Sanksi Hukum Perdata
E. Latihan/Kasus/tugas
Peserta diklat dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok akan mendapatkan pokok kajian atau pembahasan yang berbeda-beda dari materi analisis sanksi Hukum dalam perwujudan kedamaian dan keadilan:
1. Kelompok pertama diberikan tugas untuk mengkaji dan menganalisis sanksi hukum pidana yang berlaku di Indonesia
a. Penerapan sanksi hukum pidana di Indonesia b. Efektifitas hukum pidana di Indonesia
c. Penyimpangan hukum pidana di Indonesia
d. Harapan terhadap penerapan hukum pidana di Indonesia
e. Contoh (pengalaman, pengetahuan, cerita) tentang kasus hukum pidana (masing-masing anggota kelompok 1 kasus)
2. Kelompok kedua di berikan tugas untuk mengkaji dan menganalisis sanksi hukum perdata yang berlaku di Indonesia
a. Penerapan sanksi hukum perdata di Indonesia b. Efektifitas hukum perdata di Indonesia
153 c. Penyimpangan hukum perdata di Indonesia
d. Harapan terhadap penerapan hukum perdata di Indonesia
e. Contoh (pengalaman, pengetahuan, cerita) tentang kasus hukum perdata (masing-masing anggota kelompok 1 kasus)
Setelah kelompok menyelesaikan diskusi pada kelompok nya masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan di kelompoknya dan meminta tanggapan pertanyaan serta saran yang di berikan oleh kelompok lainnya
F. Rangkuman
1. Mengenai hukuman apa yang dapat dijatuhkan terhadap seseorang yang telah bersalah melanggar ketentuan-ketentuan dalam undang-undang hukum pidana, dalam Pasal 10 KUHP ditentukan macam-macam hukuman yang dapat dijatuhkan, yaitu sebagai berikut:
Hukuman-Hukuman Pokok
1) Hukuman mati. Tentang hukuman mati ini terdapat negara-negara yang telah menghapuskan bentuknya hukuman ini, seperti Belanda, tetapi di Indonesia sendiri hukuman mati ini kadang masih diberlakukan untuk beberapa hukuman walaupun masih banyaknya pro-kontra terhadap hukuman ini.
2) Hukuman penjara. Hukuman penjara sendiri dibedakan ke dalam hukuman penjara seumur hidup dan penjara sementara. Hukuman penjara sementara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun. Terpidana wajib tinggal dalam penjara selama masa hukuman dan wajib melakukan pekerjaan yang ada di dalam maupun di luar penjara dan terpidana tidak mempunyai Hak Vistol
3) Hukuman kurungan. Hukuman ini kondisinya tidak seberat hukuman penjara dan dijatuhkan karena kejahatan-kejahatan ringan atau pelanggaran Biasanya terhukum dapat memilih antara hukuman kurungan atau hukuman denda. Bedanya hukuman kurungan dengan hukuman penjara adalah pada hukuman kurungan terpidana tidak dapat ditahan di luar tempat daerah tinggalnya kalau ia tidak mau sedangkan pada hukuman penjara dapat dipenjarakan di mana saja, pekerjaan paksa yang dibebankan kepada terpidana penjara lebih berat
dibandingkan dengan pekerjaan yang harus dilakukan oleh terpidana kurungan dan terpidana kurungan mempunyai Hak Vistol (hak untuk memperbaiki nasib) sedangkan pada hukuman penjara tidak demikian. 4) Hukuman denda. Dalam hal ini terpidana boleh memilih sendiri antara
denda dengan kurungan.Maksimum kurungan pengganti denda adalah 6 Bulan.
5) Hukuman tutupan. Hukuman ini dijatuhkan berdasarkan alasan-alasan politik terhadap orang-orang yang telah melakukan kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara oleh KUHP.
Hukuman Tambahan Hukuman tambahan tidak dapat dijatuhkan secara tersendiri melainkan harus disertakan pada hukuman pokok, hukuman tambahan tersebut antara lain:
1) Pencabutan hak-hak tertentu. 2) Penyitaan barang-barang tertentu. 3) Pengumuman keputusan hakim.
2. Hukum Perdata mengatur hubungan hukum antara orang satu dengan orang lain dengan menitikberatkan pada kepentingan perorangan. Pelanggaran terhadap aturan hukum perdata baru dapat diambil tindakan oleh pengadilan setelah ada pengaduan oleh pihak berkepentingan yang merasa dirugikan (disebut: penggugat) Pelanggaran terhadap hukum perdata diambil diambil tindakan oleh pengadilan setelah adanya pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan. Pihak yang mengadu tersebut menjadi penggugat dalam perkara tersebut
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Dari proses pembelajaran serta skema pembelajaran yang sudah di sekemakan dalam Modul ini, anda harus melihat serta mencocokkan apakah kopetensi pencapaian anda sudah maksimal, dilihat dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam modul ini dengan jawaban yang seharusnya anda jawab, diskusikan dengan instruktur anda apakah jawaban anda sudah sesuai dengan kopetensi yang diharaakan oleh instruktur dalam modul ini, setelah kopetensi anda sudah dirasakan cukup, maka anda boleh melanjutkan kepada tahap pembahasan modul selanjutnya.
155 H. Kunci Jawaban
Pidana
1. Penerapan sanksi hukum pidana di Indonesia dirasakan masih kurang maksimal dikarenakan system hukum yang berlaku masih terpengaruh dengan lamahnya Sub system sehingga kelemahan dari Sub Sistem hukum yang lemah akhirnya mempengaruhi hasil dari system hukm pidana yang seharusnya dapaat berjalan dengan maksimal, seperti halnya jika kepolisian, kejaksaan, kehakiman yang seharusnya berjalan dengan baik, jika salah atu kurang baik maka akan mempengaruhi hasil akhir dari putusan.
2. Efektifitas dari hukum pidana di Indonesia cukup baik, walaupun masih ada saja kekurangan disana sini, sanksi hukum pidana yang masih meberlakuka hukuman mati paling tidak memberi efek jera bagi pelaku tindak pidana berat. 3. Penyimpangan hukum pidana di Indonesia masih saja ada seperti jual beli pasal untuk meringankan hukuman, seperti pasal pengedar narkoba jika di simpangkan oleh oknum penegak hukum maka pasal tersebut akan hilang dan diganti dengan pasal pemakai narkoba yang ancaman hukumannya jauh berbeda.
4. Harapan pada hukum pidana adalah agar hukum pidana di Indonesia bisa berjalan dengan baik dan tidak ada lagi makelar kasus yang bisa mempermainkan hukum di Indonesia.
5. Pembunuhan, perampokan, pencurian, penggelapan
Perdata
1. Penerapan sanksi dari hukum perdata di Indonesia masih cukup berbelit-belit karena mengingat waktu persidangan dari hukum perdata yang bisa memakan waktu yang cukup lama dan panjang, proses persidangan yang panjang ini tidak jarang akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan antara penggugat maupun tergugat karena tidak secepatnya ada putusan pasti.
2. Sudah cukup efektif dari segi putusan tetapi kalo dari segi lama waktu hukum perdata masih kurang efektif dan efisien dalam penangannya. 3. Penyimpangan dari hukumperdata seperti seringya menghadirkan
perdata yang berbeda dengan hukum pidana yang dirasakan lebih sakral karena menghadirkan Negara didalam permasalahan pidana, sedangkan perdata hanya meghadirkan orang yang berkepantingan yaitu penggugat dan tergugat tanpa ada campur tangan dari Negara didalamnya.
4. Proses peradilan yang efektif dan efisien serta peradilan yang terbuka untuk semuanya sehingga bisa menjadi pelajran bagi banyak pihak. 5. Perceraian no muslim, pengingkaran janji, perbuatan melawan
hukum, waris, sengketa tanah.
Penutup
Penyajian modul yang berjudul analisis sanksi hukum yang berlaku dalam perwujudan kedamaian dan keadilan diharapkan dapat dipelajari, dibahas dan dicoba lakukan model pembelajaran dalam modul ini. Diharapkan peserta diklat PKB akan mendapatkan manfaat dari modul singkat ini dan menemukan sesuatu yang baru tentang bagaimana cara menganalisis sanksi hukum yang berlaku dalam perwujudan kedamaian dan keadilan. Buku teks dalam modul ini membahas dan mencoba membuat peserta diklat lebih memahami serta menguasai tentang pokok bahasan analisis sanksi hukum yang berlaku dalam perwujudan kedamaian dan keadilan.
Kami menyadari dengan sepenuhnya bahwa modul ini masih jauh dari sempurna dan terdapat banyak kekurangan/kelemahan. Oleh karenanya, dengan rendah hati kami mengharapkan adanya kritikan dan masukan yang produktif dari semua pihak, guna penyempurnaan lebih lanjut.
Evaluasi
Setiap peserta diklat diharuskan dan diwajibkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
1. Bagaimana pendapat saudara tentang penegakan hukum pidana dan perdata yang telah dilakukan di Indonesia saat ini?
2. Menurut saudara bagaimana cara untuk mengatasi penyimpangan penerapan hukum baik hukum pidana maupun hukum perdata di Indonesia?
157 3. Dimana letak kesalahan penerapan hukum baik hukum pidana maupun hukum perdata di Indonesia saat ini, sehingga dirasakan penerapan yang masih belum maksimal?
Glosarium
Analisis menguraikan suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan
Keadilan substantive
Keadilan yang diberikan sesuai dengan aturan-aturan hukum substantif, dengan tanpa melihat kesalahan-kesalahan procedural yang tidak berpengaruh pada hak-hak substantif Penggugat. Hukum perdata suatu peraturan yang mengatur tentang hal-hal yang
sangat ecensial bagi kebebasan individu, seperti orang dan keluarganya, hak milik dan perikatan. Sedangkan hukum public memberikan jaminan yang minimal bagi kehidupan pribadi.
Hukum pidana hukum yang mengatur pelanggaran terhadap undang-undang, pelanggaran dan kejahatan terhadap kepentingan umum dan barang siapa yang melakukan perbuatan yang dilarang dalam hukum pidana akan diancam dengan sanksi pidana tertentu.
Saksi Palsu orang yang memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa, tetapi kesaksian dari saksi tersebut dibuat-buat atau tidak sebenarnya, atau saksi tersebut tidak mengetahui hal sebenarnya dari fakta kejadian
Daluarsa suatu sarana hukum untuk memperoleh sesuatu atau suatu alasan untuk dibebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya waktu tertentu dan
dengan terpenuhinya syarat-syarat yang ditentukan dalam undang-undang
Penggugat orang yang mengajukan tuntutan melalui pengadilan karena ada haknya yang diambil orang lain atau krena adanya permasalahan dengan pihak lain, yang dianggap merugikan dirinya
Tergugat orang yang dituntut mengembalikan keadilan berkaitan dengan hak-hak orang lain, atau dituntut untuk mempertanggungjawabkan kesalahan atas dakwaan pihak lain di pengadilan. Tergugat sering disebut juga dengan terdakwa, atau tertuduh
Hukum Perikatan suatu hubungan hukum dalam lapangan harta kekayaan antara dua orang atau lebih di mana pihak yang satu berhak atas sesuatu dan pihak lain berkewajiban atas sesuatu
Sumber Hukum hukum yang bersifat oprasional artinya yang berhubungan langsung dengan penerapan hukum Hukum Pokok pidana yg dapat dijatuhkan tersendiri oleh hakim,
mengenai permasalahan pidana mati, pidana penjara, pidana kurungan, dan pidana denda.
159 Daftar Pustaka
Andi Hamza, 1996, menguak tabir hukum (suatu kajian sosioligis dan filosofis), candra pratama, jakarta.
Arief, Bardan Nawawi, 1998, beberapa aspek kbijakan dan penegakan pengembangan hukm pidana, PT Citra Aditya Bakti, Bandung
Al.Wisnubroto, Praktek Paradilan Pidana. Proses Persidangan Perkara Pidana, penerbit PT Galaxy Pustaka Nusa, Bekasi.
Neltje F. Katuuk, 1994, Diktat Kuliah Aspek Hukum dalam Bisnis, Universitas Gunadarma, Jakarta.
Titik Triwulan Tutik, 2006. Pengantar ilmu Hukum. Yang Menerbitkan PT Prestasi Pustakaraya : Jakarta.
Peter Mahmud Marzuki , ―Pengantar Ilmu Hukum‖, Kencana Pranada Media Group, Jakarta.