agar siswa memiliki rasa peka terhadap karya sastra yang berharga sehingga merasa terdorong dan tertarik untuk membacanya. Dengan membaca karya sastra diharapkan siswa memperoleh pengertian yang baik tentang manusia dan kemanusiaan, mengenal nilai-nilai, dan mendapatkan ide baru. 44 Dalam pengajaran sastra perlu menguasai masalah metode pengajaran sastra dan liku-likunya, juga harus paham betul tentang sastra. 45
Secara umum pembelajaran mata pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia bertujuan untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Selain itu, peserta didik juga mampu menghargai dan membanggakan sastra indonesia.
43Op.cit.
h 320
44
Atar Semi, Rancangan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Angkasa Bandung,
Edisi kesatu 1990, h. 152-153
45
Suwardi Endraswara, Metode Penelitian Sastra. Caps, cetakan pertama . Yogyakarta..h. 189
Tujuan pembelajaran tersebut dijabarkan ke dalam empat kompetensi, yaitu kompetensi menyimak, berbicara, membaca dan kompetensi menulis sastra. Kompetensi menyimak sastra meliputi kemampuan mendengarkan, memahami, mengapresiasi ragam karya sastra meliputi kemampuan peserta didik. Kompetensi berbicara meliputi kemampuan membahas dan mendiskusikan ragam karya sastra sesuai dengan isi dan konteks ragam dan budaya. Kompetensi membaca sastra meliputi kemampuan membaca dan memahami berbagai jenis dan ragam karya sastra, serta mampu melakukan apresiasi dengan tepat.
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: a. Membantu dalam keterampilan berbahasa
Mengikutsertakan pembelajaran sastra berarti membantu siswaberlatih keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
b. Meningkatkan pengetahuan budaya
Sastra berkaitan erat dengan semua aspek manusia dan alam secara keseluruhan. Pembelajaran sastra jika dilaksanakan dengan bijaksana, dapat mengantarkan para siswa berkenalan dengan pengetahuan budaya yang belum diketahuinya dan juga para pemikir besar dunia beserta pemikiran-pemikirannya.
c. Mengembangkan cipta dan rasa
Pembelajaran sastra yang dilakukan dengan benar, akan menyediakan kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan tersebut lebih dari apa yang disediakan oleh mata pelajaran yang lain, sehingga pembelajaran sastra tersebut dapat lebih mendekati arah dan tujuan pembelajaran dalam arti yang sesungguhnya. Dalam pembelajaran
sastra “kecakapan yang perlu dikembangkan yaitu: kecakapan yang
bersifat indra, penalaran, afektif sosial dan yang bersifat religius.”46 d. Menunjang pembentukan watak
46
B Rahmanto, Metode Pengajaran Sastra, (Yogyakarta: Kanisius, tahun: 1988), h. 16-24
Dalam pembelajaran sastra, ada dua tuntutan yang dapat diungkapkan sehubungan dengan pembentukan watak ini. Pertama, pembelajaran sastra hendaknya mampu membina perasaan yang lebih tajam dan mampu mengantarkan siswa untuk mengenal rangkaian kehidupan manusia, seperti kebahagiaan, kebebasan, kesetiaan, kebanggan diri, sampai pada kelemahan, keputusasaan, kekalahan, dan kebencian. Kedua, pembelajaran sastra hendaknya dapat memberikan bantuan dalam usaha mengembangkan berbagai kualitas kepribadian siswa, meliputi: ketekunan, kepandaian, pengimajian, dan penciptaan.
G. Penelitian yang Relevan
Adapun novel Perahu Kertas ini sudah pernah diteliti sebelumnya, yaitu penelitian yang pernah dilakukan oleh Sumarni, penelitian tentang Kepribadian Tokoh Utama dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Analisis psikologi sastra. Penelitian ini membahas tentang karakter tokoh utama yaitu Kuggy yang karakternya adalah penampilannya yang berantakan, aneh dan seorang penghayal, pemimpi, kemudian dia bercita-cita menjadi seorang penulis dongeng yang handal. kemudian tokoh utama kedua adalah Keenan yang merupakan pria tampan, atletis, kemudian dia jago dalam hal melukis.47
Penelitian lain yang mengkaji novel perahu kertas dilakukan oleh Hernina tentang Konflik Batin Tokoh Kuggy dalam novel Perahu Kertas dengan tinjauan Psikologi Sastra. Konflik batin yang terjadi timbul karena adanya konflik antara Kuggy dengan Noni dan Kuggy dengan keluarga.48 Kuggy yang sangat berambisi menjadi seorang penulis dongeng tidak mendapat dukungan dari Noni sahabatnya yang membuat dia sempat merasa bimbang dengan keputusannya, namun akhirnya Kuggy tetap memilih untuk menjadi penulis dongeng. Kemudian konflik dengan keluarga yang dialami
47
Sumarni dkk, Kepribadian tokoh utama. Pendidikan Bahasa Indonesia, PBS, FKIP Untan Pontianak. Tahun 2013
48
Hermina, konflik Batin Tokoh Utama tinjauan Psikologi. PBSI, Muhamadiyyah Yogyakarta.tahun 2011.
Kuggy adalah pendapat dari keluarga Kuggy, bahwa menjadi seorang penulis dongeng tidak bisa dikatakan sebagai cita-cita, karena pada zaman modern ini banyak orang mengimginkan pekerjaan yang menghasilkan banyak uang, bukan menjadi pendongeng yang tidak menghasilkan apa-apa. Meski begitu Kuggy tetap pada pendiriannya.
Penelitian selanjutnya oleh Herlina Gunawan, yaitu penelitian tentang Nilai-nilai Moral Dalam Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari dan Potensinya sebagai bahan ajar Apresiasi Sastra pada Siswa SMA.49penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) nilai moral individu, meliputi sikap jujur, pantang menyerah, (2) Nilai moral sosial meliputi tanpa pamrih, kerjasama berbakti kepada orang tua, (3) Nilai moral religi meliputi sikap ikhlas, bersyukur dan bertawakal. Dalam novel Prrahu Kertas menggambarkan nilai-nilai moral yang terdapat pada tokoh utama.
Dari ketiga pengkajian yang pernah dilakukan tersebut, penulis mencoba mengkaji sesuatu yang berbeda dalam novel Perahu Kertas. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya pencontekan hasil karya orang lain. Untuk itu, dalam penelitian ini, penulis melakukan pengkajian dalam aspek Sikap Optimisme dalam novel Perahu Kertas.
49
Susilo Ahmad Hadi, Nilai-nilai Moral dan Potensinya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.
26
A. Biografi Penulis
Salah satu pengarang novel yang turut memperkaya kesusastraan Indonesia adalah Dewi Lestari Simangunsong. Ia dilahirkan pada tanggal 20 Januari 1970. Ayahnya adalah seorang TNI yang belajar piano secara otodidak. Dalam kalangan pembacanya, ia akrab dipanggil dengan sebutan Dee. Ia merupakan pengarang novel Perahu Kertas untuk memperkaya kesusastraan Indonesia modern. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahiyangan Jurusan Hubungan Internasional.
Dewi Lestari, menikah dengan penyayi R&B, Marcell Siahaan pada tanggal 12 September 2003. Dari pernikahan tersebut, Dee dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Keenan Avalukita Kirana yang lahir pada tanggal 5 Agustus 2004. Namun pernikahan tersebut tidak berlangsung lama, pada tanggal 27 juni 2008, Dee menggugat cerai suaminya di pengadilan negeri Bale Bandung. Kemudian pada tanggal 11 November 2008 Dee menikah untuk kedua kalinya dengan Reza Gunawan di Sidney dan dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Atisha Prajna Tiara pada tanggal 23 Oktober 2009.
Dee pernah menjadi backing vokal untuk Iwa K, Java Jive, dan Chrisye, pada bulan Mei 1994. Kemudian Dee bergabung dengan Rida Farida dan Indah Sita Nursanti, membentuk grup vokal yang diprakarsai oleh Adji Soetama dan
Adi Adrian. Trio ini meluncurkan album perdananya yang berjudul “Antara Kita” pada tahun 1995, dilanjutkan dengan “bertiga” pada tahun 1997. Setelah itu, RSD
B. Karya-Karya Dewi Lestari
Dee pertama kali menulis novel Supernova yang popular pada tahun 2001, cerpen Sikat Gigi, pernah dimuat di Bulletin Seni Bandung, Ekspresi, Rico the Coro, yang ditulis saat ia masih menjadi siswa di SMA Negri 2 Bandung. Ia juga pernah menulis sendiri sebanyak 15 karangan untuk bulletin sekolah dengan judul Supernova Satu dengan judul yaitu, Ksatria Putri dan Bintang diliris 16 Februari 2001. Kemudian ia menulis Supernova Satu dalam bahasa Inggris pada tahun 2003, dan novel ini pernah masuk nominasi (KLA) Katulistiwa Literary Award setelah banyak tulisan yang ia buat dalam Supernova Satu, ia meluncurkan novel keduanya berjudul Akar tahun 2002.
Novel ketiganya dalam seri Supernova berjudul Petir, tahun 2005. Kemudian tahun 2008, dia juga meliris novel Rectoverso , yang merupakan paduan fiksi dan musik dan diberi judul Sentuh Hati dari Dua Sisi. Pada tahun 2009, Dee menerbitkan novel Perahu Kertas. Tahun 2012, Dee kembali mengeluarkan novel lanjutan serial Supernova yang berjudul Partikel dengan tokoh utamanya Zarah.1 C. Unsur Intrinsik Novel
1. Tema
Tema merupakan gagasan sentral yang menjadi dasar tersebut. Yang menjadi unsur gagasan sentral adalah topik atau pokok pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai oleh pengarang dengan topiknya tadi.2 Tema atau gagasan dalam sebuah cerita dapat dipahami sebagai sebuah makna yang mengikat keseluruhan unsur cerita sehingga cerita itu hadir sebagai sebuah kesatuan yang padu. 3
Tema yang diangkat dalam novel Perahu Kertas adalah tentang perjuangan hidup anak remaja dalam mencapai impiannya menjadi penulis dongeng yang tidak mudah untuk diraih. Bahwa dalam meraih impian memang tidak mudah, namun jika dilakukan dengan sungguh-sunggh dan terus berusaha maka segalanya akan menjadi mudah.
1Http: Wikipedia Bahasa Indonesia. com
2
Atar Semi. Op.cit, h. 42
3
Gambaran tema dalam novel ini dapat dilihat dari tokoh utama yang selalu ceria, tidak pantang menyerah dalam meraih cita-citanya meski banyak tantangan dari keluarga, sahabat, dan lingkungannya. Tapi semua itu tidak membuatnya putus asa, justru menjadi suatu motivasi bahwa dia mampu meraih mimpinya itu.
Hal ini dapat dilihat dari kutipan dalam novel Perahu Kertas sebagai berikut.
Aku punya peti kuno, dikasih sama Karel, abangku. Bentuknya kayak peti harta karun yang ada di komik-komik. Karel bilang, peti itu diambil dari perahu karam, dan isinya gulungan-gulungan naskah sejarah yang jadi hancur karena terendam air laut. Aku senang sekali dapat peti itu, dan aku bertekad untuk mengisi ulang dengan naskah-naskah dongeng buatanku, supaya peti itu berisikan sesuatu.4
Kutipan di atas, merupakan gambaran tokoh utama yang begitu terobsesi terhadap dongeng ia menyimpan semua hal tentang dongeng seperti peti kuno di atas yang bertuliskan naskah kuno dan ia salin kembali menjadi cerita dongeng yang ia tulis sendiri. Meski ternyata peti itu bukan dari laut karam, tapi dibeli oleh Karel dari toko barang antik. Namun Kuggy tidak merasa kecewa karena pada dasarnya dia memang suka dengan hal-hal yang berbau sejarah dan dengan senangnya dia buat dongeng hasil karyanya sendiri. Gambaran Kuggy yang begitu senang dengan dongeng dapat dilihat dari kutipan berikut ini.
Kuggy mulai menggabungkan teks-teks dongengnya dengan sketsa-sketsa Keenan, membuat semacam buku buatan tangan dan ia mengerjakan setiap detail dengan sepenuh hati.
Mendadak kerongkongan Kuggy tercekat, tangannya serta merta menunjuk ke arah rak buku tempat koleksi komik dan buku dongengnya
berbaris rapi. “ini sebagian kecil koleksiku yang di rumah jauh lebih banyak. kata Eko, kamu senang menulis dongeng y?
iya, hoby sejak kecil.
4 Op,cit.h
kalau kuantitas sih banyak, tetap pembaca nggak ada. Dan bukanya tulisan baru bermakna kalau ada yang baca?
sejauh ini sih masih dinikmati sendiri aja.5
Kutipan di atas memperlihatkan bahwa dia memang senang dengan dongeng dari teks kuno yang ia ubah dengan cerita dongeng buatannya, namun dia juga pandai dan selalu bersemangat jika menyangkut hal-hal tentang dongeng. Baik itu menulis secara sederhana, ataupun dimodifikasi dengan gambar-gambar seperti sketsa lukisan yang disebut di atas.
Novel ini ingin menyampaikan bahwa dalam mencapai segala impian tidak harus bersedih, putus asa, mengeluh meski banyak rintangan. Gapailah segala mimpi dengan penuh semangat dan keyakinan bahwa semuanya itu akan tercapai. Dengan berusaha maka tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup yang tidak bisa diraih, apalagi jika terus berusaha.
2. Alur
Alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita. 6 Alur atau plot merupakan rangkaian cerita yang berfungsi menandai urutan bagian-begian dalam keseluruhan fiksi. Dengan demikian alur merupakan perpaduan unsur-unsur yang membangun cerita.7
Jadi, alur merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam suatu kondisi tertentu yang di dalamnya terdapat kejadian-kejadian yang biasa sampai dengan kejadian-kejadian yang memuncak dalam sebuah cerita. Alurnya menentukan keadaan atau emosi tokoh yang dialami dalam sebuah situasi tertentu. Kemudian alur menentukan akhir pada suatu cerita tersebut.
Alur yang digunakan dalam novel Perahu Kertas adalah alur maju. Peristiwa yang terjadi dalam novel ini terjadi berturut-turut menceritakan peristiwa yang dialami oleh tokoh utama (Kuggy). Cerita berawal dari ketika dia berada di Jakarta hingga dia pindah ke Bandung untuk kuliah di salah satu Universitas di
5
Dewi Lestari, Op, cit.
6
Robert Stanton, Teori Fiksi. Terjemahan dari buku An Introduction to Fiction oleh Sugihastuti dan Rossi Abi Al Irsyad, h. 26.
7
sana. Dari sejak SMP Kuggy tokoh utama, sangat terobsesi menjadi seorang penulis dongeng atau seorang pendongeng sehingga ia menjadikan hobinya menjadi cita-citanya.
Cita-cita itulah menjadi awal konflik batin yang timbul dari tokoh utama tersebut, karena dari keluarga dan bahkan sahabatnya tidak mendukung mimpinya itu. Namun dia tidak mudah menyerah dan selalu bekerja keras dalam meraihnya, malah semua itu menjadi motivasi agar dia selalu semangat dalam meraih cita-citanya.
Konflik tersebut meningkat, saat Kuggy diberi tawaran untuk mengajar di sebuah sekolah anak-anak kurang mampu yang berada di daerah Bojong Koneng, Bandung. Dia merasa hatinya hancur, bingung dan sedih mengingat anak-anak itu. Kemudian tanpa pikir panjang dia langsung menerima tawaran itu, sehingga dia akan punya tempat untuk menyalurkan mimpinya menjadi penulis dongeng.
Konflik memuncak ketika Kuggy bekerja magang di sebuah kantor redaksi yang bernama AdVoCaDo. Di sini mimpinya menjadi seorang penulis dongeng terus mendapatkan halangan. Bukannya menjadi penulis dongeng, malah dia selalu disuruh-suruh hanya untuk photo copy, menggunting gambar dan semua pekerjaan di luar mimpinya itu. Dengan keadaan seperti itu, dia semakin ditertawakan dan diejek oleh adik dan kakaknya setelah pulang ke rumah. Karena mereka memang tidak mendukungnya meraih imian sebagai penulis dongeng. Pada akhir cerita, Kuggy meraih mimpinya, bukan hanya menjadi penulis dongeng dia juga mendapatkan cintanya bersama Keenan yang dulu adalah sahabatnya yang akhirnya menjadi suaminya. Dan itulah mimpi sesungguhnya bagi Kuggy.
3. Penokohan
Penokohan dalam sebuah cerita merupakan hal yang dapat mendukung jalan cerita, karena tokoh dapat menyampaikan informasi dari cerita yang dimainkan dan sebagai unsur pembangun dalam cerita. Tokoh merupakan pemegang peran dalam novel, sedangkan penokohan merupakan penciptaan citra tokoh dalam karya fiksi tersebut.
Tokoh-tokoh dalam novel Perahu Kertas sebagai berikut:
a. Tokoh utama (Kuggy), remaja yang sangat ceria dan mudah bergaul, serta selalu semangat dalam menjalani hidupnya. Sahabat dan saudaranya selalu menyebut dia aneh. Karena tingkah laku dan gaya penampilannya yang sangat cuek. Seperti dalam kutipan berikut:
“Mau pakai baju yang mana?” “yang ini!” Kuggy menunjuk pakaian yang menempel di tubuhnya. Celana batik selutut yang sudah mengusam dan kaos kegedean bertuliskan “like Toba” yang sudah tipis dan lentur seperti lap dapur”.8
“Gy, lu udah kayak gembel baru gila! Keren!” teriak Eko sembari
merogoh-rogoh ransel mencari kamera. Siap…satu, dua, tiga, pose!
“Dengan cepat Kuggy membengkungkan kedua lengannya seperti atlet binaraga”9
Selain itu, Kuggy juga adalah gadis pekerja keras. Sikap tersebut digambarkan saat Kuggy ingin menyelesaikan tulisannya. Bahkan saat ia harus bekerja di kantornya tapi ia tetap meluangkan waktu untuk menyelesaikan tulisannya itu. Menjadi penulis dongeng memang cita-citanya selama ini dan untuk menyalurkan mimpinya itu dia juga
mengajar di “Sakola Alit” tempat anak-anak kurang mampu. Selain mengajar ia juga mempunyai taman bacaan sewaktu di Jakarta, yang sengaja dibuat supaya anak-anak mau membaca hasil karyanya itu. Namun setelah dia pindah ke Jakarta, dia semakin sibuk membuat cerita dongeng untuk murid-muridnya di “Sakola Alit” tersebut, bahkan mereka yang dijadikan objek cerita oleh Kuggy. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut:
Dibutuhkan waktu seminggu untuk Kuggy menyelesaikan setiap seri jenderal dan pasukan Alit. Khusus untuk serial yang satu ini, Kuggy menulis dengan tangannya sendiri.
8
Dewi Lestari, Op.cit, h. 18.
9Ibid
Aku punya peti kuno, dikasih sama Karel, abangku. Bentuknya kayak peti harta karun yang ada di komik-komik. Karel bilang, peti itu diambil dari perahu karam dan isinya gulungan-gulungan naskah sejarah yang jadi hancur karena terendam air laut. Aku senang sekali dan aku bertekat mengisinya ulang dengan tulisan dongeng buatanku.10
Sikap sabar Kuggy terlihat saat ia menulis dongeng di tempat kerjanya meski waktu dan tempatnya tidak tepat sehingga di kena teguran oleh atasannya. Namun karena cintanya terhadap menulis akhirnya ia lebih memilih menulis dongeng dibandingkan mengerjakan pekerjaannya. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut:
Kamu udah cukup gede untuk bisa menyusun skala prioritas kamu sendiri, yang saya khawatirkan kamu tidak bisa memilah antara profesi dan.... hobi. Tapi kamu digaji di sini umtuk menciptakan konsep iklan, bukan menulis dongeng. 11
Tugas kamu di sini adalah memenuhi target dan deadline
kamu….tepat waktu.
Di akhir cerita, terlihat penggambaran tokoh utama yang begitu pasrah terhadap apa yang ia terima dari atasannya. Hal itu terjadi ketika ia ditegur karena menulis dongeng pada saat jam kerja tapi ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Ia merasa banyak sekali tantangan di tempat kerjanya apalagi satu kantor dengan atasan yang