Urutkanlah kata-kata di bawah ini menjadi kalimat yang baik sesuai arti di bawah ini:
1. “Frankly, I want to appear modern.”
Terus terang,—ingin—saya—kelihatan—modern. 2. “The doctor seemed to be confused.”
Dokter—itu—kelihatan—bingung. 3. “I don’t want to look like a hillbilly.”
Saya—kelihatan—mau—tidak—kampungan. 4. “It seems the doctor now understood.”
Latihan 6—Teka Teki Silang (TTS)
Mendatar:
2. flat (of nose) 4. to have a nose 7. to understand 8. to colonise 9. progress 11. a value, norms 15. in accord (with) 16. an impression 17. a decision 18. a dance 19. to conduct an interview Menurun: 1. indeed 3. to look, to appear to be 5. pointed (of nose) 6. to believe, to be convinced 7. to decide 8. to repair, to improve 10. a literary critic 12. to own, to have 13. culture, civilisation 14. a move
Hidung Ⅱ
Aims
• To expand your vocabulary of words to do with personal appearance and personal problems by reading a short story.
• The circumfix ke-...-an
Vocabulary Review
Here are some of the frequent words used in this lesson that have appeared in previous les- sons. Make sure that you remember their meanings.
aneh strange mencium to kiss
bandar udara airport mengalami to experience
berani to dare to do sth memanggil to call out someone
berguna useful pas to fit, fitted
bersyukur to thank God penumpang passenger
diisi to be filled in percaya diri self-confidence
ditandatangani to be signed puas satisfied content
diterima to be accepted sama sekali tidak not at all
dunia world sedih sad
hasil result, outcome singgah to make short visit
kaca glass terkejut startled, surprised
kagum amazed tetap still
kesan an impression ternyata apparently
langsung direct, directly yakin to be convinced
masalah a problem
HIDUNG Ⅱ
oleh Putu Wijaya
okter lalu memberikan formulir yang harus diisi dengan hati-hati dan kemudian di- tandatangani. Nani langsung mengambilnya dan menandatanganinya. Sesudah itu dokter langsung melakukan operasi, hidung Nani diperbaiki.
D
Selesai operasi Nani tidak langsung pulang. Ia mencoba hidungnya di Eropa. Kesan-ke- san yang diterimanya positif. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa hidungnya itu baru. Ia diterima dengan baik. Dan anehnya, bahasa Inggris dan Prancisnya menjadi lebih lancar. Seolah-olah bahasa itu memang untuk orang yang memiliki hidung mancung. Yah, hi- dungnya yang baru itu ternyata pas, tidak hanya lebih modern tetapi juga lebih berguna.
“Katanya, banyak orang, sesudah operasi hidung, mengalami masalah psikologis,” kata Nani kepada temannya di Jakarta melalui telepon. “Ada juga yang menjadi sedih dan takut karena secara psikologis tidak kuat memiliki hidung mancung.” Ternyata Nani tidak per- nah mengalaminya. Tidak ada yang bertanya-tanya. Semua pria memandang Nani waktu berjalan-jalan di Champs Elysees. Waktu Nani singgah di konsulat Indonesia, pegawai me- mandang Nani dengan kagum. Buat Nani, ini menunjukkan bahwa operasi itu sudah dila- kukan dengan baik. Nani puas dan siap kembali ke Jakarta.
Nani lalu menelepon dokternya dan mengucapkan terima kasih banyak. Ia mengatakan, mungkin sesudah suksesnya itu, akan banyak datang orang-orang dari Jakarta untuk mem- perbaiki hidungnya. Dokter hanya tertawa di telepon. Ia senang karena pasiennya puas de- ngan hasil pekerjaannya.
Lalu Nani kembali ke Indonesia. Sekarang dia yakin, tidak akan ada lagi yang bertanya “kamu dari desa, ya?” Dengan hidung baru itu, ia akan diterima sebagai orang modern. Ia yakin, bisnisnya akan maju, karena Nani sudah lebih percaya diri. Dengan hidungnya yang baru, pintu ke dunia film Indonesia juga akan terbuka untuknya.
Sepanjang perjalanan, Nani tersenyum-senyum senang. Banyak orang diam-diam meli- hat kepadanya di pesawat terbang. Para pramugari juga tersenyum manis dan lama-lama memandangnya. Nani senang sekali. Dalam hati ia bersyukur ia sudah berani mengambil keputusan yang benar.
“Banyak orang yang tidak berani melakukan perubahan pada wajahnya,” pikir Nani da- lam hatinya, “karena mereka merasa segala sesuatu itu diberikan oleh Tuhan. Tapi bagai- mana kalau kita mengubah muka kita sehingga kelihatan lebih baik? Ini tidak berbeda de- ngan kosmetika biasa. Kalau kita berani menerima kosmetika, mengapa tidak berani mene- rima operasi? Ini hanya masalah kreativitas.”
Penumpang yang duduk di dekatnya seorang laki-laki setengah umur yang suka berkeli- ling dunia. Nani dan laki-laki itu bercakap-cakap. Dengan lancar Nani memberikan infor- masi pada orang itu dalam bahasa Inggris. Dulu ia tidak bisa berbicara lancar seperti itu. Hidungnya yang baru benar-benar membuat dia lebih berani dan lebih pandai.
“Maaf, boleh saya bertanya?” kata turis itu agak malu sebelum dia turun di Bangkok. “Apa?”
Merah sekali muka Nani. Lalu, dengan romantis orang tua itu mencium tangan Nani. Semua orang memandang mereka. Nani malu tetapi bangga sekali. Sesudah itu, perjalanan dari Bangkok ke Jakarta seperti mimpi saja.
Tetapi kemudian, sesudah sampai di bandar udara Soekarno-Hatta, Nani mulai menjadi bingung. Teman-teman yang menjemputnya sama sekali tidak mengenalnya lagi. Nani me- nunjuk-nunjuk dari belakang kaca, tetapi mereka seolah-olah tidak melihat dia. Mereka si- buk mencari-cari Nani, dan berjalan di depannya, tetapi tetap tidak mengenalnya. Sesudah Nani memanggilnya, mereka terkejut. Mereka melihat Nani dengan mata terbuka lebar. Dan khususnya hidung Nani yang baru itu yang mereka lihat.
Now it's time to check your understanding of this story by doing Latihan 2–4. Always consult a good dictionary or the vocabulary cards whenever you encounter any difficult words.