• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. LatardanWaktu Penelitian

Sumber data yang penulis peroleh dalam pembuatan skripsi ini bertempat di MAN 1 Solok. Setiap rancangan secara bertahap sampai kepenelitian hingga menjadi sebuah skripsi perlu dilengkapi dengan jadwal

kegiatan yang dilaksanakan. Dalam jadwal ini berisi kegiatan apa saja yang dilaksakan, dan berapa lama dilaksakan, seperti :

Tabel. 3.1

Instrument penelitian adalah peneliti sendiri merupakan alat pengumpulan data utama, konsep instrument dipahami sebagai alat yang dapat mengungkap fakta-fakta lapangan dan tidak ada alat yang paling elastis dan tepat untuk menggungkap data kualitatif kecuali penelitian itu sendiri. ini berarti dengan mengunakan alat-alat tersebut data dapat dikumpulkan. Dalam

penelitian kualitatif, peneliti sendiri yang mengumpulkan data dengan cara bertanya, meminta, mendengarkan dan mengambil kesimpulan.

Dalam penelitian ini memerlukan alat bantu yang akan dijadikan sebagai instrumen, instrumen yang dimaksud berupa handphone, buku catatan, pena dan pensil. Handphone digunakan sebagai alat perekam suara dari informan dan pengumpulan data apabila tidak tercatat semuanya oleh peneliti. Sedangkan buku catatan, dan alat tulis digunakan untuk mencatat informasi yang intinya yang didapatkan dari informan. Instrumen yang digunakan adalah melalui wawancara, peneliti menyiapkan topik dan pertanyaan pemandu wawancara sebelum aktivitas wawancara dilaksanakan untuk dijadikan bahan data atau sumber dalam penelitian tersebut (Satori, 2012:61-62).

D. Sumber Data

Adapun Sumber data yang penulis gunakan dalam proposal skripsi ini adalah sebagai berikut :

1. Sumber data primer

Data primer dalam penulisan ini adalah yaitu, kepala sekolah,wakil humas, tenaga pendidik, serta siswa di MAN 1 Solok.

2. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder merupakan laporan dan dokumen tentang Strategi Humas dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN 1 Solok, Kabupaten Solok.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam rangka memperoleh data, data yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini, penulis mengunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari :

1. Observasi

Metode pengumpulan data sangat erat hubungannya dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi penentuan pengumpulan data. Banyak masalah yang telah dirumuskan tidak dapat dipecahkan dengan baik, karena metode untuk

pengumpulan data yang diperlukan tidak dapat menghasilkan data seperti yang diinginkan (Satori, 2012:103-104). Salah satu cara untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan metode observasi.

Observasi yang penulis lakukan merupakan pemantauan awal untuk melihat gambaran masalah yang akan penulis angkat menjadi topik dalam skripsi ini.

2. Wawancara

Wawancara adalah salah satu alat yang paling banyak digunakan untuk mengumpulkan data penelitian kualitatif wawancara memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang beragam dari para responden dalam berbagai situasi dan konteks. Wawancara tersebut penulis lakukan secara langsung dengan Kepala Sekolah MAN I Solok yaitu Bapak Yulfentri, S. Ag. M.M.

Wawancara yang penulis lakukan adalah wawancara tidak terstruktur, wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkandatanya.

Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2015:387).

3. Dokumentasi

Analisis dokumen merupakan salah satu metode terpenting pada penelitian kualitatif untuk mendapatkan data yang berasal dari catatan-catatan tertulis (Saroso, 2012:37-38). Dokumentasi yang penulis maksud adalah mendapatkan data-data tertulis berupa laporan tentang Strategi Humas dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN 1 Solok, Kabupaten Solok.

F. Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2007:335) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun

kedalam pola, memilih nama yang penting yang akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. Adapun tahap analisi data yang peneliti lakukan yaitu sebagai berikut:

1. Tahap pra lapangan

Pada tahap ini peneliti melakukan analisis kebutuhan atau evaluasi diri. Artinya peneliti mengamati kenyataan yang ada dilapangan.

Dalam melakukan analisis kebutuhan ini dilakukan pendataan mengenai mengapa, bagaimna, dan apa saja yang diperlukan.

2. Tahap pelaksanaan penelitian

Miles dan Huberman (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.

Aktivitas dalam analisis data yaitu : a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dalam catatan-catatan penulis dilapangan.

Kegiatan reduksi data meliputi: (1) meringkas data, (2) mengkode, (3) menelusur nama, dan (4) membuat gugus.

Dalam hal ini, dapat direduksi seperti masalah yang terjadi, strategi dan metode yang digunakan oleh humas, faktor-faktor pendukung berjalannya strategi humas.

b. Penyajian Data

Tahap ini merupakan pengumpulan sejumlah informasi sehingga dimungkinkan untuk diambil kesimpulan. Bentuk penyajian data dapat berupa teks naratif dan jaringan atau bentuk lain yang dipahami peneliti.

Dalam penelitian ini, penulis menghimpun data responden.

Data yang didapat tersebut kemudian penulis edit dan disederhanakan. Lalu dideskripsikan dan disusun untuk kemudian diambil kesimpulan.

Jadi pada tahap ini mendapatkan informasi dari berbagai narasumber, kepala sekolah, wakil humas, pendidik, siswa. Dalam hal ini penyelesaian masalah masih dalam kekerasan, dan tidak sesuai dengan teori yang berlaku.

c. Verification/ Penarik Kesimpulan

Kesimpulan yang dikemukakan didukung oleh bukti-bukti yang valid. Kesimpulan berupa deskripsi atau gambaran mengenai Strategi Humas Dalam Penerimaan peserta Didik Bari di MAN 1 Solok Kabupaten Solok.

G. Teknik Penjamin Keabsahan Data

Untuk menguji keabsahan data yang peneliti peroleh pada saat melakukan observasi awal tentang Strategi Humas dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN 1 Solok, Kabupaten Solok. (Sugiyono, 2015:120) mengatakan validitas merupakan keakuratan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Ada empat uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif yaitu :

1. Uji kredibilitas

Uji kredibilitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kepercayaan terhadap data yang diteliti. Ada enam cara untuk menguji kredibilitas data, yaitu :

a. Perpanjangan pengamatan

Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali kelapangan, melakukan pengamatan dan wawancara kembali dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru.

b. Meningkatkan ketekunan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

c. Triangulasi

Triangulasi dalam penelitian ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Triangulasi dibagi menjadi tiga yaitu :

1). Triangulasi data

Triangulasi data dapat disebut juga triangulasi sumber, dalam penelitian ini dilakukan dengan mengecek data yang telah diperoleh dari kepala sekolah sebagai key informan dengan data yang diperoleh dari beberapa informasi lainnya yaitu : waka kurikulum, waka kesiswaan, waka humas, tenaga pendidik dan kependidikan serta komite sekolah.

2). Triangulasi metode

Triangulasi metode dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh dari wawancara bersama informan melalui observasi dan studi dokumentasi. Jika dengan triangulasi menghasilkan data yang sama maka bisa diambil suatu kesimpulan tetapi jika triangularsi metode menghasilkan data yang berbeda maka dipastikan kembali kebenaran data tersebut kepada informan. Teknik triangulasi metode digunakan dengan cara mengumpulkan data sejenis tetapi menggunakan metode yang berbeda.

3). Triangulasi waktu

Waktu juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga kredibel.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji validitas data menggunakan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode, dimana peneliti menguji data yang didapat dari narasumber dengan membandingkan antara satu narasumber

dengan narasumberlainnya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan enam narasumber yang dianggap paling mengetahui atau mengerti mengenai rumusan permasalahan yang diangkat oleh peneliti.

d. Kasus negative

Kasus negative adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Melakukan analisis kasus negatif berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bilatidak ada lagi data yang berbeda atau yang bertentangan dengan temuan berarti data yang ditemu akan sudah dapat dipercaya.

e. Menggunakan bahan referensi

Bahan referensi yang dimaksud adalah adanya data pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti.

46 BAB IV

TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Umum

1. Letak Geografis MAN 1 Solok

Secara geografis MAN 1 Solok terletak di jalan Guguk Panjang no 35 Koto Baru, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. yang dilihat secara Geografis terletak di Perlintasan daerah-daerah di Sumatera Barat, dengan luas areal 8103 M2. Sekolah ini terletak di Jalan Guguk Panjang karena terletak di perlintasan nagari di Kabupaten Solok sehingga mudah di akses dari segala sisi kondisi ini memudahkan orang tua siswa memonitor anaknya. berikut sekilas tentang MAN 1 Solok:

2. Profil Madrasah

Nama Madrasah : MAN 1 Solok

Berdiri tanggal 1 Agustus 1990 NPSN Madrasah : 10310926

NSS : 131113020001

Luas Tanah : 8103 M2 Akreditasi : akreditasi A

Alamat : Jl. Guguk Panjang no 35 Koto Baru Solok

Kodepos : 27361

Nomor Telpon : 07557707556 Nomor Faks : -

Email : [email protected]

Jenjang : SMA

Status : Negeri

Lintang : -0.8251805679652483 Bujur : 100.66249161958694 Ketinggian : 404

Waktu Belajar : Sekolah Pagi s/d Sore

3. Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah a. Visi Madrasah

”Terwujudnya Madrasah yang Islami, Unggul, dan berwawasan lingkungan”.

b. Misi Madrasah

1) Melaksanakan pendidikan dan pembelajaran yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti

2) Mengoptimalkan penghayatan dan pengamalan nilsi-nilsi agama islam

3) Menumbuhkembangkan sumber daya insani yang cerdas, inovatif, kreatif dibidang IMTAQ dan IPTEK

4) Menciptakan lulusan yang cerdas, trampil dan kompetitif 5) Menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau dan sehat 6) Menumbuhkembangkan sikap peduli terhadap lingkungan c. Tujuan Madrasah

1) Menjadi madrasah tauladan dalam peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT

2) Menjadi madrasah terdepan dalam mengamalkan ajaran islam secara baik dan benar

3) Menjadi madrasah terbaik dalam proses pembelajaran

4) Menjadi madrasah yang terampil dalam kegiatan ekstrakurikuler 5) Menghasilkan lulusan yang mampu bersaing ditingkat nasional

maupum imternasional

6) Menciptakan warga madrasah yang peduli lingkungan 7) Menjadi madrasah adiwiyata mandiri

4. Motto Kerja

“Islami, Unggul, dan berwawasan lingkungan”

5. Struktur Madrasah

Kepala Sekolah sekarang : YULFENTRI, S.Pd,MM

NIP 19570205 199603 1 001

Wakil Kepala Sekolah :

1. Lastriont, ST, M.M,Pd (Wakil Kurikulum) 2. Erman, S.Ag (Wakil Kesiswaan) 3. Dra. Trisnawati (Wakil Sarana Prasarana) 4. Ibenzani, M.Pd (Wakil Humas)

Majelis Guru :

61 orang (Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap) Pegawai :

8 orang (Pegawai Tetap) 1 orang (Pegawai Tidak Tetap)

6. Siswa Tahun Pelajaran 2018/2019

Kelas X : 1. Laki-laki : 74 orang (4 kelas) 2. Perempuan: 186 orang (3 kelas) Kelas XI : 1. Laki-laki : 71 orang (4 kelas) 2. Perempuan: 134 orang (3 kelas) Kelas XII : 1. Laki-laki : 53 orang (6 kelas) 2. Perempuan: 116 orang (4 kelas) Jumlah … : 634 orang (24 kelas)

B. Temuan Khusus

Deskripsi yang berkaitan dengan hasil penelitian ini, disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian melalui wawancara dan pengamatan langsung dilapangan.

Untuk mendeskripsikan strategi humas dalam penerimaan peserta didik baru di MAN 1 Solok Kabupaten Solok, berikut disajikan hasil wawancara dalam penelitian, selain itu peneliti juga akan mendeskripsikan data dari hasil observasi dan dokumentasi.

1. Strategi Humas dalam penerimaan peserta didik baru di MAN 1 Solok Kabupaten Solok

Hubungan Masyarakat (humas) merupakan bentuk kegiatan dan sekaligus suatu proses komunikasi. Proses komunikasi dalam kegiatan humas merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Sebab tanpa adanya komunikasi tidak mungkin akan terjadi interaksi. Pada umumnya humas merupakan suatu alat atau saluran untuk memperlancar jalannya interaksi dan penyebarluasan informasi mengenai publikasi, melalui kerjasama antar pimpinan dengan pegawainya secara internal dan melakukan kerjasama dengan masyarakat ataupun khalayak ramai secara eksternal.

Pada mulanya, tidak banyak strategi yang diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan siswa baru. Tugas humas pada waktu itu lebih cenderung pada menjalin hubungan yang harmonis antar warga intern madrasah dan menjalin hubungan yang harmonis kepada masyarakat umum, sedangkan untuk meningkatkan penerimaan siswa baru belum terdapat strategi khusus. Strategi manajemen humas yang berupaya untuk meningkatkan penerimaan siswa baru pada waktu itu masih sangat sederhana.

Penulis melakukan wawancara dengan Kepala Madrasah Bapak Yulfentri, S.Pd,MM yang menjelaskan Strategi humas dalam penerimaan peserta didik baru di MAN 1 Solok. Adapun hasil wawancara kepala madrasah pada tanggal 04 Januari 2020 tersebut terangkum sebagai berikut:

“Di madrasah ini seluruh kegiatan langsung di liput kemudian di beritakan yang mana tujuan supaya seluruh kegiatan yang berlangsung di MAN 1 Solok tersampaikan. Strategi intern, pertama-tama yaitu dibuatkan yang bertugas di dalam struktur humas yang mana nantinya seluruh kegiatan yang trealisasi itu tercapai tujuan dan targetnya”.(Bapak Yulfentri, S.Pd,MM) Pernyataan di atas di perkuat lagi oleh Waka Humas Man 1 Solok Bapak Ibenzani, M.Pd beliau mengatakan bahwa:

“Strategi Intern yaitu menjalin hubungan baik dengan seluruh warga madrasah dan selalu ikut andil di setiap kegiatan madrasah, Dan mungkin dilibatkan dari OSIM ikut andil dalam penerimaan peserta didik baru, karena kegiatan yang menarik itu kegiatan kesiswaannya.

Melalui media sosial dan online yang selalu di upload kegiatan sekolah, yang mana di share ke web kanwil dan kemenag kabupaten solok, maupun kegiatan itu intra dan ekskul setiap kegiatan itu dibuat berita oleh siswa diberikan ke humas dn kanwil, dan jika kegiatan itu levelnya kabupaten solok bisa kita melalui media massa online dan bisa melalui media massa lokal seperti singgalang dan haluan”.(Bapak Ibenzani, M.Pd) Berdasarkan pendapat dari narasumber di atas dapat diketahui bahwa MAN 1 Solok melakukan Strategi penerimaan di Madarasah hanya dengan menggunakan Strategi intern yaitu MAN 1 Solok menyampaikan informasi dan menjalin hubungan baik di dalam madrasah, seperti mencitakan suasana madrasah yang kondusif melibatkan seluruh warga madrasah untuk ikut andil dalam persiapan dan penerimaan peserta didik baru.

Adapun salah satu keunggulan yang dapat menarik minat masyarakat pada promosi untuk PPDB yang dilakukan madrasah adalah dengan mengadakan ekstrakurikuler yang belum dimiliki oleh sekolah manapun di Kab. Solok pada waktu itu, yaitu storan tahfiz, marching band, pramuka, PMR, PKS.

Berdasarkan jabaran di atas penulis melakukan wawancara dengan kepala madrasah Bapak Yulfentri, S.Pd,MM yang menjelaskan program jangka pendek dan jangka panjang di MAN 1 Solok. Adapun hasil wawancara kepala madrasah pada tanggal 04 Januari 2020 tersebut terangkum sebagai berikut:

“Jangka pendek : memantapkan PBM di madrasah, agar pembelajaran makin kondusif dan efektif.

juga memaksimalkan penerimaan peserta didik yang lebih baik dari sebelumnya, serta melakukan promosi dengan semua media yang ada.

Jangka panjang : menjadikan MAN 1 Solok menjadi madrasah yang terampil dan keagamaan, supaya menjadi madrasah MAK (Madrasah Aliyah

Keagamaan), menambah kuota PPDB, mewujudkan dan meningkatkan lulusan yang terbaik untuk mencapai madrasah adiwiyata dan unggul di Kabupaten Solok bahkan di Nasional”.(Bapak Yulfentri, S.Pd,MM) Pernyataan di atas di perkuat lagi oleh Waka Humas Man 1 Solok Bapak Ibenzani, M.Pd beliau mengatakan bahwa:

“humas disini gunanya untuk memberikan opini kepada masyarakat juga sebagai promosi dan pencintraan bagi madrasah. Salah satu program humas juga yaitu menyusun laporan akhir nantinya sebgai pelaporan kinerja humas selama 1 tahunnya. Tambah point ke 5. membina hubungan dengan media-media massa”.(Bapak Ibenzani, M.Pd)

Pernyataan di atas di perkuat juga oleh salah satu pendidik Man 1 Solok Bapak Fauzi Agus, S.Th.I beliau mengatakan bahwa:

“Guru-guru juga membantu melakukan pengembangan hubungan antara madrasah/sekolah dengan lembaga pemerintahan, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya”.(Bapak Fauzi Agus, S.Th.I)

Berdasarkan pendapat dari narasumber di atas dapat diketahui bahwa MAN 1 Solok dalam program jangka pendek dan jangka panjangnya juga dibantu oleh program-program oleh humas dan para guru agar tujuan dari kepala sekolah untuk mewujudkan PBM yang efektif dan mencptakan madrasah yang terampil dan keagamaan tercapai kedepannya.

Strategi lainnya dari MAN 1 Solok ialah selalu melakukan terobosan terbaru dari tahun ke tahunnya dapat penulis ketahui dari wawancara dengan kepala madrasah Bapak Yulfentri, S.Pd,MM yang menjelaskan terobosan terbaru tiap tahunnya di MAN 1Solok. Adapun hasil wawancara kepala madrasah pada tanggal 04 Januari 2020 tersebut terangkum sebagai berikut:

“Terobosan terbaru dari madrasah ialah menciptakan lulusan terbaik pertahunnya yang mana para siswa hafiz qur’an. Dari promosi ini di spanduk dibuat semacam promosi jalur khusus mendaftar yaitu hafal al-quran 5 juz gratis SPP sampai tamat dan itu nanti akan lebih ditingkatkan bahkan selama disekolah nanti meraka di beri mata pelajaran tahfiz dan dstorkan nantinya

sebagai syarat tamat dari MAN 1 Solok tersebut”.(Bapak Yulfentri, S.Pd,MM)

Berdasarkan wawancara dengan kepala madrasah diatas dapat diketahui bahwa MAN 1 Solok memiliki terobosan terbaru dari tahun ke tahunnya untuk dapat mewujudkan lulusan terbaik dari madrasah, yaitu meningkatkan lulusan terbaik tahfiz qur’an dari itu Madrasah membuka jalur tahfiz untuk menarik siswa-siswi tahfiz agar bersekolah di MAN 1 Solok untuk di asramakan siswi nantinya dan supaya mereka terfokus dengan program tahfizh di MAN 1 Solok tersebut.

Strategi yang sederhana ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Kepala Madrasah

Kepala madrasah memegang peranan penting dalam menentukan perkembangan madrasah. Semua program dari madrasah sangat bergantung pada kebijakan yang ditetapkan kepala madrasah. Berbagai strategi humas yang dilancarkan MAN 1 Solok sekarang muncul setelah terjadi pergantian kepala madrasah yang menjabat dari tahun 2017 – sekarang, yaitu Bapak Yulfentri, S.Pd,MM.

Sebelum itu, Bapak Drs. H. Syamsul Bahri. selaku kepala MAN 1 Solok lebih bersikap sederhana dalam penerapan strategi manajemen humas, beliau hanya menerapkan strategi humas secara tradisi dari sebelum-sebelumnya dalam meningkatkan penerimaan siswa baru. Hal ini karena kepala madrasah melihat kondisi yang ada pada saat itu tidak terlalu membutuhkan berbagai strategi untuk menarik minat masyarakat agar mendaftarkan putra-putrinya ke madrasah tersebut, karena kondisi pada waktu itu belum terdapat persaingan yang ketat dari sekolah-sekolah sederajat dalam perekrutan calon siswa baru, MAN 1 Solok telah mendapat kerja sama yang bagus dari Mts dan SMP sekitar serta mengingat MAN adalah sekolah yang sudah berumur, sehingga memungkinkan madrasah ini sudah dikenal oleh masyarakat.

Oleh karena itu, maka tugas humas yang lebih penting adalah menjalin hubungan yang erat dan harmonis dengan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar (baik orang tua siswa, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan lain maupun pejabat pemerintahan).

b. Persaingan dengan Sekolah Lain

Faktor lain yang menyebabkan pihak Madrasah kurang begitu gencar melancarkan promosinya adalah belum terjadi persaingan yang ketat dari sekolah-sekolah lainnya. Persaingan yang dimaksud adalah masih sedikit sekolah umum yang dianggap bermutu dan unggul, belum ada sekolah sederajat yang mendapat predikat adiwiyata tingkat Nasional dan percontohan, apalagi MAN 1 Solok juga memilki keunggulan lainnya dari program tahfiz dan beasiswa tahfiznya yang belum dimiliki oleh sekolah-sekolah lainnya, sehingga tanpa promosi berlebih pun keinginan masyarakat memilih MAN 1 Solok masih tinggi.

c. Keberadaan MAN 1 Solok

MAN 1 Solok merupakan sekolah yang sudah berumur, berdiri sejak tahun 1990 dan berubah nama menjadi MAN 1 Solok pada tahun 2017 menjadikan madrasah ini kemungkinan besar sudah dikenal oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, kepala madrasah berpendapat bahwa dengan promosi yang sederhana pun MAN sudah diketahui keberadaannya oleh masyarakat.

Strategi humas dalam MAN 1 Solok dengan menerapkan strategi publik intern (warga madrasah sendiri) dan strategi humas dengan publik ekstern (masyarakat luas):

a. Strategi manajemen humas dengan publik intern (warga madrasah) Dalam menjalin hubungan dengan sesama publik internal, MAN 1 Solok menyusun program untuk meningkatkan hubungan yang harmonis antara kepala madrasah, guru, pegawai dan karyawan MAN 1 Solok.

Strategi intern dari MAN 1 Solok ialah selalu melakukan komunikasi dengan warga madrasah dapat penulis ketahui dari wawancara dengan Waka Humas Bapak Ibenzani, M.Pd. yang menjelaskan strategi intern di MAN 1 Solok. Adapun hasil wawancara Waka Humas pada tanggal 04 Januari 2020 tersebut terangkum sebagai berikut:

“Strategi Intern yaitu menjalin hubungan baik dengan seluruh warga madrasah dan selalu ikut andil di setiap kegiatan madrasah. Strategi manajemen humas dengan publik intern ini dilakukan dengan kegiatan melibatkan OSIM ikut andil dalam penerimaan peserta didik baru, karena kegiatan yang menarik itu kegiatan kesiswaannya”.(Bapak Ibenzani, M.Pd)

Pernyataan di atas di perkuat oleh salah satu pendidik Man 1 Solok Bapak Fauzi Agus, S.Th.I beliau mengatakan bahwa:

“Strategi intern yang dilakukan madrasah yaitu setiap ada kegiatan dari para siswa nanti akan dipromosikan seperti para siswa yang berprestasi akan di promosikan seperti foto-foto mereka akan dipajang di dinding madrasah, supaya memotivasi teman-teman yang lain dan dia juga akan memotivasi tetangga-tetangganya dan orang yang melihat sekolah”.(Bapak Fauzi agus, S.Th.I)

Pernyataan di atas di perkuat lagi oleh kepala Man 1 Solok Bapak Yulfentri, S.Pd,MM beliau mengatakan bahwa:

“Strategi intern, pertama-tama di madrasah ini seluruh kegiatan langsung di liput kemudian di beritakan yang

“Strategi intern, pertama-tama di madrasah ini seluruh kegiatan langsung di liput kemudian di beritakan yang