Layanan peta merupakan layanan yang berada di lantai 2 blok B. Disini juga disediakan layanan berupa peta pariwisata, peta berdasarkan kegunaanya, misalnya peta kontur, peta curah
hujan, penyebaran minyak bumi, peta disini juga ada yang sudah berumur lebih dari 200 tahun. Klasisikasi peta berdasarkan kode yang telah ditentukan, misalnya kode JAW untuk semua peta tentang pulau Jawa.
Kegiatan yang kami lakukan berupa mendengarkan pengarahan dari pembimbing kami, praktek penelusuran peta di rak yang bertingkat seperti di layanan microfilm. Lalu kami juga ditugaskan membuat katalog peta : kecamatan yang ada di jakarta yang diterbitkan oleh kementerian pertanahan, pemerintah provinsi DKI Jakarta.
BAB 1V
Kesimpulan dan Saran
Alhamdulillah, Praktek kerja lapangan/magang yang telah berlangsung selama 3 minggu ini sudah kami jalani dengan baik. ada beberapa hal kami ketahui secara teori namun dalam hal prakteknya sedikit berbeda sehingga perbedaan tersebut menambah wawasan kami dan menjadi perbandingan dengan teori yang kami diteima di bangku perkuliahan.
Kamipun memperoleh ilmu baru yang hanya bisa kami dapatkan di Perpusnas yaitu bagian deposit yang melaksanakan UU No.4 tahun 1999 mengatur serah simpan karya cetak dan karya rekam. Secara umum pengolahan pada bagian ini tidak berbeda dengan pengolahan untuk koleksi yang dilayankan, hanya saja koleksi-koleksi yang termasuk deposit ini tidak untuk dilayankan melainkan hanya untuk disimpan sekaligus sebagai simpanan bagi penerbit bila suatu saat kehilangan atau terjadi bencana. Selain hal tersebut, hal baru lain yang kami dapatkan disini yaitu tentang preservasi dan konservasi bahan pustaka yang sebelumnya hanya kami dapatkan secara teori saja di kampus atau hanya sekedar melakukan penjahitan pada buku namun disini kami diberi kesempatan untuk melakukan praktek secara langsung tentang proses bleaching atau membersihkan koleksi berupa peta dari noda yang membuat kusam. Selain proses bleaching kami juga mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih dalam tentang proses-proses alih media serta peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses alih media. Ditambah lagi, disini kami dapat mengetahui koleksi alih media dalam bentuk microfilm, microfis serta alat pembaca koleksi microfilm yang selama ini hanya sekedar kami dengar melalui proses perkuliahan.
Pada praktek kerja lapangan ini kami di perkenalkan dengan E-resource yang merupakan sumber daya informasi elektronik yang dapat diakses gratis oleh anggota Perpusnas dan diperkenalkan sistem otomasi dari Perpusnas yang terbaru yaitu INLIS (Integrated Library System) yang dibuat sendiri oleh vendor Perpusnas.
Berdasarkan hasil dari praktik kerja yang telah kami lakukan di Perpustakaan Nasional, maka kami dapt menarik beberapa kesimpulan diantaranya yaitu:
1. Perpustakaan sudah memiliki koleksi bahan pustaka yang banyak namun dinilai masih kurang relevan dengan kebutuhan pengguna karena gedung berisi koleksi yang biasa melayani layanan terbuka yang berada di jalan Merdeka Selatan masih dalam tahap renovasi.
2. Kurangnya perhatian dari lembaga pemerintah akan keberadaan perpustakaan ini.
3. Perpustakaan masih kekurangan tenaga/pustakawan yang ahli dalam bidangnya, sehingga fungsi Perpustakaan tidak dapat berjalan dengan baik
4. Masih rendahnya minat kunjng pemustaka karena kurangnya promosi dan minat baca masyarkat masih agak rendah
Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menerima, membimbing dan membantu kami selama kami magang disini, kritik dan saran kami lampirkan dihalaman berikutnya, semoga dapat bermanfaat dalam memajukan perpustakaan nasioanl RI menjadi lebih baik lagi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
Kritik dan Saran
1. Pengarahan yang diberikan hampir semuanya berisikan teori , hampir sama seperti perkuliahan di kampus, hanya saja lebih mudah dipahami dan dimengerti karena langsung terjun ke lapangan dan praktek serta bersama-sama memecahkan kasus. Sebaiknya materi yang akan diberikan dibuat dalam bentuk PPT, agar materi yang diberikan dapat dipahami secara jelas, dan bisa menjadi ilmu baru bagi kami. Sehingga kami bisa sharign ilmu bersama teman-teman di kampus.
2. Masih ada pustakawan-pustakwan di beberapa bagian berwajah masam dan tidak respect kepada kami yang magang, mungkin karena lelah menyelesaikan tugas yang diemban. Namun lebih banyak pustakawan yang antusias menyambut kami dan membimbing kami.
3. Ruangan di bagian subdirektorat deposit kurang fasilitas utuk menyimpan koleksi yang berdatangan, sehingga bertumpuk di ruangan masuk, yang mengakibatkan kekeliruan pemisahan tanggal dan kurang enek dilihat. Sebaiknya disediakan rak atau almari agar tertata dengan baik
4. Ada beberapa bagian layanan, misalnya Pusbangkol yang langsung membimbing kami untuk praktek, namun tidak menjelaskan makna atau maksud dari kode-kode yang ada, sehingga terkadang kami keliru dan kurang paham, sebaiknya sambil praktek, kami dijelaskan maksud dari kode-kode tersebut, misalnya kode untuk majalah terjilid yang berbeda dengan no panggil DDC ,
5. Untuk pusteling, kalo bisa mobilnya lebih luas lagi, agar user lebih banyak terlayani , sediakan majalah atau surat kabar untuk user yang mengantri, setidaknya mereka mendapatkan informasi baru, meski harus membaca koleksi tercetak, sediakan video pendek yang menarik tentang profil perpusnas dan ajakan untuk gemar membaca, juga sediakan e-book atau artikel , cerita pendek elektronik yang bisa diakses user , yang bersifat khusus, misalnya khusus ibu-ibu, khusus anak-anak, agar saaat pemustaka bingung untuk menelususr apa, atau mencari informasi apa, mereka bisa terhibur dengan koleksi yang disediakan, harus ada sistem block untuk memblok situs-situs atau iklan yang berbabu pornografi atau SARA,
6. Ruangan bagian akusisi hampir semuanya berantakan, mungkin karena selalu berhadapan dengan koleski yang banyak, sebagai pustakawan, sebaiknya menerapkan ilmu yang didapat, misalnya mengklasif dokumen atau file milik pribadi di meja atau di bawah meja dengan baik,agar terlihat rapi, dan juga dibuthkan box atau rak lebih besar untuk menempatkan koleksi yanga akan diakuisis
7. Baliho perpusnas tidak terlihat di jalan Salemba yang sebesar itu, sebaiknya dibuatkan baliho yang mudah terlihat oleh orang-orang yang melintasi , agar banyak masyarakat mengetahui keberadan daan segala aspek tentang perpusnas
8. Pada bagian layanan keanggotaan, banyak pemustaka yang tidak paham dengan alur dan tatacara menjadi anggota dan manfaatnya, sebaiknya dibagian ini dibuat display tatacara menjadi anggota, dan diletakaan didekat meja informasi dan dekat komputer, serta dalam display juga dijelaskan letak-letak koleksi dan diarahkan kemana , menggunakan peta layanan Perpusnas, untuk promosi, tambahkan koleksi terbaru dan terpopuler bulan ini,
9. Pada bagian layanan OPAC, banyak pemustaka yang tidak paham dengan alur dan tatacara menggunakan dan manfaatnya, sebaiknya dibagian ini dibuat display tatacara penelusuran, dan diletakaan didekat meja informasi dan dekat komputer, serta dalam display juga dijelaskan letak-letak koleksi dan diarahkan kemana , menggunakan peta layanan Perpusnas. Jumlah Buku tamu di komputer harus ditambah karena sering antri, agar mudah dibaca dan dipahami, buat display contoh akses OPAC dan manual yang mudah terlihat. OPAC juga sering tidak terhubung karena masalah jaringan, banyak komputer yang eror dan tidak bisa dipakai.
10. Ada beberapa pustakawan yang semuanya laki-laki, sering nongkrong di kantin dekat masjid, padahal masih dalam jam kerja, sebaiknya ada penertiban untuk mereka, karena mereka lalai dengan tugasnya dan mungkin bisa menimbulkan pandangan yang buruk dari pemustaka yang datang dan melihat mereka.
11. Meja informasi kurang bermanfaat jika berada dipojokan, sebaiknya meja informasi berada di dekat pintu masuk atau yang terlihat langsung saat pemustaka masuk, karena banyak pemustaka yang bingung dengan layanan dan gedung yang sebesar ini.
12. Perlu keramahan dari pustakawan agar pemustaka merasa nyaman , dengan menerapkn 5S, Salam, sapa, senyum, sopan dan santun perlu ditingkatkan
13. Pada bagian layanan katalog online atau OPAC perlu adanya perbaikan terhadap komputer-komputer karena menghambat pemustaka dalam pencarian
14. Pekerjaan pustakawan agar tidak dipindah tangankan ke orang yang tidak tahu ilmunya agar hasil kerja tidak mengecewakan.
15. Jabatan yang tinggi memang bagus, tetapi harus tetap menjaga sopan santun pada orang yang umurnya lebih tua.
16. Menurut kami, pelayanan yang ada di Perpustakaan Nasional secara keseluruhan sudah baik, namun pustakawan di beberapa layanan masih terkesan kaku dan kurang ramah/ kurang senyum dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pemustaka.Saran untuk pustakawan, sebaiknya tidak hanya meningkatkan pelayanan secara teknis saja namun juga meningkatkan pelayanan dalam bentuk sikap yang lebih ramah shingga dapat tercipta suasana yang lebih nyaman.
17. Untuk bagian layanan monograf ilmu terapan, ada sedikit kekecewaan, karena kurangnya keterbukaan dalam hal kesempatan untuk melaksanakan kegiatan lain dalam rangka mencari pengalaman lain, dan lengah terhadap kebutuhan pemustaka.
18. Untuk dibagian layanan-layanan umum dan khusus petugasnya sudah ramah sekali, komunikatif, siap sedia ketika pemustaka membutuhkan bantuan. Lalu untuk sistem pendaftaran anggota perpusnas dapat secara online sehingga mempermudah dan pemustaka tidak perlu antri. Namun yang disayangkan ketika pemustaka baru yang akan membuat kartu perpustakaan nasional masih banyak yang bingung bagaimana prosedur atau alur pembuatannya,
19. Selain itu untuk bimbingan pemustaka dapat memberitahukan dan mempromosikan kepada pemustaka kapan dan jam berapa dilaksanakan, dapat juga di share di website perpustakaan.
20. Untuk Website Perpusnas perlu di kembangkan lagi menjadi menarik dan terstruktur dalam 1 dashboard, misalnya web kelembagaan daan web keanggotaan terintegrasi, sehingga informasi akan banyak diperoleh oleh pengunjung web
21. Untuk koleksi yang sudah langka sebaiknya proses alih medianya di percepat, karena jika ada kesalahan dalam mengambil koleksi seperti terjatuh , maka koleksi akan cepat rusak.
22. Koleksi yang berharga seperti naskah dan buku kuno jangan diletakan menumpuk di bagian lain, karena akan membuat koleksi susah dicari dan cepat rusak.
23. Sediakan rak yang memadai untuk koleksi langka serta ruangannya di perluas lagi. 24. Rak untuk koleksi yang ada , terutama koleksi ilmu sosial dan terapan masih sederhana,
dan jumlahnya kurang.
25. Sebaiknya perpustakaan Nasional sebagai pusat referensi bagi peneliti membuat daftar judul hasil penelitian yang telah dibuat peneliti yang datang ke perpusnas dan menggunakan koleksi yang tersedia , terutama peneliti luar negeri untuk dijadikan koleksi deposit Perpusnas.
26. Ruangan sudah tertata dengan rapi, AC juga sudah optimal, hanya masih kurang penghijauan.
27. Sebaiknya Perpustakaan Nasional juga beriklan di stasiun Televisi, setidaknya stasiun milik pemerintah seperti TVRI.
28. Di kursi tunggu seperti layanan keanggotaan, sediakan Televisi untuk menghibur pengunjung yang sedang antri atau hanya sekedar menumpang duduk, atau sekali-kali tampilkan dokumentasi dan promosi tentang Perpustakaan Nasional.
lampiran . Tugas Dari Bagian Automasi : Analisis Kebutuhan User
ANALISIS KEBUTUHAN USER DALAM PENGGUNAAN OPAC DI PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
OLEH : Fatmawati
Elisa Cintia Lestari Galih Mahendra Sukma
Refina Putri
Wahyuningtyas AWT BayuWinasis
JURUSAN S1 ILMU PERPUSTAKAAN UNDIP 06 FEBRUARI 2015
Kesimpulan hasil wawancaranya adalah sebagai berikut : DARI SEGI :
1. KENYAMAN : area OPAC lumayan nyaman, namun ruanganya harus lebih luas lagi, dan stand OPAC nya jangan terlalu tinggi,
2. APLIKASI : Banyak yang tidak paham apa itu OPAC dan bagaimana menelusur koleksi yang dicari user dengan tepat dan cepat
3. TAMPILAN : terlalu monoton, harusnya berwarna dan mudah terlihat,
4. SCANER BUKU TAMU : sering rusak, harusnya di tambah lagi jumlahnya, untuk informasi tentang pengisian buku tamu, sebaiknya dibuat banner yang agak besar dan mudah terlihat
5. HARDWARE UNTUK OPAC : banyak yang rusak dan tidak bisa dipakai atau loading lama, seharusnya bagian automasi harus mengecek secara rutin, dan perangkat hardware nya ditambah, mouse nya juga terkadang tidak ada
6. SLIP/ BON PEMINJAMAN : ini pemborosan , dan user harus bolak balik ke loker mengambil pulpen untuk mengisi BON, seharusnya sudah ada sistem cetak struk seperti di atm
7. PENCARIAN : pencarian terkadang rumit, untuk ukuran peprrustakaan Nasional,seharusnya koleksinya lengkap dan bisa diakses siapa saja
8. PENDAFTARAN ANGGOTA : Prosesnya cepat, tapi sering ngantri dan petugas juga harus menyediakan pulpen atau alat tulis di dekat stand PC,
9. JARINGAN : jaringan di lantai OPAC kadang cepat, kadang lama, yang paling cepat di lantai 4
10. OPAC : Masih banyak yang belum tahu alur dan proses pencarian koleksi melalui OPAC, sebaiknya petugas membuatkan alur pencarian secara cepat dan tepat sesuai dengan pencarian user dan tata cara peminjaman koleksi menggunakan Banner yang mudah terlihat dan menarik, Narasumber : Ova (umum), Mona dan Iin (UNJ),
1. Narasumber : Lala dan Nafisah (UNJ) Hasil Wawancara :
Mengenai pendaftaran keanggotaan sudah cukup bagus, mudah dalam melakukan pendaftaran hanya saja saya tidak tahu kalau pendaftaran bisa dilakukan secara online diluar perpustakaan nasional
Untuk penggunaan bon atau slip peminjaman saya rasa cukup rumit, kalau misal dibuat pemesanan secara online saya setuju karena itu menurut saya lebih simple dan juga bisa lebih cepat tanpa harus menulis bon terlebih dahulu lalu menunggu buku diambilkan.
Saya rasa perlu adanya alur/proses pelayanan serta penggunaan OPAC agar orang yang baru pertama kali mengakses tidak mengalami kebingungan.
Komputer banyak yang mati sehingga butuh waktu yang lebih untuk antri menelusur OPAC, padahal tidak semua orang punya waktu yang lebih atau senggang.
2. Narasumber : Nur Annisa - Fakultas Teknik Yogyakarta Hasil Wawancara :
untuk bagian layanan keanggotaan bagus, cepat dengan sistem online. dan prosedurnya pengisiannya juga mudah. namun untuk ruang layanannya kurang luas sehingga terkadang ngantri panjang menghabiskan banyak waktu.
alur penelusuran koleksi terlalu rumit karena harus mengakses OPAC dan mengisi bon permintaan di lantai 2 sehingga tidak langsung melihat koleksi secara fisik. Sehingga saran yang dapat diberikan user untuk menggantikan kertas bon permintaan seperti fitur bon permintaan yang tersedia di OPAC sehingga mempermudah dan mempercepat transaksi lalu dikirimkan dan diterima oleh pustakawan di setiap lantai layanan yang berwenang akan koleksi yang dipesan pemustaka/user. dan sebagai tanda bukti pengguna yang memesan menggunakan kartu perpusnas.
untuk kenyamanan layanan OPAC membuat pegal pemustaka karena harus berdiri terus menerus apalagi bagi user yang membutuhkan waktu lama untuk menemukan kebutuhan informasi yang sesuai
untuk tampilan OPAC tidak menjadi masalah karena masih mudah dipahami. alur prosedur penggunaan koleksi membingungkan.
Gbr1. Foto bersama dengan pembimbing Kelompok Layanan Pusteling di layanan informasi
Gbr.3 Praktek dalam mengolah buku kuno ke dalam bentuk digital menggunakan kamera
Gbr 4. Praktek dalam pelestarian peta melalui kegiatan bleaching bahan pustaka menggunakan PK
Gbr 5. Praktek pemisahan koleksi monograf berdasarkan tahun terbitnya di bagian subdirektorat deposit
Daftar Pustaka http://www.pnri.go.id/MajalahonlineAdd.aspx?id=86
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22136/4/Chapter%20II.pdf
Perpustakaan Nasional RI. Pedoman Teknis Layanan Perpustakaan Dan Informasi: Pusat Jasa Perpustakaan Dan Informasi. Perpustakaan Nasional RI, Jakarta: 2002
http://www.Opac. pnri.go.id
http://kelembagaan.pnri.go.id/beranda/jajaran_unit_kerja/index.php?
box=lst&id=1&from_box=&hlm=1&search_lingkup=&search_activation=&search_keyword=#i xzz3SFtkso6S